Beranda blog Halaman 2428

Wabup Siak Paparkan Kebutuhan dana Benahi Sungai Siak

Wabup Siak H Alfedri menyampaikan paparan terkait kebijakan Pemkab Siak dalam upaya peningkatan kualitas sungai Siak di ruang rapat kantor Gubernur Riau
Wabup Siak H Alfedri menyampaikan paparan terkait kebijakan Pemkab Siak dalam upaya peningkatan kualitas sungai Siak di ruang rapat kantor Gubernur Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Saat ini Sungai Sungai Siak telah menjadi Sungai Strategis Nasional yang berada di Provinsi Riau dan telah masuk jalur Internasional. Namun demikian masih minimnya alokasi anggaran yang diberikan pemerintah pusat terkait penanganan sungai Siak. Padahal, dana dibutuhkan untuk pembenahan sungai siak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Siak H Alfedri saat mengikuti rapat penanganan masalah sungai Siak di ruang rapat kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (17/2/15).

Dalam paparannya Wabup Siak H Alfedri menambahkan limbah dari masyarakat maupun industri berdampak pada kualitas air Sungai Siak, yang berdampak pada kualitas air baku karena tidak dapat di manfaatkan secara optimal untuk kebutuhan air minum. Masalah Abrasi di Sungai rata-rata 2,7 meter pertahun akibatnya tebing sungai rentan longsor dan terjadi pendangkalan sungai.

Komitmen Pemerintah kabupaten Siak antara lain membangunan Infrastruktur pengaman tebing di sepanjang bantaran sungai Siak dengan konsep “water Front City” dan melakukan relokasi daerah pemukiman kumuh dibantaran sungai Siak, melakukan penghijauan di sepanjang bantaran sungai berdasarkan zona/wilayah, memonitoring kualitas pada anak-anak sungai Siak yang rentan terkontaminasi limbah industry, domestic dan kegiatan lainnya.

Sementara itu kondisi yang diinginkan adalah menjadikan sungai Siak menjadi program kali bersih, penghentian perizinan pabrik-pabrik di sepanjang bantaran sungai Siak, pengaturan batas ambang buangan limbah industry, pengaturan sungai-sungai kecil yang merupakan daerah aliran sungai Siak untuk tidak dikuasai perusahaan yang berada disepanjang bantaran sungai Siak.

Rapat tersebut diikuti oleh DAS daerah aliran Sungai antara lain, 4 Kabupaten dan 1 kota yaitu Rokan Hulu, Kampar, Pekanbaru, Siak dan Bengkalis, yang terbagi menjadi dua bagian wilayah yaitu bagian hulu dan hilir dari masing-masing sungai.***(rinto)

Bupati Siak Resmikan 19 Sekolah di Minas dan Kandis

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak, H Syamsuar meresmikan 19 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA yang berada di Kecamatan Minas dan Kecamatan Kandis, Sealasa (17/2/15). Diharapkan dengan bertambahnya bangunan sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Siak.

Adapun sekolah yang diresmikan tersebut yakni, SMP 7 dan SMA 3 SDN 06 Minas, SDN 021 simpang berlutut Kandis ,SMK Negeri 1 Minas, SDN 07 Sam Sam, kantor SMAN 1 Kandis SMA N 2 Kandis, SDN 22 belajar, SMA N 7 Kandis, SMPN 3 Kandis, SMP N 1 Kandis, SMP  4 Kandis, SMP 1 Kandis, SDN 02 Kandis kota, SDN 09 Monas, SDN 09 Simpang berlutut, SMP N 2 Minas, SMK N 1 Kandis, SMP N 5 Kandis.

Bupati Siak Drs H Syamsuar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak merasa bersyukur dengan adanya bangunan sekolah yang dibangun maupun yang di negeri kan, ini semuanya adalah adanya peranan dan masyarakat yang ikut melalaikan tanahnya untuk membangun pendidikan.

Pada kesempatan ini juga atas nama Pemerintah Kabupaten Siak tentunya menyambut baik. “Kita telah membangun generasi emas untuk menjadi pemimpin yang akan datang agar mereka menjadi generasi yang bisa berguna bagi bangsa, tentunya harapan pemerintah agar sekolah juga dapat melakukan terobosan terobosan agar sekolah sekolah memiliki prestasi sehingga anak anak kita menjadi anak anak yang berprestasi,” sampai Bupati.

Dan di Kandis telah banyak sekolah sekolah yang mendapatkan prestasi. Ini tentunya akan menjadi contoh dan para orang tua serta guru untuk terus berlomba lomba sehingga kedepan kandis menjadi sekolah yang handal membawa atas nama Kabupaten Siak.

Tentunya agar sekolah menjadi minat masyarakat maka kita harus meningkatkan sekolah yang berkualitas dan memberikan pembekalan kepada majlis guru agar sekolah sekolah memiliki kualitas yang baik,kepada semua pengawas da pengelolasekolah untuk terus berusaha meningkat akan. kualitas yang baik agar menjadi diminati masyarakat.

Sementara itu sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Siak,  Drs H Kadri Hafiz Mpd bahwa kegiatan yang dilaksanakan peresmian lokal dan gedung sekolah yang dibangun pada tahun anggaran 2014, baik melalui dana kabupaten Siak, dan dana APBN bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik pendidikan dalam upaya mencerdaskan anak anak yang ada di kecamatan Kandis.***(rinto/rls)

Wako Pimpin Upacara HKN dan K3

Walikota Pekanbaru Firdaus, ST, MT bertindak selaku Inspektur upacara hari Kesadaran Nasional sekaligus apel kesehatan dan keselamatan kerja dihalaman kantor Walikota Pekanbaru
Walikota Pekanbaru Firdaus, ST, MT bertindak selaku Inspektur upacara hari Kesadaran Nasional sekaligus apel kesehatan dan keselamatan kerja dihalaman kantor Walikota Pekanbaru

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota Pekanbaru Gelar upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) sekaligus Apel Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Selasa (17/02) di halaman kantor Walikota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru bertindak selaku Inspektur upacara, turut hadir unsur Muspida jajaran kota Pekanbaru dan seluruh Pegawai kantor lingkup kota Pekanbaru tidak ketinggalan unsur perusahaan dari Angkasa Pura II, hadir Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Asisten, Kepala Kantor, Kepala Badan, Kepala Bagian lingkup kota pekanbaru.

Walikota Pekanbaru, H.Firdaus, ST. MT mengatakan, pada HKN ini sekaligus hari K3 kesehatan dan keselamatan kerja semoga ini mejadi penyempurna dalam hal kedisplinan serta pemakaian produk-pruduk dalam negeri begitu juga dalam memasarkan produk-produk dalam negeri karena ini adalah suatu kebutuhan dalam pergaulan pada kancah  Internasional.

Begitu juga halnya dengan menjaga kesehatan dan keselamatan kerja baik pada perusahaan sekalipun pada rumah tangga sekalipun hendaknya selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja.’

Wako menambahkan, dalam upaya kesehatan dan keselamatan kerja ini tidak hanya sekedar untuk suatu kebutuhan produk saja, tetapi hal ini untuk di budayakan kedisplinan dalam upaya kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )  selain perusahaan  rumah tannga, sekolah, petani, buruh, sopir dan pekerja lainnya hendaknya selalu dalam Konsep K3 ini yakni selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja.’paparnya.***(chir/hms)

IKMR Kecamatan Mandau Dikukuhkan

Bupati Bengkalis H, Herliyan Saleh bersalaman kepada salah satu anggota IKMR yang baru dilantik.
Bupati Bengkalis H, Herliyan Saleh bersalaman kepada salah satu anggota IKMR yang baru dilantik.

Mandau(SegmenNews.com)– Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kecamatan mandau dilantik dan dikukuhkan dalam acara Pelantikan Pengurus IKMR Kecamatan mandau yang digelar di halaman gedung lembaga adat melayu (LAM) kecamatan Mandau Minggu malam (15/02/2015).

Dalam acara pelantikan itu, Bupati H, Herliyan Saleh juga hadir sekaligus menyaksikan langsung pengukuhan pada pengurus IKMR yang pada malam hari itu dikukuhkan oleh ketua IKMR Provensi Riau Basrizal Koto.

Selain Bupati, turut hadir dalam acara itu Plt Gubenur Riau beserta rombongan, Dirjen Otonomi Daerah, Bupati Agam, Bupati Tanah Datar, Staf Ahli Padang Panjang, Bupati Tanah Datar, kepala SKPD dan tokoh-tokoh ada yang ada di Kecamatan Mandau.

Dalam malam pelantikan  tersebut, Ketua IKMR Kecamatan Mandau  periode 2015-2020. Mengawali sambutannya, Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang mempercayakan jabatan Ketua untuk diemban pada dirinya selama lima tahun kedepan.

Dalam arahan Bupati  Bengkalis H, Herliyan Saleh atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketua beserta pengurus masa bakti sebelumnya, serta selamat kepada ketua beserta seluruh pengurus masa bakti 2015-2020 ini. Semoga amanah yang dipercayakan ribuan warga Kabupaten Bengkalis asal suku minang di Kecamatan Mandau ini,  bukan saja dapat semakin memajukan organisasi ini, tetapi juga kian berkontribusi bagi percepatan keberhasilan seluruh aspek pembangunan di Kabupaten Bengkalis, negeri junjungan, yang sama-sama kita cintai ini.

Kehadiran serta pelantikan dan pengukuhan pengurus IKMR Kecamatan Mandau masa bakti 2015-2020 ini, sebagai salah satu bentuk dan bukti nyata kepedulian masyarakat Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Mandau yang berasal dari suku minang, untuk terus dan semakin berperan aktif dalam membangun Kecamatan Mandau dan Kabupaten Bengkalis ke depan.

Fungsi dan peran strategis apapun asal organisasinya. pertama, tentu ke dalam organisasi. dalam konteks ini, pengurus IKMR Kecamatan Mandau masa bakti 2015-2020, benar-benar harus dapat mempertahankan dan meningkatan kualitas kebersamaan atau jalinan silaturahim antar sesama masyarakat Kecamatan Mandau yang berasal dari suku minang.

Fungsi dan peran strategis kedua, yaitu ke luar organisasi. dalam hal ini, seluruh pengurus IKMR Kecamatan Mandau masa bakti 2015-2020, harus benar-benar dapat membuktikan bahwa organisasi ini bukanlah organisasi yang ekslusif, tetapi organisasi yang terbuka. siap dan bisa bersama-sama serta bekerjama dengan organisasi serupa guna mempercepat keberhasilan pembangunan di daerah ini.

Berkaitan dengan kedua fungsi dan peran strategis sebagaimana saya sebutkan tersebut di atas, dan karena IKMR Kecamatan Mandau sejak lama merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya di Kecamatan Mandau ini dalam mempercepat keberhasilan pembangunan di daerah ini, maka sesuai kewenangan dan ketentuan perundangan-undangan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentu akan senantiasa memberikan dukungan sepenuhnya, sehingga kedua fungsi dan peran dimaksud dapat berjalan seiring.***(man/hms)

Bupati Bengkalis Ikuti Rakor Karhutla dengan Menteri di Pekanbaru

Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh bersalaman kepada menteri lingkungan hidup dan kehutanan.
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh bersalaman kepada menteri lingkungan hidup dan kehutanan.

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Rapat koordinasi ini digelar di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Senin (16/2/2015).

Dalam rakor yang dihadiri Kepala BNPB Syamsul Maarif dan BMKG Pusat dan dan seluruh Pemerintah Kabupaten di Riau ini, Menteri Siti Nurbaya mengingatkan semua pihak untuk waspada akan meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Dunia usaha perkebunan dan kehutanan juga diminta untuk berperan aktif terutama menjaga areal konsesinya agar tidak terbakar.

“Lebih pada itu, areal di sekitar perusahaan juga harus diwaspadai adanya aktivitas pembakaran lahan oleh warga. Peran perusahaan sangat penting dalam bekerjasama penanggulangan bencana kebakaran hutan ini,” kata Siti.

Bupati Bengkalis menerima pergub tentang kahutla yang langsung diserahkan oleh plt gubenur riua yang didampingi menteri lingkungan hidup dan kehutanan.
Bupati Bengkalis menerima pergub tentang kahutla yang langsung diserahkan oleh plt gubenur riua yang didampingi menteri lingkungan hidup dan kehutanan.

Dengan itu menteri lingkungan hidup dan kehutanan siti nurbaya meminta kepada pihak perusahaan membantu memantau areal sekitar konsesinya. Termasuk konsesi perusahaan yang memiliki lahan gambut agar menutup kanalnya agar lahan tetap lembab. sehingga tidak terjadi kebakaran,” kata Siti

Pada acara tersebut juga turut hadir Bupati Bengkalis H, Herliyan Saleh dan bupati/walikota se-Provensi Riau, seusai sambutan Plt. Gubri di lanjutkan dengan penyerahan pergub yang di dampingi menteri lingkungan hidup dan kehutanan tampak Bupati Bengkalis H, Herliyan Saleh menerima pergub yang langsung di serahkan oleh Plt. Gubenur Riau tentang kahutla kepada masing-masing bupati dan walikota se-Provensi Riau.

“Perusahaan sudah menyiagakan heli di pusat komando Karhutla di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin,” ujar Tony Wenas.

Menurut dia, RAPP memiliki pusat komando untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan yang siap merespon potensi timbulnya api di seluruh HTI perusahaan dan lahan masyarakat di sekitar konsesinya. Upaya pengendalian termasuk pemantauan di darat dan udara, termasuk memonitor titik panas dengan satelit yang dikaitkan dengan teknologi FDRS (Fire Danger Rating System) guna memitigasi dan mendeteksi sedini mungkin bahaya kebakaran lahan.***(advertorial/hms/man)

Sasana Ganyang Muaythai Bengkalis Raih Emas di Jakarta

Sasana Ganyang Muaythai Bengkalis Raih Emas di Jakarta
Sasana Ganyang Muaythai Bengkalis Raih Emas di Jakarta

Bengkalis(SegmenNews.com)- Berkat doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis serta kerja keras para member, sasana Ganyang Muaythai Bengkalis sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Zealot Muaythai Fight el Diablo Beer yang digelar di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (14/2).

Adalah fighter sasana Ganyang Muaythai Bengkalis atas nama  Hadi Sucipto sukses membawa pulang medali emas usai mengalahkan M Abdurohman, fighter dari sasana ACMA.  Prestasi yang diraih fighter Bengkalis ini tentunya luar biasa, mengingat sasana ini baru berdiri sekitar 2 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan tentunya sangat berterimakasih kepada orgtua, istri, anak-anak  dan  keluarga yang telah mendukung saya sepenuhnya berkiprah di olahraga Muaythai ini. Tak lupa juga saya ucapkan terimaksh kapada masyarakat Bengkalis yang telah membantu capaian terbaik ini. Terima kasih juga kepada member, pelatih Muaythai Bengkalis atas supportnya selama ini,” ujar Ucip.

Sementara pelatih sasana Ganyang Muaythai Bengkalis, Oktovianes Sinyo Lesnussa yang ikut mendampingi Ucip, berharap, hasil terbaik di awal keikutsertaan Bengkalis pada event berskala nasional ini menjadi awal kebangkitan cabang olahraga Muaythai di Riau umumnya dan Bengkalis khususnya.

“Meski belum genap 2 bulan berdiri, tapi dengan semangat juang pantang menyerah atas segala keterbatasan dana, sarana dan prasarana untk latihan, tidak membuat surut semangat kami untuk dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah ini,” ungkap Sinyo.

Ketika ditanya wartawan tentang keberadaan Pengkab Muaythai Bengkalis apakah sudah berhimpun atau terdaftar di KONI Bengkalis,  Sinyo mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kepada Ketua Pengprov MuayThai Riau dengan membawa rekomendasi KONI Bengkalis sebagai salah satu syarat untuk pembentukan Pengkab MuayThai Bengkalis.

“Hal Ini saya lakukan, merupakan bagian dari koordinasi dan  konsolidasi organisasi untuk pengembangan organisasi MuayThai. Tanggapan dari Ketua Pengprov sangat baik dan mendukung sekali apa yang telah kita lakukan di Bengkalis. Setelah pelantikan Pengprop Muaythai Riau, Bengkalis juga  akan segera dibentuk kepengurusannya,” tutup  Sinyo.***(rls/man)

Perhotelan Perlu Sertifikat Halal

MUIPekanbaru(SegmenNews.com)- Tingginya tingkat pembangunan perhotelan di Kota Pekanbaru yang menyajikan makanan perlu mendapat perhatian. Apalagi di Kota Pekanbaru mayoritas berpenduduk agaman Islam. Untuk itu, hotel perlu memiliki sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI).

Hal itu ditegaskan oleh, Direktur  LPPOM MUI Provinsi Riau, Dr.Hj. Sofia Anita, M.Sc, Selasa (17/2/15) saat kegiatan sosialisasi UU JPH no 33 Th 2014 dan Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) di Hotel The Premier Jalan Sudirman.

Sertifikat Halal merupakan hal yang penting dimiliki oleh para produsen, mulai dari produsen industri rumah tangga, usaha mikro hingga perusahaan internasional, sebagai wujud tanggung jawab para produsen untuk menyediakan produk halal bagi masyarakat Muslim.

Muslim hanya diperkenankan mengkonsumsi atau menggunakan produk halal. Tentu produk Halal bukan hanya untuk orang Muslim, namun untuk semua orang, Muslim maupun bukan Muslim. Sertifikat Halal mempunya peran yang makin penting seiring dengan meningkatnya permintaan produk Halal global. Sertifikat Halal merupakan syarat wajib untuk bisa memasuki pasar halal global.

Disampaikan Direktur LPPOM-MUI bahwa,  di Kota Pekanbaru mayoritas masyarakat beragam Islam, tentunya mereka akan mengkonsumsi makanan yang halal, terutama makanan yang disajikan oleh perhotelan. Namun dia sangat menyayangkan, dari seluruh hotel yang ada di Pekanbaru hanya 5 persen hotel yang mempunyai sertifikat halal dari LPPOM-MUI.

LPPOM-MUI berharap, kedepan tak hanya Hotel yang harus memiliki sertifikat halal, tapi tempat-tempat kuliner, maskapai dan penyajian makanan memiliki sertifikat halal. “Kami berharap hendaknya semua telah mempunyai sertifikat halal, karena kita tahu masyarakat kota Pekanbaru dan pengunjung yang mayoritas beragama Islam tentu mengkonsumsi makan-makanan yang halal. Dan di sayangkan masih 5 persen hotel yang mempunyai sertifikat halal dari LPPOM MUI,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pihaknya MUI memfasilitasi ummat agar memperoleh jaminan produk halal. Untuk merealisasikan hal tersebut LPPOM memiliki SJH (Sistem Jaminan Halal) yang telah diakui oleh dunia. LPPOM akan mengeluarkan sertifikat halal sebagai bukti bahwa suatu produk telah memenuhi standar halal yang telah ditetapkan LPPOM MUI.

Standar Halal LPPOM MUI telah mendapat pengakuan 43 lembaga luar negeri di 22 negara, yaitu beberapa negara anggota ASEAN, Australia, Selandia Baru, Brazil, Belanda, Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Belgia, Turki, dan Jepang.  Indonesia merupakan pusat rujukan standar halal dunia.

*Anjurkan Hotel Miliki Sertifikat Halal*  

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi menyampaikan sangat keprihatinannya mendengar informasi dari Direktur LPPOM MUI Provinsi Riau yang mengatakan baru 5 persen hotel yang mempunyai sertifikat halal.

Untuk itu kedepan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan mendata seluruh perhotelan yang ada di Pekanbaru, dan akan menganjurkan merka mengurus sertifikat halal ke LPPOM-MUI. Sebab sertifikat halal tak hanya perlu untuk komsumsi makanan, namun juga akan berdampak pada konsumen yang akan berkunjung ke hotel dan usaha makanan lainnya di Kota Pekanbaru.

“Seluruh perhotelan harus mempunyai sertifikat halal. Karena dengan mempunyai usaha yang bersertifikat halal, yakinlah  justru akan menambah konsumen sebab masyarakat kota pekanbaru dan pengunjung kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 1,4 juta dengan mayoritas beragama islam tentu mencari tempat kuliner yang halal dan toyyib,” tegas Wakil Walikota Pekanbaru.***(chir)

Disdik Rohil Latih Kepsek dan Bendahara Buat SPJ BOS

bosRokan Hilir(SegmenNews.com)- Dinas Pendidikan Rokan Hilir, Riau, melalui tim manajemen BOS Disdik Rohil mengadakan pelatihan cara membuat SPJ dana BOS untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan SPJ. Ada 23 peserta yang mengikuti pelatihan itu adalah kepala sekolah dan bendahara sekolah didalam lingkungan MKKS Bangko – Sinaboi.

Ketua MKKS Bangko – Sinaboi, Syafaruddin, Senin (16/02/2015) menuturkan, membuat SPJ dana Bos itu susah-susah gampang. Tergantung dari transaksi yang harus dibukukan pada lima buku pembantu setiap triwulan.

Untuk itu dia meminta kepada bendahara harus mengerti betul cara membukukan transaksi karena apabila salah dalam membuat administrasi, akan menimbulkan kecurigaan. Dia mengatakan, bendahara harus mengerti juknis sesuai panduan BOS 2015. Melalui pelatihan ini, tidak ada lagi kesalahan dalam merekap dana bos sehingga SPJ yang dibuat bisa sempurna.***(adv)

Monumen Bersejarah Kusuma Bantalo Kampar Bangkit Kembali

Penandatanganan prasasti monumen Kusuma Bantalo oleh Dandim 0313 KPR Letkol Asep Dedi Darmadi didampingi Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan Harjatmono, bersama Pucuk Adat Kenagarian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian Datuk Majo di Dusun IV Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.(foto: ali)
Penandatanganan prasasti monumen Kusuma Bantalo oleh Dandim 0313 KPR Letkol Asep Dedi Darmadi didampingi Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan Harjatmono, bersama Pucuk Adat Kenagarian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian Datuk Majo di Dusun IV Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.(foto: ali)

Kampar (SegmenNews.com)- Monumen bersejarah Kusuma Bantalo, sebagai bukti perjuangan anak bangsa di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar yang sempat tenggelam akibat pendirian proyek pembangunan bendungan PLTA Koto Panjang kembali bangkit.

Suara letusan senjata salvo milik TNI memecah keheningan prosesi peresmian kembali monumen bersejarah itu. Ratusan masyarakat, pelajar, guru-guru, pegawai negeri sipil (PNS) tampak berkumpul dengan tertib di sebuah lapangan sepakbola menyaksikan peresmian, Senin (16/2/15).

Peresmian juga ditandai dengan penandatanganan prasasti monumen Kusuma Bantalo oleh Dandim 0313 KPR Letkol Asep Dedi Darmadi didampingi Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan Harjatmono, bersama Pucuk Adat Kenagarian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian Datuk Majo di Dusun IV Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.

Hadir juga, Kepala Desa Pulau Gadang yang diwakili Sekdes Muslimin, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pulau Gadang Syofian SH Datuk Majo Sati, Pucuk Adat Kenegarian Pulau Gadang H Sawir SP, M.Si Datuk Tandiko, Ketua Harian DPD Potensi Pejuang 45 Kabupaten Kampar Imam Bachtiar, Sekcam XIII Koto Kampar Kawilarang, tokoh masyarakat Pulau Gadang Syamsul Bahar.

Suasana haru dan gembira tampak terpancar di wajah para prajurit TNI dan masyarakat, karena monumen penting itu adalah sebagai bukti perjuangan anak bangsa yang sempat didirikan pada tahun 1970 an lalu. Namun karena adanya proyek pembangunan bendungan PLTA Koto Panjang yang menenggelamkan Desa Pulau Gadang dan tujuh desa lainnya di Kecamatan XIII Koto Kampar dan dua desa yang masuk wilayah Sumbar (Desa Tanjung Pauh dan Desa Tanjung Belit), monumen itu ikut tenggelam.

Wacana membangkitkan kembali monumen bersejarah itu tak serta merta terwujud begitu saja. Ternyata semangat mendirikan kembali monumen itu muncul dibenak masyarakat Desa Pulau Gadang seiring kedatangan ratusan pasukan TNI dari Batalyon 132 Bima Sakti Salo sejak Kamis (5/2) lalu dalam rangka melakukan kegiatan pra tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia.

Para pembela bangsa itu melakukan latihan menjelang keberangkatan ke Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Maret itu akan berakhir Senin (16/2). Rencananya sebanyak 350 prajurit dari Batalyon 132 BS Salo akan diberangkatkan untuk menjaga wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut.

Komandan Kodim 0313/KPR, Letnan Kolonel Inf, Asep Dedi Darmadi SIp dalam amanahnya menyampaikan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawan, para pejuang, dan para pendahulunya. Sedangkan bangsa yang cerdas adalah bangsa yang bisa memetik pelajaran dari apa yang dialami di masa lalu untuk kepentingan yang baik di masa yang akan datang.

“Oleh karena itu, kita terus membangun diri agar bangsa Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang besar dan bangsa yang kuat.Kegiatan hari ini atau dibangunnya monumen ini adalah bagian dari upaya kita, upaya bersama agar bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan bangsa yang cerdas,” tegas Asep.

Dia juga berharap dengan diresmikannya monumen ini, pembangunan agar generasi muda masa kini dan masa yang akan datang benar-benar mengerti perjalanan bangsanya, termasuk sejarah perjuangan di dalam mempertahan-kan kemerdekaan itu. Baca Selengkapnya: Kisah Peristiwa Berdarah Monumen Kusuma Bantalo.***(ali)

Kisah Peristiwa Berdarah Monumen Kusuma Bantalo Kampar

Penandatanganan prasasti monumen Kusuma Bantalo oleh Dandim 0313 KPR Letkol Asep Dedi Darmadi didampingi Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan Harjatmono, bersama Pucuk Adat Kenagarian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian Datuk Majo di Dusun IV Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.(foto: ali)
Penandatanganan prasasti monumen Kusuma Bantalo oleh Dandim 0313 KPR Letkol Asep Dedi Darmadi didampingi Komandan Batalyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan Harjatmono, bersama Pucuk Adat Kenagarian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian Datuk Majo di Dusun IV Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar.(foto: ali)

Kampar(SegmenNews.com)- Komandan Kodim 0313/KPR, Letnan Kolonel Inf, Asep Dedi Darmadi SIp saat pendirian kembali sekaligus melakukan peresmian Monumen Kusuma Bantalo di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar mengingatkan kepada para generasi muda harus mengerti perjalanan bangsa sekaligus sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan yang penuh dengan tumpah darah.

Para generasi juga harus menghormati perjuangan para pahlawan terdahulu. Monumen Kusuma Bantolo merupakan salah satu bukti sejarah perjuangan masyarakat dan para tentara dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Banyak cerita dibalik pendirian monumen Bantolo yang mesti dipelajari oleh generasi.

Ketua BPD Pulau Gadang, Syofyan Datuk Majo Sati mengisahkan peristiwa berdarah dan Cerita dibalik monumen tersebut. Monumen ini didirikan warga Pulau Gadang puluhan tahun lalu untuk mengenang pengorbanan nyawa dari pasukan Indonesia dan masyarakat pada peristiwa berdarah yang terjadi pada tanggal 4 Maret tahun 1949.

Saat itu Mobiele Brigade Kepolisian Keresidenan Riau dipimpin oleh Inspektur Polisi TK I Hoemala Silalahi bermarkas di Dusun Koto Masjid Desa Pulau Gadang, terlibat pertempuran hebat di Rantau Berangin (sekarang Desa Merangin Kecamatan Kuok-red) yang menewaskan 11 prajurit mobile brigade.

Mereka dimakamkan di makam pahlawan Kesuma Bantolo kala itu. Lalu makam itu dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru pada tahun 1968. Dalam perang kemerdekaan II, dalam agresi II, Belanda melakukan penyerangan ke Riau dari dua jurusan yaitu, dari laut yang dipimpin oleh Kolonel Tebel dengan dua kekuatan dari Batalyon yang berangkat dari Tanjung Pinang.

Kemudian dari jurusan darat Belanda datang dari arah Payakumbuh yang dilanjutkan ke Muara Mahat dengan kekuatan pasukan yang terdiri dari pasukan VETP. Pada tanggal 27 Desember 1948 Belanda berhasil menduduki Bangkinang dan pada sore harinya langsung menduduki Pekanbaru.

Pihak militer di Riau telah menduga bahwa Belanda akan menyerbu Riau dari arah Sumatera Barat maka menurut perkiraan semula tentara-tentara di Sumatera Barat bisa membendung serbuan Belanda dalam rangka gerak maju militernya.

Dan untuk mengenang perjuangan para pahlawan maka didirikanlah Monumen Kusuma Bantolo sekitar tahun 1970 an. Namun seiring berjalannya waktu, Monumen tersebut tenggelam karena proyek pembangunan bendungan PLTA Koto Panjang yang juga menenggelamkan Desa Pulau Gadang dan tujuh desa lainnya di Kecamatan XIII Koto Kampar dan dua desa yang masuk wilayah Sumbar (Desa Tanjung Pauh dan Desa Tanjung Belit).

Namun dengan semangat yang kuat, masyarakat bersama TNI mendirikan dan meresmikannya kembali, Senin (16/2/15). Baca: Monumen Bersejarah Kusuma Bantalo Bangkit Kembali.  Untuk itu, Pucuk Adat Kenegerian Pulau Gadang H Sawir Datuk Tandiko tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada personil TNI dari Batalyon 132 BS dan kepada personil Dandim 0313 KPR yang berjuang bersama masyarakat mendirikan kembali Monumen Kusuma Bantalo untuk mengenang para pahlawan terdahulu.

“Selaku ninik mamak saya bangga sekali karena ini adalah ide dari kaum muda, ada tergugah dari anak-anak muda membangkitkan kenangan akan sejarah yang telah terendam,” ujar Sawir.

Dia berharap keberadaan monumen ini bisa menumbuhkan semangat generasi muda mengenang sejarah perjuangan masa lampau dan semangat untuk membangun kampung halaman.***(ali)