Beranda blog Halaman 2

Galangan Kapal Terbesar se-Sumatera Mulai Dibangun di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Di tengah tekanan fiskal daerah, Kabupaten Siak menggebrak sektor Industri maritim yang selama ini nyaris tidur di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Ditandai dengan peresmian pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) dan pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 Km yang semuanya berasal dari dana swasta di kawasan industri milik Pemda.

Bersama para pihak, Pemkab Siak berhasil meyakinkan PT MNS untuk menanamkan nilai investasi senilai Rp300 miliar lebih, dimana tahap pertamanya direalisasikan sebesar Rp100 miliar lebih. Bupati Siak Dr.Afni Z menyatakan galangan kapal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se Sumatera.

Peresmian dimulainya pembangunan galangan kapal ini dilakukan langsung Bupati Siak Dr.Afni didampingi jajaran komisaris dan direksi PT MNS serta jajaran komisaris dan direksi PT KITB, Forkompimda, Kadin Riau, DPRD, LAM Siak, dan masyarakat.

Bupati Afni mengapresiasi komitmen PT MNS mengucurkan investasi besar di KITB, menandai babak baru geliat ekonomi sektor maritim di kawasan industri tersebut.

“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterimakasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujar Afni dalam sambutannya, Senin (20/4).

KITB kata Afni diproyeksikan menjadi jantung ekonomi baru di Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau dan Sumatera. Lokasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi pasokan komoditi baik ke dalam maupun keluar provinsi Riau, ataupun lintas Negara.

Dengan menggandeng pihak swasta menanamkan investasi di Siak, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). KITB menurutnya adalah harta karun yang dimiliki oleh Siak dan mulai dibenahi pelan-pelan.

“Meski sempat ditinggal dalam kondisi sulit, pelan-pelan KITB kita benahi. Kawasan ini menjadi harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini. Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli-pungli kepada para investor,” tegas Afni.

KITB bisa dikatakan sudah lama ‘tertidur’. Padahal instrumen pengembangan Kawasan ini sudah lengkap. Mulai dari pengelola, payung hukum dalam bentuk Perda, bahkan pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Namun, faktanya kawasan Industri hanya tinggal judul saja, sementara Industrinya tidak pernah ada. Tanah terus berkurang karena peralihan kepemilikan dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Investor yang katanya akan membangun bermacam industri itu sampai saat ini belum terlihat. Bahkan lahan yang sudah mereka kuasai masih semak belukar.

“Saya mau yang seperti ini ditata ulang. Jajaran Direksi  KITB harus mengkaji SHGB yang sudah dialihkan. Tenant-tenant yang sudah menguasai lahan itu harus diberi peringatan. Tanyakan kapan bangun? Kalau mereka serius, bantu proses cepat perizinannya. Saya mau tenant tenant yang lain wajib seperti MNS ini. Beberapa bulan yang lalu mereka ekspose rencana bisnis di depan saya, kita yakinkan dan Alhamdulillah hari ini ground breaking. Ini namanya bukan omon-omon,” ujar Afni disambut tepuk tangan.

Ditambahkan Afni, Kementrian Perhubungan juga berjanji bahwa pengelolaan Kawasan Pelabuhan akan diberikan Kembali kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah. Prosesnya sedang dipersiapkan. Karena syarat dari Kementrian, BUP nya harus baru, bukan BUP yang lama.

“Saya juga mohon doa, agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita Kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini akan tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Sekarang ini tengah kita siapkan,” sebut Afni.

Sementara itu Direktur PT MSN Yudi Utomo menjelaskan, pembangunan galangan kapal ini sejak dimulai pembangunan hingga pengoperasian akan menyerap tenaga kerja kurang lebih sekitar 200 orang. Dengan komposisi mayoritas adalah tenaga kerja lokal dengan baground keahlian tehnik, dibuktikan dengan KTP Siak.

“Sejak dibangun hingga beroperasi nanti kami membutuhkan kurang lebih 200 orang tenaga kerja. Spesifikasinya mayoritas tentu tenaga Teknik, terutama teknik pengelasan. Kami mengikuti saran Ibu Bupati untuk memprioritaskan warga Siak,” sebut Yudi.

Berbicara potensi Pasar, Yudi menjelaskan bahwa potensinya sangat tinggi. Dibuktikan berdasarkan hasil kajian Fisibility study dimana tercatat arus kapal luar dan dalam negeri di Provinsi Riau sebanyak 8.539 untuk kapal dalam negeri dan 331 untuk kapal luar negeri. Keunggulan galangan yang dibangun oleh PT MNS lokasinya dekat dengan muara,  menghadap langsung Selat padang. Ditambah lagi Group PT MNS mengoperasikan 123 kapal milik sendiri.

“Lokasi ini sangat strategis, apalagi kami percaya komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, makanya kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama Rp100 miliar lebih disini. Berdasarkan kajian kami ada 8.539 lalu lintas kapal domestik, dan 331 kapal luar negeri yang keluar masuk Provinsi Riau. Selain itu sampai tahun ini tidak ada galangan kapal lain lagi yang tersedia,” urainya.

Selain membangun galangan kapal, PT MNS juga membangun investasi fasilitas pemurnian air sendiri. Selain itu akses jalan sepanjang 1,2 Km dibangun dengan nilai lebih dari Rp7 miliar, untuk mempermudah jalur akses di kawasan industri.

“Di sini kami juga membangun fasilitas Reverse Osmosis (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tantangan membangun di KITB inikan ketersedian air bersih, kami Insyallah mandiri. Begitu juga dengan jalan, setelah mendapat arahan dan dukungan Pemda Siak, kami bangun jalan sekitar Rp1,2 miliar disini,” pungkasnya.***(mr)

BRK Syariah Jadi Rujukan, Bank Aceh Kaji Kebijakan Pengurus

BRK Syariah Jadi Rujukan, Bank Aceh Kaji Kebijakan Pengurus

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menerima kunjungan kerja Dewan Komisaris PT Bank Aceh Syariah bersama Komite Remunerasi dan Nominasi dalam rangka studi banding kebijakan remunerasi pengurus bank. Kegiatan tersebut berlangsung di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Rabu (8/4/2026).

Rombongan Bank Aceh yang dipimpin Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi, M. Gaussyah, disambut Komisaris Independen BRK Syariah, Roy Prakoso. Turut mendampingi, Pemimpin Divisi Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) BRK Syariah, M. Affan, serta Pemimpin Divisi Hukum, Arhim Syafei.

Roy Prakoso menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) berbasis syariah, khususnya dalam berbagi praktik terbaik.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Diharapkan, hasil diskusi dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Roy.

Sementara itu, M. Gaussyah menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh referensi dalam rencana penyesuaian kebijakan remunerasi dan fasilitas bagi pengurus Bank Aceh.

“Studi banding ini kami lakukan sebagai bagian dari evaluasi internal, khususnya terkait remunerasi. BRK Syariah menjadi salah satu rujukan dalam peer group review yang kami lakukan,” kata M. Gaussyah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga melakukan diskusi mendalam terkait penguatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) di lingkungan perbankan syariah.

Turut hadir dari Bank Aceh, Staf Divisi SDI Aufa Nur Istiqlal, Anggota Komite Pemantau Risiko Rustam Effendy, Kabid Personalia T. Mohd. Nazar, serta Sekretaris Dewan Komisaris Andri Mufti.

Dari pihak BRK Syariah, hadir Pinbag Pengembangan SDI Ahmad Zahidi, Pinbag Divisi Umum Indra Bayu, Staf SDI Elfansyah, serta Komite Komisaris Fahmi Oemar dan Indarti.***(rl)

BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan

BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan

Siak(SegmenNews.com)- Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Siak Sri Indrapura terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas layanan dan kesehatan keuangan melalui kolaborasi strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Penandatanganan dilakukan oleh Branch Manager BRK Syariah Siak Sri Indrapura Jon Hendri bersama Kepala Kejaksaan Negeri Siak Heri Yulianto. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan solusi penyelesaian pembiayaan yang lebih optimal, berkeadilan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh Kasi Datun Frederick Christian Simamora, Kasi Pertimbangan Hukum Emillia Herman, serta jajaran BRK Syariah Siak Sri Indrapura.

Pemimpin Divisi Hukum BRK Syariah Arhim Syafi’i menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendekatan penyelesaian pembiayaan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Kami terus mengedepankan pendekatan yang solutif dan konstruktif. Dengan dukungan Kejari sebagai pengacara negara, diharapkan proses penyelesaian dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Siak Heri Yulianto menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung BRK Syariah melalui pendampingan hukum, baik secara non-litigasi maupun litigasi.

“Kejaksaan melalui fungsi Datun hadir untuk memberikan bantuan hukum dan pendampingan, termasuk melalui upaya mediasi yang mengedepankan musyawarah. Harapannya, setiap proses dapat menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak,” jelasnya.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas penyelesaian pembiayaan, dengan mengedepankan komunikasi yang baik, pendekatan persuasif, serta langkah-langkah yang terukur dan sesuai regulasi.

Ruang lingkup kesepakatan mencakup pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan lain yang diperlukan dalam rangka menjaga kualitas aset dan keberlanjutan kinerja bank.

Melalui sinergi ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang sehat, amanah, serta memberikan perlindungan optimal terhadap dana masyarakat, sekaligus membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan seluruh nasabah.***(rl)

Raih Nilai Tertinggi dari Ombudsman, Pemkab Rohul Terus Genjot Transformasi Layanan

Rohul(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai tertinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 oleh Ombudsman RI. Dari enam daerah yang dinilai, Rohul berhasil menempati posisi puncak dengan capaian nilai 84 atau kategori Baik.

Meski demikian, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan bahwa capaian tersebut belum membuatnya berpuas diri. Ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama di sektor pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikannya usai memimpin rapat bersama Ombudsman RI dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Rumah Dinas Bupati Rohul, Kamis (16/4/2026).

Fokus utama ke depan, menurut Anton, adalah peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Ia menilai pembenahan sistem pelayanan menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, profesional, dan maksimal.

“Nanti kita akan dalami lagi bagaimana ke depan dokter yang praktik di RSUD tidak lagi praktik di luar, sehingga mereka bisa fokus melayani masyarakat di RSUD kita,” tegas Anton.

Ia juga mengakui bahwa persoalan pendapatan menjadi salah satu alasan tenaga medis membuka praktik di luar. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi agar kesejahteraan dokter meningkat.

“Kalau pendapatan para dokter bisa setara dengan di luar, kita yakin mereka bisa fokus di RSUD,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu layanan, Pemkab Rohul saat ini tengah membangun gedung baru RSUD setinggi enam lantai. Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing rumah sakit daerah dengan rumah sakit swasta.

“Target kita, RSUD Rohul ke depan mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Ombudsman RI menjelaskan bahwa sistem penilaian kini telah mengalami perubahan, dari sebelumnya Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik menjadi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Penilaian ini menitikberatkan pada persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan, khususnya pada tiga sektor dasar: pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Ini adalah layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan tetap harus ditingkatkan,” ujar perwakilan Ombudsman.

Ombudsman juga mencatat adanya perubahan signifikan di lingkungan Pemkab Rohul. Jika sebelumnya sejumlah OPD seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Disdukcapil dinilai kurang transparan, kini layanan telah terbuka dan mudah diakses masyarakat, baik secara langsung maupun daring.

“Sekarang masyarakat sudah bisa mengakses layanan secara online, seperti mutasi siswa atau perbaikan data ijazah. Ini bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas,” jelasnya.

Ke depan, Pemkab Rohul juga berencana mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu lokasi. Langkah ini terinspirasi dari keberhasilan MPP di daerah lain yang mampu melayani ratusan masyarakat setiap harinya.

Selain itu, transformasi digital akan terus didorong melalui pengembangan layanan berbasis aplikasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor pelayanan.

Ombudsman pun mengapresiasi komitmen kuat Bupati Rohul dalam mendorong perbaikan pelayanan publik.

“Pak Bupati sangat serius dan bahkan meminta pendampingan langsung di beberapa OPD. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” tutupnya.***(inf)

Anjangsana ke RAPP, SMSI Riau Perkuat Hubungan Kemitraan

Anjangsana ke RAPP, SMSI Riau Perkuat Hubungan Kemitraan

Pelalawan(SegmenNews.com)- Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau anjangsana ke Kantor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (14/04/2026) siang.

Agenda ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan kemitraan antara organisasi media siber dengan dunia industri di Bumi Lancang Kuning.

​Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua SMSI Riau, Luna Agustin, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Bambang Irawan Syahputra, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Herlina, Sekretaris Zulmiron, serta Ketua Seksi Advokasi Martalena.

Kedatangan organisasi perusahaan pers ini disambut hangat oleh manajemen PT RAPP dan mengapresiasi inisiatif SMSI Riau dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.

Dikesempatan itu, ​Ketua SMSI Riau, Luna Agustin menjelaskan, kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah strategis untuk mempererat hubungan kerja sama yang telah terjalin serta menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan kerjasama yang selama ini telah terjalin harmonis antara pers dan korporasi.

​”Selain memperkuat hubungan kemitraan, kunjungan kami kali ini guna memperkokoh sinergisitas dengan dunia industri serta mensosialisasikan beberapa program unggulan SMSI kepada mitra strategis kami, termasuk PT RAPP,” ujar Luna menyebutkan, kolaborasi ini membawa dampak positif bagi iklim informasi di Riau

​Di sisi lain, Corporate Communication Manager PT RAPP Budhi Firmansyah, yang didampingi External Communication Yhudi Juliandra Dinata mewakili manajemen PT RAPP memberikan sambutan hangat atas kehadiran organisasi perusahaan pers terbesar tersebut serta mengapresiasi inisiatif SMSI Riau dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.

​”Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan ini. Hubungan baik dengan media adalah kunci bagi kami dalam menyampaikan informasi pembangunan dan kontribusi industri kepada masyarakat,” ujar Budhi.

Usai berdiskusi, Budhi Firmansyah mengajak pengurus SMSI Riau untuk meninjau langsung gedung RGE Community Centre yang berlokasi di dalam kompleks PT RAPP. Di gedung ini, Pengurus SMSI Riau melihat berbagai fasilitas pemberdayaan masyarakat yang dikelola perusahaan tersebut.(rls)

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara tepuk tepung tawar bagi pegawai BRK Syariah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah pada Rabu sore (15/4/2026), sebagai bentuk doa dan dukungan bagi 12 pegawai yang mendapat panggilan ke Tanah Suci.

Acara berlangsung khidmat namun tetap hangat, diawali dengan penampilan marawis yang membawakan lagu-lagu religi, menambah nuansa spiritual dalam prosesi pelepasan. Momen ini juga semakin menyentuh dengan penayangan video perjalanan ibadah haji para pegawai dari masa ke masa.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan bangga atas keberangkatan para pegawai yang terpilih.

“Ini bukan sekadar perjalanan melintasi benua, tetapi memenuhi panggilan suci Allah SWT. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, sehingga patut kita syukuri bersama. Kami bangga dan turut merasakan kebahagiaan ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa manajemen telah memastikan kesiapan operasional kantor selama para pegawai menjalankan ibadah haji, sehingga para jamaah dapat beribadah dengan tenang tanpa memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Helwin Yunus turut menyampaikan permohonan maaf mewakili manajemen kepada para pegawai yang berangkat haji, serta menitipkan doa agar para jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

“Mohon doakan juga untuk kemajuan perusahaan dan seluruh rekan kerja di tanah air. Semoga keberangkatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Acara juga diisi dengan tausiah oleh seorang ustaz yang mengingatkan pentingnya meluruskan akidah dan mengikhlaskan ibadah. Dalam ceramahnya, ia turut membagikan kisah-kisah inspiratif jamaah haji di Mekkah, yang semakin memperdalam makna spiritual perjalanan ibadah tersebut.

Prosesi inti tepuk tepung tawar menjadi puncak acara, yang diawali oleh Helwin Yunus didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah.

Prosesi berlangsung dengan iringan sholawat, menciptakan suasana sakral dan penuh doa.
Melalui kegiatan ini, BRK Syariah tidak hanya melepas para pegawainya untuk beribadah, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan kerja. Diharapkan, para jamaah yang berangkat dapat menjadi teladan serta membawa energi positif sepulangnya ke tanah air.***(rl)

Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April

Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Keberangkatan perdana jemaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan pada 23 April 2026. Jemaah asal Pekanbaru yang tergabung dalam kloter BTH 3 akan menjadi rombongan pertama menuju Batam, sebelum terbang ke Arab Saudi pada 24 April 2026.

Secara keseluruhan, total jemaah haji Riau tahun ini mencapai 4.704 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau, Defizon, memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah rampung, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

Seluruh jemaah akan diberangkatkan melalui embarkasi Batam. Setibanya di sana, jemaah akan menginap di asrama haji selama kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

Jemaah Riau terbagi dalam beberapa kelompok terbang. Untuk gelombang pertama, mereka tergabung dalam kloter 3 hingga kloter 12 dengan tujuan Madinah.

Sementara satu kloter lainnya, yakni BTH 18, masuk gelombang kedua yang akan terbang ke Jeddah bersama jemaah dari Kalimantan Barat, dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.

Pemerintah juga kembali menggunakan pola embarkasi Batam, setelah sebelumnya sempat menerapkan embarkasi antara di Pekanbaru pada musim haji 2019, 2022, dan 2023.

Dari sisi transportasi, keberangkatan jemaah disesuaikan dengan kondisi wilayah. Sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi akan berangkat melalui jalur udara dari Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Sementara jemaah dari Rokan Hulu menggunakan pesawat melalui Bandara Pasir Pangaraian.

Adapun jemaah dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti akan menempuh jalur laut menuju Batam.

Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, dipastikan telah selesai 100 persen. Perlengkapan seperti koper dan buku manasik juga sudah dibagikan kepada seluruh jemaah.

Meski begitu, jemaah tetap diimbau menjaga kesehatan. Pasalnya, sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk kategori risiko tinggi.

“Jaga kondisi fisik dan rutin berolahraga agar kuat menjalani rangkaian ibadah,” ujar Defizon, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, jemaah diminta memahami tata cara ibadah haji dengan mempelajari buku manasik yang telah diberikan.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak merasa khawatir berlebihan. Pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan selama di Tanah Suci.

“Berangkatlah dengan perasaan tenang dan senang. Insya Allah semua sudah disiapkan,” katanya.***(mr)

Pemkab Bengkalis Sambut Hangat Kunjungan Ziarah Pemkab Simalungun

Bengkalis(SegmenNews.com)- Langit di atas Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, tampak begitu tenang pada Selasa, 14 April 2026. Namun, suasana di sebuah kompleks pemakaman terasa berbeda dari biasanya. Harum bunga menyeruak, beradu dengan doa-doa khusyuk yang dipanjatkan di atas pusara sosok pejuang besar, Sang Raja Naulauh Damanik.

​Momen ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ini adalah perjalanan batin, sebuah napas penghormatan dari keturunan Raja Siantar ke-14 yang kini terpisah jarak ratusan kilometer, namun tetap menyatu dalam balutan sejarah di Negeri Junjungan.

​Rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Anton Achmad Saragih dan Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, hadir dengan membawa kerinduan mendalam. Ziarah rutin tahunan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh tuan rumah, Pemkab Bengkalis, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Andris Wasono.

Suasana haru menyelimuti saat prosesi tabur bunga dan penyiraman air dimulai. Satu per satu anggota rombongan, termasuk tokoh masyarakat dan keluarga besar Damanik, menundukkan kepala di depan pusara sang raja yang wafat pada tahun 1914 tersebut.

​Perwakilan keluarga Damanik, dalam sepatah katanya, membangkitkan kembali memori tentang kejayaan dan keteguhan Sang Raja.

“Beliau adalah Raja ke-14 dari Dinasti Siantar. Sosok yang tak sudi tunduk pada kolonialisme hingga akhirnya ditangkap Belanda pada 1904 dan diasingkan ke Bengkalis,” ujarnya dengan nada bergetar.



Raja Naulauh Damanik bukan hanya seorang pemimpin perang yang gigih melawan penjajah sejak kelahirannya pada 1857, tetapi juga dikenal sebagai pelopor agama Islam di wilayah Kerajaan Siantar. Warisan spiritual dan semangat perlawanannya inilah yang kini menjadi obor bagi masyarakat Simalungun.

​Para pemuka adat Damanik yang ikut dalam rombongan menitipkan pesan mendalam kepada duet pemimpin Simalungun, Anton dan Benny. Mereka berharap karakteristik luhur Sang Raja dapat diimplementasikan dalam memimpin daerah.

​Bupati Anton Achmad Saragih merespons dengan penuh takzim. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Pemkab Bengkalis yang telah merawat makam tersebut hingga kini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Republik Indonesia.

“Ini adalah makam ketujuh yang kami ziarahi dalam rangkaian hari jadi tahun ini. Kami merasa terhormat atas sambutan hangat saudara kami di Bengkalis,” tutur Bupati Anton sembari mengundang secara resmi jajaran Pemkab Bengkalis untuk hadir pada puncak perayaan Hari Jadi Simalungun, Sabtu, 18 April mendatang.



​Mewakili Bupati Bengkalis Kasmarni, Johansyah Syafri menekankan betapa pentingnya menjaga akar sejarah. Mengutip amanat Bung Karno, ia mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.

“Bengkalis dan Simalungun memiliki benang merah sejarah yang kuat, terutama dalam pengembangan budaya. Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu pembuka sinergi dan kolaborasi yang lebih erat di masa depan,” ungkap Johan.

Ia juga menutup sambutannya dengan doa tulus untuk kemajuan Kabupaten Simalungun agar semakin maju dan berdaya saing di usianya yang hampir dua abad.

​Usai prosesi ziarah dan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan, rombongan tidak langsung beranjak. Mereka melanjutkan perjalanan menuju situs bersejarah lainnya, yakni Penjara Tua di Jalan Pahlawan. Di sana, mereka mencoba meresapi sisa-sisa perjuangan masa lalu, membayangkan betapa beratnya penderitaan para pejuang yang diasingkan demi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini.***(imam/hm)

Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50%

Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50%

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) menghadirkan program diskon tambah daya listrik 50% “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar” guna mendukung penerapan _Work From Home_ (WFH) di masyarakat menyusul terbitnya kebijakan pemerintah terkait hal tersebut.

Promo yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 28 April 2026 ini ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa dengan daya awal mulai dari 450 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin melakukan penambahan daya hingga 7.700 VA.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menyampaikan bahwa momentum WFH membuat kebutuhan listrik rumah tangga meningkat. Untuk itu, perseroan menghadirkan program ini guna memberikan kenyamanan masyarakat, sehingga dapat beraktivitas secara optimal dari rumah.

“Melalui program ini, PLN ingin memberikan kemudahan tambah daya listrik bagi pelanggan dengan biaya yang lebih rendah, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas di rumah khususnya WFH dengan nyaman tanpa khawatir kekurangan daya,” ujar Adi.

Sebagai gambaran, pelanggan dengan daya awal 1.300 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA cukup membayar Rp3.100.800, atau hemat 50 persen dibandingkan biaya normal sebesar Rp6.201.600.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan mekanisme program ini dilakukan secara penuh melalui PLN Mobile. Bagi pelanggan prabayar, cukup dengan melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token, sedangkan pelanggan pascabayar dengan membayar tagihan listrik.

Setelah transaksi berhasil, pelanggan akan menerima _e-voucher_ diskon tambah daya pada menu “Reward” di PLN Mobile atau melalui email yang terdaftar.

Selanjutnya, pelanggan dapat memasukkan kode _e-voucher_ saat mengajukan permohonan penambahan daya di PLN Mobile. Setelah pembayaran terverifikasi, unit PLN setempat akan segera memproses permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Masyarakat tak perlu khawatir karena proses pengajuan diskon tambah daya listrik cukup mudah dan cepat hanya melalui aplikasi PLN Mobile,” ucap Adi.

Adi menambahkan, promo ini berlaku bagi pelanggan yang telah terdaftar sebelum 1 April 2026 dan melunasi seluruh tagihan listrik atau kewajiban lain. Dirinya pun mengajak seluruh pelanggan untuk dapat mengoptimalkan program diskon tambah daya listrik ini.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo diskon tambah daya listrik ini dengan sebaik mungkin. Sehingga daya listrik di rumah cukup guna mendukung aktivitas WFH dan produktivitas sehari-hari,” tutup Adi.***(rl)

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus peringatan Milad ke-33 Dana Pensiun (Dapen) Bank Riau Kepri (Bankriaukepri) yang digelar pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Dapen Bankriaukepri, Jalan Arifin Ahmad, dan dihadiri oleh jajaran pengurus, mantan pengurus, serta manajemen Bank Riau Kepri Syariah.

Acara diawali dengan penayangan video yang menampilkan perjalanan serta kontribusi para mantan dewan pengawas dan pengurus Dapen BRK. Tayangan tersebut menjadi pengingat atas fondasi kuat yang telah dibangun, sekaligus inspirasi untuk melanjutkan kinerja yang semakin baik ke depan.

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

Dalam sambutannya, Pengurus Dapen BRK, Yuharman, menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal dan Milad ke-33 ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang Dapen dalam memberikan manfaat bagi para pesertanya.

“Selama 33 tahun, Dapen Bankriaukepri telah menunjukkan konsistensi dalam menjaga kepercayaan dan memberikan layanan terbaik kepada para peserta. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, tata kelola, serta profesionalisme agar Dapen semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Yuharman.

Sementara itu, perwakilan mantan pengurus dan dewan pengawas Dapen BRK, Haznam Harun, turut memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih hingga saat ini. Ia menilai, keberhasilan Dapen tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pengurus lama dan yang sekarang.

“Kami merasa bangga melihat Dapen terus tumbuh dan berkembang dengan kinerja yang positif. Ini menunjukkan bahwa fondasi yang dibangun sebelumnya mampu dilanjutkan dengan sangat baik oleh pengurus saat ini. Semoga Dapen BRK semakin solid dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Haznam.

Apresiasi juga datang dari Plt Direktur Bank Riau Kepri Syariah, Helwin Yunus, yang menilai Dapen BRK telah menunjukkan kinerja yang konsisten dan positif di tengah berbagai tantangan.

“Dapen Bankriaukepri merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem Bank Riau Kepri Syariah. Kami mengapresiasi kinerja Dapen yang terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi pengelolaan maupun pelayanan. Ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kepercayaan para peserta,” kata Helwin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Riau Kepri Syariah, Fajar Restu Febriansyah, yang juga menyampaikan dukungannya terhadap penguatan tata kelola dan manajemen risiko di lingkungan Dapen.

“Ke depan, penguatan aspek kepatuhan dan manajemen risiko akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan Dapen. Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, Dapen Bankriaukepri akan terus berkembang secara sehat dan terpercaya,” ujarnya.

Melalui momentum Milad ke-33 ini, Dapen Bankriaukepri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta, sejalan dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan Halal Bihalal.***(rl)