Tambusai (SegmenNews.com)- Konflik lahan warga Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu dengan PT. Merangkai Artha Nusantara (MAN) berujung bentrok. 1 orang karyawan perusahaan meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka serius, Jum’at (20/12/13).
Kasat reskrim Polres Rohul, AKP Syahruddin Tanjung menjelaskan dari laporan yang diterimanya 1 orang meninggal dunia dan 2 orang dari pihak perusahaan mengalami luka serius. Ketiga korban itu terjatuh saat ditimpa pohon yang tumbang akibat dibakar warga di area perkebunan PT MAN. Melihat mereka jatuh wargapun mengeroyok ketiganya. Sehingga mengakibatkan tewas dan luka-luka.
“Saya sedang dalam perjalanan ke lokasi, dari laporan satu meninggal dan 2 luka-luka,” ujarnya.
Sementara itu, informasi dari Camat Mahato, Gorneng bahwa konflik lahan antara warga dengan PT MAN sudah lama terjadi. Sebab Momerandum Of Undrestanding (MoU) warga dengan perusahaan tidak di penuhi pihak perusahaan.
“Itu sudah lama kasus masyarakat, memang tadi sekitar pukul 12.00 Wib tadi,” kata Camat Tambusai Utara.***(r4n)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sawal (54) warga Desa Batas, Kecamatan Tambusai penderita kaki gajah mendatangi kantor Dinas Sosial dan Ketenaga kerjaan (Disosnaker), Jum’at (20/12/13). Dia meminta bantuan dan petunjuk untuk mendapatkan bantuan perobatan penyakit yang dideritanya selama 27 tahun lalu itu.
Kepada SegmenNews.com, Sawal mengaku sangat menderita atas penyakit kaki gajah yang menggerogotinya. Setiap hari dirinya merasakan nyeri di kaki, panas dan selalu berdenyut. Sehingga tak satu pekerjaanpun yang bisa dilakukannya untuk menafkahi keluarganya.
Bapak yang memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah ini mengaku tak tahu lagi kemana hendak mengadu untuk meminta bantuan biaya perobatan kakinya yang kian hari kian membengkak.
Dia juga menuturkan sudah berusaha melakukan pengobatan, namun kakinya tak kunjung sembuh. “Sudah 27 tahun saya menderita, saya tidak bisa bekerja lagi hanya bantuan dari saudara saja,” keluhnya.
Katanya, awalnya, kakinya hanya mengalami pembengkakan sedikit, namun smakin lama kakinya semakin membesar tanpa ada solusi yang bisa diambilnya untuk mengakhiri penderitaannya.
kaki Gajah (SNC)
Sementara itu, Kadisosnaker Rohul, Tengku Rafli Armein, S,Sos menyarankan kepada Sawal agar melakukan perobatan di RSUD Rohul, disana ada berobat gratis bagi yang tidak mampu, jika penyakit tak bisa ditanggulangi maka akan dirujuk ke RSUD Pekanbaru.
“Kami hanya menangani penyakit gangguan jiwa pengemis dan lainnya. Tapi kalau penyakit harus berobat ke RSUD,” imbuhnya.***(r4n)
Kasi Pidsus, Iskandar dan Kasi Intel Rudi sedang mengambil berkas dari kantor BKD Rohul (SegmenNews.com)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Terkait dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif, Tim Khusus Pemberantasan KorupsiKejaksaan Negeri (Kejari)
Pasir Pangaraian menggeledah kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) KabupatenRokan Hulu, Jum’at (20/12/13.
Pantauan SegmenNews.com, Tim khusus datang pukul 11:15 wib berakhir pukul 12:31, mereka menggeledah seluruh berkas yang diperlukan dalam penyidikan. Namun saat penggeledahan, sekitar pukul 11:48 wib tampak asisten III Setda Rohul, Tengku Abrizal datang dan melihat proses pemeriksaan berkas dan berbicara dengan Kepala BKD, Hj Sri Mulyati. Tak lama kemudian Asistenpun berlalu.
Dikatakan Kasi Pidsus, Iskandar Zulkarnain, SH bahwa Kepala BKD terlibat dalam kasus SPPD fiktif tahun 2011 sebesar Rp 152 juta, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka di bulan November lalu. Diakuinya, Kepala BKD sudah mengembalikan dana tersebut sebesar Rp 152 juta.
Namun pihak Kejaksaan memperkirakan masih ada anggaran SPPD yang fiktif lagi dari total anggaran SPPD senilai Rp 691 juta di BKD.
Tim Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Rohul memeriksa seluruh berkas di kantor BKD (SegmenNews.com)
Dari Kantor BKD, Tim khusus Pemberantasan Korupsi membawa 5 item untuk penyidikan, yakni satu unit laptop dan lima berkas dokumen Surat Perintah Tugas (SPT), dokumen SPPD, Buku Kas Umum (BKU), Kwitansi mulai Janurai hingga Desember.
“Dari berkas yang ada kita akan telaah dahulu. Tim akan mengecek maskapai dan tempat tujuan keperangkatan dalam SPPD tahun 2011 lalu,” katanya.
Indikasi korupsi tersebut yakni, dalam SPPD yang diutus untuk perjalanan dinas sebanyak 3 orang namun yang berangkat hanya satu orang.***(ran)
General Manager Kebun PT.PSA, HM Yusuf Siregar SP di dampingi Sustainability Region Riau, Hardian menyerahkan perlengkapan sekolah kepada murid SD di Tambusai.
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Guna mencerdaskan anak bangsa. PT. Panca Surya Agrindo (PSA) kebun Tambusai Kabupaten Rokan Hulu menggelar kegiatan bimbingan belajar Try Out UASBN tingkat SD di Desa Tambusai dan Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai, Kamis (19/12/13).
Bimbingan belajar Try Out UASBN tahun ajaran 2013-2014 tersebut diikuti oleh 44 orang murid SDN 024 dan 34 murid SDN 008. Kegiatan itu dihadiri langsung oleh General Manager Kebun PT.PSA, HM Yusuf Siregar SP, Sustainability Jakarta, Panji Mulya, Humas Regional, Jumiadi Saputra, Sustainability Region Riau, Hardian dan Tusiman.
Turut hadir juga, kepala UPTD Pendidikan Tambusai, Hj Nurmalizah, M.MPd, Kepsek SDN 008 Hotman SPd, Kepsek SDN 024 Parlindungan SPd, dan para tokoh masyarakat setempat.
Yusuf Siregar dalam sambutannya menyampaikan agar murid SD mengikuti Try Out dengan sungguh-sungguh, agar nantinya bisa mengikuti UASBN dengan baik. Sehingga akan tercipta siswa-siswi berprestasi yang membanggakan orangtua dan berguna bagi Negara kelak.
“Kita harap anak-anak lebih berprestasi lagi. Kita juga berharap hubungan harmonis Perusahaan dan masyarakat sekitar terus terjaga dengan baik,” papar Yusuf.
Pihak Perusahaan PT.PSA foto bersama dengan Kepsek, murid, guru dan para tokoh masyarakat setempat.
Kepala UPTD Tambusai, Hj.Nurmalizah M MPd mengaku bangga atas partisipasi dan kepedulian PT.PSA selaku anak cabang First Resources Group terhadap dunia pendidikan selama ini kepada masyarakat sekitarnya. Apalagi pelaksanaan Try Out ini sangat dibutuhkan bagi anak didik untuk persiapan UASBN mendatang.
“Kita berharap, kegiatan persiapan ujian UASBN melalui kegiatan Try Out tingkat SD yang dilaksanakan PT PSA ini terus berkelanjutan leat Program CSRnya. Begitu juga dengan partisipasinya terhadap sarana dan prasarana sekolah dan lainnya,” ungkap Nurmalizah.
Disisi lain, Kepsek SDN 024, Parlindungan menuturkan bahwa program mencerdaskan anak bangsa khususnya tingkat SD oleh Perusahaan sangat diharapkan. Pasalnya, diakuinya jika menunggu dari Pemerintah sangat lamban.
“Kita berterimakasih sekali atas kepedulian PT PSA ini. Kita harap hubungan harmonis dan berdampingan antara Perusahaan dan masyarakat sekitar terus terjaga dengan baik,” sampai Parlindungan.***(r4n)
Kapolres memperliahtkan barang bukti dan tersangka yang diringkus saat operasi Pekat
Siak (SegmenNews.com)- Dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 11 hari. Polres Siak menyita sebanyak 753 botol Minuman Keras (miras) berbagai merk dan 73 bungkus obat kuat.
Penyitaan itu dilakukan diberbagai lokasi pengedar menuman keras di 14 Kecamatan di Siak. Namun tersangka miras, Ujang (40) hanya diagendakan untuk mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) oleh kepolisian Siak.
Selain itu pihak Polres Siak juga mengamankan tersangka judi jenis Toto Gelap (togel) yakni, Rusman Saragih Napitupulu, Hedianto,Binari Siturus. Dan untuk tersangka judi kartu remi yakni Frizon Simbolon (penyedia tempat), Dasakatare Jonson Lumbangaul, Raman, Khoiruddin, Dedek Kristanto (pemain), dengan barang bukti serta uang tunai jutaan rupiah. Ikut diamankan tersangka Narkoba.
“Sesuai target kita, selama 11 hari digelar operasi Pekat, kita mengamankan 753 botol Miras dan obat-obat kuat yang dilarang beredar bebas. Selain itu untuk Miras ditetapkan seorang tersangka dan 9 orang ditangkap dalam kasus narkoba serta perjudian. Saat ini mereka masih menjalani proses penyidikan dan mendekam disel tahanan,” terang Kapolres.***(rinto)
Duri (SegmenNews.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis terancam ditutup. Pasalnya, izin operasional rumah sakit tipe B kebanggaan masyarakat Bengkalis tersebut sudah mati sejak pertengahan tahun 2012 lalu.
Sedangkan berkas permohonan perpanjangan izin masih dalam tahap persiapan pula. Padahal menurut aturan, enam bulan sebelum habis, berkas perpanjangan izin sudah harus dimasukkan.
Kabar mencemaskan ini disampaikan praktisi hukum kesehatan Bidan Dian Wahyuni kepada wartawan, Kamis (19/12/2013).
Menurut Ketua LSM Lembaga Peduli Kesehatan Masayarakat dan Lingkungan Hidup (LPKMLH) Kabupaten Bengkalis ini, matinya izin operasional RSUD Bengkalis merupakan kesalahan fatal dari pihak pengelola.
“RSUD Bengkalis terancam ditutup. Tanpa mengantongi izin ataupun izinnya masih dalam proses, menurut aturan rumah sakit itu tak bisa beroperasi. Kalaupun tetap dioperasikan dan ada pasien yang cacat atau mati lalu menuntut, ceritanya akan jadi lain. Sanksi berupa ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp5 miliar pun menanti. Itu sesuai dengan pasal 62 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Kita sangat prihatin. Kenyataan ini sungguh akan sangat merugikan masyarakat,” katanya.
Dian mengaku sudah mengkonfirmasi masalah ini secara langsung kepada Direktur RSUD Bengkalis, Zulkarnain Lubis pada Rabu (18/12/2013) malam.
“Pak Zulkarnain mengaku kalau berkas perpanjangan izin RSUD itu baru dipersiapkan. Saya juga sudah sampaikan jawaban itu kepada Kadiskes Riau, Pak Zainal Arifin,” katanya.
Tak hanya sampai disitu, menurut Dian, pihaknya pun sudah menyampaikan temuan ini kepada Komisi IX DPR RI. Email laporan kepada Kementerian Kesehatan di Jakarta juga sudah dikirim.
“Menurut Komisi IX, ini merupakan kesalahan fatal. Apalagi menurut aturan, enam bulan sebelum izin mati, berkas perpanjangan izin sudah harus dimasukkan. Ini sudah dua tahun. Ternyata, berkas perpanjangan izin baru dipersiapkan. Besok (Jumat hari ini), saya diminta Ketua Komisi IV DPRD untuk menghadiri hearing di Bengkalis ,” sambungnya.
Matinya izin operasional RSUD Bengkalis awalnya diungkap Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Sofyan SPdI di sejumlah media Rabu (18/12/2013). Tak hanya izin operasional yang mati, ternyata peralatan CT scan di RSUD tersebut juga sudah rusak sejak enam bulan lewat.
“Dari penelusuran saya, ternyata peralatan CT scan itupun belum ada izin. Operatornya juga belum punya sertifikat. Kalau beli baru, pasti ada garansi. Kalau rusak, kok sudah enam bulan tak kunjung bisa diperbaiki,” imbuh Dian lagi.***(rid/kn)
Pekanbaru (SegmenNews.com) – Aparat Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, menangani perkara seorang suami bekerja sebagai pegawai negeri sipil yang tega menganiaya selingkuhannya, YF (19).
Menurut laporan korban di Kepolisian yang diterima wartawan, Kamis (19/12/2013), kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (17/12/2013) sekitar pukul 10.30 WIB di sebuah kamar hotel di Pekanbaru.
Ketika itu, menurut informasi kepolisian, pelaku berinisial RH (30) warga Jalan Paus, Pekanbaru, yang telah memiliki seorang istri, menganiaya korban (selingkuhannya) dengan alasan cemburu.
Kronologinya menurut polisi berawal dari adanya pertengkaran mulut antara pelaku dengan korban.
Tidak mampu menahan emosi, katanya, pelaku kemudian menampar dan membenturkan kepala YF ke dinding hingga mengalami memar cukup parah.
RH bahkan menurut saksi sengaja membenturkan kepalanya dengan kepala korban hingga terjadi pembengkakan.
“Tidak cuma itu, bibir saya juga digigit oleh dia (pelaku) hingga berdarah kemudian ‘handphone’ saya diambil dan dibuangnya,” kata korban. (ant)
Jakarta (SegmenNews.com)- Petinju Indonesia, Chris John memutuskan untuk menggantungkan sarung tinjunya. Hal itu diutarakannya saat menggelar jumpa pers pada Kamis (19/12/2013).
Petinju yang kini berusia 34 tahun itu memutuskan untuk pensiun setelah kehilangan gelar juara kelas bulu WBA di Australia saat dikalahkan oleh Simpiwe Vetyeka. Pada awal Desember lalu, petinju berjuluk The Dragon itu kalah TKO oleh Simpiwe.
“Setelah sepuluh tahun mempertahankan gelar juara dunia, sekarang sudah waktunya untuk saya menggantung sarung tinju,” ucap Chris John kepada wartawan di Jakarta.
Selepas pensiun, Chris John meminta juniornya, Daud Jordan untuk meneruskan kiprahnya di dunia tinju. Chris John ingin Daud Jordan mengharumkan nama Indonesia.
“Saya akan meminta Daud Jordan meneruskan perjuangan. Sekarng saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga. Saya ingin beristirahat dulu dari dunia tinju,” dia menyudahi.
Chris John meraih gelar juara dunia kelas bulu WBA pada tanggal 26 September 2003 di Bali. Ketika itu dia mengalahkan Derrick Gainer, petinju asal Amerika Serikat. Chris John berhasil mempertahankan gelarnya dari 17 petinju sebelum dikalahkan Simpiwe.***
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kepolisian Daerah (Polda) Riau akan menurunkan 1.587 personel untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2014 mendatang.
Dalam Operasi Lilin Tahun 2013 ini, Polda Riau dibantu personel Dinas Perhubungan sebanyak 250 orang, 224 personel dari TNI dan Satpol PP 800 orang. Jumlah keseluruhan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru 2014 mencapai 2.861 personel gabungan.
Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Humas, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada Metro Riau Network, Kamis (19/12) mengungkapkan, Operasi Lilin Tahun 2013 akan dimulai 23 Desember hingga 1 Januari 2014.
Usai melepas personel pada Sabtu (21/12/2013) di halaman Kantor Gubernur Riau, keseluruhan personel ini akan menjaga 98 gereja di Riau. “Apel pasukan akan kita lakukan Sabtu dan mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” ungkap Guntur Aryo Tejo, Kamis (19/12/2013).
Selain dari Dishub, dan Satpol PP, Polda Riau juga akan mendapatkan bantuan dari pihak Jasa Raharja Pekanbaru termasuk mobil derek yang ditempatkan di pos-pos Operasi Lilin 2013 untuk membantu aparat Kepolisian.
Sementara itu, untuk jalan lintas yang dianggap rawan terjadinya aksi kriminal, Guntur mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi hal itu melalui penempatan personel penembak jitu dilangkapi kendaraan roda dua yang akan berpatroli di sepanjang jalan lintas yang rawan.
“Penembak jitu juga kita tempatkan di titik-titik rawan sekitar 40 titik untuk aksi kriminal,” ungkapnya.
Untuk pengamanan gereja nantinya, setiap gereja akan ditempatkan tiga hingga lima personel dengan menggunakan senjata lengkap. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan saat pelaksanaan ibadah nantinya.
Terkait pos-pos pengamanan, lanjut Guntur, mulai Jumat depan pihaknya sudah mendirikan posko pengamanan di beberapa titik di Kota Pekanbaru dan pihaknya berharap perayaan Natal dan pergantian tahun pada tahun ini berjalan aman dan lancar.
“Kita juga mengimbau bagi masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru terutama yang pulang ke kampung halaman, meningkatkan kewaspadaan,” imbau Guntur.***