Beranda blog Halaman 1397

Kepsek SMAN 2 Rambah Hilir Akui Pemakaian Jilbab Hanya Imbauan

Kepsek SMAN 2 Rambah Akui Pemakaian Jilbab Hanya Imbauan

Rohul(SegmenNews.com)-  Terkait viralnya di Media Sosial (Medsos) siswi non muslim di SMAN 2 Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu diwajibkan memakai jilbab. Kepsek mengaku tidak ada paksaan melainkan hanya imbauan dan sesuai budaya di sekolahnya sejak tahun tahun 2002 silam.

“Pada umumnya siswa dan siswi  secara keseluruhan mendukung budaya sekolah, dan selama ini tidak ada masalah. Pemakaian jilbab untuk semua siswi hanya imbauan dan mengikuti budaya sekolah sebelumnya,” aku Kepsek SMAN 2 Rambah Hilir, Nurman S.Pd.

Demikian, tidak ada sanksi untuk siswi yang  tidak memakai jilbab, apalagi terhadap non muslim.

Sementara itu, Pengawas Sekolah tingkat SMA Provinsi Riau, Drs Hasim menjelaskan, ti‎dak ada aturan dari Kementerian Pendidikan, khususnya untum siswi kristen untuk memakai jilbab, kecuali aturan warna baju sekolah.***(Ian)

Wardan Ajak Masyarakat Lestarikan Sungai

Wardan Ajak Masyarakat Lestarikan Sungai

Inhil(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir, HM Wardana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya sungai-sungai diwilayahnya masing masing.

Hal ini untuk menunjang kesehatan habitat didalamnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dengan sungai-sungai yang terbebas dari pencemaran, maka ikan-ikan yang dimakan oleh masyarakat sehat dan bermanfaat.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan lomba cipta menu serba ikan di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Rabu (29/8/18).

Dalam kegiatan tersebut Bupati Wardana juga menyuapi anak-anak memakan ikan. Bupati mengingatkan agar anak-anak gemar memakan ikan.

“Harapan saya bagaimana masyarakat gemar memakan ikan karena di daerah kita untuk mendapatkan ikan tidaklah sulit. Kita punya kita punya aliran sungai yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Inhil, Hj Zulaikhah Wardan SSos ME juga mendorong masyarakat harus memakan ikan.

“Kita perlu mendorong agar anak-anak gemar makan ikan karena ikan merupakan bahan pangan sehat yang bergizi tinggi mengandung omega 3 yang cukup baik bagi kecerdasan dan mampu mengisi kebutuhan gizi anak selama golden periode atau 1000 hari pertama kehidupan, serta sangat baik bagi Ibu pada periode persiapan kehamilan, masa kehamilan hingga memberikan ASI dan dilanjutkan pada usia dini hingga remaja,” papar wanita yang juga merupakan Bunda PAUD Inhil ini. ***(ADV/HMS)

Gubri: Event Pacu Jalur Kuansing Masuk Calender Of Iven Wonderful Indonesia

Gubri saat membuka pacu jalur di Kuansing

Kuansing(SegmenNews.com)- Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman resmi membuka event pacu jalu di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (29/07/18).

Dikesempatan itu, Andi Rahman, sapaan akrab Gubri menyampaikan kebanggaannya terhadap budaya warisan Kuansing ini terpopuler dan menjadi event tertua di Indonesia. Bahkan event pacu jalur ini masuk ke Calender Of Iven Wonderful Indonesia.

Saat ini, kata Gubri, Riau memiliki aset warisan tak benda dan telah memiliki pariwisata yang berbasis budaya sebanyak 35 budaya.

Disisi lain, event pacu jalur yang dikunjungi lebih dari 3000 orang dari berbagai daerah ini secara otomatis bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Budaya, Hesti Reko Astuti juga berharap event pacu jalur ini terus dilestarikan. Sebab event ini telah mampu menarik perhatian para wisatawan.

Disisi lain, Bupati Kuansing, Mursini mengungkapkan bahwa pacu jalur Kuansing telah menerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) pada tahun 2017 lalu.

Ia berharap event ini akan terus meningkat setiap tahunnya

Dikesempatan itu, Ketua umum panitia Festival pacu jalur 2018 H.Halim memaparkan pacu jalur nasional tersebut dilaksanakan selama 4 hari di tepuan narosa yang di ikuti 181 jalur yakni 162 jalur dari kuansing 22 jalur dari Kabupaten Inhu, 1 jalur dari Siak, dan 1 jalur dari Kota Pekanbaru.

Dikatakan wabup sebelumnya pacu jalur mini telah dilaksanakan pada tanggal 25- 38 agustus 2018 yang di ikuti oleh 28 jalur mini dari kabupaten
Kuansing dan Inhu.

Acara pembukaan tersebut hadir dari staf Ahli kementrian pariwisata RI bidang holtikultura Dra.Hesti Reko astuti, anggota DPRD Prov riau, DPRD kab kuansing, sekda kuansing Dianto Mampanini , kapolres kuansing Fibri karpiananto, Dandrem , bupati dan wakil bupati se Riau, serta sejumlah kadis di lingkungan pemkab kuansing dan tokoh masyarakat, tokoh agama di kuansing. Lind.***(Lind)

Besok, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Tiba di Bandara SSK II

Ilustrasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Kamis besok, 30 Agustus 2018, jemaah haji asal Pekanbaru tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Batam akan tiba di Bandara SSK II.

Kepala Seksi Sistim Informasi Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Asril, Rabu (29/8/18) mengatakan, jemaah haji asal Pekanbaru berjumlah 441 orang. Jemaah akan diterbangkan dari Batam ke Pekanbaru secara bertahap.

“Take off yang pertama pukul 11.00 WIB, kemudian pada pukul 13.00 WIB, dan terakhir pada pukul 14.30 WIB,” ungkapnya, lansir bertuahpos.com

Selain jemaah asal Pekanbaru, Asril juga menerangkan bahwa  pada keesokan harinya, Jumat 31 Agustus 2018, akan dipulangkan juga jemaah haji asal Indragiri Hilir, yang berjumlah 445 jemaah. Mereka akan dipulangkan melalui jalur laut menuju Tembilahan.***(btp/ran)

Kadis TPHBun Riau: Zulher Masih Kuasai Mobil Dinas TPHBun

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ir H Zulher, mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, hingga saat ini masih menguasai mobil dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas TPHBun Provinsi Riau, Ferry HC, Selasa (28/8/2018), ketika dikonfirmasi perihal adanya tujuh unit mobil dinas Dinas TPHBun yang hingga saat ini dikuasai oleh orang yang tidak berhak, sesuai hasil audit Badan pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Riau tahun anggaran 2017.

Dikatakan Ferry HC, selain Zulher, mobil dinas tersebut juga masih dikuasai oleh mantan pejabat lainnya, seperti Muhibul dan Yusfar. “Kita sudah surati mereka untuk segera mengembalikan mobil dinas tersebut. Namun mereka belum mengembalikannya,” ujarnya.

Sementara berdasarkan temuan BPK Perwakilan Provinsi Riau disebutkan, ada tujuh unit kendaraan dinas yang masih dikuasai oleh mantan pejabat TPHBun Provinsi Riau. Tujuh kendaraan tersebut senilai Rp1,583 miliar.***(ran)

VIDEO: GMMK Geram Preman Diduga Mengacau Riau dan Hadang Neno Warisman

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Provinsi Riau, Yana Mulyana mengaku melihat sendiri pendemo Neno Warisman di bandara Pekanbaru berlaku kasar dan memukuli ibu-ibu.

Tak hanya itu, Yana juga mengaku melihat perlakuan kasar aparat kepolisian terhadap tokoh masyarakat Riau.

“Mereka (pendemo diduga dari luar Riau) bukan hanya sekedar hadir, mereka juga memukuli ibu-ibu yang ada disitu, dan disuruh bubar. Saya lihat sendiri pemukulan itu. Kita juga melihat ada peran serta aparat yang berlaku kasar, dan sangat kasar sekali. Kita pulang jam 12 malam, polisi juga mendorong Ibu ibu untuk mundur,” cerita Yana, Selasa (28/8/18).

Berikut Videonya:

Suyatno Tabur Ikan di Perairan Sungai Rokan

Suyatno Tabur Ikan di Perairan Sungai Rokan

Rohil(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Suyatno AMp, bersama pihak PKS PT. Sawit Riau Makmur (SRM) melakukan penaburan benih ikan sebanyak 10 ribu ekor di perairan Sungai Rokan di Kelurahan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Selasa (28/8/2018) pagi.

Selain Bupati Rohil, H. Suyatno juga turut hadir sejumlah kepala dinas, kabid, camat, lurah, penghulu, dan sejumlah lapisan masyarakat.

Bupati Rohil, H. Suyatno mengatakan, bahwa penaburan benih ikan dilakukan PKS PT. SRM sangat baik manfaatnya bagi masyarakat.

“Terkait limbah yang masih dibuang PKS PT. SRM, kita kan ada Dinas Lingkungan Hidup (DLH ), jadi biar DLH nanti yang menanganinya,” ujar Suyatno.

Menurut Suyatno, jika 10 ribu benih ikan itu berjenis campuran. “Kemungkinan 3 bulan kedepan benih ikan ini sudah besar, dan tentunya bisa didapenkan oleh nelayan nantinya,” papar Suyatno.

Disamping penaburan benih ikan, Suyatno juga berharap kepada PKS PT. SRM bisa juga memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Misalnya, jalan Jalur Dua di Kelurahan Banjar XII yang terus dilintasi kendaraan pembawa sawit ke PKS PT. SRM.

“Seperti yang saya sampaikan dalam pidato saya tadi, seluruh perusahaan termasuk PKS PT. SRM, sebaiknya perbaiki jalan, baik itu menggunakan dana CSR atau dana lainnya yang ada di perusahaan itu,” ujar Suyatno.

Terpisah, Kadis DLH Rohil, Suwandi S.Sos menerangkan, jika penaburan benih ikan dilakukan PKS PT. SRM, tidaklah menghilangkan sanksi yang pernah diberikan kepada PKS PT. SRM.

“Sanksi tetap berlanjut, bahkan kita telah hubungi pihak UMRI, jika proposal kajian kemarin sudah duduk, mungkin dalam beberapa hari kedepan telah bisa disampaikan berapa ganti rugi yang harus dilakukan pihak PKS PT. SRM itu,” tutup Suwandi.***(Chan)

PLN Aliri Listrik ke 17 Desa di Provinsi Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Nuansa HUT RI Ke-73, PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau memberikan hadiah kepada masyarakat Riau.

Kali ini sebanyak 17 desa yang tersebar di 5 kabupaten se-provinsi Riau telah dapat menikmati listrik PLN. 11 desa berada di Kabupaten Indragiri Hilir, 3 desa di kabupaten Rokan Hulu, sisanya 1 desa di Kabupaten Siak Sri Indrapura, Kampar dan Kepulauan Meranti.

Dengan tambahan 17 desa itu, hingga Agustus 2018 PLN telah melistriki 1.699 desa dari 1.859 desa yang ada di Propinsi Riau yang serta merta menjadikan rasio desa berlistrik menjadi 91,39 %.

“17 Desa ini sebagai hadiah dari PLN untuk masyarakat Riau. Dengan bertambahnya desa berlistrik ini juga meningkatkan Rasio Elektrifikasi Provinsi Riau,” ungkap General Manager PLN Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau (WRKR) M. Irwansyah Putra.

Irwansyah menjelaskan hingga Juli 2018 Rasio Elektrifikasi Riau sudah mencapai 87,28 % adapun Rasio Elektrifikasi yang sudah mencapai 100% kota Pekanbaru , Dumai dan kabupaten Kampar sedangkan RE yang masih dibawah 60 % adalah kabupaten Pelalawan 59,59% dan Indragiri Hilir 54,8%. Irwansyah optimis dengan kerjasama yang solid antara PLN dengan Pemerintah Daerah maka Ratio Elektifikasi bisa meningkat di akhir tahun ini dan tahun yang akan datang.

*Tantangan Melistriki Desa*

Irwansyah mengakui banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upayanya melistriki desa-desa di Riau, dengan medan yang tidak mudah untuk dilewati menulusuri sungai-sungai yang dangkal dan melewati jalan – jalan yang tidak setapak. Tidak jarang, tiang, kabel dan material listrik lainnya digotong, diangkat dan dibawa oleh Petugas PLN dan warga desa tanpa menggunakan mesin. Hal ini dilakukan demi masyarakat Indonesia khususnya di Riau dapat menikmati listrik.

“Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik terkendala pada pengiriman peralatan listrik karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai bahkan untuk sampai ke jalan-jalan desa petugas harus gotong royong dengan warga memikul tiang-tiang listrik serta material listrik utama, hal ini dikarenakan akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai, pungkas Irwansyah.

*Harapan PLN setelah beroperasinya Infrastruktur Listrik Desa*

Dalam sambutannya Irwansyah mengungkapkan, dengan pengoperasian infrastruktur listrik desa tersebut dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup warga. Harapan PLN kepada seluruh warga yang baru menikmati listrik, PLN mengajak seluruh warga untuk bisa memanfaatkan listrik secara optimal guna meringankan pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual.

“Memasak nasi sekarang bisa mengunakan rice cooker, menjahit yang tadinya masih belum mengunakan mesin jahit listrik, belajar dan mengaji yang tadinya masih mengunakan lampu dari petromax, mulai sekarang dapat memanfaatkan energi listrik yang ada di desa dan di setiap rumah untuk meringankan pekerjaan ada selama ini” ujar Irwansyah.

Begitu besar manfaat energi listrik bagi kehidupan warga untuk itu mari kita jaga dan peliharaan bersama infrastruktur yang baru selesai dibangun oleh PLN.

*Investasi Infrastruktur Listrik Desa*

Dalam mewujudkan infrastruktur listrik pada 17 desa di Riau PLN mengelontorkan dana sebesar Rp. 44 Miliar dari nilai investasi tersebut mendapatkan panjang Jaringan Tegangan Menengah 101,82 KMS, Jaringan Tegangan Rendah 65,35 KMS dan Gardu Distribusi 26 Unit dengan total daya 2,35 MVA.

Pada acara tersebut, Melalui program CSR PLN Peduli memberikan bantuan sembako bagi masyarakat Desa Lubuk Jering sejumlah Rp 15.000.000,-.

Warga pun sangat bahagia atas listrik yang telah disalurkan oleh PLN karena selama ini mereka menggunakan listrik dari genset mereka sendiri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau dan PLN atas listriknya karena sangat membantu meringankan bagi warga kami” ujar Irwansyah Kepala Desa Lubuk Jering.

Sebelum adanya listrik PLN, warga desa Lubuk Jering mengakui bahwa mereka menghabiskan uang untuk listrik dari genset lebih mahal dari pada listrik PLN.

“Alhamdulillah sekarang dengan adanya listrik dari PLN kami menghabiskan uang untuk listrik per bulannya cuma 200 ribu saja. Sebelumnya kami menggunakan listrik genset menghabiskan uang rata-rata 800 ribu perbulannya. Jadi sisa uangnya bisa kami gunakan untuk usaha lainnya” ujar Alias (50) warga Desa Lubuk Jering.

Gubernur Riau mengucapkan terima kasih atas kerja keras PLN demi menerangi Bumi Lancang Kuning (Riau).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak PLN yang telah mewujudkan mimpi masyarakat dan ini membuat kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Riau. Masyarakat bisa mewujudkan mimpi dan harapan masyarakat untuk mendapatkan aliran listrik sehingga akan berdampak pada tumbuhnya ekonomi desa dan kedepan PLN bisa menerangi desa desa yang ada di Riau 100 % meskipun kendala yang dihadapi PLN tidak mudah” ujar Arsyadjuliandi.***(rls)

Kemendikbud Alokasikan Dana RDA di Rohul Rp385 juta

Kemendikbud Alokasikan Dana RDA di Rohul Rp385 juta

Rohul(SegmenNews.com)- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, alokasikan dana Revitalisasi Desa Adat (RDA) melalui APBN 2018 sebesar Rp385 juta lebih, untuk pembangunan 2 unit rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti dan Balai Adat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah.

“Bangunan yang dialokasikan dari bantuan RDA oleh Kemendikbud RI melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Kepercayaan Terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa dan Tradisi, diajukan melalui proposal oleh Desa adat Rambah Tengah Barat pembangunan 2 unit rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti dan Balai Adat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah,” jelas Ketua Desa Adat Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Huta Haiti, Endang Sunaryo didampingi Bendahara Desa Adat Maslan Hasibuan , Selasa (28/8/2018).

Diakui Endang Sunaryo yang juga Ketua LKA Huta Haiti bergelar Marajo Kayo, dari 385 juta lebih dana yang dialokasikan Kemendikbud RI melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Kepercayaan Terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa dan Tradisi, diperuntukan pembangunan pembangunan 2 unit rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti dan Balai Adat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah.

“Sekitar Rp147,235 juta untuk pembanguna Balai Adat Desa Rambah Tengah Baratsedangkan Rp. 203, 285 juta lagi diperuntukan pembangunan rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati Huta Haiti. Pelaksana kegiatan sudah dimulai Juli 2018 hingga 90 hari kalander, sedangkan progres pengerajaannya sudah mencapai 60 persen,” kata Marajo Kayo.

Marajo Kayo mengaku, pembangunan dua unit bangunan yang merupakan bangunan bersejarah karena bangunan sudah tua dan rusak dimakan usia serta tidak layak dimanfaatkan. Sehingga, melalui proposal yang diajukan tersebut dilakukan pembangunan kembali, namun tidak merubah bentuk bangunan aslinya.***(fit)

40 Peserta dari Rohul Ikuti RPHD di Pekanbaru

Pelatihan Penyusunan Dokumen RPHD oleh BDLHK

Rohul(SegmenNews.com)– Sebanyak 40 warga tergabung Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) dari 3 desa di Rokan Hulu (Rohul), diberikan pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan Hutan Desa (RPHD), oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru.

Diakui panitia pelaksana kegiatan dari BDLHK Pekanbaru, Suhato. dan Randan, Selasa (28/8/2018) mengatakan, pelatihan yang diberikan selama tiga hari mulai 27 hingga 29 Agustus 2019 yang dipusatkan di Kecamatan Rambah Samo.

“Selain memberikan materi teori di kantor camat, kemudian kita laksanakan praktek di Dusun Keamat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, terkait pengelolaan RPHD untuk pembudidayaan kecambah benih aren, proses penyadapan air enau langsung dari batang, hingga pembuatan gulau semut dan gulau enau (aren),”

“Kemudian, hasil dari teori dan praktek lapangan kita presentasikan pada 29 Agustus 2018, baru penutupan dan seluruh peserta diberikan sertifikat. Kemudian, inti pelaksanaan bukan fokus satu jenis komoditi saja, namun banyak tanaman lainnya seperti buah rotan jernang, gaharu, serta aren. Terget dari kegiatan kita, kedepannya seluruh masyarakat bisa mengembangkan bidu daya berbagai tanaman di RPHD untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa setempat,” harap Suharto.

Kemudian di kegiatan tersebut, juga menghadirkan tenaga pengajar dari Widiyaiswara BDLHK Pekanbaru H.Mukamadun.S,Hut.M.Si dan DR Slamet Wahyudi.S.Pd.M.Si, juga dihadiri mantan Kabid Rehabilitasi Perhutanan Sosial Dishutbun Rohul H.Yosrizal S.P, juga Kepala Desa Rambah Tengah Hilir Sofian, Ketua Karang Taruna Desa Rambah Tengah Hilir, Arfin Nst.S.Ag, serta para peserta pelatihan RPHD.

H.Mukamadun.S,Hut.M.Si dalam keterangan menyatakan, ke 40 peserta pelatihan nantinya diberikan bekal pengetahuan terkait pengelolaan RPHD. Menurutnya, saat ini luas hutan desa di Desa Rambah Tengah Hilir capai 1853 hektar, Desa Sungai salak 2405 hektar dan Desa Pemadang 8000 hektar.

“Hutan desa yang ada diberikan kewenangan pemerintah, agar masyarakat tempatan mengelonanya selama 35 tahun, dan bisa dipernjang untuk pengelolaan desa oleh LPHD. Tahun ini untuk Rohul, ada 3 desa yang diberikan pelatihan, dan pelaksaan pelatihannya di Rohul sudah sejak Mei 2017,”

“Kita dari Widiyaiswara BDLHK Pekanbaru bersama BDLHK Pekanbaru, turun langsung memberikan pelatihan. Sehingga kedepannya, masyarakat bisa memahami terkait dalam pengelolaan hutan desa yang sudah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Selain di Riau, kita juga berikan pelatihan bagi masyarakat di 4 Provinsi lainnya di Indonesia seperti Jambi, Pelambang, Bengkulu dan Kepulauan Riau,” kata Mukamadun.

Selain itu sebut H.Mukamadun, masyarakat juga dilatih menyusun rencana kegiatan, juga nantinya hutan desa akan ditanam jenis apa. Tetapi, target kedepannya pelatihan untuk tanaman rotan jernang , pengemabngan madu lebah, juga untuk jenis tanaman di bawah tegakan seperti jahe, kencur, nilam dan jenis lainnya. (ADV/Humas Pemkab Rohul)