Beranda blog Halaman 2462

Ayat Cahyadi: Tanggulangi Kemiskinan Dengan Pendekatan

Ayat Cahyadi, S.Si memberikan pengarahan
Ayat Cahyadi, S.Si memberikan pengarahan

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si mengungkapkan dalam menaggulangi kemiskinan di Kota Pekanbaru, paradigma yang dikembangkan adalah dengan pendekatan berbagai leading sektor.

Agar sektor dalam penanganan bisa berjalan harus memiliki pedoman, baik dalam kebijakan, program, indikasi kegiatan dan anggaran yang pro kemiskinan.

Hal tiu disampaikan Ayat pada pembukaan Lokakarya Review Pelaksanaan Program PNPM-Perkotaan Kota Pekanbaru, Selasa ( 13/01) di lantai III aula BAPEDA Kota Pekanbaru.

Ditambahkan, Sesuai dengan misi pemerintah kota Pekanbaru yakni meningkatkan perekonomian daerah dan masyrakat dengan meningkatkan investasi bidang Industri, perdagangan dan jasa serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan dukungan fasilitas yang memadai.

Peserta Lokakarya Review Pelaksanaan Program PNPM-Perkotaan Kota Pekanbaru
Peserta Lokakarya Review Pelaksanaan Program PNPM-Perkotaan Kota Pekanbaru

Selain itu, iklim usaha yang kondusif tentunya hal ini sejalan dengan dengan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan sehingga atas nama pemerintah kota akan terus mendukung sepenuhnya pelaksanaan PNPM-Perkotaan tersebut, ‘Ungkap Ayat Cahyadi di hadapan pera peserta lokakarya.

Ketua Panitia Lokakarya Hari Mufti, MT mengatakan, Pelaksanaan Program PNPM-Perkotaan sudah mencapai tahun ke delapan pada tahun 2014 dari 58 LKM (lembaga kemasyarakatan ) sekota pekanbaru 21 LKM sudah terealisasi sedangkan 37 LKM sedang pelaksanaan sehinggga untuk mengetahui siklus.

Pelaksanaannya perlu Review pelaksanannya agar diketahui tujuan pencapaian hasil siklus tahunan Kota dan hasil siklus tahunan masyarakat tahun 2014.

Lokakarya Review PNPM-Perkotaan ini adalah untuk mengetahui siklus tahunan perkotaan dan hasil siklus tahunan masyarakat juga mengevaluasi terhadap pencapaian komunitas belajar perkotaan sebagai penggerak tim koordinasi terhadap penaggulangan kemiskinan kota pekanbaru serta evaluasi pencapaian masyarakat yang sudah di tanggulangi oleh PNPM – Perkotaan.

Pada acara Lokakarya ini hadir, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, Camat, Lurah Lingkup Kota Pekanbaru dan Pendamping PNPM-Perkotaan, PNPM Pariwisata, PNPM PUAP, serta perwakilan Program Pemberdayan Kelurahan.***(advertorial/hums/chir)

Soal Korupsi Dana Bansos, Ketua Tim Peneliti UIR Belum Tersangka

korupsiPekanbaru (SegmenNews.com)– Keseriusan penyidik Kejaksaan Tinggi Riau mengusut tuntas dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemprov Riau untuk penelitian di Universitas Islam Riau sebesar Rp2,8 miliar dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini Ketua Tim Peneliti, Abdullah Sulaiman yang juga merupakan Wakil Rektor II belum ditetapkan sebagai tersangka.

Dari catatan tim SegmenNews.com, hingga saat ini Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau baru menetapkan Said Fazri, Direktur CV GEE dan Emrizal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIR, yang juga bendahara penelitian sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka tanggal 30 Januari 2014 lalu. Meski sudah satu tahun berlalu, namun ketua tim peneliti belum ditetapkan sebagai tersangka, meski diketahui tanpa adanya tandatangan dari ketua tim peneliti, dana tersebut tidak dapat dicairkan dan kerugian negara tidak adakan terjadi.

Ketua Tim Peneliti, Abdullah Sulaiman, yang juga Wakil Rektor II Universitas Islam Riau, ketika ditemui SegmenNews.com,baru-baru ini, mengaku dirinya menandatangani penelitian tersebut beserta laporan pertanggung jawabannya. Abdullah Sulaiman juga mengakui tanpa adanya tanda tangannya tersebut, uang tidak akan bisa dicairkan.

Ketika ditanya mengapa dirinya menandatangani laporan pertanggung jawaban yang tidak benar, Abdullah Sulaiman, mengatakan, dirinya tidak memeriksa satu persatu laporan pertanggungjawaban tersebut. Karena menurutnya laporan pertanggungjawaban tersebut dibuat secara mendadak dan disampaikan kepadanya secara mendadak dan buru-buru.

Ia juga mengaku sudah lama tidak pernah diperiksa lagi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Riau terkait kasus tersebut. terkait statusnya apakah akan ditingkatkan sebagai tersangka, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik Kejaksaan Tinggi Riau.

Untuk diketahui, dugaan korupsi berawal ketika UIR mengadakan penilitian bersama Institut Alam dan Tamandun Melayu (ATMA) Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) tahun 2011-2012. Tidak ada  dana, UIR mengajukan bantuan ke Pemprov Riau dan diberi dana hibah Rp2,8 miliar.

Jaksa penyidik menemukan penyimpangan pertanggungjawaban bantuan dana yang dilakukan Said Fhazli selaku Pembantu Penyelidik Tim Peneliti Bersama UIR dan Institut ATMA-UKM, yang juga merupakan Direktur CV Global Energi Enterprise dan tersangka Emrizal selaku Bendahara Tim Penelitian Bersama UIR dan Institut ATMA-UKM 2011, yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIR.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***(chir)

Pengadaan Alkes Kampar Rp19 Miliar Diduga Dikorupsi

AKBP Ery Apriyono
AKBP Ery Apriyono

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kabupaten Kampar bernilai Rp19 Miliar anggaran APBN tahun tahun 2013, dilaksanakan PT. Syifa Medical Prima yang beralamat di Bekasi, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, diduga dikorupsi.

Tim Polres Kampar saat ini tengah melakukan pengusutan terhadap dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dan kedokteran di Kabupaten Kampar, yang dianggarkan melalui APBN tahun 2013 lalu.

Adanya dugaan pengusutan ini, dibenarkan Kapolres Kampar, AKBP Ery Apriyono, kepada tim SegmenNews.com baru-baru ini.

“Kita sedang lakukan penyelidikan,” ujar Kapolres singkat, ketika dikonfirmasi melalui selulernya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kampar, Herfio Zaki, ketika dikonfirmasi lebih lanjut melalui selulernya, siapa saja yang telah dimintai keterangan terkait pengusutan itu, belum bersedia memberikan keterangan.

Ia berjanji akan memberikan keterangan dalam beberapa hari ke depan. “Untuk konfirmasi, sebaiknya kita bertemu hari Selasa, kalau melalui seluler, takutnya informasi yang diberikan salah,” ujarnya.

Dari laporan dugaan penyimpangan pengadaan alat kesehatan dan kedokteran di Kabupaten kampar, yang diterima redaksi SegmenNews.com, disebutkan pengadaan alat kesehatan yang didanai APBN tahun 2013, dilaksanakan PT Syifa Medical Prima yang beralamat di Bekasi, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Namun hingga batas waktu berakhir, diduga pekerjaan tidak terealisasi seluruhnya. Rekanan perusahaan selaku pemenang lelang diduga tidak memiliki surat pernyataan tenaga ahli yang dilengkapi dengan ijazah yang berhubungan dengan alat kesehatan sebagai kelengkapan persyaratan pelelangan sebagaimana halnya amanah Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa.

Alat-alat kesehatan yang diadakan juga diduga mark up dan tidak semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar yang memperoleh alat kesehatan senilai Rp19 miliar tersebut.***(hasran)

Usut Proyek Jembatan Sei Air Hitam Tak Tuntas

borgolPekanbaru (SegmenNews.com)- Jembatan Sungai Air Hitam, Pekanbaru, yang dianggarkan tahun 2014 lalu, hingga tanggal 7 Januari 2015 tak tuntas.

Menurut salah seorang warga kondisinya baru sekitar 50 persen. Sementara dari data LPSE Riau, diketahui, pekerjaan ini dikerjakan PT Agung Jaya Selaras dengan nilai Rp4,9 miliar. Kontrak pekerjaan dimulai tanggal 3 Oktober 2014. Sehingga pada tanggal 7 Januari 2015, kontrak sudah berjalan selama 95 hari kalender.

Menanggapi tidak tuntasnya sejumlah proyek di Bidang Bina Marga, Dinas PU Riau tahun anggaran 2014 ini, Ketua Umum Forum Intelektual Muda Pemerhati Pembangunan Riau (FIMPPRI), Misrawansyah, meminta Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau melakukan pengusutan.

“Institusi penegak hukum di Riau harus segera melakukan pengusutan, apa sebenarnya penyebab tidak tuntasnya pekerjaan itu, apakah ada unsur kesengajaan atau kong kalikong antara kontraktor dan pihak pemerintah (Dinas PU Riau),” ujarnya.

Karena menurutnya, jika alasannya karena faktor alam, untuk saat ini tidak dapat diterima. Karena sepanjang Oktober hingga Desember 2014 tidak terdapat bencana alam pada dua lokasi proyek itu. Sehingga tidak tuntasnya proyek itu indikasinya adalah faktor kesiapan kontraktor dan pemerintah.

“Kadang kala ada indikasi permainan antara kontraktor dan pihak pemerintah. Misalnya, waktu yang tersisa sudah jelas tidak memungkinkan lagi untuk menyiapkan suatu proyek, tetapi tetap dilakukan proses lelang hingga pengumuman pemenang dan penandatanganan kontrak.

Kemudian, Panitia tidak lagi memperhatikan apakah peralatan yang ditawar maupun metode pekerjaan sesuai logika atau tidak untuk menyiapkan suatu pekerjaan dengan waktu yang cukup singkat. Ini dilakukan karena pemenangnya sebelumnya sudah diatur. Apakah indikasi ini ada pada dua proyek ini, maka tugas aparat penegak hukum untuk segera melakukan
pengusutan,” terang Misrawansyah.

Dikatakan Misrawansyah, agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah-tengah masyarakat, seharusnya pemerintah memutus kontrak pekerjaan dan membayarkannya sesuai dengan progres pekerjaannya saat itu. Jangan lagi dicari-cari alasan pembenar padahal hanya berupaya untuk memainkan uang negara.

Agar ke depannya, pelaksanaan proyek tertib dan meminimalisir adanya permainan dalam proyek yang mengakibatkan kerugian negara.

Misrawansyah mengimbau Kejaksaan dan Polda Riau mengusut proyek yang tidak tuntas tersebut dan menindak tegas jika ada penyimpangan. Hal ini agar memberikan efek jera kepada pemerintah dan kontraktor yang masih berupaya melakukan penyimpangan.

Sementara Kepala Dinas PU Riau Syaiful Buchori, yang dicoba dikonfirmasi melalalui selulernya, dinomor 081266419xxx tidak aktif.***(hasran)

Proyek PU Riau Jalan Pedamaran I Tak Tuntas

Tim SegmenNews.com memantau tumpukan tanah timbun jalan pendamaran I di Rokan Hilir
Tim SegmenNews.com memantau tumpukan tanah timbun jalan pendamaran I di Rokan Hilir

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sejumlah proyek Dinas PU Riau Bidang Bina Marga Tahun Anggaran 2014, tidak tuntas hingga tahun anggaran berakhir. Kejaksaan dan Polda Riau diminta segera mengusut proyek tersebut, karena diduga ada permainan pada proyek tersebut.

Proyek tak tuntas hingga tahun anggaran berakhir tersebut di antaranya, proyek peningkatan Jalan Pendamaran I dan II senilai
Rp7 miliar lebih dan pembangunan Jembatan Sungai Air Hitam senilai Rp4,9 miliar.

Pantauan tim SegmenNews.com di lapangan, hingga tanggal 7 Januari 2015, peningkatakan Jalan Pendamaran I dan II di Kabupaten Rokan Hilir belum tuntas. Tanah timbun untuk menimbun bahu jalan masih tertumpuk di sepanjang jalan. Tanah yang digunakan untuk bahu jalan ini merupakan tanah timbun biasa, bukan tanah berbatu seperti halnya proyek pada bahu jalan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

Dari plang proyek diketahui, proyek ini dikerjakan oleh PT Daya Bersama dengan nilai kontrak Rp7,085 miliar. Kontrak dimulai tanggal 20 Oktober 2014 dengan masa pelaksanaan selama 54 hari kalender. Dengan demikian, kontrak seharusnya berakhir sekitar tanggal 14 Desember 2014.

Atas ketidak tuntasan proyek tersebut, Direktur Eksekutif Indonesian Monitoring Development, R Adnan, kepada wartawan mengatakan, untuk bahu jalan pada proyek peningkatan jalanumumnya dilakukan base, bukan tanah timbun biasa. Namun apakah ini berlaku pada peningkatan Jembatan Pendamaran I dan II perlu dilihat lagi bestek pada proyek tersebut.

Ketua Umum Forum Intelektual Muda Pemerhati Pembangunan Riau (FIMPPRI), Misrawansyah, meminta Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau melakukan pengusutan.

“Institusi penegak hukum di Riau harus segera melakukan pengusutan, apa sebenarnya penyebab tidak tuntasnya pekerjaan itu, apakah ada unsur kesengajaan atau kong kalikong antara kontraktor dan pihak pemerintah (Dinas PU Riau),” ujarnya.

Kepala Dinas PU Riau Syaiful Buchori, yang dicoba dikonfirmasi melalalui selulernya, dinomor 081266419xxx tidak aktif.***(hasran)

Kemenag Rumah Besar Umat Beragama

Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MARokan Hulu (SegmenNews.com)- Kementerian Agama (Kemenag) dapat dikatakan sebagai rumah besar dan rumah bersama tempat mengadu, tempat bertemu, tempat berdiskusi, tempat bersendagurau, tempat bersilaturrahim, tempat memecahkan persoalan social kemasyarakatan dan keummatan, dan tempat kembali bagi seluruh umat beragama.

Untuk itu, maka Kemenag pada semua tingkatan harus dapat mengayomi, melindungi, membimbing dan membina seluruh umat beragama, sehingga dapat hidup berdampingan secara harmonis dan dinamis. Dengan demikian maka akan tercipta kerukunan nasional secara permanen.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, kepada wartawan berbagai media massa, di sela-sela perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke 69 tahun 2015 akhir pekan lalu, di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.

Dikatakannya, Kemenag termasuk kementerian unik, sebab Negara satu-satunya di dunia ini yang punya kementerian agama hanyalah Negara Indonesia. Bandingkan dengan Arab Saudi yang hanya punya Kementerian Haji dan Kementerian Zakat dan Wakaf, yang hanya mengurusi sebahagian kecil dari tugas Kemenag di Indonesia.

Kementerian Agama memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara umum adalah melakukan bimbingan dan pembinaan dalam pembangunan di bidang agama dan keagamaan, baik yang menyangkut kehidupan beragama maupun yang menyangkut pendidikan agama dan keagamaan.

Tupoksi ini dijabarkan dalam bentuk lima program pokok, yaitu pembinaan kehidupan beragama; pembinaan kerukunan umat beragama; pembinaan pendidikan agama dan keagamaan; penyelenggaraan ibadah haji dan umrah; dan peningkatan tata kelola pemerin tahan yang baik.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, mengatakan bahwa tupoksi tersebut, semuanya diarahkan pada bimbingan dan pembinaan yang terkait dengan semua pemeluk agama, yang meliputi agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan bahkan Konghucu.

Menurut Hasibuan, bagi Kementerian Agama tidak ada bedanya enam agama yang hidup di Indonesia, sebab semuanya harus dibimbing dan dibina sehingga dapat menjalankan ajaran agamanya dengan baik dan benar, serta dapat menjaga hubungan yang harmonis antara satu penganut agama dengan penganut agama yang lain.***(rls)

Bupati Ingatkan PNS Jaga Prilaku

Bupati Rohul1SegmenNews.com- Berstatus sebagai PNS merupakan suatu Kebanggaan tersendiri ditengah masyarakat karena termasuk salah satu golongan pekerjaan yang terhormat dan bisa menjadi figur di tengah masyarakat. Untuk itu Pns harus bisa mengimbangi perilaku ditengah masyarakat agar tetap mejaga moral dan prilaku.

Hal ini diungkapkan Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad, Msi pada apel gabungan pegawai dijajaran Pemkab Rokan Hulu, Senin (12/1/2015) di halaman kantor Bupati. Ditegaskannya juga PNS harus bisa menjaga prilaku dan moral ditengah masyarakat, jika ada PNS yang terlibat berbuatan amoral terutama narkoba maka akan diberhentikan dari pekerjaanya.

“Sewaktu waktu akan ada razia narkoba, kepada para pegawai bekerja sama dengan Polres Rokan Hulu. Untuk itu bagi yang saat ini memakai narkoba hendaknya dihentikan karena jika ada razia dan yang berstatus PNS kedapatan maka akan diberhentikan,” diingatkan Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, Ir Damri menyerahkan DPA 2015, diserahkan juga 8 Unit sepeda motor untuk operasional PPL koperasi untuk 8 kecamatan yakni, Bonai darussalam, Tandun dan 6 kecamatan lainya.***(adv/hum/ran)

Kisah Haru Dibalik Rekaman Black Box AirAsia

Kotak Hitam pesawat (ilustrasi)
Kotak Hitam pesawat (ilustrasi)

SegmenNews.com- Mendengarkan rekaman dari kotak hitam (black box) pesawat yang mengalami kecelakaan bukanlah hal yang mudah, tidak seperti mendengarkan musik atau perbincangan biasa. Membutuhkan mental kuat bagi para investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami mendengarkan detik-detik sebelum mereka menemui ajal. Itu nggak mudah. Itu mengganggu,” kata Investigator KNKT, Nurcahyo Utomo, di lapangan udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu 11 Januari 2015.

Apalagi, saat ini Nurcahyo juga harus mendengar percakapan pilot AirAsia QZ 8501. Ini tugas yang sangat berat baginya, meskipun ia sudah melakukan pekerjaanya ini sejak tahun 1997.

“Pilotnya itu Pak Indriyanto, itu senior saya. Dia yang ngajarin saya terbang. Kebayang nggak, saya harus dengar percakapan terakhir dia,” katanya.

Pengalaman mendengarkan rekaman dari kotak hitam juga tidak hanya mengganggu dirinya. Bahkan, seringkali para investigator terkesima oleh suara-suara menjelang ajal.

“Kami dengar itu gimana rasanya. Allahu Akbar, Allahu Akbar, beberapa detik terakhir sebelum menemui ajal. Merinding kami,” katanya.

Tim investigasi harus mendengarkan ini berkali-kali. “Kami sering terdiam saat rekaman habis beberapa saat. Sampai ada yang ngingetin rekaman harus diputar ulang,” katanya.

Walau berat, ia tidak bisa mengelak dari tugas itu. Di mana mendengar percakapan terakhir di black box menjadi salah satu kunci mengungkap kecelakaan AirAsia.

“Kami akan tahu apa sih yang sebenarnya terjadi dari percakapan pilot atau co-pilot sesaat pesawat itu mengalami kecelakaan,” katanya.***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id

Berikut 4 Ranperda Pekanbaru Tingkatkan PAD

Ayat Cahyadi,S.Si
Ayat Cahyadi,S.Si

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekanbaru (DPRD) tentang Jawaban Pemerintah terhadap pandangan umum fraksi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (12/01/15) di ruang rapat paripurna DPRD kota Pekanbaru.

Pada rapat paripurna ke 2 (dua) masa sidang I (satu) tahun 2015 DPRD kota Pekanbaru ini dihadiri oleh Ketua DPRD kota pekanbaru beserta anggotanya dan muspida kota pekanbaru, beserta seluruh SKPD kota pekanbaru.

Pada rapat paripurna jawaban Pemerintah terhadap pandangan umum Fraksi DPRD Kota Pekanbaru. Ayat berharap kepada anggota DPRD kota Pekanbaru secepat membahas dan mengesahkan terhadap 4 (empat) Ranperda :

1.Ranperda retribusi pengendalian menara telekomunikasi.
2.Ranperda penataan pengendalian menara telekomunikasi.
3.Ranperda rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
4.Ranperda penyertaan modal daerah dan penambahan penyertaan kepada badan usaha milik daerah dan badan hukum lainnya.

“Jika anggota DPRD kota Pekanbaru masih memerlukan penjelasan lebih maka pihak pemerintah kota pekanbaru bersedia di undang untuk membahasnya lagi,” kata wakil walikota pada pada pidatonya.

Pihak pemerintah kota Pekanbaru telah merancang Perda ini karena dianggap sangat bermanfaat bagi pendapatan daerah kota Pekanbaru dan bagi masyarakat demi tercapainya kesejahteraannya.***(chir)

Asmita Firdaus Ajak Masyarakat Muhasabah

HMS_2692Pekanbaru (SegmenNews.com)- Ketua TP Peggerak PKK  Kota Pekanbaru, Hj. Asmita Firdaus mengajak kepada kaum Ibu-Ibu dalam menyikapi perkembangan zaman dewasa ini hendaknya agar tidak sekali-kali menyimpang dari perintah ALLAH SWT serta Sunnah Rasulullah SAW.

“Karena itu merupakan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan kita sehari-hari, tetap muhasabah sebab ini adalah bagian dari perwujudan masyarakat kota Pekanbaru dalam mencapai kota Pekanbaru metropolitan yang madani,” ungkapnya pada sambutan  Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang di gelar TP PKK Kota Pekanbaru, Senin ( 12/01/15) di gedung Dekranasda Jl. Durian.

Dilanjutkan Asmita, selaku umat Nabi Muhammad SAW sudah selayaknya kita meneladani akhlak dan perilaku kehidupan Rasulullah SAW serta dalam momentum peringatan maulid yang di selenggarakan ini sebagai perwujudan dalam megingat dan mengetahui bahwa sosok Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang di agungkan.

Dihadapan para ketua T.P Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan Asmita berpesan agar para pengurus dapat bekerja dan berbuat lebih baik lagi dalam menjalankan roda organisasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga TP PKK dan masyarakat Kota Pekanbaru.

“Mari kita pupuk dan pelihara jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan diantara kita agar lebih baik di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Pada acara ini hadir Ibu Asisten II , Ibu Asisten II, Pengurus T.P Penggerak PKK  Kota Pekanbaru, Pengurus T.P Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan, Camat Tampan, Camat Payung Sekaki, Camat Pekanbaru Kota. Bertindak sebagai penceramah Ustad Zulfikar Nikmat, SH mengupas tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW acara yang berlangsung hikmat serta di tutup dengan Do’a serta fhoto bersama.***(hms/chir)