Beranda blog Halaman 1493

Wabup Said Berharap Pusat Prioritaskan Pembangunan Meranti

Jakarta(SegmenNews.com)- Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim yang didampingi Kepala Bappeda Kepulauan Meranti H. Makmun Murod menghadiri acara Musyarawah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018, yang bertempat di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/18).

Selain Wabup Meranti, juga di hadiri Para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga  Negara dan 34 Gubernur,  514 Bupati/Walikota se-Indonesia dan Para undangan lainnya.

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) yang dimulai dari pada jam 9.00 Wib.  Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Ir H Joko Widodo.

Rangkaian acara dimulai dari laporan Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro. Dalam laporannya, Bambang mengatakan, hasil Musrenbangnas ini nantinya, akan digunakan untuk melengkapi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019, yang kembali akan dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia.

“Musrenbangnas 2018 ini  merupakan forum koordinasi antar Kementerian/Lembaga (K/L), antara pusat dan daerah untuk mewujudkan sinergi perencanaan pembangunan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019,” ujarnya.

Penyusunan RKP 2019 ini pun, menurut Bambang, menggunakan prinsip money follows program melalui pendekatan tematik, holistik dan integratif, dan spasial dengan empat fokus penguatan. Pertama, perkuatan perencanaan dan penganggaran. Kedua, perkuatan pengendalian perencanaan. Ketiga, perkuatan perencanaan berbasis kewilayahan. Keempat, perkuatan integrasi sumber pendanaan, baik dari APBN, ABPD, maupun badan usaha, meliputi BUMN, BUMD, serta pihak swasta.

Ia menambahkan, dalam Musrenbangnas, setiap program dan proyek prioritas Nasional beserta lokasinya akan dibahas bersama antara Kementerian / Lembaga dengan Pemprov  se – Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan pemberian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018. Anugerah ini diberikan kepada daerah yang telah menyusun perencanaan dengan baik, membuat inovasi perencanaan terbaik dan peningkatan tertinggi kualitas perencanaan.

Selanjutnya, arahan dari Presiden Joko Widodo dalam sambutannya  mengatakan, pertama, bahwa anggaran setiap daerah dari tahun ketahun sepertinya tidak pernah fokus, dan terlalu banyaknya prioritas pembangunan, sehingga pembangunan tidak terselesaikan dengan baik.

“Saya mengharapkan, agar pusat, provinsi dan daerah memfokuskan anggaran, dan juga jangan terlalu banyak prioritas pembangunan, cukup 1,2 dan 3 saja, semakin sedikit prioritas, semakin fokus mengerjakannya,” ujar Jokowi.

Dunia sudah berubah sekarang ini jangan kita lambat contoh robot cetak rumah salah satu proyek di Rusia semua bergerak dengan cepat.

“Oleh sebab itu, kita jangan sampai tertinggal, lambat dengan zaman globalisasi. Sesuai dengan pepatah bukan yang besar mengalahkan yang kecil dan yang cepat bukan mengalahkan yang lambat, itu yang terjadi sekarang ini”, ucapnya.

Lanjut Presiden, investasi Indonesia kalah jauh dengan negara tetangga jangan sampai terjebak dalam rutinitas dan terbiasa dengan prosedur yang rumit. Orientasi Indonesia bukan prosedurer jadi yang diharapkan berorientasi terhadap hasil.

“Oleh sebab itu, marilah merencanakan dengan sebaiknya dan saya titip di kementerian/ lembaga dan jangan ketergantungan dengan APBN dan APBD saja. Aplikasi daerah gunakan itu dapat di talangi dengan cepat dan akurat”,  imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, Wabup Said Hasyim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap, dengan diselenggarakannya Musrenbangnas ini, pemerintah pusat lebih meningkatkan dukungannya, perhatikan khusus untuk pembangunan Kabupaten Meranti Provinsi Riau ini. Dan usulan-usulan prioritas utama Kabupaten Kepulauan Meranti yakni pembangunan insfrastruktur jalan poros, penanggulangan abrasi yang telah disampaikan dapat terealisasi mulai dari pendidikan, kesehatan, air bersih,  pertanian, listrik dan perkebunan demi kesejahteraan masyarakat meranti kedepannya.

“Untuk itu, kita meminta kepada pemerintah pusat yang nantinya juga didukung oleh Pemprov Riau, agar apa yang telah Meranti usulkan untuk pembangunan Kabupaten dapat terealisasi, sehingga tidak ada lagi hambatan maupun kendala  baik dari segi anggaran maupun tekniknya,” ucap Said.

Wabup Said Hasyim juga mengharapkan, dengan dukungan dana APBN maupun dana APBD Provinsi Riau, percepatan pembangunan infrastruktur di Meranti dapat terealisasi dengan cepat. Hal tersebut dikarenakan pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, selama ini terus mensinergikan setiap program pembangunan di Meranti dengan program pembangunan yang ada di pusat dan provinsi, yang disesuaikan dengan kebutuhan prioritas daerah.

Ikut mendampingi Wakil Bupati H Said Hasyim pada Musrenbangnas 2018, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  Kabupaten Meranti Ir Mamun Murod MM  Pejabat lainnya.

Sementara itu disela mengikuti Kegiatan Musrenbangnas di Jakarta, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim juga berkesempatan bertemu dan berdialog dengan Gubernur Papua dimana Sagu merupakan salah satu hasil perkebunan andalan Meranti.

Dipaparkan H. Said Hasyim, dengan adanya Sagu yang menjadi sumber pendapatan masyarakat di Meranti dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, apalagi jika Meranti memiliki industri hilir yang mampu mengolah Sagu menjadi berbagai turunan makanan.

“Tentunya akan memberikan Multyplier Efek yang besar terhadap masyarakat,” ujar Wakil Bupati Meranti.

Dalam bincang bincangnya bersama orang nomor satu di Provinsi Papua itu, Wakil Bupati mengatakan Sagu selain menjadi salah satu penunjang ekonomi juga membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Mendengar pemaparan Wakil Bupati Meranti tersebut, Gubernur Papua mengaku akan mengintruksikan Bupati dan Walikota yang ada didaerahnya untuk menyiapkan berbagai menu Sagu agar dapat sukses mengambangkan Sagu seperti Meranti.***(Dham/Pemkab Meranti)

Terkait Tewasnya Ibu Muda, PLN: Laporkan Listrik Bermasalah

Manager PLN Rayon Selatpanjang, Annas Yasin Ilmianto

Meranti(SegmenNews.com)- Menyikapi meninggalnya seorang ibu muda, Semi 31 tahun, warga Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Manager PLN Rayon Selatpanjang, Annas Yasin Ilmianto menghimbau masyarakat segera melaporkan jaringan listrik bermasalah.

“Kami dari PLN sangat berharap musibah seperti ini tidak terjadi lagi, untuk pelanggan jika ada permasalahan terkait kelistrikan dapat segera menghubungi PLN,” ujar Annas saat dihubungi media ini, Senin (30/04/2018).

Baca Juga: Ini Muda Tewas Tersengat Listrik di Kamar Mandi

Ketika disinggung terkait pemasangan kabel yang tidak menggunakan pipa, diduga tidak sesuai dengan standar Sertifikat Laik Operasi (SLO). Annas menyebutkan itu ranahnya KONSUIL, kewenangan PT PLN (Rayon) Selatpanjang hanya sampai ke Kwh meter pelanggan.

“Sertifikat Laik Operasi (SLO), Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (KONSUIL) yang mengeluarkan dan kejadian itu tidak juga menjadi bertanggung jawab penuh mereka, karena setelah pemeriksaan sudah sesuai standar, kan kita gak tau penggunaan pelanggan seperti apa,” bebernya.

Sebelumnya, jelas Annas. Pihak PLN melalui P2TL juga telah melakukan sosialisasi hal itu gunanya untuk menertibkan pelanggan agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Disini kami berusaha untuk menghindari adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, jadi harapan kami, agar masyarakat lebih tertib listrik,” jelasnya.

“Tugas kita saat ini, kita akan melakukan evaluasi kembali dan akan kami normalkan jika ada kelainan, memang belum bisa dipastikan karena butuh waktu pemeriksaannya dan rumah pelanggan sekarang masih dalam kondisi berduka,” tambahnya.***(Dham)

Sekda Inhil Hadiri Istighotsah di Kecamatan Gaung

Tembilahan(SegmenNews.com)- Dalam rangka memperingati Milad ke-22, Pemerintah Kecamatan Gaung beserta masyarakat menggelar Istighotsah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kamis (26/4/18).

Bertempat di Mesjid Raya Biturrahman Kelurahan Kuala Lahang, acara dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin SE MP MSn, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan Inhil Junaidy SSos MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil H Mukhtar T MH, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin SKM MKes, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Inhil Drs Nursal MSi, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil Zul Irma Indra, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Penataan dan Kerjasama (Litbang-PK) Bappeda Inhil Afarahim, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Edisman.

Pada kesempatan itu, turut hadir Camat Gaung H Nurmansyah AR SSos, Unsur Forkopimcam Gaung, Ustadzah Nurhidayah selaku penceramah, tokoh agama, tokoh masyarakat, siswa-siswi kecamatan Gaung, masyarakat setempat, dan para undangan.

Camat Gaung mengatakan bahwa istighotsah merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Milad Kecamatan Gaung yang telah dimulai sejak tahun 2010. Ia berterimakasih kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Inhil yang menyediakan waktu untuk hadir di acara tersebut. “Semoga pemimpin-pemimpin negeri kita mendapat limpahan nikmat barokah serta lindungan dari Allah. Sehat dan dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Terimakasih kepada masyarakat yang menghadiri acara ini. Mudah-mudahan di antara kita ada yang makbul doanya sehingga dikabulkan Allah SWT,” ujarnya.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Sekda Inhil menyerahkan Al Quran kepada perwakilan dari Mesjid yang mendapat bantuan pengadaan Al Quran. Selaku Pemerintah Kabupaten Inhil, ia memberi apresiasi atas pelaksanaan kegiatan religi ini.***(Adv/diskominfo)

Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil 

Meranti(SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si mengikuti Rapat Koordinasi Kelompk Kerja (POKJA), Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil  (KAT) Tahun 2018, kegiatan dalam rangka menghimpun masukan dan saran terkait permasalahan yang dihadapi oleh KAT sehingga mampu hidup layak dan sejahtera, dilaksanakan di Gedung Orange, Kantor Bupati, Senin (29/42018).

Hadir dalam kesempatan itu, Mewakili Dir. Pemberdayaan KAT Kementrian Sosial RI Drs. Rinto Indratmoko, Peneliti dari UI Prof. Budiman, Perwakilam Dinas Sosial Provinsi Riau Yulia, Jajaran Eselon II terkait dilingkungan Pemkab. Meranti, Sekretaris Dinas Sosial Kepulauan Meranti dr. Misri, Camat serta Kades.

Dalam rapat yang mengangkat Tema Pemberdayaan KAT Terpadu, Menyeluruh dan Berkesinambungan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menegaskan, pentingnya penanganan Suku Akit atau yang kebih dikenal dengan Suku Asli di Kepulauan Meranti yang masuk dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT), menurutnya KAT merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang memiliki hak yang sama dan harus diangkat derajatnya.

Tak bisa dipungkiri hingga saat ini Komunitas Adat Terpencil yang juga merupakan bagian dari masyarakat Indonesia masih hidup dalam keterbelakangan, hal itu disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan aksesbilitas dan pendidikan yang menyebabkan munculnya masalah sosial, ekonomi, budaya serta hukum.

Untuk itu, diperlukan peran serta semua instansi terkait dengan strateginya dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu secara bersama sama untuk menuntaskan berbagai masalah yang dihadapi KAT.

Sejak terbentuknya Meranti tingkat kemiskinan di Kabupaten termuda di Riau itu mencapai 43 persen, dan kini setelah 8 tahun berlalu tingkat kemiskinan di Meranti telah berhasil ditekan menjadi 30 persen, ternyata dari jumlah itu setengahnya berada pada Komunitas Adat Terpencil yang tinggal di hulu sungai dan daerah terpencil yang sulit diakses.

Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si menilai sangat miris sekali, saat kelompok masyarakat yang diakui sebagai Suku Asli secara adat, justru hidup miskin dan belum mendapatkan hak haknya.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Suku Akit atau yang lebih dikenal dengan Orang Asli agar mereka mendapatkan haknya,” ucap Bupati.

Parahnya lagi, tak jarang kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, kurang berpihak pada Suku Asli, seperti dalam hal kebijakan tata ruang dimana pengelolaan kawasan hutan yang diberikan kepada perusahaan berada dikawasan perkampungan Komunitas Adat Terpencil.

“Kondisi dilapangan Suku Asli yang diakui secara adat, justru tinggal Ilegal untuk itu saya harapkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat berpihak pada KAT,”papar Bupati.

Diakui Bupati, Pemerintah Kabupaten sendiri cukup sulit mengatur kawasan hutan yang menjadi tempat tempat tinggal sebagian besar Suku Asli ini karena sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Lebih jauh diceritakan oleh orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu dalam mencukupi kebutuhan hidupnya tak jarang Suku Asli harus berhadapan dengan masalah hukum, dicontohkan Bupati, mayoritas penghasilan masyarakat Suku Asli adalah menebang dan membawa kayu Teki tapi saat mereka melakukan itu justru ditangkap oleh Kepolisian, AL dan Polisi Hutan.

“Sudahlah kita terlambat memberdayakan mereka, saat mereka berusaha mencukupi kehidupan ekonominya malah ditangkap pula,” jelas Bupati.

Sejauh ini, pendekatan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dalam membantu masyarakat KAT hanya memberikan rumah layak huni, menurut Bupati hal itu belum dapat menyelesaikan masalah, karena belum mengena pada permasalahan yang mendasar.

“Ibarat penyakit yang kita treatment bukan penyakit yang mendasar. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana merubah pola fikir melalui pendidikan sehingga mampu memotong siklus kemiskinan,” jelasnya lagi.

Pada kesempatan itu, secara tegas Bupati Kepulauan Meranti meminta Kades dan Camat lebih serius memperhatikan masalah pendidikan masyarakat Suku Asli yang ada diwilayahnya, selain pendidikan juga kesempatan kerja bagi masyarakat Suku Akit itu.

“Saya minta Kades dan Camat perhatikan masalah pendidikan anak anak Suku Asli dan berikan kesempatan kerja pada mereka jika ada penerimaan pekerjaan,” perintahnya.

Dalam memberdayakan masyarakat Suku Asli, ditambahkan Bupati perlu konsistensi program yang berkesinambungan dari OPD terkait, seperti pernah dilakukan oleh Pemda Meranti dengan membangun asrama yang diperuntukan bagi anak anak Suku Asli yang inhin melanjutkan pendidikan namun tak memiliki tempat tinggal, sayang program itu tidak berjalan lagi.

“Saya minta SKPD membuat dan menjalankan programnya untuk membantu masyarakat Suku Asli, karena mereka merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang perlu diangkat derajatnya” pinta Bupati.

Sementara itu, Mewakili Dir. Pembedayaan KAT Kementrian Sosial RI Drs. Rinto Indratmoko mengungkapkan, penanganan KAT perlu koordinasi aktif antar SKPD terkait. Karena dari hasil survei POKJA KAT yang dilakukan oleh Kementrian Sosial kebanyakan hanya berjalan diatas kertas. Dan sering kali data yang masuk ke Kementrian tidak akurat sehingga dalam penyaluran bantuan menjadi tidak maksimal.

Menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si kembali meminta, pihak Bappeda Kepulauan Meranti untuk duduk satu meja dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka Update Data kemiskinan khususnya dalam pendataan Suku Asli.

Kenapa itu harus dilakukan karena data yang dipedomani oleh Bappenas dan diteruskan ke Kementrian Sosial RI merupakan data yang berasal dari BPS.

“data yang dipakai Bappenas adalah data BPS ini akibatnya tidak sinkronya antara data Pemda dan BPS sering terjadi gep, karena data yang dilaporkan tidak sama dengan kondisi eksisting yang ada dilapangan, untuk itu Bappeda harus Update Data bersama BPS,” perintah Bupati.***(Dham)

Bengkalis Juara 1 Pameran Terbaik Investasi Expro di Yogyakarta

Bengkalis menerima penghargaan

Yogyakarta(SegmenNews.com)- Stand pameran Kabupaten Bengkalis, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bengkalis berhasil meraih prestasi gemilang, .dengan menyabet juara I kategori Stand Pameran Terbaik pada Invesda Expo 2018 yang berlangsung pada tanggal 26 – 29 April 2018 di Jogjakarta Expo Center, Yogyakarta.

Sedangkan juara II dan III diraih stand Kabupaten Bangka Tengah dan stand Pemerintah Provinsi Banten.

Pameran yang digelar untuk ke-14 kalinya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY Kanjeng Sri Paduka Paku Alam IX, Kamis (26/4) lalu dengan diikuti 120 peserta dari Kabupaten/Kota dan 25 Provinsi. Menurut Pelaksana Tugas Kepala DPMPSP Indra Gunawan, Kabupaten Bengkalis berhasil juarai pameran investasi tersebut dengan penilaian stand terbaik, pengunjung terbanyak, dan kecakapan petugas pramustand.

“Suatu kebanggaan Kabupaten Bengkalis bisa menjadi juara pertama, karena dari perwakilan Kab/Kota dan Provinsi se-Indonesia yang mengikuti pameran, kita yang dinilai terbaik.

Mulai dari design stand yang unik dengan paduan nuansa islami dan melayu, materi yang ditampilkan seperti buku dan leaflet peluang investasi, hasil kerajinan tangan dan makanan khas ternyata menyedot banyak sekali pengunjung yang datang. Mereka sangat antusias ingin mengetahui sekilas tentang Kabupaten Bengkalis”, papar Indra.

Sementara itu, koordinator stand pameran DPMPSP Kabupaten Bengkalis Wan Syafrida usai menerima plakat juara mengatakan, Alhamdulillah akhirnya Kabupaten Bengkalis meraih juara pertama pameran investasi berskala nasional dari banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi.

“Mudah-mudahan dengan keberhasilan ini dapat menambah gairah para investor baik nasional maupun internasional yang ingin berivestasi di Kabupaten Bengkalis baik dari sektor pariwisata, perdagangan, komoditi exspor, dan sebagainya”, katanya.

Sebagai agenda tahunan penyelenggara berharap pameran ini dapat mendorong dan merangsang masuknya investasi sekaligus menstimulasi pengembangan dan peningkatan volume perdagangan produk unggulan Indonesia.

Selain itu dengan banyaknya produk unggulan nusantara dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.***(Edi/rls)

Alfedri Launching Perbup Tentang Siak Kabupaten Hijau

Siak(SegmenNews.com)- Setelah dicanangkan sebagai Kabupaten Hijau oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya, pada pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 lalu di Kabupaten Siak.

Pemerintah Kabupaten Siak kemudian melaunching Peraturan Bupati (Perbup) tentang Siak Kabupaten Hijau yang disaksikan langsung oleh tiga kementerian, yakni Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Pemuda dan Olahraga dan kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Siak Alfedri mengatakan, Perbup yang di launching ini, nantinya akan menjadi pedoman bagi masyarakat dan setiap stekholder untuk mewujudkan Siak Kabupaten Hijau, dan menjaga lingkungan.

Kemudian, terkait dengan pelaksanaan Jambore Nasional Generasi Hijau tahun 2018 di Kabupaten Siak, Alfedri mengungkapkan rasa bangganya.

“Alhamdulillah, terpilih nya Kabupaten Siak sebagai tuan rumah JNGH, merupakan hasil dari Keaktifan dari Generasi Hijau Kabupaten Siak yang aktif dalam menjaga lingkungan dan menghadiri pelaksanaan Jambore Nasional setiap tahunnya”, kata Alfedri.

Masih kata Alfedri, Selaku orang tua dan pemerintah, kami bangga dengan kalian. Kalian adalah tumpuan kami (pemerintah), kalau dari yang muda sudah peduli terhadap lingkungan, saya yakin kebijakan pemerintah akan berdampak dengan baik.

Pada pembukaan Jambore Nasional Generasi Hijau tahun 2018, yang dilaksanakan di Pentas Siak Bermadah, Sabtu malam (29/4/2018). Dihadiri oleh 210 perwakilan Generasi Hijau perwakilan 34 Provinsi se-Indonesia.

Plt Presiden Green Generation Indonesia Rafli Rezatama, mengatakan Green Generation merupakan wadah berkumpulnya generasi muda Indonesia. Sesuai dengan visi GG Indonesia mewujudkan generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan.

“Kita semua harus peduli terhadap lingkungan. Persoalan lingkungan tidak hanya di tangani pihak Kementrian Lingkungan Hidup saja, namun di seluruh Kementrian dan seluruh masyarakat Indonesia,” harapnya.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar menjelaskan, bahwa Kota Siak adalah Kota perkembangan peradaban Islam di tanah melayu. Disamping sejarah di Kabupaten Siak, sejarah Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar Indonesia juga menginspirasi perjuangan negara-negara dan tokoh-tokoh didunia.

Sehingga, diharapkannya Green Generation mampu menjadi pewaris Indonesia sebagai bangsa yang maju, untuk mengatasi persoalan lingkungan.

GG harus dapat membangun kultur yang cocok dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Seperti gerakan-gerakan yang telah dilakukan GG yang membawa perubahan.

“Saya tantang kalian untuk menjadi generasi pelopor yang bertanggung jawab terhadap sampah dan lingkungan,” pintanya.

Pelaksanaan Jambore Nasional Generasi Hijau tahun 2018 berlangsung hingga 3 Mei mendatang. Dan acara malam pembukaan ini juga dihadiri Staf Ahli Kemenpora Bidang Ekonomi kreatif Dr Joni Mardizal, Asdep peningkatan kapasitas pemuda I Gusti Putu Raka Ratimai, Plt Gubri yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau, pejabat kabupaten/kota se Riau.***(Rinto).

Wanita di Meranti Tewas Tersengat Listrik di Kamar Mandi

Kondisi korban saat ditemukan (ist)

Meranti(SegmenNews.com)- Semi,  perempuan berumur 31 tahun, warga Jalan Imam Bonjol, Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti ditemukan tewas dikamar mandi, Minggu (29/4/18) pukul 18:15 WIB. Semi diduga tewas akibat tersengat listrik.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH melalui Kapolsek Rangsang, Iptu Budi Pramana membenarkan peristiwa tersebut.

“Sekitar pukul 18:00 Semi (korban) sedang pergi kekamar mandi, kemudian anak korban yang bernama Ipad (laki-laki ) berumur 7 tahun, pergi melihat ibunya didalam kamar mandi, Setelah anak korban tiba dikamar mandi ternyata ibunya sudah terjatuh, melihat ibu nya tidak sadar, lalu Ipad menyiram ibunya dengan air, melihat ibu nya tidak sadar kan diri juga, Ipad berlari menuju kerumah tetangganya yakni kerumah Rohana,” terang Iptu Budi.

Baca Juga: Warga Tewas Tersengat Listrik, PLN: Laporkan Jaringan Listrik Bermasalah

“Rohana pun langsung pergi melihat sang korban dan tampak dari mulut korban mengeluarkan asap, dan rohana pun langsung berteriak dengan maksud meminta bantuan sama warga,” sambungnya.

Pjs Bupati Inhil Buka Festifal FLS2N

Tembilahan(SegmenNews.com)- Pejabat sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau, H Rudyanto membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Menengah Atas (SMA) Tingkat Kabupaten Tahun 2018, Rabu (25/4/2018) di Aula SMAN I Tembilahan Hulu. Kegiatan yang dilaksanakan hingga besok, Kamis (26/4/2018) ini diikuti 243 siswa.

Rudyanto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Saya memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada panitia maupun peserta yang mengikuti festival ini,” ujarnya mengawali sambutan.

Disebutkan, kegiatan ini sebagai wadah untuk menyalurkan bakat siswa di bidang seni. Peserta yang sampai pada tahap tersebut telah berhasil membuktikan dirinya layak bertanding. Karena para peserta juga melewati seleksi di kecamatan masing-masing agar dapat mengirim perwakilan terbaik. “Mungkin ini bukan langkah yang mudah, karena semua butuh perjuangan. Perjuangan itu penting biar kita punya rasa tanggung jawab sampai dapat hasil yang memuaskan,” sebutnya.

Ia memberi semangat kepada para peserta agar dapat mengikuti lomba sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Ia juga mengingatkan agar para peserta yang belum berhasil menjadi pemenang agar tidak berkecil hati.

“Ini adalah salah satu lomba, dalam lomba sudah pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Jadi ini bukan titik terakhir perjuangan. Jika tidak berhasil bukan berarti tidak bagus. Karena lomba mencari siapa yang terbaik yang layak menjadi pemenang. Bagi yang tidak berhasil bukan berarti gagal. Masih ada lomba di tempat lain. Kalah bukan berarti gagal di sini. Mentalnya jangan down. Mungkin di ajang lain bisa menjadi yang terbaik. Sudah banyak kita lihat di ajang pencarian bakat pun banyak yang awalnya tidak berhasil tapi terus di asah kemampuannya,” paparnya.***(Adv/diskominfo)

Operasi Cipkon Gabungan Jelang Ramadhan, Amankan Puluhan Miras

Operasi Cipkon Gabungan Jelang Ramadhan, Amankan Puluhan Miras

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)- Operasi Cipta Kondisi menyambut bulan Suci Ramadhan, Jajaran Polres Pelalawan, Perwakilan Kodim 031/KPR, Satpol PP dan Damkar Pelalawan, dan BNNK Pelalwan mengamankan pulahan botol Minuman Keras (Miras) berbagai jenis, dan tuak pada, Sabtu (28/4/18) malam sekitar Pukul 22:00 WIB..

Informasi yang di rangkum SegmenNews.com, kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pelalawan Kompol Edi Munawar, didampingi Pelda Sawer, Kasat Pol PP Abu Bakar, dan Plt Kasi Brantas BNNK Pelalawan IPTU Bambang Sugeng ini menyisir berbagai tempat yang diduga marak beredarnya barang haram jenis miras dan tuak tersebut.

Selain Miras, target dalam operasi cipta kondisi tersebut juga menyisir pelaku Narkoba, dan penyakit masyarakat (Pekat), Alhasil, petugas mengamankan barang bukti berupa 65 botol Miras berbagai merek, di toko FA (24) warga Jalan Akasia, Pangkalan Kerinci, selanjutnya dari warung MS (26) warga jalan seminai 2 jaringan jenis tuak, dari warung YE (47) jalan jami’ ditemukan 17 botol Miras, dari warung SL (52) perumahan BLP, serta DS (31) dan KS (46) warung jalan poros PT RAPP atau April Group diamankan masing-masing warung 1 ember minuman jenis tuak.

Hal ini di benarkan masing-masing kesatuan saat di konfirmasi SegmenNews.com, Ahad (29/4/18) bahwa seluruh barang bukti di serahkan ke Mapolres Pelalawan guna penindakan lebih lanjut.

“Saat barang bukti hasil Operasi Cipta Kondisi tersebut di amankan di Mapolres Pelalawan guna proses Hukum lebih lanjut,” ungkap Kabag Ops Polres Pelalawan Kompol Edi Munawar melalui Paur Humas Iptu Maraden kepada SegmenNews.com.***(Ris)

Festival dan Kontes Burung Berkicau MBC Cup 2018 di Gelar

Festival dan Kontes Burung Berkicau MBC Cup 2018 di Gelar

Meranti(SegmenNews.com)-  Kontes burung berkicau yang digelar Meranti Bird Club (MBC), Minggu (29/04/18) di taman Cik Puan, Selatpanjang. Berhasil menarik perhatian semua pihak, salah satunya Anggota DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kita patut gembira, dengan dilaksanakannya festival dan kontes burung berkicau MBC CUP 2018 sebagai ajang silahturahmi dan meningkatkan arti kebersamaan antar sesama pecinta burung berkicau sekaligus sebagai kegiatan untuk konservasi/perlindungan burung yang saat ini sudah di kategorikan langka,” ujar Arif Staff Ahli Kantor Bupati Kepulauan Meranti Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

“Saya berharap semoga masyarakat sama-sama mencintai dan menjaga kelestarian hutan hingga pada akhirnya menjaga satwa hutan yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dimana saat ini ada ratusan titik api pembakaran hutan di republik indonesia yang diakibatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab,” tambahnya.

Dijelaskannya, Pemerintah kabupaten kepulauan meranti melihat kegiatan ini sebagai sesuatu yang positif yang berdampak sekaligus membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat seperti pengrajin sangkar, penangkaran burung berkicau, penangkaran jangkrik dan pencari troto, sehingga menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Festival dan kontes burung berkicau ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung Kabupaten Kepulauan Meranti di bidang pariwisata, mengingat sebagian peserta yang hadir berasal dari dalam dan dari luar kota. Tentunya dengan kehadiran lomba ini semakin mempererat ikatan persaudaraan dan kebersamaan komunitas pencinta burung berkicau se lndonesia.

“Dengan acara festival dan kontes burung berkicau ini secara tidak langsung merupakan upaya kita bersama dalam rangka silaturahmi sesama penghobi burung berkicau di Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelas dia.

Dikatakan Arif, Kepada peserta kontes burung berkicau dirinya mengucapkan selamat bertanding dan Kepada tim juri/ wasit telah diberi kepercayaan untuk melakukan tugasnya dengan baik, memberikan penilaian secara objektif dan jujur sesuai dengan kategori perlombaan.

“Saya ucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi tingginya kepada segenap panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah membantu dalam terlaksanakannya festival dan kontes burung berkicau MBC CUP 2018 semoga berjalan lancar dan sukses pada hari ini dan tahun -tahun yang akan datang,” harapnya mengakhiri.

Sementara, Ketua Meranti Bird Club (MBC) Kabupaten Kepulauan Meranti Asnuddin M. Syah mengaku gembira atas apresiasi semua pihak demi mengembangkan nilai budaya burung yang ada di wilayah Kepulauan Meranti.

“Dengan digelarnya kontes burung berkicau ini bisa membangkitkan atau mendorong semangat pencinta burung daerah. Adapun jenis burung yang mengikuti kontes ini, Srindit, Kacer, Kenari, Cucak Ijo, Love Bird, Pleci dan Murai Batu,” terangnya.

Pria yang dikenal memiliki beberapa burung dengan kicauan beragam itu juga sangat bersemangat, pasalnya dalam kontes itu dirinya juga ikut memeriahkan menjadi peserta, bahkan berhasil meraih peringkat pertama pada jenis burung Murai.

“Burung saya jenis Murai Daun alhamdulillah dapat peringkat 1, kemudian jenis Cik Puan peringkat 3, menunggu 1 lagi burung saya yang dulunya menjadi champion di Meranti mudah mudahan kali ini juara lagi,” sebutnya.

Dikatakannya, Kontes burung berkicau tersebut tidak terlepas dari dukungan anggota DPRD E. Miratna sebagai fasilitator. Dia mengharapkan kedepan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti lebih mendukung guna mengembangkan MBC ini, pasalnya didaerah lain MBC sudah berkembang pesat.

“Seperti di Dumai, Bengkalis dan lainnya MBC sudah berkembang pesat, atas dasar itu juga kita ingin mengembangkan, apalagi di Meranti memiliki burung lokal yang beragam, diharapkan semua pihak bisa lebih mendukung lagi,” pintanya.

Anggota DPRD Kepulauan Meranti E.Miratna MSi yang andil menjadi suport kontes burung berkicau MBC Cup 2018 juga sangat apresiasi, untuk kegiatan kontes burung berkicau itu dirinya berupaya memberikan fasilitas untuk keperluan perlombaan.

“Agar berjalan lancar kita berupaya menyediakan beberapa keperluan untuk perlombaan, mudah mudahan kontes burung ini menjadi acuan untuk semua peserta agar lebih bersemangat meningkatkan budaya yang hampir hilang dimakan jaman,” bebernya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Nanak itu juga mengharapkan masyarakat Kepulauan Meranti harus terus mengembangkan nyanyian burung asli daerah, agar icon yang bernilai penting itu tidak pudar. Dengan digelar kontes ini masyarakat memiliki kegiatan positif.

“Kita akan terus mendorong, selagi kegiatan itu bernilai positif apa lagi mengembangkan icon daerah,” tutupnya.***(Dham)