Beranda blog Halaman 2637

Tor-Tor Mandailing Hiasi Perpisahan MTsN Dalu-Dalu

4iRokan Hulu (SegmenNews.com)- Tor-Tor Mandailing menghiasi acara perpisahan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Dalu-Dalu Kec Tambusai antara siswa/i kelas IX dengan Majelis Guru dan siswa/i kelas VIII dan VII, yang ditampilkan anak-anak MTsN Dalu-Dalu, Senin (19/5/2014) bertempat di kampus MTsN Dalu-Dalu.

Hadir dalam acara tersebut, Camat Tambusai yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Ketua Komite Madrasah, Kepala MTsN Dalu-Dalu Drs Muslim beserta staf dan majelis guru, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan orangtua wali murid.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyampaikan pujian atas kreatifitas para siswa, yang dapat menampilkan dengan baik, Tor-Tor Mandailing yang adalah kebudayaan daerah yang berasal dari Sumatera Utara. Penampilan tersebut tidak kalah apiknya dengan Tor-Tor yang dilaksanakan di tempat asalnya, Sumatera Utara.

Ahmad Supardi Hasibuan, yang juga ikut menortor, menyatakan bahwa Tor-Tor ini adalah tarian yang sangat produktif, sebab satu-satunya tarian yang langsung dapat menghasilkan uang adalah Tor-Tor, sedangkan tarian lainnya tidak langsung menghasilkan uang. Tercatat saat Tor-Tor dilaksanakan, terkumpul dana sumbangan sekitar 5 juta rupiah.

Ahmad Supardi menyampaikan 5 pesan khusus bagi seluruh alumni madrasah dimana sajapun berada, yaitu agar bersyukur dapat belajar di madrasah; melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; Jangan cepat-cepat berfikir untuk menikah; Meningkatkan kreatifitas, dan jangan melupakan jasa guru dan orang tua.

Jika kelima pesan penting ini dilaksanakan, maka insya Allah anak-anak MTsN Dalu-Dalu ini akan dapat mengukir sejarah dan meraih prestasi gemilang dimasa-masa mendatang. Rohul ini sudah ditakdirkan menjadi negeri seribu suluk, maka peran alumni madrasah termasuk pondok pesantren sangat dibutuhkan, tegas Ahmad Supardi.

Kepala MTsN Dalu-Dalu Drs Muslim melaporkan bahwa siswa/i yang tamat tahun ini sebanyak 104 orang. Diharapkan bisa lulus 100 persen, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sekretaris Camat Tambusai, menyatakan bahwa animo masyarakat untuk masuk MTsN Dalu-Dalu ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saya berharap agar masyarakat jangan ragu untuk menyekolahkan anaknya ke sini, sebab saya sendiri menyekolahkan anak-anak saya di MTsN ini.***(acce)

Kejati Diminta Serius Mengusut Dugaan Korupsi Bupati Rokan Hulu dan Kampar

demoPekanbaru (SegmenNews.com) – Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Pekanbaru, Senin (19/5/2014) menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam orasinya, massa meminta aparat penegak hukum di Riau serius mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.

Pantauan di lapangan, massa dari HMI-MPO Pekanbaru sekitar pukul 10.45 WIB terlebih dahulu melakukan unjukrasa di depan pagar pintu masuk Kantor Gubri. Setelah puas melakukan orasinya dan memberikan pernyataan sikap mereka keperwakilan Gubri, massa terus bergerak sambil berjalan kaki ke Kantor Kejati Riau yang tepat berada di seberang kantor Gubri.

Sesampainya dipagar pintu masuk kantor Kejati Riau massa dikawal puluhan anggota Sabhara Polresta Pekanbaru. Di depan pagar tersebut massa yang membawa spanduk besar dari kain putih dan poster penuh dengan berbagai tulisan melakukan orasinya silih berganti.

Koordinator Lapangan Hendra dalam orasinya menyampaikan, penyuapan yang dilakukan Bupati Rohul Achmad kepada KPU Riau merupakan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh penyelenggara negara terhadap penyelenggara negara.

“Kami minta Polda Riau dan Kejati Riau segera mengusut suap Bupati Rohul itu,” ujar Hendra.

Kemudian tambah Hendra, aparat penegak hukum di Riau ini juga harus serius mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Kampar Jefry Noer, diantaranya jalan-jalan ke London membawa istri dan dua anaknya, korupsi baju koko.***
Red: Sondri
Sumber : Tribun Pekanbaru

Dumai Anggarkan Rp9,1 Miliar Bangun Jaringan PJU

pjuDumai (SegmenNews.com) – Tahun ini, Pemerintah Kota Dumai akan melakukan perluasan jaringan penerangan jalan umum (PJU) pada tujuh kecamatan di wilayah itu dengan total anggaran Rp9,1 miliar.

Kepala Dinas Tatakota, Pertamanan dan Kebersihan (DTKP) Kota Dumai Zulfa Indra menjelaskan, rencana menambah pemasangan jaringan PJU itu merupakan usulan masyarakat dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.

“Penambahan jaringan baru tersebut akan dilaksanakan di wilayah yang belum tersentuh lampu penerangan jalan dan sebagai bentuk pelayanan pemerintah terhadap kebutuhan publik,” katanya

Dijelaskannya pembangunan PJU akan dilaksanakan pada tujuh kecamatan yaitu Dumai Timur senilai Rp2,5 miliar yang berada di 8 lokasi kelurahan, kemudian Dumai Barat sekitar Rp631 juta di 9 lokasi kelurahan.

Lalu Dumai Kota dengan anggaran sebesar Rp532 juta untuk pembangunan di 6 lokasi kelurahan, Dumai Selatan senilai Rp891 juta pada 9 lokasi kelurahan dan Bukit Kapur sebesar Rp1 miliar pada 14 lokasi kelurahan.

“Pembangunan JPU, juga akan dilakukan pada dua kecamatan pinggiran Dumai yaitu Medang Kampai dengan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk di 8 lokasi dan Kecamatan Sungai Sembilan senilai Rp791 juta di 9 lokasi,” terangnya.

Menurut dia pembangunan lampu penerangan jalan tersebut terdiri dari pengadaan jaringan tegangan rendah di kawasan jalan lingkungan dan sambungan listrik ke rumah penduduk yang belum tersentuh jaringan.

“Perluasan jaringan PJU itu nantinya, akan dilengkapi dengan meterisasi atau alat pengukur penggunaan daya listrik,” ujarnya.

Pada tahun 2013, Pemkot Dumai sudah mendirikan PJU pada 573 lokasi kelurahan dengan 114 titik yang sudah dipasangi alat meterisasi yang diminta dari partisipasi warga setempat untuk menjaga dan mengawasi bersama.

Program perluasan PJU dan jaringan listrik itu diharapkan dapat memenuhi hak penerangan bagi masyarakat di seluruh wilayah dan demi terciptanya kondisi aman dan kondusif di lingkungan.***
Red:Sondri
Sumber : antara

Marwan Ibrahim: Harkidnas Semangat Evaluasi Diri

Marwan Ibrahim
Marwan Ibrahim

Pelalawan (SegmenNews.com)- Momentum 1908 dan 1928 adalah momentum kaum muda bercita-cita Indonesia merdeka. Pemikiran dan cita-cita berlanjut melalui perjuangan para para pemuda periode tahun 1945-1949. Revolusi kemerdekaan yang membangunan nasionalisme tanpa pandang dulu, revolusi yang menjadi motor penggerak mobilitas sosial bagi seluruh komponen bangsa.

Revolusinya yang pada gilirannya memberi ruang dan peluang bagi setiap anak bangsa dan berbakti,mengabdi dan berkiprah sesuai profesi, keahlian dan bidang yang digelutinya. Makna nasionalisme seseungguhnya yakni penerapan cara berpikir, bersikap dan berperilaku yang secara ideologis merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa dan bernegara.

Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional tahun ini bertema maknai kebangkitan nasional melalui kerja nyata dalam suasan keharmonisan dan kemajemukkan bangsa. Tema mengandung tiga makna yang sekaligus menjadi instrument ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian secara nyata.

Saat sambutan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika pada upacara peringatan hari kebangkitan nasional ke 106 tahun 2014, Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim mengatakan, dalam rangka tetap menjaga semangat nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu, tidak boleh lengah, tapi justru harus semakin waspada dan cerdas dalam menghadapi berbagai perubahan dan kemajuan yang berproses secara terus menerus.

” Jika dihitung dari titik awal kebangkitan nasional tahun 1908, maka pada tahun 2014, kita sudah lebih dari seratus tahun berproses dalam kesadaran untuk menjadi bangsa berdaulat, menjadi bangsa yang memiliki identitas dan jati diri ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,”ungkapnya.

Marwan Ibrahim juga mengatakan, mengimplementasikan romantisme perjuangan tersebut pola pikir, pola sikap dan perilaku kebangsaan selaras dengan tuntutan zaman. Membangun Indonesia baru di masa depan adalah antitesis dari kepentingan kelompok dan individu, antitesis berpikir kedaerahan, antitesis dari cara berperilaku kepartaian atau golongan.

Marwan menambahkan, fenomena kemajemukkan yang bergulir akhir-akhir ini tampaknya sedikit mengalami kepenggerusan dari hakekat nasionalisme itu sendiri. Semangat persatuan demi menjunjung tinggi sikap nasionalisme yang dulu didambakan dan dibanggakan kini menjadi kekhawatiran bersama.

Konflik antar etnis, antar agama, tawuran antar pelajar, tawuran antar warga, sikap prasangka antar kepentingan, konflik horizontak dan gangguan keamanan yang masih sering terjadi adalah fenomena kebangsaan yang perlu sikapi secara hati-hati.

Oleh karena itu, semangat dan makna peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2014 ini adalah semangat untuk berani melakukan evaluasi diri, semangat bagi penguatan komitmen seluruh komponen dan potensi bangsa dalam membangunan Indonesia kedepan yang lebih baik.***(fin)

Polres Pelalawan Gulung Empat Sindikat Narkoba

Empat Sindikat Narkoba Diamankan di Mapolres Pelalawan
Empat Sindikat Narkoba Diamankan di Mapolres Pelalawan

Pelalawan (SegmenNews.com)- Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Pelalawan berhasil mengulung empat sindikat narkoba jenis sabu-sabu dan salah satunya ibu rumah tangga (IRT) bernama Asmarida (43) diduga sebagai bandarnya di tiga lokasi berbeda, Senin (19/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Sedangkan kiga tersangka lainya yakni Rudi Hartono (30) dan Aris (21) ditangkap di desa Kemang, kecamat Pangkalan Kuras, kemudian tersangka Roni Bintang (30) tukang parkir ditangkap di lapangan motor cros Pangkalan Kerinci. Dengan barang bukti tiga paket sabu, perangkat alat hisap, tiga unit hp dan dua sepeda motor.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Selasa (20/5) membenarkan adanya penangkapan empat tersangka narkoba dan salah satunya wanita tersebut.

“Ke empat tersangka telah diamankan Sat Narkoba untuk diproses lebih lanjut,” ujar Paur Humas.

Dijelaskan Paur Humas, bahwa penangkapan pertama yang dilakukan oleh Sat Narkoba Polres Pelalawan, setelah mendapat informasi dari masyarakat di desa Kemang, marak peredaran narkoba. Maka Kasat Narkoba AKP Edi Yasman langsung memerintahkan personilnya untuk melakukan penyelidikan ke lapangan.

Alhasil dua pemuda berhasil digerebek saat akan mengelar pesta sabu-sabu disebuah rumah di desa Kemang, tanpa perlawanan berarti Rudi dan Aris berhasil ditangkap dengan barang bukti satu paket sabu seharga Rp500 ribu, Hp, dan uang tunai sebesar Rp700 ribu, serta sepeda motor Scoppy warna hitam tanpa nomor polisi ikut disita.

Kemudian dari pengakuan Rudi kalau barang haram itu didapat dari seorang tukang parkir di kota Pangkalan Kerinci, kemudian tersangka Roni yang tinggal di perumahan Solarindo, desa Makmur, Pangkalan Kerinci. Untuk meringkus tersangka Roni dipancing keluar oleh polisi untuk melakukan transaksi dan disepakati untuk melakukan transaksi di Jalan Sultan Syarip Hasim di lapangan motor cross saat duduk di atas motor Yamaha BM 2996 IC.

Ketika menunggu pembeli Roni berhasil ditangkap dan ditangan ditemukan satu paket sabu setegah jie dengan harga sebesar Rp1 juta. Dari pengakuan tersangka Roni mengaku mendapat pasokan sabu yang di edarkan dari seorang wanita bernama Asmarida yang disebut-sebut tiga tahun lalu suaminya ikut mendekam di Lapas Pekanbaru dengan kasus serupa.

Maka tim Opsnal Sat Narkoba Polres Pelalawan langsung melakukan penyergapan di sebuah rumah toko (Ruko) digunakan tempat tinggal bandar narkoba tersebut. Tapi saat mengetahui polisi datang, Asmarida berusaha membuang sabu ke lantai, tetapi keburu dipergoki polisi hingga satu paket berhasil ditemukan.

Tidak sampai disitu, polisi yang mencurigai wanita itu sebagai bandar, ruko yang dihuninya tersebut digeledah dan ditemukan perangkat alat hisap berupa bong, serta alat timbang digital. Kemudian Asmarida digiring ke Mapolres Pelalawan, untuk menjalani pemeriksaan.

Sekarang tim Sat Narkoba masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki siapa pemasok sabu-sabu tersebut. Setelah empat tersangka berhasil ditangkap dengan bukti sabu sebanyak tiga paket tersebut,” tambah Edy.***(fin)

Polisi Buru Kawanan Perampok Sadis Spesialis Alat Berat

rampokPelalawan (SegmenNews.com)- Tim Sat Reskrim Polres Pelalawan hingga kini masih terus memburu kawanan rampok alat berat lainnya. Setelah lima perampok berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda beberapa waktu lalu.

Demikian ditegaskan Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK. “Kasus perampokan masih kita kembangkan, dan ada beberapa nama yang telah dikantongi sedang di buru keberadaanya,” ujar Kasat Reskrim.

Sedangkan kelima kawanan rampok alat berat yang memiliki dua pucuk senjata jenis FN mereka Browning dan revolver rakitan bersama 28 peluru aktif, berhasil digulung tim Sat Reskrim Polres Pelalawan Arjun Syaputra alias Indra (32) warga desa Bukit Baling, kecamatan Sekernan, kabupaten Muaro Jambi selaku aktor.

Kemudian Rosiddin Siregar alias Rorid (33) warga Pasar Baru, Pangkalan Kerinci, M Soleh Tanjung alias Soleh (35) desa Bandar Selamat, kecamatan Aek Kuo, kabupaten Labuhan Batu, Sumut, Suryadi Syahputra alias Adi (16) joki sepeda motor warga desa Tasik Indah, Simpang Basrah, Langgam.

Walau telah berhasil menyergap empat pelaku disebuah rumah kontrakan di pasar Baru, Pangkalan Kerinci, juga satu pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dan ditangkap yakni Heri Sutomo alias Eri (29) yang ditangkap di rumahnya di Lalan Batin Lalang, kecamatan Pangkalan Kerinci informen yang bekerja di Multilever Pangkalan Kerinci.

“Selain kita menyelidiki kawanan rampok yang sempat di lakukan pengerebekan di tempat persembunyiannya. Juga sedang mencari kemana saja perangkat alat berat yang telah di jual,” papar Bimo.

Namun dalam aksi kawanan rampok, selain terbilang sadis, juga tiap beraksi mengunakan senjata api dan sebu, agar aksinya tidak diketahui para korban yang rata-rata penjaga alat berat, salah satunya di kawasan HTI PT Arara Abadi (AA) di kecamatan Bunut lima alat berat berhasil di preteli, satu di daerah Bunut, Langgam dan Pangkalan Kuras.

“Kini kelima pelaku masih kita dalami pemeriksaanya, untuk mencari tau kemana rekan mereka kabur, serta untuk dituangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP). Jadi mudah-mudahan rekan mereka yang berhasil kabur dapat segera kita tangkap untuk diproses secara hukum,” tambah Kasat Reskrim.***(fin)

31 Pengendara Terjaring Operasi Simpatik di Pelalawan

31 Pengendara Terjaring Operasi Simpatik di Pelalawan
31 Pengendara Terjaring Operasi Simpatik di Pelalawan

Pelalawan (SegmenNews.com)- Sebanyak 31 pengendara terjaring operasi Simpatik dan 6 diantaranya harus di tilang, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta sebanyak 30 lembar stiker himbauan dipasang oleh personil Satlantas Polres Pangkalan Kerinci, Selasa (20/5) sekitar pukul 09.00 wib.

Operasi simpatik yang digelar di simpang Jalan BTN Lama/Ade Irma Suryadi-Lintas Timur, dipimpin Kanit Lantas Polsek Pangkalan Kerinci Ipda Soehermansyah, dengan melibatkan belasan personil di kerahkan ke lapangan. Untuk menertibkan pengendara yang masih saja melakukan pelanggaran di Jalintim tersebut.

Maka satu persatu kenderaan yang melintas di hentikan personil kepolisian, setelah di persimpangan Jalan BTN lama yang kerap di gunakan melawan arus dari simpang lampu merah jalan lintas timur menuju kota Pangkalan Kerinci. Tetapi untuk mempercepat tujuang pengendara kerap memotong dari U-ten ke jalan BTN lama.

Hingga aksi menerobos jalintim itu rawan menimbulkan kecelakaan, hingga personil Satlantas Polsek Pangkalan Kerinci mengelar operasi simpatik. Begitu juga dari sisi kanan pengendara kerap menerobok ke jalan Sepakat untuk sampai ke U-ten tersebut.

Pelanggaran bukan saja banyak yang kita tertibkan melawan arus, tapi juga pengendara becak motor (Betor) yang tidak mengunakan helm. Jadi selain kita berikan teguran dan memasang stiker, sebanyak 6 pengendara terpaksa kita berikan tilang,” ujar Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH didampingi Kanit Lantas Ipda Soehermansyah.

Setelah mengelar operasi simpatik hampir dua jam, akan digelar kembali sore hari dan rutin di daerah pusat kota yang rawan terjadi pelanggaran dan kecelakaan, hingga tanggal 8 Juni 2014 mendatang. ”Setiap hari kita ruting mengelar operasi simpatik, termasuk membagi-bagikan stiker dan memasang spanduk himbauan,” tambah Kanit.***(fin)

Kemenag Rohul Rayakan Israk Mikraj Bersama Masyarakat Air Panas

10305432_522523111203453_5280280469391149012_nRokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, rayakan Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1435 H/2014 M, bersama umat Islam Desa Air Panas Kec Pendalian IV Koto, Jumat (16/5/2014) bertempat di Masjid Nurul Iman Desa Air Panas.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Air Panas Sudiono SIP, Kepala KUA Pendalian IV Koto Firdaus MSy, Ketua RW, Ketua RT, Pengurus dan Imam Masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, ratusan anggota majelis taklim se Desa Air Panas, dan umat Islam lainnya.

Ahmad Supardi menyatakan, setiap kita berada dalam bulan Rajab, umat Islam dimana sajapun berada, baik di pertkotaan maupun di perdesaan, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, senantiasa melaksakan peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Hal ini adalah sebuah tradisi yang baik, yang harus dilestarikan oleh umat Islam, sehingga setiap bulan Rajab umat Islam mengevaluasi tentang pelaksanaan ibadah sholatnya kepada Allah SWT, sebab sholat adalah oleh-oleh utama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Israk Mikraj.

Ahmad Supardi menyatakan bahwa banyak hal yang dapat dipetik dari peringatan Israk Mikraj, namun demikian, setidaknya umat Islam melakukan tiga hal penting, sebagai bahagian yang tidak terpisahkan dan sekaligus manfaat utama dari peringatan Israk Mikraj.

Pertama, Mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah sholat, sebab sholat adalah hasil dari Israk Mikraj dan memegang peranan penting dalam agama. Hal ini sesuai hadits Nabi : “Yang pertama sekali dihisab pada hari qiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik maka seluruh amalnya dinilai baik. Tetapi jika sholatnya rusak, maka seluruh amalnya dinilai rusak”.

Kedua, Bayarkan zakat, wakaf, infaq, dan shodaqah, sebab dalam perjalanan Israk, Nabi melihat sekolompok manusia yang menanam tumbuhan saat itu dan memanen saat itu juga. Ketika Nabi bertanya pada Jibril, beliau menjawab bahwa itu adalah tamtsil umat Muhammad yang membelanjakan hartanya di Jalan Allah.

Ketiga, jangan lupa membaca ayat suci Alquran dan belajar hadits Nabi Muhammad SAW setiap saat, sebab Nabi bersabda : “Saya tinggalkan kepada kamu dua hal, kamu tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah RasulNya (Al-Hadits).***(Ash)

Depe Ngaku Sudah Bersuami!

dpSegmenNews.com- Selama ini Dewi Perssik alias Depe masih merahasiakan pria yang menjadi kekasih hatinya. Namun justru kepada mantan suaminya, Saipul Jamiell, Depe mengaku sudah menikah.

Hal itu terungkap saat Depe tengah menjadi bintang tamu di program acara talk show salah satu TV swasta. Sedangkan Saipul didapuk menjadi pemandu acara tersebut.

“Dia bilang katanya ada suami. Ya sudah lah nggak apa-apa,” ungkap Saipul usai syuting acara tersebut di Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Diakui Saipul, selama ini Depe tidak pernah bercerita terkait kabar bahagia itu. Ia sendiri tak tahu kapan mantan istrinya melangsungkan pernikahan.

“Nggak tahu, tanya lah ke orangnya. Dia (Depe) sepertinya sudah jaga jarak sama saya. Itu hak dia. Tapi Kalau dia mau cerita ke saya juga, saya siap mendengarkan,” imbuhnya.

Terlepas benar atau tidak Depe sudah bersuami, Saipul melihat keseriusan dari pria itu. Terlebih dia sudah mengenal Depe yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

“Nggak tahu juga. Tapi saya lihat sosok pria ini luar biasa. Saya tahu Dewi, kayaknya kekasih ini baik banget. Biasanya kalau cowoknya nggak serius, Dewi akan lain sikapnya,” pungkasnya.***(kapanlagi)

Kisah Caleg Gagal, Terbelit Utang dan Mau Jual Ginjal

Ket foto: Chandra Saputra caleg Partai Demokrat yang ingin jual ginjal.(Fajar Ginanjar Mukti/ VIVAnews)
Ket foto: Chandra Saputra caleg Partai Demokrat yang ingin jual ginjal.(Fajar Ginanjar Mukti/ VIVAnews)

SegmenNews.com– Chandra Saputra masih berjalan tanpa arah. Berhari-hari dia keliling Jakarta, tapi belum juga ditemukan orang yang mau membeli ginjalnya. Ini upaya terakhirnya mendapatkan uang. Hidupnya terpuruk setelah niatnya jadi pejuang hak-hak rakyat dengan menjadi caleg kandas. Kini Chandra harus menanggung utang yang tidak sedikit.

Modal kampanyenya untuk maju sebagai caleg dari Partai Demokrat dengan nomor urut 7 dari Dapil IV Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, didapatnya dari meminjam. Dana sebesar Rp600 juta habis untuk kampanye. Sebagian besar berupa pinjaman dari berbagai pihak, termasuk rentenir.

“Harus bagaimana lagi. Saya sudah tak punya jalan keluar lagi. Waktunya sudah mepet. Kalau telat bayar ke rentenir saya bisa terjerat kasus hukum. Jual ginjal yang terpikirkan,” ujarnya saat ditemui VIVAnews di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Rabu sore, 14 Mei 2014.

Chandra bertekad keliling Jakarta untuk mencari pembeli ginjal. Sehari-hari dia terpaksa tidur di Masjid Sunda Kelapa dengan puluhan perantau lain yang tidak memiliki tempat tinggal di Jakarta. Berbekal dari iklan yang membutuhkan ginjal, Chandra mendatangi alamat dan menghubungi nomor telpon yang tertera pada iklan itu. Tapi hasilnya nihil, banyak alamat yang tidak jelas dan nomor telepon yang tidak bisa dihubungi.
“Tambah bingung, saya baru tahu kalau hukum di Indonesia tidak memperbolehkan rumah sakit mengoperasi pasien untuk dijual ginjalnya,” ujarnya.

Pria kelahiran Blora, 26 tahun yang lalu ini sebelum terjun ke dunia politik adalah tenaga pemasaran di sebuah bank BUMN. Dia lulus D3 dari sekolah manajemen di Semarang, Jawa Tengah. Sempat satu tahun kerja, Chandra memilih berhenti dan mencoba peruntungan di politik. “Tahun 2011 saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik,” katanya.

Dunia politik memang disenanginya, dan dengan berorganisasi dia ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Berbagai organisasi dia ikuti, mulai dari ormawa sampai organisasi suporter sepakbola. Chandra pilih Partai Demokrat sebagai langkah awal untuk masuk dunia politik. Dengan harapan bisa memuluskan cita-citanya, dia pilih partai yang sedang berkuasa. Alasannya, sosok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menjadi magnet besar untuk meraih simpatik masyarakat.

“Sudah 3 tahun jadi kader Partai Demokrat. Saya pilih Demokrat dulu karena saya kagum sama Pak SBY. Pak SBY idola saya,” ujarnya.

Tahun 2013, Chandra semakin memantapkan langkahnya di dunia politik. Dengan berbekal kepercayaan diri yang didapatnya dari dukungan berbagai tokoh masyarakat, ia mencalonkan diri untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

“Tahun 2013 saya sudah menjadi fasilitator untuk beberapa program pemerintah. Masyarakat, tokoh-tokoh juga memberikan dorongannya kepada saya. Makanya saya beranikan diri untuk nyaleg,” katanya.

Chandra menuturkan, ia tidak main-main maju sebagai caleg. Ia mengaku mulai melakukan sosialisasi jauh-jauh hari sebelum pemilu dimulai. Lebih dari tujuh bulan dia selalu keliling untuk sosialisasi ke masyarakat. Hampir setiap minggu sosialisasi.

“Saat itu bahkan belum ada calon lain yang bergerak. Saya mengunjungi desa-desa, kelurahan, ke rumah penduduk. Tujuannya agar semakin banyak rakyat yang mengenali saya,” katanya.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Chandra terpental. Perolehan suaranya jauh dari cukup untuk mengantarkannya jadi anggota dewan. Dia hanya memperoleh 1.600 suara dari target awal sebesar 7.000 suara.

“Ternyata tak sampai untuk meraih kursi DPRD. Demokrat hancur di sana (di Kabupaten Pekalongan),” ujarnya.

Uang Rp600 juta sudah habis untuk biaya kampanye. Guna menutupi sebagian utang, uang Rp180 juta dari hasil menjual rumah orangtuanya dibayarkan untuk utang yang dipinjam dari rekan-rekannya.

“Transport sosialisasi ke desa-desa, pencetakan alat peraga. Uang dapat dari hasil pinjam, ada sedikit dari tim sukses, dari rentenir, dari politisi senior. Utang saya sekarang Rp420 juta,” katanya.

Lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat, karena isu korupsi yang melanda partai itu, diakui Chandra ikut mempengaruhi elektabilitas dirinya sebagai kader dari partai yang sedang berkuasa itu.

“Di kabupaten saya, Partai Demokrat hanya mampu meraih posisi ke-8. Yang menang di sana PKB dan PDIP. Isu korupsi, dampaknya sampai ke yang paling bawah. Ini di luar dugaan,” kata Chandra.

Namun demikian Chandra tetap memberikan apresiasinya kepada Partai Demokrat. Ia berterima kasih kepada partai itu yang telah menjadi tempat awal bagi dirinya untuk mencicipi dunia politik. Saat ini yang ada di pikiran Chandra hanyalah bagaimana caranya agar dia bisa melunasi utangnya yang mencapai Rp420 juta itu dan kemudian bisa memulai kembali hidupnya secara normal.
Chandra hampir putus asa karena satu-satunya jalan bagi dirinya untuk mendapatkan uang sebanyak itu, yaitu menjual ginjal. Dia kemudian menemui Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan. Karena ingat pada tahun 2012, Dahlan pernah melakukan cangkok hati di sebuah rumah sakit di Tiongkok. Dengan harapan besar, Chandra kemudian mancari Dahlan Iskan. Dia ingin memastikan apakah ada jalan untuk menjual ginjal di Tiongkok.
Chandra Saputra caleg Partai Demokrat yang ingin jual ginjal

Selain itu, modal Rp3 juta untuk hidup di Jakarta juga sudah habis. Dengan harapan mendapat pertolongan tuhan, Chandra membagi-bagikan sebagian uangnya untuk beberapa orang yang ikut menginap di Masjid Sunda Kelapa.

“Saya ingat bukunya Pak Ustadz Yusuf Mansyur. Kalau sedekah katanya tidak akan ada rezeki yang hilang,” katanya.

Memasuki hari ke-9 di Jakarta, uang bekal Chandra menipis. Dari Rp3 juta hanya tersisa Rp20 ribu, dan untuk makan dia terpaksa menjual pakaiannya. Dari dua tas penuh, sekarang tinggal tujuh helai saja.

Keputusan Chandra untuk bersedekah ternyata tidak sia-sia. Niatannya untuk mengunjungi Dahlan Iskan untuk sekadar meminta informasi ternyata malah menjadi awal mula solusi untuk segala masalah hidupnya.

“Alhamdullilah dari sedekah, saya bisa dibantu Pak Dahlan,” katanya. Rabu subuh, 14 Mei 2014, Chandra mengunjungi rumah dinas Dahlan Iskan di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Ia menjumpai menteri BUMN itu saat sedang melakukan rutinitas olahraga lari pagi.

“Setelah salat Subuh, saya langsung ke rumah Pak Dahlan. Alhamdulillah ketemu beliau sedang lari pagi,” katanya.

Chandra tidak ingin mengemis dan dikasihani. Dia hanya ingin tanya di mana tempat menjual ginjal di Tiongkok. Tapi Dahlan justru terkejut, apalagi karena Chandra ingin menjual ginjal akibat utangnya menumpuk setelah gagal jadi caleg. Dahlan bersedia membantu Chandra tanpa melihat statusnya sebagai caleg Partai Demokrat. Dahlan tidak rela Chandra harus menggadaikan ginjalnya hanya demi melunasi utang.
Dahlan kemudian mengajak Chandra berdiskusi. Ia mencoba memetakan masalah dan menjabarkan utang-utang yang dimiliki Chandra. Dahlan bahkan tak menghadiri rapat pimpinan (rapim) di Kementerian BUMN pada pukul 07.00 WIB.

Selesai berdiskusi selama kurang lebih 3 jam, masalah pun terpetakan. Dari diskusi itu diketahui bahwa utang Chandra bisa dikelompokkan ke dalam 3 kategori besar. Utang Rp420 juta terdiri dari utang kepada rentenir Rp85 juta, pinjaman politisi Rp210 juta, modal dari tim sukses Rp125 juta.

“Yang terancam diperkarakan oleh hukum bila tidak dibayar minggu depan itu yang pinjaman dari rentenir. Pak Dahlan bersedia membantu melunasi dulu utang yang itu,” katanya.

Chandra lebih tenang. Ia menanti hari Senin, tanggal 19 Mei 2014, untuk kembali pulang ke Pekalongan dengan membawa pertolongan yang Dahlan berikan. Hingga Senin tiba, ia mengaku akan tetap tinggal di Masjid Sunda Kelapa untuk terus beribadah kepada Allah SWT.

Ia pun berencana menyempatkan diri mengunjungi beberapa rekannya yang berada di Jakarta. Usai pengalaman pahitnya ini, Chandra mengaku ia kapok terjun ke dunia politik. Chandra menuturkan tidak lagi punya ambisi untuk kembali mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Politik telah memperlakukannya sangat kejam.

“Setelah pencalegan ini saya malah banyak kehilangan teman dan saudara. Ada yang kawan jadi lawan, ada yang malu tidak mau dihubungi karena telah gagal meloloskan saya. Putus tali silaturahmi saya. Harta habis,” ujarnya.***

 

Sumber: © VIVA.co.id