Beranda blog Halaman 1392

Ngeri!! Lantai Penahan Gelombang Pasar Juling Ambruk

Ngeri!! Lantai Penahan Gelombang Pasar Juling Ambruk

Meranti(SegmenNews.com)– Lantai turap penahan gelombang di Jalan Ahmat Yani Ujung atau sering disebut Pasar Juling, ambruk. Seorang pedagang sayur juga ikut tejerembab kelubang.

Selain mengganggu aktivitas, kejadian sekitar pukul 09.00 wib tersebut juga mengganggu aktivitas pedagang dan warga yang melewati pasar.

Atas itu, Lurah Selatpanjang Barat, Media Nova s, Sos ketika dikonfirmasi mengaku telah mengetahui kejadian tersebut, lantai turap penahan gelombang yang ambruk berdiameter sekitar 3×3 M itu akan secepatnya dilakukan perbaikan.

Media juga menyebutkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kepulauan Meranti untuk dilakukan peninjauan dan perbaikan.

“Tadi pagi pihak PUPR sudah cek kelokasi, untuk sementara akan dilakukan perbaikan dan kita juga minta bantuan kepada Salpol PP Kecamatan Tebing tinggi agar menghimbau ke masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan disekitar lokasi reruntuhan,” sampai media ringkas. Selasa (04/09/2018.***(DM)

Meranti Targetkan Juara MTQ Korpri Tingkat Provinsi Riau

Meranti(SegmenNews.com)- Kepulauan Meranti menargetkan juara di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 tahun 2018 Korpri tingkat Provinsi Riau.

Saat ini, Meranti telah menurunkan 9 Qori dan Qoriah pada ajang baca, tulis dan hafal Al-Quran khusus PNS.

Kegiatan MTQ Korpri Ke-2 Tingkat Provinsi Riau dipusatkan di Ballroom Hotel Mutiara Medeka Pekanbaru, kegiatan yang dibuka langsung Gubernur Riau H. Arsyadjulandi Rachman didampingi Sekdaprov Riau H. Ahmad Hijazi itu, direncanakan akan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 3-7 September 2018.

Hadir dalam pembukaan MTQ Kopri tersebut, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Meranti Alizar S.Sos, Kabid Kepegawaian BKD Meranti Said Sholahudin, Kepala Bagian Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, dan sejumlah ASN Meranti peserta MTQ Kopri Ke-2 Tingkat Provinsi Riau.

Seperti dikatakan Kepala BKD Meranti Alizar S.Sos didampingi Kabid Kepegawaian Said Sholahudin, dalam ajang MTQ Korpri kali ini, Kepulauan Meranti menargetkan juara dengan menurunkan 9 Qori dan Qoriah Korpri terbaik yang sebelumnya juga pernah menjuarai beberapa cabang yang diperlombakan. Sebut saja Nurdin dan Agustina yang tahun lalu menjuara cabang Khath (Dekorasi), dan Dedi juara Cabang Dakwah.

“Target kita keluar jadi yang terbaik, semoga prestasi kita pada MTQ kali ini lebih baik dari tahun lalu,” harap Alizar.

Seperti diketahui pada MTQ Korpri Ke-I tahun tahun 2015 lalu, Kepulauan Meranti berada pada peringkat ke IV, dan pada MTQ Korpri kali ini Meranti optimis mampu meningkatkan prestasi dan keluar sebagai juara.
Untuk itu Kepala BKD Meranti meminta kepada seluruh peserta yang mewakili Meranti agar dapat mengikuti perlombaan dengan semangat dan tetap mengedepankan sportifitas.

“Kepada peserta ayo tingkatkan kepercayaan diri semoga dapat meraih prestasi gemilang yang mampu mengharumkan nama daerah baik di tingkat Provinsi maupun Nasional nantinya,” ujar Alizar.

Sekedar informasi, kegiatan MTQ Korpri dalam rangka mewujudkan anggota Korpri yang mampu berfikir cerdas dan beraklakul karimah ini, juga bertujuan sebagai sebagai ajang seleksi Qori dan Qoriah Korpri terbaik Se-Provinsi Riau yang akan diikutsertakan pada MTQ Korpri Ke-IV Tingkat Nasional di Jakarta November 2018 mendatang.

“Selain mememperoleh Tropy dan piala bergilir, para Qori dan Qoriah terbaik akan dikirim mewakili Riau pada ajang MTQ Korpri Nasional di Jakarta,” jelas Alizar.
Lebih jauh dijelaskan Kasubid Fasilitasi Profesi ASN BKD Meranti, Nurhayati, dari 9 ASN peserta MTQ Kopri yang mewakili Meranti akan berlomba di cabang Tartip Quran Putra dan Putri, Tilawah Putra Putri, Hifzil Quran Putra dan Cabang Dakwah.***(DM)

Petani Siak Berhasil Kembangkan Semangka Dilahan Sebelum Replanting

Bupati Syamsuar panen semangka

Siak(SegmenNews.com)- Petani di Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun, Siak berhasil mengmbangkan perkebunan buah semangka hanya dilahan yang belum direplanting.

Kebun semangka milik petani Sadikin itu langsung dipanen oleh Bupati Siak, Syamsuar didampingi Camat Dayun Ricko Riyanto .

“Alhamdulillah hari ini kami sangat senang sekali bisa hadir pak Bupati Siak Syamsuar untuk ikut memanen buah semangka di tempat kami” kata Sadikin dengan wajah gembira.

Saat di tanya tentang berapa luas lahan kebun semangka yang ia tanam, untuk saat ini ia menanam semangka kurang lebih stengah hektar untuk masa uji coba dalam rangka mendukung kegiatan replanting kebun sawit dari luas lahan kelapa sawitnya yang mencapai 10 hektar.

“Alhamdulillah, uji coba tanam buah semangka ini membuahkan hasil, ini saya lakukan mendukung kegiatan replanting lahan sawit kita,” kata Sadikin senin sore di dayun (3/9/18).

Sementara itu Bupati Siak H Syamsuar seusai memanen buah semangka mengatakan, ia juga mengharapkan agar diadakannya sosialisasi kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan yang ada disekitar rumah ataupun lahan yang akan di replanting untuk bisa digunakan sebagai lahan pertanian buah buahan serta sayuran yang sangat besar manfaatnya.

“Hal seperti ini harus disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tau,serta mereka bisa memanfaatkan lahan yang ada disekitar rumah maupun kebun untuk bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya,” ungkap Syamsuar.

Tambahnya lagi, sehingga bisa ditanami buah buahan maupun sayuran dalam rangka menghadapi Replanting kebun sawit,jadi penghasilannya tidak hanya menunggu sawit,namun dari hasil pertanian dan perkebunan yang lain bisa diperoleh manfaatnya.***(Rinto)

Tiba di Pekanbaru, Sandiaga Uno Dipakaikan Tanjak Melayu

Tiba di Pekanbaru, Sandiaga Uno Dipakaikan Tanjak Melayu

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sandiaga Uno, calon wakil Presiden berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, tiba bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 08:00 WIB. Pemilik sapaan akrab Sandi langsung dipasangi tanjak khas Melayu  Riau oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Suasana penyambutan bertambah heboh, karena dihadiri persatuan emak-emak mengelilingi Sandi.

Usai penyambutan, Sandi diajak berkunjung ke pasar Cikpuan. Disana Sandi langsung berkomunikasi dengan pedagang dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat.

Rencananya, selesai kunjungan ke Pasar Cik Puan, Sandiaga juga akan berkunjung ke kebun hidrophonic mahasiswa dan dialog dengan pelaku start up, millennials. Dan nanti siang sekitar pukul 12.30 WIB akan tiba di kampus UIR Perhentian Marpoyan dan melaksanakan sholat Dzuhur di Masjid UIR.***(ran)

Bupati Amril Instruksikan Pembangunan Tiga Kantor Camat Baru Selesai Tahun 2019

Bupati Amril Instruksikan Pembangunan Tiga Kantor Camat Baru Selesai Tahun 2019

Beringin(SegmenNews.com)- Tiga kecamatan baru di Kabupaten Bengkalis, yaitu Talang Muandau (pemekaran Kecamatan Pinggir), Bathin Solapan (Mandau) dan Bandar Laksamana (Bukit Batu), sudah berusia lebih dari satu setengah tahun.

Namun, sejak diresmikan Bupati Amril Mukminin, Kamis, 9 Februari 2017 hingga kini, ketiga kecamatan tersebut belum mempunyai kantor camat sendiri.

Bandar Laksamana misalnya. Kantor camat dengan ibukota Tenggayun ini masih “menumpang”. Menyewa salah satu rumah masyarakat di sana.

Sementara Talang Muandau, terpaksa “menggusur” Kepala Desa (Kades) Beringin agar pindah kantor. Sedangkan kantor Kades Beringin di jalan Jend Sudirman RT 02/RW 01 tersebut, untuk sementara “disulap” menjadi kantor Camat Talang Muandau.

Mengingat pentingnya kantor camat yang refrentatif sebagai pusat pelayanan masyarakat serta administrasi pemerintahan dan pembangunan, Bupati Amril minta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),Hadi Prasetyo dapat segera membangunnya.

“Usahakan tahun 2019 pembangunannya selesai. Kasihan masyarakat sudah lama sekali menunggu kecamatan mereka memiliki kantor sendiri yang refresentatif. Sudah lebih dari setahun setengah,” pintanya.

Didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan, H Heri Indra Putra, harapan itu disampaikan Bupati Amril ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Beringin, Talang Muandau, Senin, 3 September 2018.

Selain bentuk kantor camat yang dibangun di ketiga kecamatan itu sama, mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini juga meminta agar rumah dinas Camat maupun Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dibangun tidak jauh dari kantor camat tersebut.

“Harus berada dalam kompleks kantor camat tersebut. Begitu juga untuk perumahan staf kecamatan lainnya, seperti untuk para kasih maupun sarana pendukung lainnya seperti tempat ibadah,” pesan Bupati Amril, mengingatkan.

Walau begitu dan mengingat keterbatasan anggaran, Bupati Amril menegaskan, pembangunan sarana pendukung lainnya tetap dilakukan secara bertahap.

“Yang penting dan harus didahulukan adalah kantor camat serta rumah camat, Sekcam dan pos jaga. Yang lain bukan tidak penting, tapi prioritaskan 4 hal itu terlebih dahulu” imbuhnya.

Di bagian lain, dia juga berharap, lokasi pembangunan kantor camat untuk 3 kecamatan baru tersebut  dapat menjadi “magnet” atau lokomotif bagi tumbuhkembangnya kawasan baru. Bukan di lokasi yang ke depannya sulit untuk dikembangkan. Misalnya di kawasan yang padat penduduk.

Meski demikian, Bupati Amril juga mengingatkan, kawasannya yang akan digunakan untuk pembangunan kantor camat dan fasilitas pendukung lainnya tersebut, benar-benar jelas peruntukkannya. Misalnya bukan kawasan yang terlarang, sehingga ke depan tidak menimbulkan persoalan hukum.

Selain itu, dia juga berpesan, agar lokasi yang akan dijadikan tempat untuk pembangunan kantor camat tersebut juga memperhatikan sejarah dan aspirasi warga setempat.

“Untuk Talang Muandau ini misalnya, kalau kami tidak salah ingat ada kesepakatan masyarakat bahwa lokasi kantor camat harus berada pada lokasi yang paling dekat dengan desa-desa yang ada di kecamatan ini. Perhatikan keinginan warga tersebut. Tapi tetap harus sesuai ketentuan. Bisa jadi keinginan mereka itu bertentangan dengan ketentuan,”  pungkasnya.

Selain Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis PUPR, ikut mendampingi Bupati Amril dalam melakukan kunjungan kerja ke Talang Muandau tersebut, diantaranya Plt Kadis Perhubungan DJoko Edi Imhar, Plt Kadis Pendidikan edi Sakura, Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Gendrayana Rohaini, Kadis Lingkungan Hidup H Arman AA, Camat Talang Muandau Ruslan dan sejumlah Kepala Bidang di Bappeda.***(dskmf/Edi)

Dwi Agus, Mantan Kadis PU Ciptada Riau Divonis 1,5 tahun

Dwi Agus, Mantan Kadis PU Ciptada Riau Divonis 1,5 tahun

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dwi Agus Sumarno, mantan Kadis PU Ciptada Provinsi Riau divonis 1 tahun 5 bulan penjara oleh majelis hakim PN Tipikor Pekanbaru, Senin (3/9/18).

Dwi Agus Sumarno dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi proyek Ruang Terbuka Hijau dan Tugu Anti Korupsi tahun 2016 lalu.

Vonis ini dibacakan majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin 3 Agustus 2018 kamarin. Tidak seperti biasa, sidang pembacaan vonis ini berlangsung malam hari sekitar pukul 19.30 WIB hingga pukul 20.30 WIB.

Baca Juga: Begini Penyimpangan Proyek RTH 

Selain menghukum satu tahun lima bulan penjara, terdakwa Dwi Agus dihukum membayar denda sebesar Rp50 juta, subsider satu bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp80 juta yang telah dititipkan sebelumnya kepada terdakwa.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Dwi Agus terbukti melanggar pasal 3 jo Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Baca Juga: Ini Cara Mantan Kadis PU Mengkorupsi Proyek Tugu Anti Korupsi Versi Jaksa

Hukuman yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa Dwi Agus ini lebih ringan dibanding tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum M Amin SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa Dwi Agus selama dua tahun penjara.

Adapun hal yang meringankan menurut majelis hakim antara lain, terdakwa bersikap sopan, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.

Usai mendengarkan putusan majelis hakim, terdakwa Dwi Agus menyatakan menerima. Sementara Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. Sidang kemudian dinyatakan selesai dan ditutup.***(bpc/ran)

MUI Meranti Cabut Penundaan Pelaksanaan Vaksin MR

MUI Meranti Cabut Penundaan Pelaksanaan Vaksin MR

Meranti(SegmenNews.com)- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Meranti akhirnya mencabut penundaan vaksin imunisasi Measles Rubella (MR).

Dikatakan Ketua MUI Meranti, Mustafa S.Ag saat rapat bersama Ketua Komisi III di kantor bupati, Senin kemarin, bahwa Vaksin MR yang mengandung zat kulit babi dan organ manusia adalah haram.

Namun vaksin yang dilakukan dalam keadaan Darurat (digunakan sebagian orang) bisa berubah menjadi mubah, jadi mubah penggunaannya.

Untuk itu, Mustafa mencabut penundaan pelaksanaan pemberian vaksin terhadap anak.

Sementara, Ketua Komisi III, Basiran menyampaikan pada dasarnya sebagai masyarakat menginginkan seluruh masyarakat sehat dan terjauh dari segala penyakit apapun bentuknya, dan tidak pernah mengelak apalagi menghindar dari apapun program pemerintah ketika memang itu untuk kebaikan masyarakat.

Namun untuk vaksin MR, lanjut Basiran, sebagaimana diketahui bahwa dari hasil tes labor vaksin ini benar terdapat bahan babi dan organ manusia dan sudah dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dikarenakan obat ini tidak ada duanya, menurut Basiran, jika darurat bahwa itu hanya digunakan oleh segelintir orang dan sekelompok orang tidak ada masalah.

“Kalau instruksi langsung dari Pemerintah, ya itu hukumnya wajib kita ikuti, apalagi ada fatwa MUI, tapi yang namanya haram bisa menjadi mubah jika kondisinya darurat. Untuk secara global saya pikir ini perlu pembahasan mendalam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti drg. Ruswita, mengatakan bahwa MR merupakan suatu penyakit yang bisa menular dan bisa membahayakan kepada ibu hamil sehingga bisa mengganggu pertumbuhan terhadap anak.

Adapun langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat, kata Ruswita, yakni mensosialisasikan MR di Sekolah dan tempat kesehatan yang ada.

“Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan capaian MR yang masih sangat rendah, untuk itu dibutuhkan dukungan konkrit dan nyata dari semua pihak,” ujarnya.***(DM)

Bupati Sambut Kedatangan Imam Besar Mesjid Al-Aqsha Palestin

Inhil(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Inhil menerima Kunjungan Imam besar Mesjid Al-Aqsha Palestina Prof. Dr. Muroweh Naser. Didampingi menjadi imam beliau juga sebagai sekjen komite ulama Internasional dan ketua ikatan ulama Palestina.

Penyambutan yang diawali dengan sarapan pagi di rumah dinas Bupati Inhil yang turut di hadiri Bupati HM. Wardan didampingi beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Rabu (29/8/2018) pagi.

Usai bercengkerama Bupati HM. Warisan dengan Ketua Ikatan Ulama Palestina Prof. De. Maroweh Naser dilanjutkan dengan tablik akbar di Mesjid Raya Al-Huda Tembilahan. Selain di hadiri Bupati HM. Wardan juga turut dihadiri, Ketua Komisi IV DPRD Inhil Ustadz Sumardi, Kepala Kemenag Inhil, Alim ulama, Pejabat eselon dan jamaah Mesjis Raya Al-Huda.

Untuk diketahui bahwa kunjungan imam besar Al-Aqsha palestina ini ke indonesia merupakan kunjungan ke-8.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pertukaran cendramat Pemkab Inhil dengan Imam Besar Mesjid Al-Aqsha Palestina.

Dalam sambutannya Bupati HM. Wardan mengatakan dengan kehadiran ulama di wilayah Kabupaten Inhil semoga mendapat berkah dari Allah SWT. Untuk itu beliua mengharapkan dengan kehadiran imam mesjid Al-Aqsha ini memberikan pengalaman dan pengeahuan tentang kondisi Ummat Muslim di palestina.***(adv/hms)

Demo, Mahasiswa UR Kecam Tindakan Pembungkaman Hak Demokrasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Mahasiswa Universitas Riau berunjukrasa di bundaran depan kantor Gubernur Riau, Senin (3/9/18). Mereka mengecam keras segala tindakan represif, pembungkaman hak demokrasi dan menodai nilai-nilai budaya Melayu.

Kecaman tersebut buntut dari perlakuan terhadap Neno Warisman di tanah Melayu beberapa waktu lalu.

Dalam unjukrasa yang dipimpin, Presiden Mahasiswa BEM Unri, Randi Andryana, menyampaikan empat tuntutan, masing masing:

1. Mengecam keras segala tindakan represif, pembungkaman hak demokrasi dan menodai nilai-nilai budaya Melayu.

2. Mendesak kepada oknum yang melakukan tindakan represif, serta menodai nilai budaya Melayu dan membungkam hak demokrasi untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh elemen masyarakat Riau.

3. Menuntut BIN untuk menindak tegas oknum BIN Daerah yang melakukan pelanggaran kode etik dan pembungkaman hak demokrasi.

4. Menuntut Kapolda Riau mengusut tuntas oknum yang melakukan tindakan represifitas dan pembungkaman demokrasi pada 25 Agustus 2018 dengan waktu yang ditentukan selama 5 hari kerja dari pernyataan sikap ini dibacakan.***(ran/btp)

Camat Dimutasi, Warga Rambah Hilir Demo Bupati

Rohul(SegmenNews.com)- Sejumlah masyarakat Kecamatan Rambah Hilir berunjukrasa di kantor bupati Rokan Hulu, Senin (3/9/18) sekitar pukul 10:00 WIB. Mereka meminta camat mereka, Agus Salim yang dimutasi dikembalikan.

Amin P dan Iwan P dalam orasinya mengaku heran, mengapa tiba-tiba camat mereka dimutasi Jum’at kemarin.

Menurut mereka, camat Agus Salim yang merupakan putra daerah dan ninik mamak pucuk suku di Rambah Hilir sangat cocok dengan masyarakat setempat.

Bahkan diwaktu liburpun, camat Agus Salim kerap mengunjungi masyarakat, dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Sehingga program pembangunan diwilayahnya mereka terlaksana dengan baik.

Mereka khawatir, jika wilayah mereka dipimpin camat lain, maka pembangunan daerah akan terhambat, akibat tidak adanya komunikasi yang baik sebelumnya.

“Kami tidak menerima camat lain. Tolong Bapak Bupati H.Sukiman, Bapak Agus Salim tetap camat kami di Rambah Hilir,” pintanya.

Walaupun masyarakat mendesak bertemu bupati, namun Pj Sekda, Abdul Haris S.Sos, M.Si berupaya memberikan penjelasan, dan berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada bupati.

“Semua yang disampaikan akan kami teruskan kepada Bapak Bupati. Beliau sedang dinas penting di Pekanbaru, ” tuturnya.

Namun lanjutnya, Dia berharap masyarakat dapat menerima penjabat camat yang baru dilantik. Kerena pelantikan penjabat Pemkab Rohul ini sudah sesuai dengan hasil pertimbangan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Pemkab Rohul.

“Berikan dulu kesempatan mereka menjabat dan masyarakat yang menilai kinerjanya,” harap Abdul Haris. Namun perwakilan masyarakat Rambah Hilir tetap berkeinginan Agus Salim tetap camat mereka. Akhirnya massa perwakilan masyarakat Rambah Hilir membubatkan diri dengan aman dan tertip dan berharap asipirasi mereka diterima oleh Bupati Rohul H.Sukiman.***(fit)