Beranda blog Halaman 2417

Sidang Praperadilan di PN Rokan Hulu Ricuh

Massa mengamuk di gerbang PN PasirPangaraian
Massa mengamuk di gerbang PN PasirPangaraian

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Ratusan masa yang tergabung dalam Kowalisi Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Akan Keadilan (KOMMPAK) terus mengawal ketat proses prapradilan di PN Pasir Pangaraian, Rabu (4/3/2015), tiba-tiba saja mendengar putusan PN Pasir Pangaraian kalau masyarakat, aksi memanas dan ricuh, secara bergantian masyarakat itu menyuarakan agar masyarakat Kepenuhan Timur mendapat keadilan di mata hukum.

Meski sidang Prapradilan rencana baru digelar pada pukul 14.30 Wib, namun masa mulai dari pukul 09.00 Wib pagi sudah bersorak-sorak di depan halaman PN Pasir Pangaraian para pengunjuk rasa meminta supaya pihak Polda Riau membebaskan 7 tersangka yang diduga melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) milik PT Budi Murni Panca Jaya.

Para pengunjuk rasa ini juga, membawa poster dan baliho, kalau PT BMPJ harus diusir dari Rokan Hulu, karena telah menyengsarakan rakyat Kepenuhan Timur dan tidak punya legalitas mulai dari pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

Sementara gedung PN Pasir Pangaraian dijaga ketat ratusan aparatur kepolisian dari Polres Rokan Hulu, bahkan wartawan yang biasa lalu-lalang, kali ini setiap yang masuk harus memperlihatkan identitasnya, terlihat dua pintu masuk PN Pasir Pangaraian tersebut ditutup dan dijaga ketat aparat.

Terlihat hampir sempat terjadi kericuhan saat kuasa hukum 7 tersangka warga Kepenuhan Timur Heryanty Hasan dicegat petugas dan tidak boleh keareal PN Pasir Pangaraian, kuasa hukum mengamuk pada polisi dan masa bersitegang dengan aparat.

Namun karena kepiawain dari Kordinator Lapangan (Korlap) KOMMPAK Mukmin Rangkuti masa yang emosi itu bisa ditenangkan dan diredakan, sekitar pukul 12.00 wib di tengah terik matahari yang membakar kulit kepala, masa itu mencari tempat teduh sebagian ada yang makan siang dan hanya beberap orang saja yang setia diterik panas tersebut. Tapi dipihak Polres Rokan Hulu mereka berjaga-jaga dengan ketat dan tak sedikitpun mereka memberi ruang terhadap masa untuk memasuki wilayah PN Pasir Pangaraian.***(zar)

Gawat! Pagi ini, Terpantau 86 Titik Api di Riau

Ilustrasi kebakaran lahan
Ilustrasi kebakaran lahan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Walaupun sejumlah wilayah sudah diguyur hujan, namun pagi ini, Rabu (4/3/15) Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau masih ada sebanyak 86 titik hotspot (titik api/panas) yang tersebar di Wilayah Provinsi Riau.

Dari data BMKG yang dirilis tribunnews/pekanbaru bahwa Kabupaten Bengkalis masih menjadi daerah terbanyak ditemukan titik hotspot, terpantau 36 titik di negeri Sri Junjungan tersebut. Kemudian disusul Kabupaten Kepulauan Meranti dengan 16 titik hotspot, Pelalawan 12 titik hotspot, Siak 8 titik, Rokan Hilir 6 titik, Dumai 3 titik, Kampar 2 titik dan Rohul 2 titik, serta Inhil 1 titik.
Sedangkan untuk total titik hotspot pagi ini di Pulau Sumatra terpantau 96 titik.

Sedangkan kondisi angin sendiri, secara umum akan bertiup dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan 05 – 20 knots (09 – 39 km/jam)

Perkiraan cuaca Riau hari ini, pada umumnya Cerah berawan, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata pada sore dan malam atau pagi dini hari terjadi di wilayah Riau bagian Barat, Tengah dan Selatan.***(ran/tribun)

Hore! Pemkab Bengkalis Ajukan 3.500 CPNS Formasi 2015

Nurkamaruzzaman
Nurkamaruzzaman

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengusulkan kembali formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2015 sebanyak 3.500 orang.

“Formasi yang kita usulkan tahun ini sebagaian besarnya masih mengacu kepada usulan di tahun 2014 kemarin. Yakni sekitar 3.500 lebih,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bengkalis melalui Kabid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai, Nurkamaruzzaman, Rabu (4/3/2015).

Dari usulan formasi 2014 lalu, katanya, Pemkab Bengkalis hanya baru bisa mengurangi formasi sebanyak 116. Hasil ini adalah dari kelulusan CPNS yang mendaftar setelah disetujui pusat sebanyak 142 formasi.

“Waktu pengajuan pada 2014 lalu sebanyak 3.600 lebih formasi, dan kita kurangi dengan 116 yang telah lulus pada CPNS 2014 lalu. Sisanya ada sekitar 3.500-an, maka itu yang kita usulkan lagi tahun ini,” jelasnya.

Kata Nurmakaruzzaman, jumlah yang cukup banyak ini bukan dari keinginan BKD semata. Tetapi BKD lah yang mengimpun keinginan penambahan pegawai dari masing-masing SKPD yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Jadi, usulan kita tahun ini masih mengadopsi usulan tahun 2014 lalu. Karena kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Bengkalis cukup tinggi,” pungkas Nurkamaruzzaman.***(kpr)

Kepala Suku: Saya Siap Ditembak Mati, Lahan itu Milik Suku Sakai yang Dijual Kepada Andre

Seratusan Warga Suku Sakai Aksi Damai di Kejari Siak
Seratusan Warga Suku Sakai Aksi Damai di Kejari Siak

Siak(SegmenNews.com)- Seratusan warga suku Sakai, Kecamatan Minas, Rabu (4/3/15) sekitar pukul 10.00 WIB, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Mereka dipimpin langsung kepala suku Sakai, Badi, Bomo dan Motik. Aksi mereka disambut langsung Kajari Siak Zainul Arifin didampingi Kasi Intel Robi H Siregar.

Masyarakat suku Sakai tersebut, meminta kepada pihak kejaksaan untuk menuntut seadil-adilnya dan sesuai fakta persidangan atas perkara Andre alias Heri yang didakwa memalsukan surat-surat tanah.

Baca: Suku Sakai Jual Lahan Hanya Kepada Andre Bukan Ernawati.

Seperti yang diungkapkan Safinar, (cucu alm M Yusuf, salah seorang pemilik lahan di Desa Rantau Bertuah) di hadapan Kajari Siak menjelaskan, kedatangan ratusan warga suku Sakai untuk menjelaskan fakta sebenarnya terkait kasus sengketa lahan antara Ernawati dengan Andre alias Heri yang saat ini menunggu agenda penuntutan di Pengadilan Negeri Siak.

Safinar berharap, fakta persidangan dan fakta yang terjadi dilapangan dapat disampaikan Kajari Siak ke Kejaksaan Agung, sehingga putusan persidangan tidak direkayasa.

“Semua yang datang ke sini, asli suku Sakai, pemilik lahan di KM 41- KM 47 Desa Rantau Bertuah Kecamatan Minas seluas 800 hektare. Atuk-atuk kami mengakui lahan mereka hanya dijual kepada Andre alias Heri, tak ada ke yang lain. Setelah diolah menjadi kebun sawit, Pak Andre memperkerjakan kami semua di kebun itu. Bahkan, sebagian besar dari kami dibuatkan rumah,” ungkap Safinar.

Baca: Aneh! Ernawati Mantan Sekdes Kok Punya Uang Rp 15 Miliar Beli Lahan

Selain itu, Safinar mengungkapkan, “Kami orang Sakai tertib dan taat hukum, tapi kami tidak siap kalau perkara ini tidak adil dan tak sesuai fakta di persidangan. Kami siap kelapangan, untuk membuktikan fakta sebenarnya,” tegasnya.

Selain itu, kepala suku Sakai, Bomo, berharap kasus sengketa lahan yang sudah bertahun-tahun ini bisa diselesaikan dengan adil. “Kita yang datang ini, adalah suku Sakai asli, Sakai se Sakai-Sakainya, tak ada orang lain. Setahu saya, lahan kami itu hanya dijual ke Pak Andre,” ujar Bomo.

Saya siap ditembak mati, lahan itu milik suku kami, saya pernah diancam postol di kening, saya tak takut, karena memang lahan itu milik suku Sakai,” tambah Bomo.

Hal senada juga disampaikan tetua suku Sakai lainnya, seperti Buyung L, Muslim, Firman, Motik dan Badi. Mereka merupakan saksi hidup yang mengetahui sejarah lahan suku Sakai yang awalnya seluas 1.000 hektare, hingga warga sepakat menjual lahan kepada Andre alias Heri yang totalnya berkurang, dan menjadi 800 hektare.

Menanggapi aspirasi warga Sakai itu, Kajari Zainul Arifin menjelaskan, tugas dan fungsi Jaksa hanya sebatas tuntutan. Perkara sengketa lahan di Desa Rantau Bertuah ditanggani oleh Kejaksaan Agung, sehingga dua Jaksa Penntutu Umum (JPU) yang menanggani kasus ini dari Kejagung.

“Kasus ini sudah menjadi perhatian pusat, saya sudah lama sampaikan masalah ini kepada Kajagung. Intinya, jaksa hanya sebatas menuntut saja sesuai fakta persidangan, saya sudah berkomunikasi dengan JPU yang menanggani kasus ini. Apabila warga suku Sakai tak puas dengan putusan pengadilan, silakan saja sampaikan kepada penasehat hukumnya. Kan masih bisa banding hingga Mahkamah Agung. Saya berharap, warga Sakai bisa menjaga keamanan hingga putusan ditetapkan hakim nantinya,” jelas Zainul Arifin.

Usai berdialog dengan Kajari, perwakilan orang tua suku Sakai membubarkan diri dengan tertib dan bersalam-salaman bertanda aksi damai memang damai.***(rinto)

Sukses 3 Zero, Menteri LHK Berencana Jadikan Kampar Percontohan Nasional

Sukses 3 Zero, Menteri LHK Berencana Jadikan Kampar Percontohan Nasional
Sukses 3 Zero, Menteri LHK Berencana Jadikan Kampar Percontohan Nasional

Kampar (Segmennews.com)- Program anti kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau menjadi sorotan sejumlah tokoh dan pejabat nasional untuk kemudian dijadikan model percontohan bagi daerah lain dalam memberantas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

Berbagai program anti kemiskinan itu dijalankan melalui sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan peternakan. Semuanya dijalankan sekaligus dengan target pada 2016 akan tercapai 3 Zero yakni, zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

Bupati Kampar Jefry Noer kepada pers, Rabu (4/3/15) beberapa pejabat nasional yang menyorot program anti kemiskinan itu adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar. Dia bahkan berencana untuk menjadikan Kampar sebagai model percontohan nasional.

“Program seperti ini yang harusnya dilakukan oleh daerah-daerah lainnya. Ini masuk dalam program hutan tanaman rakyat dan hutan desa,” kata Siti Nurbaya.

Program yang dimaksud salah satunya adalah pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Energi dengan memanfaatkan lahan sempit untuk dijadikan kawasan peternakan, perikanan, pertanian dan pengelolaan limbah ternak menjadi biourine dan biogas.

Bupati Jefry Noer saat ini sedang menyiapkan lahan percontohan Program Desa Mandiri Pangan dan Energi di kawasan Pusat Pelatihan Petanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) Kubang Jaya, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar.

Kami targetkan dalam waktu dekat sudah selesai seratus persen dan pada 12 Maret sudah diresmikan dan siap untuk dikembangkan di seluruh kecamatan hingga pedesaan di Kampar, kata Jefry.

Pejabat lainnya yang juga menyorot program anti kemiskinan Pemkab Kampar adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menggap program itu adalah trobosan untuk ketahanan pangan nasional.

Sementara dari beberapa tokoh politik nasional yang mendukung program anti kemiskinan Kampar adalah mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali. Dia bahkan sempat berkunjung ke kawasan P4S Kampar.

Berbagai program tersebut menurut Jefry telah dijalankan sejak lama diawal kepemimpinannya beberapa tahun silam. Program ini sekaligus mendukung program nasional tentang kedaulatan pangan.***(advertorial/hms/ali)

Pembangunan Ketenagakerjaan Penting untuk Pembangunan Nasional

Walikota Pekanbaru, Firdaus bersama Kapus Ketenagakerjaan RI, Nurahman Msi memasuki ruangan acara sosialisasi Bimtek Penyusunan Rencana Tenagakerja
Walikota Pekanbaru, Firdaus bersama Kapus Ketenagakerjaan RI, Nurahman Msi memasuki ruangan acara sosialisasi Bimtek Penyusunan Rencana Tenagakerja

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Walikota Pekanbaru H. Firdaus, ST.MT menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan merupakan strategi yang sangat penting dalam kerangka Pembangunan Nasional, Regional daerah dan sektoral yang meliputi pembinaan kualitas angkatan kerja, pendayagunaan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Hal ini merupakan mempunyai sifat yang inkusif yang melibatkan berbagai pihak sebagai pemangku kepentingan atau stacholders.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Sosialisasi dan Bimbingan Tekhnis Penyusunan Rencana Tenaga Kerja, Rabu (04/03) di Alamanda meeting Room Grand Central Hotel Pekanbaru yang ditaja oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru.

Walikota menambahkan, pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau meliputi luas wiilayah mencapai 632,28 KM2, jumlah penduduk mecapai 1,1 juta jiwa serta letak geografis yang strategis oleh karenanya luas wilayah yang besar tersebut dapat di jadikan untuk pemerataan pembangunan, pencapaiannya lebih kurang 30% daerah yang terbangun oleh sebab itu keunggulan dan potensi yang ada agar di mamfaatkan oleh seluruh komponen yang ada untuk menggerakkan roda pembangunan Kota Pekanbaru.

Wako juga megingatkan di hadapan peserta acara hendaknya kepada semua agar tidak lagi menjadi masyarakat yang konsumtif yang hanya sifatnya memakai dan memanfaatkan saja tetapi tidak memikirkan dan menciptakan, untuk itu mari kita hijrah dari hal yang demikian kepada perubahan dengan mengandalkan SDA yang teruji dan berkualitas agar terhindar dari jajahan modernitas.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Ir. Jhony S, MT sebelumnya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi ketenagakerjaan ini di lakukan adalah untuk mengetahui sekaligus memahami persoalan-persoalan yang ada dalam hal ketenagakerjaan khususnya di kota Pekanbaru.

Ditambahkan bahwa hal ini adalah persoalan bersama, baik penyelenggara negara maupun warga negara, sekalipun baru kali ini di lakukan tetapi hal ini akan belanjut di perkirakan yang 4 kali kegiatan lagi dengan waktu yang berbeda hingga tersusunnya rencana ketenagakerjaan Kota Pekanbaru.

Pada acara ini hadir, KAPUS Ketenagakerjaan Republik Indonesia,Nurahman, M.Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Kadis DKP Kota Pekanbaru, Kadis Pasar Kota Pekanbaru, Kepala BPTPM Kota Pekanbaru, CAMAT se-Kota Pekanbaru serta para pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi UIN dan UIR serta Perwakilan AKINDO.***(chir/hms)

Tabrakan, Pria ini Meregang Nyawa Dijalanan

Korban kecelakaan tewas ditempat
Korban kecelakaan tewas ditempat

Siak(SegmenNews.com)- Naas, Mederwa (47) warga Balai Kayang Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak harus meregang nyawa dijalanan akibat kecelakaan lalulintas yang menimpa dirinya di atas jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL), Selasa (3/3/15) sekitar pukul 16:30 WIB.

Kecelakaan yang menghilangkan nyawa pria tersebut bermula saat kendaraan sepeda motor Yamaha Yupiter BM 6136 SQ yang dikendarainya melaju dari arah Kecamatan Dayun menuju Kecamatan Siak, namun setibanya diatas jembatan TASL, tak diduga dari arah berlawanan ada mobil colt diesel BM 811 FZ yang dikemudikan oleh M Sony (37) warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan.

Mopbil itu menyalip salah satu kendaraan yang lain dengan kecepatan tinggi. Pada bidang jalan menurun dan memakan badan jalan sebelah kanan, karna jarak yang sudah dekat dan tidak terelakkan lagi maka mobil Cold diesel Mitsubishi menabrak Sepeda motor sehingga terjatuh di badan jalan.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Siak Kompol Ahmad Rozali, dan pihaknya telah melakukan langkah-langkah yakni mengamankan barang bukti mobil dan sepeda motor, mengamankan supir atau pengendara mobil, dan menerima laporan. Dalam kejadian tersebut diduga kerugian sekitar Rp3 juta, dan korban pengendara sepeda motor meninggal dunia.

“Setelah kita menerima laporan tentang adanya laka lantas, kita langsung turun ke lokasi dan mengambil tindakan. Korban, pengendara sepeda motor meninggal dunia, dan supir mobil diamankan,” terang Kapolsek.***(rinto)

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah dan Sekolah di Siak

Puluhan Rumah dan 2 Gedung Sekolah di Tualang Porak Poranda Dihantam Puting Beliung
Puluhan Rumah dan 2 Gedung Sekolah di Tualang Porak Poranda Dihantam Puting Beliung

Siak(SegmenNews.com)- Hujan deras disertai angin puting beliung menimbulkan kerusakan parah sejumlah bangunan di Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (3/3/2015) sore.

Data sementara yang dirangkum pihak pemerintah Kampung Perawang Barat tercatat sebanyak 38 rumah warga diterjang badai puting beliung, dua gedung sekolah dan 1 lapangan futsal.

“Hujan sore tadi menerjang 38 rumah warga dan dua sekolah serta lapangan futsal. Rata-rata atap bangunan rumah dan sekolah terbang dibawa angin puting beliung,” ungkap Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal SHi, Selasa malam (3/3/2015).

Faisal menjelaskan, sebanyak 38 unit rumah warga dilingkungan RW 01 dan Villa Perawang mengalami kerusakan, kemudian di RT 08 sebanyak 15 unit rumah rusak, di RT 09 15 unit rumah dan Villa Perawang 7 unit tempat lain 1 unit mengalami kerusakan, serta SMAN Negeri 1 dan SD 014 dan Perawang Futsal di Jalan Alimudinsyah juga porak poranda dihantam angin puting beliung tersebut.

“Kita sudah melaporkan musibah ini ke pihak Kecamatan, besok akan kita lengkapi secara tertulis,” kata Faisal.

Faisal menyebutkan kerusakan paling parah akibat terjang angin di SMA N 1 Tualang. Beberapa ruangan kelas rusak parah, atap berterbangan dan plafon runtuh serta aula serga guna dan dan labor juga mengalami kerusakan.

“Tidak ada yang mengungsi akibat kejadian ini. Sementara terkait kemungkinan bantuan, tidak bisa dipastikan. Hanya saja kita berharap rumah yang rusak parah bisa dapat bantuan,” ujarnya.***(kpr/rinto)

LPSE Riau Harus Tuntaskan Lelang Sampai 31 Maret

LPSEPekanbaru(SegmenNews.com)– Sekretaris Komisi D DPRD Riau, Asri Ausar menegaskan seluruh tahapan pelelangan infrastruktur melalui Lembaga Pengadaan Secara Elekronik (LPSE) Biro Pembangunan Pemprov Riau harus selesai sampai 31 Maret 2015. Tujuannya supaya seluruh anggaran APBD yang dianggarkan sekitar Rp 1,2 triliun dapat terserap 100 persen.

Anggaran ini disiapkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, drainase perkantoran publik dan lain-lain. Proyek ini tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.
“Sekarang seluruh lelang sesuai anggaran ini sudah diserahkan ke LPSE melalui Dinas PU Bina Marga. Jadi pemegang kebijakkan yakni dinas terkait harus bisa menyelesaikan pelelangan sampai akhir Maret ini, supaya pembangunan bis cepat dimulai,” kata Asri, Selasa (3/3/15).

Penegasan ini sebenarnya instruksi pemerintah pusat. Dimana pusat telah mendeadline daerah paling lambat 31 Maret itu lelang proyek sudah selesai semua. Perintah ini dikhususkan untuk Provinsi Riau dan beberapa provinsi lainnya yang mengalami kondisi dan situasi sama dengan Riau.

Sebab anggaran sekarang sudah tertunda sejak tiga tahun lalu, yaitu sejak anggaran tahun 2013. Karena terkendala oleh Pilkada, Pileg dan peraturan perundang-undangan berubah-rubah. Sehingga pejabat daerah takut melaksanakan kegiatan, agar tidak terjerat masalah hukum.

Asri menekankan, penundaan pelaksanaan proyek dibidang infrastruktur jangan sampai terulang lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana realisasi anggaran minim terealisasi untuk pembangunan, sehingga menyebabkan pelaksanaan proyek itu tidak mulus akibat terhimpit waktu dan anggran tidak cukup.

“Dengan terealisasi seluruh anggaran ini diharapkan masyarakat dapat menikmati hasil dari pekerjaan tersebut. Sebab jika terlaksana 100 persen, maka sudah banyak infrastruktur diwilayah Riau yang terbenahi dengan baik,” ujar Asri.***(alind)

SK Penempatan Belum Keluar, CPNS Riau Lolos Seleksi Diminta Bersabar

Ilustrasi CPNS
Ilustrasi CPNS

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak 161 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Riau yang lolos seleksi masih harus bersabar sebelum betul-betul bisa bekerja di lingkungan Pemerintahan Provinsi Riau. Karena Surat Keputusan (SK) penugasan untuk menempatkan mereka di Satuan kerja (Satker) masing-masing belum bisa dikeluarkan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Muhammad Guntur mengaku, BKD sedang mengirimkan data ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wilayah kerja Kantor Regional XII BKN Pekanbaru. Pengiriman data dilengkapi dengan kelengkapan berkas dan administrasi.

Hasil kelulusan seleksi Formasi penerimaan CPNS Riau tahun 2014 ini sebelumnya telah diumumkan pada Januari 2015 kemarin. Meski demikian, para calon pegawai ini belum bisa ditempatkan bekerja, karena Nomor Induk Pegawai (NIP) belum dikeluarkan oleh BKN.

“Sekarang sedang proses in-put data dari BKD ke BKN. Untuk melengkapi data dan berkas administrasinya,” kata Guntur, saat akan melakukan hearing dengan Komisi A DPRD Riau terkait penerimaan CPNS dan nasip pegawai Kategori (K2) yang belum diterima menjadi CPNS, Selasa (3/3/15).

Sementara Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian BKD Riau, Haprialdi Malik menjelaskan, akhir pekan lalu bahwa penugasan belum bisa dilakukan karena para nama cpns yang telah lolos masih dalam proses pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Jadi sekarang masih menunggu proses dari BKN, ” ujar Hapriadi.

Dijelaskannya, proses yang sedang dilaksanakan oleh BKN itu saat ini adalah pemberian Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi masing-masing CPNS. Setelah proses tersebut selesai, sambungnya, barulah data-data CPNS tersebut diserahkan kembali ke daerah.

“Nah, ketika sudah diserahkan kepada kita, barulah secepatnya akan di SK-kan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang CPNS yang berhasil lulus di Riau, Angga Alghifari, mengaku masih belum mendapatkan informasi mengenai kapan ia mulai bekerja. Ia sangat berharap agar proses pengangkatannya dapat segera terlaksana.***(alind)