Beranda blog Halaman 2427

Usulan Musrenbang Harus Prioritaskan Masyarakat

Bupati Kabupaten Siak, H Syamsuar saat membuka MUsrenbang Kecamatan Tualang di aula serba guna, Rabu (18/2/15)
Bupati Kabupaten Siak, H Syamsuar saat membuka MUsrenbang Kecamatan Tualang di aula serba guna, Rabu (18/2/15)

Perawang(SegmenNews.com)- Pihak Kecamatan diminta agar memprioritaskan kepentingan masyarakat dalam usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Sehingga rencana pembangunan betul-betul menyentuh kemasyarakat banyak, sesuai dengan yang dibutuhkan mereka.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Kabupaten Siak, H Syamsuar saat membuka MUsrenbang Kecamatan Tualang di aula serba guna, Rabu (18/2/15). Lanjutnya, dengan demikian, maka tidak ada kesulitan dalam mebahasnya, sehingga kebutuhan tersebut bisa cepat dianggarkan.

Hadir dalam musrenbang Kecamatan Tualang Ketua DPRD Siak Indra Gunawan,SE Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, kepala dinas/ Badan Kabupaten Siak Camat Tualang Zulkifli,Upika, Lurah dan Penghulu  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkungan Pemkab Siak,RT/RW,tokoh masyarakat .

Bupati siak Drs H Syamsuar menyatakan musyawarah pembangunan yang dilaksanakan Kecamatan Tualang, Pemerintah Kabupaten Siak membawa semua SKPD terkait termasuk wakil Bupati dan ketua DPRD dalam upaya untuk menghimpun aspirasi masyarakat dalam hal pembangunan yang telah dilaksanakan.

Namun dari pembangunan yang telah dilaksanakan masih ada yang belum terpenuhi maka susulan dari kampung kampung  yang.belum terpenuhi .”Maka inilah, kita ingin.mengecek dan melakukan evaluasi,”paparnya.

Dan harus sejalan antara program pembangunan pemerintah pusat, propinsi dan.kabupaten .Tentunya dimulai dari pemerintah kecamatan sampai ke desa harus sejalan agar pembangunan sesuai dengan komitmen.pemerintah untuk kepentingan.masyarakat.

Pembangunan yang dilaksanakan itu harus sesuai dengan visi dan misi pemerintah, dan program pemerintah dalam melaksanakan program itu juga harus adanya.kebersamaan dan harus melihat pada aspek prioritas,

“Pembangunan yang kita lakukan adalah daerah daerah pinggiran hal ini dalam upaya mendukung daerah daerah tertinggal supaya ikut maju, dalam upaya untuk meningkatkan  perekonomian yang ada di kampung kampung di pinggiran ,”jelasnya.

Untuk mewujudkan ini juga,prioritas pembangunan Kabupaten Siak yakni di bidang kesehatan, termasuk sarana dan prasana untuk membuat masyarakat sehat. Dan didepannya bagaimana Perawang juga memiliki rumah sakit yang dikelola pemerintah.

Kemudian persiapan Laboratorium yang disiapkan dan pendidikan seperti pendidikan formal dan non formal. Pengembangan perekonomian daerah dan peningkatan kerakyatan, pengembangan pariwisata, infrastruktur dan reformasi birokrasi dan inisiasi pelayanan publik.

Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jaringan listrik. ” Karena masih ada kecamatan sebagian daerah yang belum masuk listrik diantara Sei Apit, Pusako,Sabak Auh,Dayun, Koto Gasib dan Sei Mandau,”ungkapnya.***(adv/rinto)

Dirlantas Polda Riau Tinjau Pelayanan SIM di Mapolres Kampar

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Eri Safari, SH mengunjungi Mapolres Kabupaten Kampar
Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Eri Safari, SH mengunjungi Mapolres Kabupaten Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Eri Safari, SH mengunjungi Mapolres Kabupaten Kampar. Kunjungan tersebut dalam rangka memantau langsung proses pelayanan SIM di Mapolres Kampar, Rabu (18/2/15).

Eri Safari, SH diruangan pendaftaran penerbitan SIM bersama Kasat Lantas, Kompol Alex Sandy Siregar SH,MH menyampaikan tujuannya untuk memantau pelayanan SIM Sekaligus memberikan pencerahan kepada peserta uji SIM.

“SIM Adalah bukti kompetensi dalam mengemudikan kendaraan. Bukan sekedar syarat untuk tidak ditilang. Tetapi dengan kompetensi yang dimiliki pengemudi diharapkan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya laka lantas,” sampai Dirlantas Polda Riau kepada masyarakat.

Kasat Lantas Polres Kampar Kompol Alex Sandy Siregar SH MH  kepada Segmennews.com mengatakan, dengan adanya kunjungan langsung oleh Dirlantas Polda Riau ini, diharapkan kedepan pelayanan SIM B khususnya di Kampar bisa terwujud dan dapat membantu masyarakat.

“Selama ini masyarakat yang mengurus SI B harus ke Pekanbaru khusus perpanjangan SIM B. Kita harap kedepan masyarakat bisa mengurusnya di Kampar saja. Tapi semua itu yang atur Polda,” ujarnya.***(ali)

21 Penyidik KPK Terancam Jadi Tersangka Senpi Ilegal

Komjen Pol Budi Waseso
Komjen Pol Budi Waseso

Jakarta(SegmenNews.com)- Sebanyak 21 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam menjadi tersangka terkait dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal yang dulu bekerja di kepolisian.

Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso, menyatakan telah meminta jajarannya untuk menyelidiki dugaan kepemilikan senjata ilegal tersebut. Dirinya tak takut untuk menjadikan 21 penyidik itu menjadi tersangka dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Jelas salah bila sudah menguasai senjata ilegal, UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujar Budi kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2015).

Menurut Budi, alasan kepolisian menyelidiki kasus ini karena izin kepemilikan senjata milik 21 penyidik KPK sudah kadaluarsa. “Ya, izinnya tidak diperpanjang. Terakhir ada yang 2012, tapi rata-rata 2011 sudah mati,” jelasnya.

Mantan Kapolda Gorontalo itu menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus ini terhadap para penyidiknya. Menurutnya, penyelidikan kasus ini berasal dari adanya laporan masyarakat yang mengadukan masalah ini kepada Bareskrim Polri. Namun Budi enggan menyebutkan siapa pelapor tersebut.

“Kalau buktinya cukup terkait pelarangan penggunaan senjata api, ya pasti (tersangka). Saya kan sudah bilang, tapi tidak serta merta jadi tersangka. Kita lihat. Ini kan baru dugaan ya,” pungkasnya. (*)

Red: hasran
Sumber : okezone.com

Bupati Herliyan: Desa Miliarder, Kades dan BPD Tingkatkan PAD

Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis

Bengkalis(SegmenNews.com)– Saat ini desa-desa di kabupaten Bengkalis bisa dikatakan sebagai desa miliarder. Setiap tahun, desa mendapat kucuran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis mencapai Rp 3 miliar, terdiri Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 1 miliar, Instruksi Bupati untuk Program Penguatan Infrastruktur Pedesaan (Inbup-PPIP) Rp 1 miliar dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Rp 1 miliar.

Kemudian dengan diberlakukan Undang-Undang UU Nomor 6 Tahun 2014, desa akan mendapat suntikan anggaran lagi dari pemerintah pusat. Sehingga menambah besarnya anggaran. Untuk itu, tugas Badan Permusyaratan Desa (BPD) dan kepala desa (kades) akan semakin berat dalam menyusun program pembangunan desa.

Hal itu dikatakan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara tersebut digelar di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis, Selasa (17/02/2015).

“Tugas BPD kedepan semakin berat, kendati sumber anggaran pendapatan desa berbilang besar, jangan menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk berpangku tangan,” ujar Herliyan.

Kondisi ini, lanjut Bupati, mestinya mendorong Kades dan BPD untuk lebih kreatif dalam menggali segala potensi desa, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

Lebih lanjut Bupati bergelar Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri ini menjelaskan, sebagai desa miliarder, tentu membutuhkan manajemen tata kelola keuangan desa yang baik dan transparan.

“Oleh karena itu, BPD dan seluruh elemen masyarakat desa harus selalu memantau dan mengawasi pengelolaan keuangan desa. hal ini penting, agar pemanfaatan dana desa sesuai skala prioritas pembangunan di desa”, imbuh Bupati.

Demi terwujudnya hal diatas, Bupati Herliyan minta kepada Kades agar bisa bekerja sama dengan BPD, jangan mengedepankan ego pribadi atau kelompok. Karena pembangunan desa harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaanya harus melibatkan BPD.

Selain melantik anggota BPD, Bupati Herliyan juga berkesempatan menyerahkan empat buah mobil ambulance desa yang diperuntukan bagi desa Penebal, Penampi, Tameran, dan Sungai Alam.  Selain ambulance desa turut diserahkan puluhan Rumah Layak Huni (RLH) dan kartu Jamkesmasda.

Tampak hadir Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), H Ismail, Camat Bengkalis, Djamaluddin, serta sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Bengkalis.***(adv/man)

Pesan Bupati Herliyan, BPD Harus Buat Perdes Lebih dari Satu

Bupati serahkan SKP BPD
Bupati serahkan SKP BPD

Bengkalis(SegmenNews.com)– Salah satu tugas pokok Badan Permusyaratan Desa (BPD) yang tertuang dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah membuat Peraturan Desa (Perdes). Semakin banyak Perdes yang dihasilkan oleh anggota BPD menjadi salah satu barometer kinerja mereka selaku anggota BPD yang berprofesional.

Demikian ditegaskan Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh saat melantik puluhan anggota BPD desa Sekodi, Palkun, Kelemantan, Sungai Batang, Ketamputih, Penebal, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Temeran, Damai, Penampi, Kelebuk, Sungai Alam Dan Kuala Alam. Acara dipusatkan di halaman kantor desa Penebal, kecamatan Bengkalis, Selasa (17/02/2015)

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya terutama dalam pembuatan Perdes, orang nomor satu di Negeri Junjungan ini menekankan agar BPD tidak hanya sebatas membuat satu Perdes saja, misal Perdes tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBDES).

“Banyak Perdes yang bisa dibuat. Contoh Perdes Siskamling atau ronda malam, bisa dibuat Perdes dengan memberikan sangsi admistrasi kepada yang melanggar. Perdes lainnya yang bisa dibuat misalnya, Perdes tentang penataan lingkungan desa dan kebersihan, atau Perdes retribusi selama tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku”, ujar Herliyan.

Tugas BPD lainnya, mengawasi kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun sesuai dengan namanya permusyawaratan, apabila ada persoalan diselesaikan secara musyawarah baru diberikan teguran.

“Seandainya memang ada hal-hal yang melenceng dari kepala desa dan aparatnya, BPD bisa menegur dan memanggil Kepala Desa untuk diminta klarifikasi. langkah ini lebih terpuji dan elegan, daripada memusuhi kepala desa dan membuat isu-isu negatif dan provokatif di masyarakat.” pesan Bupati.

Kepala desa, ujar Bupati Herliyan, bukanlah rival yang dijadikan lawan bagi para anggota BPD, akan tetapi seorang kepala desa beserta aparatur pemerintah desa lainnya adalah mitra bagi BPD, untuk bekerja sama secara sinergi, sehingga program-program yang akan dilaksanakan di desa bisa dilaksanakan secara baik dan lancar.

Sedangkan tugas yang terakhir yakni mewakili masyarakat menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah desa. Jadi, BPD juga berperan menyerap aspirasi pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, kemudian disampaikan kepada pemerintah desa.

“Oleh karena itu anggota BPD hendaknya mengetahui kondisi warga mereka. Mereka juga dituntut agar lebih mengetahui potensi apa yang bisa dikembangkan didesa mereka tersebut sehingga pembangunan dapat lebih tepat guna dan tepat sasaran” pungkasnya.

Selain melantik anggota BPD, Bupati Herliyan juga berkesempatan menyerahkan empat buah mobil ambulance desa yang diperuntukan bagi desa Penebal, Penampi, Tameran, dan Sungai Alam.  Selain ambulance desa turut diserahkan puluhan Rumah Layak Huni (RLH) dan kartu Jamkesmasda.

Tampak hadir Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD), H Ismail, Camat Bengkalis, Djamaluddin, serta sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Bengkalis.***(advertorial/hms)

Bupati Imbau Warga Tak Berlebihan Rayakan Imlek

Bengkalis(SegmenNews.com)– Sebagaimana di daerah atau tempat lain, masyarakat Kabupaten Bengkalis yang berasal dari keturunan etnis Tionghoa, pada Kamis (19/2) lusa, juga akan merayakan  Tahun Baru Imlek 2566.

Untuk merayakan pergantian tahun tersebut, bukan hanya di Kota Bengkalis, di sejumlah pelosok desa yang terdapat masyarakat yang berasal dari keturunan etnis Tionghoa, berbagai persiapan sejak beberapa hari lalu sudah dilakukan. Misalnya pemasangan lampion warna merah di rumah-rumah.

Sehubungan dengan itu, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh mengajak warganya yang merayakannya Tahun Baru Imlek 2566 untuk tidak merayakan pergantiaan tahun baru tersebut secara berlebihan.

Karena makna pergantian tahun baru, katanya, sesungguhnya bukanlah untuk hal-hal seperti itu. Melainkan untuk merenung, berkontemplasi, dan bersujud sukur ke hadirat Tuhan Yang Kuasa.

“Sesuai esensi yang sesungguhnya, mari jadikan Tahun Baru Imlek 2566 ini sebagai ladang amal dan kepedulian untuk lebih banyak berbuat kebajikan dan meningkatkan kesetiakawanan sosial terhadap sesama,” ajak Herliyan seperti disampaikan Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri kepada wartawan, Selasa (17/2).

Terkait dengan perayaan tahun baru Imlek 2566 yang jatuh pada Kamis mendatang, baik atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Herliyan menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2566 kepada seluruh masyarakat di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini yang merayakannya.

Di bagian lain Herliyan mengatakan, sepengetahuannya Tahun Baru Imlek merupakan kalender bagi masyarakat Tionghoa yang berasal dari kearifan masa lalu. Sistem penanggalan ini telah berhasil mewariskan nilai-nilai filosofis kehidupan untuk kesejahteraan, kedamaian, dan harmoni antar manusia.

Karena itu pula, Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang berasal dari keturunan etnis Tionghoa, untuk dapat menjadikan Tahun Baru Imlek 2566 ini sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi diri serta menghayati kebersamaan, persatuan, dan kedamaian.

Kemudian, Bupati juga mengatakan Tahun Baru Imlek 2566 ini juga merupakan saat yang tepat pula untuk terus melakukan transformasi diri menuju masa depan yang semakin baik dan lebih bermakna.

“Mari kita jadikan perayaan ini ini sebagai momentum untuk lebih memeperat rasa kebersamaan dan kehidupan kebangsaan di daerah ini menjadi lebih harmonis, penuh ikatan persaudaraan, dan saling berbagi kasih sayang satu sama”, ajak Herliyan lagi.

Selanjutnya, Herliyan juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis yang berasal dari keturunan etnis Tionghoa untuk menjadi perayaan Tahun Baru Imlek 2566 ini untuk memperbaharui tekad dan semangatnya guna mempercepat proses keberhasilan pembangunan di daerah ini di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

“Tekad kita adalah bersatu, membangun hari depan daerah ini agar menjadi lebih baik. Dengan perayaan tahun baru Imlek 2566 ini, mari kita tingkatkan sumbangsih dimaksud, karena keberhasilan pembangunan di daerah ini menjadi tanggungjawab kita bersama”, imbuhnya.

Di bagian lain, Bupati mengatakan kontribusi yang telah diberikan warganya yang berasal dari keturunan etnis Tionghoa dalam membangun Kabupaten Bengkalis selama ini sangat besar.

“Ke depan, kebersamaan dan kontribusi dimaksud hendaknya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi”, harapnya.***(man)

Pemkab Rohil Anggarkan Seragam Honorer

foto ilustrasi
foto ilustrasi

Rokan Hilir(SegmenNews.com)- Untuk membedakan pakaian tenaga honorer dengan PNS, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pembelian seragam tenaga honor pada tahun 2015. Kebijakan itu dibuat agar pemerintah bisa mengawasi tingkat disiplin antara tenaga honor dengan PNS.

“Tahun ini sudah kita anggarkan untuk pembelian pakaian. Yang jelas, pakaiannya bukan berwarna hitam putih,” ujar Plt Setda, Drs Surya Arpan, Selasa (17/2/2015).

Surya Arpan mengatakan, aturan larangan tenaga honorer menggunakan atribut PNS merupakan upaya agar tidak ada lagi minat orang untuk menjadi tenaga honorer. Jika memungkinkan, mereka diarahkan untuk menjadi usahawan agar bisa berdikari menjadi pelaku usaha kecil menengah.

Ketika menyinggung kenaikan gaji tenaga honorer tahun ini, Surya menegaskan belum ada perubahan. Menurutnya, gaji tenaga honorer masih menggunakan anggaran sebelumnya berdasarkan tingkat pendidikan para tenaga honorer.

Sementara itu, Ujang, warga Bagansiapiapi menyambut baik kebijakan yang dianulir pemerintah terkait perbedaan pakaian tenaga honorer dan PNS. Ujang mengatakan, penggunaan seragam honorer yang berbeda dengan PNS akan menghilangkan sikap staf honorer yang banyak gaya.***(adv/hms)

Plt Sekda Rohil: Tingkatkan Home Industri

Plt Sekda Rohil: Tingkatkan Home Industri
Plt Sekda Rohil: Tingkatkan Home Industri

Rokan HilirSegmenNews.com)- Untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kabupaten Rokan Hulir, Pelaksana tugas (Plt) Sekdakab Rohil H Surya Arfan menghimbau masyarakat terus meningkatkan sumber daya home industri.

Untuk peningkatan home industri tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diinstruksikan harus bersinergi menjalankan program tersebut kepada masyarakat. Sebab kerjasama sangat diperlukan dalam suatu kinerja yang lebih baik.

“Home industri itu termasuk salah satu kegiatan nonfisik skala prioritas program pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Namun, dibutuhkan kerjasama semua pihak terkait,” katanya usai upacara di halaman Kantor Bupati Rohil, Selasa (17/2/2015).

Menurut Surya Arfan banyak yang bisa dimanfaatkan untuk home industri tersebut seperti, pengolahan makanan ikan, udang dan kerang menjadi jenis makanan baru, hasilnya dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat. Namun untuk usaha permodalan daat berkoordinasi dengan koperasi.

Di sisi lain, program skala prioritas pemerintah daerah tetap mengacu pada insfrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan dan pemberantasan kemiskinan.”Itu semua program skala prioritas 2015, termasuk utama memberantas kemiskinan melalui program pembangunan rumah layak huni,” paparnya.***(advertorial/karyadi)

Bupati Ekspos STIQSI Kepada Kopertais Wilayah Riau-Kepri

Bupati paparkan STIQSI kepada Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Riau- Kepri
Bupati paparkan STIQSI kepada Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Riau- Kepri

Rokan Hulu(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Rokan Hulu Drs.H.Achmad.Msi  dalam Eksposnya saat kunjungan Koodinasi Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Riau- Kepri. yang dilaksanakan di Lantai III kantor Bupati Kabupaten Rokan Hulu di Komplek perkantoran Bina Praja, Selasa (17/2/2015)

Achmad mengatakan Visi dari STIQSI Kabupaten Rokan Hulu “Menjadikan Sekolah Tinggi terkemuka dalam mengintegrasikan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan AL-Hadist dengan SAINS dan teknologi Modren di Asia Tenggara Pada Tahun 2025,” jelasnya.

Dalam eksposnya Achmad juga mengatakan Misi dari STIQSI adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang Ilmu-Ilmu AL-Qur’an dan AL Hadist yang berintegrasi dengan Sains dan teknologi Modren serta melahirkan Sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, serta Handal dan profesional.

Ia menambahkan melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk mengembangkan ilmu-ilmu Al-quran dan Al-Hadist yang berintegrasikan dengan sains dan teknologi modren hal itu juga termasuk kedalam Misi dari STIQSI.

Bupati Kabupaten Rokan Hulu Drs.H.Achmad.Msi bersama Kopertis Wilayah X Riau dan Kepri
Bupati Kabupaten Rokan Hulu Drs.H.Achmad.Msi bersama Kopertis Wilayah X Riau dan Kepri

Achmad juga menjelaskan misi STQSI yang lain adalah Menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Serta menampung Lulusan Pondok pesantren dan SLTA yang Memiliki Komitmen, untuk mengembangkan dan memasyarakatkan Ilmu-Ilmu AL-Quran dan Hadist yang berintegrasi dengan SainS dan Teknologi Modren.

“Program Studi yang ada di STIQSI ada dua yaitu Program Studi Ilmu AL-Qur’an dan Program Studi Ilmu Hadist,” tuturnya.

Ia juga membeberkan tenaga pengajar yang akan dihadirkan oleh STIQSI dengan Tingkat pendidikan S2 dan S3 sebanyak 35 orang dosen dimana Dosen tetapnya sebanyak 12 Dosen. Dan pegawai Administrasi dengan jenjang S1 berjumlah lima orang. achmad juga menambahkan seluruh Tenaga pengajar dan Administrasi akan dimasukan ke dalam Formasi penerimaan CPNS tahun 2015.

Dimana dalam Rencana Penerimaan Mahasiswa tahun Akademik 2015/2016 sebanyak 100 orang. Dua orang terbaik dari setiap kabupaten/kota se provinsi Riau sebanyak 24 Mahasiswa. Dan setiap kecamatan yang ada dikabupaten Rohul di utus sebanyak dua orang. Dengan jumlah 32 orang yang ada di Rohul. Serta regional sumatra, Nasional dan Internasional sebanyak 44 orang. Sementara untuk dana Oprasional tahap pertama akan di gelontorkan sebesar tiga Miliar dari APBD TA. 2015.

Prof.Dr.H. Muzir hitami. MA ketua dari Kopertais Wilayah XII Riau- Kepri menjelaskan kita persyaratan -persaratan sudah terpenuhi untuk di jadikan Sekolah tinggi.”Kita akan ajukan kepemerintah kementrian Agama untuk meminta Izinya,” tuturnya.***(Advertorial/Hms)

DED Gedung Baru DPRD Riau Rp40 Miliar

Pekanbaru(SegmenNews.com)– Pemerintah Provinsi Riau menganggarkan dana sebesar Rp40 miliar untuk rencana pembangunan gedung baru DPRD Riau. Anggaran sebesar itu untuk Detail Engineering Design (DED).

“Memang ada Rp40 miliar untuk perencanaan atau Detail Engineering Design (DED),” ujar Kepala Dinas Cipta Karya, Muhammad kepada wartawan, Selasa (17/2/2015).

Rencana pembangunan gedung baru DPRD Riau sempat memanas. Namun, Muhammad enggan menanggapi masalah tersebut. “Kami di Dinas Cipta Karya sifatnya menjalankan saja, sesuai amanat dalam Perda, dan lagi, ini baru sebatas perencanaan,” jelasnya.

Seperti diketahui kondisi gedung DPRD Riau yang berada di Jalan Soedirman, Pekanbaru, masih berdiri kokoh dan layak dipakai.

Red:hasran
Sumber : Tribun Pekanbaru