Hadirkan Pemateri dari RAPP, TPK Unri Tingkatkan Soft Skill Mahasiswa Lewat Training Berkala

Profesor Evelyn, Ketua Prodi TPK Unri memberikan cinderamata kepada Gan Seng Bun, Talent Coordinator RAPP, usai memberikan materi pada training soft skill Prodi TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin.(foto: humas RAPP)

MENJADI satu-satunya program studi (Prodi) DIII Teknogi Pulp dan Kertas (TPK) di Indonesia di bawah pengelolaan universitas negeri, Prodi TPK Universitas Riau (Unri) terus berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang siap kerja di industri pulp dan kertas.

Guna mendorong upaya tersebut, pihak prodi kembali menyelenggarakan training soft skill yang bertemakan “Set your goals, changes your life”. Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan Power Boiler TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin, diikuti dengan antusias oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif dan mahasiswa yang baru saja lulus.

Ratusan mahasiswa prodi TPK terlihat serius saat menyimak pemaparan yang disampaikan trainer. Training juga diwarnai pemberian merchandise kepada peserta yang aktif dalam kegiatan ini.

Training yang rutin dilakukan setiap bulan ini mendapat dukungan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau.

Seng Bun, yang merupakan Talent Coordinator RAPP, membagikan materi untuk training soft skill di Prodi TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin.(foto:hms rapp)

Salah satu trainer, Gan Seng Bun, yang merupakan Talent Coordinator RAPP, tidak hanya membagikan pengetahuan seputar soft skill. Gan juga berbagi kisahnya saat bergabung di RAPP, yakni perjalanannya bersama RAPP yang dimulai sejak tahun 1997 lalu.

Menurutnya, RAPP telah berinvestasi banyak hal dalam hidupnya dan ia ingin semangat tersebut ditularkan kepada generasi muda.

“Saya tidak mengatakan 27 tahun, tetapi baru 27 tahun, artinya saya benar-benar menikmati bekerja di perusahaan ini dan perusahaan sudah berinvestasi besar dalam diri saya. Saat ini tugas saya adalah bagaimana melanjutkan spirit ini dengan memberdayakan dan menularkan kepada generasi muda. Saya menjadikan pekerjaan ini sebagai passion,” sebut Gan.

Menurut Gan, terdapat empat tugas yang harus dimiliki oleh seorang leader. Pertama, adalah fact finding, pemimpin harus memahami arah yang ingin dicapai oleh departemen yang dipimpin. Kedua, empowering, memberdayakan anggota tim. Ketiga, aligning, menyeimbangkan tuntutan terhadap anggota tim, dan terakhir, adalah modeling yakni dapat menjadi contoh.

Gan juga membagikan pengalaman berkesannya ketika pertama kali kali memimpin sebuah departemen di RAPP, di mana 85% karyawan yang dipimpinnya berasal dari daerah setempat.

“Dengan penuh dedikasi, saya berhasil memberikan pemahaman dan memberdayakan departemen yang saya pimpin. Tim saya, yang mayoritas terdiri dari putra-putri daerah, adalah aset berharga bagi saya. Saya memberi mereka kesempatan untuk membuktikan potensi dan kemampuan mereka,” kata Gan.

Di tempat yang sama, Profesor Evelyn, Ketua Prodi TPK Unri menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini dengan harapan mahasiswa memperoleh pengetahuan baru. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh di luar ruang kelas dapat melengkapi pemahaman teoritis dan memperkaya keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja.

“Selama pembelajaran di kelas, mahasiswa telah banyak menerima pelajaran-pelajaran terkait keterampilan teknis, tentu saja hal tersebut tidaklah cukup. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan kemampuan soft skill untuk mempersiapkan karier mereka di masa depan,” ucap Evelyn.

Lebih lanjut, Evelyn menyampaikan bahwa sejak tahun pertama pendirian program studi ini, RAPP selalu berkomitmen memberikan dukungan fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran, termasuk penyediaan peralatan laboratorium untuk pratikum dan penelitian dalam bidang pulp dan kertas.

Baik Evelyn maupun Gan, mereka sama-sama percaya jika prodi TPK akan terus berkembang di masa yang akan datang, sebagai salah satu studi vokasi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau.

Prodi TPK Unri merupakan bentuk kepedulian Tanoto Foundation dan investasi pendidikan yang dilakukan RAPP pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang memiliki keahlian di bidang pulp dan kertas yang siap kerja, dan mampu bersaing secara global.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diselenggarakan BPS. Pada Februari 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Riau untuk lulusan Diploma I/II/III merupakan yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,53 persen.

Tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi di Provinsi Riau ini tentu menjadi perhatian bersama untuk mengupayakan solusi yang tepat dalam menyerap tenaga kerja terdidik tersebut ke dalam sektor lapangan kerja yang tersedia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut RAPP mengambil langkah serius melalui prodi TPK Unri, guna terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Terbukti, pada tahun 2022, APRIL Group menerima penghargaan Best Practices Pengembangan Vokasi dari Kementerian Perindustrian.

Dengan konsep link and match TPK Unri memastikan kurikulum pembelajaran yang diberikan selaras dengan kebutuhan pada dunia kerja. Sejak dibuka pada tahun 2018 lalu, TPK Unri terus konsisten dalam mendistribusikan lulusan yang siap kerja. Saat ini 90% lulusan TPK Unri telah tergabung dan menjadi bagian dari karyawan RAPP.

Keunggulan lain dari prodi TPK Unri yakni tenaga pengajar diisi oleh dosen berpengalaman dan praktisi yang telah lama berkecimpung di dunia industri pulp dan kertas. Mahasiswa juga akan mengikuti program magang, untuk memperdalam ilmu sebelum memasuki dunia kerja.

Terkait fasilitas, gedung TPK Unri seluas 2.092 meter persegi menjadi pusat kegiatan mahasiswa yang dilengkapi 6 ruang kelas, 6 laboratorium penelitian, 2 ruang pertemuan, dan sebuah perpustakaan. Lingkungan dan ruang kelas yang bersih menciptakan suasana nyaman bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan belajar.

Bangunan dengan cat abu-abu ini tidak hanya sekadar menjadi wadah untuk kegiatan akademis, tetapi juga menjadi saksi dari perjalanan mahasiswa TPK Unri yang setiap tahunnya lulus dan bergabung dengan RAPP.

Salah satu peserta training, Novita Erawati, mahasiswa lulusan ke-4 yang baru saja menyelesaikan studi di Prodi TPK, mengaku sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Novi juga salah satu dari ratusan mahasiswa yang merasakan langsung manfaat program community development (CD) yang disalurkan RAPP.

Novi merupakan putri daerah asal Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Pelalawan dan telah menjadi penerima beasiswa dari RAPP, sejak masih duduk bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci. Novi berharap dia dapat menjadi bagian dalam langkah transformatif perusahaan dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan ke depannya.

“Saya merupakan putri daerah yang tinggal di daerah sekitar operasional perusahaan, berbekal dengan pendidikan yang sudah saya tempuh, ditambah dengan pengetahuan soft skill yang diberikan, saya berharap nantinya dapat menjadi bagian dari perusahaan dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan,” ucap Novi.

Sama halnya dengan Novi, Hiras Manatap Bezalel Sinurat, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Prodi DIII TPK Unri angkatan 2022, turut merasa bangga karena bisa bersaing dan dinyatakan lulus menjadi mahasiswa di Prodi TPK.

“Saya bersyukur karena bisa masuk ke prodi ini. Mengingat juga bahwa Prodi TPK ini memang dipersiapkan dalam bidang pembuatan pulp dan turunannya yang juga menarik minat mahasiswa S1. Saya juga bersyukur dan bangga mampu duduk dan berkuliah serta bersaing sambil bekerjasama dengan orang orang hebat lainnya di jurusan dan prodi ini,” sebut Hiras.***(rn)