Beranda blog Halaman 900

LAR Minta Usut Dana Covid-19 dan Tetapkan Tersangka BUMD Tuah Sekata

Pelalawan(SegmenNews.com) – Lingkar Aktifis Riau (LAR) melakukan aksi damai di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Aksi damai tersebut merupakan bentuk dukungan oleh LAR kepada Kejari Pelalawan dalam menegakan kasus rasuah di Kabupaten Pelalawan. Dalam tuntutannya, LAR memfokuskan kepada penggunaan anggaran Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) dan kasus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata yang sedang berlangsung atau tahap penyelidikan di Kejari Pelalawan.

“Kabar yang kami terima kasus korupsi di tubuh BUMD Tuah Sekata 2 Miliar lebih, tentu hal ini menjadi perhatian serius kami sebagai agen control, maka dsri itu kami meminta agar ditetapkan tersangkanya. Terus untuk penggunaan dana pencegahan penyebaran masa pandemi covid-19, pemkab tidak bisa mengatasi penularannya, yang setiap harinya terus bertambah,” ungkap Koordinator Umum aksi, Endri Lefran Pane.

Menurut Endri, yang diketahui bahwa anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Pelalawan cukup besar sebanyak 63 M, pihaknya menduga anggaran tersebut hanya seremonial saja sejauh ini.

“Kita melihat bahwa Pemkab Pelalawan telah gagal dalam penanganan wabah ini, sekarang Pelalawan termasuk zona merah peringkat 4 di Provinsi Riau,” tegasnya.

Untuk itu, katanya, LAR mendukung dan meminta Kejari Pelalawan untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran covid-19 di Pemkab Pelalawan, khususnya di Dinas Kesehatan.

Dalam aksi, kehadiran LAR, disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy T. Suoth, SH, MH, didampingi Kasi Intelijen (Kastel) Sumriadi, SH.

“Pihak Kejari Pelalawan tentunya mengucapkan terima kasih kepada LAR yang sudah memantau dan mendukung kinerja Kejaru Pelalawan dalam penindakan tindak pidana korupsi,” ungkap Kastel Sumriadi, Kamis, 22 Oktober 2020.

Kastel Sumriadi mengatakan, ada dua tuntutan yang disampaikan LAR pada aksi damai tersebut, yaitu meminta Kejari Pelalawan untuk mengusut penggunaan anggaran covid-19 di Pelalawan, khususnya di Dinas Kesehatan dan segera menetapkan tersangka kasus korupsi di BUMD.

“Terkait tuntutan terhadap pengusutan penggunaan anggaran dana covid-19, sampai saat kita masih memantau dan kita belum mendapat laporan penggunaannya, jadi kita belum bisa mengatakan adanya penyimpangan atau dugaan penyalahgunaan anggaran. Kan pengunaan dana Covid ini masih berjalan, dan itu terbagi di beberapa OPD,” terang Sumriadi.

Ditambahkan Kastel Sumriadi, terkait pengunaan dana Covid-19 di Kabupaten Pelalawan pihaknya menghimbau agar para SKPD atau OPD yang mengunakan anggaran Covid-19 atau virus corona ini agar transparan.

“Bahkan pak Kajari sendiri sudah selalu mengimbau dan wanti-wanti agar pengunaan dana covid di OPD-OPD terkait untuk terbuka dan transparan ke publik,” bebernya.

Sedangkan, untuk kasus perusahaan daerah milik pemerintah daerah (Pemda) atau Plat merah tersebut, katanya, saat ini sudah memesuki proses oenyelidikan kepala seksi pidana khusus (Kasi Pidsus).

“Saat ini sedang dalam proses dan dalam penyidikan Pidsus, dan kemungkinan minggu depan akan lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan,” tegasnya, kepada SegmenNews.com.***(R.A)

Pjs Bupati Siak Ingatkan Santri Patuhi Prokes

Siak(SegmenNews.com)- Di tengah pandemi Covid-19 ini, para santri tetap saja mondok dan belajar seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tepat dihari Santri Nasional 2020, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menyanbangi Pondok Pesantren Nurul Furqon, Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Kamis (22/10/2020).

Pada hari yang istimewa bagi santri ini, Indra berharap santri diharapkan dapat melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan juga fungsi pemberdayaan masyarakat.

“Sesuai dengan tema hari santri tahun 2020 ini, kami yakin santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati pandemi covid-19 ini dengan baik, maka negara juga akan sehat dan kuat,” kata Indra.

Kepala ESDM Provinsi Riau itu sangat berharap para Santri dapat terus menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan belajar mengajar di pondok.

“Kita tidak ingin ada klaster baru dari Ponpes yang kini tetap melaksanakan kegiatan a belajar mengajar. Makanya kita tekankan patuhi protokol kesehatan ini,” kata Indra lagi.

Usai nemimpin upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2020, Pjs. Bupati bersama Asisten III dan Camat Siak melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor dan penambahan enam ruang kelas pondok.

Selanjutnya Asisten III Jamaluddin menyerahkan bantuan masker kepada pihak pondok pesantren serta menyerahkan santunan untuk anak yatim***(inf Siak)

Satu Keluarga Warga Bungaraya Siak Terkonfirmasi Covid-19, 1 Diantaranya Bayi 7 Bulan

Siak(SegmenNews.com)- Lalai dalam menerapkan protokol kesehatan dapat menyebabkan semua orang terdekat kita ikut Terkonfirmasi Covid-19. Seperti yang diduga satu keluarga di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau.

Pasien 997 positif Covid-19 di Siak, Ny MA (34) kini bersama suami, serta anak-anaknya termasuk yang masih bayi 7 bulan menjalani perawatan medis di RSUD Tengku Rafian Siak. Tidak hanya itu, tenaga kesehatan yang kontak dengan MA juga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pada penambahan 12 orang kasus hari ini, ada balita usia 7 bulan. Kontak erat dengan MA. Tidaknya bayi itu, Tn FM (34) serta anaknya LLF (5), NRA (16) dan NWA (19) juga positif covid-19,” kata Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Siak, Budhi Yuwono, Kamis (22/10/2020).

Budhi berharap masyarakat tidak cuek lagi dengan protokol kesehatan ini. Sebab selain dari Kecamatan Bungaraya, penambahan kasus covid-19, Kamis (22/10/2020) ini juga ada yang berasal dari Kecamatan Siak. Mereka yaitu, Ny. DR (36) dan Ny. S (50). Sedangkan yang dari Mempura, An. MS (12) dan Ny. S (50).

“Artinya virus yang tidak nampak oleh mata ini sudah sangat dekat dan ada disekitar kita. Makanya jangan lagi mengabaikan masker, selalulah mencuci tangan setelah memegang sesuatu,” kata Budhi.

Hingga kini ada 1.040 warga Siak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diantaranya 77 dirawat, 839 sehat dan sudah dipulangkan, Isolasi Mandiri 100, dan 24 orang meninggal dunia.

“Saat ini yang dirawat di RSUD Siak saja sudah 28 orang. Semua ruangan penuh sehingga yang lainnya diisolasi di Asrama Haji sebanyak 36 orang. Sedangkan untuk yang di Tualang itu, Isolasi Mandiri di Mess Perusahaan/Rumah 100 orang,” kata Budhi.

Terakhir, untuk sekian kalinya Budhi menegaskan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten siak agar tingkatkan kewaspadaan lakukan pembatasan fisik (physical distancing).***(inf Siak)

Telisik Kasus Korupsi, Kejari Pelalawan Mulai Lidik BUMD Tuah Sekata

Pelalawan(SegmenNews.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan tengah gencar-gencarnya membidik dugaan korupsi di Pelalawan. Kali ini dugaan kasus rasuah di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata, yang saat ini Kejari Pelalawan telah memulai penyelidikan di meja Kepala Seksi Pidana Khusus (Seksi Pidsus).

Kasi Intelijen Kejari Pelalawan, Sumriadi, SH, menyatakan dugaan tindak pidana korupsi dilakukan oknum pejabat maupun pegawai BUMD telah dilakukan pulbaket dan saat ini masuk Pidsus untuk penyelidikan dugaan korupsi.

“Kita sudah melimpahkan penanganannya ke Seksi Pidana Korupsi. Setelah pulbaket dilanjut Penyelidikan dugaan korupsi BUMD akan dimulai ke pidsus,” ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth, SH,. MH, melalui Kasi Intel Sumriadi, SH, baru-baru ini, kepada SegmenNews.com.

Sumriadi menyebutkan, dengan dimulainya penyelidikan, pihaknya akan memanggil orang-orang yang terkait dalam perkara ini untuk dimintai keterangan dan klarifikasi.

Berdasarkan beberapa temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Pelalawan, Korps Adhyaksa tersebut, fokus pada satu item yang jumlah kerugiannya cukup besar.

Bahkan nanti, katanya, semua pihak yang terlibat akan diundang ke kantor Kejari, khususnya para pejabat maupun pegawai perusahaan daerah tersebut.
Pelimpahan penanganan kasus BUMD Tuah Sekata ini ke Seksi Pidsus dilakukan setelah proses Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) di Seksi Intelijen tuntas.

“Dari LHP itu kita pilih satu yang paling besar angkanya. Itu yang akan difokuskan. Minggu depan kita mulai memanggil para pihak untuk dimintai keterangan. Untuk penyelidikan ya,” tegasnya.

Sumber informasi dilingkungan BUMD di duga ada proyek terkait mark up pembelanjaan dan pengeluaran BUMD dalam kurun waktu dari Anggaran Tahun 2012 lalu.

Diduga ada oknum pejabat perusahaan plat merah itu yang sengaja menggelembungkan harga pembelian material perusahaan yang mengurusi arus listrik ini. Bahkan jumlah temuannya cukup besar hingga miliaran rupiah.

“Ada bekas pejabat dan pegawai bagian pengeluaran yang harus mengembalikan dana itu. Tapi mungkin lantaran tidak mau mengembalikan total loss, jadi masuk ke ranah hukum,” katanya.

Pelaksanaan tugas (Plt) Direktur Utama BUMD Tuah Sekata, Hanafi, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan ditempat yang diembannya saat ini.

“Kita menghormati proses hukum yang ada,” singkatnya. ***(R.A)

Update COVID-19, Diskes Pelalawan Pastikan Belum Ada Kluster Pilkada

Pelalawan(SegmenNews.com) – Update penambahan dan perkembangan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau hari ini, Rabu 21 Oktober 2020.

Sejatinya dari masuknua kasus COVID-19 tahap II di Kabupaten Pelalawan mengalami peningkatan cukup signifikan, namun itu semua juga diimbangi dengan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus yang tak tampak kasat mata ini.

Pasien baru COVID-19 yang terdeteksi hari ini sebanyak 18 orang dan sebagian besar berasal dari Pangkalan Kerinci dan Pangkalan Kuras. Rata-rata warga yang dinyatakan positif COVID-19 atau virus corona ini berusia 10 sampai 51 tahun dan semuanya menjalani isolasi mandiri di tempat khusus dan juga ada di rumah masing-masing.

Seperti halnya, pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan tidak mengalami keluhan seperti pasien positif lainnya yang dirawat di rumah sakit.

“Tujuh orang pasiem positif diantaranya hasil tracing contac dari pasien sebelumnya yang sudah positif duluan. Jadi mereka kontak erat, saat diswab ternyata positif Covid-19. Sedangkan 11 pasien lainnya merupakan hasil swab yang dilakukan secara mandiri dari pribadi maupun perusahaan tempatnya bekerja,” kata Kadinkes Pelalawan, Asril M.Kes.

Asril menjelaskan, kebanyakan perusahaan yang beroperasi di Pelalawan mewajibkan karyawan yang baru pulang cuti atau pekerja yang baru diterima bekerja.

“Pasien sembuh mencapai 24 orang. Mereka sudah selesai isolasi secara mandiri dan dinyatakan sembuh,” bebernya.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Pelalawan ini menerangkan, dari hasil penelusuran pasien positif baru dan pendataan kontak erat, kebanyakan akibat penularan lokal maupun dari luar daerah.

Namun sejauh ini, Diskes memastikan pihaknya belum menemukan klaster Pilkada yang saat ini sedang memasuki tahapan kampenye dialogis. Pasien baru yang muncul belum ada laporannya yang berasal dari pertemuan atau kegiatan kampanye yang diselenggarakan para Pasangan Calon (Paslon) peserta Pilkada.

“Belum ada (Kluster Pilkada), belum ada laporan,” ujar Asril.

Pasien positif yang terdeteksi saat dilakukan penelusuran bukanlah dari aktivitas Pilkada. Hal ini menunjukan baik penyelenggara maupun semua Paslon menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Namun kita juga menghimbau, agar tetap selalu menjalankan protokol kesehatan agar Pilkada nanti itu terjaga dan terhindar dari corona,” pungkasnya, kepada SegmenNews.com.

Untuk diketahui, berdasarkan table, kasus COVID-19 tahap II di Pelalawan sudah mencapai 776 orang dan angka kesembuhannya mencapai 578 orang.

Saat ini, yang berjuang untuk sembuh ada190 pasien dengan rincian 98 orang menjalani isolasi mandiri dan 92 pasien dirawat di rumah sakit. Sedangkan warga Pelalawan yang meninggal dengan status terkonfirmasi positif Corona sebanyak delapan orang.***(R.A)

JPU Tuntut Empat Terdakwa Narkotika 3 dan 5 tahun Penjara, PH Nilai Banyak Kejanggalan

Rohul(SegmenNews.com)- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa narkotika dengan 3 tahun dan 5,6 tahun di Pengadilan Negeri Rokan Hulu, Rabu (21/10/2020). Namun Penasehat Hukum (PH) menilai banyak kejanggalan.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Irpan H Lubis SH.MH. JPU Robby Hidayad membacakan tuntutan terdakwa M. Yani dan Wawan dituntut 3 tahun penjara sementara untuk Arif dan M.Yunus di tuntut 5,6 Tahun.

Dikatakan JPU, M Yani dan Wawan Kurniawan terbukti sedang menggunakan narkotika jenis shabu di wisma atau penginapan.

Sedangkan terdakwah M Yunus dan Arif karna faktanya pada saat penangkapan terdakwah tidak sedang menggunakan narkotika bahkan terdakwah mengelak.

“Tetapi sebagai petunjuk terdakwa di tes dan telah keluar hasilnya dari laboratorium bahwa mereka positif narkotika,” kata Robby.

Robby menambahkan terdakwa M. Yani dan Wawan dituntut 3 Tahun penjara Sementara untuk Arif dan M.Yunus di tuntut 5,6 Tahun.

Usai sidang, PH para terdakwa, M.Hakim.Spd.SH.MH keberatan dengan tuntutan yang dibacakan JPU. Sebab amar tuntutan yang dibacakan tidak sesuai dengan fakta persidangan, tidka cocok dengan keterangan para saksi sebelumnya.

“Kami dari PH para terdakwa sangat keberatan dengan tuntutan yang dibacakan oleh  JPU karena apa yang dibacakan oleh JPU tidak sesuai dengan fakta persidangan dan tidak ada kecocokan dari keterangan para saksi.” Katanya.

“Dari unsur-unsur yang tidak terpenuhi maka kami dari PH terdakwa akan membuat pembelaan dan ini sudah kita sampaikan kepada majelis hakim, kita minta waktu 2 minggu kedepan karena banyak kejanggalan yang dibacakan oleh JPU, sebagai salah satu contohnya dalam pembacaan amar tuntutan tadi katanya klien kami M. Yunus melemparkan sabu-sabu namun dalam fakta persidangan sesuai saksi yang dihadirkan klien kami tidak ada melemparkan sabu-sabu,” tutupnya.(fit)

AM Tak Berkutik Ditangkap Polisi Saat Edarkan Sabu

AM Tak Berkutik Ditangkap Polisi Saat Edarkan Sabu

Pelalawan(SegmenNews.com) – AM pria kelahiran, 21 Agustus 1966, warga Jalan Langgam kilometer 2, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau ini tak berkutik ketika di sergap Satres Narkoba Polres Pelalawan.

Penangkapan pada Selasa 20 Oktober 2020 siang, itu berlangsung di Jalan Langgam Kilometer 2, wilayah hukum Polsek Kerinci, Polres Pelalawan.

Menurut Kasat Narkoba Polres Pelalawan, IPTU Gus Purwantoro yang melalaui Kasubbag Humas Polres Pelalawan, IPTU Edi Haryanto, kronologis penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sering terjadi transaksi dan penyalahgunaan narkoba.

Dari informasi tersebut, tim Opsnal Satres Narkoba terjun ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Kanit 1 beserta tim yang dipimpin Kanit Lidik 1, IPDA Muharis melakukan pengintaian di TKP tiba-tiba, melihat tersangka bakal melakukan transaksi narkoba.

Dalam hitungan menit, tim mengamankan amankan pelaku. Setelah memanggil seorang warga, pelaku digeledah ditemukan tiga paket Kecil plastik bening klep merah yang di bungkus plastik tissu yang diduga narkotika jenis sabu, satu Unit handhone merk Strauberry biru.

Edi menambahkan, pelaku AM, akan dijerat sesuai dengan rumusan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Saat ini pelaku dan barang bukti digelandang ke Polres Pelalawan guna pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya, kepada SegmenNews.com.***(R.A)

TP-PKK Bengkalis Aksi Gebrak Masker, Penyerahan Sembako dan Sosialisasi Stunting

Ketua TP-PKK Aksi Gebrak Masker

Bengkalis(SegmenNews.com)- Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Herawati Syahrial didampingi Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Hj. Akna Juita Bustami beserta pengurus TP-PKK dan DWP Kabupaten Bengkalis melakukan aksi Gerakan Bersama Memakai (Gebrak) Masker kepada masyarakat Bengkalis, Rabu (21/10/2020) pagi.

Pembagian masker sebanyak 2.000 buah kepada masyarakat pada aksi Gebrak Masker ini dilaksanakan di dua titik, yakni di Pasar Terubuk Bengkalis dan Pelabuhan Roro Bengkalis.

Disampaikan Hj Herawati bahwa program aksi Gebrak Masker sebagai bentuk konkret dalam mengatasi penularan Covid-19 dan mendukung program yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya melihat kesadaran memakai masker di kalangan masyarakat masih terbilang rendah, sebab itu, kami selaku TP-PKK bakal mengupayakan banyak hal. Salah satunya dengan Gebrak Masker ini. Melalui gebrak masker ini tak hanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker, tetapi juga memahamkan masyarakat tentang pemakaian masker yang benar dan tepat”, ujar Herawati seraya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

**Bantuan Sembako Ponpes Madani Sungai Alam**

Bantuan Sembako Ponpes Madani Sungai Alam

Usai dari Gebrak Masker, Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Herawati Syahrial didampingi Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Hj. Akna Juita Bustami beserta pengurus TP-PKK dan DWP Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan sekaligus penyerahan bantuan sembako ke Pondok Pesantren Madani Sungai Alam Bengkalis.

Pendiri pondok pesantren madani Suyendri mengucapkan terima kasih atas kehadiran Hj Herawati beserta rombongan. “Mudah-mudahan kunjungan ibu ini membawa berkah bagi para santri disini. Selain itu, kunjungan ibu Ketua TP-PKK semoga juga bisa mewujudkan mimpi dan harapan kami agar pesantren ini bisa berkembang dan tahun 2021 terbuka untuk anak-anak yang ingin mendaftar kesini”, ujar Suyendri.

Kemudian lanjut Suyendri, kami juga berharap bagaimana Desa Sungai Alam menjadi kampung santri, maka dari itu kami selalu bersinergi dengan masyarakat kampung desa untuk mengupayakan hal ini.

Sementara itu Hj. Herawati mengatakan selain bersilaturahmi juga kami ada sedikit membawa oleh-oleh untuk para santri dan Pondok Pesantren ini, semoga apa yang kami bawa ini sebagai tanda kasih dan perhatian kami dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Menjadi santri itu merupakan suatu keistimewaan yang didapatkan, karena memperoleh 2 ilmu yakni Ilmu umum dan Ilmu Agama serta ilmu belajar mandiri juga didapatkan sebagai bekal untuk kehidupan kita yang akan datang.

“Untuk itu, kami berharap para santri untuk tetap semangat dan teruslah menghafal Al-Qur’an, sehingga 10 tahun kedepan dapat menggantikan posisi kita di sini untuk memimpin negeri junjungan ini dengan mengembankan amanah yang berlandaskan nilai nilai Al-Qur’an,” pungkasnya.
Diakhir acara dilakukan penyerahan sembako secara simbolis dari Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis ke Pondok Pesantren Madani.

**Sosialisasi Stunting**

Usai penyerahan sembako, Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Herawati Syahrial didampingi Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Hj. Akna Juita Bustami beserta pengurus TP-PKK Kabupaten Bengkalis dan Ketua TP-PKK Kecamatan Bengkalis Rafikawati mengunjungi sekaligus sosialisasi ke posyandu Balita/Stunting Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis.

Disampaikan Rafikawati alasan mengapa Desa Kuala Alam yang menjadi tempat peninjuan Pj Ketua TP-PKK, karena Posyandu Desa Kuala Alam memiliki angka tertinggi di Kecamatan Bengkalis dalam permasalahan stunting, dan ini bukan sebuah prestasi akan tetapi ini persoalan kita bersama untuk meminimalkan kasus stunting di Desa Kuala Alam ini.

“Kami berharap melalui kunjungan dan sosialisasi yang digelar hari ini, dapat mengurangi angka stunting di Desa Kuala Alam”, harap Rafikawati.

Sementara itu, Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Herawati mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan yang sudah memberikan pelayanan terkait sosialisasi stunting di posyandu Desa Kuala Alam hari ini. Semoga pelayanan yang diberikan dari Dinas Kesehatan Bengkalis dapat terpenuhi bagi anak-anak dan ibu hamil.

“Untuk itu, kami berharap melalui sosialisasi ini, ibu-ibu dapat memahami betul apa yang disampaikan terkait stunting dengan baik, sehingga apa yang disosialisasikan dapat bermanfaat kepada ibu-ibu Desa Kuala Alam”, harapnya.***(ADV Bengkalis)

Baznas Meranti Terima Bantuan Ekonomi Kreatif Rp300 juta dari Baznas Riau Untuk 64 Mustahiq

Baznas Meranti Terima Bantuan Ekonomi Kreatif Rp300 juta dari Baznas Riau Untuk 64 Mustahiq

Meranti(SegmenNews.com)-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan bantuan sebesar Rp 300 juta ke Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk meningkatkan produktivitas bagi kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah itu saat terjadi Pandemik Covid-19.

Penyerahan bantuan program pemberdayaan ekonomi kreatif Baznas Provinsi Riau itu dilaksanakan di Kantor Baznas Kepulauan Meranti, Rabu (21/10/2020)

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau Dr. Yahanan, M. Sy, Kepala Bagian Pendistribusian Baznas Provinsi Riau, Musliadi, S.Ag, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti H Rosdaner SPd, Ketua Baznas Kepulauan Meranti Sunarto SAg dan Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti, Bagian Distribusi, H Abdul Karim Z.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti Sunarto mengatakan Baznas Riau sebelumnya telah menerima berkas pengajuan proposal dari Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti untuk modal usaha dan setelah melalui penilaian maka bantuan pengembangan usaha itu sebesar Rp300 juta itu sudah dapat disalurkan.

“Dengan disalurkannya bantuan modal dari Baznas Provinsi Riau itu, maka kelompok usaha di daerah ini bisa berdaya untuk mengangkat ekonomi dan memenuhi kebutuhan hidup terutama masih menghadapi dampak Covid-19,” katanya.

Bantuan yang disalurkan agar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan serta memenuhi kebutuhan hidup penerima zakat atau mustahik.

Dikatakan ada beberapa program yang sudah diverifikasi diantaranya kelompok tani singkong di Tebingtinggi Barat, kelompok usaha transportasi penyeberangan Kempang di Rangsang Barat, lumbung padi dan unit usaha lainnya seperti perbengkelan, pangkas rambut, warung, usaha menjahit dan lain sebagainya.

“Usaha produktif ini ada 44 kelompok, jadi dari jumlah tersebut jumlah pemanfaatnya itu sebanyak 64 mustahik,” kata Sunarto.

Ketua Baznas Kepulauan Meranti itu juga menjelaskan jika Baznas juga ikut bertanggungjawab menuntaskan kemiskinan bersama pemerintah. Dimana diketahui, program yang diluncurkan oleh Baznas sangat banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Baznas itu punya tanggung jawab 1 persen untuk mengentaskan kemiskinan. Kita punya tanggung jawab untuk itu dan bergerak bersama-sama pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten. Karenanya kami mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk bagaimana program-program ini yang memang langsung menyentuh terhadap masyarakat yang ekonominya rendah karena agama kita mengatur sedemikian rupa tentang siapa yang berhak untuk menerima harta zakat itu sudah jelas disini tapi skala prioritas adalah fakir dan miskin. Baznas sangat berterimakasi ke Baznas Provinsi Riau yang telah mendistribusikan bantuan ini, tentunya dalam hal ini meningkatkan ekonomi masyarakat kesejahteraan masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Ditambahkan Sunarto, Baznas juga tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada dukungan dari pihak luar atau ada pihak yang ingin berzakat ataupun muzzaki.

“Jadi program Baznas itu tidak akan bisa terlaksana dengan baik dengan sukses tanpa didukung oleh semua elemen masyarakat pemerintah maupun swasta dan sebagainya. Baznas itu tidak akan bisa apa-apa kalau tidak ada orang yang berzakat dan ini karena ada para muzakki yang menitipkan dananya kemudian kami itu menyalurkan sebagai media saja sarana simpan sebentar dan kemudian dana itu kita salurkan di tengah-tengah masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan itu yang itu sesuai dengan syariat Islam dan kami punya SOP tentang itu siapa yang berhak untuk menerima. Dimana kita tidak langsung menyalurkan, melainkan ada semacam survei yang kita lakukan dan baru dieksekusi,” ujarnya.

Sunarto juga mengatakan jika pihaknya hampir setiap hari menyalurkan bantuan kepada para masyarakat miskin dan kurang mampu melalui beberapa program andalan Baznas yang telah dicanangkan sejak dulu.

“Baznas Kepulauan Meranti hampir setiap hari menyalurkan bantuan melalui beberapa program. Mulai dari program Meranti Sehat, Meranti Makmur dan lainnya. Bahkan dalam pandemi ini sering banyak musafir yang meminta bantuan, kita tidak serta merta memberikan takutnya ada semacam modus, bahkan ada yang non muslim yang mengajukan bantuan kesini. Untuk saat ini kita prioritaskan dulu yang muslim, kecuali nanti ada lebih baru kita salurkan bantuan kemanusiaan,” ujarnya lagi.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti H Rosdaner SPd mengucapkan terimakasih kepada Baznas Provinsi Riau yang telah menyalurkan bantuan kepada para pelaku UKM. Menurutnya Baznas dan pemerintah juga harus saling bersinergi dalam membantu masyarakat.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Baznas Provinsi Riau. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya. Seperti yang disampaikan tadi kita harus bersinergi dan bergandengan tangan agar program yang dijalankan bisa berjalan dengan baik,” kata Rosdaner.

Sementara itu Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau Dr. Yahanan mengatakan tujuan dari bantuan ini adalah guna untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

“Kami punya amanah, dan tugas ini dari Allah bahwa kita semua hendaklah bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat, sehingga yang dulunya orang tersebut miskin dan meningkatkan taraf hidupnya minimal dia menjadi orang yang berinfak dan bersyukur,” kata Yahanan.

Dia juga mengatakan bahwa keberadaan Baznas ini tidak akan bisa lepas dari yang namanya pemerintah, karena baznas itu adalah lembaga pemerintahan non struktural dan hal itu dituangkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2011 juga ada PP nomor 14 tahun 2014 tentang pengumpulan dan pendistribusian zakat.

“Bahkan dalam undang-undang itu biaya operasional baznas ditanggung oleh APBD. Setidaknya Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti tidak lagi berada di papan bawah tapi akan menanjak sampai 5 besar bila perlu sampai 4 besar maka ini harapan kita bersama inilah perlu dukungan support dari pemerintah daerah tentunya. Mudah-mudahan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan Baznas akan membuat masyarakat Meranti lebih sejahtera,” pungkasnya..(Ags)

Sekda Hadiri Pengundian Panen Hadiah Simpedes Bank BRI Cabang Rohul

Rohul(SegmenNews.com)– Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu, H. Abdul Haris S.sos M.si bersama jajarannya Camat Rambah Ari Gunadi, dan Asisten 1 Bisman menghadiri panen hadiah simpedes bank BRI Cabang Rohul di Hotel Sapadia, Rabu (21/10/2020).

Sekda Abdul Haris menyampaikan berterima kasih kepada Bank BRI cabang rohul dengan segala upayanya yang menarik minat masyarakat untuk menabung dan kebiasaan menabung ini adalah kebiasaan yang baik.

“Sehingga masyarakat kita bisa memiliki tabungan dan modal untuk usaha,” kata Abdul Haris.

Dikatakannya ia pun melihat banyak nya keinginan masyaraka untuk menabung sangat tinggi seperti yang kita lihat banyak masyarakat yang mendapat hadiah dari unit-unit yang berada diluar Pasir Pengaraian.

Pimpinan cabang Bank BRI rohul Hendra Syaputra mengatakan pengundian program Panen Hadiah Simpedes ini merupakan pengundian untuk semester I yang di selenggaran pada tahun 2020.

“Pengundian Panen Hadiah Simpedes kali ini merupakan pengundian semester I. Sedangkan untuk semester II akan kita lakukan pada tahun 2021 mendatang,” ungkapnya.

Hendra menyampaikan Pengundian Panen Hadiah Simpedes ini merupakan kegiatan rutin yang digelar BRI ini memang dilakukan di masing-masing kantor cabang. Sehingga potensi nasabah yang mendapatkan hadiah cukup besar.

Dalam kegiatan tersebut terdapat banyak hadiah dari simpedes yakni seperti unit setrika,unit kipas angin, unit speaker, unit televisi 31 inci, unit mesin cuci, 4 unit sepeda motor dan yang paling besar hadiah nya unit mobil merek xenia yang didapatkan Lamria sinaga dari unit BRI koto tengah desa sontang kecamatan bonai darussalam rt 14 rw 05.(fit)