Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya memberi dampak pada kualitas udara, tetapi juga dapat berdampak terhadap keandalan sistem kelistrikan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Riau dalam mengantisipasi potensi karhutla di sekitar jalur transmisi listrik.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan bahwa audiensi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Khususnya, dalam mendeteksi serta mencegah kebakaran yang berpotensi mendekati infrastruktur transmisi.
“Kehadiran kami ini tentu ingin meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus kami adalah dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap transmisi listrik,” katanya di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (26/08/2026).
Elvanto mengungkapkan, pada beberapa waktu lalu sempat terdeteksi titik api yang lokasinya tidak jauh dari jalur transmisi listrik. Meski kondisi tersebut telah berhasil ditangani, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat transmisi memiliki fungsi penting dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.
“Minggu lalu, sempat ada titik api yang jalurnya hampir dekat dengan transmisi tetapi itu sudah bisa teratasi. Hal ini tentu membuat kami cukup deg-degan karena jika transmisi terganggu dampaknya tidak hanya dirasakan di Riau, melainkan bisa meluas hingga ke Aceh mengingat fungsi kami menjaga sistem backbone se-Sumatra,” ungkapnya.
Dijelaskan, kewaspadaan tersebut tidak terlepas dari pengalaman karhutla besar di Riau yang pernah terjadi pada 2015. Saat itu, dampak asap tidak hanya mengganggu jaringan transmisi, tetapi juga memengaruhi kinerja pembangkit akibat filter mesin yang tertutup asap.
“Kami teringat kejadian pada tahun 2015, saat P3B Sumatera baru pindah kantor dari Padang ke Riau. Waktu itu terjadi bencana asap yang lumayan besar. Dampaknya tidak hanya mengganggu jaringan transmisi, tetapi juga memengaruhi pembangkitan karena filter-filter mesin pembangkit menjadi kotor tertutup asap. Akibatnya, daya harus diturunkan dan memicu pemadaman listrik di Riau,” jelasnya.
Pengalaman tersebut, menjadi pembelajaran penting bagi PLN untuk memperkuat langkah antisipasi sejak dini. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat bersama-sama melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan yang berpotensi mengancam jalur transmisi.
“Pengalaman tersebut menjadi kewaspadaan dan perhatian utama kami agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Oleh karena itu, kami ingin berkoordinasi dengan Pak Plt Gubernur beserta jajaran pemda untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran karhutla sejak dini,” ucapnya.
Ia juga meminta agar informasi mengenai titik api yang terdeteksi di sekitar jalur tower transmisi dapat segera disampaikan kepada PLN. Dengan koordinasi yang cepat, potensi kebakaran di sekitar infrastruktur kelistrikan diharapkan dapat ditangani sebelum menimbulkan gangguan terhadap sistem.
“Kami berharap juga apabila nantinya ada titik api yang terdeteksi mendekati jalur tower transmisi, kami dapat berkoordinasi dengan cepat sehingga bisa dicegah sebelum mengenai transmisi listrik,” harap GM PLN UIP3B Sumatera, Elvanto.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa penanganan karhutla di Riau dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, organisasi masyarakat serta berbagai pihak terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan.
“Penanganan karhutla di Riau ini selalu dilakukan dengan kolaborasi bersama pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Kita bisa lihat penanganannya dapat teratasi. Itu semua berkat kerja sama dan kekompakan kita semua,” tutur Plt Gubri SF Hariyanto.
Selain penanganan di lapangan, Riau juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu upaya mendukung pengendalian karhutla. Plt Gubri SF Hariyanto menyebut hujn mulai turun di sejumlah daerah dan kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menekan potensi munculnya titik api.
“Operasi modifikasi cuaca juga kita lakukan. Alhamdulillah, kondisi sekarang hujan sudah mulai turun di beberapa daerah,” terangnya.
Lebih lanjut, Plt Gubri SF Hariyanto menyatakan kesiapan jajarannya untuk memperketat pemantauan sebaran hotspot di sekitar jalur transmisi utama PLN. Langkah tanggap ini diambil guna memastikan pasokan energi tetap aman dan terhindar dari potensi gangguan.
“Jadi, untuk pihak Pak GM PLN berikan saja titik-titik kordinat yang rawan itu tadi. Sampaikan saja langsung, biar kami dapat memantau objek tersebut. Jika ada terdeteksi hotspot disekitar sana, kami akan koordinasikan tim supaya kita bisa mewaspadai bersama. Yakinlah, dengan kita berjalan bersama insyaAllah semua bisa terselesaikan.” pungkasnya.***(mr)






