Beranda blog Halaman 2432

Bupati Siak Raih Penghargaan Pencegahan Karhutla

Bupati Siak Raih Penghargaan Pencegahan Karhutla dari Mendagri RI, Jakarta, 12 Februari 2015
Bupati Siak Raih Penghargaan Pencegahan Karhutla dari Mendagri RI, Jakarta, 12 Februari 2015

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Siak, Drs. H. Syamsuar, M. Si menerima piagam penghargaan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran perumahan hutan dan lahan di daerah.  Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Menteri dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Jakarta, 12 Februari 2015.

Peraihan prestasi tersebut atas keseriusan Pemkab Siak yang bekerja dengan baik dalam penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dalam pencapaian target standar pelayanan minimal sub urusan kebakaran.

Penghargaan penyelengaraan pencegahan Kebakaran pemukiman, hutan dan lahan tersebut hanya diterima oleh dua kepala daerah yakni, Walikota Depok dan Bupati Siak, Drs Syamsuar MSi.

Bupati Siak juga menyampaikan, dengan adanya penerimaan penghargaan dari Mendagri adalah bagian dari pemberian penghargaan atas kerja keras yang dilakukan, serta adanya inovasi yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

“Oleh sebab itu, apa yang di berikan oleh Kementerian ini di harapkan bisa menjadi motivasi kita di daerah bisa lebih bergiat lagi dalam menangani masalah kebakaran lahan dan hutan,” kata Bupati Siak.

Dilanjutkan Bupati lagi, saat ini Kabupaten Siak telah membentuk tim kebakaran lahan dan hutan di setiap desa yang dilengkapi dengan prasarana yang berkaitan dengan pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Tidak hanya itu, petugas kebakaran lahan dan hutan yang ada di setiap desa di Kabupaten Siak juga kita beri honornya dengan mengunakan dana ADD dan APBD Kabupaten Siak.

Selain itu, Pemkab Siak juga terus meningkatkan upaya kerjasama dengan perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla. Para camat diinstruksikan  selalu berkoordinasi langsung dengan perusahaan yang ada di masing-masing kecamatan.

“Seluruh kecamatan menggelar apel siaga karhutla dengan perusahaan perkebunan yang ada di wilayahnya masing-masing. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan dan personil dalam mencegah dan menanggulangi ganasnya api,” kata Bupati.***(advertorial/rinto)

Pemprov Riau Anggarkan Rp 19 M Untuk Puskesmas 24 jam

puskesmas 24 jamPekanbaru (SegmenNews.com)– Pemerintah Provinsi Riau akan mengimplementasikan program Puskesmas 24 jam tahun 2015 di 12 kabupaten/kota. Untuk itu, Pemprov sudah menganggarkan anggaran gaji pegawai dan tenaga medis melalui APBD serta operasional Puskesmas sebesar Rp 19 miliar.

Selama ini, tenaga medis belum cukup, sehingga pada umumnya pelayanan Puskesmas hanya bisa dibuka pada siang hari. Sekarang Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sedang melakukan perekrutan terhadap penambahan tenaga medis sekitar 400 orang. Dan memperpanjang kontrak tenaga medis yang sudah ada, sehingga jumlah tenaga medis Puskesmas mejnadi 600 orang tahun 2015.

“Kita sudah sahkan anggaran untuk penambahan pegawai dan tenaga medis Puskesmas serta biaya operasionalnya. Jadi tahun ini, Pemprov sudah memulai program Puskesmas 24 jam untuk 12 kabupaten/kota di Riau,” kata Ketua Komisi E DPRD Riau, Masnur, Jumat (13/2).

Sasaran menjadikan Puskemas buka 24 jam yakni untuk menyaingi pelayanan poliklinik kesehatan swasta. Sehingga Puskesmas bisa menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tenaga medis harus bisa memberikan pelayanan ekstra terhadap pasien, supaya masyarakat tidak kecewa dan lari ke Poliklinik kesehatan swasta.

Dalam pelaksanaan, tenaga medis pelayanan Puskesmas akan dibagi pership. Sehingga Puskemas tidak kosong. Terkait gaji tenaga medis akan ditingkatkan lebih tinggi dari tenaga medis di poliklinik kesehatan swasta dan atau minimal setara. Supaya petugas tetap semangat bekerja dan dan mampu menciptakan program BLUD.

“Perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga medis untuk Puskemas dilakukan satu pintu, yakni di Dinas Kesehatan Riau. Setelah direkrut, baru ditempatkan diseluruh Puskemas, terutama di daerah kekurangan tenaga medis di 12 kabupaten/kota,” jelas Masnur.***(alind)

Kabut Asap Dikhawatirkan Ganggu Ivent Internasional di Riau

kabut asap (ilustrasi net)
kabut asap (ilustrasi net)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dikhawatirkan akan menjadi masalah serius dan menggangu pelaksanaan ivent International Sepak Takraw Federation (ISTAF) di Gedung Gelanggang Remaja Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tanggal 19-23 Maret nanti. Dimana disini Provinsi Riau menjadi tuan rumah dari peserta 23 negara.

Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau beserta jajaranya, diharapkan dapat mencarikan solusi dan melakukan antisipasi dini. Sehingga pada pelaksanaan Event internasional sepak takraw bergengsi tidak menjadi kendala bagi tamu dari penjuru dunia termasuk daerah timur tengah yang mampir ke Riau.

Pasalnya, sekarang, musim asap sudah mulai timbul di Riau. Jika tetap dibiarkan, tampa asa penanganan khusus, maka Karhuta akan berkembang disetiap sudut hutan Riau. Akibatnya, dapat menyebabkan udara buruk yang menyebabkan penyakit ISPA dan sesak nafas.

“Kita akan segera menghadap Gubernur Riau untuk membicarakan persiapan pelaksanaan ISTAF di Pekanbaru. Serta membicarakan penyelesaian permasalahan yang dihadapi Riau saat ini, seperti kabut asap, supaya dapat diatasi sebelum pelaksanaan Event bergensi ini dimulai,” kata Anggota Komisi B DPRD Riau dan juga ketua Pengprov PSTI Provinsi Riau, Mansyur, Jumat (13/2/15).

Pelaksanaan Event takraw sangat penting di Riau, karena telah “Membangkit batang tarandam”. Pasalnya, olaharaga sepak takraw olahraga kebanggan anak Melayu. Akhir tahun 2014, Riau juara umum sepak takraw di event Sumatera Selatan.

Oleh sebab itu, seluruh stakholder harus bisa bekerjasama dan mendukung pelaksanaan event nanti, dengan cara mencegah dan memadamkan kabakaran lahan didaerah masing-masing. Sebab jika, event ini berhasil dapat menaikkan citra Riua ditingkat Internasional.

Mansyur, mengaku, pelaksanaan event ini memiliki tantangan berat. Selain ancaman asap akibat karhutla, panitia pelaksana juga terganggu karena anggarannya yang belum dimasukkan di APBD murni 2015. Sementara pelaksanaannya menggunakan dana dari PSTI, kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

“Kalau soal anggaran relatif ya. Benar kita tidak memiliki anggaran pasti, sebab pembahasan APBD P baru bisa dibahas April besok. Tapi kita akan memakai dana dari PSTI. Namun yang jelas kita minta kepada masyarakat Riau dan perusahaan untuk dapat mendukung event ini melalui pencegahan asap Karhutla di Riau,” ujar Mansyur.***(alind)

Ayat Hadiri MKPT UEK-SP Payung Sekaki

ayat cahyadiPekanbaru (SegmenNews.com)- Wakil walikota pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si menghadiri musyawarah kelurahan pertanggungjawaban ( MKPT ) Usaha ekonomi kelurahan – simpan pinjam ( UEK-SP ) Labuh Baru Timur kecamatam Payung Sekaki jalan Serayu di halaman kantor lurah Labuh Baru Timur, Jum’at ( 13/02/15 ).

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh koordinator daerah ( KORDA ) UEK-SP kota pekanbaru, Camat Payung Sekaki, Lurah Labuh Baru timur, Lurah Labuh Baru Barat, Lurah Tampan, Lurah Air Hitam dan tokoh masyarakat.

Ketua UEK-SP Sejahtera Kelurahan Labuh Baru Timur  menyampaikan laporannya bahwa pemanfaat yang ada di kelurahan labuh baru timur dari tahun 2009 sampai 2014 telah mencapai lebih kurang 500 orang, dan dana yang bermula dari 500 juta rupiah dan sekarang tahun 2014 telah mencapai 3,2 miliar yang telah bergulir di masyarakat labuh baru timur. Dan tingkat pengembaliannya sangat baik mencapai 94% ini menunjukkan bahwa pengelola dan pemanfaat UEK-SP elah mencapai keberhasilan.

Ayat merasa bangga kepada kerjasama antara pengelola dengan pemanfaat UEK-SP Sejahtera karena dengan keberhasilan yang disampaikan oleh ketua UEK-SP Sejahtera.

Dan Wakil walikota mengharapkan kepada camat dan seluruh lurah bahkan RW/RT nya harus mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi pemanfaat UEK-SP yang dinilai sangat bermanfaat kepada masyarakat untuk membuat usaha atau mengembangkan usahanya demi kesejahteraan.

“Program UEK-SP ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan yang ada di kota pekanbaru menuju masyarakat yang sejahtera, sebagaimana visi kota pekanbaru yang ingin menjadikan kota pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani,” tegas wakil walikota pekanbaru.***(chir)

Rohil Undang Tim Pengkajian Abrasi Sungai dari Yogyakarta

Ilustrasi abrasi (net)
Ilustrasi abrasi (net)

Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui, Dinas Cipta Karya Tataruang Rokan Hilir berencana mengundang tim ahli untuk mengkaji abrasi Sungai Rokan sebelum gedung baru kantor Bupati beroperasi. Tim terdiri ahli geologi, ahli air dan tim provinsi.

“Dalam waktu dekat tim akan turun yakni dari Yogyakarta, tim CK provinsi dan kabupaten. Kita akan buat kajian pengaruh abrasi Sungai Rokan terhadap bangunan disekitar pinggiran Sungai Rokan,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Tataruang Rohil, Suwandi, dikonfirmasi, Jumat (13/2/2015).

Menurutnya, beberapa bangunan permanen milik pemerintah daerah dibangun di sekitar muara Sungai Rokan, kajiannya apakah terjadi pergerakan tanah akibat pengaruh abrasi. Sebab, Sungai Rokan dikenal memiliki arus yang cukup kuat.

“Nanti setelah tim lakukan kajian, Kita akan lihat hasilnya bagaimana. Setelah itu, baru bisa diambil langkah-langkah lanjutan,” ujarnya.

Masih katanya, bangunan kantor bupati, kantor Bappeda, rumah sakit, kantor DPRD, bangunan SPN dan kantor Kodim. Tindaklanjutnya, kata Suwandi, bagaimana supaya kantor tersebut bisa difungsikan segera.

Kadis menambahkan, kondisi bangunan kantor bupati cukup baik, dan pengerjaan sedang tahap ujicoba, seperti listrik, lampu, AC, lift dan instalasi lainya.”Insya allah kalau semua sudah selesai dan Bapak Bupati menyetujui bangunan kantor bupati sudah dapat beroperasi,” paparnya.***(adv/hms)

Warga Pekanbaru Diminta Perangi DBD

Firdaus MT
Firdaus MT

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Mengingat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai memperihatinkan dengan 120 kasus. Pemerintah Kota Pekanbaru menginstruksikan seluruh warga Pekanbaru bersama-sama memerangi nyamuk aedes aegypti diwilayah mereka masing-masing.

Seluruh komponen mulai dari Camat, Lurah, RT, RW, para Kepala Sekolah dan seluruh lapisan masyarakat melaksanakan gotong-royong serentak pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 14-15 Februari 2015 diwilayah kerja masing-masing.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan seperti.

Gerakan 3M Plus:

1) 3 M yakni   : menguras, menutup dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

2) Plus adalah :  memberantas jentik nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk.
a- Menabur bubuk Abate pada penampungan air yang tidak dimungkinkan untuk dikuras secara rutin.
b- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
c- Mmengusir nyamuk dengan obat anti nyamuk.
d- Mencegah gigitan nyamuk dengan memakai kelambu.
e- Memakai kawat kassa pada ventilasi.
f- Tidak membiasakan menggantung pakaian di kamar.

Hal tersebut merupakan Instruksi Walikota dengan nomor: 45.5/UM/100//2015 tentang penanggulangan penyakit demam berdarah dengue di Kota Pekanbaru tertangggal, 12 Februari 2015. Disamping itu, kepada Dinas terkait seperti, Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Pasar, BPPMKB dan Kesbangkpol Pekanbaru diinstruksikan memberi dukungan penuh kepada masyarakat luas terhadap kegiatan memerangi nyamuk DBD ini.

Apabila terjadi dimasyarakat dengan gejala demam diatas 39 Derajat Celcius agar dapat segera dibawa ke sarana pelayanan kesehatan dan melaporkan ke Puskesmas terdekat,” imbau Wako Firdaus.***(chir)

DPRD Riau Desak Polda Setujui Penugasan Polisi di Desa

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Program satu polisi satu desa sudah lama diwacanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, namun sampai sekarang belum terwujud. Untuk itu, DPRD Riau mendesak Polda Riau untuk segera menyetujui penugasan polisi disetiap desa, guna meningkatkan keamanan.

Terkait pembangunan pos polisi, akan ditanggung oleh Pemprov Riau. Namun tunjangan termasuk kelengkapan dinas polisi tetap melalui anggaran kepolisian.

“Program satu polisi satu desa sudah lama diwacanakan tapi belum juga terwujud. Kemarin kami (Komisi A), sudah membicarakannya dengan Kapolda Riau supaya dapat segera menyetujui program ini,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Riau, Suhardiman Amby, Kamis (12/2).

Menurutnya, dengan adanya polisi, akan mempermudah jangkauan masyarakat untuk pemberian informasi keamanan dan mempermudah mendapatkan informasi oleh Polsek. Kalau melapor kepolsek, masyarakat masih banyak takut melihat polisi ramai.

Diakui, selain tindakkan kriminal, di Provinsi Riau merupakan sasaran empuk bagi pelaku Narkoba dan perampokkan. Sepeti penangkapan ganja 2 ton di Pelalawan kemarin.

Setiap hari terjadi perampokan, yang menyebabkan nyawa korban melayang dan kritis. Hal ini dikarenakan tidak terpantaunya pelaku oleh polisi. Namun jika polisi dekat dengan masyarakat, maka informasi itu akan mudah dihimpun untuk dikembangkan, kemudian dilakukan tindakkan.

Dilain sisi, Suhardiman menegaskan, jika polisi benar-benar ingin memberantas pelaku narkoba dan perampokkan tidak sulit. Sebab pelaku Narkoba dan perampokkan tidak jauh berbeda. Namun keseriusan itu tergantung dari satuan polisi.

Selain menugaskan satu polisi satu desa, untuk menjaga keamanan Riau, polisi harus tetap melakukan operasi terpadu setiap saat. Baik ditingkat Polsek, Polres maupun Polda, sehingga pelaku kejahatan dapat dicegah sebelum terjadi,” ujar Suhardiman.***(alind)

Jalan Karet Pekanbaru Mendadak Jadi Ajang Foto ‘Selfie’

ilustrasi (int)
ilustrasi (int)

Pekanbaru (SegmenNews.com)-Jalan Karet Kota Pekanbaru yang sebagian besar ditempati oleh warga keturunan tionghoa ini mendadak di serbu oleh para remaja. Para remaja ini silih berganti melakukan foto ‘selfie’ menggunakan handpone.

Apa yang membuat mereka tertarik dengan objek disana?. Ternyata setelah diperhatikan, para remaja itu mengambil kesempatan berfoto dengan background berbagai hiasan lampu lampion berwarna merah dan kuning milik warga tionghoa tersebut. Pernak pernik lampu terlihat bergelayutan diantara satu Ruko (rumah toko) ke Ruko lainnya hingga keujung jalan, sehingga diosepanjangjalan jalan Karet terlihat semarak.

Mengapa banyak hiasan lampu disana?. Para warga keturunan tonghoa mulai memasang berbagai hiasan jelang perayaan imlek 2566 yang jatuh tanggal 19 Februari 2015 mendatang. Semarak lampu lampion tak hanya dimanfaatkan oleh para remaja untuk berfoto selfie, para fotografer, mulai dari pemula hingga profesional juga ambil bagian mengabadikan hiasan lampion tersebut.

Dikatakan, Agus warga Jalan Merak Kelurahan Tangkerang Tengah kepada SegmenNews.com, Jumat (13/2/15), lampu lampu lampion di jalan Karet sangat menarik, sehingga membuatnya ingin mengabadikan moment ini dengan foto selfie yang akan di upload ke akun media sosial miliknya.

“Suasananya menarik bang, lampu lampunya bagus bagus sekali, makanya saya pengen foto foto disini sama teman bang. Nanti mau saya jadikan profil di BBM saya bang,” jelasnya.

Sementara, Usman warga sekitar Jalan Karet mengatakan moment ini setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh kampung kami selalu menghias dengan pernak pernik Imlek karena di daerah ini didominasi warga keturunan Tionghoa.

Usman juga berharap agar budaya seperti ini dilestarikan di Pekanbaru.***(Chir)

Sejumlah Anggota DPRD Riau Masih Gunakan Mobil Pribadi

mobil plat merahPekanbaru (SegmenNews.com)- Sejak dilantik September 2014 lalu, sampai sekarang sebagian Anggota DPRD Riau masih menggunakan mobil pribadi melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat. Untuk itu dewan mengharapkan uluran tangan Pemprov memberi Mobil Dinas (Mobnas).

Ketua Komisi C, Aherson mengaku mengeluh dengan tindakkan Pemprov. Karena mobil jatah dewan masih disimpan di gudang Biro Perlengkapan. Sementara Plt Gubri sudah menyetujui Mobnas dengan sistem pinjam pakai. Namun apa kendalanya belum diketahui secara pasti.

“Pemprov sungguh keterlaluan ‘banget’, karena belum juga mau meminjamkan Mobnas kepada dewan, padahal mobil itu ada. Kemudian, pinjam pakai Mobnas sudah diatur Permendagri,” kata Aherson, Kamis (12/2/15).

Aherson menjelaskan, untuk pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), seperti ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, ketua fraksi, ketua komisi dan pimpinan AKD lain, sebanyak 20 orang mendapat Mobnas baru jenis Nissan Xtrail sebanyak 20 unit. Pembelian Mobnas sudah dianggarkan di APBDP 2014, kemudian mobil sudah dibeli dan disimpan di gudang Biro Perlengkapan Jalan Kopan, Pekanbaru.

Sekarang, anggota dewan yang belum dapat Mobnas, khususnya AKD menggunakan mobil pribadi untuk kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing masing. Sehingga kurang etis bagi pejabat yang memiliki Mobnas dalam bekerja, tetapi masih memakai mobil sendiri.

Ia akan mendesak Sekwan untuk segera melengkapi kekurangan administrasi pinjam pakai ke Pemprov, jika memang dibutuhkan. Sebab yang dipinjam hanya mobil, sedangkan biaya operasional termasuk kerusakkan tetap ditanggung oleh pihak pemakai.

Pada periode berikut, keteledoran seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Sekwan harus sudah mempersiapkan Mobnas untuk dewan terpilih. Sehingga siap dilantik, mereka sudah bisa mendapatkan hak sebagai abdi negara.

“Diharapkan Sekwan DPRD Riau bisa berkoordinasi lebih intens dengan Pemprov Riau untuk menyelesaikan adminstrasi Mobdin itu. Pasalnya sudah terlalu lama sejak anggota dewan dilantik September tahun lalu, sampai sekarang belum mendapatkan kendaraan operasional dari Pemprov,” ujar Aherson.***(alind)

MTQ Bengkalis ke-40 Digelar Bulan Mei

Ketua Harian H Arianto
Ketua Harian H Arianto

Bengkalis (SegmenNews.com)– Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bengkalis, mengagendakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk tingkat Kabupaten Bengkalis yang ke 40, pada minggu ketiga bulan Mei mendatang.

Hal ini direncanakan sesuai dari rapat antar pengurus LPTQ Kabupaten Bengkalis yang di pimpin langsung oleh Ketua Harian H Arianto, Rabu (11/2) sore kemarin.

“Dipercepatnya pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten pada tahun ini dimaksud untuk lebih mempersiapkan Bengkalis dalam menyaring para qori dan qoriah yang terbaik di seluruh kecamatan yang ada, agar nantinya para putra-putri kita yang berkompeten dapat memiliki banyak waktu dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi,” jelas Arianto.

Kendati demikian, ia mengakui hal ini akan ada penilaian negatif yang timbul oleh berbagai kalangan atas dipercepatnya pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di Kecamatan Bengkalis itu. Terlebih tahun 2015 ini adalah tahun politik bagi kabupaten yang dijuluki Negeri Junjungan ini, karena masa kepemimpinan kepala daerah akan segera usai dan menyusul pelaksanaan Pilkada yang direncanakan pada Desember mendatang.

“Ya kecaman itu akan timbul. Tetapi saya menegaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan MTQ ini tidak kita kait-kaitkan dengan kepentingan politik dari suatu pihak. Yang kita lakukan ini adalah berupaya untuk mempersiapkan qari dan qoriah kita lebih dini dalam menghadapi MTQ ditingkat Provinsi yang akan di selenggarakan di Kabupaten Siak. Itu saja,” tambah H Arianto.

Atas dasar itu, mau atau tidak LPTQ tentunya tetap dinilai seperti sedang memerankan pergerakan politik suatu kubu, kendatipun niat sebenarnya tidak bermaksud demikian. Namun pada intinya LPTQ Kabupaten Bengkalis hanya berupaya untuk lebih meningkatkan prestasi para qori dan qoriah Kabupaten Bengkalis dalam berbagai kegiatan MTQ yang merupakan salah satu alat mensiy’arkan Agama Islam.

“Yang jelas kita belajar dari pengalaman kita saat MTQ tingkat Provinsi pada 2014 lalu. Setelah kita evaluasi, maka timbul pandangan bahwa kita saat itu hanya memiliki waktu yang sedikit dalam menempa qori dan qoriah kita. Sehingga  belum mendapatkan prestasi yang sesuai dengan harapan kita bersama,” pungkas H Arianto yang juga merupakan Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkalis itu.***(advertorial)