Banjir dan Longsor Jalan Riau-Sumbar, 8 Mobil Rusak, 4 Orang Meninggal Dunia

Kondisi terkini di Pangkalan Sumbar (ist)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Hujan deras sejak Kamis hingga hari ini, Jum’at (3/3/17) mengakibatkan jalan lintas perbatasan Provinsi Riau-Sumatera Barat putus akibat banjir dan longsor.

Delapan mobil tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, bahkan sampai saat ini diketahui 4 orang meninggal dunia.

Laporan Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Nasriyanto yang masuk ke redaksi segmennews.com, hingga saat ini tim gabungan BPBD Limapuluhkota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, relawan berupaya membersihkan material longsor untuk menuju Kecamatan Pangkalan yang terdampak banjir.

Pencarian dan upaya evakuasi korban 8 mobil yang tertimpa longsor di KM 17 Koto Alam Kecamatan Pangkalan terus dilakukan.

BPBD limapuluhkota juga telah menghubungi BPBD Kabupaten Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Kecamatan Pangkalan. Sebab mereka terhalang lonhsor.

Banjir di Pangkalan, Sumbar

Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk ke wilayah Kecamatan Pangkalan, karena terhalang 3 titik longsor besar lagi yg harus dibersihkan.

Sejauh ini, BPBD Provinsi Sumbar telah mengirim 1 unit perahu dan masih tertahan longsor bersama tim gabungan.

Dipaparkan, Nasrianto, saat ini terdapat 12 titik banjir genangan di 7 Kecamatan dengan titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya sungai Maek.

Jalan negara yang menghubungkan Sumbar – Riau terputus karena ada 9 titik lokasi kongsor di wilayah Kecamatan Pangkalan, termasuk akses menuju kota Kecamatan Pangkalan, seluruhnya di Kabupaten Limapuluhkota terdapat 13 titik longsor.

Kondisi terkini dilaporkan, PLN mematikan listrik di beberapa wilayah terdampak banjir sehingga sulit berkomunikasi. Beberapa daerah mengalami blank spot sinyal.

Pendataan warga terdampak banjir terutama di Kec Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal karena belum dapat tembus ke lokasi sehingga data jumlah KK/jiwa terdampak belum dapat terlaporkan.***(Heri Suryadi/rls)