Beranda blog Halaman 2430

Plt Sekda: Mari Kita Galakkan Alqur’an Sampai ke Desa

suryaRokan Hilir(SegmenNews.com)- Musabaqoh Tilawatil Al Quran dalam rangka peringatan Milad ke 23 Pondok Pesantren ( Ponpes ) Al Majidiyah akhirnya resmi dibuka pada hari minggu (15/2/2015) jam 09.00 WIB.

Pembukaan itu ditandai dengan menekan tombol sirene oleh oleh Plt Setda, Drs surya Arpan,M.Si didampingi dengan Kemenag Rohil, Agustiar,S.Ag, Pimpinan Ponpes Al Majidiyah, H. Bachid Madjid, Ketua LPTQ Rohil, H. Syarifuddin, dan anggota DPRD Rohil, Syarifuddin, dan DPRD Riau, Firdaus,S.Ag.

Sebelum menyampaikan sambutannya, pimpinan ponpes Al Majdiyah, H.Bachid Madjid menceritakan sedikit sejarah panjang berdirinya pondok pesantren Al Majdiyah yang berdiri megah ditengah kota Bagan Batu.

”Dahulu disini adalah kebun karet. Akan tetapi, karena belum ada pesantren , maka dihibahkan untuk membangun pondok pesantren,” kenang H.Akib.

Dikatakan H.Bachid Madjid, dahulu jarak pondok pesantren kepusat kota sejarak 40 KM. Seiring perjalanan waktu, saat ini jumlah santri mencapai 1141 Santri dengan tenaga ustad dan ustazah sebanyak 140 orang.

Ditengah ponpes, berdiri megah mesjid Jamik yang sedang digesa pekerjaannya yang merupakan salah satu ikon Ponspes Al Majidiyah. Disamping itu, tahun ini juga akan dibangun Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran ( STIA ) yang menelan anggaran Rp 1,8 Miliar.

Menyambut MTQ milad ke 23 Al Majidiyah, H. Bachid Madjid mengatakan bahwa melalui ajang ini akan memberikan motivasi kepada masyarakat yang sekarang ini sudah banyak meninggalkan Al Quran. Melalui MTQ, kita akan melakukan Evaluasi untuk mencari bibit yang akan berkompetisi untuk tingkat kabupaten.

Al Quran itu, sambungnya, adalah harga mati dan merupakan panutan hidup yang harus diturunkan kepada anak didik kita. Membaca Al Quran hukumnya wajib. Dan untuk itu kepada masyarakat harus menggalakkan untuk membaca Al Quran.

Sementara itu, Plt Setda, Drs Surya Arpan, M.Si menyampaikan, melalui MTQ, membumikan Al Quran harus digalakkan sampai ke desa desa. Mengembalikan untuk membaca Al Quran senantiasa digalakkan keseluruh ponpes dan mushalla. Dia yakin, dengan membumikan Al Quran, akan menjadi amalan dan dihayati dalam kehidupan masyarakat.

Pembukaan acara MTQ sempena Milad Al Majidiyah ke 23, juga dihadiri ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan provinsi Riau, Aziz Zainal yang juga dihibur dengan drama kolosal dan Marching Band Gema Santri Al Majdidiyah yang dimainkan oleh santriwan dan santriwati ponpes Al Majidiyah Bagan Batu.***(adv/hms/karyadi)

Misteri Suara Adzan di Gunung Slamet

Salah satu pendaki yang hilang di Gunung Slamet dievakuasi tim SAR, Minggu 15 Februari 2015 (BNPB) (viva.co.id)
Salah satu pendaki yang hilang di Gunung Slamet dievakuasi tim SAR, Minggu 15 Februari 2015 (BNPB) (viva.co.id)

SegmenNews.com- Tiga pendaki asal Universitas Veteran Yogyakarta yang tersesat dan hilang dalam pendakian ke Gunung Slamet, Jawa Tengah telah ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan. Ketiganya ditemukan selamat di antara ketinggian 2.658 mdpl hingga 2.792 mdpl, tepatnya di antara Pos 4 dan Pos 5, Minggu 15 Februari 2015.

Proses pencarian ketiga survivor yang diketahui bernama Airlangga Firgianto, Januar Renaldo, dan Ronald Vidi Adiguna tidak semudah yang dibayangkan.

Setidaknya dikerahkan puluhan personel SAR gabungan dari unsur SAR Cilacap, SAR Purbalingga dan SAR DIY.

Humas SAR DIY Daru Supriadi dalam perbincangan dengan VIVA.co.id menuturkan, untuk dapat menemukan lokasi ketiga survivor yang tersesat di hutan Slamet, tim SAR mengumpulkan banyak data.

“Salah satu survivor sempat melaporkan melalui SMS ke SAR Purbalingga mereka tersesat saat turun, dan mereka ketika berusaha terus berjalan ke arah timur,” kata Daru.

Dari laporan itu, tim SAR berusaha mendeteksi lokasi keberadaan ketiga survivor dengan melihat peta alam Gunung Slamet. Dalam SMS yang dikirimkan ke SAR, survivor sempat memaparkan situasi yang mereka rasakan di hutan Slamet.

“Survivor mengatakan saat hari mulai gelap, di tengah hutan, mereka mendengar suara misterius seperti kumandang adzan dan suara musik dangdut,” kata Daru.

Apa yang disampaikan survivor kembali dijadikan data tambahan untuk evaluasi pencarian dan penyelamatan. Meskipun sebenarnya, informasi tentang suara-suara misterius itu tidak cukup membantu untuk mendeteksi keberadaan ketiga survivor.

“Secara teori apa yang didengar survivor sangat masuk akal, tapi tidak cukup membantu penentuan lokasi pencarian,” jelas Daru.

Karena, meski mendengar suara adzan dan dangdut, belum tentu ketiganya berada di perkampungan. “Memang, mendengar suara seperti itu di tengah hutan bukan sesuatu yang aneh, karena pada prinsipnya, suara aktivitas dari kaki gunung bisa merambat dan dapat terdengar hingga ke hutan di atas gunung,” katanya.

Yang dibutuhkan dalam menentukan lokasi tersesatnya survivor adalah informasi dari survivor tentang bentuk alam, seperti garis medan, vegetasi tumbuhan dan kondisi hutan.

“Apakah mereka melewati padang savana atau berada di dua sisi lereng, itu akan mudah digunakan untuk melacak posisi survivor,” ujar Daru.

Pada akhirnya tim SAR gabungan dapat menemukan survivor dalam pencarian ke titik duga di sekitar kawasan yang dinamakan Gunung Malang di kawasan hutan Gunung Slamet.

Seperti diketahui, ketiga survivor mendaki melalui Jalur Blambangan tanpa diketahui siapa pun. “Saat itu di basecamp pos pendakian tidak ada aktivitas sehingga ketiganya dengan mudah naik tanpa izin,” kata Kepala Operasional dan Pelatihan SAR DIY, Indro.

Ketiganya melakukan pendakian dari Jalur Blambangan pada Sabtu 7 Februari 2015. Seharusnya ketiganya sudah kembali pada hari Kamis 12 Februari 2015. Namun, mereka kehilangan arah dan tersesat.

Ketiga Survivor baru diketahui tersesat setelah salah satu dari mereka mengirimkan pesan singkat ke SAR Purbalingga pada Kamis, 12 Februari 2015 dan Jumat 13 Februari 2015.***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id

Polhut Ungkap Penyembunyian Kayu Ilegal di Stanum Kampar

stopBangkinang (SegmenNews.com)- Ternyata taman rekreasi stanum PD di Kabupaten Kampar dijadikan tempat penyembunyian kayu ilegal. Buktinya Polisi Kehutanan Kampar berhasil mengungkap persembunyian tersebut dan mengamankan 12 tual kayu ilegal jenis campuran, Jum’at (13/2/2015).

Tumpukan kayu illog yang di temukan oleh Polhut Dinas Kehutanan Kampar tak jauh dari lokasi kantor dan bengalau taman rekreasi stanum, tak lama setelah kayu illog itu di temukan Dinas Kehutanan Kampar langsung menyita kayu tersebut untuk di amankan di kantor Dinas Kehutanan Kampar untuk di jadikan barang bukti guna pengusutan lebih lanjut,

“Saya langsung mengahadirkan lurah Langgini karna taman rekreasi stanum masuk wilayahnya, intinya dinas kehutana akan memanggil Direktur PD Kampar Aneka Karya/taman rekreasi stanum untuk pengusutan lebih lanjut,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Kampar, Ir M Syukur MM melalui, Ir Darwin Saragih selaku Kepala Bidang Penataan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Kampar.

Dia juga mengaku tak habis pikir perusahaan Daerah terlibat praktek ilegal loging. “Saya merasa heran dan aneh kenapa sebuah perusahaan daerah di kampar ini terlibat praktek illog. Saat di temukan kayu tersebut, ada apa dengan Stanum?” kata Darwin.

Ditegaskan Darwin lagi, sesuai dengan uu nomor 18 tahun 2013 tentang kehutanan,Menguasai hasil hutan secara ilegal Pasal 12 huruf d, dan e jo pasal 83 ayat 1 huruf a, dan b pidana penjara minimal lama 15 tahun serta denda 5 M paling banyak 15 M..dan bagi Pejabat Pasal 105 huruf g tentang pembiaran Pidana paling sedikit 1 tahun paling lama 10 tahun serta denda 1 M, paling banyak 10 M.

Anehnya karyawan stanum tak satupun mengetahui terkait kayu ilegal tersebut. Padahal kayu-kayu tersebut bertumpuk-tumpuk di tempat mereka bekerja.

Ketika di komformasi segmenNews.com kepada direktur PD Kampar Aneka Karya, Herman Tamrin via selulernya tersambung tapi tidak di angkat begitu juga dengan pesan singkat tidak ada jawaban.***(amy)

Warga Sakai Minas Akui Jual Lahan Hanya Kepada Andre

Warga suku Sakai di Kecamatan Minas
Warga suku Sakai di Kecamatan Minas

Siak(SegmenNews.com)- Warga suku Sakai di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak menegaskan tak pernah menjual lahan seluas 800 hektare di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas kepada Ernawati melainkan kepada Andre Alias Heri. Gugatan Ernawati ke pengadilan dinilai mengada-ada dan tak memiliki bukti yang kuat.

Warga Sakai merasa heran, kenapa tiba-tiba Ernawati menuding Andre alias Heri telah merampas lahannya. Saat ini proses hukum gugatan tersebut tinggal menunggu tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang digelar di Pengadilan Negeri Siak.

Kejanggalan juga terlihat pada fakta persidangan. Dari 20 lebih saksi yang dihadirkan, tidak ada bukti yang kuat disampaikan saksi-saksi bahwa lahan di Rantau Bertuah itu milik Ernawati yang direbut Ketua Koperasi Sakai Lestari, Tarmizi Langso, lalu dijual kepada Andre alias Heri. Bahkan, sebagai penggugat, Ernawati tidak pernah menunjukkan kepemilikan SKT atau SKGR yang asli kepada majelis hakim selama sidang yang sudah berlangsung sekitar 3 bulan.

Menurut warga Sakai mereka menjual lahan mereka kepada Andre alias Heri sepanjang tahun 2004-2007 diwakilkan kepada Ketua Koperasi Sakai Lestari, Tarmizi Langso dan mendapat kuasa dari Kepala Bathin Limo Baromban Minas, H Mhd Bungsu.

Lahan seluas 800 hektare itu memiliki 4 Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama M Yusuf (almarhum), Bomo, Motik dan Kapo. Setelah proses ganti rugi kemudian status ke 4 SKT ditingkatkan  menjadi Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). Tahun 2007, lahan itu resmi menjadi milik Andre, sesuai proses jual beli yang sah dengan pemilik lahan.

Persoalan muncul di tahun 2008, dimana mantan sekretaris desa (Sekdes) Minas Timur, Ernawati mengklaim lahan yang sudah dibeli Andre alias Heri dari warga Sakai tidak sah, dan menuding dari 438 SKGR yang digugat, 173 SKGR adalah miliknya yang dibeli dari Wan Achmad Syaiful, Doba, Ayum, Rustam Efendi dan Syahrun Harahap. Bahkan, saat proses persidangan, Ernawati menagkui juga membeli lahan seluas 454 ha dari Antoni alias Acong seharga Rp 15.890.000.000.- ( lima belas miliar delapan ratus sembilan puluh juta rupiah).

Saksi dipersidangan, Wan Achmad Syaiful dan Doba juga membantah pernah menjual lahan kepada Ernawati terkait objek sengketa. Saksi Syahrin Harahap menjelaskan tidak pernah menjual lahan kepada Rustam Efendi, Ernawati maupun Antoni alias Acong dan menjelaskan bahwa abangnya (Syahrun Harahap) sepengetahuannya tidak ada memiliki lahan seluas ratusan hektare dan Syahrun Harahap telah meninggal dunia tahun 2001.

Anak kandung M Yusuf, Kaharuddin dan Firman mengakui, lahan milik ayahnya sekitar 120 hektare di Desa Rantau Bertuah dijual kepada Andre alias Heri. Dia mengaku heran, tiba-tiba muncul Ernawati mengklaim lahan itu miliknya tanpa dasar yang jelas.

Hal senada juga dikatakan cucu Almarhum M .Yusuf, Safinar. Mantan Ketua BPD Minas Barat periode 2002-2012 itu menegaskan, lahan milik kakeknya sah secara hukum yang dibeli Andre alias Heri, bukan Ernawati.

“Ernawati itu kan mantan sekdes, darimana dia punya uang membeli lahan ratusan hektare. Saya tahu dibelakang dia itu Acong, yang menjadi biang keroknya,” tegasnya.

Safinar juga mengaku heran dengan sikap Jaksa, karena tidak pernah menghadirkan Antoni alias Acong ke persidangan untuk menjelaskan asal-usul lahan yang dijualnya kepada Ernawati. “Nama Antoni alias Acong sering disebut-sebut selama persidangan, tapi kok tak pernah dihadirkan di pengadilan, saya curiga kasus ini sarat dengan kepentingan,” ujar Safinar.

Motik, pemilik lahan sekitar 200 hektare lebih juga mengakui Andre alias Heri sudah membeli kebunnya secara sah. Hal itu dibuktikan, pemilik lahan dan Andre alias Heri sebagai pembeli telah melakukan jual beli di hadapan Notaris, Mhd Bungsu ( Ketua Adat), Muslim (Kepala Desa) dan Tarmizi sebagai saksi di Notaris. Bahkan, setelah kebunnya dijual, Andre mengajak dirinya ikut mengelola kebun sawit itu dengan sistem bapak angkat.

“Kalau ada orang lain yang ngaku selain Andre yang juga membeli lahan saya itu, jelas dia pembohong,” tegas Motik.

Pernyataan itu diamini sejumlah tokoh masyarakat Sakai, diantaranya, Badi, Muslim dan Chandra. Bahkan, tokoh masyarakat Batak di Minas, Ginonggom Simanjuntak ikut menyaksikan proses jual beli lahan warga Sakai kepada Andre alias Heri. Mantan anggota DPRD Siak periode 2000-2004 itu yakin, Andre merupakan pemilik yang sah kebun seluas 800 hektare di Desa Rantau Bertuah.

“Saya dengar sendiri kesaksian langsung dari pemilik kebun, mereka sampai saat ini bekerja dengan Andre alias Heri yang begitu baik kepada masyarakat Sakai. Wajar saja, kalau ada pihak yang mengklaim lahan itu miliknya, tentu mereka akan marah. Selama proses hukum, ratusan warga dengan kesadaran sendiri datang ke Siak menyaksikan sidang sengketa lahan itu. Ini bukti kesetian mereka kepada Andre,” ujar Simanjuntak.

Sementara, Kades Rantau Bertuah, Kecamatan Minas periode 2002-2007, Muslim, menjelaskan, dirinya pernah mengeluarkan surat keterangan pada 8 Januari 2003, dimana Kapo, Motik, Bomo dan M Yusuf memiliki sebidang tanah berdasarkan surat keterangan Kepala Desa Minas Mhd Bungsu.

“SKT Kapo, Motik dan Bomo awalnya dikeluarkan Kades Minas tahun 1984, khusus M Yusuf dikeluarkan tahun 1981. Dengan adanya pemekaran Desa Rantau Bertuah dan sesuai penentuan tata batas dengan Desa Minas Barat 27 Juli 2002, maka setelah ditinjau ulang ke lapangan, maka lahan mereka itu berada di Desa Rantau Bertuah,” kata Muslim sembari memperlihatkan surat keterangan itu kepada wartawan. Bahkan surat keterangan itu juga diteken Kepala Desa Minas Barat Mhd Bungsu dan diketahui Camat Minas waktu itu, Said Arif Fadillah.

“Dari legalitas itu, cukup jelas siapa pemilik lahan di Desa Rantau Bertuah. Kalau ada oknum yang mengklaim punya lahan juga di sana, jelas itu mengada-ngada. Saya ikut sebagai saksi ketika membuat surat keterangan tahun 2003 lalu,” jelasnya.

Muslim menceritakan, sekitar tahun 1992, PT Arara Abadi (AA) menguasai lahan warga Sakai itu dan membabat habis ladang warga untuk ditanam pohon Akasia di atas lahan seluas 1.000 hektare. PT AA beralasan, lahan di Desa Rantau Bertuah masuk areal konsesi yang memiliki izin sementara hingga dilakukan pengukuran tata batas, berdasarkan SK Menteri Kehutanan.

“Tahun 1994, PT AA melakukan tata batas, ternyata lahan seluas 1.000 itu berada di Red Zone PT.Caltex Pasific Indonesia dan di luar areal konsesinya, tapi sudah terlanjur ditanam Akasia. Sekitar 2003, PT AA mengirim surat kepada Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar yang diteken Rudi Desmond sebagai District Manager, agar dijelaskan tata batas konsesi HPHTI PT AA Distrik Tapung, karena lahan diakui warga Sakai Minas atas nama Kapo, Motik, M Yusuf, Bomo dan Tarmizi Laso yang dikuatkan dengan SKT dari Kepala Desa,” jelasnya.

Bahkan, pada Maret 2005, Bupati Siak waktu itu Arwin AS SH mengirim surat kepada Direktur PT AA terkait hasil temuan tim terpadu Pemkab Siak-PT AA. Intinya, Bupati Siak menyarankan PT AA membuat tata batas yang mengelilingi area konsesi dengan pembuatan parit yang dikoordinasikan dengan camat. Camat Minas, Abdul Razak menindaklanjuti surat Bupati Siak itu dengan menyurati kepala desa terkait perihal pemberitahuan pembuatan batas permanen areal HPH/HTI PT Arara Abadi.

“Setelah bermusyawarah dengan warga Sakai dan pemilik lahan, akhirnya kebun Akasia yang sudah ditanam PT AA tidak termasuk areal konsesinya. Sehingga pengelolaan Akasia itu dikerjasamakan dengan Koperasi Perhimpunan Sakai Lestari yang diketuai Tarmizi Laso,” jelas Muslim.

“Kendati PT AA kerjasama dengan PT Chevron untuk mengelola Akasia itu, namun pada intinya persoalan lahan dengan warga suku Sakai sudah diselesaikan dengan cara baik-baik. Saya ceritakan ini, agar kita semua tahu, PT AA saja mengakui lahan itu milik warga Sakai sesuai nama tertera tadi, tapi kok aneh saja rasanya kalau Ernawati Cs tiba-tiba menuding Andre alias Heri merampas lahannya di Desa Rantau Bertuah,” pungkasnya.***(rinto)

Bupati Siak Buka MTQ Tingkat Kecamatan Ke-14 di Sei Apit

Bupati Siaki Drs.H.Syamsuar,MSi. memukul beduk bertanda dibukanya MTQ ke 14 tingkat Kacamatan
Bupati Siaki Drs.H.Syamsuar,MSi. memukul beduk bertanda dibukanya MTQ ke 14 tingkat Kacamatan

Siak(SegmenNews.com)- Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 14 tingkat Kecamatan Sungai Apit yang diselenggarakan di Kampung Paret 1/2, Sabtu malam (14/2) kemarin sekitar pukul 21.10 Wib secara resmi dibuka oleh Bupati Siak, Drs.H.Syamsuar,MSi. Pelaksanaan MTQ ke 14 tingkat Kacamatan yang dipusatkan dilapangan Kantor Camat  Kecamatan Sungai Apita cara berlangsung dengan meriah.

Bupati Siak, yang tiba bersama sejumlah rombongan di sambut dengan antusias oleh masyarakat. Turut hadir Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Asisten Administrasi Umum H Jamaluddin, yang hadir bersama Pejabat ,Kantor, Camat, UPTD Pendidikan,para Kafilah yang disaksikan oleh ribuan penonton, saat itu langsung disuguhkan dengan acara seni tari persembahan, sebagai tanda kehormatan untuk para tamu. Berselang beberapa acara pemula dilaksanakan, dan sebelum acara inti MTQ ke 14 dibuka, terlebih dahulu di kumandangkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Bupati Siak Drs.H.Syamsuar,MSi yang membuka acara ini menyebutkan, Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatilqur’an yang ke 14 tingkat Kecamatan Sungai Apit yang berlangsung di  Kampung Paret1/2 ini  diharapkan, momen ini dapat dijadikan inspirator masyarakat dalam membumikan Al-Qur’an, apalagi masyarakat Kabupaten Siak merupakan masyarakat Melayu, yang sangat identik dengan Islam.

Oleh sebab itu ciri khas yang kita miliki ini, harus di jaga, apalagi Kabupaten Siak nantinya di jadikan sebagai salah satu tempat  pusat Budaya Melayu, oleh karenanya nuansa ini harus kita pertahankan. Saat ini tidak tersasa pelaksaan MTQ tingkat Kecamatan Sungai Apit masuk tahun ke empat belas.

Selama kurun waktu tersebut, lanjut Bupati fenomena pembangunan berjalan cukup baik, kendati demikian pembangunan  yang digesa, tidak hanya pada sektor sarana dan prasarana saja, akan tetapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana membangun generasi kedepan memiliki Ilmu, iman dan Taqwa.

Generasi kita kedepan harus dibekali dengan ajaran Al-Qur’an, jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama pegangan dan pondasi hidup, jangan ada lagi anak-anak kita nantinya tidak bisa baca Al-Qur’an, generasi kita harus mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia.

Kepada seluruh peserta  yang akan bertanding pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini, agar lebih mengedepan kebersamaan dan profesionalitas serta harus saling hargai menghargai antara satu dengan yang lainnya. Karena dengan ajang MTQ inilah kita dapat untuk meningkatkan hubungan silaturhmi antar sesama umat.

Sudah saatnya bagi kita semua untuk dapat menjadikan Alqu’ran ini, sebagai salah bacaan utama yang harus kita baca setiap hari, selama ini sudah jarang sekali kita dengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, apalagi pada waktu Maghrib, jarang sekali terdengar baik itu di Mushola maupun dirumah warga, sudah jarang kita dengar.

Untuk mewujutkan hal tersebut secara bersama-sama, kita perlu melakukan program maghrib mengaji, terutama pada anak-anak usia dini, begitu juga kepada generasi kita yang masih remaja harus juga dirangsang dengan ajaran Al-Qur’an, kelak mereka tidak tersalah jalan.***(rls/rinto)

Tahun ini, Dinas Pertanian Siak Tanam Jagung dan Kedelai di 16 Kecamatan

Kebun jagung (net)
Kebun jagung (net)

Siak(SegmenNews.com)- Dengan adanya program tanaman pangan Padi jagung dan kedelai (Pajale) yang berkerjasama antara para petani dan TNI untuk meggalakan tanaman padi jagung dan kedelai, mulai tahun ini dinas Pertanian tanamana pangan dan Holtikultura melakukan upaya penanaman jagung, kedelai dan Kacang tahan seluas 46 hektar yang tersebar di enam kecamatan.

Demikian disampaikan kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultur Kabupaten Siak Ir Hj Robiati Mp, Minggu (15/2/15). Menurutnya bahwa program penanaman padi jagung kedelai adalah program antara TNI dan pertanian dalam upaya untuk mendukung kebutuhan pangan di kabupaten Siak, yang nantinya pemerintah pusat juga ikut andil dalam hal ini, maka untuk tahun ini memang kita masih kesulitan dalam hal lahan sehingga dalam pengelolaan penanaman jagung kedelai dan kacang tanah seluas 46 hektar dibagi dalam enam kecamatan.

Enam kecamatan yang akan menjadi basis pengelolaan jagung kedelai dan kacang tanah adalah Kecamatan Bungaraya, Kecamatan Koto Gasib, Kecamatan Dayun, Kecamatan Kerinci Kanan dan Kecamatan Kandis, tentunya selain memanfaatkan tenaga petani juga kita akan bersam asama dengan TNI dan badan ketahan pangan dan penyuluhan, yang bertujuan untuk mendampingi para petani dalam pengeloaan Pajale ini.

Bagi daerah yang belum bisa dilakukan tanam padi dua kali setahun akan kita upayakan adanya tumpang sari yaitu melalui tanaman jagung dan kedelai, dan nantinya juga di kecamatan sabak Auh akan di upayakan dilakukan tanaman jagung dan kedelai.***(rinto/rls)

Bupati dan Staf Ahli Pertanian RI Panen Raya di Sabak Auh

Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi, Staf Ahli Kementrian Pertanian Mukti Sarjono, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Dinas Pertanian Holtikultura Kab Siak Hj Rubiati MP, Camat Sabak Auh Suparni S.Sos dan Upika Kecamatan Sabak Auh
Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi, Staf Ahli Kementrian Pertanian Mukti Sarjono, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Dinas Pertanian Holtikultura Kab Siak Hj Rubiati MP, Camat Sabak Auh Suparni S.Sos dan Upika Kecamatan Sabak Auh

Siak(SegmenNews.com)- Penan Raya padi yang di pusatkan di desa Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh langsung dilakukan oleh Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri Msi, Staf Ahli Kementrian Pertanian Mukti Sarjono, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Dinas Pertanian Holtikultura Kab Siak Hj Rubiati MP, Camat Sabak Auh Suparni S.Sos dan Upika Kecamatan Sabak Auh, Sabtu (14/2/15).

Panen raya di kecamatan Sabak Auh merupakan yang kedua setelah panen raya di Kecamatan Bungaraya, memang kalau melihat dari Indeks Pertanaman (IP) di kecamatan Sabak Auh masih sekali setahun sementara di kecamatan Bungaraya sudah dua kali dalam setahun, hal ini tentunya menjadi motivasi bagi petani yang ada di kecamatan sabak Auh agar kedepan, tanam yang dilakukan bisa menjadi dua kali dalam setahun agar kebutuhan pangan dapat terpenuhi.

Bupati Siak Drs H Syamsuar Msi dalam sambutanya menyampaikan berkaitan dengan masalah pertanian, tanaman padi kususnya di kecamatan Sabak Auh, bahwa di Kecamatan Sabak Auh masih merupan lahan tadah hujan, sementara dari sisi jaringan irigasi memang belum ada dibangun seperti daerah lain, akan tetapi pemerintah daerah pada tahun lalu mencoba untuk membangun irigasi guna memenuhi kebutuhan air para petani, karena itu pemerintah kabupaten Siak memiliki komitmen dalam upaya untuk membantu bagi para petani tanaman pangan di Kabupaten Siak unmtuk terus melakukan upaya agar kebutuhan pangan di siak dapat dipenuhi.

Apalagi dengan adanya program pusat untuk menjadi kebutuhan pangan tidak bisa di tawar lagi dan dalam waktu tiga tahun Indonesia menjadi negari Kedaulatan pangan tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melaksanakannya, selain itu memang di kabupaten Siak masih kurangnya lahan pertanian dan masih banyak digunakan untuk lahan perkebunan, karena itu kedepan Bupati minta tidak ada lagi yang memanfaatkan lahan pangan menjadi lahan perkebunan, dan untuk saat ini lahan pangan yang ada di Kecamatan Sabak Auh seluas 1380 hektar dengan pendapatan rata rata 4,5 sampai 5 ton perhektar.

Bupati Siak sampaikan arahan usai panen raya di desa Sungai Tengah Kec Sabak Auh.
Bupati Siak sampaikan arahan usai panen raya di desa Sungai Tengah Kec Sabak Auh.

Oleh karena itu ini tentunya harus dilakukan adanya peningkatan agar kebutuhan pangan di kabupaten Siak dapat dipenuhi dimasa yang akan datang, dan untuk tahun 2015 pemerintah Kabupaten Siak membangun sistem pengairan yang di pusatkan di Kecamatan Sabak Auh guna untuk membantu para petani tanaman pangan di kecamatan sabak Auh, oleh karena kitu bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Siak juga telah melakukan kerja sama dengan TNI untuk bersama sama memnatu petani untuk mengelola tanaman pangan agar adanya sinergi antara pemerintah TNI dan petani untuk membangun pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Siak.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Holtikultura kabuaten Siak Ir Hj Robiati MP menyampaikan bahwa panen raya yang dilaksanakan di Desa Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh tanam padi 2014 2015 seluas 1380 hektar yang dikelola masih cara manual dan setahun sekali panen, maka pemerintah bersama petani mencoba untuk merubah agar para petani juga mau melakukan tanam dua kali dalam setahun, dan pemerintah baik kabupaten maupun pusat ikut bersama sama membangtu para petani apa yang menjadi hambatan dan masalah dilapangan untuk bersama sama diatasi.

Sementara itu Staf Ahli kementrian Pertanian Mukti Sarjono mengatakan pemerintah pusat dalam upaya untuk membantu para petani dalam upaya untuk menciptakan kedaulatan pangan di Indonesia sekarang melalui anggaran APBN P Kementrian Pertanian banyak membantu kebutuhan pertanin kusus di Kabupaten Siak, selain membatu metin hentraktor mesin taman benih dan yang lainya juga membatu alat mesin panen sebanyak 6 unit pada tahun 2015 ini.

Menurutnya bahwa dengan adanya panen padi yang ada di kabupaten Siak atas nama Kementrian Pertanian merasa bangga karena keinginan dari pemerintah Kabupaten Siak dan para petani termotivasi untuk meningkatkan akan kebutuhan pangan karena itu peningkatan produksi terus dipacu, agar Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun tidak lagi mengimpor beras dari negara luar sementara kita adalah daerah angraris.

Karena itu pemerintah akan mengoptimalkan yang berkaitan dengan pengelolaan kebutuhan pangan yang harus kita optimalkankemudian dilakukan adanya salura irigasi baik primer maupun sekunder.

Selaian itu guna mengatasi kemudahan para petani dalam upaya untuk memanen hasil padi juga pemerintah pusat memberikan dukungan selian alat alat pengelola lahan dan tanam juga membantu alat panen yang pada tahun ini dialokasikan sebanyak 6 unit mesin alat panen untuk Kabupaten Siak, maka dengan demikian para petani akan diberikan keistimewaan dalam hal mengelola lahanya dan memanen hasilnya.

Untuk itu para petani untuk terus bersemangat apalagi Bupatinya juga sangat komit dalam hal memberikan perhatian kepada para petani tanaman pangan bahkan hasil produksi tanama padi sudah ada yang mencapai di atas 6 ton, dan dua kali dalam setahun, karena itu daerah daerah yang masih sekali dalam setahun dalam memproduksi pangan akan adanya openingkatan menjadi dua kali dalam setahun.***(advertorial/hms/rinto)

Permainan Layang-layang Perlu di Lestarikan

Bupati berpesan permainan Layang-layang Perlu di Lestarikan
Bupati berpesan permainan Layang-layang Perlu di Lestarikan

Bengkalis(SegmenNews.com)– Pesatnya perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab lunturnya kecintaan generasi muda akan budaya bangsa, khususnya permainan tradisional. Kondisi ini tentu saja merugikan khasanah daerah tersebut. Oleh karena itu, permainan tradisional seperti permainan layang-layang perlu dikembangkan dan dilestarikan.

Demikian ditegaskan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh saat membuka festival layang-layang yang dipusatkan di pantai desa Muntai, kecamatan Bantan, Sabtu (14/02/2015).

Kekhawatiran Bupati Bengkalis ini dikarenakan pada hari ini generasi muda mulai jauh dengan akar tradisi. Hal ini disebabkan kuatnya pengaruh pemikiran dan budaya asing, sehingga permainan tradisional semakin terpinggirkan dari kecanggihan permainan modern.

Lebih jauh dikatakan bupati, salah satu bentuk menanamkan kecintaan permainan tradisional bagi generasi muda salah satunya diwujudkan dalam bentuk perlombaan atau festival.

Dengan festival layang-layang ini secara tidak langsung akan menumbuhkan kecintaan kepada budaya sendiri. Bila generasi muda sudah cinta pada budaya sendiri dengan sendirinya akan melestarikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Herliyan.

Oleh karena itu bupati bergelar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri ini menyambut baik pelaksanaan festival layang-layang desa Muntai.

Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan masyarakat desa Muntai yang telah menyelenggarakan festival layang-layang. Semoga kedepannya makin banyak desa-desa di Bengkalis ini yang menyelenggarakan kegiatan bertema permainan rakyat” pungkasnya.

Festival layang-layang desa Muntai ini digelar selama dua hari. Tercatat 120 dewasa dan 50 peserta anak-anak dari kecamatan Bantan dan Bengkalis ikut bagian dalam perlombaan permainan rakyat ini.

Tampak hadir anggota DPRD Bengkalis asal Bantan Sofyan, ketua KONI Bengkalis Syaukani, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Bengkalis, H Eduar.***(adv/hms/man)

Bupati Bengkalis Buka Festival Layang-Layang Desa Muntai

Bupati Bengkalis Herliyan Saleh terbangkan layang-layang sebagai tanda dibukanya festival layang-layang di tepi pantai desa Muntai
Bupati Bengkalis Herliyan Saleh terbangkan layang-layang sebagai tanda dibukanya festival layang-layang di tepi pantai desa Muntai

Bengkalis (SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh terbangkan layang-layang sebagai tanda dibukanya festival layang-layang di tepi pantai desa Muntai, Sabtu (14/2/15). Walaupun penyelenggaraan tingkat desa, namun kegiatan tersebut cukup meriah.

Permainan rakyat itu tak hanya diikuti oleh Desa setempat, ratusan peserta dari Desa tetangga juga berbondong-bondong mengikuti festival sehingga menambah semaraknya kegiatan rakyat itu.

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi berbagai pihak yang masih mempertahankan dan melestarikan tradisi dan permainan rakyat. Penjagaan dan pelestarian ini menjadi penting, karena tradisi dan hasil cipta kebudayaan, merupakan sebuah identitas yang menunjukkan jati diri sebuah masyarakat.

Lebih lanjut bupati yang pernah menerima anugerah Temenggung Tun Hasan dari DMDI Malaysia ini menyebutkan, bahwa tradisi rakyat merupakan modal yang sangat besar dalam menghadapi berbagai kemungkinan persoalan yang ditimbulkan oleh hiruk pikuk perkembangan dunia dan dampak globalisasi

Sekarang, tinggal bagaimana kita, secara bersungguh-sungguh memelihara dan mempertahankan segala kearifan yang sudah tumbuh berkembang dalam masyarakat kita“, katanya.

Oleh karena itu festival layang-layang merupakan upaya untuk mengembangkan potensi parisiwata yang ada di Kabupaten Bengkalis. Mengingat, pengembangan potensi pariwisata memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat tempatan.

“Tidak hanya itu, kegiatan pada hari ini sebagai ajang untuk menarik pengunjung datang ke pantai desa Muntai. Pemkab Bengkalis memandang hal ini memiliki potensi yang layak untuk dijual pada wisatawan,” ujar bupati yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri ini.

Tentunya dalam mengemas permainan rakyat ini harus dipersiapkan secara baik dan maksimal, sehingga wisatawan yang datang untuk menyaksikan tak merasa rugi.

Selain bupati, tampak hadir anggota DPRD Bengkalis asal Bantan Sofyan, ketua KONI Bengkalis Syaukani, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Bengkalis, H Eduar.***(adv/hms/man)

Ayat Cahyadi Tinjau Goro di Sail

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sesuai instruksi Walikota Pekanbaru untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti yang mulai menyerang warga Pekanbaru. Sejumlah Kecamatan sudah mulai melaksanakan gotong royong membersihkan semua yang memungkinkan tempat bersarangnya nyamuk penyebar penyakit DBD tersebut.

Seperti yang dilakukan  pihak Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, masyarakat disana sudah mulai melaksanakan gotong oroyng bersama, Sabtu (14/2/15). Kegiatan itu langsung ditinjau ohleh Wakil Walikota, Ayat Cahyadi.

Ayat menilai bahwa tingkat penderita penyakit DBD untuk di kota Pekanbaru belum mencapai ke tingkat kejadian luar biasa (KLB), meski demikian agar tidak terjadi, maka Pemerintah kota Pekanbaru menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah se-kota Pekanbaru agar mengajak masyarakat untuk bergotong royong.

Dengan bergotong royong kita harapkan dapat terhindar dari nyamuk Aedes Aegypti, karena nyamuk Aedes Aegypti ini mempunyai kebiasaan mencari makan (menggigit manusia untuk dihisap darahnya) sepanjang hari terutama antara jam 08.00-13.00 dan antara jam 15.00-17.00.

Sebagai nyamuk domestik di daerah urban, nyamuk ini merupakan vektor utama (95%) bagi penyebaran penyakit DBD (Demam Berdarah). Jarak terbang spontan nyamuk betina jenis ini terbatas sekitar 30-50 meter per hari. Maka untuk pencegahan sendiri, pola 3M plus yang sudah cukup dikenal masyarakat tetap menjadi andalan dalam mencegah mewabahnya demam berdarah.

Kegiatan menguras penampungan air, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air serta plus menghindari gigitan nyamuk masih menjadi hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan demam berdarah. Sebab, nyamuk ini hidup di air yang bersih,dan nyamuk ini juga  berkembang biak dengan sangat pesat di saat mulai musim hujan seperti sekarang ini. Dan dari dinas kesehatan kota pekanbaru juga telah melakukan program foging kesetiap daerah yang dianggap rawan dan besarnya penderita penyakit DBD.***(hms/chir)