Siak (SegmenNews.com)- Dalam sidang lanjutan pembunuhan dan mutilasi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Siak, Selasa (16/12/14). Saksi Tiomina Boru Tinjak (60) warga Jalan Bintara KM 4 Perawang, Kecamatan Tualang mengaku sempat memakan daging mutilasi yang dibelinya dari tersangka.
Awalnya, saksi yang di tawari daging manusia dimutilasi itu tidak menaruh curiga. Dia menyangka daging tersebut adalah daging sapi seperti pengakuan tersangka, Delfi dan Supian kepadanya. Daging dibeli seharga Rp100 ribu.
Tanpa menaruh curiga, daging manusia tersebutpun di rendang dan dimakan oleh saksi, Tiomina bersama keluarganya.
“Tak ada saya curiga bu hakim, dagingnya padat, tak ada darah, setelah direbus cepat empuknya, lalu saya kasih santan untuk direndang. Kemudian, sekeluarga makan daging, termasuk saya dan juga cucu saya,” aku Tiomina.
Kepada majelis Hakim yang dipimpin, Sorta Ria Neva, hakim anggota, Rudy Wibowo dan Desbertua Naibaho. Penasehat Hukum yang ditunjuk negara untuk terdakwa adalah Wan Arwin Temimi SH. Sedangkan JPU Endang Setiyaningsih dan Binsar, saksi Tiomina mengaku, baru mengetahui daging yang direndang tersebut adalah daging manusia setelah ada pemeriksaan oleh kepolisian. Dia kaget dan merinding saat mendengar daging yang dimakannya adalah daging manusia.
“Saya kaget dan merinding setelah saya tahu kalau daging yang saya makan adalah daging manusia di kantor Polisi,” cetusnya.
Sebelumnya, korban pembunuhan dan mutilasi, Opi alias Femasili Madeva (10) ditemukan tanggal 23 Juli 2014 di kawasan kebun Akasia Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang, hanya tinggal sisa tenggorak. Melalui pemeriksaan Polisi kejadian pembunuhan tersebut terjadi, pada tanggal 18 Juli 2014.***(rinto)
Bupati Siak bertemu dengan Dirjen SDA Kementrian PU RI di Jakarta.
Jakarta (SegmenNews.com)- Mengelola sistem irigasi adn pengairan di suatu daerah bukanlah perkara gampang. Diperlukan usaha extra dan jurus-jurus jitu untuk bisa mencapai level maksimal. Terutama jika out put yang ingin dicapai adalah meningkatnya hasil produksi pangan menuju ketahanan pangan di kabupaten Siak.
Untuk meningkatkan pengelolaan irigasi tersebut, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Kementrian PU RI dalam meningkatkan fungsi infrastruktur jaringan pengairan untuk segera dilakukan rehabilitasi.
Hal itu disampaikannya saat bertemu langsung Dirjen Sumber Daya Air Ir Mudjiadi MSc, serta Direktur Bina Program Widianto, Kementrian PU RI, di Dedung Direktorat SDA, Kementrian PU, Selasa (16/12/14). “Kita mengharapkan perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk dapat melakukan rehabilitasi fungsi pengairan ini. Karena bagaimanapun DIR Siak Kiri ini awalnya dibangun oleh dana APBN melalui program ISDP,” ungkap Syamsuar.
Dalam kesempatan ini Bupati Siak secara khusus menyampaikan beberapa persoalan infrastruktur sumber daya air dalam mendukung ketahanan pangan di kabupaten Siak. Persoalan infrastruktur ini difokuskan pada irigasi di kawasan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Siak Kiri Paket B,C,D. DIR Siak Kiri ini masih mengalami fase kekeringan dikarenakan lahan yang bergantung pada aliran sungai siak. Sementara pasang tertinggi tidak dapat mengairi aliran persawahan. Beberapa solusi yang dilakukan pemerintah daerah masih memrlukan perhatian dan kerjasama pemerintah pusat.
Akibatanya produksi menurun, bhkan luas tanam juga masih rendah. Diakui Syamsuar minat petani untuk menanam padi semakin menurun dan timbulnya persoalan alih fungsi lahan. “Jika irigasi bagus, kita bisa tingkatkan produksi, misalnya dari IP 200, jadi IP 300. Begitu juga dengan luas tanam kita. Ini sudah jadi komitmen kita dengan petani, jika memang kita bisa tingkatkan sistem irigasi yang ada,” tutur Syamsuar.
Menurut Bupati, pengelolaan ini diharapkan dapat dilakukan melalui Dana Alokasi Khusus yang merupakan perimbangan pembangunan antara pusat dan daerah. Namun demikian upaya ini masih terganjal dengan kebijakan fiskal mengingat kemampuan APBD Siak yang cukup tinggi. “Meskipun demikian, tetapi APBD kita juga dibutuhkan oleh berbagai sektor pembangunan lainnya. Maka kita harapkan hal ini dapat dibangun oleh pemerintah pusat,” tambah Syamsuar.
Dirjen Sumber Daya Air Ir Mudjiadi MSc saat bertemu Bupati Siak mengungkapkan dukungannya terhadap program yang diajukan dan secara langsung akan menggesa pembangunan yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak. Sementara itu Direktur Bina Program Widianto, Kementrian PU RI juga mengatakan bahwa DIR Siak kiri sudah masuk dalam program regular Kementrian PU. “Siak kiri sudah masuk pada kegiatan reguler kita, dan dengan adanya usulan ini bisa kita tambahkan melalui APBNP,” jelas nya.
Kabupaten Siak adalah salah satu sentra produksi pangan di provinsi Riau yang memiliki luas lahan potensial mencapai 16.798 Ha, sementara luas fungsional mencapai 12.541 Ha dan luas tanam 6.201 Ha. Dari luas tersebut, 5.476 Ha diantaranya merupakan luas fungsional yang ada di kecamatan Bungaraya, atau yang dikenal dengan Daerah Irigasi Rawa Siak Kiri Paket B,C,D. Sementara luas tanam di kecmatan itu sendiri hanya berkisar 3.341 Ha dengan luas panen pada tahun 2013 sekitar 3.050 Ha. Catatan penting kata Bupati adalah luas tanam dan luas panen padi petani yang masih jauh dari luas fungsional. “Ini juga dikarenakan fungsi infrastruktur yang perlu direhabilitasi dan ditingkatkan,” ungkap nya.
Sementara untuk menangkal alih fungsi lahan, pemkab Siak sendiri telah menerbitkan Perda lahan pangan yakni Perda No 2 Tahun 2014 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Beberapa catatan penting lainnya yang disampaikan Bupati Siak adalah menyampaikan usulan anggaran untuk kebutuhan pengembangan dan pengelolaan kebutuhan air baku di kabupaten Siak. Saat ini masih ada 4 kecamatan di kabupaten Siak yang belum memiliki infrastruktur. Yakni Sabak Auh, Pusako, Lubuk Dalam & Kerinci Kanan.***(rinto/rls)
Indragiri Hulu (SegmenNews.com)- Hingga November 2014, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengalami peningkatan hingga 300 persen dibanding tahun 2013 lalu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Inhu, jumlah kasus DBD yang tercatat hingga November 2014 mencapai 257 kasus dengan dua kematian, sedangkan tahun lalu hanya 92 kasus dengan satu kematian.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Inhu, Evy Irma Junita menyebutkan, tingginya kasus DBD di tahun 2014 ini lebih disebabkan karena faktor cuaca yang sangat ekstrim dan ditambah dengan musibah banjir.
“Jika dilihat dari fakta, kasus DBD banyak terjadi pada saat cuaca yang tidak baik di tahun ini, terutama pada bulan Februari, Mei, Juni dan terlebih lagi pada bulan September, Oktober dan November. Ditambah lagi dengan banjir yang terjadi pada Oktober dan November,” jelasnya, Senin (15/12/2014).
Peningkatan kasus DBD yang sangat drastis terjadi pada wilayah Puskesmas Pangkalan Kasai. Tahun 2013, hanya terdapat 6 kasus DBD, tetapi hingga November 2014 sudah terdapat 95 kasus DBD. Begitu juga dengan wilayah Puskesmas Kambesko. Pada tahun 2013 lau, terdapat 28 kasus DBD, sementara tahun 2014 ini sudah mencapai 62 kasus. Namun ada juga yang terjadi penurunan seperti pada wilayah Puskesmas Sipayung. Dari 52 kasus pada tahun 2013, sampai November 2014 menurun menjadi 31 kasus.
Irma mengungkapkan, pemberantasan penyakit DBD harus melibatkan peran serta masyarakat. Sebab fogging yang dilakukan Dinas Kesehatan hanya untuk menanggulangi penyebaran penyakit, bukan untuk membunuh sumber penyakitnya, seperti jentik-jentik nyamuk.“Saat ini anggaran untuk desa sudah ada tersendiri. Ini membuat peluang agar desa dapat berperan aktif untuk menanggulangi DBD dengan memberdayakan masyarakat,†jelasnya.
Salah satu cara menanggulangi DBD dapat dilakukan dengan membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Jumantik bisa dibentuk oleh setiap desa yang melaksanakan tugas berdasarkan SK kepala desa. Bahkan jika memungkinkan desa dapat memberikan anggaran untuk operasional Jumantik. “Jumantik ini sudah dibentuk di beberapa daerah, termasuk Pekanbaru. Usaha ini berhasil menekan angka DBD dan kematian,†jelasnya.
Ditambahkannya, Dinas Kesehatan Inhu sebelumnya sudah melakukan survey pada daerah endemis DBD seperti di Kelurahan Sekip Hulu dan Kampung Dagang Kota Rengat. Dari sejumlah rumah yang disurvey, 75 persen diantaranya terdapat jentik.***(ril/isc)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, mendukung rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka cabang di Sumatera. Ini dinilai tepat, dalam upaya mempermudah kinerja lembaga superbody itu.
Dukungan itu disampaikan oleh Kepala Inspektorat Riau H Abdul Latif , saat dikonfirmasi tentang rencana KPK membuka cabang tersebut.”Itu bagus ya, untuk mempermudah tugas KPK,”katanya, Selasa (16/12/14) di Kantor Gubernur Riau.
Latif sendiri tidak mengetahui secara pasti, di kota mana nantinya KPK akan memiliki kantor cabang di Sumatera. Kendati demikian, pihaknya sangat mendukung langkah KPK itu.
Seperti diketahui, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, KPK akan membuka cabang di tiga kota. Ketiganya adalah, untuk Pulau Sumatera Kota Medan, Pulau Kalimantan Kota Balik Papan dan Pulau Sulawesi Kota Makassar.
Abraham mengaku, belum mengetahui apakah rencana itu akan disetujui oleh pemerintah dan DPR. “Sebab, hal ini juga terkait alokasi penganggaran,”sebutnya, seperti dirilis jpnn.com.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menyatakan, KPK berencana membentuk cabang pada tahun 2015. Pembentukan cabang itu merupakan tindak lanjut dari koordinasi dan supervisi pencegahan di bidang Sumber Daya Alam.
Menurut Bambang, salah satu tujuan pembentukan supaya bisa lebih dekat melakukan pengawasan dan efisiensi waktu. Cabang KPK, sambung dia, dibentuk untuk mendorong peningkatan pengembangan kualitas pelayanan publik.***(jpnn)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sekda kota Pekanbaru, M.Syukri Harto membuka secara resmi pelatihan iman dan khatib se-kota Pekanbaru di Aula BAPPEDA kota pekanbaru.
Acara ini Tersebut Dihadiri Ass IV ,Dan Seluruh SKPD ,Camat,Lurah Sekota pekanbaru.
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti 228 orang imam dan khatib se-kota pekanbaru.
Pidato singkat Sekdako, mengajak seluruh masyarakat dan imam dan khatib saling bahu membahu dalam mewujudkan kota Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan yang Madani.
“Mari kita saling bahu membahu mewujudkan kota ini menjadi kota metropolitan yang madani,” ajaknya, Selasa (16/12/2014).***(chir)
Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi di sambut tarian persembahan dari anak paud se kecamatan Tampan.
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Wakil Walikota Pekanbaru, AYAT CAHYADI,S.Si membuka secara resmi acara pembukaan Gebyar Gugus PAUD se Kecamatan Tampan, Selasa ( 16/12/2014) di Citra Garden Jl. Purwodadi Kelurahan Sidomulyo Barat.
Hal ini dilakukan untuk memupuk tali persaingan sehat antar GUGUS PAUD se Kecamatan Tampan serta untuk menampilkan kreatifitas para anak-anak usia dini,bertindak selaku Ketua Panitia Bunda Hernida, S.IP. M.PD pada pidatonya mengatakan, GEBYAR GUGUS PAUD se Kecamatan Tampan ini baru pertama kali di laksanakan semoga dapat memunculkan berbagai kreatifitas anak usia dini.
Panitia juga melalukan berbagai jenis perlombaan diantaranya, lomba mewarnai, lomba tari,lomba tarik suara,tarik tambang, dan lain sebagainya. Berdasarkan data jumlah anak didik sebanyak 3188 anak di tambah wali murid pendamping. terangnya’
Pada acara ini hadir, Camat Tampan beserta jajarannya,Lurah Sidomulyo Barat, ketua HIMAPAUDI, IGTK,HIPKI, PKBM , Bunda-Bunda PAUD SE- Kecamatan Tampan serta perwakilan dari CITRA GARDEN.
Dalam Pidatonya, Wakil Walikota mengungkapkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang di tujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang di lakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Ditambahkan, para bunda Paud harus memperkenalkan kepda anak didik tentang situasi dan kondisi kota pekanbaru, karena dari sekaranglah kita tanamkan rasa cintanya kepada tempat dia bermukim .
“Kita juga memberi pehaman tentang perlunya menjaga lingkungan sekitar kita, sebab lingkungan yang baik akan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya anak,” ungkapnya.***(chir)
Wako Pekanbaru, Firdaus MT memaparkan potensi Daerah kepada investor di Perth Australia
Perth Australia (SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru terus berupaya membuat terobosan agar Kota pekanbaru benar-benar menjadi kota yang modern dan cerdas, dan pusat tujuan ivenstasi serta memiliki masyarakat yang madani.
Seperti halnya saat ini, Walikota pekanbaru Firdaus ST MT menemui sejumlah investor dan pelaku usaha di Perth Asutralia, dinegeri Kanguru itu, Walikota ekspos tentang pontensi dan prospek pertanian serta peternakan di Pekanbaru khususnya, dan Riau pada umumnya.
Informasi yang diterima dari Kabag protokol yang mendampingi Walikota di Perth Asutralia tersebut, bahwa pertemuan Walikota dengan para investor dari perth Australia tersebut dimediasi oleh Acting Konsul RI di Perth Australia Bp. Rosihan T. Saragih.
“Sebelum melakukan pertemuan dengan investor bidang pertanian dan peternakan, Walikota melakukan ekspos di konsulat Republik Indonesia dihadapan Acting Konsul RI di Perth Australia Bp. Rosihan T. Saragih serta para staf konsulat,’’ ujar Ardiansyah.
Walikota Pekanbaru yang dijadwalkan pulang ke Pekanbaru, Rabu (17/12) ketika dihubungi via telepon menambahkan bahwa dalam pertemuan dan pemaparan yang disampaikan sepertinya para pengusaha Perth Australia semakin tertarik berinvevstasi mengembangkan sektor agro wisata dan pertanian di Pekanbaru.
“Apalagi saat ini kebutuhan daging dan konsumsi daging di Pekanbaru sangat besar melebihi Kota Medan khsus sapi Bali yang juga berasal dari peternakan Australia. Kita optimis, para pengusaha di Perth Australia ini sangat tertarik meningkatkan investasi sektor pertanian dan peteranakan di Pekanbaru, karena struktur tanah dan kondisi alam Pekanbaru serta wilayah yang luas sangat memungkinkan peluang itu, sehingga lapangan kerja semakin terbuka di untuk putra-putri Pekanbaru,” harap Walikota.***(rls/hms)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Pasca bencana banjir melanda Kabupaten Rokan Hulu, Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan terobosan untuk mengantisipasi penyakit DBD yang timbulkan akibat banjir.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rohul Grifino Dahlihardy mengakui sejauh ini belum ada laporan warga korban banjir yang terserang DBD.
“Pihak Puskesmas telah kita perintahkan untuk melakukan pemantauan di daerah rawan DBD,” kata Grifino, Senin (15/12/14).
Grifino mengatakan sumur warga yang sempat terendam banjir saat bencana lalu, telah mendapatkan bubuk abate dari Puskesmas setempat.
Sejauh ini, diakui Grifino, Diskes Rohul baru sebatas membagikan bubuk abate, belum melakukan fogging atau pengasapan di daerah bekas rendaman banjir. Menurut dia, fogging baru dilakukan setelah ada indikasi warga terjangkit DBD.
“Kalau kita lakukan fogging, itu bukan memberantas jentik nyamuk, namun menyebabkan kekebalan. Tujuan fogging adalah memberantas nyamuk dewasa,” ungkapnya.
Grifino mengimbau warga Rohul yang sempat menjadi korban banjir untuk lebih mengalakkan prilaku hidup bersih. Seperti menerapkan gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur). Termasuk lagi, menerapkan pemberatasan sarang nyamuk (PSN) mulai saat ini.
“Puskesmas juga melakukan penyuluhan. Tujuannya, warga lebih meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat,” ujar dia.
Grifino menambahkan pencegahan DBD akan lebih baik, seperti menutup air bersih, membersihkan ban bekas, kaleng bekas, botol bekas, ember dan wadah lain. Hal itu dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Apalagi, larva hanya membutuhkan waktu 7-10 hari untuk menjadi nyamuk dewasa.***(ar)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Wakil walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi,S.Si membuka secara resmi open pustaka timur expo 2014 di jalan HR Subrantas Panam, Senin (15/12/14).
Kegiatan tersebut bermotto ‘Cerdas bersama toko buku pustaka timur’. Hadir juga Camat Tampan, Chairani, M.Si, beserta pegawainya dan Kepala sekolah TK Raudatul Atfal.
Ayat Cahyadi dalam pidatonya menyampaikan, bahwa secara umum Pemko Pekanbaru mendukung kegiatan tersebut. Sebab ini merupakan bentuk upaya meningkatkan minat baca masyarakat rangka menghadapi Afta 2015.
“Ini upaya meningkatkan minat membaca masyarakat kota pekanbaru dalam rangka menghadapi AFTA 2015 agar dapat mewujudkan Kota pekanbaru metropolitan yang madani yang merupakan visi kota pekanbaru yang kita cintai ini,” ujarnya.
Pada acara open pustaka timur expo 2014 ini juga dilakukan perlombaan mewarnai tingkat Pendidikan Anank Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak (TK), Membuat dan membaca puisi tingkat Sekolah Dasar dan menulis dan membaca tulisan arab melayu tingkat sekolah dasar dan pesertanya lebih kurang seratus orang.***(chir/hms)
Kampar (SegmenNews.com)- Minggu (14/12/2014) Sekitar Jam 16.00 Wib di Dusun Pulau Merbau Desa Salo Timur Kecamatan, Salo. Jajaran Polsek Bangkinang Barat/Kuok tangkap penyelenggara judi Togel, Ali Amran (50).
Penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat setempat karena sudah meresahkan. Barang Bukti (BB) diamankan yakni, uang tunai Rp 540.000, 1 Unit HP Merk Nokia warna biru, 1 lembar kertas rekap penjualan nomor togel.
Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Bangkinan guna proses hukum selanjutnya.
Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bangking Barat, Iptu Rhino Handoyo,SH bersama Kanit Reskrim Abu Syufian, Kanit Intel BRIPKA Tengku Hamzah HAMZAH dan jajaran anggota Polsek Bangkinang Barat/kuok yakni, Bripka Rudi Sianipar, Bripka Salman dan Brigadir Ulya Arifin.***(ali)