Komisi IV DPRD Bengkalis Gali Strategi Kemandirian BLUD di RSUD Arifin Achmad

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis melaksanakan studi banding ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dalam rangka membahas strategi pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Kamis (26/03/2026).

Rombongan Komisi IV DPRD Bengkalis disambut jajaran manajemen RSUD Arifin Achmad, di antaranya Direktur Medik dan Keperawatan Ns. Widodo, S.Kep., S.H., Wakil Direktur Keuangan Eko Susilo Hariadi, M.Ak., serta Plt. Wakil Direktur Umum, Sumber Daya, dan Pendidikan Roby Dwi Putra, beserta para kepala bagian dan kepala bidang.

Direktur Medik RSUD Arifin Achmad menjelaskan profil rumah sakit secara singkat. Ia menyampaikan bahwa sejak Januari 2025, RSUD Arifin Achmad resmi menjadi rumah sakit tipe A dan ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama Provinsi Riau. Pada November tahun ini, rumah sakit tersebut juga akan melaksanakan akreditasi.

Dari sisi pelayanan, jumlah tempat tidur telah disesuaikan dengan perjanjian kerja sama bersama BPJS Kesehatan, termasuk untuk ruang ICU, PICU, NICU, dan ruang perawatan lainnya dengan persentase minimal 10 persen sesuai ketentuan. Meski demikian, pihaknya masih menghadapi kekurangan tenaga pelayanan, khususnya perawat.

Dalam aspek keuangan, pada tahun 2026 tingkat kemandirian keuangan RSUD Arifin Achmad mencapai 87 persen, sementara dukungan APBD sebesar 13 persen. Kondisi tersebut membuat pola pengelolaan rumah sakit hampir menyerupai rumah sakit swasta. Tahun ini, rumah sakit menargetkan pendapatan sebesar Rp490 miliar dalam satu tahun, yang menjadi tantangan besar bagi manajemen.

RSUD Arifin Achmad juga menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan pemerintah daerah di Provinsi Riau. Selain itu, telah terjalin kerja sama dengan RSUD Siak dalam pemeriksaan kultur mikrobiologi dan kultur antibiotik sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan antibiotik. Ke depan, rumah sakit ini menargetkan menjadi pusat rujukan utama bagi seluruh kabupaten/kota di Riau.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H. Misno. Ia menyampaikan bahwa kedatangan ini bertujuan menggali strategi pengembangan mutu pelayanan kesehatan melalui dukungan dana BLUD. Menurutnya, RSUD Arifin Achmad merupakan rujukan seluruh RSUD kabupaten/kota di Riau serta menjadi percontohan dalam pengelolaan dana BLUD dan telah meraih akreditasi paripurna.

Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, mengatakan bahwa meskipun BLUD telah lama diberlalukan, penerapannya di daerah belum sepenuhnya fleksibel sebagaimana yang diharapkan. Ia membandingkan kondisi keuangan RSUD Arifin Achmad yang memiliki kemandirian 87 persen dan dukungan APBD hanya 13 persen. hal ini diharapkan dapat menjadi rujukan rumah sakit Daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan BLUD yg berorientasi pada kemandirian rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan demi menjaga kepuasan pasien.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. RSUD dan puskesmas menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, sementara kompleksitas pelayanan terus meningkat. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia melalui BLUD menjadi kebutuhan mendesak.***(imam/hm)