Beranda blog Halaman 186

Pj Gubri dan Forkopimda Riau Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

Pj Gubri dan Forkopimda Riau Bersinergi untuk Kemajuan Daerah

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi, menghadiri silaturahmi yang digelar oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (21/10/2024). Pertemuan yang berlangsung di Skylounge VIP Room Pandawa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-pemangku kebijakan demi kemajuan Riau.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Rahman Hadi menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang erat antar-Forkopimda dalam mewujudkan pembangunan yang terkoordinasi dan berkesinambungan. “Alhamdulillah, kita malam ini dapat duduk bersama dan berbagi gagasan untuk menyatukan visi menuju Riau yang lebih baik, aman, dan kondusif di masa mendatang,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, lanjut Rahman, sangat mengapresiasi pertemuan tersebut, karena Forkopimda merupakan forum strategis yang dapat menyatukan seluruh elemen dalam rangka menyelenggarakan tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang lebih optimal. “Forkopimda berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program-program strategis di Riau,” tambahnya.

Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Pj Gubernur menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mengatasi tantangan di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan keamanan. “Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berbagi informasi dan memperkuat persatuan, agar Riau terus maju di masa depan,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Feri Yunaldi, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pejabat Forkopimda yang hadir, seraya berharap pertemuan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia juga menekankan bahwa sinergi antar-komponen, khususnya TNI, Polri, dan Pemprov Riau, merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan di provinsi ini.

“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan baik bersama Forkopimda di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Riau, dan Alhamdulillah, situasi di Riau hingga saat ini tetap aman, tertib, dan terkendali,” ujar Marsma Feri.

Dalam silaturahmi tersebut, hadir sejumlah pejabat penting di Provinsi Riau, termasuk Kapolda, Kajati, Ketua Sementara DPRD Riau, Danrem 031/Wira Bima, serta Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Provinsi Riau.**(mcr/hardian)

Penyuluh Agama Pekanbaru Diberi Pembekalan Tingkatkan Pelayanan

Penyuluh Agama Pekanbaru Diberi Pembekalan Tingkatkan Pelayanan

Pekanbaru(SegmenNews.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru mengadakan pembekalan untuk para Penyuluh Agama, dengan fokus pada program Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) tahun 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan serta pengetahuan para penyuluh agama dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Kemenag Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Kepala Seksi PD Pontren, Eka Purba, menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran para penyuluh dalam memberikan bimbingan keagamaan.

“Penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing masyarakat, terutama dalam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren dan pendidikan agama Islam,” ungkapnya.

Eka Purba menambahkan, peran strategis penyuluh agama sangat penting untuk membentuk masyarakat yang religius.

“Melalui peran ini, generasi muda dan masyarakat mendapatkan bimbingan serta arahan dalam menghadapi berbagai isu keagamaan,” jelasnya lebih lanjut.

Ia berharap para penyuluh agama di Kota Pekanbaru dapat menyebarkan informasi dan mengoptimalkan pelayanan keagamaan di masyarakat. “Kami berharap, penyuluh agama mampu meningkatkan kualitas pelayanan terutama di bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren,” pungkasnya.*

Pj Bupati Bengkalis Ingatkan ASN Bekerja Maksimal

Bengkalis(SegmenNews.com)- Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bengkalis, Akhmad Sudirman Tavipiyono, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, agar dapat terus bekerja untuk negara dan Republik Indonesia dalam mewujudkan visi dan misi nasional di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Jendral TNI (Purn) Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kita telah ketahui bersama-sama bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia telah mengambil sumpah jabatannya dan hari ini telah menjalankan tugasnya serta telah menunjuk menteri-menterinya dan hari ini akan dilantik. Alhamdulillah berkat Allah SWT., Indonesia tetap aman, tentram dan kita dapat melakukan suksesi kepemimpinan nasional kita dengan sangat bagus,” ujar Pjs Bupati Bengkalis.

Ungkapan itu disampaikannya ketika menjadi pemimpin upacara gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, di halaman kantor Bupati Bengkalis, Senin, 21 Oktober 2024.

“Sebagaimana kita ikuti bersama, Presiden Republik Indonesia juga akan melantik menteri-menterinya dengan nama Kabinet Merah Putih. Dan tentu kedepannya kita akan menyesuaikan semuanya. Karena politik kita adalah politik untuk negara,” sebut Pjs Bupati.

Mungkin, dalam pesta demokrasi memilih Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu lalu, lanjutnya, pilihannya berbeda-beda. Namun saat ini harus kembali bersatu dalam menjalankan tugas untuk Negara dan Republik Indonesia.

“Maka kita harus bersatu dan tidak ada lagi visi dan misi lain, melainkan visi dan misi untuk negara. Kita ikuti dan kita tunggu seperti apa nanti susunan kabinetnya dan kita tunggu nanti sampai kepada kita program-programnya di kabupaten dan bahkan sampai di tingkat desa,” ucapnya.

“Kita ikuti dan tetap bekerja dengan baik. Dan ini pesan penting saya yang pertama,” imbuhnya.

Kemudian, Akhmad Sudirman Tavipiyono dalam apel bersama tersebut juga memberikan pesan kedua, yakni agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk tetap menjaga netralitas pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 ini.

“Kita sebentar lagi akan melakukan dua Pilkada yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, serta Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis. Untuk itu sebagai ASN tetap netral dan tidak boleh berpihak sana sini dan kita harus tetap bekerja seperti biasa serta tidak ada sesuatu yang mengakibatkan kita di tegur oleh Panwaslu dan pihak lainnya,” ungkapnya.

Alhamdulillah, lanjut Tavipiyono, sampai saat ini dan hampir setiap hari mendapatkan laporan, ASN Kabupaten Bengkalis masih tetap menjaga netralitasnya dengan baik.

“Terima kasih kepada bapak-ibu semuanya dan terus jaga netralitas kita sampai pada saatnya Pilkada serentak 27 November 2024 dan tahapannya selesai,” pesannya.

Jangan sampai terjadi seperti di wilayah yang lain yang saat ini telah ada kasus ASN yang tidak menjaga netralitas, memihak kepada salah satu pasangan calon.

Hadir dalam upacara gabungan tersebut, Sekda Bengkalis dr Ersan Saputra dan para Pejabat Tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta para ASN dari seluruh instansi Pemerintah Kabupaten Bengkalis.***(imam/)

Awas Kehujanan, Cek Prakiraan Cuaca di Riau

Hujan (ilustrasi net)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Riau.

Diprediksi hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah setempat, pada Senin (21/10/2024).

Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Deby C mengatakan, hujan akan mengguyur sebagian wilayah Riau hingga dini hari.

“Pada pagi hari, sebagian wilayah Riau kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Indragiri Hilir,” katanya.

Kemudian, siang hingga sore hari cuaca sebagian besar wilayah Riau cerah berawan. Hujan akan mengguyur Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Lalu, pada malam hari sebagian besar wilayah Riau berawan.

“Pada dini hari, hujan ringan diprediksi akan mengguyur Kabupaten Kampar dan Pelalawan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, suhu udara Riau hari ini berada di angka 22.0 – 33.0 °C dengan kelembapan Udara 55 – 99 %.

“Sementara arah angin berhembus ke Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan 10 – 30 km/jam,” katanya.

Prakiraan tinggi gelombang di Wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.01 – 0.50 meter (Tenang).***(mr)

PLN Sukses Layani Pelantikan Presiden dan Wapres RI 2024

PLN Sukses Layani Pelantikan Presiden dan Wapres RI 2024

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) berhasil menyukseskan rangkaian agenda kenegaraan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2024-2029 di Jakarta pada Minggu (20/10). Dalam hal ini, PLN menerjunkan ratusan personel siaga dan suplai kelistrikan berlapis sehingga acara berjalan lancar.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa PLN telah memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima untuk acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih serta pelaksanaan pesta rakyat setelah agenda pelantikan.

“Kami telah mempersiapkan seluruh infrastruktur kelistrikan dengan sebaik-baiknya sehingga baik selama pelantikan presiden dan wakil presiden maupun pesta rakyat berjalan lancar dan tanpa kendala,” ungkapnya.

Darmawan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan masa siaga mulai dari tanggal 15 hingga 24 Oktober 2024. Selama periode tersebut, para personel dengan peralatan lengkap terus bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk gangguan teknis yang bisa terjadi.

“Personel dan peralatan khusus juga telah kami siagakan agar tidak ada kendala yang mengganggu proses acara penting ini,” ujar Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Lasiran mengatakan, kondisi sistem kelistrikan Jakarta berada dalam kondisi aman dengan Daya Mampu Pasok sebesar 8.919 Megawatt (MW) dan Beban Puncak di angka 5.882 MW. Sehingga, terdapat Cadangan Daya sebesar 3.037 MW atau setara 34,05%.

“Dengan cadangan daya yang cukup dan kesiapan seluruh personel serta peralatan pendukung, kami sukses menjaga keandalan pasokan listrik selama seluruh rangkaian acara pelantikan berlangsung,” ujar Lasiran.

Dalam menghadirkan keandalan pasokan, PLN juga menyiagakan 773 personel yang bersiaga 24 jam. Sedangkan untuk peralatan yang disiagakan adalah termasuk 55 Uninterruptible Power Supply (UPS) (10.125 kVA), 7 Unit Kabel Bergerak (UKB) (6.635 meter), 9 Unit Gardu Bergerak (UGB) (7.980 kVA), 5 mobil deteksi, 3 genset (950 kVA), dan 4 crane.

“Dukungan peralatan lengkap akan mem- _backup_ pasokan listrik di 36 lokasi krusial, seperti Istana Negara, Kompleks MPR/DPR RI, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Bandara Halim, 18 hotel tamu negara, dan 14 panggung Pesta Rakyat di Jalan Sudirman, dipantau dari 4 posko siaga,” ujar Lasiran.

Selain itu, PLN juga menyiagakan 17 unit EV Charging Mobile, terdiri dari 10 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan 7 SPKLU roda dua di Parkir Selatan SUGBK. SPKLU ini siap melayani 536 kendaraan listrik, termasuk 323 mobil tamu negara dan 213 motor untuk operasional TNI dan Polri.

“Kami berkomitmen untuk memastikan keandalan listrik selama acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar, termasuk pesta rakyat setelahnya. Seluruh persiapan yang kami lakukan merupakan bentuk dukungan penuh PLN untuk kesuksesan peristiwa penting ini,” pungkas Lasiran.***(rl)

Kadis Perkim Rohul Herry Islami dan Kontraktor Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa Herry Islami dan kontraktor Josua Tobinh saay menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.(foto:SegmenNews.com)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kepala Dinas Permukiman Kabupaten Rokan Hulu, Herry Islami ST MT dan Direktur PT Esa Riau Berjaya, Joshua Tobing, dituntut selama dua tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan. Selain itu juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara, Rp 605 juta di antaranya telah dikembalikan

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Galih SH dan Agung Arda Putra SH, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat, 18 Oktober 2024.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Jimmi Maruli SH, Jaksa Penuntut Umum menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya disebutkan, terdakwa Herry Islami selaku Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan terdakwa Joshua Tobing selaku penyedia sekaligus Direktur PT. Esa Riau Berjaya (PT ERB), yaitu pelaksana kegiatan belanja BBM/Gas dan belanja sewa sarana mobilitas darat pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rokan Hulu Tahun Anggaran 2019 s.d 2021.

Perbuatan terdakwa bersama Josua telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp6.208.041.462. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau.***(ran)

Rp1 Triliun Uang Panen Sawit Desa Senama Nenek Tak Transparan

Suroto, SH

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Diperkirakan Rp 1 Triliun uang panen sawit masyarakat Desa Senama Nenek dikelola tidak transparan oleh Koperasi KNES. Sementara Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemrpov Riau dan Penegak Hukum tutup mata

Hal ini dikatakan Suroto, SH Ketua Tim TAPAK Riau yang menjadi kuasa hukum masyarakat, kepada wartawan, Jumat 18 Oktober 2024. Dikatakannya, hal ini bermula pada
Desember 2019 Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI membagikan 2.800 Ha lahan perkebunan. 2.100 Ha di antaranya merupakan kebun kelapa sawit produktif.

Pemberian 2.800 Ha kebun kepada masyarakat Desa Senama Nenek tersebut disertai dengan sertifikat hak milik masing – masingnya dimana perkepala keluarga mendapatkan 1 kapling dengan luas 1.8 Ha. Kebun sawit yang dibagikan kepada masyarakat tersebut adalah lahan yang sebelumnya dikelola oleh PTPN V sebagai solusi penyelesaian konflik yang sudah bertahun – tahun terjadi antara masyarakat ulayat Senama Nenek dengan PTPN V.

“Entah bagaimana caranya, kemudian 2.100 Ha kebun sawit masyarakat Desa Senama Nenek tersebut dikelola dan dipanen oleh Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) dengan bekerjasama dengan PTPN V padahal masyarakat pemilik kebun sama sekali tidak pernah memberikan persetujuan atau kuasa kepada KNES atau PTPN V untuk mengelola kebun sawitnya dan masyarakat pemilik kebun juga merasa tidak pernah mendaftar menjadi anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek,” ujarnya.

Selama dikelola oleh KNES yang bekerjasama dengan PTPN V, lanjutnya, pengelolaan keuangan hasil panen kebun tersebut sangat tidak transparan, uang hasil panen kebun 2.100 Ha milik masyarakat Desa Senama Nenek jika dihitung sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang jumlahnya sangat besar,
“Bayangkan saja, kebun sawit seluas 2.100 Ha jika hasil penanya tiap bulan perhektar 3 Ton maka total hasil panenya berbulan sekitar 6.300 ton atau 6.300.000 kilo, jika harga rata – rata Rp. 2800,- perkilo maka jumlah uang hasil panen perbulanya Rp17.640.000.000,-. Jika dihitung dari awal 2020 sampai dengan sekarang ( sudah 60 bulan ) maka uang hasil panen yang dikelola oleh KNES bekerjasama dengan PTPN V angkanya sangat fantastis mencapai Rp1.058.400.000.000,” ujarnya.

Sangat disayangkan uang panen kebun sawit yang sangat besar tersebut tidak dapat mensejahterakan masyarakat Senama Nenek sebagai pemiliknya, malah Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) H. Alwi menyebutkan pada tahun 2021 KNES berhutang jumlahnya sampai Rp. 68.555.000.000, yang pembayaran hutangnya dibebankan kepada hasil panen kebun masyarakat, padahal masyarakat tidak pernah tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan masyarakat tidak pernah diberikan rincian hutang oleh Ketua KNES H. Alwi meskipun sudah berkali – kali diminta oleh masyarakat.

“Karena KNES tidak transparan dalam mengelola uang hasil panen kebun masyarakat, kemudian masyarakat pemilik kebun melalui Ninik Mamaknya Datuk Bandaharo melaporkan perihal tersebut kepada Pemerintah Kab. Kampar, Dinas Koperasi Kab. Kampar, Polres Kampar, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau akan tetapi semua instansi tersebut seakan tutup mata dan tidak mau ambil pusing dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek dengan KNES, padahal para pemilik kebun tersebut adalah masyarakat yang harusnya dilindungi dan diayomi, jangan cuma musim kampanye Pilkada saja calon Kepala Daerah itu datang dan meminta dukungan akan tetapi pada saat masyarakat Desa Senama Nenek ada masalah Bupati dan Gubernur terpilih acuh dan tidak perduli, ungkap Suroto.

Pada akhir tahun 2023 kemarin karena desakan ekonomi, masyarakat Senama Nenek pemilik kebun mencoba melakukan pemanenan mandiri kebun sawitnya, hal tersebut dilakukan karena bagi hasil uang panen sawit yang diberikan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) kepada Pemilik kebun jumlahnya terlalu kecil rata – rata hanya Rp.900.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ), bahkan pada bulan September 2023 masyarakat pemilik kebun cuma menerima bagi hasil panen sejumlah Rp. 350.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ) jumlah ini sangat tidak masuk akal, perhitungan masyarakat pemilik kebun seharusnya mereka bisa mendapatkan pembagian hasil penen tersebut sejumlah Rp. 4.000.000,- s/d Rp.4.500.000,- perbulan perkapling ( seluas 1,8 Ha ). “Mau makan apa kami Klien kami dengan pembagian hasil panen yang cuma Rp. 900.000,- perbulan itu,” ungkap Suroto, SH.

Panen mandiri yang dilakukan masyarakat tersebut tidak berjalan mulus dan tidak dapat dilanjutkan karena puluham pihak pengamanan yang diturunkan KNES membuat masyarakat pemilik kebun takut, selain itu akses jalan keluar masuk mobil pengangkut buah saat itu juga ditutup menggunakan portal oleh pengamana KNES dan pabrik kelapa sawit dan ram yang ada disekitar kebun masyarakat juga tidak mau menerima buah dari masyarakat karena telah disomasi oleh KNES.

“Sangat keterlaluan sikap Pemerintah Kab. Kampar, Pemrov Riau dan aparat penegak hukum yang sama sekali tidak perduli dengan persoalan yang selama bertahun – tahun dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek tersebut, Pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2800 Ha menanggung beban hutang sampai Rp 68.555.000.000, yang mereka sama sekali tidak tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan tidak pernah diperlihatkan bukti hutangnya, heran juga saya kok seperti gak ada yang mau berurusan dengan KNES, padahal persoalan itu sudah berkali – kali kami sampaikan kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum melalui surat,” ungkap Suroto, SH.

Masyarakat pemilik kebun juga menyayangkan sikap PTPN V sekarang bernama PTPN IV Sub Holding PalmCo yang tetap saja bekerjasama dengan KNES padahal PTPN V mengetahui KNES tidak transparan mengelola uang hasil panen kebun masyarakat dan PTPN V juga mengetahui uang bagi hasil panen yang diberikan KNES kepada masyarakat pemilik kebun angkanya sangat kecil dan tidak masuk akal, seharusnya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah PTPN V ikut mengupayakan bagaimana agar 2800 Ha kebun sawit yang diberikan Pemerintah pusat tersebut benar – benar bisa mensejahterakan masyarakat Desa Senama nenek, tidak hanya berfikir bagaimana PTPN V mendapat keuntungan.

Bulan Desember 2024 nanti kontrak kerjasama antara KNES dengan PTPN V akan berakhir, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2800 Ha kebun sawit menolak secara tegas jika PTPN V memperpanjang kerjasamanya dengan KNES dalam mengelola kebun 2800 Ha dikarenakan dari awal masyarakat sebagai pemilik kebun tidak pernah menyetujui dan tidak pernah memberikan kuasa kepada KNES untuk bekerjasama kepada PTPN V, jika PTPN V memperpanjang kerjasamanya dengan KNES maka masyarakat Desa Senama Nenek akan menggelar aksi unjuk rasa besar – besaran, akan menduduki dan menginap di kantor PTPN V dan menyurati Presiden R.I, Menteri BUMN dan pejabat terkait lainya, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik kebun juga akan melaporkan PTPN V ke Mabes Polri atau Polda Riau atas dugaan melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana pasal 480 KUHP,” ungkapnya.***(rn)

Masyarakat Senama Nenek Ancam Duduki PTPN IV Sub Holding PalmCo

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2.800 ha kebun sawit, meminta secara tegas kepada PTPN V yang saat ini telah berganti nama PTPN IV Sub Holding PalmCo untuk tidak melanjutkan kerjasama dengan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) pada Desember 2024 mendatang. Jika tidak, masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran menduduki dan menginap di kantor PTPN V Jalan Rambutan Pekanbaru.

Hal ini ditegaskan Suroto, SH, Ketua Tim TAPAK Riau yang menjadi kuasa hukum masyarakat, kepada wartawan, Jumat 18 Oktober 2024. Hal ini menurut Suroto, karena masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2.800 Ha dari awal tidak pernah menyetujui dan tidak pernah memberikan kuasa kepada KNES untuk bekerjasama kepada PTPN V.

Selain melakukan aksi demonstrasi besar-besaran, masyarakat lanjut Sutoto, juga akan menyurati Presiden R.I, Menteri BUMN dan pejabat terkait lainya, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik kebun juga akan melaporkan PTPN V ke Mabes Polri atau Polda Riau atas dugaan melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana pasal 480 KUHP.

Diungkapkan Suroto, diperkirakan Rp1 triliun uang panen sawit 2.100 Ha masyarakat Desa Senama Nenek dikelola tidak transparan oleh Koperasi KNES. Sementara Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemprov Riau dan Penegak Hukum, seolah tutup mata dengan petsoalan yang sudah berkali-kali disampaikan masyarakat ini.

Dikatakannya, Desember 2019, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI membagikan 2800 Ha lahan perkebunan, 2100 Ha diantaranya merupakan kebun kelapa sawit produktif. Pemberian 2.800 Ha kebun kepada masyarakat Desa Senama Nenek tersebut disertai dengan sertifikat hak milik masing – masingnya dimana perkepala keluarga mendapatkan 1 kapling dengan luas 1.8 Ha. Kebun sawit yang dibagikan kepada masyarakat tersebut adalah lahan yang sebelumnya dikelola oleh PTPN V sebagai solusi penyelesaian konflik yang sudah bertahun – tahun terjadi antara masyarakat ulayat Senama Nenek dengan PTPN V.

“Entah bagaimana caranya kemudian 2.100 Ha kebun sawit masyarakat Desa Senama Nenek tersebut dikelola dan dipanen oleh Koperasi Nenek Eno Senama Nenek dengan bekerjasama dengan PTPN V padahal masyarakat pemilik kebun sama sekali tidak pernah memberikan persetujuan atau kuasa kepada KNES atau PTPN V untuk mengelola kebun sawitnya dan masyarakat pemilik kebun juga merasa tidak pernah mendaftar menjadi anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek,” ujarnya.

Selama dikelola oleh KNES yang bekerjasama dengan PTPN V, lanjut Suroto, pengelolaan keuangan hasil panen kebun tersebut sangat tidak transparan. “Uang hasil panen kebun 2.100 Ha milik masyarakat Desa Senama Nenek jika dihitung sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang jumlahnya sangat besar, bayangkan saja, kebun sawit seluas 2.100 Ha jika hasil panennya tiap bulan perhektar 3 Ton, maka total hasil panenya perbulan sekitar 6.300 ton atau 6.300.000 kilo, jika harga rata – rata Rp2.800,- perkilo maka jumlah uang hasil panen perbulanya Rp17.640.000.000,-. Jika dihitung dari awal 2020 sampai dengan sekarang ( sudah 60 bulan ) maka uang hasil panen yang dikelola oleh KNES bekerjasama dengan PTPN V angkanya sangat fantastis mencapai Rp1.058.400.000.000,” ujarnya.

“Sangat disayangkan uang panen kebun sawit yang sangat besar tersebut tidak dapat mensejahterakan masyarakat Senama Nenek sebagai pemiliknya, malah Ketua KNES, H. Alwi menyebutkan pada tahun 2021 KNES berhutang jumlahnya sampai Rp68.555.000.000, yang pembayaran hutangnya dibebankan kepada hasil panen kebun masyarakat, padahal masyarakat tidak pernah tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan masyarakat tidak pernah diberikan rincian hutang oleh Ketua KNES H. Alwi meskipun sudah berkali – kali diminta oleh masyarakat,” terangnya.

“Karena KNES tidak transparan dalam mengelola uang hasil panen kebun masyarakat, kemudian masyarakat pemilik kebun melalui Ninik Mamaknya, Datuk Bandaharo melaporkan perihal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, Dinas Koperasi Kabupaten Kampar, Polres Kampar, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau akan tetapi semua instansi tersebut seakan tutup mata dan tidak mau ambil pusing dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek dengan KNES, padahal para pemilik kebun tersebut adalah masyarakat yang harusnya dilindungi dan diayomi, jangan cuma musim kampanye Pilkada saja calon Kepala Daerah itu datang dan meminta dukungan akan tetapi pada saat masyarakat Desa Senama Nenek ada masalah Bupati dan Gubernur terpilih acuh dan tidak perduli, ungkap Suroto.

Lebih lanjut dikatakannya, pada akhir tahun 2023 kemarin karena desakan ekonomi, masyarakat Senama Nenek pemilik kebun mencoba melakukan pemanenan mandiri kebun sawitnya, hal tersebut dilakukan karena bagi hasil uang panen sawit yang diberikan Koperasi Nenek Eno Senama Nenek ( KNES ) kepada Pemilik kebun jumlahnya terlalu kecil rata – rata hanya Rp900.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ), bahkan pada bulan September 2023 masyarakat pemilik kebun cuma menerima bagi hasil panen sejumlah Rp350.000,- perbulan perkapling ( 1,8 Ha ) jumlah ini sangat tidak masuk akal, perhitungan masyarakat pemilik kebun seharusnya mereka bisa mendapatkan pembagian hasil penen tersebut sejumlah Rp. 4.000.000,- s/d Rp.4.500.000,- perbulan perkapling ( seluas 1,8 Ha ), mau makan apa kami Klien kami dengan pembagian hasil panen yang cuma Rp900.000,- perbulan itu, ungkap Suroto, SH.
Panen mandiri yang dilakukan masyarakat tersebut tidak berjalan mulus dan tidak dapat dilanjutkan karena puluhan pihak pengamanan yang diturunkan KNES membuat masyarakat pemilik kebun takut, selain itu akses jalan keluar masuk mobil pengangkut buah saat itu juga ditutup menggunakan portal oleh pengamanan KNES dan pabrik kelapa sawit dan ram yang ada di sekitar kebun masyarakat juga tidak mau menerima buah dari masyarakat karena telah disomasi oleh KNES.

“Sangat keterlaluan sikap Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemrov Riau dan aparat penegak hukum yang sama sekali tidak perduli dengan persoalan yang selama bertahun – tahun dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek tersebut, Pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2.800 Ha menanggung beban hutang sampai Rp. 68.555.000.000, yang mereka sama sekali tidak tahu untuk apa kegunaan uang hutang tersebut dan tidak pernah diperlihatkan bukti hutangnya, heran juga saya kok seperti gak ada yang mau berurusan dengan KNES, padahal persoalan itu sudah berkali – kali kami sampaikan kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum melalui surat,” ungkap Suroto, SH.

Masyarakat pemilik kebun juga menyayangkan sikap PTPN V sekarang bernama PTPN IV Sub Holding PalmCo yang tetap saja bekerjasama dengan KNES padahal PTPN V mengetahui KNES tidak transparan mengelola uang hasil panen kebun masyarakat dan PTPN V juga mengetahui uang bagi hasil panen yang diberikan KNES kepada masyarakat pemilik kebun angkanya sangat kecil dan tidak masuk akal, seharusnya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah PTPN V ikut mengupayakan bagaimana agar 2.800 Ha kebun sawit yang diberikan Pemerintah pusat tersebut benar – benar bisa mensejahterakan masyarakat Desa Senama nenek, tidak hanya berfikir bagaimana PTPN V mendapat keuntungan.

Bulan Desember 2024 nanti kontrak kerjasama antara KNES dengan PTPN V akan berakhir, masyarakat Desa Senama Nenek pemilik 2.800 Ha kebun sawit menolak secara tegas jika PTPN V memperpanjang kerjasamanya dengan KNES dalam mengelola kebun 2.800 Ha dikarenakan dari awal masyarakat sebagai pemilik kebun tidak pernah menyetujui dan tidak pernah memberikan kuasa kepada KNES untuk bekerjasama kepada PTPN V.***(rn)

Disnaker Rohul Segera Tindaklanjuti Ketenagakerjaan di PT APGWI

Maraganti Hasibuan, Kabid Naker Diskopnakertrans Rohul

Rohul(SegmenNews.com) – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) kabupaten Rokan Hulu akan segera melakukan pengecekan terkait ketenagakerjaan di PT APG Westkampar Indonesia di Pendalian, Kecamatan Pendalian IV Koto.

Pasalnya, hingga saat ini Diskopnakertrans belum menerima laporan ketenagakerjaan di PT APG Westkampar Indonesia tersebut.

Kadis Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Zulhendri melalui Kabid Tenaga Kerja Maraganti Hasibuan ketika dihubungi SegmenNews.com, Jumat 18 Oktober 2024 mengatakan belum menerima laporan terkait ketenagakerjaan di perusahaan minyak dan gas tersebut dan sesuai arahan dari pimpinan, pihaknya akan melakukan pengecekan terkait ketenagakerjaan.

“Jadi, kami belum menerima laporan terkait ketenagakerjaan, masing masing divisi seperti apa, berapa tenaga kerja non skill dan skill, kami belum menerima, kami sudah menunggu laporan dari perusahaan tetapi sampai saat ini belum ada, sesuai perintah atasan kami akan langsung mengecek kelapangan,” ujar Maraganti.

“Sesuai Perda, seharusnya perusahaan yang beroperasi wilayah Rokan Hulu agar mempekerjakan 40 persen tenaga kerja lokal yaitu tenaga kerja yang memiliki KTP Rokan Hulu di tahun pertama, setelah 5 tahun beroperasi, naik lagi menjadi 60 persen dari total keseluruhan pekerja di perusahaan tersebut,” tambah Maraganti.

Lanjut Maraganti, terkait lowongan kerja sebaiknya pihak perusahaan membuat pengumuman atau laporan agar masyarakat Rokan Hulu bisa dapat bekerja dan mengurangi angka pengangguran.

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Migas PT APG Westkampar Indonesia (APGWI) mempekerjakan ratusan pekerja dari luar Kabupaten Rokan Hulu untuk bekerja dalam proyek Seismik pengeboran minyak di Kecamatan Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu.

Salah satu pekerja ketika dijumpai SegmenNews.com di camp pekerja yang terletak di SMK Terpadu Ujungbatu, Rabu 16 Oktober 2024, mengatakan, saat ini dirinya dan sekitar ratusan pekerja sedang melakukan pengeboran di wilayah Desa Sei Kandis, Kecamatan Pendalian IV Koto melalui PT APG Westkampar Indonesia dan Sucofindo.

“Kami sedang ngebor minyak di Kandis, sekitar 1,5 jam dari sini, sebelum pasar Ujungbatu belok ke kanan lalu jalan berbukit bukit gitu bang, saya tidak tau daerahnya Kandis, Kandis gitu mas,”ujar salah satu pekerja.

“Kami kerja ini, gabungan Sucofindo dan PT Wi gitu kurang tau saya, ada nama perusahaannya di mobil itu (Truck antar jemput pekerja,red),” lanjutnya.

Lanjutnya, sekitar ratusan pekerja ada sekitar 50 orang berasal dari Sumatera Selatan dan lainnya berasal dari Pulau Jawa.”Ya kami disini banyak mas, dari Palembang ada sekitar 50 orang, supir supir mobil angkutan ini juga dari luar, bahkan ada dari Jawa mas,” ujarnya.

Dijelaskannya, ia bersama rekan pekerja lainya sudah beberapa hari bekerja di Kabupaten Rokan Hulu. “Kerja kami ya ngebor aja, abis ngebor nyalain minyak itu, tapi tukar tukar kami ada yang tukang tembak beda lagi, ada tidak ada minyak bos bos atas yang turun, ditembak pakai bom Dynamit, kencang guncangannya, rumah ini bergetar semua,” lanjutnya.

Sementara, Humas PT APGWI Anggi Dharma ketika dikonfirmasi SegmenNews.com, mengenai ratusan pekerja luar yang bekerja dalam pengeboran PT APG Westkampar Indonesia mengatakan tidak ada pengeboran.”Kita saat ini tidak ada pengeboran minyak, masih pakai sumur yang lama,” tulis Anggi singkat.

Sementara, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Yanin Kholison ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa PT APG Westkampar dibawah naungan SKK Migas, yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). “Benar, APG Westkampar Indonesia, dibawah naungan SKK Migas, mengenai penggunaan gedung sekolah sebagai camp pekerja dan penggunaan pekerja dari luar akan kami cek lebih lanjut ke APGWI,” ujar Yanin.***(achir)

Pemkab Kampar dan Lapas Bangkinang Jalin Kerja Sama Bidang Ketahanan Pangan

Pemkab Kampar dan Lapas Bangkinang Jalin Kerja Sama Bidang Ketahanan Pangan

Kampar(SegmenNews.com) – Pemerintah Kabupaten Kampar bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 A Bangkinang untuk memanfaatkan lahan seluas 2 hektar dalam upaya mendukung ketahanan pangan daerah.

Lahan tersebut akan digunakan untuk penanaman jagung hibrida, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim.

Pj Bupati Kampar, dalam kunjungannya pada Kamis (17/10/2024), mengungkapkan bahwa kerja sama ini penting untuk mendukung ketahanan pangan dan juga mengasah keterampilan bercocok tanam bagi warga binaan.

“Pemanfaatan lahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi warga binaan,” ujar Bupati.

Program ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kepala Lapas 2 A Bangkinang, Edi Cahyono, SH, MH, menyatakan apresiasinya atas dukungan dari Pemkab Kampar, dan berharap agar model kerja sama ini dapat diterapkan di wilayah lain demi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. ***