Beranda blog Halaman 2437

Color Fun Diprotes, Diporbudpar Inhil Ngaku Tak Beri Izin

Inhil (SegmenNews.com)- Suasana berbeda tampak terlihat pada Minggu (08/02/2015) pagi di Lapangan Gadjah Mada, Indragiri Hilir (Inhil). Hari itu dilaksanakan event Color Fun yang ditaja One Star Event Organizer. Namun sayangnya, kemeriahan acara ternyata menuai protes dan kritik dari warga masyarakat. Terlebih lagi karena yang hadir di acara tersebut, mengenakan busana yang dinilai vulgar.

Meski hadir di acara tersebut, namun pihak Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa yang memberikan izin pelaksanaan kegiatan Color Fun Seribu Parit.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh EO swasta. Siapa yang kasih izin, kita kan gak tahu. Tempat tersebut milik pemda dab berada di bawah Bagian Perlengkapan,” sebut Kadisporbudpar Inhil, Rudiansyah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Anwar, Senin (9/2/2015).

Mantan Kadisperindag Inhil ini menyatakan bahwa tim dari color fun tersebut sempat datang untuk menjumpai pihaknya lalu menyarankan agar mereka menjumpai KONI jika kegiatan itu berkaitan dengan olahraga serta menemui MUI jika berkaitan dengan budaya.

“Kemudian mereka menemui Pak Anwar, dan Pak Anwar mengarahkan ke pada KONI jika olahraga dan budaya ke MUI,” sebut Rudi.

Rudi juga menjelaskan bahwa pada awalnya, kegiatan tersebut berupa jalan santai. “Awal kegiatan pelepasan dilakukan dengan pembacaan do’a dan salawat nariah dari Kandepag. Setelah jalan santai, kami pulang dan kami tidak tahu kelanjutannya,” ungkapnya.

Kadisporbudpar Inhil ini juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk acara tersebut. “Mereka datang kemari hanya bilang untuk jalan santai. Masyarakat yang bayar untuk jalan santai dan tidak ada dukungan dari kami,”tandasnya.***(bertuahpos/ran)

Rohul tercatat 30 Kasus DBD

20141207_111848Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Hanya dalam waktu dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2015. Dinas Kesehatan (Dinkes) Rokan Hulu mencatat sebanyak 30 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebar di 6 Kecamatan.

Dikatakan Kasi Pemberantasan Penyakit Diskes Rohul Abu Sofyan, Senin (9/2/2015) 6 kecamatan yang di temukan kasus DBD tersebut yakni, kecamatan Rambah 2 kasus, Ujung Batu 8 kasus, Pagaran Tapah 9 kasus, Kepenuhan Hulu 5 kasus, Rambah Samo 1 kasus dan Rambah Hilir 2 kasus.

“ada peningkatan, dibandingkan Bulan Januari-februari 2014 lalu, jumlah kasus DBD Dibulan yang sama hanya 12 kasus tapi tahun ini 30 kasus,” ungkapnya.

Dijelaskanya, dari 6 kecamatan  Kecamatan Pagaran Tapah menjadi kecamatan Soparadis karena baru tahun ini ditemukan Kasus DBD. sementara 5 kecamatan lain merupakan kecamatan Endemis yang memang rutin terjadi DBD.

Abu mengaku, untuk mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegepti di kecamatan tersebut, Diskes Rohul  telah  menyebar 250 kg bubuk abate serta melakukan fooging gratis di 6 kecamatan. dinkes juga telah menyurati seluruh puskesmas agar segera melaporkan jika nantinya ditemukan penderiata DBD sehingga bisa segera di cegah penyeabaranya.

Agar tidak seakin meluas dinas kesehatan rohul terus menghimbau kepada warga agar dapat waspada dan menjaga kebersihan lingkungan serta menggalakan langkahg 3 M Plus. Hal ini penting telebih adanya peningkatan trend kasus dbd di daerah tetangga seperti pekan baru dan kampar.

“Sebagian besar banyak ban-ban bekas yang menampung air, apalagi biasanya, jika kabupaten tetangga sudah ada peningkatan trend biasanya, akan menyebar ke kabupaten tetangga, ini yang harus kita antispasi dini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Tahun 2014 lalu jumlah penderita DBD di rohul mencapai 104 kasus, namun tidak sampai ditetapkan sebagai daerah kasus Luar Biasa (KLB). Sementara KLB DBD pernah terjadi pada tahun 2013 dengan jumlah Kasus mencapai 208 kasus.***(ran)

Pencatut Nama Diskes Paksa Warga Beli Bubuk Abate

Abu Sofyan S.ik, Mik
Abu Sofyan S.ik, Mik

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu diresahkan oleh oknum yang mengaku dari Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul dan memaksa masyarakat membeli bubuk Abete untuk pencegahan penyebaran virus DBD.

Oknum tersebut juga mengancam jika masyarakat tak membeli bubuk tersebut, Pemda setempat akan memberi sanksi denda kepada warganya.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga Pasirpengaraian, Rian, bahwa oknum tersebut menawarkan bubuk abate, namun bubuk abate tersebut wajib dibeli, karena hal tersebut merupakan instruksi dari Dinkes.

“Dia bilang wajib beli karena itu instruksi dari dinas kesehatan, jika tidak beli maka akan di denda,” keluh Rian.

Terpisah, Kepala Dinas kesehatan Rohul, Grefino melalui kasi pemberantasan penyakit, Abu Sofyan S.ik, Mik membantah jika pihaknya memperjual belikan bubuk abate kepada masyarakat.

Dia juga mengaku kesal karena nama baik instansinya telah dijual hanya untuk menjual bubuk abate. Menurutnya selama ini dinas kesehatan tidak pernah menginstruksikan untuk memperjualbelikan bubuk abate karena bubuk abate dari dinas kesehatan di bagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Jika mau jualan silahkan tapi jangan dibawa nama dinas kesehatan untuk memaksa warga. Kami selama ini dinas kesehatan tidak pernah ada istilah jual beli bubuk abate kepada masyarakat, semua bubuk abate itu dibagikan gratis kepada masyarakat dan bisa didapatkan di puskesmas gratis,” kesal abu sofyan.

Abu menghimbau warga tidak percaya jika ada penjual bubuk abate yang mengaku oknum dari dinas kesehatan apalagi di takut-takuti dengan adanya sanksi denda jika tidak membeli bubuk abate yang di jualnya.***(ary)

Lelang Kegiatan APBD 2015 Rohul Dituntaskan April

Damri Harun
Sekda Rohul Damri Harun

Rokan HUlu (SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Damri Harun menginstruksikan seluruh kegiatan APBD 2015 dituntaskan lelang pada bulan April 2015 mendatang. Namun jika selesai masih bisa diselesaikan pada bulan November 2015 mendatang.

Dikatakan Damri Harun, saat ini setiap skpd tengah menyusun Rencana Umum Pengadaan. dalam tahapan tersebut, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah akan memilah kegiatan prioritras mana saja, yang harus segera di kerjakan terblebih dahulu.

“ kita telah kirimkan surat kepada Satker agar segera mengumumkan pelelangan baik di ULP ataupun LPSE, diharapkan april telah selesai lelang mei telah action” ungkap mantan kepala Bapeda Rohul itu

Dia mengatakan, jika seluruh kegiatan selesai di laksanakan pada Bulan November, diharapkan satker dapat fokus menyusun laporan dan administrasi lainya pada bulan Desember.  sehingga pada saat BPK Turun Untuk memeriksa pada bulan januari 2016, seluruh Satker Telah Siap mempertanggung jawabkan Keuangannya.

Selain itu, dengan cepat selesainya laporan, juga berpengaruh terhadap Rencana pengusulan APBD 2016, Khusunya mengatahui besaraan Sisa lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), sehingga bisa di tuangkan pada Tahun 2016 mendatang.***(ari)

Rohil Tuan Rumah IBI KB-Kes 2015

suryaRokan Hilir(SegmenNews.com)- Ikatan Bidan Indonesia Keluarga Berencana Kesehatan (IBI KB-Kes) tingkat Provinsi Riau tahun 2015 bakal di pusatkan di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah, Plt Sekda Rohil Surya Arfan, Minggu (8/2) mengatakan supaya kegiatan itu berjalan dengan baik dan lancar hendaknya dikordinasikan dengan pihak KB Kes Provinsi Riau.

Selain itu, lanjut sekda, pihak panitia pelaksana KB Kes tingkat kabupaten supaya belajar dari kabupaten lain yang sudah pernah sukses melaksanakan kegiatan besar tersebut.

“Saya pikir hendaknya dikordinasikan dengan baiklah, kita ingin semua acara terselenggara dengan baik dan lancar. Kemudian, panitia dapat belajar ke kabupaten lain yang sudah pernah menjadi tuan rumah sebelumnya,” katanya.

Senada diungkapkan Asisten III Ali Aspar, bahwa penunjukan Kabupaten Rohil sebagai tuan rumah telah mendapat persetujuan Bupati Rokan Hilir Suyatno dan sudah disampaikan sebelumnya.

Kepala Kantor Pembedayaan Perempuan, Nurhayati, menjelaskan pihak kabupaten sudah mempersiapkan berbagai draf acara sesuai arahan dari provinsi.

Selanjutnya, setelah mendapatkan arahan, panitia akan berupaya semaksimal mungkin agar acara tersebut berjalan sukses dan lancar.***(adv/hms)

Wako Buka Musyawarah UEK SP Limbar Jaya

Walikota Firdaus ST Mt didampingi Asistn I Mohd Noer MBS, anggota dewan, camat dan Upika menyerahkan hadiah bingkisan kepada ppara pengguna dan penyelngara UEK SP Limbar Jaya yang mencapai target, Senin (9/2) di halaman kantor lurah Limbungan Baru, Rumbai Pesisir. (foto humas)
Walikota Firdaus ST Mt didampingi Asistn I Mohd Noer MBS, anggota dewan, camat dan Upika menyerahkan hadiah bingkisan kepada ppara pengguna dan penyelngara UEK SP Limbar Jaya yang mencapai target, Senin (9/2) di halaman kantor lurah Limbungan Baru, Rumbai Pesisir. (foto humas)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemko Pekanbaru terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa program sudah dilaksanakan, salah satunya melalui program UEK SP yang sudah berhasil mengukuhkan keuntungan yang luar biasa. Total selama tahun 2014, tercatat sudah mendapatkan keuntungan Rp39 juta dengan total aset dari Rp500 Juta menjadi lebih dari Rp1 Miliar.

“Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kita juga bersyukur dan terimakasih atas semua pekerjaan yang ditempatkan berjalan lancar. Pemko juga tidak hanya mendukung program UEK SP ini, karena kita kedepan juga sudah ada program pemberdayaan masyarakat berbasis rukun warga,” terang Wali Kota Pekanbaru.

Ditambahkan Wako, selain UEK SP, tahun ini juga menjalankan program Pemberdayaan Rukun Warga dimana pengelolaan mirip OMS. Dana tersebut difokuskan untuk Tridaya terdiri ekonomi, infrastruktur dan kualitas lingkungan. Diharapkan dengan program tersebut dapat menciptakan Pekanbaru sehat, bersih dan tertata. Dari 600-an RW, baru setengahnya dilaksanakan program tersebut untuk tahun ini. Tahun kedepan baru akan dilaksanakan semua RW lengkap dengan tenaga pendamping.

Terlihat hadir pada kesempatan tersebut, Asisten I Setdako Pekanbaru, M Noer MBS, Camat Rumbai Pesisir, Nurhasminsyah SSTP MSi, anggota DPRD Pekanbaru, Aidil Ambri, Kepala BPPMKB Pekanbaru, Neng Elida, Lurah Limbungan Baru, Asparida SSos, LPM Limbungan Baru, Kasran. Berdasarkan penjelasan Ketua UEK SP Limbar Jaya, Tengku Hendri Dunand melaporkan jika saat ini sudah memiliki 227 orang anggota. Tahap awal modal yang diperoleh Rp500 juta dan sudah bergulir 15 kali dengan total Rp904 juta.

Simpanan pokok anggota terkumpul Rp97,28 Juta dan oleh pengelola dana digulirkan sebanyak 24 kali bergulir dengan total Rp82 juta. Dengan begitu, total transaksi yang sudah berjalan sebanyak 188 transaksi dengan  Rp986 juta. Tahun 2014 mendapatkan Rp91,1 juta dimana biaya operasional mencapai Rp51 juta. Dengan begitu, UEK SP Limbar Jaya memiliki lama Rp39,4 Juta. Tingkat pengembalian masyarakat mencapai 100 persen.

”Saat ini, kami masih menumpang di kantor Kelurahan Limbungan Jaya. UEK SP disini memiliki tingkat pengembalian mencapai 100 persen yang artinya kepercayaan kepada kita sangat tinggi. Kita juga berupaya untuk terus membantu masyarakat yang memerlukan sehingga masyarakat meningkat kesejahteraannya,” jelasnya.***(chir/hms)

Smart TV Bisa Sadap Informasi Pribadi

Salah satu produk Smart TV Samsung (pcadvisor.co.uk)
Salah satu produk Smart TV Samsung (pcadvisor.co.uk)

SegmenNews.com- Penyadapan bisa terjadi melalui fitur pengenalan suara pada Samsung Smart TV. Ironisnya peringatan itu tersembunyi pada kebijakan privasi televisi pintar Samsung. Fitur itu memungkinkan pengguna bisa mengendalikan TV hanya dengan perintah berbasis suara.

Melansir Telegraph, Senin 9 Februari 2015, pada kebijakan fitur tersebut, Samsung dengan terang menuliskan perusahaan bisa saja mengumpulkan perintah suara dan teks terkait.

Untuk itu pada kebijakan itu, Samsung memperingatkan agar penggunanya jangan mengucapkan informasi penting dan sensitif.

“Perlu diketahui, jika kata yang diucapkan Anda termasuk informasi pribadi sensitif atau lainnya, informasi akan menjadi salah satu data yang diambil dan dikirim ke pihak ketiga,” tulis kebijakan tersebut. Tak jelas siapa yang dimaksud pihak ketiga tersebut.

Tentunya, pengaturan itu membuat kekhawatiran privasi pengguna. Terlebih, jika fitur pengenalan suara tidak dienkripsi dan mudah dibobol peretas.

Merespon kekhawatiran itu, Samsung menegaskan perusahaan sangat komitmen dengan privasi pengguna dan semua televisi pintarnya sudah dilengkapi pengaman.

“Pada semua TV pintar kami telah menggunakan pengaman dan praktik keamanan standar industri, termasuk enkripsi data. Ini untuk mengamankan informasi pribadi pengguna dan mencegah pengumpulan atau penggunaan data secara tidak sahl,” jelas Juru Bicara Samsung.

Sang jubir menambahkan misalnya soal fitur pengenalan suara, pengguna bisa mengaktifkan atau menonaktifkan secara mandiri. Agar aman, kata dia, pengguna juga bisa memutuskan TV dari jaringan Wi-Fi.

Samsung memang mengakui ada praktik pengumpulan data, namun hal itu sebatas untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna dan meningkakan kualitas fitur, bukan untuk pengumpulan informasi pribadi.

“Samsung tidak mengumpulkan kata yang diucapkan Anda, Samsung mungkin masih mengumpulkan teks terkait dan data penggunaan lain sehingga kami dapat mengevaluasi atau memperbaiki kinerja fitur,” tegas jubir Samsung.***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id

Bupati Irwan: Pengusaha Kehutanan Wajib Bangun Rel

Drs Irwan MSI
Drs Irwan MSI

Selatpanjang (SegmenNews.com)- Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSI meminta pengusaha kehutanan yang beroperasi di daerahnya menggunakan rel sebagai sarana mengeluarkan kayu dari dalam hutan.

Pola itu harus diterapkan mengingat pemanfaatan kanal yang dibangun perusahaan terindikasi sebagai pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Saya minta perusahaan kehutanan agar dapat menggunakan rel untuk mengeluarkan seluruh potensi yang dikelolanya masing-masing. Ini dilakukan untuk menjaga agar air di permukaan tanah dapat terjaga dan akhirnya bisa mencegah terjadinya Karhutla,” katanya baru-baru ini.

Menurutnya, jika kanal hanya untuk menjaga ketersediaan air tanah, maka tidak akan digali sangat dalam. Kecuali jika kanal dimanfaatkan untuk mengeluarkan potensi yang dikelola perusahaan kehutanan, tentunya tidak cukup jika hanya sedalam 1 meter,” jelasnya.

Penggunaan rel tersebut diminta Irwan bisa dimulai sejak tahun 2015 ini. Sementara perusahaan yang diminta menggunakan rel sebagai percontohan adalah PT Nasional Sago Prima (NSP).

“Kita akan minta PT NSP dapat menjadi percontohan untuk mengeluarkan sagu nantinya menggunakan rel. Jadi tidak menggunakan kanal. Dan itu harus sudah dimulai pada tahun ini,” kata Irwan.

Bupati mengungkapkan kebijakan itu dilakukannya sebagai upaya antisipasi dalam menjaga wilayah Kepulauan Meranti dari resiko kebakaran hutan dan lahan. Apalagi Kepulauan Meranti yang memiliki wilayah bergambut sangat rawan sekali terjadinya Karhutla.

“Kita tidak bisa hanya melakukan upaya pemadaman saja jika terjadinya Karhutla. Kita perlu melakukan antisipasi sejak dini, sehingga Karhutla tidak terjadi, bukan malah memadamkan, tapi mengantisipasi,” pinta Bupati.***(advertorial/her)

Ternyata Oknum Pejabat Minta ‘Jatah’ ke Perusahaan Ilegal

Silitonga pemilik perkebunan sawit lorena seluas 735 hektare saat memberikan penjelasan di DPRD Kampar
Silitonga pemilik perkebunan sawit lorena seluas 735 hektare saat memberikan penjelasan di DPRD Kampar

Kampar (SegmenNews.Com)- Walaupun sudah beroperasi cukup lama, namun dua perusahaan perkebunan di Kabupaten Kampar belum mengantongi izin alias ilegal. Hal itu dimanfaatkan oleh oknum pejabat meminta ‘setoran’ sebagai pelicin agar perusahaan tetap beroperasi dengan aman.

Pernyataan setoran kepada oknum pejabat tersebut diakui sendiri oleh pemilik perkebunan, Silitonga pemilik perkebunan sawit lorena seluas 735 hektare, Senin (9/2/15) kepada wartawan usai melakukan hearing dengan Komisi 1 DPRD Kampar.

Ya, ada beberapa oknum pejabat selalu datang mengambil setoran dengan alasan pelicin agar perusahaan aman,” ujar Silitonga dengan gamblang.

Namun saat ditanya, siapa saja oknum pejabat yang sering meminta setoran?. Silitonga enggan menjawab, dia hanya mengeluarkan ancaman, suatu saat dirinya akan membeberkan nama-nama oknum pejabat yang sering datang meminta setoran kepada publik.

“Nanti akan kita buka semuanya oknum pejabat itu terang benderang,” ancam Silitonga sembari meninggalkan wartawan.

Sebelumnya dalam hearing, dua perkebunan milik Yohanes seluas 520 hektare sudah berdiri sejak tahun 2000 dan perkebunan milik Silitonga seluas 735 belum mengantongi izin. Mereka hanya memiliki sertifikat perorarangan, hal itu menyebabkan tidak adanya pemasukan yang masuk ke khas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diakui Silitonga pihaknya sudah pernah mengajukan izin operasional melalui Disbun di tahun 2006 lalu, namun belum ada tanggapan, begitu juga pengajuan langsung ke mantan Bupati Kampar Burhanuddin, samnpai sekarang belum ada kejelasan.

“Kita juga pernah menyampaikan permohonan izin kepada Pemerintahan Bupati Kampar Burhanudin Husin, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap Silitonga.

Ketua Komisi I, Toni Hidayat berjanji akan melakukan kajian dan membentuk tim Pansus untuk menyelidiki lebih lanjut dua perusahaan yang tidak memiliki izin lengkap tersebut.

“Dua perusahaan ini belum memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, dan tentunya ini Merugikan Daerah,” ujarnya.***(ali)

Wako Firdaus Apresiasi Kegiatan K3 BPJS

Wako Firdaus memberikan sambutan di acara K3N
Wako Firdaus memberikan sambutan di acara K3N

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kegiatan Bulan K3 ( Keselamatan Kesehatan Kerja ) Nasional Kota Pekabaru tahun 2015 sebelumnya yang di laksanakan di Kecamatan Okura, kali ini kegiatan yang sama di laksanakan di Kecamatan Tampan Kelurahan Sidomulyo Barat RW 18 Minggu ( 08/02/15 ) di lingkungan Perum. Annajim Jl. Purwodadi Ujung.

Kegiatan tersebut berupa pengobatan gratis kepada lingkup RW 18 melalui BPJS Ketenaga kerjaan, sedangkan para tenaga medisnya berasal dari RS Sansani dan Awal Bross lengkap dengan peralatan medisnya.

Walikota Pekanbaru, H.Firdaus, ST.MT dalam pengarahannya menyampaikan atas nama pemerintah kota pekanbaru dan pribadi memberikan apresiasi terhadap kegiatan bulan bakti K3N di laksanakan Forum K3 bekerjasama dengan BPJS Ketenaga Kerjaan serta Rumah sakit dan unsur Perusahaan-Perusahaan. Bahwa kegiatan K3N sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan masyarakat kota pekanbaru peduli dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

Ditambahkan, keselamatan Dan Kesehatan Kerja bukan hanya untuk Perusahaan semata, tetapi lebih di titik beratkan kepada diri pribadi kita masing-masing sebab apapun frofesi dan pekerjaan apakah karyawan ibu rumah tangga sekalipun yang namanya keselamatan dan kesehatan kerja sangat perlu dijaga dan pelihara.

Pada kesempatan tersebut Wako juga berpesan kepada unsur tokoh masyarakat RW dan RT bahkan para Dai untuk sekiranya ikut mensosialisasikan peringatan Bulan K3 ( Keselamatan Kesehatan Kerja ) ini tentang bagaimana pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, sebab bukan hanya pemerintah kota saja bahkan sudah berskala Nasional.

Hadir juga, Asisten IV bidang kesejahteraan, Kepala Dinas Ketenaga kerjaan Kota Pekanbaru, Camat Tampan, Lurah Sidomulyo Barat,  RT lingkup RW 18, Kepala BPJS Riau 2 serta Perwakilan RS Awal Bros da Sansani serta para utusan perusahaan, tidak lupa para masyarakat yang mau berobat gratis lingkup RW 18.

Firdaus juga menengok langsung stand atau ruang berobat gratis lengkap dengan alat dan tenaga medis secara gratis untuk masyaraka di laksanakan Forum K3 , Taufik Syawir ( ketua) selanjutnya berfhoto bersama dengan Walikota.***(chir/hms)