DPRD Bengkalis Soroti Krisis Air Bersih

DPRD Bengkalis Soroti Krisis Air Bersih

Bengkalis(SegmenNews.com)-Dalam upaya memastikan kelancaran pelayanan air bersih bagi masyarakat, DPRD Kabupaten Bengkalis mengagendakan rapat bersama PDAM Tirta Terubuk Bengkalis guna membahas permasalahan distribusi air yang kerap tidak lancar, Senin (06/04/2026).

Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Oleh karena itu, PDAM didorong untuk segera mencari solusi, termasuk menentukan sumber air baku yang dapat disalurkan ke waduk sebagai langkah jangka panjang.

Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi III DPRD Bengkalis, Fakhtiar Qodri. Dalam arahannya, ia menegaskan agar pihak PDAM lebih aktif dalam merencanakan dan memastikan kelancaran distribusi air.

“Permasalahan ini terjadi dari tahun ke tahun dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan memicu krisis sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, mengakui bahwa pelayanan air saat ini belum optimal. Namun, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk survei ke desa-desa untuk mencari sumber air baku.

“Kami telah menjalin kerja sama dan melakukan survei untuk mencari sumber air yang dapat disalurkan ke waduk. Ke depan, kami juga merencanakan pengeboran untuk menemukan titik air, meskipun membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya PDAM sempat menjajaki kerja sama dengan PT Meskom terkait penyaluran air, namun hingga saat ini belum dapat direalisasikan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Rendra Wardana (Iyan Kancil), menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam mengantisipasi potensi krisis air.

“PDAM harus memiliki konsep dan rencana yang jelas. Jangan menunggu krisis terjadi baru menyusun langkah, karena hal itu justru akan memperburuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Hendra, mendorong PDAM untuk meningkatkan potensi sumber air baku serta merespons berbagai masukan yang telah disampaikan oleh DPRD.

“Kami berharap PDAM tidak hanya menerima kritik dan saran, tetapi juga segera menindaklanjutinya dengan langkah nyata. Harus ada skema antisipasi, terutama menghadapi musim kemarau,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, Muhammad Isa, turut mendorong penyusunan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang terukur, disertai progres yang jelas setiap tahunnya.

“Jika diperlukan, ajukan kerja sama melalui MoU dengan perusahaan melalui pemerintah daerah. Yang terpenting, harus ada transparansi kepada masyarakat dalam pelayanan air bersih,” pungkasnya.

Ketua Komisi IV Irmi Syakip Arsalan juga menegaskan bahwa setiap kritik dan saran yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan komisi merupakan aspirasi masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

“Kami berharap setelah rapat ini ada perubahan nyata dan skema yang dijalankan PDAM dalam menstabilkan distribusi air. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut. Harus ada langkah konkret, termasuk kesiapan penampungan air sebelum musim kemarau, agar masalah ini tidak terus terulang setiap tahun, kami berharap kinerja PDAM untuk segera dirubah demi kepentingan masyarakat Kab. Bengkalis,” tegasnya.***(imam/hm)