Beranda blog Halaman 108

UMKM Disabilitas Riau Semakin Berdaya

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menunjukkan komitmen kuat dalam memberdayakan kelompok masyarakat rentan, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas. Sebuah langkah signifikan terwujud melalui fasilitasi kemitraan antara 53 UMKM disabilitas dengan delapan pelaku usaha besar di Bumi Lancang Kuning.

Kolaborasi strategis ini tidak hanya memberikan angin segar bagi keberlangsungan usaha para penyandang disabilitas, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi 184 individu. Lebih dari sekadar mempertemukan UMKM dengan perusahaan besar, Pemprov Riau menggandeng berbagai lembaga negara untuk memberikan dukungan komprehensif.

Bank Indonesia (BI), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Kementerian Agama Wilayah Riau, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Riau turut hadir memberikan legalitas usaha dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada UMKM disabilitas. Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memberdayakan kelompok masyarakat yang seringkali terpinggirkan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama yang bersejarah ini berlangsung di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Selasa (29/4). Kepala DPMPTSP Riau, Helmi D, secara langsung menyaksikan momen penting ini. Beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang menjadi perhatian khusus Gubernur Riau.

“Alhamdulillah, pada hari yang berbahagia ini, kita bersama dengan berbagai instansi terkait telah melaksanakan pemberian legalitas UMKM disabilitas, penyerahan HAKI, serta penandatanganan kesepakatan kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM,” ungkap Helmi dengan penuh semangat.

Beliau menekankan bahwa inisiatif ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat rentan, marginal, dan penyandang disabilitas. “Perhatian dan pemberdayaan usaha mereka menjadi aksentuasi utama Bapak Gubernur Riau,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Helmi merinci bahwa 53 UMKM disabilitas telah berhasil memperoleh legalitas usaha, HAKI, serta menjalin kemitraan yang produktif dengan delapan perusahaan besar. Nilai total dari kemitraan ini mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu Rp309.750.000, dan secara langsung menciptakan 184 lapangan kerja baru.

Helmi menegaskan bahwa pemberdayaan usaha bagi masyarakat rentan merupakan prioritas utama Gubernur Riau. Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata dari kepedulian pemerintah daerah dan sektor swasta terhadap kelompok masyarakat disabilitas.

“Jadi, kesetaraan dan keadilan harus menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah dan dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mendukung kelompok-kelompok rentan dan disabilitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Helmi juga menyampaikan capaian yang lebih luas dalam tiga tahun terakhir. Sebanyak 950 UMKM di Riau telah berhasil bermitra dengan 48 pelaku usaha besar, dengan total nilai kesepakatan yang mencapai Rp37,7 miliar.

Kerja sama ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja, dengan terciptanya 2.606 lapangan kerja. Helmi menyoroti ketahanan UMKM saat pandemi Covid-19 melanda, di mana banyak usaha besar mengalami kesulitan, namun UMKM justru mampu bertahan. Hal ini semakin menguatkan perhatian Pemprov Riau terhadap pengembangan UMKM dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini.

Helmi juga memberikan apresiasi kepada berbagai lembaga pemerintah di Riau yang telah memberikan dukungan signifikan dalam pemberdayaan dan pengembangan produk UMKM. Beliau menyebutkan peran penting BI dalam memberikan pembinaan, BBPOM dalam pelayanan Standar Nasional Indonesia (SNI), Kementerian Agama dalam layanan sertifikasi halal, dan Kementerian Hukum dalam layanan HAKI.***(mr)

Peduli Infrastruktur, Pemprov Riau Perbaiki Jembatan di Inhu

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menunjukkan keseriusannya dalam menangani infrastruktur yang krusial bagi masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah IV bergerak cepat melakukan perbaikan Jembatan Sei Sekayan Deras yang terletak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Langkah sigap ini merupakan respons langsung atas perhatian dan instruksi Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, terkait kondisi infrastruktur jembatan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, kepedulian Gubri Abdul Wahid terhadap infrastruktur daerah dibuktikan dengan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Sei Sekayan Deras. Dalam kunjungannya, beliau mendapati adanya kerusakan signifikan pada bagian jalan pendekat (oprit) jembatan yang disebabkan oleh abrasi Sungai Indragiri. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian di wilayah Inhu dan sekitarnya.

Menindaklanjuti temuan dan arahan tegas dari Gubernur, Dinas PUPR-PKPP Riau melalui UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV segera mengambil tindakan konkret. Perbaikan Jembatan Sei Sekayan Deras yang berlokasi di Desa Teluk Sungkai, yang merupakan bagian dari ruas jalan provinsi, pun langsung dikebut. Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Dinas PUPR-PKPP Riau, Ludfi Hardi ST MT, menjelaskan detail penanganan yang sedang berlangsung.

“Jembatan Sei Sekayan Deras saat ini dalam tahap pekerjaan perbaikan yang intensif. Sebagai langkah awal penanganan dan perbaikan jembatan yang mendesak ini, kami telah mendatangkan berbagai material penting seperti Spun Pile, Pipa Baja, dan Sheet Pile ke lokasi,” ungkap Ludfi Hardi.

Material-material tersebut memiliki peran krusial dalam proses perbaikan struktur jembatan yang terdampak abrasi. Lebih lanjut, Ludfi Hardi menerangkan bahwa tahapan awal perbaikan difokuskan pada pembangunan jembatan sementara yang kini telah rampung.

“Jembatan sementara sudah berhasil kami selesaikan. Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran struktur beton lama yang mengalami kerusakan akibat gerusan Sungai Indragiri,” terangnya, menggambarkan progres yang telah dicapai tim di lapangan.***(adv)

Siap Kawal Sampai SMA Dibangun, Pemdes dan Warga Tuai Apresiasi

Siap Kawal Sampai SMA Dibangun, Pemdes dan Warga Tuai Apresiasi

Pelalawan (SegmenNews.com) – Kondisi memprihatinkan SMA Kelas Jauh di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sejauh ini mulai menemukan titik terang. Salah satunya hasil rapat Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga yang akan membangun gedung semi permanen secara swadaya atau sumbangan masyarakat.

Dari hasil rapat tersebut, demi mempertimbangkan Siswa/siswi SMA Kelas Jauh Pulau Muda, yang akan diarahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi dari Pekanbaru tersebut, untuk belajar ke sekolah induk dengan menempuh jarak berjam-jam dengan kondisi jalan rusak dan sepi. Untuk meminimalisir resiko Pemdes dan masyarakat sepakat bakal membangun gedung sementara atau semi permanen di tanah hibah masyarakat ke Desa Pulau Muda sebanyak 5 hektare (Ha).

Yang mana hibah tanah yang sempat dibangun sebelumnya, telah diambil alih oleh ahli waris pemilik lahan sebelumnya. Dikarenakan bukti hibah lahan sebelumnya tidak ditemukan oleh pihak pengelola SMA Kelas Jauh tersebut, dengan berat hati mereka diungsikan ujian di Masjid dekat Desa Pulau Muda, itu beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Kades Pulau Muda Andika, bersama Pengelola SMA Kelas Jauh Ridwan, saat ditemui dilapangan.

“Alhamdulillah hasil rapat bersama seluruh perangkat Desa Pulau Muda dan masyarakat sepakat bakal membangun gedung semi permanen untuk Siswa/siswi SMA Kelas Jauh. Mengingat jika berlanjut ke sekolah Induk ke Kelurahan Teluk Meranti, banyak resiko yang tidak diinginkan. Dan juga Siswa/siswi disini banyak yang tidak mempunyai sepeda motor, jika jalan kaki, jarah tempuhnya berjam-jam,” kata Kades Andi, sapaanya ini menerangkan.

Ditambahkannya, dari hasil rapat bersama tersebut juga telah dilaporakn kesemua pihak terkait. Tentu semua yang dilakukan demi keseriusan pihak terkait dalam mengambil kebijakan. Karena daerah kepulauan tidak bisa disamakan dengan perkotaan yang fasilitas semua serba memadai. Jika tak ada langkah cepat, dari kejadian yang tak terduga atau diusir saat ujian kemarin, diharapkan jadi perhatian serius oleh semua pihak dalam mengambil kebijakan untuk Dunia Pendidikan, khususnya diwilayah kepulauan.

Hal senada, juga disampaikan Ridwan, bahwa pihaknya sangat berharap dengan 11 tahun tak mendapatkan perhatian untuk SMA Kelas Jauh, itu dapat sesegera mungkin menjadi prioritas dibangunnya dan dijadikan sekolah Negeri yang memadai secara keseluruhan. Dan pihaknya, tak lupa mengucapkan atas bantuan para awak Media yang telah bertungkus lumus turun untuk membantu dan mengekpose kondisi yang dialami para Siswa/siswi sehingga mulai mendapatkan perhatian serius saat ini.

“Sebelumnya kami beterima kasih atas bantuan bapak-bapak media semua. Semoga SMA kelas jauh kami ini menjadi yang terakhir dengan kondisi memprihatinkan. Harapan kami kedepan mandapat prioritas untuk segera dibangun dengan status SMA Negeri yang kami idam-idamkan selama ini,” ungkapnya, seraya kembali berharap.

Dalam hal ini Camat Teluk Meranti, Raja Eka Putra mengungkapkan Apresiasinya atas langkah cepat Pemdes Pulau Muda dan Warga yang akan membangun secara swadaya gedung semi permanen tersebut. Bahkan, pihaknya dari Kecamatan Teluk Meranti juga akan mendorong dan mengawal sampai ada kepastian dari Pemprov, khususnya Disdik Provinsi agar betul-betul menjadikan prioritas SMA kelas jauh tersebut dibangun dan menjadi sekolah mandiri.

“Kita dari Pemerintah Kecamatan tentunya sangat mengapresiasi atas langkah cepat Pemdes Pulau Muda dan Warga yang akan membangun sementara gedung sekolah SMA kelas jauh. Dengan ini kami juga siap membangun mangawal nantinya dampai ketingkat Provinsi, dan baru-baru ini juga kita sudah memberikan proposal permohonan agar menjadi prioritas dibangunnya gedung SMA Pulau Muda tersebut nantinya,” ungkap Raja Eka Putra, kepada SegmenNews.com.

Selain itu, Kepala Sekolah (Kepsek) induk SMA Negeri 1 Teluk Meranti Faisal, S.Pd, juga turut mengapresiasi atas jerih payah Pemdes Pulau Muda dan Warga yang sudah susah payah memberikan dukungan moril dan materil seperti membangun gedung semantara secara swadaya, atas usaha mereka 11 tahun ini yang belum mendapatkan pembangunan SMA kelas jauh.

“Atas langkah cepat Pemdes dan Warga Pulau Muda kami sangat mengapresiasi tentunya. Karena kami juga berusaha selama ini, alhamdulillah banyak yang peduli atas pendidikan daerah kepulauan ini,” ungkapnya.

Dari kabar yang diterimanya, bakal dibangun dari APBN atau dana DAK pada anggaran Perubahan nanti di Pemprov, pihaknya berharap, murid saat ini yang masih diberi waktu sampai bulan Mei 2025 mendatang, dapat tetap semangat dalam menggapai cita-cita sebagai penerus bangsa.

“Kita harapkan siswa/siswi SMA kelas jauh tetap terus semangat dalam belajar, semoga dengan cepatnya dibangun gedung sekolah baru nantinya, bisa makin membuat mereka meraih impian yang lebih tinggi,” harapnya, kepada SegmenNews.com.***(riz)

Gubri Abdul Wahid Tinjau Pasar Cik Puan Bersama Wamendag RI

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau Pasar Cik Puan, Pekanbaru, pada Senin (28/4/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat pascalebaran.

Dalam kunjungannya, Gubernur Wahid berkeliling pasar dan menyambangi berbagai kios pangan serta Toko Pengendalian Inflasi Pangan (TPIP). Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang dan warga, mendengar keluhan mereka, serta melakukan pembelian beberapa kebutuhan pokok.

Kehadiran Gubernur Wahid disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga yang mendekat, mengabadikan momen, dan menyatakan dukungan mereka. Teriakan “Saya pendukung Bapak!” terdengar di berbagai sudut pasar, yang dibalas Gubernur dengan senyuman dan sapaan hangat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Wamendag yang telah hadir meninjau pasar. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga pasca-Lebaran relatif terjaga berkat dukungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan Provinsi Riau yang terus memantau dan mengendalikan harga.

“Sejak Lebaran kemarin, harga kebutuhan pokok kita jaga karena kita punya BUMD Pangan. Ini membantu kita dalam menekan inflasi dan menjaga harga tetap stabil,” ujar Gubernur Wahid.

Meski demikian, beberapa warga menyampaikan harapan agar kondisi fisik Pasar Cik Puan segera diperbaiki. Menanggapi hal tersebut, Gubernur berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat kementerian bersama para bupati untuk mencari solusi perbaikan.

Wamendag dalam keterangannya mengatakan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memantau harga kebutuhan pokok usai Lebaran. Ia mengapresiasi kondisi Pasar Cik Puan yang dinilainya cukup stabil dari sisi harga maupun daya beli masyarakat.

“Tadi kami juga sempat belanja bawang, minyak, dan kebutuhan lainnya. Harganya sudah turun drastis. Ini menunjukkan bahwa harga terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Wamendag.***(galeri)

10 Debt Collector yang Ngamuk di Polsek Bukit Raya Ditangkap

Pekanbaru(SegmemNews.com)- Sebanyak 10 orang debt colector ditangkap tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Ini  merupakan hasil pengembangan empat orang yang diamankan sebelumnya melakukan aksi brutal pengrusakan mobil di depan Mapolsek Bukit Raya.

Tiga yang turut ditangkap pada Senin (21/4) kemarin merupakan anak-anak kategori remaja. Para pelaku yang berhasil diamankan antarta lain Mr, Mrs, WI, MMIF, S, Mrp, PP. Sedt, tiga anak-anak yang turut terlibat yakni As, Mi, So.

Penangkapan dilakukan Subdit Jatanras Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru bebet tempat di Pekanbaru dan Kampar.

“Ini peringatan keras. Tidak ada toleransi bagi debt collector yang melanggar hukum yang berkedok premanisme,” tegas Wakapolda Riau, Brigjen Yossy Kusumo, saat memimpin konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (28/4/2025), didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, mengungkapkan para pelaku berasal dari kelompok “Debt Collector Fighter”.
Aksi brutal para debt colector berawal dari perselisihan sengketa penarikan satu unit mobil dengan kelompok lain di Hotel Furaya, hingga berlanjut ke Parit Indah dan di depan Mapolsek Bukit Raya.

Saat beraksi para pelaku melakukan pengerusakan menggunakan kayu dan batu, sehingga menyebabkan seorang perempuan mengalami luka serius.
“Awalnya kami amankan empat orang. Setelah dikembangkan, total ada 14 pelaku yang berhasil kami tangkap. Mereka sempat melarikan diri ke Kampar, Siak, dan Pekanbaru,” ujar Asep.

Korban wanita teridentifikasi berinisial RP (31) mengalami luka serius setelah menjadi korban pengeroyokan, padahal ia telah mencoba mencari perlindungan ke Mapolsek Bukitraya.
Pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Dari tangan pelaku turut diamankan barang bukti yang diamankan di antaranya batu, kayu, dan beberapa unit telepon genggam.Selain menangkap para pelaku, Polda Riau juga berencana memanggil pihak leasing yang menggunakan jasa debt collector ilegal. Untuk memastikan peristiwa serupa tidak kembali terulang dikemudian hari.

“Penarikan kendaraan kredit macet harus dilakukan sesuai prosedur. Tidak boleh ada kekerasan. Kalau ada, segera lapor ke polisi, akan kami tindak tegas,” tegas Kombes Asep.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, juga mengimbau masyarakat yang menjadi korban aksi kekerasan berkedok debt collector untuk tidak ragu melapor.
“Kami telah membuka posko aduan khusus. Semua laporan akan ditindaklanjuti tanpa kompromi,” ujarnya.

Terkait insiden tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil dan dimutasi ke Polda Riau.***(mr)

Inhil Wujudkan Swasembada Pangan

Inhil(SegmenNews.com)- Wujudkan Swasembada Pangan di Indragiri Hilir (Inhil), Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tantawi Jauhari, hadiri Gelaran Panen Raya dan Tanam Padi serentak di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Minggu (27/4).

Kegiatan turut dihadiri, Kepala Balai Besar PKH Kementerian Pertanian RI yang juga selaku Pj. Brigade Pangan Riau, Wakil Koordinator Swasembada Pangan Riau dari Mabes TNI, Kepala Balai Penerapan Standardisasi dan Instrumen Pertanian Riau yang juga selaku Pj.Swasembada Pangan, Anggota DPRD Inhil, Bulog, DPTPHP Inhil, Camat dan Unsur Forkopimcam Kempas, serta Penyuluh pertanian.

Saat membacakan sambutan Bupati, Pj Sekda sampaikan, dengan luas sawah terbesar di Provinsi Riau Inhil berpeluang menjadi daerah lumbung padi. Hal ini sejalan dengan visi misi pemda yaitu “Indragiri Hilir Hebat dan Gemilang dengan Pertanian Terpadu Menuju Masyarakat Sejahtera”.

“Potensi tersebut butuh perhatian semua pihak agar dapat mewujudkan swasembada pangan. Selama ini kami merasa terbantu atas dukungan TNI POLRI dalam program sektor pertanian, tanpa bantuannya semua akan terasa sulit”, ungkap Tantawi mewakili Bupati Herman.

Lebih lanjut, Pj Sekda uraikan upaya Pemda dalam mewujudkan swasembada pangan di Inhil diantaranya, penguatan alat brigade mesin pertanian untuk mendukung kecepatan tanam; menjaga kestabilan harga gabah dan beras; serta menggaungkan kewajiban konsumsi beras lokal Inhil.

“Kami harap, upaya ini menjadi pendorong semangat petani dalam menyukseskan swasembada pangan dan mereka bisa 3 kali tanam dalam setahun. Tujuannya untuk meningkatkan taraf ekonomi petani agar hidupnya sejahtera”, harap Bupati.

Terakhir Pj Sekda menyampaikan rencana Menteri Pertanian yang akan memberi bantuan peralatan canggih untuk gabungan kelompok tani Inhil, berupa combine harvester untuk memotong, merontokkan dan membersihkan hasil panen; transplanter untuk penanaman; traktor untuk pengolah tanah; drone untuk penyemprotan secara akurat dan efisien serta alat modern lainnya.***(rl)

Harimau Sumatera di Dumai Gegerkan Warga, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Seekor harimau Sumatra dewasa dilaporkan muncul di kawasan industri PT Wilmar, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, sekitar 5 kilometer dari pemukiman warga. Kemunculannya terekam kamera warga dari dalam mobil berdurasi 21 detik dan viral di media sosial.

Menanggapi laporan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat. Bersama Polsek Medang Kampai dan tim keamanan PT Wilmar, tim gabungan langsung melakukan pengecekan di lapangan, tepatnya di area pabrik goni kilometer 110.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan, hasil pemeriksaan tim di lokasi kemunculan ditemukan jejak kaki harimau dengan ukuran tapak 15 sentimeter x 13 sentimeter, dengan jarak langkah kaki depan dan belakang sekitar 130 sentimeter.

“Temuan ini mengindikasikan harimau sudah kategori dewasa,” kata Supartono.

Setelah penelusuran, tim akan segera menentukan lokasi pemasangan kamera jebak atau camera trap. “Pemasangan kamera jebak bertujuan untuk mengidentifikasi lebih akurat pergerakan dan keberadaan harimau, sehingga dapat diambil langkah-langkah penanganan yang tepat,” ungkap Supartono.

Sebagai langkah mitigasi, BBKSDA Riau mengimbau pihak perusahaan untuk mengurangi aktivitas di sekitar lokasi, khususnya saat sore hingga malam hari. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar area tersebut.

“Patroli rutin dan pemasangan kamera jebak akan kami lakukan. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” lanjut Supartono.

Dalam sebuah video berdurasi 21 detik yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan penampakan seekor harimau di pinggir jalan, tak jauh dari semak belukar.

Dalam video tersebut, harimau terlihat sempat diam sebelum akhirnya berlari menghilang ke dalam semak setelah terkena sorotan senter.

BBKSDA Riau mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati atau memancing interaksi dengan satwa liar tersebut, serta segera melaporkan ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda keberadaan harimau.

“Kami mohon kerja sama seluruh pihak agar tetap waspada dan mendukung upaya pelestarian satwa liar, khususnya harimau Sumatera yang kini keberadaannya semakin kritis,” tutup Supartono.***(mr)

Wabup Husni Merza Dukung Pengusulan Formasi Penuh Waktu

Siak(SegmenNews.com)- Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Siak masih konsisten mempertahankan tenaga honorer yang sudah bekerja, dan belum ada wacana atau keinginan untuk merumahkan tenaga honorernya.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza, BBA.,MM saat menerima audiensi Perwakilan Forum Honorer R2-R3 Non-ASN Database Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kabupaten Siak di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Kantor Bupati Siak, Jumat (25/4/2025) siang.

Wakil Bupati Siak didampingi Asisten Administrasi Umum Setdakab Siak, Rozi Chandra dan Kepala BKPSDMD Zulfikri menjelaskan terkait kebijakan dan strategi pengusulan Formasi PPPK Penuh waktu bagi 1.903 Honorer R2-R3 Non-ASN database BKN tahun 2024 yang sudah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi PPPK ditahap 1, namun belum mendapatkan formasi.

Untuk menyusun strategi dan langkah yang akan ditempuh sebagai upaya nyata penyelesaian permasalahan honorer ini, Wakil Bupati melalui Asisten III Setdakab Siak, membentuk tim percepatan penanganan honorer agar lebih terkoordinir dengan baik.

“Pembentukan tim ini juga melibatkan langsung tenaga honorer perwakilan R2-R3 Non-ASN Databes BKN yang nanti akan ikut mengawal proses pengusulan penuh waktu, sehingga berjalan maksimal dan terukur,” jelasnya.

Wabup Husni Merza mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk mendukung dan memperjuangkan aspirasi honorer R2-R3 Non-ASN Database Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kabupaten Siak untuk menjadi PPPK penuh waktu.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Kepegawaian Negara untuk mencari solusi terbaik dalam proses pengangkatan PPPK,” katanya.

Pemkab Siak memahami bahwa menjadi PPPK penuh waktu merupakan harapan dan cita-cita bagi banyak honorer R2-R3 Non-ASN Database Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kabupaten Siak.

Aspirasi ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan, tetapi juga pada stabilitas dan keamanan kerja,” sebutnya.

Sementara itu, juru bicara Forum Honorer R2-R3 Non-ASN Database BKN Kab. Siak Ecy Novemirata mengatakan, itikad baik pemerintah daerah untuk mengakomodir pengusulan dengan melakukan kajian secara holistic menjadi angin segar dan harapan besar bagi 1.903 honorer yang saat ini sedang menunggu kepastian.

Kita siap mengawal pengusulan ini sampai jadi, dan akan ikut bersama dengan tim yang dibentuk untuk bersama-sama memperjuangkan pengusulan formasi penuh waktu bagi Honorer R2-R3 Non-ASN sesuai kapasitas dan komitmen awal perjuangan ini,” katanya.

Semoga komitmen bersama ini, baik dari pemerintah daerah dan dukungan dari DPRD yang telah membersamai perjuangan teman-teman honorer R2-R3 Non-ASN tahap 1 ini mendapatkan hasil yang diharapkan dan mengantarkan kita menjadi bagian dari ASN Kabupaten Siak sebagai PPPK penuh waktu.***(inf)

Rugikan Negara Rp1,347 Triliun, Kejati Riau Naikkan Status Kasus Penguasaan Aset ke Penyidikan

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi meningkatkan status kasus dugaan korupsi terkait penguasaan tanpa hak atas aset daerah berupa Pabrik Mini Kelapa Sawit di Desa Tengganau, Kabupaten Bengkalis, ke tahap penyidikan.

Aset negara yang seharusnya dikuasai pemerintah ini, hingga kini masih dikelola pihak swasta sejak 2015 tanpa dasar hukum yang sah.

Pabrik Mini Sawit tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis yang seharusnya telah dirampas untuk negara berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 1125/K/Pid.Sus/2014. Putusan itu telah dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis pada 2014. Namun, aset tersebut tetap dikuasai oleh swasta, diduga menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp1,347 triliun dalam sembilan tahun terakhir.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-04/L.4/Fd.1/04/2025 tertanggal 22 April 2025, sebagai bentuk komitmen dalam penyelamatan aset negara.

“Penyelamatan aset daerah bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi menyangkut keadilan dan kepastian hukum. Kami akan menindak tegas semua pihak yang bermain-main dengan aset negara,” ujar Zikrullah, Rabu (24/4).

Hal ini, menurut Zikrullah, sesuai Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto dan instruksi Jaksa Agung RI melalui Kepala Kejati (Kajati) Riau, Akmal Abbas.

“Saat ini, tim penyidik tengah mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan saksi-saksi untuk proses penetapan tersangka,” tegas Zikrullah.

Informasi yang dihimpun, pabrik tersebut awalnya dibangun tahun 2004 melalui dana pinjaman lunak sebesar Rp9,7 miliar dari Pemkab Bengkalis dan dikelola oleh Koperasi Tengganau Mandiri. Namun, Ketua Koperasi saat itu, Farizal, telah divonis bersalah dalam kasus korupsi, dan aset pabrik dirampas untuk negara. Ironisnya, pabrik masih dikelola oleh Koperasi Tengganau Mandiri Lestari.***(kejati riau)

Bupati Alfedri Lepas JCH Siak Masuk Kloter 11 Melalui Embarkasi Batam

Siak(SegmenNews.com)- Bupati Siak Alfedri melepas 333 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Siak yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 dan akan berangkat pada 11 Mei 2025 mendatang, dari Embarkasi Batam.

Pelepasan ditandai dengan prosesi tepung tawar kepada perwakilan JCH, serta memakaikan kacu kepada JCH laki-laki tertua Masyudin Bin Tayim (83) asal Kecamatan Siak dan JCH perempuan termuda Farras Febryani Amelia (20) asal Kecamatan Siak.

Disampaikan Bupati Alfedri, ibadah haji merupakan ibadah fisik, kepada JCH untuk selalu menjaga kesehatan dengan baik. “Dari sekarang persiapkan diri, sehingga nanti kita bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah dalam keadaan sehat,” ucap Bupati Alfedri di Masjid Al-fattah, Jalan Sutomo, Kelurahan Kampung Dalam, Kota Siak, Kamis (24/4/2025) siang.

Bupati Alfedri kemudian juga berpesan kepada JCH untuk selalu menjaga kekompakan, kebersamaan dan silaturahmi dengan baik. Perbanyak sabar, istighfar, ikhlas dan jangan sampai takabur apalagi bersikap sombong.

“Kami mendoakan semoga semuanya dalam keadaan selamat dan sehat. Mudah-mudahan selama di sana Allah berikan kemudahan, pulang menjadi haji mabrur dan mabrurah,” kata Bupati Alfedri.

Plt Kepala Sub TU Kemenag Siak Resman Junaidi menjelaskan, JCH asal Kabupaten Siak akan bergabung dengan JCH Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 102, JCH Kota Pekanbaru 4. JCH Kabupaten Siak terdiri dari 8 rombongan dan 33 regu.

“Alhamdulillah sampai hari ini, pelaksanaan manasik haji, seluruh JCH Kabupaten Siak dalam keadaan sehat dan dapat melaksanakan seluruh kegiatannya,” ungkapnya. Pelepasan JCH ditutup dengan penyampaian tausiyah dan doa bersama ustaz Zubir Effendy.***(inf)