
Mobil Rombongan Polda Riau Tabrakan Saat Jemput Kapolri

Mantan Kadis Pendidikan Rokan Hulu Divonis Satu Tahun Penjara
ROKAN HULU (RS) Pengadilan Negeri Pasir Pengarayan menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu Efie, Kamis (16/6). Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam penyaluran dana alokasi khusus. Meski divonis satu tahun penjara, terdakwa tidak ditahan karena sakit.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Pasir Pengarayan menyatakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hulu Efie menyalahgunakan dana alokasi khusus tahun 2007 yang disalurkan pemerintah pusat. Penyaluran dana bidang pendidikan sebesar Rp11 milyar tersebut tidak tepat sasaran sehingga merugikan keuangan negara.
Ketua majelis hakim Hendra Utama Sipayung menghukum Efie satu tahun penjara dan denda Rp50 juta rupiah. Namun hakim tidak memerintahkan penahanan terdakwa karena alasan sakit. Penasehat hukum terdakwa, Yuwilis langsung menyatakan banding.
Vonis satu tahun ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni lima tahun penjara. Saat vonis dibacakan, terdakwa Efie menangis karena merasa keberatan pada hukuman yang dijatuhkan hakim. (des)
131 Titik Api di Sumatera, Riau Siaga 1 Kebakaran Hutan
PEKANBARU (RS) Kebakaran lahan melanda 10 kabupaten dan kota di Riau. Dinas Kehutanan Riau langsung menetapkan status siaga satu kebakaran hutan dan lahan, Kamis (16/6). Sementara ratusan titik api ditemukan di Sumatera.
Selain itu, Rokan Hulu, Dumai, Indragiri Hulu, Pelalawan masing-masing 4 titik, Kampar 2 titik dan Pekanbaru 1 titik.Warga Rokan Hulu Antusias Saksikan Gerhana Bulan
ROKAN HULU (RS) Warga Kabupaten Rokan Hulu antusias menyaksikan gerhana bulan yang terjadi lewat dini hari tadi. Warga berusaha mengabadikan fenomena alam ini melalui kamera dan telepon genggam.
Bupati Rokan Hulu Dilempari Cabe
35 Titik Api Terpantau di Sumatera
PEKANBARU (RS) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan sedikitnya terpantau 35 titik api (hot spot) berada di Sumatera dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
“Dari pantauan terakhir menggunakan satelit NOAA terdapat 35 titik api di Sumatera. Kondisi itu memiliki potensi bagi terjadinya kebakaran lahan,” ujar analis BMKG Pekanbaru Sanya Gautami di Pekanbaru, Rabu (15/6).
Sanya menjelaskan sebagian besar titik api itu berada di Riau dengan jumlah sebanyak 18 titik
dan tersebar di sejumlah daerah, seperti di Rokan Hilir tujuh titik, kemudian di Bengkalis tiga titik.
Di Rokan Hulu, Dumai, Siak dan Kampar masing-masing terpantau dua titik api. Sedangkan 17 titik api yang terpantau di Sumatera itu berada di Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak sembilan titik, kemudian Sumatera Utara tujuh titik dan Sumatera Barat satu titik api.
Secara umum, kata Sanya, sejak awal hingga pertengahan Juni 2011, Kepulauan Riau yang terbebas dari titik api. Sedangkan provinsi lain di Sumatera terpantau memiliki titik api.
“Hujan yang turun tidak merata pada sejumlah daerah di Sumatera telah menyebabkan titik api menghilang dan berkurangnya jumlah hot spot itu, meski demikian potensi kebakaran lahan perlu tetap diwaspadai,” kata Sanya. (tim)
Karyawan Travel Ditangkap, Niat Jual Narkoba Rp4 Juta
PEKANBARU (RS) Direktorat Narkoba Polda Riau menangkap seorang karyawan agen travel karena mengedarkan shabu dan ganja, Rabu (15/6). Kecelakaan di Pelalawan Makan Korban 7 Orang Tewas
Pelalawan (SegmenNews.com) Truk pengangkut minuman bertabrakan dengan minibus di Jl Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (14/6). Akibatnya, tujuh orang meninggal dunia.
Kecelakaan lalu lintas ini juga menyebabkan delapan penumpang minibus rute Rengat-Pekanbaru luka parah. Peristiwa tabrakan bermula saat minibus melaju dan menyenggol sepeda motor. Sopir angkutan umum tersebut berusaha mengalihkan setir ke kanan, namun tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk pengangkut minuman.Pembalakan Liar Ancam Objek Wisata Tujuh Danau
Kampar (SegmenNews.com) Salah satu tempat menarik untuk dikunjungi di Provinsi Riau adalah objek wisata Tujuh Danau di kawasan hutan lindung Buluh Cina, Kabupaten Kampar.
Konon, di sekitar Tujuh Danau tumbuh banyak tanaman langka berumur ratusan tahun. Sayangnya, tempat rekreasi ini terancam aktivitas penebangan liar (illegal logging).
Objek wisata Tujuh Danau berada di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Lokasi ini bisa dijangkau dari Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau selama 30 menit. 
Untuk sampai ke Buluh Cina, pengunjung harus menyeberang Sungai Kampar sepanjang 100 meter. Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terluas di Riau, hulunya berada di Sumatera Barat dan bermuara ke Selat Malaka.
Tujuh Danau terletak di tengah hutan lindung Buluh Cina. Tempat ini dinamakan Tujuh Danau karena memang memiliki tujuh danau yang dipisahkan hutan tropis.
Masyarakat setempat menyebut tujuh nama, yakni Danau Pinang Luar, Pinang Dalam, Tanjung Putus, Toak Tonga, Tanjung Balam, Bruntai dan Danau Baru. Tujuh Danau ini memiliki keunikan, antara lain warna airnya yang hijau kecoklatan, di kelilingi tanaman khas hutan rawa gambut.
Setiap hari libur, kawasan wisata ini dikunjungi warga dari berbagai daerah. Wisatawan bisa menikmati keindahan alam Sumatera sambil bersantai di pinggir danau.
Puluhan jenis tanaman langka tumbuh di sekitar Tujuh Danau. Di antaranya pohon rengas, merbau, kandis dan kruing. Konon, menurut penduduk asli Buluh Cina, tanaman dilindungi ini ada yang berumur hingga 400 tahun.
Sayangnya, hutan lindung Buluh Cina terancam aksi penebangan liar. Lembaga pemantau lingkungan di Riau memperkirakan dari 1.000 hektare hutan lindung Buluh Cina, 450 hektare sudah rusak karena dirambah para pembalak liar.
“Kondisi ini amat memprihatinkan. Seharusnya hutan bisa menjadi aset, malah dirusak demi kepentingan bisnis,” kata aktivis lingkungan, Zenal Efendi, Selasa (14/6).
Menurut Zenal, kerusakan hutan lindung memicu terjadinya banjir tahunan di Buluh Cina. Akibat bencana tersebut, warga harus mengungsi dan aktivitas ekonomi terganggu.
Nuansa Melayu sangat kental dalam kehidupan adat istiadat dan budaya masyarakat Buluh Cina. Salah satu contoh kebudayaan Melayu yang menonjol di desa ini terlihat dari bentuk rumah penduduk asli.
Keunikan Melayu Kampar dibanding Melayu umumnya adalah bahasa dan adat mereka yang dipengaruhi kultur Minang Kabau. Akulturasi budaya Melayu dan Minang Kabau ini terjadi karena letak Kampar yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat.
Warga yang bermukim di sekitar Tujuh Danau hidup sederhana dari hasil tangkapan ikan. Mereka secara turun temurun memegang adat, berbaur dengan alam di bantaran Sungai Kampar. (tim)
Perpisahan MDA Al Qiram Diwarnai Keracunan Mie Instant
Rokan Hulu (Segmennews.com) Ratusan murid sebuah madrasah dan orang tua di Kabupaten Rokan Hulu, Riau keracunan setelah menyantap mie instant, Minggu (12/6). Keracunan massal terjadi usai acara perpisahan sekolah.
Sekitar 120 anak dan orang tua yang keracunan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Warga Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan ini harus menempuh perjalanan tiga jam dari kampung mereka ke rumah sakit.
Beberapa anak kritis karena lambat mendapatkan pertolongan medis. Sebagian korban keracunan terpaksa dirawat di lantai rumah sakit karena keterbatasan ruang perawatan. Anak-anak dan orang tua mengalami sakit perut dan muntah-muntah, bahkan di antaranya ada yang pingsan.

Menurut warga, keracunan terjadi setelah acara perpisahan Madrasah Diniyah Awaliyah (MD) Al Qiram, Rantau Binuang Sakti. Panitia membagikan mie instant kepada ratusan murid dan orang tua mereka dalam acara tersebut. Namun, setelah menyantap makanan, satu persatu warga mengalami muntah-muntah.
Polres Rokan Hulu masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi warga dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pekanbaru. (tim)

