70 Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melaksanakan operasi pemadaman intensif di wilayah Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar pada hari ini mencapai kurang lebih 70 hektare dengan karakteristik lahan gambut yang kering dan memiliki kedalaman cukup dalam, sehingga menyulitkan proses pemadaman secara menyeluruh.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Asops Kasdam XIX/TT Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani, SE, MHan, selaku Koordinator Lapangan, bersama Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.

Kegiatan ini juga dihadiri dan didukung oleh Karoops Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto, Sekda Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letkol Inf. Haris yang turut terjun langsung memastikan penanganan berjalan efektif dan terkoordinasi.

Pemadaman di darat dilaksanakan oleh Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran yang terus berkembang akibat kondisi lingkungan yang ekstrem.

Di sisi lain, dukungan pemadaman dari udara dilakukan melalui water bombing oleh Satgas Udara yang dipimpin Capt. Pilot Arif Budiarto, guna menjangkau titik api yang sulit diakses oleh personel di lapangan.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala utama, antara lain kondisi gambut yang kering dan dalam. Sehingga api membara hingga ke lapisan bawah, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi, serta arah angin yang berubah-ubah yang mempercepat penyebaran api.

Meski demikian, dengan kerja sama yang solid dari seluruh unsur yang terlibat, proses pemadaman menunjukkan perkembangan signifikan dan terus dioptimalkan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

Tim Satgas mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan upaya penanggulangan karhutla di wilayah Provinsi Riau.***(mr)