Balai PPW Riau Serahkan Pengelolaan Renovasi 18 Sekolah di Meranti

Meranti(SegmenNews.com)- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (PPW) Provinsi Riau melakukan serah terima pengelolaan rehabilitasi dan renovasi sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2020) Siang.

Sebanyak 18 unit sekolah SD maupun SMP yang dibangun dilakukan serah terimanya di SDN 2 Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi. Kepala Balai PPW Riau Ichwanul Ihsan didampingi Kasatker Pelaksanaan Yenni Mulyadi melaksanakan serah terima kepada Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan didampingi Ketua DPRD, Ardiansyah beserta anggota Komisi III, Plt Kepala Dinas PUPRPKP, Aza Fahroni dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Syamsudin serta beberapa kepala OPD lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Balai PPW Riau Ichwanul Ihsan mengapresiasi pemerintah daerah yang telah benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah banyak juga kabupaten yang kami kunjungi ini salah satu yang menerapkan protokoler kesehatan yang sangat luar biasa dan telah menjalankan instruksi Presiden dengan baik. Dimana pertama kali saya masuk ke sekolah ini langsung dipasangkan masker dan Face Shield, dengan menerapkan protokol kesehatan ini inshaallah mudah-mudahan kita semua dilindungi Allah dan selalu dalam keadaan sehat walafiat,” kata Ichwanul Ihsan.

Ichwanul juga menganjurkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti untuk melakukan pengajuan agar sekolah rusak yang belum direnovasi bisa diusulkan untuk direhabilitasi.

“Untuk sekolah yang mengalami kerusakan agar segera disampaikan dan diajukan melalui Dapodik dan
diteruskan oleh dinas pendidikan dan selanjutnya ke kementerian pendidikan PUPR. Setelah daftar itu diserahkan ke kami akan melihat apa saja yang rusak apakah pondasi lantai atau tiang rangka atapnya dan yang kedua tidak ada sumber dana lain masuk di sekolah itu pada tahun yang bersama,” kata dia.

Kepala Balai PPW Riau juga menggesa
Bupati dan minta untuk segera mengajukan permohonan bantuan renovasi sekolah berupa proposal, sehingga bantuan tersebut bisa dengan segera direalisasikan.

“Dengan kondisi sekolah yang rusak berat di di beberapa kabupaten kota, akhirnya sekarang dibuka kesempatan, silakan kepala daerah mengajukan semacam proposal kepada kami tapi kami sepakati agar proposal tersebut diserahkan dalam minggu ini karena kita mau ini gerak cepat. Dan kalau bisa proposal itu dilengkapi dengan site plan nya dan foto-foto kondisi sekolah serta jumlah sarana dan prasarana serta guru dan siswanya. Secara simpel dapat saya gambarkan, sekolah rusak dapat dikatakan apabila pondasinya ada yang patah dan lantainya yang pecah atau juga rangka dan plafonnya yang lapuk,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan diresmikannya gedung sekolah tersebut, maka pemakaian untuk proses belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan.

“Mulai hari ini secara resmi bapak ibu kepala sekolah sudah mulai bisa memakai gedung ini tetapi dalam waktu 6 bulan masih ada masa pemeliharaan oleh kami. Dimana jika ada kerusakan atau ada yang hancur itu masih dalam tanggung jawab kita,” ujarnya lagi.

Diungkapkan lagi, selama masa pembangunan 18 unit sekolah tersebut cukup banyak pengalaman dan rintangan yang dihadapi, namun hal itu bisa ditangani dengan baik.

“Cukup banyak pengalaman kami di Kabupaten Kepulauan Meranti ini. Suka dukanya luar biasa tapi yang namanya pekerjaan harus kami laksanakan dan alhamdulillah ini selesai semua. Dan untuk masalah-masalah lain hampir tidak ada yang berarti, jika di lapangan biasalah namanya pembangunan pasti akan ada hal-hal yang mengganggu dan itu bisa kita selesaikan semua dengan dibantu oleh masyarakat yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ichwanul juga menyampaikan beberapa program dan kegiatan bidang Cipta Karya yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti, diantaranya adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dikatakan, untuk pembangunan TPA sudah diprogramkan pada tahun 2018 lalu, namun karena terbentur oleh status lahan yang belum jelas, maka pembangunan TPA dibatalkan.

“Selain di sekolah kami sampaikan ada beberapa pekerjaan sub bidang pekerjaa di bawah kewenangan kami khususnya di cipta karya yakni pembangunan TPA. Memang ini sudah kita programkan untuk Kepulauan Meranti pada tahun 2017-2018 tapi karena waktu itu lahan masih bermasalah sehingga pembangunannya kita pindahkan. Untuk selanjutnya program ini akan kita lanjutkan pada tahun 2021, untuk itu kami minta agar lahannya segera disiapkan,” kata Icwanul.

Selain itu, program lainnya yakni penyediaan air bersih dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Permasalahan lainnya di Kepulauan Meranti ini adalah pengolahan air limbah yang tidak terkontrol dan pengolahan air bersih yang masih minim. Untuk itu kita minta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pihak kami agar bisa dicarikan jalan keluarnya tentang bagaimana penanganan limbahnya. Selain itu permasalahan paling krusial lainnya yakni penyediaan air bersih. Dimana di kita ada banyak program penyediaan air bersih berbasis masyarakat, jadi silahkan pak Bupati mengusulkannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan mengucapkan terimakasih dan penghargaannya atas program dan kegiatan yang telah dilaksanakan di Kepulauan Meranti oleh Kementerian PUPR melalui Balai PPW Riau. Irwan menyampaikan setelah dilaksanakannya acara serah terima pengelolaan ini siswa -siswi sekolah sudah bisa memanfaatkan bangunan gedung sekolah tersebut.

“Terimakasih kami ucapkan kepada kementerian PUPR melalui Balai PPW dengan koordinasi dan kerjasama yang sangat baik sudah membangun atau merevitalisasi 18 sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini tentu suatu capaian yang luar biasa yang perlu kita apresiasi karena selama ini proses pembangunan sekolah ini memang agak menjadi masalah. Tapi hampir di semua kabupaten kota karena ketika pembangunan ini dilakukan oleh dinas pendidikan itu terkendala oleh terbatasnya tenaga tenaga teknis yang ada di dinas pendidikan. Kemudian belum lagi kualitas-kualitas kontraktor lokal yang belum standar barangkali sehingga terjadi perbedaan kualitas antara satu sekolah yang dibangun oleh kontraktor dengan sekolah lain yang dibangun oleh kontraktor lain,” kata Irwan.

Irwan juga menyampaikan masih banyak sekolah yang tidak layak yang berada di Kepulauan Meranti, untuk itu sangat perlu dilakukan rehabilitasi, namun karena terbatasnya anggaran, hal tersebut sangat sulit dilakukan.

“Sebelumnya memang kondisi sekolah yang sudah lama dan sudah tua sangat banyak. Walaupun mungkin dari APBD kita sudah memperbaiki beberapa kali tapi belum bisa dilakukan secara tuntas karena banyaknya sekolah yang harus diperbaiki oleh pemerintah daerah. Dan Alhamdulillah tahun 2019-2020 Kepulauan Meranti mendapatkan alokasi 18 unit rehabilitasi sekolah,” kata Irwan.

Bupati juga meminta kepada kepala Dinas Pendidikan agar segera berkoordinasi kepada camat dan kepala desa setempat untuk mengkomunikasikan sekolah yang perlu mendapatkan bantuan dan segera dilakukan rehabilitasi dan renovasi.

Irwan berharap kepada Kementerian PUPR melalui Balai PPW Riau untuk dapat terus melanjutkan program rehab dan renovasi sekolah di Kepulauan Meranti.

“Kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan
saya harapkan agar dikomunikasikan dengan seluruh Camat dengan seluruh kepala kepala desa dan Lurah kiranya dalam waktu 2-3 hari ini agar segera mengusulkan paling tidak mungkin usulkan satu desa atau kelurahan itu satu unit sekolah karena kalau itu bisa dilakukan dalam waktu yang cepat ini menjadi sangat banyak karena kita ini itu punya 100 lebih desa dan kelurahan. Dengan begitu tentu akan ada banyak sekolah yang dilakukan verifikasi dan selanjutnya direnovasi,” ungkap Irwan.

Bupati juga mengatakan, jika sarana bangunan sekolah sudah dibangun oleh pihak kementerian, maka pemerintah daerah juga akan mengalokasikan anggaran APBD untuk pengadaan meubilier kursi dan meja.

“Karena bangunan sudah ditangani oleh Kementerian PUPR, maka melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti saya harapkan kita mengintegrasikan program yaitu dengan membuat program melakukan pengadaan baru kursi dan tempat duduk siswa. Saya melihat ada beberapa sekolah yang sudah mendapatkan alokasi tersebut tetapi masih sangat banyak yang tempat duduk meja belajar siswa jika itu masih belum layak,” kata Irwan.

Irwan juga mengatakan jika untuk program pengadaan meubilier ini dikawal dengan baik dengan tidak mengakomodir pihak yang berkepentingan sehingga akan menghasilkan kualitas yang tidak bagus.

“Karena keterbatasan sumber daya manusia dinas pendidikan itu selalu menjadi tidak berhasil atau gagal. Saya minta ini tolong dikawal betul jika anggaran yang sudah dialokasikan dan saya minta untuk tidak terjebak dengan kepentingan-kepentingan kelompok yang ingin mengerjakan proyek tersebut. Ini terkadang sering menjadi hambatan ketika anggarannya dialokasikan tetapi karena banyak sekali yang berkepentingan untuk itu mulai tahun ini dan tahun depan program-program seperti itu tolong diamankan dan diprioritaskan jangan sampai gedung-gedung yang sudah bagus ini itu diisi oleh meja kursi belajar yang tidak sesuai dan rusak.
Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan dan diwujudkan sehingga akan terjadi keseimbangan yang sudah baik dengan meja kursi bagi siswa yang belajar di sekolah-sekolah,” pungkas Irwan.

Untuk diketahui, adapun 18 sekolah yang direnovasi tersebut adalah SDN 16 Lukit, SDN 13 mekar Sari, SDN 9 Semukut, SDN 15 Tanjung Bunga, SDN 3 Batang Malas, SDN 15 Tanjung Peranap, SDN 2 Selatpanjang Kota, SMP 3 Tebingtinggi Barat, SDN 14 Anak Setatah, SDN 8 Bantar, SDN 9 Melai, SDN 3 Sialang Pasung, SDN 8 Kayu Ara, SDN 9 Kedabu Rapat, SDN 11 Sendaur, SDN 4 Bungur, SDN 12 dan 13 Desa Topang.(Ags)