
Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam Workshop Program Bengkalis Lestari diselenggarakan Rabu, 29 April 2026 di ruang rapat Zahari Bappeda Bengkalis.
Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso yang membuka Workshop ini menyebutkan forum Bengkalis Lestari merupakan langkah strategis dalam menyatukan arah kebijakan dan aksi nyata berbagai pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi harus mampu menghasilkan kesepahaman yang operasional, yang dapat langsung ditindaklanjuti dalam dokumen perencanaan dan aksi nyata,” ucap Bagus Santoso membacakan sambutan Bupati Kasmarni.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menekankan pentingnya penguatan sinergi multipihak, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat sipil. Melalui Forum Bengkalis Lestari, berbagai inisiatif yang selama ini berjalan diharapkan dapat terintegrasi dan memberikan dampak yang lebih terukur.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan peluang pendanaan alternatif guna mendukung keberlanjutan program lingkungan, antara lain melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), skema perdagangan karbon, serta kerja sama dengan mitra pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan hijau tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan serta penguatan kolaborasi antar pihak.
Sekda Riau menyoroti tantangan utama saat ini adalah belum optimalnya sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran, yang masih cenderung berjalan secara sektoral.
“Kami mendorong penerapan e-budgeting agar arah belanja menjadi lebih jelas, kontribusi terhadap pembangunan hijau dapat terukur, serta mempermudah akses terhadap berbagai skema pendanaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda Provinsi Riau juga mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan peluang pendanaan yang lebih luas, termasuk melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, skema perdagangan karbon, blue carbon, serta kerja sama dengan mitra pembangunan, dengan didukung kesiapan data, kapasitas kelembagaan, dan proses verifikasi program.
Dikesempatan itu, Syahrial Abdi juga mengapresiasi inisiatif Bengkalis Lestari sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Workshop ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Kehutanan Puji Iswari, perwakilan BPDLH Kementerian Keuangan Joko Pinyatangko, National Coordinator United Nations Environment Programme Bambang Arif Fatmi serta pakar lingkungan dari Universitas Sumatera Utara, Onrizal, yang memberikan materi secara daring.
Selain itu, hadir pula Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove wilayah Kalimantan, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil (NGO/CSO), serta perwakilan dunia usaha, BUMN dan sektor perbankan.***(imam/hm)






