Namun dengan terjadi penistaan agama di kepulauan seribu tentang surat Al-Maidah 51, umat Islam telah bersatu dalam aksi 212 yang dihadiri 7 juta lebih umat Islam dari berbagai elemen umat Islam dan seluruh ormas Islam.
Maka dengan spirit 212 itu, MUI menjaganya dengan melaksanakan kegiatan jihad subuh berjemaah, yang dilakukan setiap bulan.
Saat ini, kata Muhammadun, kajian Ahad subuh sudah di lakukan oleh MUI Kabupaten dan di Pekanbaru. Sekarang juga muncul gerakan generasi Al-Maidah 54.
“Wahai sekalian orang beriman barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat -ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci” (Qs Almaidah:54)
“Generasi inilah yang akan menjaganya,” ujar Muhammadun.