Beranda blog Halaman 3050

Bupati Rokan Hulu Dilempari Cabe

ROKAN HULU (RS) Ratusan pedagang melempari Bupati Rokan Hulu Achmad dengan cabe saat penertiban di Pasar Tugu, Pasir Pengarayan, Selasa (14/6). Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) langsung mengamankan Achmad untuk menghindari amukan pedagang.

Penertiban ratusan pedagang di Pasar Tugu, Pasir Pengarayan ricuh saat Bupati Rokan Hulu Achmad mendatangi pedagang. Achmad yang memimpin langsung penertiban tiba-tiba dilempari pedagang dengan cabe dan batu.

Anggota Polres Rokan Hulu dan Satpol PP berusaha melindungi bupati. Namun, ratusan pedagang terus menyerang dan berusaha mendekati Achmad.

Beberapa pedagang pingsan karena tidak tahan dipaksa pindah dari tempat berjualan. Pedagang menolak pindah dari Pasar Tugu ke pasar modern karena di pasar baru tersebut sepi pembeli. Aksi pedagang menolak digusur sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun, Bupati Rokan Hulu tetap memaksa pedagang pindah dengan alasan untuk ketertiban. “Dengan dalih apapun, kami tidak akan pindah dari Pasar Tugu. Disini kami lebih nyaman berjualan,” kata pedagang Arif. (des)

35 Titik Api Terpantau di Sumatera

PEKANBARU (RS) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan sedikitnya terpantau 35 titik api (hot spot) berada di Sumatera dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

“Dari pantauan terakhir menggunakan satelit NOAA terdapat 35 titik api di Sumatera. Kondisi itu memiliki potensi bagi terjadinya kebakaran lahan,” ujar analis BMKG Pekanbaru Sanya Gautami di Pekanbaru, Rabu (15/6).
Sanya menjelaskan sebagian besar titik api itu berada di Riau dengan jumlah sebanyak 18 titik
dan tersebar di sejumlah daerah, seperti di Rokan Hilir tujuh titik, kemudian di Bengkalis tiga titik.
Di Rokan Hulu, Dumai, Siak dan Kampar masing-masing terpantau dua titik api. Sedangkan 17 titik api yang terpantau di Sumatera itu berada di Nanggroe Aceh Darussalam sebanyak sembilan titik, kemudian Sumatera Utara tujuh titik dan Sumatera Barat satu titik api.
Secara umum, kata Sanya, sejak awal hingga pertengahan Juni 2011, Kepulauan Riau yang terbebas dari titik api. Sedangkan provinsi lain di Sumatera terpantau memiliki titik api.

“Hujan yang turun tidak merata pada sejumlah daerah di Sumatera telah menyebabkan titik api menghilang dan berkurangnya jumlah hot spot itu, meski demikian potensi kebakaran lahan perlu tetap diwaspadai,” kata Sanya. (tim)

Karyawan Travel Ditangkap, Niat Jual Narkoba Rp4 Juta

PEKANBARU (RS) Direktorat Narkoba Polda Riau menangkap seorang karyawan agen travel karena mengedarkan shabu dan ganja, Rabu (15/6). 
 
Polisi menyita empat paket shabu dan sebungkus ganja senilai Rp4 juta. Tersangka Rd, mengaku mendapat narkoba dari temannya, Dl. Namun, Rd belum sempat menjual barang haram tersebut kepada orang lain.
Polda Riau menyita barang bukti, terdiri dari empat paket shabu, masing-masing seharga Rp300 ribu. Polisi juga menemukan ganja kering seberat 4 ons dari tangan tersangka.
“Tersangka Dl yang diduga menjadi penjual masih diburu,” kata Kepala Subdit 3 Direktorat Narkoba Polda Riau AKBP MR Nainggolan.
Tersangka Rd dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (tim)
//www.youtube.com/get_player

Kecelakaan di Pelalawan Makan Korban 7 Orang Tewas

Pelalawan (SegmenNews.com) Truk pengangkut minuman bertabrakan dengan minibus di Jl Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (14/6). Akibatnya, tujuh orang meninggal dunia.

Kecelakaan lalu lintas ini juga menyebabkan delapan penumpang minibus rute Rengat-Pekanbaru luka parah. Peristiwa tabrakan bermula saat minibus melaju dan menyenggol sepeda motor. Sopir angkutan umum tersebut berusaha mengalihkan setir ke kanan, namun tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk pengangkut minuman.
Tujuh penumpang minibus meninggal dunia dan empat luka parah. Sementara sopir minibus, sopir truk dan dua kernetnya luka parah.
Korban luka-luka dilarikan ke RS Selasih, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Tujuh korban tewas dibawa ke Puskesmas Sikijang. Di antaranya tiga pegawai negeri sipil yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
“Dugaan sementara, kecelakaan ini akibat kelalaian pengemudi. Kami akan menertibkan angkutan umum yang beroperasi dan menambah rambu-rambu lalu lintas,” kata Kapolres Pelalawan, AKBP Ari Rahman Nafarin. (tim)

Pembalakan Liar Ancam Objek Wisata Tujuh Danau

Kampar (SegmenNews.com) Salah satu tempat menarik untuk dikunjungi di Provinsi Riau adalah objek wisata Tujuh Danau di kawasan hutan lindung Buluh Cina, Kabupaten Kampar.

Konon, di sekitar Tujuh Danau tumbuh banyak tanaman langka berumur ratusan tahun. Sayangnya, tempat rekreasi ini terancam aktivitas penebangan liar (illegal logging).

Objek wisata Tujuh Danau berada di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Lokasi ini bisa dijangkau dari Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau selama 30 menit.

Untuk sampai ke Buluh Cina, pengunjung harus menyeberang Sungai Kampar sepanjang 100 meter. Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terluas di Riau, hulunya berada di Sumatera Barat dan bermuara ke Selat Malaka.

Tujuh Danau terletak di tengah hutan lindung Buluh Cina. Tempat ini dinamakan Tujuh Danau karena memang memiliki tujuh danau yang dipisahkan hutan tropis.

Masyarakat setempat menyebut tujuh nama, yakni Danau Pinang Luar, Pinang Dalam, Tanjung Putus, Toak Tonga, Tanjung Balam, Bruntai dan Danau Baru. Tujuh Danau ini memiliki keunikan, antara lain warna airnya yang hijau kecoklatan, di kelilingi tanaman khas hutan rawa gambut.

Setiap hari libur, kawasan wisata ini dikunjungi warga dari berbagai daerah. Wisatawan bisa menikmati keindahan alam Sumatera sambil bersantai di pinggir danau.

Puluhan jenis tanaman langka tumbuh di sekitar Tujuh Danau. Di antaranya pohon rengas, merbau, kandis dan kruing. Konon, menurut penduduk asli Buluh Cina, tanaman dilindungi ini ada yang berumur hingga 400 tahun.

Sayangnya, hutan lindung Buluh Cina terancam aksi penebangan liar. Lembaga pemantau lingkungan di Riau memperkirakan dari 1.000 hektare hutan lindung Buluh Cina, 450 hektare sudah rusak karena dirambah para pembalak liar.

“Kondisi ini amat memprihatinkan. Seharusnya hutan bisa menjadi aset, malah dirusak demi kepentingan bisnis,” kata aktivis lingkungan, Zenal Efendi, Selasa (14/6).

Menurut Zenal, kerusakan hutan lindung memicu terjadinya banjir tahunan di Buluh Cina. Akibat bencana tersebut, warga harus mengungsi dan aktivitas ekonomi terganggu.

Nuansa Melayu sangat kental dalam kehidupan adat istiadat dan budaya masyarakat Buluh Cina. Salah satu contoh kebudayaan Melayu yang menonjol di desa ini terlihat dari bentuk rumah penduduk asli.

Keunikan Melayu Kampar dibanding Melayu umumnya adalah bahasa dan adat mereka yang dipengaruhi kultur Minang Kabau. Akulturasi budaya Melayu dan Minang Kabau ini terjadi karena letak Kampar yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat.

Warga yang bermukim di sekitar Tujuh Danau hidup sederhana dari hasil tangkapan ikan. Mereka secara turun temurun memegang adat, berbaur dengan alam di bantaran Sungai Kampar. (tim)

Perpisahan MDA Al Qiram Diwarnai Keracunan Mie Instant

Rokan Hulu (Segmennews.com) Ratusan murid sebuah madrasah dan orang tua di Kabupaten Rokan Hulu, Riau keracunan setelah menyantap mie instant, Minggu (12/6). Keracunan massal terjadi usai acara perpisahan sekolah.

Sekitar 120 anak dan orang tua yang keracunan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Warga Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan ini harus menempuh perjalanan tiga jam dari kampung mereka ke rumah sakit.

Beberapa anak kritis karena lambat mendapatkan pertolongan medis. Sebagian korban keracunan terpaksa dirawat di lantai rumah sakit karena keterbatasan ruang perawatan. Anak-anak dan orang tua mengalami sakit perut dan muntah-muntah, bahkan di antaranya ada yang pingsan.

Menurut warga, keracunan terjadi setelah acara perpisahan Madrasah Diniyah Awaliyah (MD) Al Qiram, Rantau Binuang Sakti. Panitia membagikan mie instant kepada ratusan murid dan orang tua mereka dalam acara tersebut. Namun, setelah menyantap makanan, satu persatu warga mengalami muntah-muntah.

Polres Rokan Hulu masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi warga dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pekanbaru. (tim)

Honor Belum Dibayar 6 Bulan, Ratusan Guru Berunjuk Rasa

Bengkalis (SegmenNews.com) Ratusan guru honorer berunjuk rasa di Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (8/6). Para guru menuntut Pemerintah Kabupaten Bengkalis membayar honor mereka yang belum dibayar selama enam bulan.

Sekitar 500 guru honorer mendatangi gedung DPRD Bengkalis untuk menyampaikan aspirasi. Ratusan guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru Honorer Bengkalis ini mogok mengajar.
Para guru menyatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum membayar honor mereka selama enam bulan. Akibatnya, kalangan pendidik dari sekolah madrasah swasta dan negeri ini kesulitan ekonomi.
Guru juga menuntut Pemerintah Kabupaten Bengkalis peduli pada kesejahteraan mereka. Menurut pengunjuk rasa, selama ini pemerintah daerah kurang memperhatikan nasib guru hononer.
“Kami minta pemerintah tidak menganaktirikan guru honorer. Sebab, beban tugas kami sama saja dengan guru lain,” tegas juru bicara guru, Syahril.
Para guru kecewa karena Bupati Bengkalis Herliyan Saleh tidak mau menemui mereka saat aksi berlangsung. Syahril menyatakan Bupati Bengkalis yang baru terpilih pernah berjanji akan membantu guru honorer saat kampanye. Namun, setelah dilantik menjadi bupati, Herliyan tidak memenuhi janjinya. (tim)

Deklarasi Klub Istri Taat Suami, Klaim Rekrut 300 Anggota

Pekanbaru (SegmenNews.com) Klub Istri Taat Suami menyatakan sudah merekrut 300 anggota di seluruh Indonesia. Ketua panitia klub ini Gina Puspita menyatakan deklarasi sesuai rencana, akan dilaksanakan 18 Juni mendatang di Jakarta.

Saat ini, Klub Istri Taat Suami melakukan sosialisasi di sejumlah daerah. Ketua panitia deklarasi Gina Puspita di Pekanbaru menyatakan yakin pembentukan kelompok yang anggotanya kalangan wanita ini berjalan lancer.

Menurut Gina, anggota klub tidak hanya berasal dari Global Ikhwan sebagai pemrakarsa, namun juga masyarakat umum. Gina mengakui sebagian kalangan belum memahami tujuan pendirian klub yang dipimpinnya.

Menurut Gina, Klub Istri Taat Suami didirikan untuk membentuk keluarga yang harmonis, menekan kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan. Kalangan yang menganggap klub ini merendahkan martabat perempuan dinilai tidak tepat.

“Jangan mengartikan klub ini sepotong, harus utuh untuk kepentingan keluarga yang harmonis,” ujar Gina, Jumat (10/6).

Klub Istri Taat Suami dianggap kontroversi karena menyatakan istri harus siap melayani suami lebih dari pelacur. Gina menjelaskan pernyataan ini bukan mengartikan istri seperti pelacur, namun memaknai istri harus mampu memberikan kebutuhan suami lebih baik dari perbuatan haram. Klub yang pertama kali dibentuk di Malaysia ini siap membuka dialog dengan aktivis perempuan di Indonesia. (tim)

Wah, Neneng Sri Wahyuni Bangun Rumah Mewah di Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com) Istri Bendahara DPP Partai Demokrat Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni yang diduga terkait kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sedang membangun sebuah rumah mewah di Pekanbaru, Riau.

Menurut tetangganya, Neneng jarang pulang ke rumah sejak menikah dengan Nazaruddin. Neneng membangun rumah bergaya minimalis di Jl Dagang, Gang Amal, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Menurut warga, rumah di lahan seluas 220 meter persegi ini mulai didirikan sekitar Februari lalu.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan material bangunan di beberapa bagian rumah. Pekerja mengaku tidak tahu keberadaan Neneng hingga kini. Sehari-hari, pembangunan rumah ini diawasi abang Neneng, Syafrizal.

Meski belum selesai, rumah keluarga Neneng dan Nazaruddin di Pekanbaru terlihat menonjol dibanding warga sekitarnya. Menurut tetangga, rumah mewah ini dibangun Neneng untuk ibunya, Nurmani.

Warga mengungkapkan Neneng dan suaminya Nazaruddin jarang pulang ke Pekanbaru. Tetangga Neneng, Anna mengatakan keluarga Nazaruddin cukup dikenal di lingkungan Gang Amal. Lebih-lebih sejak kasus politisi Partai Demokrat tersebut muncul di media massa. Neneng dinilai suka bergaul, namun karena kesibukan, ia harus bolak-balik Jakarta-Pekanbaru sehingga jarang berjumpa warga.

“Neneng di lingkungan kami baik. Dia memang jarang ke Pekanbaru sejak nikah dengan Nazaruddin,” kata Anna, Kamis (9/6).

Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) akan memeriksa Neneng dan Nazaruddin terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2008. Kasus ini mendapat sorotan di Pekanbaru karena melibatkan warga setempat. (tim)

Korban Keracunan MDA Al Qirom Masih Dirawat di Rokan Hulu

Rokan Hulu (SegmenNews.com) Ratusan korban keracunan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu dan sejumlah puskesmas, Senin (13/6). Kondisi sebagian korban mulai membaik setelah menjalani perawatan.

Warga dirawat di Ruang Mawar RSUD Rokan Hulu dan beberapa puskesmas di Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hilir. RSUD Rokan Hulu menampung sedikitnya 36 pasien, terdiri dari anak-anak dan orang tua. Korban mengalami pusing, muntah dan mual-mual. Kondisi sebagian warga Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan ini mulai membaik.

Namun, pasien masih membutuhkan perawatan para medis. Dinas Kesehatan Rokan Hulu mencatat jumlah korban keracunan 120 orang. Sebagian besar murid Madrasah Diniyah Awaliyah Al Qirom, Kecamatan Kepenuhan. Mereka mengalami keracunan setelah menyantap mie instant dalam acara perpisahan sekolah, Minggu (12/6).

Direktur RSUD Rokan Hulu Nyoman Suharta menyatakan penyebab keracunan belum bisa dipastikan. Sampel makanan yang dikonsumsi warga sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Pekanbaru. “ Kami menggratiskan seluruh biaya pengobatan pasien,” kata Nyoman. (tim)