Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru melaksanakan Apel Pembukaan Pembinaan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kampar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Senin (20/4/2026).
Apel pembukaan yang berlangsung diikuti oleh personel Basarnas, DPKP Kampar, dan BPBD Kampar ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan teknis dalam menghadapi potensi bencana kebakaran dan situasi evakuasi darurat di wilayah Kabupaten Kampar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kampar Yuricho Efril, selaku pembina Apel didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi dan Kalaksa BPBD Kampar Ir. Azwan dalam amanatnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan bencana.
Menurutnya, sinergi yang baik antar lembaga menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.
“Melalui kegiatan Bimtek ini, kita harapkan seluruh peserta dapat meningkatkan keterampilan, memahami prosedur yang tepat, serta memperkuat koordinasi dalam setiap pelaksanaan operasi di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik dan simulasi lapangan, seperti teknik pemadaman kebakaran, evakuasi korban, serta penanganan kondisi darurat secara terpadu.
Perwakilan DPKP Kampar dan BPBD Kampar menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antar instansi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.
Bimtek Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dari tanggal 20 hingga 22 April 2026, dengan melibatkan instruktur berpengalaman dari Basarnas serta instansi terkait.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin profesional, sigap, dan terlatih dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana.***(mr)






