Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terus berupaya mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi, akurat, dan berkualitas melalui penguatan program Satu Data Kabupaten Bengkalis.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Desk Forum yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), serta Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, 12 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di ruang rapat lantai II Kantor Bappeda Bengkalis tersebut dibuka langsung Kepala Bappeda Bengkalis, Rinto, didampingi Sekretaris Diskominfotik Bengkalis, H. Adisutrisno, Kepala BPS Bengkalis, Sudiro, serta Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfotik Bengkalis, Azmar. Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh pemerintah kecamatan dan perangkat daerah lainnya.
Kepala Bappeda Bengkalis, Rinto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam mengelola dan memanfaatkan data, seiring perkembangan informasi yang semakin cepat dan dinamis.
Menurutnya, Desk Forum menjadi momentum untuk memperbarui pengetahuan serta memperoleh informasi terkini, khususnya terkait pengelolaan data yang nantinya dapat mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
“Kami berharap pertemuan ini bisa dilaksanakan secara rutin, minimal tiga bulan sekali, baik secara langsung maupun daring. Sebab, pergerakan informasi saat ini begitu cepat, sehingga kita perlu terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan yang ada,” ujarnya.
Rinto mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah adanya ketidakseimbangan antara cepatnya perubahan informasi dengan kemampuan dalam menata dan memanfaatkannya.
Kondisi tersebut, katanya, dapat berdampak terhadap ketepatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan apabila tidak diantisipasi melalui pengelolaan data yang baik.
Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk memastikan data sesuai dengan urusan masing-masing dapat terhubung, terhimpun, dan dimanfaatkan secara optimal.
“Pastikan apa yang diinginkan pemerintah pusat, data-data yang berada dalam urusan kita masing-masing dapat terhubung dengan baik, terkumpul dengan baik, dan dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan ini akan meningkatkan kualitas kita ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rinto menyoroti pentingnya penggunaan data dalam menentukan program, sasaran, serta alokasi anggaran. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang tidak didukung data komprehensif berpotensi menimbulkan ketidaktepatan antara program yang dilaksanakan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyebutkan, evaluasi terhadap sejumlah program dan kegiatan perangkat daerah oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau pada tahun ini menemukan berbagai indikasi inefisiensi.
Temuan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar dalam menyusun program dan menentukan sasaran pembangunan.
“Banyak program yang anggarannya lebih, tetapi sasarannya berbeda, sehingga belum tepat dalam penggunaannya. Ini menunjukkan bahwa data belum dimanfaatkan secara optimal oleh kita semua,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Rinto berharap penyusunan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah tahun 2028 yang mulai dikerjakan pada Januari mendatang dapat menggunakan data yang lebih baik, lengkap, dan komprehensif.
Dengan demikian, setiap program yang direncanakan diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan, permasalahan, serta kondisi riil masyarakat di Kabupaten Bengkalis.***(imam/hm)






