Beranda blog Halaman 24

Tekankan Soliditas, BRK Syariah Gelar Turnamen Mini Soccer Wilayah Kepri

Batam(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali menyelenggarakan Bank Riau Kepri Syariah Mini Soccer Tournament 2026. Setelah sukses digelar di wilayah Riau Daratan, kali ini turnamen dipusatkan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini melibatkan seluruh tim dari unit kantor di Wilayah Kepulauan Riau dirancang untuk membangun budaya kerja yang sehat, solid, dan kolaboratif, serta mempererat silaturahmi antar unit kerja.

Hadir pada kesempatan tersebut Plt Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus menekankan bahwa olahraga merupakan instrumen penting dalam membangun karakter dan kerja sama tim yang kuat di lingkungan perbankan.

“Melalui Mini Soccer Tournament ini, kami ingin menumbuhkan semangat sportivitas dan gaya hidup sehat. Kekompakan yang terjalin di lapangan diharapkan dapat meningkatkan sinergi kerja sehari-hari untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Helwin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Mini Soccer BRK Syariah, Tengku Muhammad Fadhly Kholis, berharap ajang ini menjadi agenda berkelanjutan bagi perusahaan.

“Fokus utama kami adalah memperkuat kekompakan internal. Kami ingin turnamen ini menjadi agenda rutin untuk menjaga semangat dan produktivitas karyawan di masa mendatang,” kata Fadhly.

Selain turnamen utama antar unit kantor, acara ini dimeriahkan dengan pertandingan eksibisi yang melibatkan jajaran eksekutif BRK Syariah bersama mitra strategis, yakni Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, yang turut hadir dalam laga tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah BRK Syariah dalam menjalin hubungan baik dengan regulator.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Olahraga bersama adalah cara yang sangat efektif untuk membangun komunikasi yang lebih cair dan mempererat koordinasi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan,” ungkap Sinar Danandjaya.

Melalui kegiatan di Batam ini, BRK Syariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mempererat hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kepulauan Riau.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Syukri, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Ardhienus, Pengawas Senior Fungsi Pengawasan SPPUR BI Provinsi Kepri Husni Naparin, Kepala Unit BI Provinsi Kepri Kezza Mahisa Agni, Deputi Kepala OJK Provinsi Kepri Radif Antartika, Ketua IPEBI Sekretariat Batam Ade Syuhada Lubis , Seluruh Branch Manager (BM), Pemimpin Cabang Pembantu, dan Pemimpin Kedai BRK Syariah Wilayah Kepri.***(rl)

DPRD Rohul Upayakan Percepatan Akses Digital

DPRD Rohul Upayakan Percepatan Akses
Digital

Jakarta(SegmenNews.com)- Guna mempercepat pemerataan akses digital di Negeri Seribu Suluk, jajaran pimpinan dan Komisi IV DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi di Gedung Centennial Tower, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

​Kunjungan ini berfokus pada audiensi terkait penyediaan infrastruktur telekomunikasi untuk menghapus titik-titik tanpa sinyal (blank spot) yang masih tersebar di wilayah Rokan Hulu.

​Delegasi Rokan Hulu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Rohul, H. Porkot Lubis, didampingi Ketua Komisi IV Mukhlizar, SH, serta seluruh anggota Komisi IV lainnya yakni:
​Karneng Dimara Lubis, Saiful Agnan, Harde Yanto, Daulat Sinaga, Rio Novendra, Syahroni, dan Putra Candra HRP.
​Turut hadir mendampingi dari sisi eksekutif, Kabid IKP Diskominfo Rohul, Dr. Rudi Fadrial, beserta staf ahli dari Sekretariat DPRD dan Diskominfo Rohul. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Divisi Layanan TI Pemerintah BAKTI Komdigi Pusat, Suharyoto.

​Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD Rohul menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai kendala jaringan telekomunikasi. Diketahui, meski pembangunan terus berjalan, masih terdapat sejumlah wilayah di Rokan Hulu—baik di area pinggiran maupun di lingkup perkotaan—yang belum terjangkau jaringan internet maupun seluler secara maksimal.

​”Kami membawa aspirasi masyarakat terkait wilayah-wilayah yang masih blank spot. Kehadiran jaringan yang stabil adalah kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk komunikasi, tapi juga untuk mendukung ekonomi digital dan pelayanan publik di Rohul,” ujar pihak DPRD dalam audiensi tersebut.

​Menanggapi permohonan tersebut, Kepala Divisi Layanan TI Pemerintah BAKTI, Suharyoto, menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dipastikan adalah status kategorisasi wilayah. BAKTI memiliki mandat khusus untuk membangun infrastruktur di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

​Pihak BAKTI menekankan pentingnya pengkajian ulang dan validasi data lapangan untuk melihat apakah titik-titik blank spot di Rokan Hulu tersebut masuk dalam kriteria intervensi pusat atau memerlukan skema kolaborasi lain dengan operator seluler swasta.

​Melalui kunjungan ini, diharapkan adanya sinkronisasi data antara Pemkab Rokan Hulu dan BAKTI Komdigi, sehingga usulan pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) maupun penyediaan akses internet gratis di fasilitas publik dapat segera terealisasi di tahun-tahun mendatang.***(kmf)

Bupati Rohul Kunjungi Ponpes Tuan Muda Al-Muqorobbah di Rokan IV Koto

Bupati Rohul Kunjungi Ponpes Tuan Muda Al-Muqorobbah di Rokan IV Koto(foto kominfo rohul)

Rohul(SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tuan Muda Al-Muqorobbah yang berlokasi di Desa Lubuk Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto, pada Sabtu (24/01/2026).

​Kehadiran orang nomor satu di Negeri Seribu Suluk ini disambut hangat oleh pimpinan pondok pesantren Abuya Al Fajri beserta para santri. Dalam suasana kekeluargaan tersebut, Bupati disuguhkan hidangan khas berupa tape ubi, yang merupakan hasil panen langsung dari kebun milik pondok pesantren.

​Dalam kunjungan kerja ini, Bupati Anton turut didampingi oleh jajaran kepala dinas terkait, di antaranya,​Kadis Pekerjaan Umum (PU), H. Zulfikri, ST, ​Plt. Kadis Pendidikan, Alreza Ahyu, SE., M.Si., Ak, ​Kadis Kominfo, H. Syofwan, S.Sos, ​Kasatpol PP, Goreng, S.Sos., M.Si, ​Kadis Lingkungan Hidup (DLH), Suparno, S.Hut., M.Si

​Selama berada di lokasi, Bupati diajak berkeliling meninjau berbagai fasilitas pendidikan dan asrama guna melihat langsung kondisi sarana prasarana yang ada di Ponpes Tuan Muda Al-Muqorobbah.

​Tak hanya meninjau bangunan, Bupati juga berkesempatan melihat ikan larangan di aliran sungai yang melintasi kawasan pondok. Keberadaan ikan larangan ini merupakan bagian dari kearifan lokal dalam menjaga ekosistem sungai yang masih terjaga dengan baik di area pesantren.

Agenda kunjungan kemudian ditutup dengan sesi makan bersama sebagai wujud kebersamaan.

​Kepala Sekolah Ponpes Tuan Muda Al-Muqorobbah, Randi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati beserta rombongan.

​”Kami sangat bahagia dan merasa terhormat atas kunjungan Bapak Bupati. Kami berharap momentum ini menjadi awal sinergi yang lebih kuat. Besar harapan kami ke depannya ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, terutama dalam pembangunan dan pengembangan fasilitas pendidikan bagi para santri kami,” ungkap Randi.

​Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan keagamaan demi mewujudkan generasi Rokan Hulu yang religius dan berkualitas.***(kmf)

Bupati Kasmarni Apresiasi Dedikasi AKBP Budi dan Sambut Hangat AKBP Fahrian

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar acara kenal pamit Kapolres Bengkalis dari pejabat lama, AKBP Budi Setiawan, S.I.K., M.I.K., kepada pejabat baru, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. Suasana keakraban dan haru menyelimuti kegiatan yang diselenggarakan di Balai Kerapatan Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Rabu malam, 21 Januari 2026.

Bupati Bengkalis, Kasmarni, yang hadir langsung dalam agenda kenal pamit tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan sinergi yang telah dibangun oleh AKBP Budi Setiawan selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai Kapolres di Negeri Junjungan.

Bupati Kasmarni menilai, meski masa tugas AKBP Budi Setiawan tergolong singkat, namun telah memberikan dampak besar bagi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bengkalis. Beberapa poin keberhasilan yang disoroti Bupati Bengkalis antara lain keberhasilan dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pengungkapan kasus narkoba, serta pemberantasan penyelundupan barang ilegal.

Selain itu, kehadiran Polri semakin dirasakan melalui program humanis seperti Jumat Curhat, Polisi RW, hingga program Pekarangan Pangan Lestari.

“Bapak telah mengajarkan kepada kami bahwa keamanan bukan hanya tugas, tetapi juga amanah,” ujar Kasmarni di hadapan para undangan.

AKBP Budi Setiawan selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Kabagdalpers Ro SDM Polda Riau.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kasmarni mengucapkan selamat datang kepada AKBP Fahrian Saleh Siregar sebagai Kapolres Bengkalis yang baru.

Beliau berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Polres Bengkalis yang telah terjalin baik dapat terus ditingkatkan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mendukung penuh tugas-tugas Polres, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung agenda pembangunan Daerah. Kami percaya di bawah kepemimpinan Bapak, Polres Bengkalis akan semakin profesional dan dicintai masyarakat,” tegas Bupati.

Menutup pidatonya, Bupati perempuan pertama di Riau ini mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kebersamaan.

Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan visi Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, Sejahtera, dan Unggul di Indonesia.

Sementara itu, AKBP Budi Setiawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bupati serta seluruh stakeholder dan instansi atas dukungan, kolaborasi, dan sinergi selama bertugas.

“Cukup banyak hasil, reputasi, dan prestasi yang kami capai berkat kerja sama dan kolaborasi selama ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas di Kabupaten Bengkalis terdapat kekeliruan dan kesalahan,” ucapnya.

Sedangkan Kapolres Bengkalis yang baru, AKBP Fahrian Saleh Siregar, dalam sambutannya mengharapkan kerja sama dan kolaborasi yang telah terbangun sebelumnya dapat terus dilanjutkan, sehingga mampu bersinergi dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita Kabupaten Bengkalis.

“Terima kasih atas sambutan seluruh pihak di Kabupaten Bengkalis. Kami berharap dapat menjalankan tugas dengan baik dan terus bersinergi bersama,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pemberian cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya tali silaturahmi antara Forkopimda Kabupaten Bengkalis.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Kajari Bengkalis Nadda Lubis, Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Suratno, Ketua Pengadilan Agama Bengkalis Rahmatullah Ramadan, Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Irwan Nirwan Hastya, Sekda Bengkalis dr. Ersan Saputra TH.

Turut hadir pula para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten, Ketua MKA LAMR Bengkalis H. Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Bengkalis Syaukani Alkarim, Ketua Baznas Bengkalis Ismail, Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Ira Vandriani Ersan, Ketua Bhayangkari Bengkalis Lia Fahrian, Istri AKBP Budi Setiawan, Ny. Furi Budi Setiawan, Para Pejabat Utama di lingkungan Polres Bengkalis, Para Pimpinan Perusahaan BUMN, BUMD, Pimpinan Bank di Bengkalis, Para Civitas Akademika di Kabupaten Bengkalis, Para Ketua Ormas/ OKP, Ikatan Keluarga di Kabupaten Bengkalis, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, Tokoh Adat di Kabupaten Bengkalis.***(imam/hm)

Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya

Banten(SegmenNews.com)- Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Provinsi Banten yang digelar 9 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya Kemah Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan 16-17 Januari 2026 di Desa Kanekes Lebak Banten, tepatnya masyarakat adat Baduy.
Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan yang mengusung tema Belajar Mencintai dari Baduy ini. Ada yang dari Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Dari 50 peserta, 80 persennya merupakan perempuan, sesuai dengan proses penerimaan peserta yang memang diprioritaskan untuk wartawati dan sastrawati.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Zulmansyah Sekedang, melepas keberangkatan peserta, Kamis sore (15/1) di Kantor PWI Pusat Jalan Kebon Sirih. Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Munir ini menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar menghormati seluruh kearifan lokal di Baduy, mencatat apa yang dilihat dan dirasakan melalui karya junalistik dan karya sastra dengan mengutamakan kejujuran dan pelestarian.

‘’Kegiatan Kemah Baduy di Banten ini menjadi momen penting sebagai bentuk kontribusi PWI bersama wartawati dan sastrawati yang menjadi peserta untuk Indonesia, khususnya Provinsi Banten yang menjadi tuan rumah perayaan HPN tahun ini. Semoga seluruh peserta bisa memberikan catatan terbaiknya dengan mengutamakan kejujuran, pelestarian dan menghargai seluruh kearifan lokal yang ada di Baduy dalam karya-karyanya,’’ harap Cak Munir.

*Disambut Pejabat Pemkab Lebak*
Keesokan harinya, Jumat (16/1), peserta berangkat menuju Rangkasbitung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lebak. Di sini, rombongan peserta disambut segenap pejabat Pemkab Lebak di Aula Museum Multatuli. Ada Asisten Daerah (Asda) III, Dr. yan Fitriyana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, serta jajaran Pemkab Lebak lainnya.
Penyambutan ditandai dengan penyerahan souvenir berupa syal dan ikat kepala Baduy yang langsung dipakai saat acara tersebut.

Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada peserta serta seluruh pengurus PWI baik pusat maupun PWI Provinsi Banten yang hadir. Ia berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.

‘’Baduy menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, mengatakan, Kemah Budaya ini merupakan bagian dari refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran bagi wartawan untuk memahami nilai-nilai kebudayaan secara langsung.

“Baduy memberi pelajaran tentang mencintai kehidupan dengan cara yang jujur mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai-nilai ini penting dihayati wartawan agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berjiwa dan berempati,” kata Ramon.

Selain Ramon, hadir dari Pengurus PWI Pusat Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan (KPWP) Henny Murniati, Wakil Ketua II Bidang Kerjasama dan Kemitraan Kadirah, Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax Mercys Charles Loho, dan Wakil Ketua II Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Kunni Masrohanti.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Kemah Budaya PWI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan kekayaan budaya Baduy yang hingga kini tetap menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.

“Lebak memiliki Baduy yang konsisten menjaga alam dan nilai-nilai budaya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama,” ucap Anik.

*Keliling Museum Multatuli*
Sebelum berangkat ke kawasan adat Baduy, rombongan peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum ini diresmikan sejak tahun 2018 yang berfokus pada pengembangan museum, sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak. Ubaidillah atau yang akrab disapa Kang Ubai berperan penting dalam keberlanjutan museum ini.

Kang Ubai membawa rombongan berkeliling museum. Ia menceritakan banyak hal. Dimulai dari gambar yang tertera di dinding museum hingga kegigihan dan karya-karya hebat serta pemikiran Multatuli yang berpengaruh besar pada kemerdekaan Indonesia serta menceritakan orang-orang yang pernah mengukir sejarah Rangkasbitung dalam karya-karyanya.

Kang Ubai menunjukkan novel satire karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Buku berjudul lengkap Max Havelaar terbit atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda ini pertama kali terbit tahun 1860, setelah Douwes Dekker menjabat sebagai asisten residen di Lebak. Semua buku-buku karya Multatuli masih utuh dan lengkap serta terjaga dengan baik.

‘’Mengapa Museum Multatuli ada di Rangkasbitung karena dari segi geografis, Rangkasbitung merupakan Ibu Kota Kabupaten Lebak dan lokasinya strategis, sehingga museum ini lebih mudah diakses oleh pengunjung yang datang dari luar daerah. Masuk museum ini sangat murah. Untuk anak sekolah Rp1000, orang dewasa seperti Bapak dan Ibu sekalian Rp2000, untuk pengunjung mancanegara Rp15.000. Dalam waktu sebentar, ribuan pengunjung datang ke sini. Semoga museum ini menjadi pusat literasi dan pusat pembelajaran bagi siapapun,’’ harap Kang Ubai.

*Mendengar Petuah Jaro dan Jelajah Budaya*
Setelah melalui perjalanan sekitar 2,5 jam dari Museum Multatuli dengan jalan naik turun perbukitan, rombongan akhirnya sampai di Ciboleger sekitar pukul 15.30 WIB. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes. Jaro atau Kepala Desa Kanekes telah menunggu di rumah dinasnya yang disebuh juga dengan Imah Jaro.

Berbagai jajanan lokal berupa rebus-rebusan seperti ubi dan pisang serta kopi menambah ruh kearifan lokal Baduy semakin terasa. Apalagi rumah di sepanjang jalan menuju rumah Jaro tersebut merupakan rumah panggung khas Baduy. Dengan duduk santai di teras Imah Jaro atau sosoro sambil menikmati jajanan lokal, peserta mendengarkan banyak petuah dari Jaro.

‘’Selamat datang di Desa Kanekes, Baduy Luar. Mari bersama-sama kita menjaga Baduy dengan segala kearifan lokal yang ada di dalamnya. Kami sangat senang dikunjungi,’’ kata Jaro.

Sore menjelang malam itu menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk bisa berbicara dan bertanya langsung kepada Jaro tentang banyak hal. Maka peserta pun tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan penuh semangat, mereka bergantian menyampaikan rasa keingintahuannya tentang Baduy.

Malam itu, semua peserta diinapkan di rumah-rumah warga yang berada di Baduy Luar tepatnya di Kampung Ketug i. Di rumah warga ini, peserta turut merasakan bagaimana menjadi masyarakat Baduy dalam semalam. Mereka tidur di lantai bambu dengan penerangan seadanya karena di sana tidak ada listrik, makan bersama dan bisa berinteraksi akrab dengan pemilik rumah.

Menjelang siang keesokan harinya, peserta mendapat kesempatan untuk berkeliling kampung, menjelajahi keragaman budaya Baduy serta kekayaan alamnya. Baduy sedang musim buah besar. Hutannya mengeluarkan banyak keberkahan. Durian, manggis, rambutan, petai, pisang dan buah-buahan lainnya terlihat begitu banyak dibawa masyarakat keluar dari dalam hutan menuju perkampungan. Pesertapun tidak hanya meresapi keagungan kearifan lokal Baduy, tapi juga menikmati durian lezat dan buah-buah segar lainnya.

*Karya Buku*
Perjalanan Kemah Budaya di Baduy ini akan melahirkan karya buku. Bagi peserta wartawan akan menulis feature, sedangkan peserta sastrawan akan menulis esai, puisi dan cerpen. Seluruh karya dikumpulkan sejak meninggalkan Baduy hingga tanggal 21 Januari. Selanjutnya akan masuk ke meja editor dan percetakan, lalu hadir dalam satu buku.

Buku hasil Kemah Baduy tersebut direncanakan akan diluncurkan tanggal 8 Februari, saat rangkaian puncak perayaan HPN dilaksanakan di Provinsi Banten.(*)

Anggota DPD RI Abdul Hamid Kunjungi Kawasan Mangrove Paghet Seghaghah

Bengkalis(SegmenNews.com)- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite II, H. Abdul Hamid, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Mangrove Paghet Seghaghah, Desa Kelapa Pati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Sabtu 17 Januari 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung upaya pelestarian lingkungan pesisir serta pengelolaan ekosistem mangrove berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Hamid melihat secara langsung kondisi kawasan mangrove yang memiliki fungsi strategis sebagai penyangga ekosistem pesisir, pelindung alami dari abrasi pantai, serta potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan edukasi lingkungan dan ekowisata.

Ia juga berdialog dengan pengelola kawasan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat guna menyerap aspirasi terkait tantangan dan peluang pengembangan mangrove ke depan.

H. Abdul Hamid mengapresiasi peran aktif Kelompok Konservasi Wisata Mangrove Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati dalam menjaga dan merawat kawasan mangrove. Menurutnya, keberhasilan pelestarian lingkungan sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat lokal yang memahami kondisi wilayahnya.

“Pengelolaan mangrove yang baik tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai anggota Komite II DPD RI yang membidangi sumber daya alam, lingkungan hidup, dan pembangunan daerah, H. Abdul Hamid menegaskan komitmennya untuk mendorong dukungan kebijakan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir.

Direktur Eksekutif Yayasan Bahtera Melayu, Defitri Akbar, yang didampingi Sekretaris Eksekutif Khairul Saleh, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Anggota DPD RI ke kawasan mangrove Paghet Seghaghah.

Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian nyata lembaga negara terhadap upaya pelestarian mangrove yang selama ini dilakukan masyarakat bersama mitra pendamping.

“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak H. Abdul Hamid yang telah melihat langsung kondisi dan upaya pengelolaan mangrove di Desa Kelapa Pati. Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat dan pengelola untuk terus menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir dan sumber penghidupan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kunjungan ini, dukungan kebijakan dan program dari pemerintah pusat maupun daerah dapat semakin diperkuat, khususnya dalam pengembangan konservasi mangrove berbasis masyarakat serta penguatan ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Wisata Mangrove Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati, Rio Sampena, yang didampingi Pembina Kelompok Rio Pernandes, juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan Anggota DPD RI ke kawasan mangrove yang mereka kelola.

“Kami meras bangga dan berterima kasih atas kunjungan Bapak H. Abdul Hamid. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus merawat dan mengembangkan Mangrove Paghet Seghaghah. Kami berharap ke depan ada dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk pembinaan, fasilitas, maupun penguatan kelembagaan kelompok,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Mangrove Paghet Seghaghah tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan serta memiliki potensi ekowisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kelapa Pati.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah anggota kelompok konservasi mangrove serta Ketua Ikatan Pemuda Melayu Riau (IPEMALIS) Pekanbaru.***(imam/hm)

Ketua KPPU Sambangi IMIP Morowali Ingatkan Risiko Distorsi Persaingan Sektor Pelabuhan dan Tambang

Ketua KPPU Sambangi IMIP Morowali Ingatkan Risiko Distorsi Persaingan Sektor Pelabuhan dan Tambang

Jakarta(SegmenNews.com)- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, menyambangi kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, untuk melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 sekaligus menegaskan komitmen KPPU dalam menjaga iklim persaingan usaha yang sehat di kawasan industri strategis nasional.

Kunjungan yang dilakukan pada Sabtu (17/1) ini, dilakukan sebagai respons atas berbagai isu dan kekhawatiran publik terkait potensi distorsi persaingan di sektor kepelabuhanan dan pertambangan.

Sekaligus menindaklanjuti dugaan praktik monopoli yang diangkat oleh Kementerian Pertahanan dan Komisi VI DPR RI beberapa waktu lalu.

KPPU menilai kawasan industri terintegrasi seperti IMIP, yang mencakup aktivitas pertambangan, pengolahan mineral, dan layanan kepelabuhanan, memiliki kompleksitas tinggi serta memerlukan pengawasan persaingan usaha yang cermat.

Struktur usaha yang saling terhubung berpotensi memunculkan praktik monopoli, oligopoli, atau penguasaan
layanan strategis apabila tidak dikelola dengan prinsip keterbukaan dan kesetaraan.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Ketua KPPU menegaskan bahwa pelabuhan di
kawasan industri bukan sekadar fasilitas pendukung logistik, melainkan simpul strategis dalam rantai pasok nasional yang dapat memengaruhi struktur pasar dan tingkat persaingan.

“Pelabuhan merupakan simpul strategis rantai pasok. Jika akses dan layanannya tidak dikelola secara terbuka dan setara, risiko distorsi persaingan akan semakin nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di kawasan industri terintegrasi, layanan kepelabuhanan kerap
beririsan langsung dengan kepentingan produksi dan distribusi. Kondisi ini berpotensi memunculkan praktik integrasi vertikal, penguasaan layanan tertentu, hingga pengaturan akses yang tidak setara bagi pelaku usaha lain.

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan perlindungan mekanisme persaingan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

KPPU juga menyoroti sektor pertambangan yang dalam kajiannya secara konsisten mencatat nilai Indeks Persaingan Usaha (IPU) terendah selama delapan tahun terakhir, termasuk pada pengukuran tahun 2025.

Fakta tersebut menunjukkan masih kuatnya tantangan struktural persaingan di sektor ini. “Pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan persaingan yang sehat. Konsentrasi kekuatan ekonomi yang berlebihan justru berpotensi menimbulkan biaya ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lain dan
masyarakat,” tegas Ketua KPPU.

Dalam sosialisasi tersebut, KPPU menggarisbawahi sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, antara lain potensi monopoli jasa kepelabuhanan, kesetaraan akses layanan bagi pengguna jasa, transparansi penetapan tarif, serta praktik perjanjian
eksklusif yang dapat menutup peluang pelaku usaha lain untuk bersaing secara adil.

Selain pendekatan edukatif, KPPU mendorong pengelola kawasan dan pelaku usaha di IMIP untuk mengikuti program kepatuhan persaingan usaha sebagai langkah preventif guna memitigasi risiko pelanggaran sejak dini.

Program ini dinilai penting untuk membangun tata kelola usaha yang berkelanjutan serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Kehadiran KPPU di kawasan IMIP dipandang sebagai bentuk penguatan peran negara dalam memastikan bahwa efisiensi industri dan investasi strategis nasional tidak dicapai dengan mengorbankan keadilan pasar dan kepentingan publik.

KPPU menegaskan akan terus mengawal penerapan prinsip persaingan usaha sehat agar pembangunan industri nasional berjalan inklusif, efisien, dan berdaya saing.***(rl)

Ketua Umum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan

Ketua Umum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan

Jakarta(SegmenNews.com)- Kemah Budaya Wartawan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 merupakan terobosan baru sejak HPN pertama digelar tahun 1982. Pemilihan lokasi Kemah Budaya di perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten, juga sangat menarik. Peserta bisa belajar ilmu kehidupan langsung dari sumbernya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sakedang dan Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati, saat melepas peserta Kemah Budaya di aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam, dan hidup secara tradisional dan alami. Bahkan untuk Baduy dalam di sana tanpa internet, listrik dan peralatan modern lainnya. Ini tempat yang cocok untuk melakukan capacity building, di tengah situasi yang tidak mengenakkan dan serba terbatas. Sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang jauh dari hal-hal yang menjadi keseharian kita,” ujar Cak Munir, sapaan akrabnya.

Di depan puluhan peserta Kemah Budaya yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.Cak Munir berpesan agar peserta Kemah Budaya Wartawan ini belajar dan memahami kehidupan masyarakat Baduy yang tetap teguh memegang ajaran leluhurnya, menjaga alam dan sosial budaya. Bagaimana mereka menjaga komuniatasnya tetap survive di tengah kemajuan zaman, juga menarik untuk dipelajari.

“Lakukan pendalaman materi terlebih dulu supaya paham peta dan situasi di lokasi tujuan. Dan jangan lupa hormati semua larangan, pantangan dan aturan adat yang ada,” pesan Cak Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Seperti diketahui, PWI Pusat akan menggelar menggelar Kemah Budaya Wartawan pada 16–17 Januari 2026.

“Kegiatan Kemah Budaya Wartawan merupakan salah satu rangkaian HPN yang tahun ini dipusatkan di Banten. Kemah Budaya diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan. Wartawan dan sastrawan memiliki kesempatan yang sama dengan porsi berimbang, dan jumlah peserta terbanyak adalah perempuan,” ujar Kunni Masrohati.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.

“Karya tulis peserta dikirim ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari 2026,” kata Kunni, yang juga wartawan senior dan sastrawan.

Kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan membutuhkan stamina yang prima. Oleh karena itu, peserta diingatkan agar benar-benar dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani.

Rombongan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Peserta juga akan diajak berdiskusi dengan para pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat serta kehidupan masyarakat Baduy.***(rl)

Wakil Ketua I DPRD Bengkalis Serahkan Piala Juara I Voli Putri

Wakil Ketua I DPRD Bengkalis Serahkan Piala Juara I Voli Putri

Bathin Solapan(SegmenNews.com)- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, S. I.P di dampingi Camat Bathin Solapan,Muhammad Rusydy, MR.S.STP.M.Si  S.I.P., menyerahkan piala dan hadiah tambahan kepada Tim RPC Putri Petani yang berhasil meraih Juara I pada laga Final Open Tournament Volly Ball Putra-Putri Bermasa Cup I, di lapangan bola voli Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Petani, Ali Ridwan, dan telah berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026,

Pada partai final voli putri tersebut, Tim RPC Putri Petani berhadapan dengan Tim IKBC Rantau Kopar (Rohil). Pertandingan berlangsung sengit dan dipimpin langsung oleh wasit dari PBVSI Provinsi Riau, Rahmi, dengan skor akhir 3–2 untuk kemenangan Tim RPC Putri Petani

Ribuan masyarakat tampak memadati arena pertandingan dengan suasana yang meriah dan penuh semangat bukan hanya laga final, melainkan menjadi perayaan kebersamaan antara masyarakat dan wakil rakyatnya. Dua tim voli putri terbaik saling beradu kekuatan dan strategi untuk memperebutkan gelar juara.

Pertandingan berlangsung sangat menarik Namun, Tim RPC Putri Petani tampil lebih dominan dengan para bintang voli putri Desa Petani, hingga akhirnya menjadi juara. Di sela-sela pertandingan, terlihat antusiasme masyarakat kepada para pemain favorit sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet di lapangan.

Pada Kesempatan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, usai menyerahkan piala dan hadiah kepada Tim RPC Putri Petani menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Open Tournament Volly Ball Putra-Putri Bermasa Cup I Desa Petani Tahun 2025–2026.

“Turnamen Volly Ball Putri Bermasa Cup I ini merupakan kegiatan yang digagas dan diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Petani melalui pemanfaatan Dana Bermasa Tahun 2025. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik unsur pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, maupun para donatur yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan turnamen. Berkat dukungan tersebut, turnamen ini mampu menghadirkan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah, sehingga pertandingan berlangsung kompetitif, berkualitas, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain sebagai ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas, serta mendorong pengembangan bakat atlet bola voli putri di tingkat desa dan kecamatan,” ucap Arsya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Petani Ali Ridwan mengatakan, ini adalah bentum komitmen untuk menghidupkan kegiatan olahraga, mempererat silaturahmi antar tim, serta menggerakkan UMKM di Desa Petani.

“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya turnamen ini, mulai dari Camat Bathin Solapan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, Kapolsek Mandau, Koramil 03 Mandau, Puskesmas, Karang Taruna, hingga seluruh panitia pelaksana,” ujar Ali Ridwan.***(imam/hm

BBKSDA Riau Turunkan Tim Kroscek Keberadaan Harimau di WIP Zamrud Siak

Siak(SegmenNews.com)- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan seekor harimau sumatera berukuran besar di jalur akses Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak.

Harimau tersebut dilaporkan muncul pada Rabu (14/1/2026) siang di area depan WIP Zamrud, tepatnya di dekat jembatan yang menjadi jalur utama kendaraan.

Dari data yang dirangkum, satwa dilindungi itu terlihat menyeberangi jalan sebelum kembali masuk ke semak belukar di sekitar kawasan tersebut, sehingga sempat mengejutkan pengendara yang melintas.

Penampakan harimau tersebut sempat diabadikan oleh Mandor Departemen Operation, Khaidir, bersama seorang sopir bernama Dedi.

Disebutkan juga bahwa lokasi kemunculan harimau tersebut berada sekitar 1,3 kilometer dari Pos BBKSDA di kawasan Taman Nasional Zamrud.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan melakukan pengecekan di lapangan.

“Saat ini tim dari BBKSDA Riau sedang melakukan konfirmasi langsung ke lokasi,” ujar Ujang, Kamis (15/1/2026).

Ujang juga mengimbau masyarakat dan para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur WIP Zamrud, mengingat kawasan tersebut berada di tepi wilayah konservasi yang merupakan habitat alami harimau sumatera.

Untuk diketahui WIP kawasan Zamrud sendiri merupakan fasilitas industri migas yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi, sehingga potensi perjumpaan antara satwa liar dan aktivitas manusia masih dapat terjadi.***(mr)