Beranda blog Halaman 18

Harga CPO Turun, Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.677 per Kg

Ilustrasi net

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Berdasarkan hasil kesepakatan tim harga, penetapan harga periode 11 – 24 Februari 2026 telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh Tim untuk penurunan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 65,82/Kg atau mencapai 1,76 persen dari harga periode lalu.

“Sehingga harga pembelian TBS petani turun menjadi Rp 3.677,52/Kg dan berlaku untuk periode dua minggu kedepan, dengan harga cangkang sebesar Rp 19,47/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,67 persen harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp 413,39 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 419,80 dari minggu lalu,” katanya.

Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 13 tahun 2024 pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp 14.870,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp 12.637,50.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan,” sebutnya.

Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO. Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata Kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.

“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau No. 05 Periode 11 – 24 Februari 2026:

Umur 3 Th (Rp 2.835,11);

Umur 4 Th (Rp 3.213,44);

Umur 5 Th (Rp 3.405,54);

Umur 6 Th (Rp 3.553,78);

Umur 7 Th (Rp 3.630,34);

Umur 8 Th (Rp 3.673,22);

Umur 9 Th (Rp 3.677,52);

Umur 10-20 Th (Rp 3.657,91);

Umur 21 Th (Rp 3.600,55);

Umur 22 Th (Rp 3.545,59);

Umur 23 Th (Rp 3.486,87);

Umur 24 Th (Rp 3.422,52);

Umur 25 Th (Rp 3.350,14);

Umur 26 Th (Rp 3.306,27);

Umur 27 Th (Rp 3.262,24);

Umur 28 Th (Rp 3.219,41);

Umur 29 Th (Rp 3.203,02);

Umur 30 Th (Rp 3.189,36).***(mr)

Gajah Mati Ditembak, Polda Riau Periksa 26 Saksi PT.RAPP dan PT.Arara Abadi

Gajah Mati Ditembak, Polda Riau Periksa 26 Saksi PT.RAPP dan PT.Arara Abadi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Hingga saat ini jajaran Polda Riau masih melakukan penyelidikan terkait gajah mati mengenaskan di konsesi PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP), Sektor Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Gajah jantan tersebut mati dalam posisi duduk, tanpa gading dengan kepala dan belalai terputus.

Juru bicara Polda Riau, AKBP R.A Samosir, Selasa 10 Februari 2026 mengatakan pihaknya telah memeriksa 26 orang saksi dari PT.RAPP dan PT.Arara Abadi, diantaranya sekuriti PT.RAPP sebanyak 15 orang dan karyawannya 3 orang, sementara dari pihak PT.Arara Abadi 6 orang sekuriti, dan 1 orang karyawan kontraktor, 1 orang masyarakat.

Sejauh ini berdasarkan temuan dilapangan diduga gajah tersebut dibantai dengan cara ditembak. Pasalnya aparat kepolisian menemukan 2 proyektil peluru di lokasi.

“Berdasarkan hasil Labfor gajah tersebut mati ditembak di bagian kepala, ditemukan dua proyektil peluru tkp,” kata Samosir.

Sebelumnya, gajah mati tersebut pertama kali dilaporkan oleh PT RAPP Induk dari APRIL Group kepada Polres Pelalawan dan Balai Besar KSDA Riau pada Senin, 2 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan awal di lapangan dilansir situs resmi kehutanan.go.id, Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL) Blok Ukui menemukan seekor gajah jantan telah mati dengan kondisi pembusukan lanjut.

Selanjutnya Balai Besar KSDA Riau kemudian melakukan nekropsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis dan ilmiah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gajah berjenis kelamin jantan, diperkirakan berumur di atas 40 tahun, dan telah mati sekitar dua minggu sebelum ditemukan.

Dari hasil bedah bangkai, ditemukan indikasi cedera kepala berat, dan secara medis dugaan sementara mengarah pada trauma kepala akibat luka tembak. Temuan ini memperkuat dugaan adanya tindak kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi.

**Direksi PT.RAPP Diperiksa**

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkumhut) melakukan pemanggilan terhadap jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian seekor Gajah Sumatera di dalam areal konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pendalaman tanggung jawab pemegang izin dalam pemenuhan kewajiban perlindungan hutan dan satwa liar di wilayah kerjanya,” kata
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto, pada Sabtu, (7/2/2026).

Sejalan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Pelalawan dan Polda Riau, Gakkum Kehutanan tetap melanjutkan penelusuran terhadap pelaku dan jaringan di balik peristiwa tersebut, sekaligus melakukan pendalaman terhadap aspek kepatuhan korporasi. Pendalaman ini mencakup efektivitas sistem pengamanan kawasan, pengelolaan High Conservation Value (HCV), serta keberadaan dan fungsi koridor satwa di dalam areal PBPH.

“Setiap bentuk perburuan dan pembunuhan satwa liar yang dilindungi merupakan kejahatan serius dan akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tanggung jawab pengelolaan kawasan oleh pemegang izin harus dijalankan secara konsekuen. Kami sedang mendalami sejauh mana efektivitas sistem perlindungan hutan dan pemantauan satwa yang diterapkan di areal konsesi. Kematian gajah di wilayah kerja perusahaan menjadi catatan serius bagi kami untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap kewajiban perlindungan High Conservation Value dan koridor satwa. Apabila ditemukan adanya kelalaian, tentu akan ada konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan perlindungan satwa liar dilindungi berjalan seiring dengan kepatuhan korporasi, serta mendorong seluruh pemegang izin untuk menjalankan prinsip pengelolaan hutan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.**(ran)

Perkuat Sinergitas, Wakil Bupati Rokan Hulu Gelar Temu Ramah Sempena HPN ke-80

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

Rohul(SegmenNews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026, Wakil Bupati Rokan Hulu menggelar acara Temu Ramah bersama Insan Pers se-Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati, Senin (09/02/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, di antaranya Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, S.IK, M.Si, Perwakilan Kalapas Kelas II B Pasir Pengaraian, Asisten I Pemkab Rohul, H. Syofwan, S.Sos, Asisten II Setdakab Rohul, Drs. H. Yusmar, M.Si, Kadis Kominfo Rohul, Suharman Nasution, S.Pi, M.Si dan Para Ketua Organisasi Wartawan serta puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah Rokan Hulu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Beliau menyampaikan bahwa momentum HPN ke-80 ini harus menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan media massa.

“Insan pers adalah pengawas jalannya roda pemerintahan. Kami berharap rekan-rekan media terus memberikan masukan yang konstruktif dan menjadi penyambung lidah masyarakat,” ujar Wakil Bupati.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, juga mengapresiasi peran wartawan dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pemberitaan yang edukatif dan akurat. Pertemuan ini diharapkan mampu meningkatkan sinergitas lintas sektor demi kemajuan pembangunan di Negeri Seribu Suluk.

“Dengan acara ini kita bisa tingkatkan Silaturahmi dan kolaborasi dalam memajukan kabupaten Rokan Hulu ” ujarnya.

Acara temu Ramah dalam Rangka HPN ini ditutup pemotongan tumpeng dan makan bersama.***(mr)

Warga Siak Resah, 2 Kambing Dimangsa Harimau di Mempura

Ilustrasi

Siak(SegmenNews.com)- Masyarakat Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau cemas dan takut melakukan aktivitas di luar rumah setelah seekor harimau sumatera diketahui berkeliaran di kampung tersebut. Kehadiran hewan dilindungi itu diketahui setelah terekam kamera CCTV dari salah satu rumah warga.

Hingga hari ini harimau belum tertangkap atau bahkan belum dipastikan meninggalkan kampung Benteng Hulu. Kondisi ini menyebabkan rasa was-was akan kemunculan yang tak terduga dan suatu saat bisa mengancam nyawa mereka.

“Kami sangat resah dan takut, tetangga juga begitu. Masyarakat takut ke kebun untuk memanen. Saya juga was-was kalau mau cari rumput untuk pakan ternak,” ujar salah seorang warga, Masruri.

Sebelumnya Masruri harus merelakan dua ekor kambing ternaknya hilang yang diduga dimangsa harimau. Sejak saat itu dirinya ndan keluarga cemas kalau keluar rumah, terutama pada jam rawan dari 18.00 malam hingga 8.00 WIB pagi.

Masruri mengaku sejak kambingnya hilang, dirinya harus berjaga malam hari takut jika tiba-tiba harimau kembali datang.  Ia juga telah melaporkan kejadian itu ke pemerintah kecamatan, tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak, TNI dan aparat kepolisian setempat atas munculnya harimau. Petugas juga telah turun ke lokasi dan baru memasang kamera trap untuk memantau aktifitas hewan buas tersebut.

“Waktu itu udah pasang kamera trap, tapi ya sekedar itu saja, belum ada upaya untuk menangkap dan memindahkan harimau itu ke habitatnya,” ungkapnya.

Baru-baru ini kehadiran harimau terekam CCTV yang terpasang di rumah Dewi Rahayu, tetangga dekat Masruri. Harimau sumatera terlihat masuk di pekarangan belakang rumah pada Jumat (6/2/20206) sekitar jam 22.00 malam.

Dewi mengaku, sejak harimau terlihat ia dan keluarganya semakin takut untuk keluar malam, kebetulan kamar mandi dan toiletnya berada di luar rumah berdekatan dengan kandang angsanya di belakang rumah.

Ia meminta kepada pihak berwenang agar segera mengambil langkah untuk mengevakuasi satwa liar yang dilindungi itu.

Sementara itu, Kepala BPBD Siak, Novendra Kasmara menyampaikan telah berkoordinasi dengan BBKSDA yang memiliki kewenangan untuk menangani satwa dilindungi tersebut. Ia meminta agar BBKSDA melakukan langkah konkrit untuk mengevakuasi satwa itu agar tidak terjadi konflik.

“Kita sudah koordinasi ke BBKSDA, penanganan itu kewenangan mereka karena itu satwa dilindungi. Kami turun langsung ke lokasi bersama aparat dan memberi imbauan ke masyarakat, sembari menunggu bagaimana langkah-langkah apa yang akan dilakukan BBKSDA,” katanya.***(mr)

Pemkab Siak Kejar Target Jalan Mulus Jelang Ramadhan

Pemkab Siak Kejar Target Jalan Mulus Jelang Ramadhan

Siak(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Siak bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Riau melakukan kolaborasi pemeliharaan infrastruktur jalan di sejumlah ruas strategis di wilayah Kabupaten Siak. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, serta keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengatakan pemeliharaan jalan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangannya masing-masing, baik jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional.

“Keroyok sama-sama, melaksanakan pemeliharaan di ruas-ruas jalan yang ada di Kabupaten Siak,” ujar Afni, Kamis malam.

Untuk jalan kabupaten, jelas Afni, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemeliharaan di sejumlah ruas, di antaranya Simpang Buatan–Bundaran Jembatan TASL–Jalan Nasional Dayun, Jalan Siak–Tumang, serta Ruas Jalan Siak–Bunga Raya. Pemeliharaan tersebut ditargetkan mencapai kondisi zero hole di sepanjang ruas jalan yang ditangani.

Sementara itu, pada jalan nasional, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau melaksanakan pekerjaan raise up jalan sepanjang 1,5 kilometer di Simpang Obor, pelebaran jalan menuju Pelabuhan Buton, serta penutupan lubang di sepanjang ruas Simpang Lago menuju Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Adapun pada jalan provinsi, lanjut Afni, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau melakukan pemeliharaan pada ruas Kampung Okura–PT SIR–Jembatan Perawang–Simpang Gondrong Tualang Timur–Simpang 4 Km 11 Koto Gasib.

Afni berharap melalui kolaborasi lintas instansi ini, kualitas jalan di Kabupaten Siak semakin baik sehingga mampu menunjang aktivitas masyarakat dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melayani masyarakat melalui pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur daerah, apalagi menjelang Ramadhan dan Idulfitri,” ujarnya.

Mantan wartawan itu mengakui keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Siak tetap bertekad bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat.

“Dengan anggaran yang terbatas, tentu masih banyak kekurangan. Tapi apapun kondisinya, apapun ceritanya, kami fokus bekerja keras saja, semampu dan sedaya upaya yang ada,” ucap Afni.***(inf)

Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru, Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas

Surabaya(SegmenNews.com)– Sejumlah terminal peti kemas yang dioperasikan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas akan dilengkapi dengan alat bongkar muat yang didatangkan dalam kondisi baru.

Secara keseluruhan terdapat sedikitnya 13 unit alat bongkar muat jenis quay container crane atau QCC (alat angkat peti kemas di dermaga) dan 26 unit alat bongkar muat jenis rubber tyred gantry crane atau RTG (alat angkat peti kemas di lapangan penumpukan). Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan sejumlah alat baru tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan layanan bongkar muat. Menurutnya, alat tersebut akan ditempatkan di sejumlah terminal utama seperti TPK Belawan di Sumatera Utara, TPS Surabaya di Jawa Timur dan TPK Semarang di Jawa Tengah.

Terminal peti kemas lainnya yang akan menerima alat baru adalah TPK Panjang di Lampung, TPK Perawang di Riau, TPK Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Selanjutnya adalah TPK Nilam di Jawa Timur, TPK Kendari di Sulawesi Tenggara, dan TPK Kijing di Kalimantan Barat.

“Selain mendatangkan alat baru, PT Pelindo Terminal Petikemas juga akan melakukan optimalisasi aset sejumlah alat baik QCC maupun RTG untuk mendukung kehandalan bongkar muat di terminal lainnya, seperti di TPK Berlian yang akan dilengkapi dengan dua unit QCC,” tambah Widyaswendra di Surabaya, Senin (09/02).

Ketua DPP Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan perlunya perkuatan kolaborasi antar pemangku kepentingan di industri kepelabuhanan. Pembenahan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan perlu dilakukan melihat pertumbuhan lalu lintas barang yang setiap tahun terus meningkat.

“Dukungan infrastruktur, peralatan dan sistem operasi pelabuhan, harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya menyoroti tiga hal utama, yakni ketidakpastian regulasi, disparitas infrastruktur dan sumber daya manusia antar wilayah kepulauan dan kebutuhan standarisasi layanan termasuk di pelabuhan. Ia menekankan infrastruktur logistik berbasis teknologi dan integrasi layanan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global.

“Semua pihak memiliki peran dalam mata rantai logistik untuk menghadirkan biaya logistik yang kompetitif, baik itu operator pelabuhan, jasa transportasi, hingga pergudangan,” pungkasnya.

Tentang PT Pelindo Terminal Petikemas

PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan bagian dari grup usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang berperan sebagai subholding pengelola bisnis terminal peti kemas. Perusahaan dibentuk pasca integrasi Pelindo sejak 1 Oktober 2021 dan saat ini mengelola 32 terminal peti kemas di berbagai wilayah strategis Indonesia serta didukung oleh 7 anak perusahaan.

Dengan jaringan terminal yang luas dan terintegrasi, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, efisien dan berstandar internasional.***(rl)

Ini Jadwal Libur Ramadhan 2026 Untuk Siswa Tingkat SMA

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi mengatur pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus jadwal libur Hari Raya Idulfitri bagi SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44 yang ditetapkan pada 4 Februari 2026.

Surat edaran ini menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar agar tetap efektif, namun tetap memperhatikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Disdik Provinsi Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa pengaturan pembelajaran selama Ramadan dirancang untuk menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Pembelajaran tetap berjalan, tetapi disesuaikan dengan suasana Ramadhan. Jam belajar dipersingkat, aktivitas disederhanakan, dan sekolah diharapkan memperkuat pembinaan karakter serta nilai keimanan peserta didik,” ujar Erisman Yahya, Minggu (8/2/2026).

Dalam edaran tersebut, libur awal Ramadan 1447 H ditetapkan pada 18 hingga 20 Februari 2026. Kegiatan pembelajaran selama Ramadan dilaksanakan mulai 23 Februari sampai 13 Maret 2026.

Selama periode ini, satuan pendidikan SMA dan SMK diminta mengatur jadwal belajar dengan ketentuan maksimal enam jam pelajaran per hari, dengan durasi setiap jam pelajaran selama 30 menit.

Adapun pengaturan jam belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Menurut Erisman, pemangkasan durasi jam pelajaran bertujuan menjaga kenyamanan dan konsentrasi siswa selama berpuasa, tanpa mengurangi esensi pembelajaran.

“Dengan waktu belajar yang lebih singkat, materi tetap bisa tersampaikan dan siswa tidak merasa terbebani,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Disdik Riau juga mendorong penguatan pendidikan karakter selama Ramadhan. Sekolah dianjurkan mengisi kegiatan dengan pesantren kilat, tadarus, maupun aktivitas keagamaan lainnya sebagai bagian dari pembentukan profil lulusan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk membangun karakter. Kegiatan keagamaan yang positif dan mendidik sangat dianjurkan,” tambah Erisman.

Sementara itu, libur akhir Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H ditetapkan mulai 16 hingga 27 Maret 2026. Seluruh peserta didik dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 30 Maret 2026.

Untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, Disdik Riau menugaskan pengawas sekolah melakukan pemantauan langsung ke satuan pendidikan, baik selama pelaksanaan pembelajaran Ramadan maupun pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idulfitri.

“Kami minta pengawas aktif memantau pelaksanaan di lapangan agar seluruh ketentuan berjalan baik dan lancar,” tegas Erisman.

Ia pun berharap seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan ketentuan dalam surat edaran tersebut secara optimal demi kelancaran dan kualitas proses belajar mengajar selama bulan suci Ramadan.***(mr)

Pulau Bengkalis Jadi Ruang Belajar Konservasi Mangrove Nasional dan Global

Bengkalis(SegmenNews.com)- Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter menggelar lokakarya “Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung  Country Proposition Indonesia” pada 3–5 Februari 2026 di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau.

Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 20 institusi, meliputi perwakilan enam instansi pemerintah (nasional, provinsi, dan kabupaten), sembilan organisasi konservasi, lima pemerintah desa, serta
peserta internasional dari berbagai lembaga mitra.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Irzal Fakhrozi menambahkan pentingnya berbagai praktik baik antarwilayah. “Harapan kami, dengan adanya acara ini, kita bisa saling berbagi cerita sukses, informasi, pengalaman, dan pengetahuan tentang perlindungan dan rehabilitasi mangrove.

Dengan demikian, kita dapat menambah referensi yang dapat diterapkan di daerah kita masing-masing,” terangnya.
Pulau Bengkalis dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dianggap sebagai contoh nyata keberhasilan konservasi mangrove berbasis masyarakat. Salah satu capaian penting berasal dari Desa Teluk Pambang, area konservasi mangrove YKAN yang didukung oleh GMA.

Desa ini berhasil menekan laju degradasi mangrove hingga 96 persen, dari 27 hektare per tahun (2016 – 2021) menjadi hanya 1 hektare per tahun (2022-2024).
“Pulau Bengkalis memiliki paket lengkap untuk kegiatan konservasi, restorasi, dan rehabilitasi  mangrove,” ujar Apri Susanto Astra, Programme Coordinator Coast and Delta Yayasan Lahan
Basah (YLB).

Keberhasilan di Teluk Pambang menunjukan bagaimana pendekatan berbasis masyarakat, ekologi, serta kelembagaan dapat berjalan selaras. Selain itu, Aji Wahyu Anggoro, Program Manajer Karbon Biru Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), menambahkan,  “Kegiatan di Teluk Pambang menunjukkan bahwa konservasi mangrove dapat berhasil dengan pendekatan yang komprehensif, yaitu mulai dari pelibatan penuh masyarakat lokal, peningkatan kapasitas, pengelolaan berkelanjutan melalui skema perhutanan sosial, perumusan regulasi tingkat desa, hingga konsistensi penerapannya.”

Antusiasme masyarakat pesisir Pulau Bengkalis dalam berbagi pengalaman mendapat respons positif dari Irene Kingma, dari Wetlands International dan Global Mangrove Alliance. “Sangat menyenangkan melihat betapa kuatnya komunitas pelestari mangrove di Bengkalis.

“Kami menantikan untuk bekerja sama dengan mereka dalam mewujudkan ‘Mangrove Breakthrough, untuk Indonesia,”ujarnya.

Lokakarya ini diawali dengan diskusi strategis terkait regulasi, pendanaan, manfaat, serta dampak perekonomian dari konservasi mangrove berkelanjutan. Setelah itu, kegiatan ini disambung dengan kunjungan lapangan ke Desa Teluk Pambang, di mana kelompok mangrove desa saling berbagi pengalaman dengan sesama pelestari mangrove tingkat nasional dan internasional.***(imam/hm)

Pemberian 3000 Bibit Ikan, Upaya Bupati Anton Penguatan Ekonomi Masyarakat Bidang Pengelolaan Sungai

Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menghadiri prosesi penutupan Lubuk Larangan di area Surau Suluk Al-Muqorrobah, Desa Kabun, Sabtu (7/2/2026). Selain menjaga tradisi kearifan lokal, kehadiran orang nomor satu di Negeri Seribu Suluk ini juga membawa angin segar bagi ketahanan pangan lokal melalui bantuan ribuan bibit ikan.

​Dalam kegiatan tersebut, Bupati Anton secara simbolis menyerahkan dan menaburkan langsung 3.000 ekor bibit ikan bantuan dari Pemerintah Daerah Rokan Hulu, yang terdiri dari:
​1.000 ekor bibit Ikan Emas.
​2.000 ekor bibit Ikan Patin.

​Kegiatan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan persiapan jamaah Surau Suluk Al-Muqorrobah untuk melaksanakan ibadah Suluk 40 hari menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sungai yang terjaga.

​Dalam arahannya, Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM menyampaikan Pemerintah daerah sangat mengapresiasi pelestarian Lubuk Larangan ini. Selain menjaga ekosistem sungai, kegiatan ini merupakan wujud nyata kebersamaan masyarakat. Melalui bantuan bibit ikan ini, kita berharap hasilnya nanti dapat bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi dan ekonomi produktif di lingkungan surau suluk.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul, Zulfikar, SP, Camat Kabun, serta jajaran Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat setempat.

​Bupati juga berpesan kepada para jamaah yang akan melaksanakan ibadah Suluk agar tetap menjaga kesehatan dan kekhusyukan. Penaburan benih ikan ini diharapkan menjadi amal jariyah yang hasilnya bisa dinikmati bersama saat panen Lubuk Larangan di masa mendatang.

Selanjutnya, Bupati juga menyempatkan memantau lahan BUMDes untuk dijadikan lahan pertanian, dimana sesuai arahannya lahan tersebut ditanami jenis sayur-sayuran yang cepat berkembang dan bisa menjadi pemasok bagi dapur MBG, minimal di Kecamatan Kabun.***(adv)

Persiapkan Masa Tua Sejahtera, BRK Syariah Ajak ASN di Natuna Tetap Produktif

Persiapkan Masa Tua Sejahtera, BRK Syariah Ajak ASN di Natuna Tetap Produktif

Natuna(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar kegiatan ramah tamah dan edukasi produk keuangan syariah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) prapensiun dan purnabakti bertempat di Pantai Piwang, Ranai, Kab. Natuna, Minggu (08/02/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk memperlihatkan posisi BRK Syariah sebagai mitra strategis bagi para abdi negara, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnabakti. Melalui kolaborasi antara Divisi Konsumer, BRK Syariah cabang Ranai berupaya menghadirkan kepastian layanan pensiun yang komprehensif dan terintegrasi bagi para ASN.

Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama di tepi pantai, dilanjutkan dengan sesi edukasi terpadu mengenai berbagai produk unggulan seperti Pembiayaan Aneka Guna (PAG), Rahn Emas, hingga Pembiayaan Haji Muda. Selain itu, para peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian doorprize.

Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah, Irsyadi Syukri, didampingi Branch Manager (BM) BRK Syariah Cabang Ranai, Dwi Darma Putra, menekankan pentingnya perencanaan masa tua sejak dini.

“Kami mengimbau kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk mulai berinvestasi sedini mungkin sebagai persiapan masa pensiun. Sebab, masa pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas atau produktif. Dengan perencanaan keuangan yang matang, masa purnabakti justru bisa menjadi awal baru untuk tetap mandiri secara finansial” ujar Irsyadi.

Iya juga menyampaikan ada berbagai macam produk perbankan BRK Syariah yang dapat dimanfaatkan oleh pra pensiun dan purnabakti.

“Melalui berbagai pilihan produk syariah kami, kami ingin memastikan nasabah tetap bisa mengembangkan asetnya dengan aman dan berkah. Kami berkomitmen untuk terus mengawal kesejahteraan para pensiunan agar mereka tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan terus berkarya di tengah masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, yang hadir mewakili Bupati Natuna, menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh BRK Syariah bagi para abdi negara di Natuna.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BRK Syariah atas terselenggaranya acara ini. Perhatian yang diberikan, mulai dari edukasi keuangan hingga layanan kesehatan gratis, sangat berarti bagi para ASN kita yang akan memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka selama ini.” kata Jarmin.

Beliau juga mengajak ASN dan masyarakat di Kabupaten Natuna untuk dapat mendukung BRK Syariah.

“Saya juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Natuna untuk terus memberikan dukungan penuh serta membesarkan BRK Syariah. Sebagai bank kebanggaan daerah kita, mari kita manfaatkan seluruh layanan dan produknya agar bank ini semakin kuat, sehingga kontribusinya terhadap pembangunan daerah di Natuna dapat semakin dirasakan manfaatnya secara luas,” tutup Jarmin Sidik.***(rl)