Beranda blog Halaman 17

DPRD Bengkalis Soroti Krisis Air Bersih

DPRD Bengkalis Soroti Krisis Air Bersih

Bengkalis(SegmenNews.com)-Dalam upaya memastikan kelancaran pelayanan air bersih bagi masyarakat, DPRD Kabupaten Bengkalis mengagendakan rapat bersama PDAM Tirta Terubuk Bengkalis guna membahas permasalahan distribusi air yang kerap tidak lancar, Senin (06/04/2026).

Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Oleh karena itu, PDAM didorong untuk segera mencari solusi, termasuk menentukan sumber air baku yang dapat disalurkan ke waduk sebagai langkah jangka panjang.

Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi III DPRD Bengkalis, Fakhtiar Qodri. Dalam arahannya, ia menegaskan agar pihak PDAM lebih aktif dalam merencanakan dan memastikan kelancaran distribusi air.

“Permasalahan ini terjadi dari tahun ke tahun dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan memicu krisis sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, mengakui bahwa pelayanan air saat ini belum optimal. Namun, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk survei ke desa-desa untuk mencari sumber air baku.

“Kami telah menjalin kerja sama dan melakukan survei untuk mencari sumber air yang dapat disalurkan ke waduk. Ke depan, kami juga merencanakan pengeboran untuk menemukan titik air, meskipun membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya PDAM sempat menjajaki kerja sama dengan PT Meskom terkait penyaluran air, namun hingga saat ini belum dapat direalisasikan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis, Rendra Wardana (Iyan Kancil), menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam mengantisipasi potensi krisis air.

“PDAM harus memiliki konsep dan rencana yang jelas. Jangan menunggu krisis terjadi baru menyusun langkah, karena hal itu justru akan memperburuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Hendra, mendorong PDAM untuk meningkatkan potensi sumber air baku serta merespons berbagai masukan yang telah disampaikan oleh DPRD.

“Kami berharap PDAM tidak hanya menerima kritik dan saran, tetapi juga segera menindaklanjutinya dengan langkah nyata. Harus ada skema antisipasi, terutama menghadapi musim kemarau,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, Muhammad Isa, turut mendorong penyusunan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang yang terukur, disertai progres yang jelas setiap tahunnya.

“Jika diperlukan, ajukan kerja sama melalui MoU dengan perusahaan melalui pemerintah daerah. Yang terpenting, harus ada transparansi kepada masyarakat dalam pelayanan air bersih,” pungkasnya.

Ketua Komisi IV Irmi Syakip Arsalan juga menegaskan bahwa setiap kritik dan saran yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan komisi merupakan aspirasi masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

“Kami berharap setelah rapat ini ada perubahan nyata dan skema yang dijalankan PDAM dalam menstabilkan distribusi air. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut. Harus ada langkah konkret, termasuk kesiapan penampungan air sebelum musim kemarau, agar masalah ini tidak terus terulang setiap tahun, kami berharap kinerja PDAM untuk segera dirubah demi kepentingan masyarakat Kab. Bengkalis,” tegasnya.***(imam/hm)

HMM Polbeng Gelar Upgrading

Bengkalis(SegmenNews.com)- Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar kegiatan Upgrading dengan tema “Level Up & Glow Up: Bergerak Melampaui Batas, Berkarya dengan Kualitas”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Aula Teknik Informatika Polbeng, Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan upgrading dilaksanakan sebagai upaya penguatan kapasitas organisasi serta peningkatan kualitas sumber daya mahasiswa, khususnya bagi pengurus dan anggota HMM.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas, membangun kekompakan, serta meningkatkan semangat berorganisasi di lingkungan mahasiswa Teknik Mesin.

Ketua HMM Polbeng Jehan Dwi Rizky menyampaikan bahwa upgrading merupakan bagian dari pembinaan internal organisasi agar seluruh anggota mampu memahami tugas dan tanggung jawab, serta memiliki pola pikir yang lebih progresif dalam menjalankan roda organisasi.

“Melalui upgrading ini, kami ingin seluruh anggota HMM mampu meningkatkan kualitas diri, baik dalam kemampuan kepemimpinan, komunikasi, maupun manajemen organisasi. Harapannya HMM bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Dengan mengusung tema Level Up & Glow Up, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus bergerak melampaui batas kemampuan, serta berkarya dengan mengedepankan kualitas dan integritas.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, diikuti oleh pengurus serta anggota HMM Polbeng. Berbagai materi penguatan organisasi, diskusi, serta sesi motivasi turut menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, HMM Polbeng menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, profesional, serta mampu mencetak generasi mahasiswa Teknik Mesin yang unggul dan berprestasi.***(imam/hm)

70 Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melaksanakan operasi pemadaman intensif di wilayah Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar pada hari ini mencapai kurang lebih 70 hektare dengan karakteristik lahan gambut yang kering dan memiliki kedalaman cukup dalam, sehingga menyulitkan proses pemadaman secara menyeluruh.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Asops Kasdam XIX/TT Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani, SE, MHan, selaku Koordinator Lapangan, bersama Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.

Kegiatan ini juga dihadiri dan didukung oleh Karoops Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto, Sekda Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letkol Inf. Haris yang turut terjun langsung memastikan penanganan berjalan efektif dan terkoordinasi.

Pemadaman di darat dilaksanakan oleh Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran yang terus berkembang akibat kondisi lingkungan yang ekstrem.

Di sisi lain, dukungan pemadaman dari udara dilakukan melalui water bombing oleh Satgas Udara yang dipimpin Capt. Pilot Arif Budiarto, guna menjangkau titik api yang sulit diakses oleh personel di lapangan.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala utama, antara lain kondisi gambut yang kering dan dalam. Sehingga api membara hingga ke lapisan bawah, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi, serta arah angin yang berubah-ubah yang mempercepat penyebaran api.

Meski demikian, dengan kerja sama yang solid dari seluruh unsur yang terlibat, proses pemadaman menunjukkan perkembangan signifikan dan terus dioptimalkan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan.

Tim Satgas mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan upaya penanggulangan karhutla di wilayah Provinsi Riau.***(mr)

Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Pemprov Riau Turunkan Tim ke Daerah

Cuaca panas (segmennews.com)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai Juni 2026. Fenomena ini berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang, panas, dan kering.

Berdasarkan data dari BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026, yang juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Riau, Ronny Bowo Laksono, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan turun langsung ke daerah untuk memantau kondisi di lapangan.

“BMKG memprediksi El Nino akan terjadi mulai Juni 2026 dengan potensi kemarau lebih panjang dan kering,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menyebutkan, pihaknya juga fokus memonitor wilayah rawan-rawan kekeringan, seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan daerah pesisir lainnya.

“Untuk mengantisipasi kekeringan El Nino ini, kita turun ke daerah dan memonitor wilayah rawan seperti Meranti, Inhil, dan daerah pesisir lainnya,” jelasnya.

Selain itu, tim penyuluh juga diterjunkan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terpantau.

“Kita juga menurunkan tim penyuluh untuk memantau kondisi di lapangan,” katanya.

Jika ditemukan potensi kekurangan air, Pemprov Riau telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk distribusi air dan pemanfaatan sumber air alternatif.

“Kalau dikhawatirkan terjadi kekurangan air, kita siapkan distribusi air dan memberdayakan sumur-sumur pompa,” ungkapnya.

Upaya ini juga diperkuat dengan koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan penanganan kekeringan.

“Kita juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan PU untuk langkah antisipasi kekeringan,” tutupnya.***(mr)

DPRD Riau Paripurna Penyampaian Rekomendasi Ranperda Perlindungan Perempuan

DPRD Riau Paripurna Penyampaian Rekomendasi Ranperda Perlindunhan Perempuan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Perempuan serta perubahan susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau, Senin (6/4/2026).

DPRD Riau Paripurna Penyampaian Rekomendasi Ranperda Perlindunhan Perempuan

Rapat ini menjadi langkah penting dalam mendorong lahirnya regulasi perlindungan perempuan yang lebih komprehensif dan implementatif di Provinsi Riau.

Ranperda tersebut tidak hanya difokuskan pada perlindungan korban, tetapi juga mengatur sistem yang lebih terstruktur, mulai dari mekanisme pelaporan, pendampingan hukum, hingga penguatan fungsi pengawasan agar berjalan lebih optimal.

DPRD Riau Paripurna Penyampaian Rekomendasi Ranperda Perlindunhan Perempuan

Dalam pembahasannya, DPRD menilai Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan telah sejalan dengan kewenangan Pemerintah Provinsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sejumlah masukan strategis juga disampaikan Kementerian Dalam Negeri. Di antaranya terkait penguatan akses pelaporan bagi korban kekerasan, penyediaan bantuan hukum, serta pentingnya sistem evaluasi dan pelaporan yang turut melibatkan DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Selain itu, Kemendagri menekankan perlunya penetapan batas waktu pembentukan Peraturan Gubernur sebagai aturan turunan agar implementasi regulasi dapat berjalan efektif dan tidak berlarut.

Pimpinan sidang, Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto, menegaskan bahwa pembahasan Ranperda ini merupakan bentuk komitmen DPRD dalam menghadirkan perlindungan yang lebih nyata bagi perempuan.

“Ranperda ini diharapkan tidak hanya menjadi regulasi di atas kertas, tetapi benar-benar mampu memberikan perlindungan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan bagi korban,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait, menjadi kunci agar implementasi aturan nantinya berjalan efektif di lapangan.

Berdasarkan hasil pembahasan, Ranperda tersebut disepakati untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Dalam rapat yang sama, DPRD Provinsi Riau juga menyampaikan perubahan susunan keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan dari Fraksi Gerindra. Penyesuaian ini menjadi bagian dari dinamika kelembagaan dalam menjaga efektivitas kinerja DPRD, baik dalam fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.

Seluruh rangkaian agenda paripurna berlangsung lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis sebagai langkah lanjutan dalam penguatan peran DPRD terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam perlindungan perempuan. ***(Galeri)

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Kota Pekanbaru melaksanakan Paripurna ke-8 masa sidang ke II dengan agenda tanggapan fraksiterhadap pertanggungjawaban LKPJ Pemko Pekanbaru, sekaligus pengumuman pergantian ketua fraksi partai PAN.

Paripurna ini dilaksanakan, Senin 6 April 2026, dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi, didampingi Wakil Ketua lainnya, Andry Saputra ini dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Pekanbaru.

Dalam rapat paripurna itu, sejumlah fraksi menyampaikan berbagai catatan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sepanjang tahun 2025. Isu infrastruktur menjadi sorotan utama, khususnya terkait kondisi jalan, perbaikan drainase, serta penanganan banjir yang dinilai masih menjadi persoalan krusial di tengah masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Menanggapi hal tersebut, Markarius Anwar menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan oleh seluruh fraksi DPRD. Ia menegaskan bahwa kritik dan saran tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota.

“Terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD Kota Pekanbaru yang telah memberikan pandangan, baik berupa kritik, apresiasi, maupun masukan. Insya Allah, seluruh tanggapan tersebut akan kami jawab pada paripurna berikutnya,” kata Wawako.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Ia menyebut, masukan dari legislatif merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja pemerintah ke depan. Menurutnya, sejumlah catatan yang disampaikan akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan pembenahan di berbagai sektor.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Terkait pembangunan infrastruktur, Markarius memastikan bahwa program perbaikan jalan akan terus dilanjutkan pada tahun 2026.

Ia menyebutkan, sejumlah perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meskipun masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Sementara itu, dalam upaya pengendalian banjir, Pemko Pekanbaru diakui masih menghadapi berbagai tantangan. Sepanjang tahun 2025, pemerintah kota telah melakukan perbaikan drainase dengan total panjang mencapai sekitar 80 kilometer.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Pimpin Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap LKPJ Pemko

Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.

“Permasalahan utama terletak pada sistem drainase yang belum terintegrasi dengan baik. Ke depan, perlu dilakukan evaluasi dan penataan ulang agar jaringan drainase dapat saling terkoneksi dan mampu mengurangi persoalan banjir di Kota Pekanbaru,” terang Wawako.

Pemko Pekanbaru, lanjutnya, berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara bertahap, khususnya dalam pembangunan sistem drainase yang terintegrasi, guna memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah kota.***(Galeri)

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi Riau resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi ratusan ribu masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugro bersama jajaran.

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan bahwa program bantuan pangan dinilai sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Terlebih, ada sebanyak 597.998 pemerima manfaat yang akan menerimanya.

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

“Alhamdulillah kita pada pagi ini telah meluncur penyaluran bantuan dari pemerintah sebanyak 597.998 penerima bantuan. Itu untuk masyarakat yang membutuhkan se-Provinsi Riau,” ujarnya di Gudang Bulog Jadi Rejo, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (6/4/2026).

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok utama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Satu Kartu Keluarga (KK) diberikan beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng 4 liter. Menurutnya, dengan jumlah yang cukup signifikan untuk setiap penerima sangat bisa membantu kebutuhan warga.

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

“Ini tadi sudah diserahkan kepada masyarakat, per orang itu mendapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak makan. Tentu sangat membantu warga kita,” jelasnya.

Plt Gubri SF Hariyanto mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu. Sehingga, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.

Pemprov Riau Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

“Alhamdulillah ini sangat membantu masyarakat kita dalam kondisi yang memang sulit begini ya. Kita ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Bulog yang telah memberikan bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tahap awal telah dimulai untuk wilayah Kota Pekanbaru. Ia memastikan bahwa pihak Bulog telah menyiapkan sistem distribusi yang terstruktur agar penyaluran berjalan efektif dan menghindari kendala di lapangan.

“Di sini sudah dilakukan penyaluran untuk warga Pekanbaru. Kita akan membagikan bantuan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota, karena teknisnya itu nanti ada tim dari kita di kantor kelurahan yang melakukan penyerahan bagi penerima manfaat,” tuturnya.***(adv)

Bupati Bengkalis Sampaikan Harapan dan Doa Terbaik untuk BRK Syariah di Usia ke-60

Bupati Bengkalis Sampaikan Harapan dan Doa Terbaik untuk BRK Syariah di Usia ke-60

Bengkalis(SegmenNews.com)- Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyampaikan harapan dan doa terbaiknya untuk BRK Syariah yang merayakan hari ulang tahun ke-60. Ia berharap, di usia yang semakin matang ini, BRK Syariah terus tumbuh menjadi bank syariah yang kuat, terpercaya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kasmarni, perjalanan panjang selama enam dekade menjadi bukti komitmen BRK Syariah dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu pemegang saham terbesar dari kalangan pemerintah kabupaten di wilayah tersebut.

“Sebagai salah satu pemegang saham terbesar, kami tentu memiliki harapan besar agar BRK Syariah terus berkembang, semakin profesional, dan mampu menghadirkan inovasi layanan keuangan syariah yang kompetitif,” ujarnya.

Kasmarni juga mengapresiasi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRK Syariah yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat Bengkalis, termasuk di daerah terpencil. Ia menyebutkan, bantuan seperti ambulans dan speed boat menjadi bukti nyata kehadiran BRK Syariah dalam membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan mobilitas masyarakat.

“Bantuan ambulans dan speed boat sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi masyarakat di wilayah daerah pelosok. Ini menjadi bentuk kepedulian yang nyata dari BRK Syariah,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai produk-produk yang ditawarkan BRK Syariah semakin menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan berbagai inovasi layanan berbasis prinsip syariah, BRK Syariah dinilai mampu menjangkau lebih luas lapisan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup pernyataannya, Kasmarni kembali menyampaikan doa agar BRK Syariah terus sukses dan menjadi kebanggaan daerah.

“Selamat milad ke-60 untuk BRK Syariah. Semoga semakin maju, semakin kuat, dan terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta daerah,” tutupnya.***(rl)

QRIS BRK Syariah Permudah Seluruh Pembayaran di Universitas Riau, dari PMB hingga Yudisium

QRIS BRK Syariah Permudah Seluruh Pembayaran di Universitas Riau, dari PMB hingga Yudisium

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Digitalisasi layanan keuangan di sektor pendidikan terus dipercepat. Universitas Riau kini mengoptimalkan sistem pembayaran berbasis QRIS melalui BRK Syariah untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan transaksi mahasiswa, terutama pasca pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Melalui skema ini, mahasiswa tidak lagi bergantung pada transaksi tunai. Seluruh pembayaran dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan terintegrasi hanya dengan memindai QRIS BRK Syariah, sejalan dengan tren cashless society yang terus berkembang.

Cakupan layanan pembayaran yang difasilitasi terbilang komprehensif. Untuk kebutuhan akademik awal, QRIS dapat digunakan untuk pembayaran PMB, angkat sumpah, bebas labor, bebas pustaka, serta berbagai denda seperti denda buku dan denda pustaka. Selain itu, layanan juga mencakup pembayaran disertasi, jurnal, kaji etik, kompre, KTM, laboratorium, legalisir, hingga semester pendek.

Pada tahapan akademik lanjutan, sistem ini turut mengakomodasi pembayaran seminar hasil, seminar magang, seminar mata kuliah, seminar progres, dan seminar proposal. Sementara itu, untuk kebutuhan penunjang kampus, QRIS BRK Syariah dapat digunakan untuk transaksi sewa fasilitas seperti fotocopy, kantin, kolam, PKM, dan stadion.

Lebih jauh, kemudahan pembayaran juga mencakup proses akademik akhir, mulai dari sidang etik, skripsi, tesis, TOEFL, ujian penyesuaian ijazah, ujian terbuka, ujian tertutup, hingga tahapan akhir berupa wisuda dan yudisium.

Pemimpin Divisi Dana dan Digital Banking BRK Syariah, Edi Wardana, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas adopsi layanan keuangan digital di sektor pendidikan.

“Pemanfaatan QRIS ini kami dorong untuk memberikan kemudahan maksimal bagi mahasiswa dalam melakukan berbagai jenis pembayaran di lingkungan kampus. Selain lebih praktis dan cepat, ini juga menjadi bagian dari upaya kami membangun ekosistem transaksi non-tunai yang aman dan efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Riau diharapkan dapat menjadi model penguatan digitalisasi pembayaran di perguruan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda.

Sebagai langkah penguatan sosialisasi, Divisi Sekretariat Perusahaan bersama BRK Syariah Cabang Utama akan melakukan publikasi secara masif melalui berbagai media komunikasi, termasuk flyer dan spanduk, sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Dengan implementasi ini, BRK Syariah tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi bagi civitas akademika, tetapi juga mempertegas perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.***(rl)

Pansus DPRD Riau Percepat Pembahasan LKPJ 2025

Pansus DPRD Riau Percepat Pembahasan LKPJ 2025

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau yang membahas Laporan Keterangan Pertanggung­jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025 menggelar rapat lanjutan guna mempercepat proses pembahasan sebelum pelaksanaan rapat paripurna. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Medium DPRD Provinsi Riau, Ahad (5/4/26)

Rapat dipimpin Ketua Pansus LKPJ 2025 Androy Aderianda didampingi Wakil Ketua Pansus Indra Gunawan Eet, serta anggota Pansus lainnya, yakni Sumardany Zirnata, Evi Juliana, Samsuri Daris, dan Abdullah. Agenda utama rapat adalah mendengarkan paparan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang tahun anggaran 2025.

Pansus DPRD Riau Percepat Pembahasan LKPJ 2025

Dalam pembukaan rapat, Androy menegaskan bahwa tahapan pendalaman ini merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh program peme­rintah daerah berjalan sesuai dengan visi dan misi kepala daerah. Ia menyebutkan, evalua­si yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek substansi, termasuk dampak program terhadap masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

“Dalam waktu satu minggu ke depan, Pansus akan melakukan analisis menyeluruh terhadap data yang disampaikan OPD. Dari situ akan ditentukan OPD mana saja yang perlu mendapatkan catatan perbaikan, sehingga ke depan mampu mengoptimalkan potensi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Androy.

Menurutnya, pembahasan LKPJ bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan menjadi instrumen penting dalam me­ngukur kinerja pemerintah dae­rah secara komprehensif. Oleh karena itu, ia meminta seluruh OPD untuk menyampaikan data secara transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam rapat tersebut, sejumlah OPD memaparkan capaian ki­nerja masing-masing, baik dari sisi realisasi fisik maupun keuangan. Beberapa OPD menyampaikan bahwa sebagian besar program telah terlaksana sesuai target, meskipun diakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait efisiensi anggaran dan penyesuaian terhadap dinamika fiskal daerah.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD), misalnya, menjelaskan  sistem penilaian kinerja aparatur sipil negara (ASN) telah dilakukan secara objektif berbasis indikator yang terukur. Ke depan, BKD beren­cana menerapkan manajemen talenta sebagai bagian dari strategi pengembangan karier ASN agar lebih terarah dan berbasis kompetensi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Pansus Indra Gunawan Eet menekankan pentingnya implementasi manajemen talenta secara tepat dan terintegrasi. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia harus selaras dengan kemampuan keuangan daerah, khususnya dalam hal pengendalian belanja pegawai.

“Manajemen talenta memang penting untuk meningkatkan kua­litas ASN, tetapi harus dibarengi dengan perencanaan anggaran yang matang. Jangan sampai belanja pegawai membengkak dan berdampak pada kemam­puan fiskal daerah, apalagi dalam kondisi APBD yang masih dalam tahap pemulihan,” kata Indra.

Selain BKD, sejumlah OPD lainnya seperti Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga menyampaikan laporan kinerja mereka.

Anggota Pansus, Sumardany Zirnata dan Evi Juliana, dalam ke­sempatan tersebut turut memberikan berbagai masukan. Mereka menekankan pentingnya menjaga konsistensi capaian kinerja yang telah diraih, sekaligus mendorong peningkatan kualitas program di tahun-tahun mendatang.

Pansus DPRD Riau Percepat Pembahasan LKPJ 2025

Keduanya juga meminta penjelasan lebih rinci terkait sejumlah pergeseran anggaran dan mekanisme tunda bayar yang terjadi pada beberapa OPD. Menurut mereka, transparansi dalam penge­lolaan anggaran menjadi kunci utama untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.

“Pergeseran anggaran dan tunda bayar ini harus dijelaskan secara terbuka. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan prioritas dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari,” ujar Sumardany.

Secara umum, Pansus menilai bahwa mayoritas program OPD telah berjalan cukup baik dan mencapai target yang ditetapkan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan penting, terutama terkait optimalisasi kinerja, efektivitas program, serta realisasi anggaran yang perlu ditingkatkan.

Ketua Pansus Androy Aderianda secara khusus menyoroti peran Diskominfotik dalam menghadapi tantangan era digital, terutama dalam mengantisipasi penyebaran informasi negatif dan hoaks. Ia meminta agar OPD tersebut lebih proaktif dalam melakukan klarifikasi informasi publik serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

“Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, peran Diskominfotik sangat strategis. Mereka harus mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan akurat,” tegasnya.

Sementara itu, di sektor lingkungan hidup, DLHK diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Pansus juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan, termasuk dalam proses perizinan yang harus dilakukan secara ketat dan transparan.

Anggota Pansus menilai bahwa isu lingkungan merupakan salah satu aspek krusial yang harus menda­patkan perhatian serius, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Rapat lanjutan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah sepanjang tahun 2025. Hasil dari pembahasan tersebut nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi DPRD yang akan di­sampaikan dalam rapat paripurna.

Rekomendasi tersebut diharap­kan dapat menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah daerah dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan di masa mendatang. Selain itu, rekomendasi juga menjadi instrumen pengawasan DPRD dalam memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Menutup rapat, Androy kembali menegaskan komitmen Pansus untuk menyelesaikan pembahasan LKPJ tepat waktu dengan hasil yang berkualitas. Ia menyebutkan bahwa setelah seluruh paparan OPD selesai, Pansus akan segera melakukan analisis mendalam terhadap data yang telah disampaikan.

“Hasil analisis ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Kepala Daerah. Kami i­ngin memastikan bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan,” pungkasnya.

Dengan percepatan pembahasan yang dilakukan, DPRD Provinsi Riau berharap proses evaluasi LKPJ dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.***(Galeri)