Beranda blog Halaman 2491

Kejati Riau Tahan Kepala BKD Kampar

korupsiPekanbaru (SegmenNews.com)– Dinilai tidak koperatif dalam menjalani pemeriksaan penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, terkait dugaan korupsi pengadaan baju koko di Pemkab Kampar. Kepala BKD Kampar, Asril Jasda ditetapkan sebagai tersangka ditahan di sel rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru-Riau, Senin (8/11/14) sekitar pukul 14:30 WIB.

“Kami melakukan penahanan terhadap tersangka Asril Jasda atas keterlibatannya melakukan tindak pidana korupsi pengadaan baju koko,” jelas Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Mukhzan, SH MH kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskan Mukhzan, pada kegiatan pengadaan baju muslim koko sebanyak 15.000 pasang lebih itu, negara dirugikan Rp600 juta.
Selain Kepala BKD yang ditetapkan tersangka, satu tersangka lagi, Firdaus (Direktur CV Mulya Raya Mandiri) saat ini buron.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ini dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Seperti diketahui, pada Juli 2013 lalu, Kejati Riau menetapkan Asril Jasda dan Firdaus sebagai tersangka dalam kasus yang menelan anggaran sebesar Rp2,4 miliar tersebut.

Namun dalam pelaksanaannya, setiap camat mendapat jatah berbeda. Ada yang mendapat Rp80 juta hingga Rp200 juta. Sejak awal, pengadaan baju koko yang digagas Bupati Kampar tersebut, disebut-sebut sebagai kegiatan sosial yang sarat dengan kontroversi.

Kegiatan itu mencuat ke publik ketika hampir seluruh camat di Kampar serentak mendatangi DPRD Kampar. Mereka sepakat meminta agar dianggarkan dana pengadaan baju koko.

Karena menurut Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua terhadap Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah, pada Pasal 39, pengadaan barang yang sejenis harus disentralisasikan pengerjaannya. Artinya, tidak bisa dipecah dan harus dikerjakan oleh instansi otoritas.***(chir)

2014, Kejari Siak Selamatkan Uang Negara Rp 4,6 Miliar

Kepala Kejari Siak, Zainul Arifin SH MH saat gathering dengan media di ruangan aula
Kepala Kejari Siak, Zainul Arifin SH MH saat gathering dengan media di ruangan aula

Siak (SegmenNews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Korupsi, Kejaksaan Negri (Kejari) Siak Sri Indrapura, melakukan ekspos hasil penanganan hasil korupsi yang ada di Kabupaten Siak selama tahun 2014.

Kepala Kejari Siak, Zainul Arifin SH MH saat gathering dengan media di ruangan aula, Senin (8/12/2014) melakukan ekspor hasil setahun terahir, dari perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ditangani Kajari Siak.

Sepanjang tahun ini tercatat, Kejari Siak berhasil mengembalian atau pemulihan aset negara hingga sebesar Rp 4.620.000.000. “Melalui media, kita sampaikan kinerja setahun dalam penanganan tipikor dan melaporkan juga telah berhasil mengembalikan aset keuangan negara yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang didapat dari penyitaan hasil korupsi,” terangnya.

Sedangkan penanganan kasus tipikor, dalam setahun telah mengerjakan penyelidikan tipikor sebanyak 4 kasus. Dari penyelidikan menjadi penyidikan ada sebanyak 9 kasus. Selain itu lanjutnya, kajari Siak juga telah melakukan penuntutan lima kasus tipikor yang didapat dari pihak penyidik Polri dan empat dari Kajari Siak.***(rinto)

Bela Teman, Petani Ditikam Empat Liang

Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)- Naas menimpa Jefri Hutasoid (35) yang sehari-hari bekerja sebagai petani sawit bersimbah darah, setelah ditikam lima liang oleh Sp di Km 72, desa Gunung Makmur, Segati, Langgam, kabupaten Pelalawan, Rabu (3/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Tapi baru di laporkan oleh temannya Samsul Ginting (43) ke Polres Pelalawan, Jumat (5/12) siang, setelah korban diselamatkan ke RS Medika Sorek, Pangkalan Kuras. Untuk mendapatkan pertolongan medis, akibat luka tikaman dibagian dada, perut, tangan kiri dan paha.

Penikaman itu dipicu masalah keributan yang dibuat olehnya saat kalah main judi mesin jekpot di tempat pelaku. Sehingga mesin jekpot hancur di banting dan koin berserakan.

Tapi ketika korban bertemu dengan pelaku di warung tuak, desa Segati, terjadi keributan. Korban bersama dengan Samsul terlibat adu mulut dengan pelaku. Hingga tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata tajam dibalik baju dan  langsung menyerang korban.

“Sasaran sebenarnya ke saya. Tapi dia (korban) ikut membela saya, jadi terjadi keributan dan pelaku langsung menikam teman saya secara membabi buta. Tapi untung saya cepat menangkap pelaku kalau tidak mungkin Hutasoit bisa mati,” kata Ginting ketika ditemui di Mapolres Pelalawan.

Dengan kondisi terjatuh, ungkap Ginting kalau temannya sempat membela diri. Tapi terus di hujani tikaman oleh pelaku, dengan mengunakan senjata tajam jenis golok. Hingga mengalami luka tusuk didada, perut, tangan kiri dan paha yang tembus ke belakang.

Melihat temannya terus dihujani tikaman, Ginting berusaha melerai dan mengamankan pelaku, tapi berhasil melarikan diri. Tapi temannya sudah terkapar bersimbah darah langsung di larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, akibat luka tikaman yang cukup parah tersebut.

“Korban sudah jatuh, terus di tikam dari atas, makanya banyak luka-luka di tubuhnya. Setelah kami larikan ke Puskesmas Langgam, tapi kondisi parah mau di rujuk ke RSUD Pangkalan Kerinci jalan banjir kami cari jalan alternatif tapi malah ke sasar hingga ke Sorek, dan baru sampai, Kamis pagi dan dibawa ke RS Medika Sorek,” papar pria berambut panjang tersebut.

Mendapat laporan, kemudian Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pelalawan bersama personil Sat Reskrim Polsek Pangkalan Kuras, langsung turun untuk melihat kondisi korban yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur RS Medika Sorek dan terpasang selang infus.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol H Rekson SH MM didampingi Kanit Reskrim Ipda Irwanto Tanjung SH, membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Karena korban di rawat di SOrek, penanganan awal kita tangani laporanya, dan langsung medantagi ke rumah sakit untuk dimintai keterangan. Setelah itu, Senin (8/12) kita limpahkan ke Polres untuk menindak lanjutnya, karena lokasinya di daerah kecamatan Langgam,” ujarnya.***(fin)

Mendikbud Hentikan Kurikulum 2013

Jakarta (SegmenNews.com)– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia untuk disempurnakan.

“Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Jumat.

Implementasi Kurikulum 2013, menurut Anies, secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.

Ia juga menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013.

“Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006,” katanya.

Kemdikbud, menurut dia, mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.

“Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan,” ujar Anies.

Ia mengatakan kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik.

“Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa,” kata Anies.***

Red: hasran
Sumber: antaranews

Pencuri Motor PNS Pelalawan Diringkus di Siantar

Pelaku diapit dua personil Sat Reskrim Polres Pelalawan
Pelaku diapit dua personil Sat Reskrim Polres Pelalawan

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Romy Rain (28) ditangkap di kampung halamanya di Jalan Padang Sidempuan, Kelurahan Timbangan Galung, kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar, Sumut, setelah diburu tim Sat Reskrim Polres Pelalawan dalam kasus pengelapan sepeda motor milik seorang PNS Pemkab Pelalawan.

Data yang berhasil dirangkum di kepolisian menyebutkan bahwa aksi pengelapan sepeda motor Honda Vario milik Aulia (35) warga Jalan Pepaya, Pangkalan Kerinci. Setelah dipinjam dari rekannya Comel, pada Senin 17 November silam di Pangkalan Kerinci.

Namun sepeda motor awalnya di bawa oleh Comel, tapi kebetulan bertemu dengan Romy. Meminta motor dengan dalin mau diantarkan dengan korban. Karena pelaku juga dikenal oleh korban, tanpa rasa curiga motor Vario warna biru tersebut di serahkan pada pelaku.

Tetapi rupanya diam-diam motor itu dibawa ke kampung halamannya. Selang dua hari kemudian, korban menemui Comel untuk meminta sepeda motornya, Lalu dikatakan Comel motor telah diambil oleh Romy. Kemudian korban menghubungi Hp Romy. Tanpa ada bersalah, Romy mengaku motor dipakai ke kampung untuk melihat orang tuanya.

Selang beberapa hari kemudian, saat di hubungi lagi, oleh korban, saat Romy diminta untuk membawa pulang motornya. Malah menolak dan meminta uang tebusan sebesar Rp2 juta. Merasa korban tidak ada masalah, mencoba membujuk pelaku untuk segera mengembalikannya.

Tapi malah menatang korban, kalau tidak segera memberikan uang, motor akan di jual dan tak akan mampu mencari tempat persembunyiannya. Walau membawa polisi satu kompi dan tidak ada etikad baik. Korban yang telah habis kesabaran motor telah dibawa kabur, akhirnya melapor ke Polres Pelalawan.

Mendapat laporan, akhirnya tim penyidik Sat Reskrim bersama korban melacak keberadaan pelaku, hingga terdeteksi sedang di kampung halamannya. Setelah memastikan pelaku disana, personil Polres Pelalawan langsung berangkat untuk menangkap pelaku.

Tanpa perlawanan berarti, Romy berhasil ditangkap di tempat kerjanya sebagai salah satu supir taksi di Siantar, tidak jauh dari rumah orang tuanya, Jumat (5/12) lalu.

Sementara sepeda motor yang digelapkan diakui pelaku telah di gadaikan dengan orang lain. Tapi ketika polisi menyusuri dimana motor itu tidak berhasil ditemukan, karena di tempat mengadaikan telah di jual dengan orang. Setelah pelaku tidak kunjung datang menebus motor yang telah digadaikan tersebut.

Sedangkan pengakuan pelaku uang hasil gadaian motor PNS itu, telah habis untuk membayar hutan, dan sebahagian untuk membuat Surat izin Mengemudi (SIM) menjadi supir taksi. Namun baru sehari bekerja, pelaku telah dicokok polisi dan kini telah mendekam di sel Mapolres Pelalawan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya itu.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, kemarin  membenarkan adanya pelaku pengelapan motor PNS tersebut ditangkap di Siantar.

Sekarang pelaku telah kita amankan di Polres, sementara barang buktinya masih diselidiki keberadaanya, karena setelah digadaikan di jual lagi dengan orang lain,” ujar Kasat Reskrim.***(fin)

Dijebak Akan Dinikahkan, ABG 15 Tahun Tangkap

Tersangka pencabulan diintrogasi Polisi
Tersangka pencabulan diintrogasi Polisi

Bunut (SegmenNews.com)- Seorang anak baru gedek (ABG) berinisial Fr (15) warga SP 5, desa Genduang, ditangkap saat datang akan menikahi pacarnya As (14) yang masih duduk dibangku kelas 8 salah satu SMP di Bunut, kabupaten Pelalawan.

Dari informasi bukan saja pernikahan gagal, tapi juga pelaku kini harus mendekam di balik jeruji sel Mapolres Pelalawan. Setelah di laporan oleh orang tua As, yang tidak terima anak gadisnya telah di garap oleh pelaku.

walau sempat akan diselesaikan secara kekeluargaan, ketika pelaku tertangkap oleh orang tua As saat membawa anak gadisnya di lapangan kros Bunut, Sabtu (22/11) malam lalu. Walau kedua ditangkap tidak berbuat mesum, tapi setelah di hardik keduanya mengaku sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Lebih mengejutkan Fr yang telah berpacaran dengan As selama lima bulan sudah melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali dan dua diantaranya di SP 5, di lapangan Bola Genduang. Tidak terima anak gadisnya telah di rusak oleh Fr, orang tua As meminta pertanggung jawaban.

Tapi dikatakan Fr, uang lamaran sebesar Rp35 juta yang diminta pihak keluarga pacarnya tidak disanggupi hingga turun menjadi Rp20 juta. Namun Fr yang bekerja sebagai buruh panen sawit itu meminta waktu kepada calon mertuanya untuk mengumpulkan uang.

Walau telah diberi tengang waktu, untuk mencari uang, tapi kabar berita kehadiran Fr membawa orang tuanya melamar As juga tidak ada. Bahkan sempat dicari ke rumah orang tuanya, tapi tidak berhasil ditemui. Sehingga kesabaran keluarga As habis.

Hingga mereka memasang siasat, dengan berpura-pura meminta pelaku datang untuk melangsungkan pernikahan tanpa harus membawa uang lamaran yang diminta sebelumnya. Dengan berpakaian rapi layaknya orang akan menikah baju kemeja putih dipadu jas dan peci di kepala.

Fr datang didampingi ibunya, Rabu (3/12) malam lalu ke rumah pacarnya. Tetapi setibanya di rumah pacarnya suasana bukan ditemui ada KUA yang akan menihakan mereka, tapi malah ditangkap dan di serahkan ke Polsek Bunut. Setelah orang tua korban membuat laporan anak gadisnya dicabuli oleh Fr tersebut.

Maka pelaku yang ditangkap saat datang ingin menikahi pacarnya, dengan modal nekat, harus buyar dan baju jas yang telah rapi harus diganti dengan baju koas, ketika dirinya akan di jebloskan ke dalam sel. Setelah menjalani pemeriksaan awal, Jumat (5/12) sore di serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pelalawan.

Kepada penyidik pelaku mengaku telah mengauli pacarnya sebanyak tiga kali, tanpa ada unsur paksaan dengan didasari rasa cinta. Namun tidak memiliki uang banyak untuk melapar pacarnya, jadi ketika diminta datang karena mau di nikahkan tanpa pikir panjang langsung meminjam jas tetangga.

“Saya mau tanggung jawab, tapi karena tak punya uang, maka saat diminta datang mau di nikahkan, saya langsung bawa mamak. Tapi rupanya saya mau ditangkap mereka (keluarga pacarnya),” ungkap dengan lemas.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, membenarkan adanya mengamankan pelaku pencabulan anak dibawa umur tersebut. “Pelaku telah kita amankan untuk diproses lebih lanjut,”  ujar Kasat Reksrim.***(fin)

Saling Klaim Lahan, Kapolsek Tambang Mediasi Warga

Ratusan masyarakat mendatangi Pos Polisi Rimbo Panjang
Ratusan masyarakat mendatangi Pos Polisi Rimbo Panjang

Kampar (SegmenNews.com)- Ratusan masyarakat yang mengaku anak kemenakan niniok mamak Talak Sakti Laksamana mendatangai Pos Polisi Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Minggu (7/12/2014).

Kedatangan mereka untuk penyelesaian permasalahan lahan yang sebelumnya juga diklaim oleh pihak Gabungan Koperasi Pegawai Negeri (GKPN). Dari informasi saling kalim lahan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu.

Menurut salah satu pihak GKPN, Ir A Fachri Yasin M, luas tanah 18 hektar terletak di Jalan Mandiri statusnya berdasarkan Akta Jual Beli Tanah (AJBT) tahun 1982. “Kita sudah dapat surat keterangan dari Camat Kampar untuk tanah GKPN dan mengaku benar walaupun tanah tersebut masih terbatas kita urus,” kata Fachri.

Ditempat yang sama, Sekdes Rimbo Panjang, Masril mengatakan, untuk luas tanah ulayat itu sendiri tidak tahu dan untuk GKPN memiliki lahan sekitar 20 hektar.

“Persoalan ini sudah beberapa kali terjadi sejak 2012, Bujang Ayek pada 2012 sudah pernah melakukan hal seperti ini dan Bujang Ayek bukan penduduk Rimbo Panjang, sedangkan di 2013 itu juga pernah ada dari Tarji Safari mengatas namakan tanahnya, padahal Tarji Safari bukan penduduk Rimbo Panjang dan di 2014 ini ada orang bernama M Yunus penduduk Air Tiris dengan mengatasnamakan Datuk Talak Sakti Laksamana agar bisa masuk dilahan tersebut,” jelas Masril.

Lanjutnya, puluhan anak kemenakan niniok mamak Talak Sakti Laksmana yang di duga mendatangkan warga di luar daerah kecamatan Tambang, diduga mereka datang dari kecamatan Kuok mengaku-ngaku anak kemenakannya.

Kapolsek Kampar dihubungi membenarkan adanya beberapa warga dari kecamatan kuok yang ikut-ikutan mengklaim lahan tersebut.

Masril menilai, ketiga orang tersebut semata-mata hanya mengejar keuntungan untuk lahan bisnis. Dalam kesempatan itu, turut hadir turun langsung ke lapangan Kasat Intel Polres Kampar AKP Syafriadi, Kanit Sabhara Polsek Tambang Iptu B Hasibuan.

Kapolsek Tambang, Iptu Rusyandi Zuhri Siregar S Sos mengatakan, permasalahan tersebut tidak bisa dilakukan dengan sendirinya tanpa musyawarah.

Kapolsek Tambang, Iptu Rusyandi Zuhri Siregar S Sos berjanji akan berupaya memediasi persoalan tersebut dengan mengundang kedua belah pihak saling kalim lahan tersebut.

Dikatakan Kapolsek Tambang, berdasarkan informasi ada sekelompok masyarakat mengatasnamakan anak keponakan Datuk Talak Sakti Laksmana yang memiliki lahan di Dusun III Desa Rimbo Panjang dan sekelompok lagi mengaku dari pemilik lahan Gabungan Koperasi Pegawai Negeri (GKPN) yang mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan lahan mereka.

“Untuk luas tanahnya itu saya belum tahu pastinya. Berdasarkan informasi dari pihak kita itu luasnya lebih kurang 18 hektar. Dan kami menghimbau kepada dua belah pihak untuk tidak masuk didalam lokasi,”jelasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut Kapolsek Tambang akan mendorong Pemda Kampar melalui kecamatan mencari solusi menyelesaikan segala permasalahan tersebut.***(ali)

700 Murid SDN 21 Pekanbaru Ikuti Gerakan Menabung

700 Murid SDN 21 Pekanbaru Ikuti Gerakan Menabung
700 Murid SDN 21 Pekanbaru Ikuti Gerakan Menabung

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau gelar kegiatan Gerakan Siswa Menabung dan Gerakan Nasional Non Tunai bersama Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Pekanbaru. Hal ini dalam rangka memberikan edukasi soal perbankan sejak dini.

Pada acara ini BI mengandeng mengandeng Bank Republik Indonesia (BRI) menanamkan gerakan menabung untuk 700 murid. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kepala Bank Indonesia Perwailan Provinsi Riau Mahdi Muhammad, Kepala Kanwil BRI Pekanbaru I made Suprateka,dan  Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Kabid Tk dan SD Bustami.

Pada kesempatan itu, Kepala BI Riau, Mahdi Muhammadmengajak masyarakat mengurangi penggunaan uang tunai. “Tidak hanya uang tunai yang bisa digunakan masyarakat untuk bertransaksi. Uang digital atau kartu yang saat ini sedang kita kembangkan juga bisa digunakan,”sebutnya. Sabtu (06/12/2014).

Lanjut Mahdi, dengan masyarakat yang menggunakan uang digital dapat menimalisir angka kejahatan, serta dengan menggunakan uang elektronik uang kembalian secara sempurna.

“Kedepannya BI bersama perbankan yang ada di Riau, mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi lebih dengan menggunakan uang digital sebagai alat pembayaran,” tambahnya. Untuk itu BI bakal menyiapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung hingga ke pelosok daerah.

Pada Gerakan siswa menabung, disekolah SDN 21 melibatkan 700 siswa. “Kalau sejak dini sudah dibiasakan menabung maka akan terbiasa menggunakan perbankan. Karena kebiasaan menabung tidak dilihat dari penghasilan tetapi karena kebiasaan,” sebutnya.

Ditempat terpisah, Kepala BRI Kanwil Pekanbaru, I Made Suprateka, mengatakan dengan menabung dapat membantu murid ketika dewasa kelak tidak canggung sama transaksi perbankan. “Dengan adanya kegiatan ini dapat membimbing siswa untuk gemar menabung. Serta membantu siwsa SD sehingga kedepannya anak-anak kita tidak canggung dengan dunia perbankan,” katanya.

BRI sendiri telah menyiapkan e-money seperti kartu BRIZZI. “Kami mengajak murid untuk menggunakan e-money, seperti adanya  BRIZZI, yang bisa dipakai alat pembayaran uang digital. Nantinya bisa dipakai belanja di kantin, maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.(btp/ran)

Ricuh, Mahasiswa Banting Gelas dan Kursi di DPRD Kampar

Kericuhan di ruang rapat DPRD Kampar (segmennews.com)
Kericuhan di ruang rapat DPRD Kampar (segmennews.com)

Kampar (SegmenNews.com)- Sejumlah Mahasiswa mengamuk di ruang rapat gedung DPRD Kampar saat pembahasan singkronisasi dengan SKPD, Sabtu (6/12/14) sekitar pukul 16:00 wib. Banggar DPRD dan SKPD saat itu sedang melakukan pembahasan terpaksa berhenti.

Sejumlah mahasiswa yang geram membanting gelas dan kursi yang ada di ruangan tersebut. Mereka menuntut agar Pemkab Kampar segera mengratiskan biaya pendidikan sampai tingkat sarjana. Beruntung pihak kepolisian segera datang, sehingga kericuhan mereda.

Kehadiran mahasiswa tersebut disambut ketua Banggar, Ahmad Fikri S,Ag dan anggota lainnya. Usulan mahasiswa tersebut diterima, Kepala Dinas Pendidikan dan BAKD diminta segera merealisasikannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Herlin Rahmola yang melihat kejadian itu mengatakan akibat kedatanagan mahasiswa tersebut sehingga pembahasan peninjauan ulang usulan anggaran tahun 2015 terpaksa ditunda.

“Kita sedang melakukan pembahasan peninjauan ulang kegiatan tahun anggaran 2015. Dengan kedatangan rombongan mahasiswa tadi yah, terpaksa di tunda dulu,” ujarnya.

Salah seorang anggota kepolisian Polsek Bangkinang yang terjun mengamankan kericuhan menyayangkan kejadian itu. Pihak kepolisian tak mengetahui ada kegiatan di DPRD Kampar. Mereka di beritahu hanya saat kericuhan.

“Kita tidak diberitahu ada kegiatan. Tiba-tiba kita dihubungi Sekwan ada kericuhan di DPRD. Seharusnya mereka memberitahu kita ada kegiatan,” cetus anggota Polisi itu.***(ali)

RS Syafira Terlantarkan Pasien BPJS

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Seorang pasien BPJS dalam kondisi koma dan kritis, terkatung-katung di rumah sakit Syafira Pekanbaru, Rabu (3/12/2014). Pasalnya pihak RS menolak menampung korban, dengan alasan kamar ICU sudah penuh.

Suparmi (58), warga jalan Kurnia Kecamatan Rumbai Pesisir ini “terlantar” selama beberapa jam di RS Syafira, Rabu (3/12/2014). Pihak RS tak bisa melayani wanita ini, dengan alasan kamar ICU untuk peserta BPJS penuh. Padahal Suparmi tengah dalam keadaan koma dan tak sadarkan diri akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

“Saat itu ibu saya sudah tak sadarkan diri, iapun dirujuk dari RS Tabrani ke Syafira, sampai di sana, saya lupa nama petugasnya, ia bilang kamar ICU untuk peserta rujukan BPJS sudah penuh. Padahal ibu kami butuh penanganan pertama,” papar Hendra yang tak lain anak kandung Suparmi, Jumat (5/12/2014) dilansir haloriau.

Karena dalam kondisi kritis dan tak ingin terjadi apa-apa, pihak keluarga pun berembuk, dan memutuskan mencoba masuk melalui jalur umum. “Lalu kami masuk lagi dan mendaftar jalur umum, setelah pihak RS memeriksa administrasi, ternyata ada kamar ICU yang kosong dan baru ditinggalkan pasien, padahal jarak waktunya tak begitu lama, kan aneh,” sesal Hendra.

Di sini, Suparmi sempat dirawat 1 hari 1 malam melalui jalur umum, dengan biaya total RP 10,7 Juta. Karena mahalnya biaya, pihak keluarga pun berencana memindahkan status pasien, dari pasien umum menjadi peserta BPJS.

“Maksudnya biarlah kami bayar yang 1 malam itu, tapi berikutnya pindah kelayanan BPJS, tapi lagi-lagi tidak bisa, alasannya kalau dari awal umum tak bisa lagi pindah ke BPJS,” kisahnya.

Sebab itulah, Suparmi akhirnya harus keluar dari RS Syafira sebelum waktunya. Keluarga memutuskan membawa sang ibu ke RS Bhayangkara, dimana di sini, pihak RS berani menjamin perawatan di ICU bagi pasien peserta BPJS.

“Jadi pada Kamis (4/12/2014), sekitar pukul 21.00 WIB, kami pindahkan ibu ke RS Bhayangkara,” tuturnya.

Malahan, kisah Hendra, di RS Syafira setiap klaim obat, harus dibayar langsung. Padahal harapannya, biaya obat dapat ditebus saat pasien akan keluar dari Rumah Sakit, atau setidaknya, beberapa hari pasca klaim pengambilan obat. “Harus bayar langsung bang, itu katanya, mau tak mau lagi kan, daripada ibu kami tak diobati,” katanya.

Sekarang, Suparmi sudah mendapat perawatan intensif RS Bhayangkara jalan Kartini Pekanbaru. Sampai Jumat (5/12/2014) ini, Suparmi masih dalam kondisi koma atas penyakit komplikasi dan stroke yang dideritanya.

“Kami sudah menghadap ke pihak BPJS, saat itu bagian pengaduan atas nama ibu Yulita. Beliau berjanji akan mengklarifikasinya ke RS,” pungkas Hendra saat ditemui Halloriau.com di RS Bhayangkara.***(hlc/ran)