Beranda blog Halaman 2579

Bensin Eceran di Pasir Pangaraian Capai Rp 9 ribu Perliter

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sejak dua hari terakhir stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU kota PasirPangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau habis. Masyarakat terpaksa membeli BBM di Kecamatan Rambah Samo cukup jauh dari kota. Hal tersebut dimanfaatkan oleh pengecer menjual BBM jenis bensin seharga Rp 9 ribu.

Dari pantauan, pasca kekosongan stok BBM di SPBU PasirPangaraian, sejumlah pengecer bensin di PasirPangaraian terpaksa tidak menjualnya, namun ada juga pengecer yang menjual bensin walaupun harganya cukup tinggi yakni Rp 9 ribu perliter.

Walaupun harga eceran cukup tinggi, masyarakat yang membutuhkannya terpaksa membelinya, karena untuk ke SPBU Rambah Samo cukup jauh. “Ya, saya terpaksa membeli bensin d pengecer Rp 9 ribu, mau gimana lagi bensin tak ada di Pasir, mau ke Rambah samo kan jauh,” ungkap edi (40) salah satu pembeli bensin eceran.

Diperkirakan, kelangkaan BBM tersebut akan segera. Pasalnya, menurut pengawas SPBU PasirPangaraian, Soni BBM subsidi untuk SPBU PasirPangaraian sedang dalam perjalanan.

“Dari hasil konfirmasi kita ke pihak pertamina Dumai, hari ini BBM subsidi jenis Premium untuk SPBU PasirPangaraian sedang dalam perjalanan, sudah berangkat sejak pukul delapan tadi pagi. Diperkirakan BBM kiriman datang setelah sembilan jam perjalanan,” jelasnya.***(ran)

Warga Mulai Resah, Dua Hari BBM di SPBU Pasir Pangaraian Habis

BBM di SPBU PasirPangaraian habis (segmennews.com/ran)
BBM di SPBU PasirPangaraian habis (segmennews.com/ran)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu yang berdomisili di kota PasiPangaraian mulai resah. Pasalnya, dua hari terakhir stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU kota PasirPangaraian habis hanya ada Pertamax. Seperti yang diungkapkan, Rudi (35) warga Lubah Hilir, Kecamatan Rambah ini. Dia mengaku mulai resak karena stok BBM di SPBU kota Pasir Pangaraian sejak dua hari ini habis. Untuk membeli minyak jenis bensin kendaraan mobilnya, dirinya terpaksa harus rela pergi ke SPBU yang berada di Kecamatan Ranmbah samo, yang jaraknya cukup jauh. Rudi khawatir kelangkaan BBM di SPBU kota PasirPangaraian akan terus berlanjut, tentunya akan menyulitkan masyarakat untuk memperoleh BBM. Masyarakat akan berbondong-bondong membeli BBM di rambah Samo, maka BBM disana tentunya juga cepat habis. “Kita khawatir kalalu BBM masih terus habis, tentunya BBM di Rambah samo cepat habis. Masyarakat akan sulit mendapatkan BBM jenis bensin,” keluhnya, Selasa (26/8/14) tadi pagi. Terkait kelangkaan BBM tersebut, Soni pengawas SPBU PasirPangaraian mengakui kiriman BBM subsidi terakhir datang hari Minggu lalu sebanyak 16 Kiloliter. Kiriman selanjutkan sedikit terkendala karena kiriman BBM subsidi dari Pertamina Dumai sedang off line. “Dari hasil konfirmasi kita ke pihak pertamina Dumai, hari ini BBM subsidi jenis Premium untuk SPBU PasirPangaraian sedang dalam perjalanan, sudah berangkat sejak pukul delapan tadi pagi. Diperkirakan BBM kiriman datang setelah sembilan jam perjalanan,” tandasnya.***(r4n)

Penerimaan Tak Jelas, Calon Guru di Rohul Mulai Gelisah

Ismail Hamkaz SAg,Msi
Ismail Hamkaz SAg,Msi

KEPENUHAN (SegmenNews.com)- Penerimaan calon guru untuk daerah terpencil di Rokan Hulu hingga kini belum ada kejelasan, sementara para pendaftar mulai gelisah menanti kelanjutanya dari Disdikpora.

Dikatakan anggota DPRD Rokan Hulu, Ismail Hamkaz SAg, Msi, Selasa (26/8/14) , dirinya selaku membidangi pendidikan secara umum mendukung penuh kebijakan Disdikpora yang melakukan penerimaan calon guru untuk Daerah terpencil di Rokan Hulu, sebab daerah terpencil sangat membutuhkannya sehingga ada pemerataan pendidikan yang layak.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini kelanjutan penerimaan tersebut belum ada kejelasan, sementara pihak Disdikpora maupun UPT Pendidikan belum memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, apakah Program penerimaan tersebut dihentikan atau dilanjutkan.

Ketidak jelasan tersebut membuat sejumlah peserta yang sudah melakukan pendaftaran beberapa waktu lalu menjadi gelisah. “Jika kita dengar suara dibawah banyak kegelisahan dari yang mendaftar beberapa waktu yang lalu ke Dispora akan nasib mereka,” ulas Ismail.

Menurut Ismail, seharusnya pihak Disdikpora Rokan Hulu sesegera mungkin memberikan informasi atas penerimaan guru terpencil tersebut, baik melalui UPTD Pendidikan disetiap kecamatan. Memang tenaga didik daerah terpencil sangat dibutuhkan masyarakat dimana kondisi mereka dalam keadaan terpencil, jauh dari hiruk pikuk keramaian, kondisi kemiskinan dan lain-lain, sehingga membuat mereka akan berputus asa jika kondisi ini tidak dicarikan jalan keluarnya.

“Kita mendukung Program Pemerintah ini, namun kedepan tidak hanya berwacana saja, namun lebih pada pembuktian. Apalagi ada wacana tahun 2015 nantinya akan ada penerimaan tenaga guru di Rokan Hulu. Kondisi riil dilapangan adalah masyarakat atau rakyat kita membutukan kepastiaan kebijakan Pemkab, bukan haya sekedar berwacana saja,” tandasnya.***(rls)

Pemenang MTQ XIV Siak Diumrohkan

ilustrasi
ilustrasi

SIAK (SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Siak terus meningkatkan kualitas keagamaan dan memberikan motivasi kepada masyarakat siak, agar lebih berprestasi kekancah Nasional dan Internasional.

Salah satu motivasi tersebut adalah mengumrohkan pemenang MusabaQah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIV Tingkat Kabupaten Siak di Kecamatan Menpura yang digelar tanggal 25 hingga 31 Agustus 2014 ini. Motivasi tersebut juga dilakukan pada MTQ tahun lalu oleh Pemkab Siak.

“Hadiah tambahan saat ini, sama dengan tahun lalu yakni umroh,” tegas Bupati Syamsuar pada pembukaan MTQ XIV di Menpura kemarin.

Pada MTQ kali ini juga meriahkan oleh penampilan keterampilan masyarakat per kecamatan dan Dinas, badan dan Kantor yang digelar di stand yang telah disediakan. Untuk stand bazar perkecamatan disediakan 14 stand dan untuk Dinas, badan dan kantor 33 stand.

Sementara untuk penyaringan bakat pada 10 cabang yang dipertandingkan, diantaranya, tilawah al-quran, tafsir al-quran, fahmil al-quran, salhil al-quran, khotil al-quran, marhaban al-quran, disiapkan hakim dari tingkat Nasional dan Provinsi Riau.

Ketua Pelaksanaan MTQ XIV Ivent MTQ Hendi Derhafin menuturkan bahwa ivent MTQ ini akan melahirkan para qori dan qoriah yang baik dan handal, serta dapat mengamalkan kandungan ayat-ayat al-quran. “Diharapkan dengan adanya acara MTQ ini dapat menyaring para qori dan qoriah untuk menuju yang terbaik,” ujarnya.***(rinto)

Wah, JCH Rohul Didominasi Tamat SD, IRT dan Petani

Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

ROKAN HULU (SegmenNews.com) – Berdasarkan data para JCH yang termuat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag Rohul, bahwa secara pendidikan hanya didominasi tamatan SD, pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Petani.

Rincian JCH Rohul adalah tamatan SD sebanyak 102 orang, tamat SMP 35 orang, tamat SMA 60 orang. Sedangkan dari sisi pekerjaan, IRT menempati urutan terbanyak 88 orang; PNS 52 orang, Swasta 48 orang, Petani 40 orang, karyawan BUMN/BUMD 8 orang; TNI/Polri 4 orang, Pedagang 3 orang, dan pensiunan 2 orang. Sementara tamatan D1/D2/D3 hanya 12 orang, S1 38 orang dan S2 hanya 1 orang.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Selasa (26/8/2014). Katanya, para JCH Rohul ini perlu mendapatkan perhatian secara khusus oleh Ketua Kloter dan Pembimbing ibadah, serta Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) nya.

Hal inipun dirasa masih perlu ditambah, makanya Pemkab Rohul mengutus Petugas Daerah (TPHD) secara khusus, yakni Camat Tandun an Irwandi SSos MSi, jelas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi berharap agar para petugas ini, khususnya Ketua Kloter atau yang disebut dengan TPHI dan Pembimbing Ibadah (TPIHI) serta TPHD, dapat bekerja dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan prosedur tetap (Protap) yang telah ditetapkan, dengan mengutamakan kepentingan para JCH terlebih dahulu, baru mementingkan kepentingan dirinya sendiri.

Perlu diketahui bahwa mereka ini, pada dasarnya adalah petugas dengan pekerjaan membantu para JCH melaksanakan ibadah haji. Hanya saja, karena mereka mengurus orang yang akan melaksanakan ibadah haji, maka merekapun secara otomotasi dapat melaksamakan ibadah haji, disela-sela tugasnya mengurus orang lain.

Lanjutnya, 247 Jemaah Calon Haji (JCH) Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung di Kloter 5 bersama JCH Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru, pada 4 September 2014 dari Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian ke Embarkasi Batam, dan dilanjutkan pada 5 September 2014 menuju Arab Saudi.***(rls/ran)

PNS Bandel, Wabup Rohil Siapkan Sanksi Tegas

Erianda, Wabup Rohil
Erianda, Wabup Rohil

BAGANSIAPIAPI (SegmenNews.com)– Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Rohil yang bandel pada jam kerja akan diberikan sanksi tegas. Wakil Bupati Rohil,Erianda Menegaskan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas bagi PNS yang tidak bertanggung jawab dengan kepercayaan dan tugas yang telah diberikan, agar pada akhirnya pelayanan bagi masyarakat dapat diberikan dengan optimal.

Wakil bupati Rohil Erianda, kepada wartawan selasa(26/8/14) mengingatkan, agar PNS tidak mengunakan waktu yang seharusnya bekerja untuk melayani publik justeru dihabiskan di warung kopi, karena alasan sarapan.

Erianda menyatakan, dirinya mendapatkan keluhan dari masyarakat soal masih bebasnya PNS yang ngopi di jam kerja, bahkan biasanya berlangsung dalam waktu yang lama. Tak hanya itu, disinyalir ada juga sebagian yang menghabiskan waktunya di warung internet untuk main game online.

“Nanti kita sidak dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat dan satpol PP,” jelasnya.
Wabup mengharapkan bagi masyarakat yang menemukan pns yang mengopi pada jam kerja untuk melaporkan langsung hal itu ke instansi terkait seperti inspektorat, masyarakat diminta tidak sungkan menyampaikan laporan karena tindakan PNS tersebut bisa merugikan nama baik pemkab Rohil, selain itu masyarakat juga memiliki hak untuk memberikan informasi dan keluhan tentang kinerja aparatur negara.***(Cil/Src)

Kata Kapolri Soal Unimog Relawan Djoko Santoso: Kita Tetap Proses Hukum

Mei Amelia R - detikNews.com
Mei Amelia R – Detik.com

Jakarta (SegmenNews.com)– Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan bahwa pihaknya tetap memproses dugaan perusakan kawat berduri oleh Unimog yang dilakukan oleh massa pendukung Prabowo Subianto saat melakukan aksi unjuk rasa dalam sidang sengketa Pilpres 2014, Kamis (21/8/14) lalu. Unimog itu diketahui milik relawan Djoko Santoso asal Jabar.

“Proses sudah diberlakukan, sejauh mana mobil itu dipinjam, dan sebagainya. Mobil dari mana saya kira itu teknis,” kata Sutarman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Sementara untuk sopir Unimognya sendiri, AT (62), kata Kapolri, masih terus dilakukan pemeriksaan terkait penggunaan Unimog yang dipakai untuk merusak kawat berduri.

“Sedang proses pemeriksaan, saya sendiri belum mendapat laporan perkembangannya sejauh mana,” ujarnya.

Mengenai Unimog yang dibawa massa, lanjutnya, pihaknya tidak mempermasalahkan kendaraan apa pun yang dibawa oleh massa pengunjuk rasa.

“Saya kira untuk alat yang digunakan itu tidak ada masalah apapun, kendaraan yang penting diberitahukan,” lanjutnya

Sementara itu, Sutarman mengaku, sampai saat ini dirinya belum mengetahui siapa pemilik Unimog tersebut.

“Saya belum tahu punya siapa,” imbuhnya.

Lebih jauh Sutarman mengungkapkan, kegiatan unjuk rasa di Indonesia dilindungi oleh undang-undang. Namun demo itu harus dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Penyampaian pendapat di muka umum itu dilindungi undang-undang, maka Polri bukan hanya mengamankan, tetapi melayani dan mengamankan. Tapi kita buat aturan, boleh uras dalam batas ini, kalau anda menyeberang kita ada tahapan mulai dari step 1 sampai step 3, sehingga gunakan gas air mata,” paparnya.***

Red: Achir
Sumber: Detik.com

 

Firdaus Ajak pengusaha Investasi Di Pekanbaru

Walikota Pekanbaru Firdaus, MT bersalaman kepada Investor (Foto Humas)
Walikota Pekanbaru Firdaus, MT bersalaman kepada Investor (Foto Humas)

PEKANBARU (SegmenNews.com) Walikota Pekanbaru H.Firdaus MT mengadakan pertemuan dengan 100 pelaku usaha di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin(25/8/14). Melalui kegiatan ini walikota berusaha memberikan informasi kepada pelaku usaha terkait perizinan dan mengajak para pelaku usaha di pekanbaru untuk ikut serta.

Walikota menjelaskan, Saat ini kota Pekanbaru sudah banyak dilirik oleh investor. Buktinya, Sudah banyak perizinan Mall, hotel dan lainnya yang sudah di keluarkan pemko.

Pemko juga berencana akan merealisasikan berbagai pembangunan yang mendukung para pelaku usaha untuk berinvestasi di Pekanbaru. Seperti, Pembuatan jalan lingkar luar dan sebagainya.

Dengan sosialisi peraturan dan kebijakan penanaman modal di Kota Pekanbaru. Walikota menjelaskan bagaimana Kota Pekanbaru yang diinginkan sampai tahun 2030 mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Pekanbaru, Musa menegaskan, disamping mensosialisasikan perizinan, kegiatan ini juga menekankan kewajiban pelaku usaha melaporkan kondisi penanaman modalnya per tri wulan.***(Chir)

Polresta Pekanbaru Ringkus 2 Spesialis Pencuri SPM Satria FU

Kapolresta pekanbaru Kombes Robert Haryanto(Kiri) dan Kapolsek Senapelan Kompol Ari Sartika (Kanan) mengapit kedua tersangka curanmor.
Kapolresta pekanbaru Kombes Robert Haryanto(Kiri) dan Kapolsek Senapelan Kompol Ari Sartika (Kanan) mengapit kedua tersangka curanmor.

PEKANBARU (SegmenNews.com)– Jajaran Polsek Senapelan bersama Polresta Pekanbaru berhasil meringkus 2 tersangka pencurian kendaraan Sepeda Motor (SPM) di wilayah kota Pekanbaru.

Dua tersangka tersebut, DD (24) warga palas dan BS (23) tersangka curanmor spesialis suzuki Satria FU berikut barang bukti (BB) 17 unit motor Satria FU yang berhasil diamankan dari kedua tersangka.

Peengakuan tersangka daerah yang menjadi sasaran mereka adalah jalan Arengka, Jln Riau dekat ciputra, gudang avian arengka, Jl durian dekat Alfamart, Jl pelajar depan SMK Muhammaddiyah 2 Jl Juanda simpang tionghoa dan Jl Marpoyan di pom bensin.

“Saya mencuri karena untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Barang curian rencana akan kami jual di minas dan Petapahan,” aku tersangka DD kepada wartawan (25/8/14).

Katanya, harga jual Satria FU masih tinggi mencapai Rp 3 sampai Rp 3,5 juta karna itu target operasi mereka jenis SPM Satria FU.

Sementara tersangka BS mengaku hanya sebagai penjual yang mem[peroleh keuntungan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per unit motor curian tersebut.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Haryanto Sik didamping Kapolsek Senapelan Kompol Ari Sartika Sik mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan kedua tersangka sebanyak 17 unit ranmor spesialis Satria FU. Kapolres meminta kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepedamotor agar melaporkan ke Mapolsek senapelan.

“Masih ada 30 tkp dan akan terus kita buru, kedua pelaku ini dikenakan pasal 363 KUH pidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” tandasnya.***(Chir)

Usut Proyek Gagal Dinas Kesehatan Riau

Kondisi Puskesmas Rawat inap Lubuk Dalam,  Juli 2014
Kondisi Puskesmas Rawat inap Lubuk Dalam, Juli 2014

SIAK (SegmenNews.com)- Tahun 2013 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menganggarkan hampir Rp100 miliar untuk pembangunan Puskesmas Rawat Inap di kabupaten/kota. Namun sayangnya, banyak pekerjaan tersebut yang tidak selesai dan diduga di korupsi.

Dari sekian banyak Puskesmas Rawat Inap yang dibangun melalui APBD Riau pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau tersebut, tiga di antaranya di Kabupaten Siak dengan total nilai sekitar Rp8 miliar. Informasi yang diperoleh, ketiga proyek tersebut tidak tuntas hingga saat ini.

Informasi tidak tuntasnya pembangunan tiga Puskesmas Rawat Inap yang didanai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau ini, ternyata juga diperoleh pihak Kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura. Bahkan pihak Kejaksaan memperoleh informasi adanya dugaan penyimpangan pada proyek tersebut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura, M Emri Kurniawan, kepada wartawan, Sabtu (23/8), membenarkan pihaknya memperoleh informasi pembangunan tiga Puskesmas Rawat Inap yang didanai APBD Provinsi Riau tidak tuntas tahun 2013 lalu.

Sebagai masukan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Siak, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia, Syakirman, dirinya memperoleh laporan bahwa dana yang dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Riau untuk pembangunan Puskesmas rawat Inap di Kabupaten Siak tersebut tidak sesuai dengan progres pekerjaan tersebut.Ingin tahu kelanjutannya? Baca Koran Riau Realitas Edisi Minggu IV 25-31 Agustus 2014.***(ran)