
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kasus tewasnya seorang bayi MZikri (18) anak asuh Panti Asuhan Tunas Bangsa beberapa waktu lalu menjadi sorotan banyak pihak.
Pasalnya, bayi malang tersebut diduga dianiaya oleh pemilik Panti Asuhan. Panti asuhan juga dinilai tak layak dan tidak mengantongi perpanjangan izin.
Agar tidak terjadi lagi, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman mengingatkan Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau dan Dissos Kota Pekanbaru mengetatkan pengawasan di Panti Asuhan dan Panti Jompo dan Yayasan lainnya. Termasuk soal perizinan.
“Kami minta PNS betul-betul melakukan tugasnya. Ini soal nyawa dan kehidupan, jangan main-main,” kata Andi Rachman di Pekanbaru, Rabu (1/2/2017) malam.
Bahkan, Andi pun menyarankan bawahannya untuk mundur saja apabila tidak mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kalau tidak mampu mundur saja. Biar digantikan dengan yang mampu menangani,” tegasnya.***(Budi/mcr)






