Beranda blog Halaman 97

PT.SSL Berafiliasi Kepada RAPP atau APRIL Group Dilarang Beroperasi di Wilayah Konflik

Pekanbaru(SegmenNews)- Akhirnya setelah dimediasi oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli konflik antara PT. SSL Perusahaan Hutan Tanaman Industri yang berafiliasi kepada RAPP atau APRIL Grup dengan masyarakat kampung merempan hulu dan masyarakat kampung Tumang menemui titik terang.

Pertemuan yang dilakukan Kamis 12 Juni 2025 kemarin di ruangan Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak dipimpin langsung oleh langsung oleh Bupati Afni dihadiri Direktur Utama PT.SSL Samuel Soeng Djadi, Manager PT.SSL Egyanti, Kapolres Siak, AKBP Eka, Dandim Letkol Riyanto, Wakil Ketua II DPRD Siak Laiskar Jaya, para Tokoh masyarakat dan lainnya.

Dalam pertemuan itu Bupati Siak menegaskan akan membela hak-hak masyarakat. Karena perusahaan tidak menghormati hak-hak masyarakat.

Jika terdapat masyarakat ditangkap akibat konflik kemarin. Maka Afni meminta kepada Kapolres untuk menangkap juga pihak yang mencabuti sawit rakyat dimalan hari, seperti maling yang bekerja malam hari.

“Kalau ditanya radikal dan arogan semua ini juga bermula dari radikal dan arogannya perusahaan saat mencabuti sawit masyarakat,” tegas bupati, dilansir dadi laman fb bupati afni.

Bupati Afni menjelaskan pihaknya hanya melakukan perjuangan bukan merebut, dan tidak mengganggu bisnis. Ia ingin ekonomi, bisnis dan budaya berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Siak, Laiskar Jaya mengaku saat komisi I yang dipimpinnya melakukan pengecekan ke perusahaan, mereka hanya ditaruh di pos sekurity. Ia ingin masalah ini diselesaikan dan tidak mau melihat negeri siak hancur lebur dan rakyatnya berperang.

Setelah melakukan berbagai komunikasi akhirnya para pihak saling mendukung sampai diumumkannya solusi permanen.

Solusi sementara pihak perusahaan dilarang atau berhenti beroperasi diwilayah konflik, tidak ada penanaman sawit baru di wilayah konflik. Semua pihak akan mencari solusi permanen yang sesuai dengan undang undang yang berlaku dengan batas waktu pertemuan untuk opsi resolusi konflik akan diambil maksimal sebulan kedepan.***(ran)

Pemkab Bengkalis Persiapkan Skema Penyebrangan Roro Untuk Jaga Stabilitas Pasokan Pangan

Bengkalis(SegmenNews.com)- Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran distribusi bahan pangan, khususnya sayuran, melalui jalur penyeberangan Roro.

Rapat yang digelar Kamis, 12 Juni 2025 di Aula Dinas Ketahanan Pangan itu dipimpin langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Susy Hartati, dihadiri oleh perwakilan sejumlah OPD terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bappeda, hingga vendor dan distributor pangan.

Salah satu hasil utama rapat menyebutkan bahwa kendaraan pengangkut bahan pangan, terutama sayuran dari dan ke Pulau Bengkalis, akan diberikan prioritas dalam jadwal penyebrangan Roro baik di pelabuhan Sei Selari maupun Air Putih. Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kebutuhan pangan selama MTQ berlangsung.

Untuk mendukung operasional, disiapkan lima armada kapal Roro, dengan rincian tiga armada untuk penyebrangan reguler dan dua unit lainnya khusus untuk pejalan kaki. Namun, satu kapal akan disediakan khusus untuk Forkopimda Riau pada hari pelaksanaan kegiatan.

Kendaraan angkutan pangan tetap diwajibkan mengikuti aturan tonase maksimal 8 ton sesuai Perbup Bengkalis Tahun 2011. Larangan modifikasi kendaraan, seperti penambahan dimensi, juga ditegaskan guna menghindari pelanggaran ODOL (Over Dimension Over Load).

Dinas Ketahanan Pangan menekankan pentingnya sosialisasi intensif kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk spanduk, digital, dan stiker kendaraan. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya kelancaran distribusi pangan serta mendukung implementasi kebijakan.

Sembari menunggu pengesahan aturan dalam bentuk Perbup atau Perda, solusi sementara yang akan diterapkan yaitu pemasangan spanduk identifikasi pada armada pengangkut sayur, penyusunan barcode kendaraan, serta pengaktifan grup komunikasi digital untuk mempermudah koordinasi lintas OPD dan pelaku distribusi.

Adapun rencana spanduk identitas kendaraan bertuliskan “Angkutan Bahan Pangan yang Mudah Busuk (Perishable Foods)”,sebagai penanda khusus bagi kendaraan prioritas yang akan melintas selama masa pelaksanaan MTQ.

Kebijakan ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya sistem distribusi pangan yang adaptif, efisien, dan berkeadilan, khususnya di tengah event besar seperti MTQ Provinsi Riau.***(inf)

Bupati Rohil Berbaur Dengan Masyarakat Tiong Hoa Dalam Even Bakar Tongkang

Rohil(SegmenNews.com)- Festival Bakar Tongkang masyarakat Tionghoa di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, kembali diselenggarakan pada Kamis (12/6/2025). Perayaan ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional di bidang pariwisata, sebagaimana tercantum dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Tahun ini, prosesi Bakar Tongkang yang dilaksanakan secara konsisten setiap tanggal 15, 16, dan 17 pada bulan kelima kalender Tionghoa, memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Riau, Kapolda Riau, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Replika tongkang—sebuah perahu kayu simbolik yang dihiasi dengan ornamen merah dan kuning cerah sebagai lambang keberanian dan kemakmuran diarak secara massal menuju lokasi pembakaran. Prosesi ini dipimpin oleh puluhan pria berpakaian seragam kuning, disambut antusiasme ribuan warga yang memadati sepanjang rute arak-arakan.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, bersama Wakil Bupati Jhony Charles, tampak berbaur langsung dengan komunitas Tionghoa dalam prosesi budaya tersebut. Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan ini menjadi representasi simbolik komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian warisan budaya dan penguatan harmoni sosial lintas etnis dan agama.

Rombongan Forkopimda diberangkatkan dari Mess Bupati di Jalan Perwira menggunakan kereta wisata mini berkapasitas 30 orang, menelusuri jalur menuju pusat kegiatan di kawasan Kelenteng Ing Hok King. Sejak titik awal prosesi di depan kelenteng, arak-arakan dimulai oleh barisan masyarakat Tionghoa yang mengenakan pakaian bertuliskan marga keluarga masing-masing, sambil membawa dupa (hio), replika kuda, bendera berwarna-warni, simbol dewa, serta patung-patung suci yang turut mengiringi jalannya ritual.

Kemegahan prosesi semakin terasa dengan iringan tarian barongsai dan naga yang menggema di antara dentuman musik lagu Hokkian. Sebelum prosesi utama pembakaran berlangsung, berbagai rangkaian doa dan ritual telah dilakukan di altar utama Kelenteng ing Hok King. Beragam atraksi bernuansa budaya Tionghoa turut disuguhkan, seperti pertunjukan barongsai, panggung hiburan rakyat yang membawakan lagu-lagu Hokkien, serta pertunjukan seni tradisional lainnya.

Replika kapal tongkang yang dibakar memiliki dimensi sekitar 8,5 meter panjang dan 1,7 meter lebar, dibangun dari kayu dan dilapisi kertas warna-warni di bagian lambung sebagai simbol harapan dan persembahan kepada leluhur. Kapal ini terlebih dahulu disemayamkan di dalam kelenteng selama satu malam untuk diberkati oleh para tetua adat dan rohaniwan sebelum akhirnya dipanggul secara kolektif oleh para peserta menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan, pusat kota Bagansiapiapi.

Menariknya, dalam ritual pembakaran tahun ini, fenomena tidak lazim terjadi, dua tiang kapal utama yang biasanya menunjukkan satu arah dominan sebagai penanda harapan dan arah rezeki masyarakat tumbang ke arah yang berbeda. Satu tiang roboh ke laut, dan satu lagi jatuh ke daratan. Hal ini menimbulkan berbagai interpretasi di kalangan masyarakat dan tokoh adat, yang mengaitkannya dengan simbol keseimbangan antara unsur laut dan darat dalam kehidupan masyarakat pesisir Rokan Hilir.(Chan)

Abdul Wahid, Gubernur Riau 2025-2029, Putra Asli Kebanggaan Riau

Gubernur Riau Abdul Wahid

Abdul Wahid adalah putra asli kebanggaan Riau yang lahir di Desa Belaras—kini dikenal sebagai Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Saat usianya baru 40 hari, kedua orang tuanya pindah ke Sungai Simbar (sekarang Desa Simbar, Kecamatan Kateman) Kabupaten Inhil untuk membuka lahan perkebunan kelapa. Di desa terpencil itulah Abdul Wahid tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya, menapaki hidup dengan segala suka dan duka.

Ia mengenyam pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Simbar Inhil Riau. Setelah lulus, ia sempat melanjutkan ke MAN 1 Tembilahan, namun hanya bertahan satu catur wulan. Tak lama berselang, ia menerima ajakan dari sepupunya, Marbawi, untuk mondok di Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang dan melanjutkan kuliah di UIn Suska Riau. Semangat menuntut ilmu mendorongnya menerima tawaran tersebut, meski perjalanan menuju pesantren bukan hal mudah.

Wilayah asal Abdul Wahid berada di pesisir yang aksesnya sulit, hanya bisa dijangkau melalui laut lepas yang langsung menghadap Laut Cina Selatan. Pada usia 10 tahun, saat duduk di bangku kelas 4 SD, sang ayah wafat. Kepergian ayahnya menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena seluruh anak masih bersekolah. Meski begitu, kebun kelapa peninggalan sang ayah menjadi sumber penghidupan keluarga.

Sejak kecil, Abdul Wahid sudah terbiasa bekerja di kebun bersama kakaknya. Ia juga mengambil upah dari pekerjaan lain, seperti mengupas kelapa, demi menyisihkan uang untuk sekolah dan ongkos keberangkatan ke pesantren.

Selama tiga tahun mondok di Pesantren Ashabul Yamin, tantangan demi tantangan ia hadapi. Latar belakang pendidikannya dari kampung membuatnya harus mengejar ketertinggalan, terutama dalam pelajaran kitab kuning. Masalah ekonomi pun tak luput ia rasakan. Untuk bertahan, ia bekerja membantu di sawah atau ladang agar bisa mendapat tambahan beras dan sayur dari warga sekitar.

Namun, dari proses panjang dan berat itulah terbentuk karakter kuat seorang Abdul Wahid. Kesederhanaan, kerja keras, dan keteguhan menjadi nilai yang tertanam dalam dirinya hingga kini.

Sekretaris Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir, Datuk Mahmuddin juga mengatakan bahwa Abdul Wahid memang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir.

“Beliau memang Kabupaten Indragiri Hilir, besar di Mandah. Kalau sepengatahuan saya beliau (Wahid) memang orang asli Indragiri Hilir. Memang orang jati diri Kecamatan Mandah,” katanya.***

PWI Kampar Silaturrahmi dan Audiensi dengan Kalapas Kelas IIA Bangkinang

Bangkinang(SegmenNews.com)- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar menggelar kegiatan silaturrahmi dan audiensi dengan penuh keakraban, bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang, Jalan Lapas, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar Kamis (12/06/2025) pagi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra didampingi pejabat di jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang menerima silaturrahmi dan audiensi dari pengurus dan anggota PWI kabupaten Kampar.

Sebelum pertemuan berlangsung, Kalapas terlebih dahulu menerima pengurus dan anggota PWI Kampar yang dipimpin Ketua Syawal didampingi salah seorang pengurus PWI Riau yang juga penasehat Aprizal di ruang kerjanya.

Ketua PWI kabupaten Kampar Syawal dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Kalapas untuk menerima silaturrahmi dan audiensi PWI Kampar.

“Terima kasih kepada pak Kalapas dan pejabat Lapas Kelas IIA Bangkinang atas sambutan yang luar biasa kepada PWI Kampar dalam acara silaturrahmi dan audiensi pagi ini,” ucap Syawal.

Syawal berharap kepada Kalapas dengan silaturrahmi dan audiensi ini tidak hanya saat ini saja, tapi kedepannya semoga semakin terjalin dengan lebih baik dan berkelanjutan.

“PWI Kampar siap berkontribusi dan membantu segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Bangkinang lewat tugas dan fungsi yaitu pemberitaan di media masing-masing teman kita yang tergabung dalam organisasi kita,” harap Syawal.

Syawal juga menegaskan, bahwa apapun kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Bangkinang dengan pemberitaan.

Lanjut Syawal, bahwa PWI juga akan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 dan semoga bisa membantu dan mendukung kegiatan tersebut.

“Kita ingin juga ikut berkontribusi terhadap Lapas Kelas IIA Bangkinang, jangan hanya pak Kalapas saja yang membantu kita. Kita juga mendukung segala kegiatan di Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam bentuk pemberitaan,” tegas Syawal.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra menyambut baik silaturrahmi dan audiensi kawan-kawan wartawan dari PWI Kampar.

“Terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari kawan-kawan dari PWI Kampar. Kita selalu terbuka dan siap bekerjasama dengan siapa saja selagi itu untuk kebaikan bersama. Kasih juga masukan dan saran kedepannya agar kita dapat memberikan pelayanan baik bagi Lapas Kelas IIA Bangkinang,” tutup Alexa .**(rl)

Bupati Kasmarni Sambut Baik Kegiatan Aksi Peduli Lingkungan

Pinggir(SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis Kasmarni membuka secara resmi kegiatan Aksi Peduli Lingkungan (Zero Waste Warriors), PT PLN (Persero), Kamis 12 Juni 2025, di Wisata Sungai Batang Mandau Jalan Perkebunan Desa Balai Pungut Kecamatan Pinggir.

Aksi peduli lingkungan ini dilakukan, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yang digelar PT PLN (Persero) bersama Yayasan Lembaga Riset Ekologi.

Dalam sambutannya Bupati Kasmarni mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, menyambut baik serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Tengah, yang telah menginisiasi kegiatan aksi peduli lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Tentunya lanjut Bupati, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PT. PLN (Persero) UIP  Sumatera Bagian Tengah terhadap kelestarian lingkungan serta upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga bumi agar tetap bersih dan sehat. Apalagi kegiatan TJSL akan diisi dengan penanaman nilai-nilai edukatif, partisipatif, dan inspiratif yang luar biasa, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas lokal, hingga tokoh masyarakat.

Hal ini tentunya sejalan pula dengan semangat Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, lebih sadar, dan lebih bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.

“Harapan kami, PT. PLN dapat terus membangun sinergi dan kolaborasinya bersama pemerintah daerah dan juga masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya dalam urusan energi dan pembangunan fisik semata, akan tetapi juga dalam mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan, berkelanjutan dan berbasis pada partisipasi publik,”harapannya.

Selanjutnya orang nomor satu Kabupaten Bengkalis menambahkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 ini, telah mengangkat tema global “Hentikan Polusi Plastik” tema ini tentunya mengingatkan semua bahwa ancaman sampah plastik membutuhkan komitmen dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan pihak swasta, baik itu BUMN, BUMD, dunia usaha, dunia kerja dan berbagai komunitas lainnya.

“Jika tidak ada tindakan nyata dari kita semua sejak dini, maka sesuai pencatatan, bahwa pada tahun 2050 diperkirakan plastik akan mendominasi 50% dari total sampah nasional. Tentunya hal tersebut akan menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup manusia dan kerusakan lingkungan dimasa depan,”ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Kasmarni saat ini pemerintah terus mendorong pelarangan plastik sekali pakai, serta mendorong dilakukannya peningkatan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan dunia usaha, agar kedepan kita bisa terbebas dari krisis lingkungan global akibat plastik. Karena, keberlangsungan hidup sebagai manusia dimasa hadapan, sangat bergantung pada kepedulian kita terhadap lingkungan dimasa kini.

“Mari kita jaga dan kita rawat lingkungan disekitar kita, dan semua kita harus menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan polusi plastik ini. Kita harus bergerak bersama, dan hari ini tentunya menjadi salah satu contoh panggilan untuk kita bertindak, karena lingkungan yang bersih adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi masa depan, imbuhnya.

Hari ini PT. PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Tengah bersama pemerintah daerah, ingin menggugah kesadaran semua melalui kegiatan bersih-bersih Wisata Sungai Tepian Batang Mandau, sekaligus melaksanakan pameran barang hasil olahan limbah sampah, dan sosialisasi tentang cara pengolahan limbah sampah.

“Kami berharap, tiga kegiatan utama ini bukan sekadar program seremonial, melainkan menjadi panggilan moral, seruan aksi kolektif dan momentum penyadaran kita bersama untuk senantiasa menjaga lingkungan, agar tetap nyaman, sehat, dan asri. karena perubahan besar akan kita raih, apabila kita bisa memulaikannya dari langkah kecil yang konsisten dan berkelanjutan,”pungkasnya.

Pada kesempatan itu pihak PT. PLN UIP Sumatera Bagian Tengah menyerahkan cinderamata kepada Bupati Bengkalis, dan juga menyerahkan peralatan tempat sampah untuk masyarakat.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan melakukan aksi bersih lingkungan mulai pengumpulan sampah, pemisahan hingga perhitungan volume sampah.

Terlihat hadir pada kesempatan itu, General Manajer PLN UIP Sumatera Bagian Tengah Hendro Prasetyawan dan Direktur Yayasan Lembaga Riset Ekologi Rudy Haryanto.

Berikutnya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pengawas serta Fungsional di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis.***(inf)

Massa Bakar Kantor SSL Perusahaan HTI yang Berafiliasi Kepada RAPP atau APRIL Group di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Sejumlah Massa pekebun sawit di Desa Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (11/6/25), mengamuk dengan membakar sejumlah bangunan dan kendaraan di areal Kantor PT Seraya Sumber Lestari (SSL) perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berafiliasi kepada PT RAPP atau April Group.

Dari informasi akibat amukan massa tersebut sejumlah bangunan termasuk pos keamanan, kantor utama PT SSL, klinik, 2 rumah asisten kepala (Askep), 5 kamar mess lajang, dan 10 kamar mess papan. Sejumlah kendaraan roda empat dan dua ikut terbakar.

Kapolres Siak Ajun Komisaris Besar (AKB) Eka Ariandy Putra membenarkan adanya aksi massa di Desa Tumang, Kecamatan Siak, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (11/6). Diduga tindakan itu dipicu konflik lahan yang tak kunjung selesai antara masyarakat dan pihak perusahaan yakni PT SSL.

Tak lama setelah kerusuhan pecah, Bupati Siak, Afni Zulkifli datang lokasi bersama Dandim dan Kapolres Siak berupaya menenangkan masyarakat.

“Hari ini kalau Bapak Ibu yakin dan percaya bahwa Bupati yang baru ini mau membela kalian, tolong jangan anarkis,” pinta bupati.

Bupati juga mengatakan dirinya telah memprediksi masalah konflik lahan yang sudah bertahun-tahun ini akan menjadi bom waktu.

“Hari ini adalah puncaknya, bom waktunya meledak,” cetus bupati.

Bupati berjanji hadir ditengah-tengah masyarakat untuk membela, dan akan secepatnya melakukan rapat dengan perusahaan, agar konflik tidak berlarut-larut.***(ran)

Bupati dan Wakil Bupati Siak Syukuran Sunatan Massal 200 anak

Siak(SegmenNews.com)- Sebagai bentuk rasa syukur atas di lantik menjadi Wakil Bupati Siak, Syamsurizal melakukan sunatan massal terhadap 200 anak di Sungai Apit. Meski sunatan massal digelar di Sungai Apit, namun pesertanya ada yang berasal dari Kecamatan Sabak Auh, dan Kecamatan Pusako.

Sebelum acara, Bupati Siak Afni dan Wakil Bupati Syamsurizal serta anak anak yang ikut sunatan diarak menuju kediaman Wakil Bupati Syamsurizal, diiringi dengan kompang.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak, khususnya Kecamatan Sungai Apit yang telah hadir dalam jemputannya.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir, ini merupakan bentuk rasa syukur kami, doa bersama dan khitanan massal, semata-mata untuk masyarakat Kabupaten Siak,” sebut Syamsurizal, Senin (9/6/2025) siang.

Kegiatan sunat massal ini, diikuti 200 anak dari beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Apit, Kecamatan Sabak Auh dan Kecamatan Pusako. Wabup Syamsurizal mengatakan, tidak membatasi berapapun jumlah anak yang akan mengikuti khitanan.

“Alhamdulillah saat ini yang sudah tercatat 200 anak bersedia ikut. Khitanan akan kami laksanakan setelah anak-anak kita selesai melaksanakan ujian akhir sekolah, yakni di waktu libur,” terangnya.

Bupati Siak Afni mengucap syukur karena bisa menghadiri undangan Wakil Bupati Siak Syamsurizal beserta keluarga, dalam rangka tasyakuran, doa bersama dan khitanan massal.

“Alhamdulillah hari ini saya senang bisa menghadiri undangan ini. Kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat,” kata Bupati Afni. Pada momen itu, Bupati Afni menyempatkan diri bercengkerama dengan anak-anak yang ikut sunatan massal.***(inf)

Bupati Inhil Bahas Percepatan Listrik 24 Jam di Daerah Terpencil

Tembilahan(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, menerima kunjungan kerja dari Manager PLN UP3 Rengat, Tatok Winarko, bersama Manager PLN Tembilahan dan Manager PLN Kuala Enok di rumah dinas Bupati Inhil, Tembilahan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus koordinasi terkait percepatan proyek kelistrikan yang tengah dan akan berjalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam pertemuan itu, Tatok Winarko menyampaikan komitmen PLN untuk memperluas dan meningkatkan layanan kelistrikan di Inhil, termasuk mengubah sistem kelistrikan dari PLTD (yang hanya beroperasi 12 jam) menjadi layanan listrik 24 jam penuh melalui jaringan PLN.

“Secara bertahap kami programkan wilayah-wilayah yang sebelumnya hanya menikmati listrik 12 jam bisa segera beralih ke layanan 24 jam. Saat ini kami tengah menyelesaikan proyek di Teluk Belengkong, Pulau Burung, dan sejumlah titik lainnya, termasuk pemasangan kabel sungai di Desa Sungai Perak,” jelas Tatok.

Menanggapi hal tersebut, Bupati H. Herman menyampaikan apresiasinya atas komitmen PLN dan menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk mempercepat realisasi proyek kelistrikan tersebut.

“InsyaAllah sebelum 17 Agustus, wilayah seperti Teluk Belengkong hingga Pulau Burung sudah dapat menikmati listrik 24 jam. Tiang-tiang listrik sudah tersedia, tinggal pemasangan kabel saja,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama PLN juga tengah mengupayakan penarikan kabel bawah laut dari PLTU menuju wilayah Sungai Perak dan Kuala Enok.

“Ini adalah bentuk komitmen kami bersama PLN untuk menerangi wilayah-wilayah yang selama ini terkendala akses listrik karena kondisi geografis. Harapannya, tahun ini masyarakat yang selama ini hanya mendapat listrik 12 jam—bahkan belum teraliri listrik—bisa segera menikmati listrik.***(sup/hm)

Ginda Burnama Terima Kunjungan Mery Florist Pekanbaru Pimpinan Usaha

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Riau Ginda Burnama, menerima kunjungan dari pimpinan usaha Mery Florist Pekanbaru, Erdison, beserta rombongan, di Ruang Rapat Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Riau, Selasa (10/6/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Ginda Burnama menyambut baik kedatangan pihak Mery Florist dan menanyakan maksud serta tujuan kunjungan mereka ke DPRD Provinsi Riau.

Erdison, selaku pimpinan Mery Florist Pekanbaru, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meminta masukan terkait rencana pembentukan Asosiasi Pengusaha Sanggar Bunga (APSB). Ia mengaku mengalami kendala dalam proses pembentukan organisasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ginda Burnama menyampaikan bahwa pembentukan APSB tidak harus langsung melibatkan kepala daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga agar organisasi ini tidak terseret dalam praktik politik praktis.

“Menurut saya, APSB sebaiknya tidak diarahkan ke ranah politik praktis yang menuntut kecepatan dan efisiensi secara instan. Lebih baik ajukan proposal terlebih dahulu kepada mitra-mitra terkait yang relevan,” ujar Ginda.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif. Diharapkan, APSB dapat segera terbentuk dan memberikan kontribusi positif bagi para pelaku usaha sanggar bunga di Riau.***(rn)