Pipa diduga pembuangan limbah ke sungai, diduga milik PT SISL
Pelalawan(SegmenNews.Com)- Manager PT. Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL), Eric Harianto mengakui perusahaannya membuang limbah cair ke sungai Kiyap, Desa Kiyap Jaya, Kabupaten Pelalawan.
Menurutnya, pembuangan limbah cair pengolahan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) tersebut sudah mendapatkan izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak.
“Kita ada izin pembuangan limbah cair ke sungai. Izin kita lengkap sesuai baku mutu yang ditentukan BLH,” ujarnya.
Masih menurut Eric, limbah yang dibuang ke sungai tidak mengakibatkan pencemaran, walaupun warna air telah berubah menghitam.
PT.SISL yang beroperasi di Kabupaten Siak ini juga terkesan mengabaikan keluhan masyarakat yang terjangkit penyakit gatal-gatal, dan hilangnya mata pencarian, dan aktivitas masyarakat di sungai.
“Tidak ada masalah. Sejauh ini menurut kami tidak ada masalah,” ujarnya santai.
Diketahui sebelumnya, tokoh masyarakat Desa Kiyap diresahkan dengan aktivitas pembuangan limbah PT.SISL yang sudah berlangsung setahun lebih.
Pembuangan limbah tersebut berdampak pada mata pencarian dan aktivitas masyarakat di sungai, belum lagi masyarakat yang terdampak penyakit gatal-gatal. Baca Disini>>>>.***(Ris)
Mandau(SegmenNews.com)- Sebanyak 12.522 pelajar yang tersebar pada 358 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bengkalis, Kamis 3 April 2018 mengikuti pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018.
Pada hari pertama pelaksanaan USBN 2018, Bupati Bengkalis Amril Mukminin didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Edi Sakura, meninjau sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Pinggir dan Mandau.
Pelaksanaan USBN berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu 3-5 Mei 2018. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama USBN, Bahasa Indonesia. Kemudian pada hari kedua, Matematika dan pada Sabtu (hari ketiga) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, jumlah peserta USBN dari Kecamatan Bengkalis sebanyak 1.689 peserta, terdiri dari 860 peserta laki-laki dan 829 perempuan.
Kecamatan Bantan sebanyak 707 peserta, terdiri 372 peserta laki-laki dan 335 perempuan. Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana sebanyak 763 peserta (laki-laki 363 peserta dan perempuan 400 peserta), Siak Kecil 494 peserta (terdiri 238 laki-laki dan 256 perempuan).
Selanjutnya dari Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan sebanyak 5.716 peserta (laki-laki 2.959 peserta dan 2.757 peserta), Kecamatan Pinggir dan Talang Muandau sebanyak 2.062 peserta (laki-laki 1.081 peserta dan perempuan 981 peserta).
Kecamatan Rupat sebanyak 749 peserta (laki-laki 371 peserta dan perempuan 378 peserta) dan terakhir dari Kecamatan Rupat Utara sebanyak 342 orang, terdiri dari peserta laki-laki 162 orang dan perempuan 180 peserta.
Harapan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, pelaksanaan USBN di Kabupaten Bengkalis berjalan lancar dan sukses, tak kalah penting para peserta lulus dengan nilai memuaskan. #DISKOMINFOTIK
MANDAU – Pada hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 di sejumlah sekolah di Kecamatan Mandau dan Pinggir, Kamis 3 Mei 2018, ternyata membangkitkan nostalgia (kenangan) orang nomor satu di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis.
Nostalgia itu kembali mencuat, ketika Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Mandau, di Jalan Nusantara 2, Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau. Ternyata di sekolah yang saat ini dinakhodai Dewi Mardalena itu, tempat suami dari Kasmarni ini menempuh pendidikan, tepatnya pada sekitar tahun 80-an.
Sebagai sekolah pertama dirinya mengenal cara membaca dan berhitung, tentu banyak kenangan indah yang dirasakan oleh Amril kecil, bersama guru dan teman-temannya. “Ini sekolah saya, pada tahun 80-an,” ujarnya.
Untuk menggugah ingatan mantan Kepala Desa Muara Basung ini, salah seorang guru berkata “Dulu bangunannya tak seperti ini pak. Meski begitu ada beberapa bangunan yang masih seperti dulu.”
Sebagai alumni SDN 10 Mandau, ternyata Kepala Sekolah Dewi Mardalena, memberikan penghormatan khusus kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin dengan memberikan tanjak berwarna hitam dipadu dengan benang emas kemilau.
Tak hanya Bupati Bengkalis yang mendapatkan tanjak dari pihak sekolah, saat itu juga diberikan tanjak Melayu kepada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Heri Indra Putra dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura.
Kepala Sekolah Dewi Mardalena, mengaku senang atas kunjungan Bupati Bengkalis yang meninjau pelaksanaan USBN di sekolahnya. Kehadiran orang nomor satu di Negeri Junjungan ini, tentu merupakan sebuah kebanggaan bagi pihak sekolah, karena salah satu alumninya menjadi menjadi Bupati Kabupaten Bengkalis.
“Kami bangga dan bahagia. Karena salah satu alumni kita menjadi orang nomor satu di kabupaten ini. Mudah-mudahan, kedepan anak-anak kita juga mengikuti jejak Bapak Amril Mukminin,” ujar Dewi.
Seperti diketahui, selain meninjau pelaksanaan USBN di SDN 10 Mandau, Bupati Bengkalis Amril Mukminin meninjau sekolah yang berada dekat dengan rumahnya, yakni SDN 5 Pinggir di Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir. Selanjutnya, Amril Mukminin bersama rombongan meninjau pelaksanaan USBN di SDN 4 Pinggir, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir.
Setelah menanyakan kepada kepala sekolah tentang pelaksanaan USBN di SDN 4 Pinggir, selanjutnya Bupati Amril Mukminin meneruskan perjalanan untuk meninjau USBN di SD swasta Alkautsar, di Jalan Kayangan, Kecamatan Mandau. Terakhir, rombongan meninjau pelaksanaan ujian di SDN 10 Jalan Nusantara 2 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau.
Turut dalam rombongan yang meninjau pelaksanaan USBN di sekolah Kecamatan Mandau dan Pinggir, yakni Camat Mandau Basuki Rahmat, Camat Pinggir Toharudin, Camat Bathin Solapan dan Plt Camat Talang Muandau Al Azmi Zulihar.***(dskmf/Edi)
Meranti(SegmenNews.com)- Hambali, warga Desa Meranti Bunting, Kabupaten Meranti mengaku membeli Kempang (alat transportasi air) milik Desa Mekong yang merupakan bantuan Pemkab Meranti.
Kepada SegmenNews.com, Hambali mengaku membeli kempang dari Sam keponakan Kades Mekong Daman, seharga Rp35 juta.
“Saya memang tidak berurusan dengan Daman (Kades) yang menjual anak saudaranya bernama Sam, saya beli kemaren 35 juta,” kata Hambali warga Desa Meranti Bunting, dihubungi SegmenNews.com, Kamis (03/05/218).
Ia mengaku, saat dibeli, kempang dalam kondisi kurang bagus, mesin kempang sudah diganti dan papan kempang saat itu ada yang terbuka.
“Saat saya membeli kempang itu kondisinya kurang bagus, mesinnya sudah diganti dan papan kempang juga sudah ada yang terbuka,” akunya.
Saat ini kempang tersebut sudah diperbaiki, bahkan Hambali berniat menjualnya kembali seharga Rp60 juta.
“Sekarang kondisinya sudah bagus, jika ada orang yang mau membelinya mau saya jual sebesar Rp60 jt,” sebutnya.
Sebelumnya, Kades Mekong, Daman tidak mengakui telah menjual kempang. Baca disini>>>>>>. ***(Dham)
Pekanbaru(SegmenNews.com) – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H.Irwan MSi melakukan kunjungan Kerja dan silahturahmi ke Kantor wilayah Kementrian hukum dan HAM Provinsi Riau jalan Sudirman Pekanbaru Kamis (3/5/2018).
Kunjungan kerja bupati yang di dampingi oleh Anggota DPRD Komisi I Fauzi , Asiaten I Jonizar Kabag Humas Helfandi MSi, Kabag Hukum Sudandri MH , dan Kabag Kesra Husni Gamal beserta staf disambut hangat oleh Kakanwil Kemenkum HAM .M.Diah yang asli putra meranti.
Pertemuan ini seperti pertemuan saudara, pertemuan ini bukan saja silahturahmi antara Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Kementrian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Riau tapi juga merupakan silaturahmi antar saudara se Kampung.
Pada kesempatan ini banyak hal yang mereka bicarakan seperti sejarah Kakanwil yang asli orang meranti yang lahir dan besar di Bina Sempian aRansang Pesisir, dan kenangan dikampung Halaman sampai dengan program dari Kakanwil menkum HAM yang dapat dikerjasamakan dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kakanwil M.Diah mengatakan sangat senang sekali atas kehadiran dari saudara saudara dari kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam pertemuan ini Beliau mengadakan ada beberapa program yang dapat nantinya di senerjikan dengan kabupaten Kepulauan Meranti seperti Bantuan Hukum untuk Masyarakat yang membutuhkan, Desa sadar hukum, Hak asasi Manusia, Kekayaan intelektual dan Produk Produk Hukum Daerah.
Menyambut Baik Program Program dari Kakanwil Kemenkum HAM Bupati Kepulauan Meranti siap melakukan Kejasama dengan Kakanwil Kemenkum HAM dan mengundang Bapak M.Diah untuk pulang Kampung Ke Meranti.
Pada kesempatan ini Bupati Kepulauan Meranti menyampaikan tentang keadaan Lapas yang ada di Selatpanjang yang sudah penuh, dan harus dicarikan solusi. Bupati mengatakan siap untuk menyiapkan lahan baru untuk pembangunan Lapas yang baru.
Beliau juga membicarakan tentang sekolah tinggi Kemenkum HAM, dan meminta agar adanya sosialisasi dan pembinaan untuk putra putri Meranti agar dapat masuk di sekolah tinggi Menkum HAM.
Selain itu bupati siap membantu Kemenkum HAM dalam penyuluhan Narkoba dan Kekerasan pada anak di kabupaten Kepulauan Meranti, karena Kabupaten Kepulauan Meranti sangat butuh sekali dengan penyuluhan tersebut ungkap Bupati Kepulauan Meranti.***(Dham/Pemkab Meranti)
Tembilahan(SegmenNews.com)- Pejabat sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Rudyanto menghadiri penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101 tahun 2018, Kamis (3/5/2018) di halaman kantor Camat Keritang. Kegiatan kurang lebih sebulan ini ditutup Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM.
Danrem mengatakan, sejak dimulainya TMMD 4 April lalu, kegiatan tersebut dinilai berlangsung cukup efektif sesuai harapan.
“Terselesaikan 100 persen, baik kegiatan fisik maupun non fisik. Kita harap apa yg telah dibangun dapat bermanfaat bagi masyarakat yang hasilnya mempunyai usia panjang,” kata Anto, sapaan akrab Kolonel Inf Sonny Aprianto.
Sementara itu, Pjs Bupati Inhil, Rudyanto bersyukur kegiatan itu berlangsung dengan baik. Sehingga masyarakatnya dapat menikmati hasil kegiatan TMMD yang sangat bermanfaat bagi daerah dan masyarakat.
“Dari kegiatan ini dapat dilihat bahwa TNI mampu bekerjasama dengan masyarakat. Syukur Alhamdulillah semua berjalan dengan baik yang dapat memajukan daerah di desa yang hasilnya bisa dinikmati,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut juga di lakukan peresmian 3 koramil sekaligus penandatanganan prarsasti TMMD Ke-101 oleh Danrem 031/Wirabima dan Pjs Bupati.
Usai penutupan, Danrem yang diiringi jajarannya bersama Pjs Bupati Inhil meninjau satu persatu hasil kegiatan TMMD ke-101 sekaligus peresmian Jembatan beton hasil dari TMMD ke-101 di Desa Nusantara Jaya, Kecamatan Keritang.***(Advertorial/hms)
Padang(SegmenNews.com)- Sebanyak 8 wartawan asal Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Sumatera Barat (Sumbar). UKW yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar ini dimulai, Jum’at (4/5/18) hingga Sabtu.
Para wartawan dari Kuansing antusias mengikuti pengarahan dari Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus di ruang pertemuan kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azischan, Padang, Kamis siang (3/5/18).
“UKW ini, yang ke-8 di Diklat Bank Nagari, Jalan By Pass Panggambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang. UKW itu selama dua hari, Jumat-Sabtu 4 s/ d 5 Mei. Dengan jumlah seluruh peserta 35 orang,” kata Heranof saat memberikan arahan pada pra UKW.
Direncanakan, UKW tersebut akan dibuka oleh Gubernur Sumbar,Irwan Prayitno.
Menurut Heranof, UKW itu sudah yang ke-8 kali dilaksanakan di Sumbar dan dua kali terakhir ini PWI bekerjasama dengan Bank Nagari.
“Kita sama-sama berharap seluruh peserta yang ikut UKW jadi jurnalis yang berkompeten. Sertifikat UKW-nya nantinya akan dikeluarkan Dewan Pers,” ujar Heranof.
Sementara itu, Sawir Pribadi yang juga Wapimpred Singgalang menekan selama UKW peserta diharapkan disiplin dan berpakaian rapi. “Kami menekankan jangan sampai ada pula yang datang terlambat. UKW dimulai pukul 08.00 pagi,” tekannya.
Menurut Sawir, peserta dibagi tiga kelompok. Wartawan Muda, Madya dan wartawan Utama. Materi yang bakal diuji selain kode etik jurnalistik juga jejaringan.
“Khusus untuk wartawan muda selain jejaringan, juga lebih menekankan membuat berita. Sementara Madya membuat tajuk atau komentar, sedangkan kategori Utama lebih ditekannya bagaimana rancangan berita yang bakal diterbitkan esok harinya,” tambahnya.
Masih kata Sawir Pribadi, Setelah Wartawan Kompeten nantinya jangan pernah merasa kita yang lebih layak menulis, ingat banyak orang yang bisa menulis namun belum berkesempatan untuk mengikuti UKW, ini menjadi sebuah beban moral bagi seorang jurnalis yang sudah kompeten agar tidak membuat tulisan – tulisan yang di pelintir.***(lind)
Pipa diduga pembuangan limbah ke sungai, diduga milik PT SISL
Pelalawan(SegmenNews.Com)- PT. Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL) beroperasi di Desa Kerinci Kiri, Kabupaten Siak, diduga membuang limbah hasil olahan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) ke Sungai Kiyap, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Seikijang, Kabupaten Pelalawan.
Tak tanggung-tanggung, aktivitas pembuangan limbah ke sungai tersebut diduga sudah berlangsung selama setahun.
“Pembuangan limbah tersebut sudah berjalan setahun lebih, ironisnya sampai hari ini tidak ada tindakan yang pasti dari pihak perusahaan dan pemerintah,” sampai tokoh adat Desa Kiyap Jaya, Basrah (44) kepada SegmenNews.com, Kamis (3/5/18).
Akibat pencemaran sungai itu, kata Basrah, masyarakat setempat tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai untuk minum dan mandi, begitu juga dengan nelayan tidak bisa lagi mencari ikan di sungai.
Dia juga khawatir, jika aktivitas pembuangan limbah tetap dibiarkan, tradisi adat “Mandi Balimau Potang Mogang” yang merupakan acara sakral memasuki bulan Ramadhan tidak bisa dilaksanakan di Sungai Kiyap tersebut.
“Masyarakat sudah sangat dirugikan. Ditambah lagi acara tradisi adat nanti akan batal karena pencemaran sungai,” kesalnya.
Keluhan juga disampaikan, Siti (55), katanya, sejak Sungai Kiyap tercemar limbah, masyarakat setempat tidak berani lagi mandi dan mencuci pakaian disungai, sebab masyarakat sudah banyak terjangkit penyakit gatal-gatal.
“Padahal sebelumnya, air sungai bersih menjadi salah satu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat berharap dinas terkait dan pemerintah segera menindak PT.SISL dan memulihkan sungai.
Sejauh ini, Humas PT. SISL, Riyan Siregar belum bersedia memberikan keterangannya.
“Besok saja ya bang, saya lagi ada rapat di Siak,” jawabnya singkat melalui sambungan telephon.***(Ris)
Diduga Dijual, Kades Mekong Klaim Pinjamkan Kempang Bantuan Pemprov
Meranti(SegmenNews.com)- Daman, Kepala Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, mengklaim telah meminjamkan kempang (alat transportasi air), merupakan bantuan Pemrov Riau melalui Dinas Perhubungan tahun 2015, kepada warga desa lain.
“Kempang tidak bisa dioperasikan karena tidak sesuai dengan pelabuhan. Dari pada lapuk dan terbengkalai, lebih baik dipinjamkan saja ke pihak yang bisa memanfaatkanya,” tukasnya, Selasa (1/5/18)
Diakui Daman, kempang tersebut akhirnya dipinjamkan melalui keponakannya, Sam kepada HB warga Desa Meranti Bunting.
Sebelumnya, dikabarkan kempang tersebut diduga dijual oleh Kades Mekong Daman kepada HB senilai Rp35 juta. Bantuan hibah tersebut sedianya diperuntukkan sebagai alat transportasi dibawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dugaan penjualan kempang tersebut sempat menghebohkan masyarakat Desa Mekong.***(Dham)
Pekanbaru(SegmenNews.com)-Jaksa Penuntut Umum Kejari Kuansing, menuntut Mantan Sekdakab Kuansing, Munarman dan Bendahara Pengeluaran Setda, Doni, selama satu tahun 10 bulan penjara. Keduanya dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pemberian bantuan pendidikan bagi PNS di lingkungan Sekdakab Kuansing.
Terdakwa Muharman diadili
Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Jhon L Hutagalung SH, di hadapan majelis hakim yang diketuai Toni Irfan SH, pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (3/5/2018).
Dalam tuntutannya, Jaksa menilai terdakwa Muharman dan Doni terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Selain itu, Jaksa juga menuntut kedua terdakwa membayat denda sebesar Rp50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Terhadap kedua terdakwa, jaksa tidak lagi menuntut pengembalian uang, karena telah dikembalikan seluruhnya ketika proses penyidikan di Kejaksaan.
Pada sidang sebelumnya, terungkap pemberian bantuan pendidikan di Kabupaten Kuansing tahun 2015-2016 menyalahi ketentuan. Tahun sèbelumnya juga diduga menyimpang karena menggunakan metode yang sama.
Hal ini diungkapkan terdakwa Doni yang memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Munarman, mengungkapkan, dirinya mencairkan bantuan pendidikan tahun 2015 dan 2016 tersebut berdasarkan DPA yang diserahkan pejabat Bendahara Pengeluaran sebelumnya.
Penerima bantuan pendidikan tersebut lanjutnya, ada yang PNS di lingkungan Pemkab Kuansing, honorer dan juga warga Kabupaten Inhu. “Para penerima itu sebelumnya mengajukan proposal kepada Bupati Kuansing, CQ Sekda. Kemudian didisposisi oleh Sekda dan Asisten III, selanjutnya baru ke meja saya,” ujarnya.
Ketika berkas tersebut sampai kepada dirinya, Doni mengaku kemudian melihat dalam daftar DPA nama-nama penerima tersebut. “Jika ada maka akan saya cairkan sesuai besaran yangbada pada DPA. Jika tidak ada maka tida bisa dicairkan,” ujarnya.
Ketika ditanya hakim mengapa terdakwa Doni tetap mencairkan padahal DPA tersebut menyalahi ketentuan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, karena PNS yang izin belajar tidak diperbolehkan memperoleh babtuan pendidikan, Doni mengaku tidak mengetahuinya. “Setahu saya DPA ini turunan dari APBD yang sudah disahkan oleh DPRD sebelumnya. Selain itu pemberi bantuan ini juga sudah berlangsung setiap tahun sebelum saya menjabat Bendahara Pengeluaran. Saya mengetahui ini karena sebelumnya saya juga staf di bagian keuangan,” ujarnya.***(ran)
Kelurahan Selatpanjang Barat Segera Launching Bank Sampah
Meranti(SegmenNews.com)- Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti berencana akan launching perdana Bank Sampah. Bekerja sama dengan Rumah Zakat, program itu direncanakan akan dijalankan usai Lebaran 2018.
Lurah Selatpanjang Barat Media Nova S,Sos mengatakan, program sedekah sampah dikumpulkan/dijual ke RZ lalu dana digunakan untuk dana sosial/sedekah misal untuk orang sakit, meninggal, melahirkan dan lain-lain.
“Direncakan akan di launching perdana setelah lebaran 2018 ini, insya Allah SWT mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar dia, Kamis (03/04/2018).
Dikatakan Media Nova, sistem Bank sampah Selatpanjang Barat warga menjual ke bank sampah, disimpan dalam bentuk buku tabungan atau bisa diambil tunai
“Ada juga yang nabung minimal 10% dari penjualan,” bebernya.
Kedepan, jelas dia program ini akan dijajaki kerjasama dengan pengrajin yang bisa mendaur ulang sampah agar sampah lebih berdaya jual tinggi.
“Salah satu contoh, produk tas dari bungkus indomie, vas bunga darr koran dan lebih banyak lagi,” jelasnya.***(Dham)