Beranda blog Halaman 3047

Kabut Asap Makin Pekat, Diskes Riau Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Tempat Terbuka

PEKANBARU (RS) Dinas Kesehatan Riau mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Udara tercemar menyebabkan jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) meningkat.

Kabut asap akibat kebakaran lahan terlihat semakin pekat di Pekanbaru, Kamis (7/7). Udara bercampur partikel debu ini sudah menyelimuti Pekanbaru empat hari terakhir.

Warga mengeluh terserang berbagai penyakit akibat kabut asap, seperti sesak nafas, sakit mata dan iritasi kulit. Gangguan kesehatan terutama dirasakan pengendara sepeda motor di jalan-jalan utama Pekanbaru, antara lain di Jl Sudirman, Kaharuddin Nasution dan Tuanku Tambusai.

Dinas Kesehatan Riau melaporkan jumlah warga yang terkena penyakit akibat asap terus meningkat. Seperti di Kota Dumai, dimana sejak awal Juli 2011, ratusan orang terserang ISPA. Dari sembilan puskesmas di Dumai, tercatat 176 orang terkena ISPA periode 1 hingga 4 Juli.

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Riau mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Riau, Andra Syafril, ISPA rentan menyerang anak-anak. Andra minta warga menggunakan masker saat berada di tempat terbuka.

“Kualitas udara semakin menurun. Kondisi ini harus diwaspadai. Warga perlu mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Andra.

Dinas Kesehatan Riau menyiapkan 30 ribu masker untuk dibagi ke daerah yang membutuhkan. Hingga kini, sembilan kabupaten di Riau masih dilanda kebakaran lahan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menemukan 88 titik api. (asr)

Kabut Asap Selimuti Bandara SSK II Pekanbaru, Aktivitas Penerbangan Terancam

PEKANBARU (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan mulai menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (6/7). Aktivitas penerbangan terancam karena jarak pandang di landasan bandara terbatas.

Ratusan penumpang di Bandara SSK II mulai khawatir kabut asap mengganggu jadwal penerbangan. Aktivitas pesawat di bandara internasional ini memang terancam kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru tiga hari terakhir.
Operasi sejumlah maskapai dilaporkan masih normal. Namun PT Angkasa Pura II akan menutup sementara lapangan terbang jika kondisi kabut semakin tebal. Jarak pandang di landasan pacu terlihat menurun dibanding kemarin.
“Hari ini masih normal. Penerbangan berjalan seperti biasa,” kata Air Duty Manager PT Angkasa Pura II Ibnu Hasan.
Penerbangan akan dihentikan apabila jarak pandang di bawah satu kilometer. Otoritas bandara menyatakan kondisi udara berkabut rawan bagi kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat.
Setiap tahun, pelayanan udara di Bandara SSK II terganggu karena kabut. Jadwal pesawat ditunda beberapa kali sehingga merugikan masyarakat dan sejumlah maskapai. (asr)

Greenpeace Desak Pemerintah Usut Kasus Harimau Mati di Riau

PEKANBARU (RS) Organisasi lingkungan internasional, Greenpeace mendesak pemerintah Indonesia menyelidiki kasus kematian harimau di Kabupaten Pelalawan, Riau. Greenpeace menduga satwa dilindungi ini mati akibat perburuan liar dan kerusakan habitatnya.

Kematian seekor harimau Sumatera (phantera tigris sumaterae) di lahan PT Arara Abadi, Pelalawan mendapat sorotan Greenpeace Asia Tenggara. LSM internasional ini mensinyalir satwa langka ini sengaja dibunuh untuk kepentingan tertentu.

Oleh sebab itu, Greenpeace minta aparat hukum mengusut kasus kematian harimau tersebut. Juru bicara Greenpeace Asia Tenggara Rusmadya menyayangkan lemahnya perlindungan satwa langka di Indonesia. Menurut Rusmadya, habitat harimau di Sumatera saat ini terancam ekspansi perkebunan besar dan perburuan liar.

“Pemerintah harus menyelidiki kasus kematian harimau di Pelalawan. Tujuannya agar ada sanksi yang tegas untuk pembunuh satwa langka. Jika tidak, kasus serupa akan terus terulang tanpa terkendali,” kata Rusmadya, Selasa (5/7).

Populasi harimau Sumatera terus menurun. Greenpeace memperkirakan jumlah harimau liar di Riau tersisa hanya 80 ekor. Jika tidak ada pengawasan, Greenpeace khawatir harimau Sumatera punah karena terus diburu.

“Populasi satwa dilindungi ini semakin sedikit. Harimau Sumatera menunggu kepunahan apabila tidak ada perlindungan yang serius,” kata Rusmadya.

Harimau Sumatera ditemukan terjerat di jebakan babi, Sabtu (2/7) lalu dan mati di Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan. Harimau jantan berusia 1,5 tahun ini terlambat mendapat bantuan penyelamatan. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berusaha menyelamatkan harimau, namun gagal karena terbatasnya alat dan sulitnya medan perkebunan. (asr)

Kapal Barang Tenggelam di Dumai, Nakhoda Masih Hilang

DUMAI (RS) Sebuah kapal pengangkut barang bekas tenggelam di perairan Dumai, Riau, Senin (4/7) malam. Akibatnya, ribuan barang terdiri dari ban dan karpet bekas dari Malaysia ikut tenggelam.

Menurut salah seorang anak buah kapal (ABK) Jumplak Efendi, kapal dari Malaysia ini akan membongkar muatan di Pelabuhan Kemeli, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. Namun, kapal mengalami kebocoran di perbatasan Malaysia dengan perairan Dumai. ABK berusaha mengoperasikan kapal dan merapat ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Tiba-tiba petugas Patroli Bea Cukai Dumai memergoki awak kapal. Petugas memaksa kapal yang rusak berlayar ke Dumai. “Cuaca buruk dan ombak yang tinggi menghantam lambung kapal. Akibatnya kapal tenggelam beserta muatan,” kata Jumplak.

Hingga kini, nakhoda kapal tanpa nama ini belum ditemukan. Sedangkan tujuh ABK dilaporkan selamat, masing-masing Jumplak Efendi, Eri, Somad, Nasir, Ratno, Yanto dan Tedi. Para ABK saat ini menjalani pemeriksaan di Kantor Bea Cukai Dumai. (bsp)

Bandara Pinang Kampai Tutup Akibat Asap

DUMAI (RS) Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Dumai semakin parah. Akibatnya, Bandara Pinang Kampai ditutup sementara, Senin (7/4). Hingga siang, dua jadwal penerbangan tertunda.

Dua pesawat ditunda berangkat karena jarak pandang di landasan pacu hanya 500 hingga 800 meter. Masing-masing pesawat Merpati dan Pelita rute Dumai-Jakarta. Penundaan keberangkatan ini menyebabkan ratusan penumpang menunggu lama. Sebagian penumpang beralih melalui jalan darat menuju Pekanbaru.

Staf Bandara Pinang Kampai Ilham Firdaus mengatakan jarak pandang di bawah batas normal sehingga terpaksa dua pesawat ditunda beroperasi. “Jarak pandang normal itu di atas 2 kilometer. Kalau di bawahnya, beresiko bagi aktivitas penerbangan,” kata Ilham.

Sementara aktivitas di Pelabuhan Dumai, masih normal. Penumpang yang berangkat melalui jalur laut ke Malaysia dan Kepulauan Riau belum terganggu kabut asap. (bsp)

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Puluhan Titik Api Terpantau

PEKANBARU (RS) Kabut asap akibat kebakaran lahan menyelimuti Pekanbaru, Senin (4/7). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat 45 titik api ditemukan di wilayah Riau.

Kabut asap menutupi langit Pekanbaru sejak pagi. Jarak pandang terbatas karena kabut menyebar ke jalan-jalan utama dan pemukiman penduduk. Antara lain di Jl Sudirman, Tuanku Tambusai, Soekarno-Hatta dan Gajah Mada.

Kabut menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sebagian pengendara merasakan perih pada mata dan sesak nafas karena menghirup udara kotor. Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari kebakaran lahan di Dumai dan sekitarnya.

BMKG Pekanbaru menemukan 45 titik api (hotspot) di Riau. Antara lain titik api terpantau di Kabupaten Rokan Hilir, yakni 9 titik, Kampar 8 dan Siak 7. Pembakar lahan kembali memanfaatkan cuaca panas untuk membuka areal perkebunan. Akibatnya, kabut asap menyebar ke seluruh daerah di Riau.

Sementara alat pencatat kualitas udara di Jl Sudirman, Pekanbaru tidak berfungsi. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan memantau kualitas udara yang terus menurun. (asr)

Harimau Sumatera Mati Akibat Terjerat

PELALAWAN (RS) Seekor harimau Sumatera mati karena terjerat di Kabupaten Pelalawan, Riau. Populasi harimau Sumatera di Riau terus berkurang akibat perburuan liar.

Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mendatangi lokasi setelah mendapat laporan warga. Petugas menemukan harimau jantan terperangkap di tengah hutan, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Menurut warga, harimau Sumatera (panthera tigris sumaterae) terkena perangkap babi enam hari lalu. Kaki kanan bagian depan satwa langka ini luka serius karena tertusuk kawat.

Petugas penyelamat satwa berusaha membius harimau yang diperkirakan berumur 1,5 tahun tersebut. Namun, kondisinya terus memburuk dan mati. Warga dan anggota Polsek Pangkalan Kuras sudah berusaha menyelamatkan harimau saat ditemukan, Kamis (30/6) lalu. Namun hewan dilindungi ini terus mengamuk. Sekawanan harimau liar juga mendatangi lokasi sehingga keselamatan warga terancam.

“Harimau ini mati karena kakinya luka parah karena terjerat. Satwa liar ini juga kelaparan sehingga kondisi fisiknya melemah,” kata petugas BBKSDA Riau Kasiwan.

Petugas BBKSDA Riau membawa bangkai harimau ke Pekanbaru untuk diselidiki. Organisasi satwa internasional, World Wildlife Fund (WWF) Riau mencatat populasi harimau Sumatera di Riau tinggal 30 ekor saja. WWF menyatakan jumlah harimau Sumatera terus berkurang akibat perburuan liar. Habitat harimau juga terdesak pemukiman dan perkebunan besar sehingga satwa ini sering mengamuk dan menyerang penduduk. (asr)

Puluhan Orang Tua Protes Kecurangan Penerimaan Siswa Baru

PEKANBARU (RS) Puluhan orang tua memprotes kecurangan penerimaan siswa baru di Dinas Pendidikan Pekanbaru, Jl Pattmura, Jumat (1/7). Orang tua minta Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Yuzamri Yakub mundur terkait kacaunya sistem on line pengumuman siswa baru.

Sekitar 30 orang tua mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Pekanbaru. Mereka minta Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Yuzamri Yakub menjelaskan penyebab kekacauan penerimaan siswa baru. Menurut orang tua, anak mereka mendaftar ke SMA dengan nilai ujian nasional (UN) di atas standar sekolah. Namun, nama puluhan calon siswa tersebut tidak masuk dalam daftar on line siswa yang diterima.

Salah satu orang tua, Samsir Alam mengaku kecewa karena anaknya Purwaningsih tidak diterima di SMA 4 Pekanbaru. Padahal nilai hasil UN Purwaningsih 8,67. Sedangkan nilai terendah yang diterima di SMA 4 Pekanbaru, 8,50. Warga menduga terjadi praktek kecurangan dalam penerimaan siswa baru. “Tolong jelaskan kenapa anak kami tidak diterima. Kalau pakai uang untuk masuk, bilang saja,” kata Samsir.

Kasus serupa juga dialami calon siswa SMA 21 Pekanbaru, Sausan Sabilla. Ia mendaftar di SMA 21 dengan nilai UN 8,4. Di sekolah tersebut nilai UN terendah 7,0. Namun setelah dicek melalui pengumuman on line, nama Sausan tidak ada.

Orang tua berusaha menemui Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Yuzamri Yakub. Namun Yuzamri tidak berada di kantornya. Sebagian warga juga menyesalkan keterlambatan pengumuman seleksi siswa baru tingkat SMP. Dinas Pendidikan Pekanbaru seharusnya mengumumkan penerimaan siswa SMP, Kamis (30/6). Namun hingga Jumat (1/7) siang belum dilaksanakan. (asr)

Utha Likumahuwa Membaik, Sempat Koma 4 Hari

PEKANBARU (RS) Setelah sempat koma empat hari akibat serangan stroke, kondisi kesehatan penyanyi Utha Likumahuwa membaik, Jumat (1/7). Utha sudah dipindahkan dari ruang rawat intensif ke ruang perawatan biasa.

Utha Likumahuwa dirawat di Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, Kamis (30/6). Penyanyi yang populer tahun 80-an ini terkena serangan stroke, Minggu (26/6) lalu. Utha dipindahkan dari ruang intensive care unit (ICU) ke ruang VVIP Kamar 529. Dokter menyatakan kesehatan Utha membaik dan mulai sadar. Penyanyi yang pernah menjuarai beberapa festival musik internasional ini terlihat mulai pulih.

Namun, Utha masih sulit berkomunikasi dengan keluarganya. Dokter mendiagnosa Utha terkena stroke yang dipicu penyumbatan pembuluh otak. Ia juga dinyatakan menderita komplikasi diabetes dan jantung. Menurut managernya, Ade, Utha akan dibawa ke Jakarta jika kondisi fisiknya stabil.“Kami mohon doa masyarakat agar Utha cepat sembuh,” kata Ade.

Utha berkunjung ke rumah saudaranya di Pekanbaru setelah mengikuti konser di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Faktor kelelahan berat diduga menyebabkan penyanyi asal Ambon ini terkena stroke. (asr)

KPK Didesak Periksa Bupati Kampar

IMD Temukan Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center

KAMPAR (RS) Masyarakat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kampar terkait dugaan korupsi pembangunan Islamic Centre. Indonesia Monitoring Development menduga terjadi penyimpangan anggaran daerah Rp4 milyar dalam pembangunan kompleks keagamaan ini.

Islamic Centre Kampar dibangun di atas kawasan seluas lebih satu hektare di Kota Bangkinang. Lembaga swadaya masyarakat, Indonesia Monitoring Development (IMD) menemukan dugaan korupsi dalam pembangunan Islamic Centre.

Menurut Direktur Eksekutif IMD Raja Adnan, dana pembangunan Islamic Centre dialokasikan hanya Rp38 milyar berdasarkan peraturan daerah. Namun kenyataannya, proyek Pemerintah Kabupaten Kampar ini sudah menelan dana APBD Rp42 milyar. Dengan demikian, diduga terjadi penyimpangan hingga Rp4 milyar. Dana tersebut berasal dari tiga tahun anggaran, dari tahun 2007 sampai 2009. “Aparat hukum seharusnya menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai diabaikan,” kata Adnan, Jumat (1/7).

Indikasi penyelewengan dan pelanggaran peraturan daerah juga terlihat dari rendahnya kualitas bangunan. Beberapa bagian rumah ibadah rusak, padahal kompleks ini baru diresmikan 2010 lalu. Masyarakat mendesak KPK memeriksa Bupati Kampar Burhanuddin Husin terkait dugaan korupsi dalam proyek Islamic Centre.

Berdasarkan analisa konstruksi IMD, besarnya anggaran untuk pembangunan Islamic Centre tidak wajar. Dilihat dari kondisi fisik, pembangunan ini cukup memerlukan dana Rp25 milyar. Namun, ternyata bisa membengkak hingga Rp42 milyar. Adnan menambahkan perlu diselidiki aliran dana yang digunakan untuk proyek tersebut. “Kejanggalan yang ditemukan bisa menjadi bukti awal dugaan korupsi proyek Islamic Centre,” kata Adnan.

Hingga kini, belum ada tanggapan Bupati Kampar Burhanuddin Husin terkait laporan IMD. (asr)