Beranda blog Halaman 1398

TIM PKK Gaung Wakili Inhil Lomba Cipta Menu Provinsi Riau

Inhil(SegmenNews.com)– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Riau taja Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (LCM-B2SA) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018 di Balai Pelangi Gubernuran Jalan Diponegoro Pekanbaru, Selasa (28/8).

Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.

Acara dibuka oleh Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. Turut hadir dalam kesempatan itu Perwakilan dari Badan Ketahanan Pangan RI, Ketua TP-PKK Provinsi Riau Hj Sisilita Arsyadjuliandi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Ketua TP-PKK kabupaten/ kota se-Provinsi Riau beserta anggota, dan sejumlah undangan lainnya.

Lomba diikuti oleh 12 TP-PKK kabupaten/ kota se-Provinsi Riau. Beraneka masakan berbasis sumber daya lokal disajikan dalam bentuk yang beragam.

Tahun ini, Kecamatan Gaung terpilih mewakili Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kompetisi memasak tersebut.

Ketua TP-PKK Provinsi Riau menjelaskan isu stratesgis yang perlu disikapi saat ini adalah masalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

“Stunting ini dialami sejak bayi namun baru terdeteksi pada usia 2 tahun. Ciri-cirinya ialah kecerdasan di bawah normal dan mudah terserang penyakit,” terangnya.

Mencukupi faktor gizi pada pangan dikatakan Sisilita dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi stunting tersebut.

“Karena SDM yang berkualitas memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta kecerdasan yang berkualitas. Makanan yang harus dihindari meliputi 3TP, tanpa penyedap, tanpa pengawet, dan tanpa perasa, oleh sebab itu kita masyarakat Provinsi Riau, pelan-pelan harus mengkonsumsi makanan berbahan organik,” paparnya.

Dirinya juga mengajak kaum Ibu agar dapat memahami tata cara menyajikan makanan berbasis B2SA. “Saya harap melalui lomba ini dapat mengatasi stunting di Provinsi Riau,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Riau menjelaskan potensi sagu yang cukup baik di Riau. Ia menuturkan bahwa sagu merupakan anugerah. “Di Riau ada 6 kabupaten penghasil sagu. Yaitu Inhil, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Rohil. Namun penghasil terbesar ialah Kepulauan Meranti,” ujarnya.

Menurutnya sagu dapat diangkat secara regional maupun internasional, mengingat respon luar biasa yang diterima Provinsi Riau dari setiap tamu negara yang berkunjung ke Bumi Lancang Kuning ini.

“Konsumsi sagu lokal di Riau naik secara signifikan dari 4 persen, sekarang sudah 20 persen. Mudah-mudahan semangat untuk mengembangkan sagu terus meningkat. Kesehatan bagus untuk diabetes dan untuk yang alergi protein,” tambahnya.

Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan SSos ME hadir didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Inhil Fajar Husin, Ketua DWP Inhil Hj Syarifah Rohana Said Syarifuddin, serta pengurus TP-PKK Inhil.

Juara 1 diraih oleh Kabupaten Bengkalis, yang artinya Bengkalis dinobatkan sebagai utusan Provinsi Riau maju ke tingkat nasional.

Sementara itu, Inhil harus puas pada posisi runner up di tahun ini. Zulaikhah Wardan bersyukur dan bangga atas prestasi yang kembali ditorehkan oleh TP-PKK Inhil. Dirinya memberi semangat kepada para peserta lomba agar tidak berkecil hati karena tidak dapat menyabet gelar juara umum dan menjadi wakil provinsi bertanding ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Oktober mendatang.

“Alhamdulillah kita hari ini mendapat juara 2. Namanya pertandingan tentu semuanya ingin menjadi pemenang. Namun tahun ini Kabupaten Bengkalis yang dipercayakan untuk mewakili Provinsi Riau. Dengan hasil yang kita peroleh saya mengucapkan terimakasih atas usaha dan kerja keras semua pihak. Saya lihat kita telah bekerja secara maksimal, tetapi Bengkalis lebih unggul,” sebutnya sembari tersenyum.

Rencana ke depan, imbuh Zulaikhah, menu masakan yang ditampilkan pada hari ini akan disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat Inhil mampu mengolah makanan berbasis bahan baku lokal seperti talas, keladi, sukun, singkong, dan sebagainya yang kandungan gizinya dapat memenuhi kebutuhan keluarga.***(Adv/hms)

Ketua DPRD Apresiasi Festival Layangan di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan apresiasi festival layangan tradisional diselenggarakan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Sabtu (24/8/18).

Sekcam Amin Soimin, yang juga selaku Ketua Tim Agrowisata Bungaraya, memberikan informasi bahwa event agrowisata festival layangan ini diikuti oleh peserta sebanyak 69 tim dari Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Sumatera Barat dan Kabupaten Siak yang diwakili peserta dari kecamatan siak, sabak auh, sungai apit, pusako, mempura, minas dan bungaraya selaku tuan rumah.

Amin menjelaskan dipilihnya kawasan agrowisata di Kecamatan Bungaraya menjadi tuan festival layangan tradisional yang pertama ini sudah dengan penuh pertimbangan, kelayakan lokasi dan angin yang mendukung, berdasarkan survey kunjungan tim Dinas Pariwisata Provinsi Riau didampingi Dinas Pariwisata dan Komunitas Layangan Kabupaten Siak.

Ketua DPRD Apresiasi Festival Layangan di Siak

“Agrowisata Bungaraya sebagai kawasan pendukung “Kota Istana” Siak Sri Indrapura sangat siap untuk ditunjuk kembali sebagai tuan rumah lokasi festival, kami berharap wisata budaya festival layang2 tradisional ini menjadi event tetap di kawasan agrowisata kecamatan bungaraya” terang Amin.

Katua DPRD Siak Indra Gunawan SE mengatakan, Kegiatan,” Pertama sekali kami dari DPRD Siak sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegaiat Event Festival Layang-layang Tradisional I se-Provinsi Riau Tahun 2018″ yang di taja di Kecamatan Bunga Raya tersebut.

“Kemudian kepada para peserta lomba kami ucapkan selamat datang dan selamat bertanding, melirik dari Event ini, Kita meyakini selain mampu mempertahankan Permainan Tradisional yang sudah menjadi Budaya kita, Event Ini juga bisa me ningkatkan ekonomi lokal,” ujar Indra.

Pantauan di lapangan ribuan pengunjung sangat antusias berbaur dengan tim peserta baik saat lomba dan apresiasi malam tadi yang dihadiri oleh Kadis Pariwisata Provinsi Riau beserta jajaran bersama Kadis Pariwisata dan Kadis Pertanian Kabupaten Siak serta Upika, penghulu, toloh adat, masyarakat/pemuda dan pokdarwis kec.bungaraya.

Peserta yang berhasil menjadi pemenang dan berhak menerima hadiah trofi, sertifikat dan uang jutaan rupiah adalah asal peserta dari Bengkalis, Dumai dan Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak.***(Rinto)

Penghadangan Neno Warisman, Ketua GMMK: Saya Melihat Sendiri Ibu-ibu Dipukuli

Ketua GMMK Riau , Yana Mulyana

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Provinsi Riau, Yana Mulyana mengaku melihat sendiri pendemo Neno Warisman di bandara Pekanbaru berlaku kasar dan memukuli ibu-ibu.

Tak hanya itu, Yana juga mengaku melihat perlakuan kasar aparat kepolisian terhadap tokoh masyarakat Riau.

“Mereka (pendemo diduga dari luar Riau) bukan hanya sekedar hadir, mereka juga memukuli ibu-ibu yang ada disitu, dan disuruh bubar. Saya lihat sendiri pemukulan itu. Kita juga melihat ada peran serta aparat yang berlaku kasar, dan sangat kasar sekali. Kita pulang jam 12 malam, polisi juga mendorong Ibu ibu untuk mundur,” cerita Yana, Selasa (28/8/18).

Sambung Yana, perlakuan kasar juga dialami komandan Geraka Melayu, Syamsul Bahri sehingga mengalami luka pada pelipis matanya akibat dipukuli aparat kepolisian.

Baca Juga: GMMK Riau Minta Copot Kabinda Riau

Ia menilai, pihak keamanan seolah-olah kalap dengan pendemo dan memulangkan Neno Warisman. Padahal Neno tidak sedang dalam persoalan hukum. Seharusnya aparat kepolisian melakukan pengamanan sesuai Undang undang no 2 tahun 2002.

“Ada apa sesungguhnya dengan aparat bisa kalah dengan kelompok penghalang. Masa ada preman melakukan pemukulan ibu-ibu dan melakukan pembakaran, tidak ada tindakan dari kepolisian, bahkan sampai hari ini. Sepertinya ada pembiaran,” kesalnya.

Yana menduga, pendemo dan pembuat onar adalah orang bayaran yang bukan dari Riau. Hal itu dilihat dari logat bicara dan lainnya.

Kondisi ini, sebut Yana sudah mempermalukan Marwah Melayu. Sedianya orang Melayu sangat menghormati tamu bukan arogan yang dipertontonkan para pelaku.

“Kami meminta pelaku pembuat onar yang diduga bukan dari Riau diusut dan ditindak tegas.***(ran)

Bupati Bengkalis Apresiasi Ketua dan Pengurus Baznas

Bengkalis(SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis Amril Mukminin memberikan Apresiasi serta penghargaan kepada ketua dan segenap pengurus Badan Amil  Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis yang sudah berkerja secara optimal, bersih, amanah dan profesional serta dapat membuat program-program unggulan sehingga mampu membawa Baznas Kabupaten Bengkalis kearah yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin melalui sambutan tertulisnya yang dibaca Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Hj Umi Kalsum , saat menghadiri acara penyaluran zakat produktif, beasiswa dan zakatkonsumtif, Selasa 28 Agustus 2018 bertempat di Gedung Daerah Bengkalis.

Amril mengatakan, zakat memiliki potensi yang besar untuk membantu perekonomian umat. Sebagaimana diketahui zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat islam. Hal ini telah ditetapkan dalam al-qur’an dengan jelas. Zakat tidak hanya berdimensi pada ibadah saja, tetapi juga berdimensi sosial dan ekonomi umat.

Sambung suami Kasmarni Amril, dari dimensi sosial dan ekonomi inilah kajian terpenting yang harus dikembangkan secara luas, dimana zakat yang diharapkan mampu mengatasi problema kemiskinan dan kesenjangan sosial.

“Untuk itu kami sangat percaya kepada ketua dan pengurus Baznas Bengkalis dapat membantu menjawab persoalan dan problema tersebut, hal itu sesuai dengan azam Pemerintah Kabupaten Bengkalis melakukan berbagai upaya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan, ujar Amril.

Mantan Kepala Desa Muara Basung menambahkan, penyaluran zakat produktif dan konsumtif oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bengkalis sangat menunjang program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mensejahterakan masyarakat di Negeri Junjungan ini, dikerenakan mampu ikut serta mewujudkan harapan Pemerintah untuk menjadikan Bengkalis maju, makmur serta bertaqwa.

“Kami berharap disetiap instansi nantinya akan dibentuk unit pengumpul zakat (UPZ) yang bertugas mengumpulkan zakat. Dengan adanya UPZ tersebut disetiap instansi tentunya akan memberikan dorongan dan sismpatisme kepada ASN untuk meluarkan zakat,” harap Amril.

Turut hadir diacara tersebut, Kapolres Bengkalis diwakili Kabag Ren Kompol Remil Simamora, Kepala Kemenag Bengkalis diwakali Kepala Penyelenggara Syari’ah dan Ketua UPZ Ibrahim, Ketua MUI Bengkalis diwakili Ust Rambe, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Komunikasi dan Informasi (SDKI) Adisutrisno.***(dskm/Edi)

Buntut Perlakuan Terhadap Neno Warisman, GMMK Minta Copot Kabinda Riau

Ketua GMMK Riau , Yana Mulyana

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gerakan Masyarakat Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Provinsi Riau meminta Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Riau di copot dari jabatannya.

Penegasan tersebut buntut dugaan perlakuan kasar dan arogan terhadap Neno Warisman dan Tokoh masyarakat Riau, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Sabtu 25 Agustus lalu.

Ketua GMMK Riau, Yana Muliana, Selasa (28/8/18) menegaskan, Kabinda Riau telah melakukan tindakan kasar terhadap tokoh masyarakat Riau, H Said Lukman saat mendampingi  Neno Warisman.

Baca Juga: Ketua GMMK: Saya Melihat Sendiri Ibu-ibu Dipukuli

“Kami melihat Kabinda Riau melakukan tindakan kasar kepada Neno Warisman dan tokoh masyarakat Riau H Said Lukman yang berada di bandara. Seolah-olah dia mau mengajak berkelahi. Begitu arogannya, apakah memang demikian fungsi intelijen sesungguhnya,” kesalnya.

Menurutnya, tindakan kasar Kabinda Riau tersebut tidak sesuai dengan undang undang nomor 17 tahun 2011 tentang intelijen.

“Kami mohon kasus ini harus diusut tuntas. Kabinda Riau harus dicopot dari jabatannya,” ujarnya.***(ran)

Bupati Bengkalis Usulkan Dana DAK Penanganan Abrasi Rp1,9 Triliun

Bupati Bengkalis Usulkan Dana DAK Penanganan Abrasi Rp1,9 Triliun

Jakarta(SegmenNews.com)- Bupati Bengkali Amril Mukminin menemui Menteri Perencanan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Senin, 27 Agustus 2018. Dalam pertemuan itu, bupati mengusulkan anggaran penanganan abrasi bibir pantai senuali Rp1,9 miliar.

Terdiri dari DAK yang sudah approved (memenuhi syarat dan diterima Bappenas melalui Aplikasi KRISNA) sebesar Rp666,398 miliar dan dana untuk penanganan abrasi Rp1,143 triliun.

Terkait usulan yang disampaikan, kepada Bupati Amril, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro minta agar Pemkab Bengkalis terus dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan Bappenas, sehingga usulan tersebut dapat dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Sesaat usai pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang berlangsung dari sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu, bersama Sekda H Bustami, langsung mengumpulkan sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD).

Kepala PD yang dikumpulkan Bupati Amril dan Sekda H Bustami tersebut, terutama mereka yang ikut pertemuan dengan Bambang Brodjonegoro yang terkait langsung dengan DAK yang diusulkan untuk APBN 2019 yang sudah approved senilai RpRp666,398 tersebut.

Yakni, Kepala Bappeda H Jondi Indra Bustian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra, Plt (Pelaksana Tugas) Kadis PUPR Hadi Prasetyo, dan Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Gendrayana Rohaini.

Kemudian, Plt Disdik Edi Sakura, Plt Kadis Kesehatan Supardi, Direktur RSUD Mandau Ersan, Kadis Parbudpora H Anharizal, Plt Kadishub Djoko Edi Imhar dan Kadis Lingkungan Hidup.

“Sesuai arahan Menteri PPN/Kepala Bappenas, seluruh Kepala PD yang terkait dengan DAK yang diusulkan, harus segera menindaklanjutinya dalam kesempatan pertama. Kepala Bappeda kami minta menjadi koordinatornya,” ujar Bupati Amril didampingi Sekda H Bustami.

Sebagai koordinator, kepada Kepala Bappeda, Bupati Amril minta agar mengikuti ikutsertakan juga Kepala PD yang ada usulannya dalam DAK yang sudah approved itu, tapi tak bisa hadir saat pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas hari ini.

“Lakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait di Bappenas sehingga usulan itu dianggarkan dalam APBN 2018. Kalau bisa hari ini, lakukan hari ini juga,” tegas Bupati Amril.

Secara rinci usulan DAK fisik yang sudah approved itu adalah untuk untuk pendidikan Rp49.141.174.500, Kesehatan dan Keluarga Berencana Rp55.439.421.669, jalan Rp299.174.398.000 dan Air Minum Rp348.851.000.000.

Kemudian, Sanitasi Rp1.782.600.000, Perumahan dan Pemukiman Rp1.937.500.000, Kelautan dan Perikanan Rp6.420.094.868, Pertanian Rp600.000.000, Pasar Rp3.050.000.000 dan Transportasi Rp3.000.000.000.***(dskm/Edi)

Bank Mandiri Serahkan Bantuan Masjid Al Hakim di Bengkalis

Bengkalis(SegmenNews.com)-Pengurus Masjid Al Hakim Jalan Pertanian, Desa Senggoro menerima bantuan program Corporate Social Responsibility (CRS) dari Bank Mandiri Bengkalis.

Serah terima dilaksanakan usai Shalat Ashar, Senin 27 Agustus 2018, yang ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Pimpinan Cabang Bank Mandiri Bengkalis Arif Kurniawan, Ketua Pengurus Masjid Al Hakim H. Hermizon, Sekretaris Masjid Adi Sutrisno, disaksikan anggota DPR RI Jhon Erizal.

Turut hadir dalam acara serah terima itu, Wakil Ketua Pengurus Masjid Al Hakim Ilham Nur, Ketua Seksi Ibadah Ustadz Awaludin Hasibuan dan sejumlah jamaah masjid, serta anggota DPRD Bengkalis Zamzami.

Kehadiran Jhon Erizal selain sebagai jamaah, juga fasilitator program CSR dari Bank Mandiri kepada Masjid Al Hakim. Bantuan program CSR yang diberikan berupa karpet sajadah 12 shaf dan 7 unit air conditioner (AC).

Atas bantuan dari Bank Mandiri, Ketua Pengurus Masjid Al Hakim Hermizon, mengucapkan terima kasih sembari mendo’akan kemajuan bagi bank yang sudah berdiri tanggal 2 Oktober 1998 itu.

“Dengan bantuan ini kami sebagai pengurus akan semakin berupaya memakmurkan masjid dan melakukan penataan yang lebih baik, agar jamaah semakin nyaman berada di masjid ini. Terima kasih Bank Mandiri,” ungkap Hermizon.

Sedangkan Pimpinan Cabang Bank Mandiri Bengkalis Arif Kurniawan berharap penyaluran CSR itu dapat dimanfaatkan dan dinikmati seluruh jamaah.

“Semoga bantuan ini membuat jamaah beribadah semakin nyaman dan semakin khusuk. Semoga ini menjadi amal ibadah kita dan semua mendapat manfaat yang barokah,” harapnya.

Selanjutnya, salah seorang jamaah Jhon Erizal mengungkapkan dirinya hanya sebagai penyambung saja, agar bantuan benar-benar tersalurkan kepada jamaah sesuai keinginan bank.

Jhon Erizal juga mendoakan semoga Bank Mandiri mampu bersaing dan qualified di level Asia. Meskipuin saat ini persaingan bisnis perbankan sangat ketat, dirinya yakin Bank Mandiri akan mampu mencapainya.

Seperti diketahui, kata Jhon Erizal, Bank Mandiri selama ini termasuk salah satu bank plat merah yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Sudah banyak, program bantuan CRS untuk rumah ibadah yang telah disalurkan di daerah-daerah.

Kepada pengurus masjid, anggota DPR RI ini juga berharap agar dapat mengelola manajemen masjid dengan baik, sehingga masjid masjid menjadi tempat ternyata bagi jamaah.

“Kita harapkan masjid ini, tidak hanya untuk tempat shalat berjamaah saja. Lebih dari itu dilaksanakan kegiatan pengajian dan pendalaman ilmu agama,” ujar pria kelahiran Parit Bangkong, Bengkalis ini.***(dskm/Edi)

Bupati Serahkan Remisi 250 Napi Lapas Klas II A Tembilahan

Inhil(SegmenNews.com)- Sebanyak 250 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tembilahan menerima remisi, 3 diantaranya dinyatakan langsung bebas, Jum’at (17/8/2018).

Penyerahan remisi atau pengurangan hukuman dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 ini, secara simbolis dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan kepada para warga binaan dengan didampingi oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Tembilahan, Sudirwan.

Bupati Wardan yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasonna Laoly mengatakan, pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi terhadap warga binaan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik.

“Remisi merupakan hak warga binaan, ini adalah sarana hukum yang penting,” ujar Bupati di halaman Lapas Klas II A Tembilahan.

Selain itu, remisi juga merupakan bentuk pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari selama menjalani masa hukuman.

Tolak ukur pencapaian perbaikan diri tersebut tidak didasarkan pada bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan, tetapi lebih kepada perilaku warga binaan.

“Remisi dikatakan juga sebagai instrumen yang penting guna memberikan stimulus bagi warga binaan agar berkelakuan baik. Remisi juga sebagaibalat modifikasi diri warga binaan,” katanya.

Pengajuan remisi, dijelaskan Bupati dilakukan melalui mekanisne yang transparan dengan menggunakan teknologi informasi yang sistematis.

“Pemberian remisi adalah terobosan yang berani untuk permasalahan yang hampur laten terjadi di lingkungan Lapas,” pungkasnya.

Penyerahan remisi kepada para warga binaan turut pula dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, seperti Ketua DPRD Kabupaten Inhil, H Dani M Nursalam, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin, Ketua Pengadilan Negeri Inhil, Ketua Pengadilan Agama Inhil, Kepala Kejaksaan Inhil, Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil..***(adv/hms)

Hutang Obat-obatan RSUD Rohul Mulai Teratasi

Rohul(SegmenNews.com)- Terkait hutang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul, kini secara bertahap sudah berhasil diatasi. Untuk membayar hutang tersebut, pihak managemen RSUD Rohul saat ini memberlakukan efsiensi ketat.

Diakui Direktur RSUD Rohul, dr.Novil Raykel, Senin (27/8/2018) mengakui, bahwa hutang RSUD Rohul sampai akhir Desember 2017 tercatat Rp.9.784.782.471. Hutang tersebut didominasi hutang obat-obatan kepada distributor capai Rp5,8 miliar, sehingga sempat menyebabkan pasokan obat ke RSUD Rohul terputus.

“Dari Rp5,8 miliar hutang obat ke distributor, kita sudah membayarkannya Rp3.523.760.740 meski ada beberapa distributor yang masih menunggu pembayaran hutang, namun pasokan obat ke RSUD saat ini sudah normal,” jelasnya.

Kemudian, selain hutang obat-obatan ke distributor kata Novil,  RSUD tercatat memiliki hutang jasa pelayanan medis sebesar Rp2.959.093.593. Namun hutang tersebut sudah dibayarkan sebesar Rp2.619.300.402, sehingga hutang jasa medis saat ini masih tersisa sebesar Rp339 juta saja.

Selain itu, untuk hutang lainya seperti ATK Rp. 221.376.000, bahan makan minum Rp 151.285.900, oksigen Rp.208.550.000, Diklat Rp. 31.112.500, belanja cetak akreditasi Rp 40. 836.150, belanja pelayanan Rontgen 5.101.250 dan itu semuanya sudah dilunasi.

“Pembayaran hutang dilakukan secara mandiri oleh dana BLUD, dari Rp9,78 miliar hutang 2017, kita sudah selesaikan Rp.6,5 miliar. Hutang kita yang tersisa tinggal Rp 2,7 miliar terdiri dari sisa hutang obat, sisa hutang jasa medis dan sisa hutang Alkes, Insyaallah akhir tahun ini seluruhnya kita selesaikan,” sebut Novil optimis.

Pembayaran hutang dibayarkan secara mandiri melalui dana BLUD, sedangkan Pemkab hanya membantu dari sisi renovasi dan perbaikan portal parkir sekitar Rp3,9 miliar sementara di 2019 RSUD akan disuport penuh dengan alokasi anggaran sebesar Rp7 miliar untuk operasional dan pengadaan obat.

Jelas Novil, untuk membayar hutang, RSUD Rohul harus melakukan efesiensi di seluruh lini pelayanan, mulai dari pemakaian listrik, air, internet, perjalanan dinas, operasional Ambulans, pemakaian bahan abis pakai, Alkes hingga makan minum pasien. Namun dirinya memastikan, efesiensi tersebut tidak sampai menganggu pelayanan.

“Sehingga kita bisa menghemat hingga Rp300 sampai Rp400 juta per bulannya. Kita juga bentuk tim Casemik untuk menghitung jasa medis perdiagnosis BPJS guna memastikan Jasa medik RSUD dibayarkan sesuai Conding (kode diagnosa),”sebutnya.

Kemudia, upaya lain yang dilakukan RSUD dalam efesiensi yakni mengaktifkan pengawasan internal untuk tata kelola keuangan dan supervisor pelayanan rawat jalan. Pengawasan internal tersebut bertujuan memastikan ketersediaan tempat tidur rawat inap serta mengawasi respontime pelayanan di UGD dan ICU.

“Pengaruhnya, pengeluaran yang tidak urgen dapat dipantau sehingga cost biaya dapat di hemat. Seperti operasional ambulance, penggunaan rawat inap yang tetap memprioritaskan pasien yang benar-benar harus dirawat,” ucapnya.

Menurutnya, semua perbaikan tata kelola keuangan RSUD serta peningkatan mutu pelayanan tetap mengacu pada percepatan akreditasi RSUD Rohul yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti.***(fit)

Percepat Pembangunan, Bupati Bengkalis Temui Menteri PPN

Percepat Pembangunan, Bupati Bengkalis Temui Menteri PPN

Jakarta(SegmenNews.com)- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Senin pagi, 27 Agustus 2018, menerima Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan jajaran Pemkab Bengkalis.

Menteri PPN Bambang menerima Bupati Amril di ruang rapat di samping ruang kerjanya, di lantai I kantor Bappenas, jalan Taman Suropati No 2, RT 6/RW 4, Menteng, Jakarta Pusat.

Turut mendamping Bupati Amril yang diterima Menteri PPN/Kepala Bappenas pada pukul 09.30 WIB tersebut, diantaranya, Sekretaris Daerah H Bustami HY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H Heri Indra Putra, Kepala Bappeda H Jondi Indra Bustian, dan Kepala BPAKD, Aulia.

Sedangkan yang mendampingi Bambang Brodjonegoro menerima Bupati Amril dan rombongan, antara lain Wismana Adi Suryabrata (Deputi Bidang Sarana dan Prasarana), Ikhwan Hakim (Direktur Transportasi), dan Oktorialdi (Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan).

Kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bupati Amril menceritakan, bahwa dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Bengkalis mengalami kesulitan anggaran pembangunan.

“Di tahun 2018 ini, Kabupaten Bengkalis mengalami defisit sekitar Rp14 triliun. Kurang lebih 38 persen dari total APBD 2018 sebesar Rp3,6 triliun,” terang Bupati Amril, mencontohkan.

Akibat terbatasnya anggaran itu, imbuh mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir itu, upaya yang dilakukan Pemkab Bengkalis dan mempercepat keberhasilan dan pemerataan pembangunan tak bisa maksimal.

Misalnya, penyediaan infrastruktur antar desa, antar kecamatan dan konektifitas antar kawasan dengan kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bengkalis yang sangat diperlukan guna meningkatan ekonomi masyarakat.

“Dampaknya itu tadi. Upaya-upaya Pemkab Bengkalis untuk mempercepat keberhasilan dan pemerataan pembangunan tak bisa maksimal. Beberapa proyek strategis daerah terpaksa ditunda,” ujar Bupati Amril kepada Bambang Brodjonegoro.

Kepada mantan Menteri Keuangan tersebut, selain meminta langkah-langkah yang tepat yang harus dilakukan guna mensinergikan pembangunan yang dilaksanakan dengan pusat dan daerah, khususnya dengan Kabupaten Bengkalis, Bupati Amril juga mohon dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mempercepat pembangunan di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

“Baik melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) maupun program, kegiatan kementerian/lembaga untuk percepatan pembangunan infrastruktur di pulau Bengkalis dan Rupat yang merupakan pulau terluar dan daerah perbatasan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, ketika memaparkanover view Pembangunan Kabupaten Bengkalis kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Tak hanya itu. Saat menyampaikan over view, melalui Menteri PPN/Kepala Bappenas, Jondi juga menyinggung agar penyaluran dana bagi hasil oleh Pemerintah Pusat harus lebih transparan.

Kesimpulan lain yang disampaikan Jondi melalui paparannya, yaitu Kabupaten Bengkalis mempunyai potensi untuk memberikan kontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Regional Provinsi Riau bila upaya-upaya debottlenecking infrastruktur jalan dapat lebih dikuatkan.

Adapun yang dimaksud debottlenecking adalah menghilangkan hambatan-hambatan yang memacetkan proses dan program pembangunan. ***(rls)