
Medan (SegmenNews.com)– Kepolisian Resor Kota Medan menyiagakan personel bersenjata di 11 Pos Pengamanan Idul Fitri 1437 Hijriah untuk mengantisipasi aksi teror bom, dan pascabom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, kemarin.
“Kita terus melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Medan untuk mewaspadai ancaman teror bom yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto usai Shalat Idul Fitri 1437 Hijriah di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu 6 Juli 2016.
Personel bersenjata itu, menurut dia, ditempatkan di Pos Pengamanan (Pospam) di wilayah Medan dan beberapa titik lainnya yang selama ini dianggap rawan.
“Jadi, ada tujuh titik yang perlu diwaspadai oleh aparat keamanan, dan tanpa menjelaskan lokasinya,” ujar Kombes Pol Mardiaz.
Ia menjelaskan, pascabom yang terjadi di Pulau Jawa itu, dan petugas keamanan di Medan ditingkatkan untuk menjaga hal- hal yang tidak dingin.
Selain itu, Polresta Medan juga mengerahkan sebanyak 1.800 personel untuk melakukan pengamanan Operasi Ramadniya 2016 untuk mengamankan masyarakat dan Hari Raya Lebaran.
Bahkan, personel Polda Sumut juga ikut memback-up ancaman teror bom yang kemungkinan bisa saja terjadi di wilayah Medan.
“Kita tidak ingin aksi teror bom di Mapolresta SolO itu, terjadi di daerah ini, dan petugas kepolisian terus melakukan patroli, serta siaga penuh,” kata mantan Kapolres Mandailing Natal (Madina) itu.
Sebelumnya, seorang pengendara sepeda motor memaksa masuk ke Markas Polresta Solo sehingga dikejar petugas Provos pada Selasa 5 Juli 2016 sekira pukul 07.30 WIB.
Namun tepat di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Solo terjadi ledakan yang berasal dari badan pengendara sepeda motor tersebut hingga mengenai wajah anggota Provos.
Seorang pelaku tewas di tempat, sedangkan anggota Provos yang terluka dibawa ke rumah sakit guna menjalani perawatan.(okz)






