Bengkalis(SegmenNews.com)- Dalam upaya memperkuat kapasitas generasi muda dalam Pelestarian Lingkungan Pesisir, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 laksanakan Pelatihan Pembibitan dan Edukasi Mangrove Berkelanjutan yang diselenggarakan di kawasan konservasi mangrove Desa Kelapa Pati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, 30 Juni 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pegiat lingkungan dalam mendukung Konservasi Ekosistem Mangrove berbasis masyarakat. Pengelolaan mangrove di Desa Kelapa Pati selama ini dikenal sebagai salah satu contoh pengelolaan berbasis kolaborasi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Khairul Saleh atau atah Sekretaris Eksekutif LSM Bahtera Melayu menyampaikan materi tentang penguatan kapasitas kelembagaan, bagaimana Kelompok Konservasi Mangrove Paghet Seghaghah ini menjadi organisasi masyarakat yang semakin mandiri, solid, dan mampu mengelola berbagai kegiatan konservasi, rehabilitasi, serta pembibitan mangrove secara berkesinambungan.
Selanjutnya atah menegaskan bahwa keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan kelompok yang mengelola kegiatan di lapangan. Kelompok yang memiliki manajemen yang baik akan lebih siap membangun kemitraan, mengelola program, serta menjaga keberlanjutan upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Di harapakan kepada seluruh mahasiswa KKN yang tergabung dari Desa Sebauk,Pangkalan Batang Barat,Pangkalan Batang dan Desa Pedekik serta tuan Rumah Desa Kelapa Pati,melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menerapkan Upaya pemberdayaan Masyarakat di desa tempat mereka KKN dan bisa semakin termotivasi untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kapasitas organisasi desa, serta menjadi penggerak utama dalam menjaga kelestarian ekosistem dan peningkatan ekonomi, dan sosial bagi masyarakat setempat.
Narasumber Kedua dari KAR atau Koalisi Air Rakyat Khaidir Air dengan penyampaian materi mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, habitat berbagai biota, penyerap karbon biru (blue carbon), serta penunjang ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan pemanfaatan hasil hutan mangrove secara berkelanjutan.
Selanjutnya ngah khaidir memberi edukasi kepada mahsiswa tentang jenis jenis yang ada di Kawasan mangrove desa kelapa pati tersebut.termasuk jenis apa saja yang bisa di tanam menurut zonanya masing masing untuk zona 1 kawasan yang langsung berhadapan dengan laut jenisnya akan berbeda dengan kawsan zona 2, ucapnya.
Selain materi manajemen kelompok dan ekologi, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik pembibitan mangrove yang baik,hal ini di sampaikan oleh Pembina kelompok Kawasan konservasi Rio Pernandes, yang menyampaikan tentang secara teknis mulai dari pemilihan propagul, penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga persiapan penanaman. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bibit yang dihasilkan sehingga mendukung keberhasilan rehabilitasi kawasan mangrove di suatu daerah.
Selanjutnya, para mahasiswa memperoleh praktik langsung mengenai teknik pembibitan mangrove, mulai dari pengenalan jenis-jenis mangrove lokal, pemilihan propagul yang berkualitas, proses penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga teknik penanaman yang sesuai dengan karakteristik pesisir. Kegiatan lapangan ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta agar mampu memahami proses rehabilitasi ekosistem mangrove secara menyeluruh.
Selain praktik pembibitan, mahasiswa juga diajak berdiskusi bersama pengelola kawasan mengenai tantangan dan peluang konservasi mangrove berbasis masyarakat. Diskusi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, pemerintah, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat sipil dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Koordinator kegiatan Josua dari Fakultas Perikanan dan Kelautan menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi program KKN yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.
“Diharapkan mahasiswa KKN UNRI mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Rio Sempana Ketua Kelompok Konservasi Mangrove Desa Kelapa Pati mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi investasi penting bagi keberlanjutan konservasi mangrove di masa depan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Universitas Riau, pemerintah desa, kelompok konservasi, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat upaya edukasi lingkungan, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pengembangan potensi ekowisata berbasis konservasi di Desa Kelapa Pati.
Tampak hadir selain seluruh anggota KKN dari 5 desa di kecamatan Bengkalis ada seluruh anggota pengurus kelompok Kawasan konservasi Paghet Seghaghah dan LSM Bahtera Melayu,Koalisi Air Riau.***(imam)






