Polisi Targetkan SPBU Curang

Polisi Targetkan SPBU Curang

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kepolisian Daerah (Polda) Riau tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayahnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas mafia energi, Polda Riau gencar melakukan sosialisasi serta pemasangan plang dan spanduk imbauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Langkah ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat dan pengelola SPBU agar tidak terlibat dalam praktik penyelewengan distribusi BBM bersubsidi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro mengatakan, upaya preventif ini menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi energi agar tetap tepat sasaran.

“Selain penegakan hukum, kami juga mengedepankan upaya pencegahan. Kami memasang imbauan secara langsung di SPBU agar tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujar Ade, Rabu (22/4).

Dalam imbauan tersebut ditegaskan sejumlah larangan, di antaranya pembelian BBM bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan, penggunaan jerigen tanpa izin resmi, hingga praktik pengisian berulang dengan kendaraan yang dimodifikasi.

Polda Riau juga mengingatkan pihak SPBU agar tidak melayani pembelian BBM bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tak hanya itu, Polda Riau turut menggandeng sejumlah pihak terkait seperti Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM di lapangan.

“Kami juga berkoordinasi dengan Patra Niaga dan Hiswana Migas. Jadi upaya pencegahan ini kami lakukan secara kolaboratif dengan pihak terkait,” jelasnya.

Menurut Ade, pendekatan preventif ini diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran sejak dini, sekaligus meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga distribusi BBM bersubsidi.

Polda Riau memastikan akan terus melakukan pengawasan secara intensif, baik melalui patroli maupun pemantauan di titik-titik rawan, guna memastikan BBM bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Dengan langkah ini, diharapkan praktik penyelewengan dapat diminimalisir dan ketersediaan BBM bersubsidi di Riau tetap terjaga.***(mr)

PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan untuk Layanan Masyarakat di Garut

PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan untuk Layanan Masyarakat di Garut

Jakarta(SegmenNews.com)- Dalam semangat Hari Kartini, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis _Internet of Medical Things_ (IoMT) dan _Artificial Intelligence_ (AI) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Inisiatif ini sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di wilayah dengan keterbatasan akses dan mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan AKI secara agresif hingga mencapai 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan, dari 140 per 100.000 kelahiran hidup saat ini.

Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang berkontribusi sekitar 25% dari total kasus. Untuk menekan angka tersebut, pemerintah mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan.

“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dari 140, dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai 40. Kita harus berani menetapkan target ambisius dan bekerja lebih keras, lebih cerdas, serta lebih tepat,” ujar Budi dalam sambutannya pada agenda Sosialisasi dan Deteksi Dini Preeklamsia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/4).

Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar menyambut baik dukungan yang diberikan oleh PLN untuk fasilitas kesehatan di wilayahnya yaitu pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cikelet.

“Jadi sekali lagi terima kasih sudah men-_support_-kan alat kepada kami. Tentunya alat ini akan kami gunakan baik itu di puskesmas itu sendiri, juga kami akan gunakan untuk _mobile_ kunjungan dari rumah ke rumah. Mudah-mudahan alat ini tentunya akan menjadi _support_ peningkatan optimisasi pelayanan _screening_ preeklamsia di Kabupaten Garut,” kata Agus.

Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

“Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi ibu hamil, melalui akses terhadap layanan kesehatan yang lebih merata dan berbasis teknologi,” tutur Darmawan.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services sekaligus Wakil Ketua Umum Srikandi PLN, Susiana Mutia, menyampaikan bahwa program ini juga selaras dengan komitmen perseroan dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) 3, khususnya dalam menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi.

Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendorong kesetaraan perempuan. Kisah hidup beliau yang wafat setelah melahirkan karena diduga mengalami preeklamsia turut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan perempuan di masa kehamilan.

“Kami mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat melalui dukungan bagi perempuan, khususnya ibu hamil. Deteksi dini risiko kehamilan di layanan kesehatan dasar diharapkan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Susiana.***(rl)

Wabup Rohul Buka Manasik Haji Bagi 377 JCH

Wabup Rohul Buka Manasik Haji Bagi 377 JCH

Rohul(SegmenNews.com)- Sebanyak 377 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti kegiatan Praktek Manasik Haji tingkat Kabupaten tahun 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, Rabu (22/04/2026).

Acara diawali dengan penuh khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, H. Azhar Darma, SE.

Wabup Rohul Buka Manasik Haji Bagi 377 JCH

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM. Dalam arahannya, Wabup berharap agar seluruh jemaah dapat mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh sebagai bekal persiapan fisik dan mental sebelum berangkat ke tanah suci.

Turut hadir Kepala kantor Kementerian Haji dan Umroh Rokan Hulu, H. Marthalevi Saleh, perwakilan Kapolres, asisten I Setda Rohul H. Syofwan, S.Sos, kadis perhubungan Minarli, kepala satuan Satpol PP Denis,Ketua Umum dan Sekretaris Badan Pengelola Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu Drs. H. Ibnu Ulya dan H. Sariaman, serta pemandu manasik

Dalam arahannya Wabup Syafaruddin Poti menyebutkan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya menyelesaikan pembangunan fasilitas tempat manasik haji khusus di area Islamic Center agar tahun depan proses manasik dapat berjalan lebih baik lagi dan pelaksanaan di tahun-tahun mendatang bisa lebih maksimal.

Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, berharap jemaah dapat mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh agar menjadi jemaah yang mandiri dan memperoleh haji yang mabrur.

Kemudian Syafaruddin Poti mengingatkan di cuaca yang ekstrem (peralihan musim panas), agar jamaah dapat terus menjaga kesehatan. Wakil Bupati juga memohon doa dari para jemaah untuk keselamatan dan kemakmuran Kabupaten Rokan Hulu.

“Kami berharap bapak ibu pada saat di tanah suci nanti bisa mendoakan daerah kita agar di jauhkan dari segala MARA bahaya dan bencana, serta di limpahi Rahmat dan kesejahteraan oleh Allah SWT,” tutupnya.***(inf)

Banggar Gelar Rapat Kerja Bahas LKPJ Bupati Bengkalis TA 2025

Banggar Gelar Rapat Kerja Bahas LKPJ Bupati Bengkalis TA 2025

Bengkalis(SegmenNews.com)- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bengkalis menggelar rapat kerja terkait pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bengkalis Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4/2026), bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bengkalis.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, S.IP, dan dihadiri oleh pimpinan serta anggota Banggar DPRD, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ed Efendi, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis.

Dalam sambutannya, M. Arsya Fadillah menyampaikan bahwa rapat kerja Banggar merupakan bagian penting dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan secara akuntabel, efektif, dan berpihak kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Banggar akan mencermati secara serius capaian kinerja pemerintah daerah, pengelolaan keuangan, serta tindak lanjut rekomendasi DPRD pada tahun sebelumnya.

“Diharapkan melalui forum ini dapat dihasilkan rekomendasi yang konkret dan solutif, serta dapat segera ditindaklanjuti demi perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Arsya.

Dalam jalannya rapat, pimpinan dan anggota Banggar DPRD Kabupaten Bengkalis juga menyampaikan berbagai kritik, saran, dan masukan konstruktif terhadap pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen DPRD dalam mendorong peningkatan kualitas pembangunan serta memastikan arah kebijakan daerah ke depan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD, H. Misno, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas penjelasan capaian pertumbuhan ekonomi daerah yang secara makro kinerja pemerintah daerah menunjukkan tren positif, meskipun tetap diperlukan evaluasi lebih mendalam pada sejumlah sektor strategis.

Di akhir rapat, pimpinan menyepakati bahwa pembahasan lanjutan akan dilaksanakan pekan depan dengan menghadirkan kepala dinas terkait, serta mempersiapkan data dan bahan pendukung yang dibutuhkan.***(imam/hm)

BPS Pekanbaru Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan sektor ekonomi di daerah.

Penanggung jawab Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Pekanbaru, Desi Darmayanti, mengatakan pelaksanaan sensus akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala usaha.

“Sensus ekonomi ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun untuk mengetahui kondisi ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal, yakni Mei hingga Juni, pendataan difokuskan pada usaha berskala besar. Selanjutnya, pada Juni hingga Agustus, pendataan dilanjutkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha rumah tangga.

“Semua sektor usaha akan didata, mulai dari usaha kecil di lingkungan permukiman hingga perusahaan besar,” jelasnya.

Desi menambahkan, sensus ini penting untuk memberikan gambaran utuh kepada pemerintah dalam menilai kondisi ekonomi, termasuk penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan di berbagai sektor.

“Hasil sensus ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Riau, Dede Firmansyah, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan sensus tersebut.

“Kami mendukung penuh sensus ekonomi ini dan mengimbau para pelaku usaha untuk tidak ragu memberikan data yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan tidak akan dipublikasikan secara rinci, melainkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan.

“Data ini bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kebutuhan data nasional,” tegasnya.

Menurutnya, hasil sensus ekonomi juga dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam melihat perkembangan sektor ekonomi, termasuk sektor pariwisata dan perjalanan.

“Hasilnya bisa menjadi acuan bagi kami dalam melihat kondisi dan perkembangan usaha di daerah,” jelasnya.

Kedua pihak berharap seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro hingga besar, dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus ekonomi ini. Dengan dukungan tersebut, diharapkan data yang dihasilkan akurat dan mampu mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

“Kami berharap semua pelaku usaha dapat berpartisipasi agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan,” tutupnya.***(mr)

PLN Perkuat Kontribusi Perempuan Lewat Srikandi Movement

PLN Perkuat Kontribusi Perempuan Lewat Srikandi Movement

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) terus berkomitmen mendorong kontribusi perempuan dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan, sekaligus penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui Program Srikandi Movement sejalan dengan semangat Hari Kartini. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini telah memberikan dampak luas dengan menjangkau lebih dari 40 ribu penerima manfaat di lebih dari 140 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah sepanjang tahun 2025.

Srikandi Movement merupakan Gerakan inisiatif Srikandi PLN yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini diimplementasikan melalui lima inisiatif utama, yaitu Srikandi Goes to School/Campus, Srikandi Sahabat Anak, Women Support Women, Srikandi Care, serta Inspiring Srikandi, yang dirancang untuk menghadirkan dampak nyata di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pengembangan kapasitas perempuan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa tugas Srikandi PLN kini tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional dan penyediaan energi listrik, tetapi juga aktif mendorong penciptaan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan. Lewat Srikandi Movement, secara kontinyu PLN dapat berkontribusi positif dalam pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

“Melalui Srikandi Movement, PLN ingin memastikan bahwa kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian,” ujar Darmawan.

Ketua Harian Srikandi PLN, Kamia Handayani menyampaikan, secara keseluruhan, Srikandi Movement telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat melalui berbagai inisiatif lintas sektor. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,5 serta nilai _Social Return on Investment_ (SROI) yang positif, sebagai indikator nyata manfaat yang dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut, Kamia menjelaskan, saat ini Women Support Women menjadi salah satu program unggulan Srikandi Movement dengan capaian implementasi yang sangat positif. Program ini telah menjangkau 1.296 penerima manfaat dan melibatkan 36 kelompok, dengan nilai SROI mencapai 5,79 yang menunjukkan dampak berlipat bagi masyarakat pada tahun 2025.

“Melalui Women Support Women, kami mendorong perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi, tidak hanya dengan memberikan akses dan peluang, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan, pendampingan, serta jejaring yang dapat memperkuat keberlanjutan usaha mereka,” jelas Kamia.

Bukan hanya Women Support Women, Srikandi Movement terdiri atas sejumlah program unggulan yang saling melengkapi. Program Srikandi Goes to School/Campus berfokus pada peningkatan literasi dan wawasan melalui kegiatan berbagi ilmu di luar kurikulum formal, yang telah menjangkau 5.102 orang serta 240 tenaga pendidik di 60 lokasi.

Selanjutnya, Srikandi Sahabat Anak juga hadir untuk memperkuat pemenuhan hak dan kesejahteraan anak melalui edukasi, pendampingan, serta bantuan kebutuhan dasar. Program ini telah menjangkau 16.591 anak, 301 guru dan pendamping di 83 sekolah dan lembaga, serta mencatatkan nilai SROI sebesar 2,59.

Di bidang kesehatan, Srikandi Care berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi, layanan kesehatan, serta upaya penurunan stunting. Program ini menjangkau 7.309 ibu dan 3.249 anak, dengan nilai SROI sebesar 2,68.

Sementara di sisi internal PLN, Inspiring Srikandi juga dihadirkan sebagai wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pelatihan nonkedinasan, seperti peningkatan keterampilan dan kompetensi diri, yang telah diikuti oleh lebih dari 8.400 peserta.

“Seluruh program ini yang kami jalankan dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. Kami percaya bahwa ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga dan masyarakat juga akan ikut tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin luas,” tambah Kamia.

Lanny Juliana Mogot, salah satu penerima manfaat program Srikandi Movement asal Manado, Sulawesi Utara juga merasakan dampak positif dari inisiatif tersebut, khususnya Women Support Women. Menurut salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut, dukungan dari PLN melalui program pemberdayaan perempuan telah membawa perubahan signifikan dalam pengembangan usahanya.

“Program ini benar-benar membantu kami untuk berkembang. Kami tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan dalam menjalankan usaha. Sekarang kami lebih percaya diri untuk meningkatkan usaha dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Melalui Srikandi Movement, PLN optimistis dapat terus memperluas dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan yang inklusif dan berdampak jangka panjang.***(rl)

Wakil Ketua I M. Arsya Fadillah Dukung Pembangunan Masjid Baitul Kiram Lewat Bazar Amal

Wakil Ketua I M. Arsya Fadillah Dukung Pembangunan Masjid Baitul Kiram Lewat Bazar Amal

Bathin Solapan(SegmenNews.com)- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, menghadiri sekaligus mendukung kegiatan bazar amal untuk pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Kiram di Jalan M. Saleh, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Minggu (18/04/2026).

Kehadiran M. Arsya Fadillah bersama Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy menjadi bentuk sinergi antara legislatif dan pemerintah kecamatan dalam mendorong pembangunan sarana ibadah berbasis swadaya masyarakat.

Kegiatan bazar amal tersebut turut dihadiri Ketua BPD Ucok, Pj Kepala Desa Simpang Padang Muhammad Nazrin, Sekretaris Desa M. Idris, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pengurus dan jamaah Masjid Baitul Kiram. Selain itu, bazar juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat dengan menyediakan berbagai makanan dan minuman yang dapat dibeli menggunakan kupon seharga Rp10 ribu, Rp15 ribu, dan Rp20 ribu.

Diketahui, pembangunan Masjid Baitul Kiram membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Hingga saat ini, panitia bersama pemerintah desa dan masyarakat masih terus berupaya menghimpun dana untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

Dalam kesempatan itu, M. Arsya Fadillah menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan rumah ibadah, khususnya masjid sebagai pusat pembinaan umat.

“Masjid menjadi salah satu prioritas saya. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berperan penting dalam pembinaan akhlak dan moral generasi muda. Atas nama pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis, saya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan Masjid Baitul Kiram ini melalui langkah nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan yang diberikan Wakil Ketua DPRD Bengkalis. Ia berharap kegiatan bazar amal ini dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi signifikan terhadap percepatan pembangunan masjid.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam meningkatkan fasilitas keagamaan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.***(imam/hm)

Tiga Pesawat Digunakan Untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak tiga unit pesawat melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di provinsi Riau. Kegiatan untuk membuat hujan buatan tersebut dilaksanakan oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan juga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, kegiatan OMC terus dilaksanakan di Riau sebagai upaya membuat hujan buatan guna membahasi lahan di Riau untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Saat ini sudah ada tiga pesawat yang melakukan kegiatan OMC di Riau. Yakni dua pesawat dari BNPB dan satu pesawat dari Kemenhut berkolaborasi dengan BMKG,” katanya, Selasa.

Pesawat pertama yang digunakan untuk kegiatan OMC di Riau yakni pesawat Cessna C208 PK-JVH dari BNPB. Pesawat ini sudah 21 hari melaksanakan OMC di Riau dengan total sortie 43 dan jumlah garam yang disemai sebanyak 43 ton.

“Kemudian pesawat kedua yakni pesawat THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB. Pesawat ini sudah 11 hari melakukan OMC di Riau dengan 10 sortie dan total garam yang disemai sebanyak 10 ton,” ujarnya.

Kemudian pesawat ketiga yakni Pesawat Cassa 212-200 A-2107 dari Kemenhut dan BMKG. Pesawat ini sudah empat hari melakukan OMC di Riau dengan total enam sortie dan garam yang disemai sebanyak 4,8 ton.

“Pelaksanaan OMC di Riau akan terus dilaksanakan di Riau ketika ada awan potensial. Baik itu siang ataupun malam hari,” sebutnya.

Kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.

“OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” ujarnya.***(mr)

Rakor Pengendalian Inflasi 2026 Dipimpin Tomsi Tohir

Tembilahan(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir, Herman, Di Wakili Asisten 2 Setda Indragiri Hilir, Dwi Budianto mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (20/04/2026), bertempat di e-Bilik Diskominfopers Tembilahan.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, serta menghadirkan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Dr. Ateng Hartono. Kegiatan ini turut diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dalam pemaparan materi, disampaikan bahwa berdasarkan historis empat tahun terakhir, inflasi pasca Lebaran cenderung lebih rendah dibandingkan saat Ramadan, meskipun pada tahun tertentu seperti 2022 tetap terjadi inflasi karena momentum Lebaran jatuh di awal bulan.

Kelompok pengeluaran yang dominan mempengaruhi inflasi pasca Lebaran meliputi makanan, minuman, dan tembakau, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Adapun komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Selain itu, perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan pada Minggu ke-3 April 2026, sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 23 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tren stabilisasi harga di sejumlah daerah.

Untuk komoditas gula pasir, secara nasional harga hingga M3 April 2026 tercatat berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan mengalami kenaikan sebesar 1,31 persen dibandingkan Maret 2026. Kenaikan IPH gula pasir juga terjadi pada sekitar 47,50 persen wilayah di Indonesia.

Melalui rakor ini, pemerintah pusat kembali menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi, pengendalian distribusi, serta pelaksanaan langkah intervensi guna menekan laju inflasi.***(sup/hm)

DPKP dan BPBD Kampar Dilatih Evakuasi Situasi Darurat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru melaksanakan Apel Pembukaan Pembinaan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kampar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Senin (20/4/2026).

Apel pembukaan yang berlangsung diikuti oleh personel Basarnas, DPKP Kampar, dan BPBD Kampar ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan teknis dalam menghadapi potensi bencana kebakaran dan situasi evakuasi darurat di wilayah Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kampar Yuricho Efril, selaku pembina Apel didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi dan Kalaksa BPBD Kampar Ir. Azwan dalam amanatnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan bencana.

Menurutnya, sinergi yang baik antar lembaga menjadi kunci utama dalam mempercepat respons serta meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kita harapkan seluruh peserta dapat meningkatkan keterampilan, memahami prosedur yang tepat, serta memperkuat koordinasi dalam setiap pelaksanaan operasi di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik dan simulasi lapangan, seperti teknik pemadaman kebakaran, evakuasi korban, serta penanganan kondisi darurat secara terpadu.

Perwakilan DPKP Kampar dan BPBD Kampar menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antar instansi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.

Bimtek Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dari tanggal 20 hingga 22 April 2026, dengan melibatkan instruktur berpengalaman dari Basarnas serta instansi terkait.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin profesional, sigap, dan terlatih dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya dalam upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana.***(mr)