Beranda blog Halaman 22

BRK Syariah Gelar Ramah Tamah Bersama ASN Pra Pensiun dan Purna Bhakti di Pekanbaru

BRK Syariah Ramah Tamah Bersama ASN Pra Pensiun dan Purna Bhakti di Pekanbaru

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) melaksanakan kegiatan ramah tamah bersama nasabah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pra pensiun dan purna bhakti, Minggu (01/02/26), bertempat di Halaman Kantor BRK Syariah Pekanbaru Sudirman.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan rutinitas masyarakat dalam rangka Car Free Day (CFD) dan diawali dengan senam jantung sehat yang diikuti oleh para peserta. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental dalam kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara BRK Syariah dan para nasabah PNS Pensiun dan Purna Bhakti.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Direkur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus; General Manager BRK Syariah Cabang Utama, Rina Muthia Zuhra; Branch Manager BRK Syariah Pekanbaru Sudirman, Mohd. Zamroni Fathoni; serta Branch Manager BRK Syariah Pekanbaru Arifin Ahmad, Marwan Setiadi.

Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Sukri, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis dalam memberikan edukasi kepada nasabah.

“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat silaturahmi dengan PNS pra pensiun dan purna bhakti, memberikan informasi yang jelas, serta menyampaikan informasi yang benar, mengingat maraknya penipuan berkedok aplikasi Taspen,” jelasnya.

Selain kegiatan olahraga bersama, acara juga diisi dengan pemaparan dari Manajer Layanan PT Taspen Cabang pekanbaru, Abdurrahim kamahi terkait informasi keraspenan, guna memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para PNS pra pensiun dan purna bhakti mengenai hak dan manfaat yang diterima saat memasuki masa pensiun.

Sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah kemeriahan acara, kegiatan ini juga diselingi dengan pembagian doorprize kepada para peserta serta pengecekan Kesehatan geratis.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam mendukung kesejahteraan bagi PNS, khususnya dalam menjalani masa pensiun dengan tenang dan berkah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi nasabah, khususnya PNS, dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan sesuai prinsip syariah.***(rl)

Menaker: BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Menaker: BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Surakarta(SegmenNews.com)- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihannya makin relevan dengan kebutuhan industri, lebih mudah diakses, dan buka kesempatan kerja kerja serta wirausaha lebih luas. Transformasi itu mencakup penguatan BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis.

Menurut Yassierli, transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari leb ih “nyambung” dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus memperluas peluang masyarakat untuk bekerja maupun berusaha. Untuk mengimplementasikan transformasi tersebut, Kemnaker akan berkolaborasi dengan kalangan akademisi agar kompetensi SDM selaras dengan kebutuhan industri terkini.

“Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation,” ujar Yassierli saat berkunjung ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)—yang sebelumnya dikenal sebagai BLK— Surakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, sinergi dengan akademisi juga akan dilakukan untuk memperkuat transformasi fungsi BLK sebagai pelaksanaan TIH, pusat pelatihan bagi peny andang disabilitas, serta pusat peningkatan produktivitas UMKM.

Yassierli menilai penguatan fungsi ini diperlukan agar BLK bukan hanya tempat pelatihan, tetapi juga ruang peningkatan kompetensi yang lebih inklusif dan berdampak. Selain pelatihan, Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis (wirausaha).

“Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya,” kata Yassierli.

Yassierli mengungkapkan, selama ini BLK menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat, antara lain jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, sistem jaminan kualitas pelatih an, kebaruan kurikulum, transparansi rekrutmen, serta pelacakan data lulusan/alumni.

“Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” ujar Yassierli.***(rl)

Di Usia Senja, Ida Elisma Akhirnya Memiliki Rumah Impian Berkat CSR BRK Syariah

Di Usia Senja, Ida Elisma Akhirnya Memiliki Rumah Impian Berkat CSR BRK Syariah

Dumai(SegmenNews.com)- Di sebuah gang kecil di Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, berdiri sebuah rumah sederhana yang kini menjadi sumber kebahagiaan besar bagi seorang perempuan lansia. Rumah itu bukan sekadar bangunan, tetapi simbol perjuangan, pengabdian, dan harapan yang akhirnya terwujud di usia senja.

Ida Elisma (62), warga Jalan Janur Kuning Gang Kapua, tak kuasa menahan haru saat mengenang perjalanan hidupnya. Selama puluhan tahun, ia hidup berpindah-pindah mengikuti tugas dinas suaminya yang seorang PNS. Kesibukan dan keterbatasan ekonomi membuat mimpi memiliki rumah sendiri terasa sangat jauh.

“Dulu kami tidak pernah terpikir bisa punya rumah sendiri. Kami tinggal ikut anak-anak, karena memang belum sempat dan tidak punya cukup dana untuk membeli rumah,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak banyak yang tahu, Ida adalah sosok yang selama ini mendedikasikan dirinya untuk pelayanan kemanusiaan. Sehari-hari ia bekerja memandikan jenazah di kamar jenazah RSUD Kota Dumai, sebuah pekerjaan yang jarang mendapat sorotan, tetapi sangat mulia. Ia melakukannya dengan tulus, tanpa pernah berharap balasan apa pun.

Harapan itu datang di usia senja. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) bersama Pemerintah Kota Dumai, Ida menerima bantuan material pembangunan Rumah Layak Huni senilai Rp70 juta. Dulunya lahan kosong kini berdiri kokoh rumah yang nyaman untuk ditinggali.

“September 2025 mulai dibangun, Desember sudah selesai. Dulu ini hanya tanah kosong, saya tidak pernah membayangkan bisa membangun rumah di sini. Alhamdulillah, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya lirih.

Sebagai nasabah BRK Syariah, Ida mengaku sering mendengar dari berita bahwa bank tersebut aktif membantu masyarakat melalui program CSR. Namun ia tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya menjadi penerima manfaat.

“Saya sering dengar BRK Syariah membantu masyarakat, tapi tidak menyangka kami yang akan merasakannya langsung. Ternyata BRK Syariah bukan hanya bank, tapi juga hadir memberi harapan,” ucapnya.

Kini, rumah itu akan menjadi tempat berkumpul anak dan cucunya. Tiga anak dan enam cucu Ida pun akan sering datang berkunjung, membawa tawa dan cerita baru yang membuat hari-hari tuanya terasa lebih hangat.

“Anak-anak senang sekali. Mereka bilang, orang tua sekarang sudah punya rumah sendiri. Itu yang membuat saya paling bahagia,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Ida, bantuan ini bukan sekadar bantuan material. Ini adalah simbol bahwa kepedulian masih nyata, bahwa kerja keras dan pengabdian tak pernah sia-sia.

“Terima kasih kepada BRK Syariah dan Pemerintah Kota Dumai. Ini bukan hanya rumah, tapi harapan dan semangat hidup baru bagi kami di masa tua. Semoga BRK Syariah terus maju dan membantu lebih banyak orang di sekitarnya ,” pungkasnya dengan suara bergetar.

Komitmen CSR BRK Syariah Berkelanjutan

Branch Manager BRK Syariah Dumai, Syahrul, menyampaikan bahwa bantuan material Rumah Layak Huni ini merupakan bagian dari program CSR BRK Syariah pada bidang kesejahteraan sosial yang terus berkelanjutan.

“Program bantuan Rumah Layak Huni ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial BRK Syariah di bidang kesejahteraan sosial. Ini bukan yang pertama kali di Kota Dumai. Tahun lalu, melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Dumai, kami juga menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Syahrul.

Ia menambahkan bahwa BRK Syariah berkomitmen untuk terus mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian yang layak.

Sinergi antara BRK Syariah dan Pemerintah Kota Dumai ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara BRK Syariah dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, menyentuh langsung kehidupan masyarakat, serta memperkuat nilai kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.***(rl)

BRK Syariah Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H, Perkuat Spiritualitas dan Moderasi Berpikir Insan Perusahaan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Baiturrahim BRK Syariah, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini juga dilaksanakan di seluruh jaringan kantor BRK Syariah di Riau, Kepulauan Riau, dan Jakarta, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan budaya kerja islami di lingkungan perusahaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha dan salat hajat berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Abdul Aziz. Acara inti diisi dengan kajian keislaman oleh Ustaz Maghfirah yang mengulas hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai pedoman kehidupan umat Islam.

Kegiatan ini dihadiri Komisaris Independen BRK Syariah Roy Prakoso, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Maghfirah menyampaikan bahwa kisah Isra’ Mi’raj mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam. Allah SWT menghendaki umat manusia menelaah setiap kisah dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj terdapat dinamika sosial, termasuk provokasi terhadap Rasulullah SAW dan umat Islam pada masa itu, yang menjadi pelajaran agar umat tetap teguh dan tidak mudah terpengaruh,” kata Ustad.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus menyampaikan harapannya agar seluruh insan BRK Syariah dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan keteguhan iman, kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan, serta pentingnya menjaga persatuan. Kami berharap insan BRK Syariah tidak mudah terprovokasi, karena perbedaan adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika kehidupan. Yang terpenting adalah tetap mengedepankan nilai kebaikan, toleransi, dan profesionalisme,” ujarnya.

Melalui peringatan ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus membangun insan perusahaan yang berintegritas, amanah, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H di BRK Syariah ditutup dengan sarapan bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan ukhuwah di lingkungan kerja.***(rl)

BRK Syariah Mantapkan Kinerja Dana melalui Evaluasi dan Pengembangan Sumber Daya Insani Funding

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar Pelatihan, Evaluasi dan Monitoring Funding Officer Tahun 2026 Wilayah Riau Daratan yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (29/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026) di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah.

“Direksi menyampaikan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan funding officer dan seluruh tim yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya tabungan.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik untuk bank yang kita cintai ini,” ujar Edi Wardana.

Ia menegaskan bahwa kegiatan evaluasi dan monitoring ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapabilitas sumber daya insani, meningkatkan sinergi tim, serta menyelaraskan strategi bisnis funding di tahun 2026.

“Selain memperoleh ilmu dan insight baru, saya berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil kegiatan ini di unit kerja masing-masing, meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi tim, serta menjaga semangat transformasi digital dalam layanan funding BRK Syariah,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, BRK Syariah juga menghadirkan pemateri Novandri Yudha Iskandar, VP Sharia Branch Area Head Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang menyampaikan materi bertajuk “Membangun Pemimpin Tim Penjualan yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak pada Pertumbuhan”.

Materi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan para team leader dan funding officer dalam menghadapi dinamika industri perbankan syariah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan aktivitas Car Free Day yang diikuti oleh team leader, funding officer, supervisi, layanan, dan customer service sebagai bentuk penguatan kebersamaan dan budaya kerja sehat di lingkungan BRK Syariah.

Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan untuk wilayah Kepulauan Riau pada 5–8 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan BRK Syariah dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja seluruh insan perusahaan.***(rl)

Ketua Umum HMI Pekanbaru Mendukung Penempatan POLRI di Bawah Presiden

Ketua Umum HMI Pekanbaru Mendukung Penempatan POLRI di Bawah Presiden

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, menyampaikan penolakan keras, jika terdapat wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di bawah struktur kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak hanya bertentangan dengan konstitusi, tetapi juga berpotensi melemahkan independensi dan profesionalitas institusi Kepolisian dalam sistem negara hukum demokratis.

Dalam rilis pernyataan sikapnya, Givo menegaskan bahwa posisi POLRI telah diatur secara jelas dan tegas dalam konstitusi serta peraturan perundang-undangan, sehingga tidak boleh ditafsirkan secara politis maupun pragmatis.

“Jika penempatan POLRI di bawah Kementerian merupakan langkah mundur reformasi sektor keamanan. Ini berpotensi menabrak konstitusi dan membuka ruang intervensi politik terhadap institusi penegak hukum,” tegas Givo.

HMI Pekanbaru menegaskan bahwa kedudukan POLRI berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketentuan konstitusional tersebut dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 8 ayat (1) yang menyebutkan secara eksplisit bahwa POLRI berada di bawah Presiden.

Oleh karena itu, menurut HMI Pekanbaru, wacana menjadikan POLRI sebagai bagian dari Kementerian adalah bentuk penyimpangan hukum dan inkonsistensi dalam sistem ketatanegaraan.

HMI Pekanbaru juga menekankan pentingnya penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai instrumen pengawasan dan pemberi pertimbangan strategis kepada Presiden, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 37 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

Penguatan Kompolnas dinilai penting agar arah kebijakan POLRI tetap berada dalam koridor kepentingan publik, demokrasi, dan supremasi hukum, serta tidak terjebak dalam kepentingan kekuasaan jangka pendek.

Penugasan Anggota POLRI di luar struktur lebih lanjut, HMI Pekanbaru menyatakan bahwa penugasan anggota POLRI di luar struktur organisasi Kepolisian harus dibatasi secara ketat, dilakukan secara selektif, serta berbasis kebutuhan negara yang objektif.

Menurut Givo, penugasan yang tidak terkendali berpotensi mengganggu netralitas dan profesionalitas POLRI sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Undang -Undang Nomor 2 Tahun 2002, yang menegaskan fungsi utama POLRI sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat.

HMI Pekanbaru menyatakan dukungan terhadap langkah Komisi III DPR RI dalam memaksimalkan fungsi pengawasan terhadap POLRI, sebagaimana diatur dalam Pasal 20A UUD 1945.

Disaat yang sama, HMI menuntut penguatan pengawasan internal melalui Wasidik, Inspektorat, dan Propam agar dijalankan secara nyata, berkelanjutan, transparan, dan berani, sebagai bagian dari upaya membangun institusi Kepolisian yang akuntabel.

Reformasi Kultural sebagai agenda utama. HMI Pekanbaru menekankan bahwa reformasi POLRI tidak boleh berhenti pada aspek struktural dan kelembagaan semata, tetapi harus menyentuh reformasi kultural, seperti perbaikan kurikulum pendidikan Kepolisian harus meneguhkan nilai-nilai hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, nilai demokrasi, dan keadilan sosial agar aparat Kepolisian benar-benar berorientasi pada perlindungan warga negara.

Serta HMI Pekanbaru mendukung pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas POLRI, termasuk penggunaan kamera tubuh, kamera kendaraan, dan kecerdasan artifisial, sebagai alat kontrol dan peningkatan profesionalitas.

Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap menjamin perlindungan hak warga negara, privasi, dan kepastian hukum agar tidak bertentangan dengan prinsip negara hukum.

Terakhir, HMI Pekanbaru menegaskan bahwa pembentukan dan perubahan Undang-Undang POLRI harus dilakukan secara konstitusional, terbuka, dan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan elemen umat.

“Negara hukum tidak boleh dibangun diatas proses legislasi yang tertutup dan elitis. Demokrasi dan supremasi hukum harus menjadi fondasi utama,” pungkas Givo.

HMI Pekanbaru menilai bahwa menjaga independensi POLRI merupakan syarat mutlak bagi tegaknya negara hukum dan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi menundukkan POLRI ke dalam struktur Kementerian harus ditolak demi menjaga marwah reformasi dan kepentingan rakyat. ***(rl)

Kapolda Riau Pecat 12 Personel Secara Tidak Hormat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak 12 personel Polda Riau diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti melakukan pelanggaran kategori berat. Pemecatan tersebut dilakukan melalui upacara resmi PTDH yang digelar pada Kamis (29/1/2025).

Upacara PTDH berlangsung di halaman Mapolda Riau dan dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan SIK MH MHum. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polda Riau serta seluruh personel jajaran.

Dalam upacara itu, nama-nama personel yang di-PTDH diumumkan, yakni Aipda Ikatius Joko Prasetyo, Briptu Febri Antoni, Briptu David Pratama, Baratu Hutapea, Aiptu Bambang Supriyanto, Bharaka Odi Yose Brata, Bripka Anthony Saputra, Bripka Bayu Abdillah, Briptu Naufal Fikri Ishak, Bripka Alexander, Bripda Fadlan Muhammad Iqbal, dan Aida Boby Saputra.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa keputusan PTDH tersebut merupakan langkah tegas dan bentuk komitmen institusi dalam menjaga marwah serta integritas Polri.

Herimen sapaan akrabnya mengakui pemecatan anggota adalah keputusan yang berat, namun harus diambil demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Ini adalah keputusan yang sangat berat, namun harus diambil. Malu kita kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada Polri, dan kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat pelanggaran berat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan tindak pidana serius lainnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran anggota Polri melalui berbagai saluran yang telah disediakan, termasuk QR Code pengaduan Propam dan Call Center Polri 110.

“Kami juga membuka ruang apresiasi bagi anggota yang berprestasi. Jangan hanya melihat pelanggaran, tapi kebaikan juga perlu disampaikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan bahwa PTDH terhadap 12 personel tersebut merupakan bentuk punishment institusi terhadap anggota yang telah mencoreng citra Polri.

Pandra mengungkapkan, pelanggaran yang dilakukan beragam, mulai dari disersi, penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia, penyalahgunaan jabatan dalam kasus narkotika, penyalahgunaan narkotika, serta tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Polda Riau berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran sebagai upaya menjaga disiplin, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” kata Pandra.***(mr)

BRK Syariah Dukung Pembahasan Ranperda Penyertaan Modal Bersama DPRD Riau

BRK Syariah Dukung Pembahasan Ranperda Penyertaan Modal Bersama DPRD Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal pada PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) di Sumatera. Kunjungan ini bertujuan memperoleh referensi komprehensif terkait strategi dan skema penyertaan modal daerah guna memperkuat permodalan bank.

Di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat, penguatan permodalan dinilai menjadi faktor krusial bagi perbankan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing, sekaligus memenuhi ketentuan Modal Inti Minimum (MIM).

Rombongan Pansus DPRD Riau terbagi ke dua lokasi, yakni Bank Nagari di Bukittinggi dan Bank Sumut di Medan. Kunjungan ke Bank Nagari dipimpin Misliadi bersama anggota Pansus lintas fraksi, di antaranya Ayat Cahyadi, Eva Yuliana, Efrinaldi, Ma’mun Solikhin, Sofyan, Hardianto, dan Diski, serta didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah Fajar Restu Febriansyah.

Sementara itu, kunjungan ke Bank Sumut dipimpin Robin P. Hutagalung bersama Ginda Burnama, Imustiar, dan Monang Eliezer Pasaribu, dengan pendampingan Pemimpin Divisi Perencanaan dan Keuangan BRK Syariah Yasral Yaziz.

Ketua Pansus DPRD Riau, Misliadi, mengatakan kunjungan kerja ini penting untuk merumuskan kebijakan penyertaan modal yang tepat dan berkelanjutan bagi BRK Syariah.

“Kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai skema penyertaan modal daerah pada BPD lain, sehingga Ranperda yang disusun nantinya realistis, implementatif, dan mendukung penguatan BRK Syariah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pansus berkomitmen mendorong penyertaan modal dalam bentuk setoran tunai, dengan skema yang disesuaikan kondisi keuangan daerah.

“Penyertaan modal bisa dilakukan sekaligus atau bertahap, tergantung kemampuan fiskal daerah, namun prinsipnya kami ingin memperkuat permodalan bank secara nyata,” kata Misliadi.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah Fajar Restu Febriansyah menyampaikan bahwa penguatan permodalan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan memitigasi risiko seiring dengan peningkatan eksposure risiko yang kompleks dan dinamisnya perkembangan teknologi informasi dan inovasi produk keuangan.

“Diantaranya untuk memperluas kemampuan penyaluran pembiayaan, pengembangan aktivitas dan produk baru,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Perencanaan dan Keuangan BRK Syariah Yasral Yaziz menambahkan bahwa regulasi kepemilikan BUMD yang mensyaratkan minimal 51 persen saham dimiliki oleh satu daerah sebagai pemegang saham pengendali turut menjadi pertimbangan dalam perumusan strategi permodalan.

“Koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar struktur kepemilikan dan permodalan tetap sesuai regulasi, sekaligus mendukung pengembangan BRK Syariah ke depan,” katanya.

Hasil kunjungan kerja ini diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan Ranperda Penambahan Penyertaan Modal BRK Syariah, sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu memperkuat struktur permodalan bank dan meningkatkan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang berdaya saing.***(rl)

Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Akhiri Program Magang di KBRI Doha, Qatar

Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Akhiri Program Magang di KBRI Doha, Qatar

Bengkalis(SegmenNews.com)- Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) asal Bengkalis, Muhammad Asyrof Al-Ghifari, berhasil menyelesaikan program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Doha, Qatar.

Asyrof merupakan mahasiswa program sarjana (S1) reguler angkatan 2023 pada program studi hukum di FH UGM yang menjadi salah satu dari dua orang peserta magang di kedutaan tersebut.

Program magang tersebut dilaksanakan selama sebulan, yakni dari tanggal 4 Januari hingga 28 Januari 2026.

Selama menjalani program magang di KBRI Doha, Asyrof ditempatkan di fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) yang bertanggung jawab untuk meningkatkan hubungan, kerja sama, dan promosi sosial dan budaya Indonesia dengan wilayah kerja KBRI Doha, yakni Qatar.

Selama berada di fungsi tersebut, ia terlibat dalam beberapa kegiatan, di antaranya pada penjemputan delegasi Universitas Bina Nusantara (Binus University) di Bandar Udara Internasional Hamad pada 19 Januari 2026 yang akan mengikuti Shell Eco-marathon 2026 yang diadakan di Sirkuit Internasional Losail yang berada di Lusail, Qatar, pada tanggal 21 Januari hingga 25 Januari 2026.

Dan pada penyambutan kunjungan para delegasi Indonesia untuk Shell Eco-marathon 2026 ke KBRI Doha pada tanggal 25 Januari hingga 26 Januari 2026 yang terdiri dari beberapa universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Binus University, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Selain berkegiatan di fungsi Pensosbud, Asyrof juga berkegiatan di fungsi Protokol dan Konsuler, di antaranya membantu fungsi tersebut dalam memberikan pelayanan paspor kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Qatar.

Selama berkegiatan di fungsi tersebut, ia berpartisipasi pada kegiatan Warung Konsuler di Al Khor Community yang diadakan di Simaisma Room, Al-Waha Clubhouse, yang berada di Al Thakhira, Qatar, pada 17 Januari 2026.

Mengenai tujuan melaksanakan kegiatan magang di KBRI Doha, Asyrof berniat untuk memperdalami topik mengenai hukum internasional. Ia bercita-cita untuk menjadi seorang diplomat pada masa depan.***(imam/hm)

Direksi dan Manajemen BRK Syariah Kunjungi Rumah Duka, Serahkan Santunan untuk Keluarga Almarhumah Siti Hajar Harahap

Direksi dan Manajemen BRK Syariah Kunjungi Rumah Duka, Serahkan Santunan untuk Keluarga Almarhumah Siti Hajar Harahap

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali menyampaikan duka mendalam atas wafatnya salah satu insan terbaiknya, Siti Hajar Harahap, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis pasca menjadi korban jambret beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, jajaran direksi dan manajemen BRK Syariah mengunjungi rumah duka keluarga almarhumah. Kehadiran rombongan manajemen disambut langsung oleh ibu kandung almarhumah, Leliati serta saudara laki-lakinya Wawan, di tengah suasana haru dan duka yang masih menyelimuti keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus menyerahkan santunan kepada orang tua almarhumah Siti Hajar Harahap sebagai wujud solidaritas, kepedulian perusahaan, serta bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga besar almarhumah.

“Kami kehilangan sosok insan BRK Syariah yang berdedikasi dan penuh integritas. Santunan ini adalah bentuk empati kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga dapat meringankan beban dan menjadi penguat di tengah duka yang mendalam,” ujar Plt. Direktur Utama BRK Syariah dalam kesempatan tersebut, Rabu (28/1/2026).

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan manajemen BRK Syariah. Kehadiran pimpinan dan jajaran perusahaan di rumah duka menjadi penghiburan tersendiri bagi keluarga almarhumah.

Almarhumah Siti Hajar Harahap dikenal sebagai pegawai yang berdedikasi, profesional, dan memiliki komitmen tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan kerja, serta manajemen BRK Syariah.

BRK Syariah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini, serta mendoakan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.***(rl)