Beranda blog Halaman 2972

Guru TK Ditemukan Luka-Luka dan Nyaris Tanpa Busana

guru TK
Duri (SegmenNews)- Setelah hampir 27 jam, guru TK yang menjadi korban
penculikan akhirnya ditemukan pada Rabu (20/2/13) pagi sekitar pukul
06.30 WIB. Tis Mainir (35), guru Taman Kanak kanak (TK) Aisyiyah 1
Kecamatan Pinggir, Bengkalis, diculik dari rumahnya pada Selasa (19/2)
sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat ditemukan di gate 1 CPI Duri oleh salah seorang security, ia
terlihat dalam kondisi luka-luka di wajah dan juga di sekujur tubuhnya
dan nyaris telanjang, hanya dibalut selembar kain bekas sarung yang
tidak utuh lagi.

Korban datang berjalan tertatih-tatih minta pertolongan petugas
keamanan Gate I PT Chevron Pacific Indonesia di Jalan Lintas Duri,
Pekanbaru.

Pihak keluarga yang mendapat informasi penemuan korban langsung
membawanya ke RSUD Duri untuk perawatan selanjutnya. Menurut Adrizal
(39), suami korban saat di RSUD Duri, ia mendapat telepon bahwa korban
sudah ditemukan.

“Saya langsung ke lokasi dan mendapati dia dalam kondisi sangat
memprihatinkan,” tuturnya kepada wartawan.

Kapolsek Mandau Kompol Dani Ardiantara melalui Kanit Reskrim AKP
Maetertika saat dikonfirmasi membenarkan penemuan korban penculikan
tersebut namun belum dapat memastikan modus penculikan tersebut
dikarenakan kondisi korban yang masih lemah.

“Untuk saat ini kita belum dapat memastikan apa motif dari kasusnya,
apalagi korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam
kondisi lemah dan trauma. Kami juga belum bisa memastikan, apakah ada
pencabulan pada korban,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban penculikan tersebut masih
menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri dengan dikawal
beberapa personil Kepolisian dan keluarganya. (ur/snc)

Ketua DPRD Harap Pemkab Siak Atasi Pengangguran

Ketua DPRD Siak
Ketua DPRD Siak

Siak (SegmenNews)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak
Zulfi Mursal, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak serius
mencari solusi penanganan pengangguran dan terjadinya Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan-perusahaan.

“Selain karena masih banyaknya angkatan kerja usia produktif yang
belum memiliki pekerjaan, dan terjadinya PHK dibeberapa perusahaan
yang ada di Kabupaten Siak, menambah deretan panjang pengangguran
ditempat kita ini, untuk itu, tentu pemkab harus juga serius menangani
pengangguran ini,” terang Zulfi, Rabu (20/2/13).

Selain itu menurutnya, hal ini penting disampaikan, mengingat selama
ini penanganan masalah pengangguran masih belum memberikan dampak
significant, ditambah lagi adanya PHK masal karyawan yang dilakukan
beberapa perusahaan akhir-akhir ini yang otomatis menambah angka
pengangguran.

“Masalah pengangguran yang tidak tertangani akan sangat berdampak
terhadap peningkatan sektor lain. Logikanya, ketika tingkat
pengangguran tinggi, maka pemberantasan atau pengurangan angka
kemiskinan hanya akan menjadi wacana saja, demikian halnya dengan
program peningkatan ekonomi masyarakat,” papar Zulfi Mursal praktisi
PAN ini.

Selain itu dihimbaukan Zulfi kepada angkatan kerja yang belum memiliki
pekerjaan, agar mengembangkan diri dengan kreatifitas mandiri serta
tidak PNS oriented. “Jangan hanya bercita-cita untuk jadi PNS saja,
karena selain kursi PNS sifatnya terbatas, juga prosedurnya sangat
panjang. Mendingan, tempatkan diri untuk menjadi seorang usahawan,
mulailah dengan menggeluti sesuatu yang menjadi hoby, umpamanya, atau
tangkap peluang yang ada disekitar kita, buang jauh-jauh rasa gengsi
sertai dengan sabar dan tawakal,” ujar Zulfi Mursal Ketua DPRD
Siak.(rinto)

Dua Alkes di RSUD Siak Bernilai Miliaran Terkesan Mubazir

RSUD siak

Siak (SegmenNews.com)- Dua alat kesehatan (Alkes) yakni Ctscan atau
alat rongsen dikepala bernilai sekitar Rp 7 miliar dan Haemodisa atau
yang dikenal alat cuci darah bernilai sekitar Rp 1,3 miliar, di RSUD
Siak ternyata tidak berpungsi dan hanya dijadikan pajangan.

Direktur RSUD Siak Ulfa, Rabu (20/2/2013) mengaku dua alat tersebut
memang tidak berfungsi disebabkan ada kendala dalam pengoperasian.

“Ya, memang dua Alkes itu belum berfungsi sebagai mana mestinya,
karena untuk mengoperasikan dua alat itu (Ctscan, dan alat cuci darah,
red) harus menggunakan spesialis dan juga izin-izin yang harus
dimiliki,” akunya.

Diakuinya lagi, dua alat tersebut dibeli pada tahun 2011 lalu Rp 7 M,
sedangkan saat ini masih terkendala dokter spesialis radiologi.
Katanya, tahuan 2012 memang sempat digunakan, namun hanya beberapa
bulan. Hingga Desember 2012 dokter radiologi tersebut habis kontrak,
sehingga alat tersebut tidak digunakan tahun ini.

Sedangkan alat Haemodisa atau alat cuci darah dibeli 2011 dengan dana
APBD Siak senilai sekitar Rp 1,3 miliar untuk tiga unit, terkendala
pada perizinan kelayakan, atau visitasi dari Persatuan Vefprolog
Indonesia (Penevri) Sumatra Barat (Sumbar).

Direktur RSUD Siak berjanji akan berusaha semaksimal mungkin dalam
pengoperasian dua alat yang menghabiskan miliaran dana APBD.

“Kita akan bekerja keras untuk mengativkan dua Alkes kembali, untuk
itu kita akan bekerjasama dengan fakultas kedoteran,” katanya. (rinto)

Wabup Hadiri Rakernas APKASI IX dan Rakernas PERHIPTANI X 2013

Wabup Siak Drs H Alfedri M.Si bersama peserta Rakernas APKASI IX dan Rakernas PERHIPTANI 2013 di Grand Sahid Jaya Hotel, 20 Feb 2013
Wabup Siak Drs H Alfedri M.Si bersama peserta Rakernas APKASI IX dan Rakernas PERHIPTANI 2013 di Grand Sahid Jaya Hotel, 20 Feb 2013

Siak (SegmenNews)- Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri M.Si menghadiri
Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia
(APKASI) ke IX dan Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Pertanian
Indonesia (PERHIPTANI) ke X tahun 2013 di Grand Sahid Jaya Hotel di
Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Pada Rakernas yang dibuka secara langsung oleh Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono tersebut mengambil tema “Peran Strategis Otonomi
Daerah Dalam Mewujudkan Ketahanan, Kemandirian, dan Kedaulatan
Pangan”. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Menteri Kabinet
Bersatu sebagai narasumber kegiatan serta Kepala Daerah se-Indonesia
anggota APKASI.

Sebagai daerah yang pembangunannya terus berkembang pesat, Kabupaten
Siak terus meningkatkan koordinasi dan hubungan kerjasama dengan
pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten se Indonesia melalui
keanggotaan Pemerintah Kabupaten Siak dalam Asosiasi Pemerintah
Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Pada Rakernas APKASI IX dan PERHIPTANI X Tahun 2013 yang dilaksanakan
kemarin, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri turut hadir bersama Kadis
Pertanian Ir.Hj Robiati,MP dan Kepala BPPKP Kabupaten Siak H. Sadikin,
S.Sos dengan rencana agenda pemaparan Program Peningkatan Produksi
Pangan Nasional oleh Menteri Pertanian RI Ir H Siswono,M.MA,
Ekstensifikasi Lahan Pertanian dalam mendukung peningkatan produksi
pangan oleh Menteri Kehutanan RI H Zulkifli Hasan SE,MM, Dukungan BUMN
dalam input pertanian dan gerakan percepatan produksi pangan oleh
Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kebijakan Kepegawaian Penyuluh Pertanian
oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Ir
H Azwar Abu Bakar MM, dan Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam
mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan oleh Ketua
APKASI Ir H ISran Noor M.Si.

Setelah melaksanakan Rakernas IX tahun 2013 ini, untuk lbih
mengoptimalisasi peran dan fungsi APKASI dalam rangka mendukung
peningkatan investasi dan perekonomian daerah. Pada Tahun 2013 ini
APKASI juga direncanakan akan melaksanakan APKASI INTERNATIONAL TRADE
& INVESMENT SUMMIT 2013” sebagai ajang Forum Bisnis dan Pameran
Nasional di Jakarta yang direncanakan juga akan dibuka Presiden.
(rls/rinto)

TP-PKK Pelalawan Lepas 20 Pasien Bibir Sumbing Ke Pekanbaru

Ketua TP PKK Pelalawan melepas pasien bibir sumbing
Ketua TP PKK Pelalawan melepas pasien bibir sumbing

Pelalawan (SegmenNews)- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pelalawan,
Hj Ratna Mainar Harris melepas 20 orang pasien penderita bibir sumbing
yang akan diberangkatkan menuju RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Rabu
(20/2/2013) bertempat di aula kantor Diskes Pelalawan.

20 orang penderita bibir sumbing asal Pelalawan tersebut akan
mengikuti operasi dalam kegiatan bakti sosial TP-PKK Riau dan
Pelalawan.

Menurut Ratna Mainar Harris, dari 8 kecamatan di Pelalawan terdata
pasien penderita bibir sumbing hanya 20 orang, mulai bayi berumur 1
tahun hingga orang dewasa.

“Semoga dengan adanya kegiatan bakti sosial kerjasama Riau dan
Kabupaten ini akan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya
penderita bibir sumbing,” sampai istri Bupati Pelalawan ini.

Disamping itu, kepala bidang kesehatan Pelalawan, Agus Subagio bahwa
kabpaten Pelalawan tergolong tercepat mendata warga bibir sumbing.

“Pelalawan nomor 3 tercepat serahkan data pasien bibir sumbing.
Keberangkatan pasien ke Pekanbaru ditanggung Jamkesda, sedangkan biaya
operasi ditanggung TP-PKK Riau,” ujar Agus.

Orangtua Pasien bibir sumbing, Aminah mengucapkan terima kasih kepada
Pemda dan TP-PKK Pelalawan dan Riau atas terselenggaranya bakti
sosial, yang membantu meringankan beban masyarakat bawah seperti
dirinya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TP-PKK Pelalawan dan Riau,
dengan adanya kegiatan ini kami tidak harus berputus asa mencari biaya
operasi anak kami,” ucapnya. (dn)

Kamis, Berkas Korupsi Masjid Islamic Dilimpahkan ke PT

korupsi
Pelalawan (SegmenNews)- Kejaksaan Negeri Pelalawan menargetkan, Kamis
(21/2/2013) besok akan melimpahkan berkas kasus Korupsi Masjid Islamic
Center Pelalawan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Pernyataan itu disampaikan Kasi Pidsus Kejari Pelalawan, Robbi, Selasa
(19/02/2013). Penyampaian penyerahan berkas korupsi tersebut terkait
permintaan masyarakat yang tergabung pada Gerakan Masyarakat
Transparansi Keadilan (Gertak) kemarin.

Ratusan masyarakat tergabung di Gertak akan menagih janji pihak Kejari
untuk pelimpahan berkas korupsi tersebut. Jika Kejari ingkar, maka
merek akan membawa massa lebih banyak lagi

“Saat ini kita telah menyiapkan berkas tuntutan dakwaan dan menyita
barang bukti korupsi. Kita targetkan Kamis mendatang berkas akan kami
limpahkan ke pengadilan tipikor Pekanbaru,” jelasnya.

Sebagai bahan tambahan, atas kasus korupsi pembangunan Masjid Islamic
Center kabupaten Pelalawan senilai Rp7,7 miliar, jaksa telah menahan 6
orang tersangka, termasuh ketua DPRD Pelalawan, Rabu (30/1/2013) lalu.
(dn)

Pasca Banjir, Sejumlah Jalan Aspal di Rohul Rusak

100_3479
Rokan Hulu (SegmenNews)- Pasca banjir melanda kabupaten Rokan Hulu
dalam waktu 3 hari terakhir mengakibatkan sejumlah infrastruktur jalan
tergerus dan rusak.

Hal itu diakui Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rohul, Herri
Islami ST,MT kepada wartawan, Rabu (20/2/2013). Katanya,
kerusakan terjadi di Kecamatan Rambah Hilir, Dk III hingga ke dusun
Suro Tinggi sepanjang 500 Meter, muara musu menuju pekan lama, Suro
munai, Kecamatan Bonai, Pagaran tapah Kunto Darussalam.

Sampainya, di daerah muara musu menuju pekan lama semula menyeberang
menggunakan rakit, namun saat ini masyarakat hanya bisa menggunakan
sampan angkutan orang sedangkan kendaraan tidak bisa lewat, sebab
sling rakit putus.

“Kita belum mendapatkan data kerusakan secara keseluruhan, Akibat
banjir juga sejumlah Drainase banyak yang tersumbat, sehingga perlu
juga perawatan,” ujarnya.

Sedangkan banjir yang mengakibatkan jalan Provinsi di jembatan batang
lubuh tidak bisa di lalui beberapa hari lalu akan di lakukan
peninggian jalan, dan di canangkan disitu akan dibuat Fly Over.

“Pembuatan Fly Over di tahun 2013 masih dalam pengkajian ulang,”
uangkapnya. (dab)

Bupati Rohul: Pengurus Ajukan Perbaikan Surau Suluk

Bupati Achmad memberikan sambutan
Bupati Achmad memberikan sambutan

Rokan Hulu (SegmenNews)- Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi
terus membumikan alqur’an dan kegiatan keagamaan di Negeri berjuluk,
Negeri Seribu Suluk ini. Begitu juga tempat ibadah surau suluk terus
dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kegiatan suluk.

Saat memberikan sambutan di acara bulanan Tarekat Naqsabandi se-Rokan
Hulu di Surau Suluk Ubudiah, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto
Darussalam, Rabu (20/2/2013) pagi. Bupati menyampaikan kepada pengurus
Surau Suluk agar segera mengajukan ke Pemda untuk perbaikan surau
suluk yang rusak.

“Jika surau suluk rusak dan butuh perbaikan, pengurus segera
mengajukan anggaran perbaikannya. Sehingga surau-surau suluk yang
dalam keadaan rusak cepat terealisasi,” tukas Bupati.

Dikatakan Bupati hampir seluruh surau suluk mendapatkan bantuan dan
perehapan melalui APBD Rohul. Sebab Pemda berkomitmen akan terus
meningkatkan Pendidikan keagamaan di surau suluk, begitu juga
sebelumnya Pemda sudah memprogramkan magrib mengaji, menghafal
alqur’an baik bagi siswa hingga ke tingkat pejabat.

Terkait suluk, disampaikan Bupati, semua kalangan bisa mengikutinya,
tak hanya untuk kalangan umur 50 hingga 70 keatas. Bupati mengajak
berama-sama meramaikan surau suluk dan melaksanakan ibadah tarekat.

“Hampir semua surau suluk di Rokan Hulu telah dibenahi mulai tempat
wudhu, toilet dan lainnya melalui APBD Rohul. Semua kalangan bisa
mengikuti suluk dan tarekat ini,” ujarnya lagi.

Sedangkan di kegiatan pengajian rutin di surau suluk yang dilaksanakan
sebulan sekali ini, diharapkan dapat terus terjalin tali silaturrahmi
antar sesama jemaah, Menyatukan persamaan pemahaman mengenai Tarekat
ini. (adv/humas)

Wagubri Prihatin Kondisi Banjir di Rohul

Wagubri kunjungi korban banjir di Rohul
Wagubri kunjungi korban banjir di Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews)- Kondisi banjir melanda Kabupaten Rokan Hulu
(Rohul) menjadi perhatian bagi Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR
Mambang Mit, pihaknya siap tanggulangi bencana di Rohul melalui
sharing budget antara Pemkab Rohul dengan Prov. Riau.

Kedatangan Wagubri itu, disambut langsung Wakil Bupati Rohul (Wabup)
Rohul Ir. H. Hafit Syukri, MM di posko penanggulangan bencana
Kabupaten Rohul di Water Pron City tepi Batang Lubuh, Kota Pasir
Pangaraian, Kecamatan Rambah, Selasa (19/2/2013) sore.

Selanjut Wagubri dalam sambutannya, menyebutkan banjir Rohul tergolong
kejadian luar biasa, Ia meminta pada Bupati Rohul Drs. Achmad, MSi
ketika dalam bencana hendaknya jangan meninggalkan Rohul, karena ini
kepentingan masyarakat itu lebih utama.

“Perlu penanggulangan dilakukan secara kompleksitas antara Pemkab
Rohul dengan Pemprov Riau, sedangkan perusahaan di sekitar Rohul harus
terus dibina konsolidasi agar mereka juga aktif berpartisipasi
membantu masyarakat, khususnya korban banjir.

Diposko penangulangan bencana Rohul itu, Wabup Rohul melaporkan
kondisi banjir di Rohul, mulai dari Jumat (15/2) hingga Minggu 18/2) 9
Kecamatan di Rohul terrendam banjir kerugian ditaksir Rp 4. 6 M,
seterusnya pihak Pemkab sudah menyalurkan bantuan tanggap darurat
hampir keseluruh lokasi bencana banjir.

“Tapi kami atas nama Pemkab Rohul minta ada kerja konstruktif terkait
penanggulangan pasca bencana banjir di Rohul,” sebutnya Hafith.

Sebelumnya Wagubri menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp
200 juta, Mei Instan, pakaian dan lainnya, bantuan itu langsung
diterima secara simbolis Kades Babussalan Bangsawan Safei.

Setelah selesai memberikan arahan, Wagubri bersama Wabup Rohul
didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau
Syamsurizal dan Kepala BPBD Rohul Aceng Herdiana berjalan kaki menuju
lokasi banjir terparah di Rohul yakni di Kampung Tanjung Harapan atau
lebih dikenal dengan Kampung Terondom.

Sepanjang jalan sekitar 3 KM, orang Nomor 2 di Riau ini menyapa
pnduduk korban banjir, kemudian bersalam-salaman, sesekali melihat
rakyatnya rumah-rumahnya dipenuhi lumpur akibat meluapnya Sungai
Batang Lubuh beberapa hari lalu.

Setelah sampai di Kampung Tanjung Harapan, Ia pun menyalami korban
banjir, pihaknya akan melakukan kerja sama konstrtuktif dengan Pemkab
Rohul terkaitv penanggulangan bencana di Rohul.

Setelah benra-benar melihat kejadian sebenarnya bencana banjir di
Rohul, lantas rombongan pun, bergerak meninggalkan lokasi bencana
hendak menuju ke Kampar sebab disana ada bencana alam hingga
menyebabkan korban jiwa sebanyak 2 orang (dab)

Bupati Pelalawan: Camat dan Kades Harus Peka

Bupati HM Harris foto bersama dengan staff Puskesmas Pangkalan Kuras dalam kunjungannya Selasa 19 Februari 2013
Bupati HM Harris foto bersama dengan staff Puskesmas Pangkalan Kuras dalam kunjungannya Selasa 19 Februari 2013

Pelalawan (SegmenNews)- Bupati Pelalawan HM Harris mengingatkan
sebagai aparatur Pemerintahan harus peka terhadap segala persoalan
maupun kebutuhan masyarakat hingga ke Desa-desa.

“Para Camat, Kades, harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dan
harus terjun langsung ketengah-tengah masyarakat. Sehingga paham dan
mengerti akan keluhan masyarakat itu, tahu apa yang sangat dibutuhkan
oleh masyarakat,” sampai Bupati Pelalawan, HM Harris saat menyerahkan
kartu Jamkesda dan Jamkesnas dikomplek perkantoran Camat Pangkalan
Kuras, Selasa (19/2/13).

Ditegaskan Bupati bahwa sebagai aparatur Pemerintahan sudah menjadi
tugasnya dalam melayani masyarakat, oleh itu pelayanan masyarakat
harus maksimal dengan kinerja yang nyata.

Baik disegi kesehatan, apalagi menekan angka kemiskinan. Hal itu harus
diprioritaskan dalam tugas mensejahterakan masyarakat hingga ke
tingkat desa.

“APBD kita tahun ini (2013) capai Rp 1,5 triliun. Kebutuhan yang
bersifat mendasar dan prioritas segera ajukan di Musrenbang untuk
membangun kebutuhan skala prioritas masyarakat,” tusa Harris.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pmda saat ini tengah gencar membangun
Akademi Komunitas dalam upaya penyelarasan program tehnologi semua
bidang di kawasan Teknopolitan yang banyak membutuhkan SDM handal.

“Kita menginginkan, penduduk tempatan hendaknya bisa menjadi tuan
rumah dinegeri sendiri, namun kedepannya dibutuhkan SDM dan skil yang
mumpuni menjawab tantangan dunia global pada era 2025 mendatang,”
sampainya. (dn)