Beranda blog Halaman 2438

Disparpora Latih Guide Berbahasa Inggris dan Mandarin

rohilRokan Hilir(SegmenNews.com)-Kabupaten Rokan Hilir, Riau melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan melatih para penunjuk jalan (guide) dan MC (master of ceremony) mahir berbahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Hal itu untuk mendongkrak pengunjung wisata di Rohil

Keinginan itu disampaikan Kadispaspora, Drs Zulkarnain,Sabtu (7/2/2015). Zulkarnain mengatakan, Indonesia khususnya Kabupaten Rokan Hilir sudah memasuki pasar bebas Asia. Segala sesuatu harus dipersiapkan termasuk kegiatan promosi objek wisata yang kebanyakan bernilai history.

Untuk itu, jumlah wisatawan yang berasal dari luar negeri akan berdatangan ke Rokan Hilir yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Untuk itu, pemerintah mendukung kegiatan pariwisata dengan menyiapkan generasi muda yang mampu berbicara didepan umum khususnya kepada turis yang datang ke Rohil.

”Untuk meyakinkan wisatawan, kita harus menciptakan guide yang handal untuk mendukung pariwisata di Rohil,” kata Zulkarnain disela sela persiapan dirinya berangkat umroh.

Dikatakanya, pelatihan itu akan dilakukan secara berkelompok. Pesertanya minimal harus bisa menguasai bahasa Inggris dan Mandarin level dasar. Peserta juga harus mempunyai kepercayaan diri yang tinggi sehingga dalam bicaranya terstruktur dengan sikap yang baik

”Kemungkinan Instruktur bahasa Inggris akan kita kontrak native speaker dari Amerika begitu juga dengan bahasa Mandarin. Upaya itu agar menambah motivasi dari peserta,” ungkap Zul.

Dia mengungkapkan, Rokan Hilir sedang gencar mempromosikan pariwisata keluar negeri. Untuk itu, generasi muda dituntut untuk berinteraksi karena mengingat tahun 2015 sistem ekonomi Internasional bergeser ke perdangangan pasar bebas.***(adv/hms)

BLH Kampar Surati Perusahaan Soal Lingkungan

Kampar (Segmennews.com)- Terkait kepedulian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) menyurati seluruh perusahaan yang beroperasi di sepanjang alur sungai Tapung agar menjaga lingkungan.

“Ya, kita telah menyurati seluruh perusahaan tidak membuang limbah dan menjaga lingkungan dari pencemaran di sepanjang alu sungai Tapung,” kata Kepala Kantor BLH Kabupaten Kampar, Willyam Tarigan kepada Segmennews.com baru-baru ini.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 38 Tahun 2011 tentang sungai Pasal 10 Ayat 2 yang berbunyi “Garis Sempada Sungai Besar Tidak Bertanggul Di Luar Kawasan Perkotaan Sebagai Mana Di maksud Pada Ayat (1) huruf a Di tentukan Paling Berjarak 100 M (Seratus Meter) Dari Tepi Kiri Dan Kanan Palung Sungai Kecil tidak Bertanggul Di Luar Kawasan Perkota’an,Sebagai Mana Dimaksud pada Ayat (1) huruf b Ditentukan Paling Sedikit 50 M (Lima Puluh Meter) dari Tepi Kiri Dan Kanan Palung Sungai Sepanjang Alur Sungai.

Adapun poin yang disampaikan kepada Perusahaan yakni, A. Tidak melakukan perawatan terhadap tanaman kelapa sawit yang berada pada sempadan sungai yang terdapat dalam HGU perusahaan. B. Melakukan penanaman pohon diantara tanaman kelapa sawit sudah ada pada areal sempadan sungai dalam HGU saudara dengan jenis tanaman yang berakar tunggang.

Namum dalam menjaga upaya konservsi terhadap kawasan sempada sungai pihak BLH masih membutuhkan banytuan aparat penegak hukum lainnya dalam mengembalikan fungsi lingkungan hidup pada aliran sungai khususnya di Kabupaten Kampar.

“Kita juga mengharapkan peran aktif masyarakat menjaga lingkungan juga sangat di butuhkan. Kita komitmen menjalin hubungan yang berkesinambunagn demi menjaga lingkungan sehat di Kabupaten Kampar,” ujarnya.***(ali)

Petugas RSUD Nekat Bentak Wabup Rohil?

rsudBagansiapiapi (SegmenNews.com)– Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pratomo, Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir kepada masyarakat patut dipertanyakan. Kenapa tidak, jangankan kepada masyarakat. Petugas kesehatan saja berani membentak pimpinannya Wakil Bupati Erianda SE. Apakah pelayanan buruk ini yang sering dirasakan oleh masyarakat?.

Peristiwa yang memalukan itu bermula, dari laporan kelaurga pasien dari Pekaitan yang saat itu datang untuk melahirkan, namun karena Dokter kandungan tidak ada sehingga pasien merasa ditelantarakan, Rabu (4/2) sekitar pukul 21.20 WIB.

Salah seorang Keluarga Korban Charles (24) mengatakan, pihak keluarga heran karena sudah hampir 1 jam pasien yang diantarkan tidak diberikan solusi oleh pihak rumah sakit.

“Kami datang dari Pekaitan pakai kapal. Lalu sampai di rumah sakit dokter tidak ada dan tidak diberikan solusi untuk rujuk atau solusi lainnnya,” kata Charles.

Merasa diabaikan, lalu Charles menelpon Kepala Dinas Kesehatan Junaidi Saleh namun lebih dari 10 kali tak diangkat maka Charles memutuskan untuk bertemu Wakil Bupati yang rumahnya tepat didepan Rumah Sakit.

“Pak Junaidi saya telpon tidak mengangkat, sementara keluarga kami sudah kesakitan, saya datang menemui pak Wabup dan langsung datang,” katanya. Charles memberikan apresiasi ata tindakan pak Wabup dengan langsung merespon laporan masyarakat.

“Kami senang pak Wabup kita peduli dan rela turun malam-malam untuk mendengarkan keluhan kita,” kata Charles.

Wabup langsung turun berjalan kaki menuju rumah sakit. Saat itu juga wabup bertanya. “Kemana dokternya,” tanya Wabup.

Saat itu tiba-tiba oknum Bidan dan Perawat jaga langsung beridir sambil memukul meja dengan sebuh buku sambil mengucapkan.

Kan sudah aku bilang tadi ! ” dengan nada tinggi dan menunjuk ke arah atas. Sontak suasana ini membuat Sopir dan ajudan Wabup geram dan marah-marah sambil memukul meja dan kursi.

Riki Supir Wabup mengatakan, dirinya kesal karena Orang nomor dua diperlakukan seperti itu. Bukan karena Wakil Bupati ia seperti itu melainkan karena memang geram melihat petugas jaga yang tidak beretika.

Saya kesal saja, masa petugas jaga seperti itu! Sama Wabup saja berani membentak lantas bagaimana dengan masyarakat?” . kesal Riki.

Disaat itu, Wabup berusaha menenangkan supirnya yang tersulut emosi dan meminta ajudannya mencatat nama kedua orang oknum petugas tersebut. Wabup lantas menelpon Direktur RSUD DR Pratomo Bagansiapiapi dan diminta untuk menghadap.

Direktur RSUD DR Pratomo Nina Elvita membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada insiden tadi petugas kita melakukan hal yang kurang sopan dan tak beretika,” katanya.

Nina berjanji akan melakukan pemanggilan dan mempertanyakan hal ini kepada petugas kesehatan yang melakukan hal itu.

“Kita akan panggil, tentunya akan diberikan teguran serta juga mendengarkan penjelasan mereka,” katanya. Sementara itu sekitar pukul 23.00 WIB terlihat sebuah ambulancae membaw apasien yang akan melahirkan ke Pekanbaru setelah dikeluarkan surat rujukan oleh pihak RSUD Dr Pratomo.***(Chandra)

Bapemas Rohil Bangun 394 Unit RLH

rlhRokan Hilir(SegmenNews.com)- Badan pemberdayaan masyarakat (Bapemas) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memprogramkan bantuan bangunan rumah layak huni (RLH) bagi warga kurang mampu sebanyak 394 unit.

“Jika APBD telah selesai diverifikasi pihak Pemerintah Provinsi Riau, maka pihak Bapemas akan segera mengesa pengerjaanya,” kata Kepala Bapemas Rohil, Hj Murniwaty, kemarin.

Lanjutnya, khusus rumah bantuan tahun 2014, yang belum tuntas dikerjakan bakal dilanjutkan kembali, seperti di Kepenghuluan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi yang terkendala akibat banjir.

Masih katanya, penerima kerja yang bertanggungjawab menyelesaikan bangunan rumah dan hanya dibayar sesuai hasil pekerjaan. “Sistim pembayaran dilakukan bertahap. Tahap awal 40 persen, kedua 30 persen. Jadi tidak 100 persen,” katanya.

Menurut Murniwaty, jumlah pembangunan RLH tahun 2015 jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab jumlah bangunan disesuaikan dengan jumlah desa termasuk desa pemekaran.***(adv/hms)

Dokter di RSUD Kampar Minim

Antrian di RSUD Kampar
Antrian di RSUD Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Hingga saat ini pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kampar masih sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah setempat. Dari ratusan ribu jiwa di Kampar, RSUD hanya memiliki 1 dokter kandungan dan 1 dokter bedah.

Masyarakat mengeluhkan pelayanan RSUD, salah satunya pelayanan dokter kandungan. Mereka enggan memeriksakan kandungan kedokter yang bertugas di RSUD, karena dokter tersebut merupakan seorang pria.

“Coba lihat dokter kebidanan disini, cuma ada satu dokter, itupun pria. Apakah kita selaku laki-laki atau seorang suami sudi melihat istri kita ditangani dan diperiksa kehamilannya oleh dokter pria?. Belum lagi dokter lainnya yang cuma satu, sementara masyarakat yang berobat cukup banyak. Pemerintah harus memperhatikan ini,” kesal warga yang enggan dimuat namanya, Sabtu (7/2/15).

Padahal, Bupati Jefri Noer terus mengumandangkan peningkatan pelayanan kesehatan, seperti di kegiatan HUT Kampar ke-65 kemarin. Tentang Program layanan kesehatan puskesmas 24 jam, bahkan akan menjadikan Kabupaten termaju di Riau. “Benahi dululah pelayanan di RSUD Kampar,” cetus warga itu.

Direktur RSUD Bangkinang Dr.Wira Dharma juga mengakui kekurangan rumah sakit daerah tersebut baru-baru ini, dan sudah sering disampaikan kepada Pemerintah, namun belum membuahkan hasil sesuai yang diharapkan pengelola Rumah Sakit.***(ali)

Anas Maamun Jalani Sidang Dakwaan Rabu Depan

Anas Maamun
Anas Maamun

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Gubernur Riau non aktif, Anas Maamun sebagai tersangka dugaan suap alih fungsi lahan akan menjalani sidang dakwaan, Rabu (11/2/15) depan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana dan Korupsi (Tipikor) Bandung. Pengacara, Eva Nora dan Ketua DPRD Riau sedang mufakat terkait tim advokasi pendamping Anas Maamun disidang nanti.

Pertemuan dua kader Golkar tersebut berlangsung di ruangan Ketua DPRD Riau, Suparman, Jum’at (6/2/15). Suparman menjelaskan, pertemuannya dengan Eva Nora hanya membicarakan advokat pendamping Annas saat sidang nanti. Serta berkoordinasi siapa yang akan menjadi ketua dari hakim pendamping.

Selain itu, Suparman juga bercerita tentang interen partai. Karena ia dan Eva Nora merupakan satu kader di Parta Golkar. Jadi bagaimana menjadikan partai tidak kacau dan terprovokasi akibat Ketua DPW Golkar Riau, Annas Maamun ditetapkan tersangka oleh KPK.

Kami hanya bersilaturahmi, dan membicarakan ketua tim dari pengacara pendamping bapak Annas. Kemudian kami hanya berbicara interen partai,” kata Suparman.

Sementara itu, ketika keluar ruangan, Eva menjelaskan, bahwa Annas akan menjalani sidang perdana terkait alih fungsi lahan. Sementara kasus seperti suap APBD dan lain-lain tidak diberitahukan oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana dan Korupsi (Tipikor) Bandung.

Rencana hakim yang akan mendapingi Annas yakni, Sira Prayuna, Imron Hilmi, Nizanudin dan Eva Nora. Tiga hakin dari Jakarta dan satu hakim dari Pekanbaru.

“Agenda sidang nanti adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terhadap alih fungsi lahan,” kata Eva didepan ruangan Ketua DPRD Riau.

Ketika ditanya,  apakah Annas menerima dana suap dari PT Duta Palma dan PT Surya Dumai seperti yang dituduhkan hakim dalam agenda tuntutan Gulat Manurung selama 4,5 tahun? Eva menegaskan, Annas tidak kenal dan juga tidak mengetahui terkait uang tersebut.

Namun sekarang, rumah tahanan Annas sudah dipindahkan jaksa dari Guntur Jakarta, ke Suka Miskin Bandung. Kondisinya sekarang dalam keadaan sehat walafiat dan sudah siap menjalankan sidang pekan depan.

“Annas tidak tahu dan tidak kenal dengan PT Duta Palma dan Surya Dumai. Jadi dia (Annas) tidak ada menerima uang dugaan suap dari dua perusahaan itu yang dituduhkan diberikan melalui Gulat Manurung,” jelas Eva.***(alind)

Stop Perdagangan Pakaian Bekas Impor

Pedagang pakaian bekas Impor (ilustrasi)
Pedagang pakaian bekas Impor (ilustrasi)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Perdagangan pakaian bekas dari luar Indonesia terus meningkat di Provinsi Riau. Pakaian bekas yang belum diketahui kebersihannya tersebut terus merayap hingga ke pelosok Desa. Agar penyakit tidak terjangkit kemasyarakat, Ketua Komisi B DPRD Riau meminta pihak terkait menyetop perdagangan pakaian bekas itu.

Disperindag harus bertanggung jawab terkait ada barang ilegal seperti pakaian seken ke Riau. Disperindag harus meningkatkan koordinasi dengan polisi, TNI dan Bea Cukai untuk mengawasi, menangkap serta menindak tegas pelaku ilegal masuk ke Riau,” tegas Marwan, Jumat (6/2/15).

Lanjutnya, dikhawatirkan nantinya pakaian bekas tersebiut mengandung mengandung virus yang dapat menyebabkan pelanggan yang memakai, gatal-gatal dan penyakit lainnya, bahkan HIV/AIDS.

Marwan menilai produk lokal tak kalah bagus dari produk Luar Negeri. Untuk itu kepada Disperindag, supaya dapat memikirkan bagaimana mengalihkan pedang pakaian seken menjadi pedagang produk lokal. Sementara produk lokal bisa didatangkan dari Sumatera Barat dan atau dari daerah lain. Namun diutamakan produk Riau.

“Pemberhentian barang ilegal dan dialihkan pemasaran menjadi produk lokal saya sangat setuju. Untuk itu, sekarang kita serahkan kepada Disperindag untuk memikirkan bagaimana jalan keluarnya supaya produk lokal tidak ada, namun kebutuhan masyarakat tetap ada,” terangnya.

Sementara Ketua DPRD Riau, Suparman, mengaku, perdagangan antar negara tetangga sejak zaman dulu sudah terjadi. Hal ini disebabkan Riau berada didaerah tapal batas negara. Jika pemerintah memberhentikan perdagangan ilegal seperti pakaian seken, makan pasti akan berdampak kepada perekonomian. Tapi jika ini sebuah kebijakka, maka masyarakat dan atau pelaku usaha harus mematuhi.

“Perdagangan antar negara ini, apakah ilegal atau legal bukan hal yang baru tetapi sudah terjadi sejak zaman dulu. Terkait ada virus atau sejenis penyakit lainnya ya pasti ada. Untuk itu kita jangan memakai produk atau pakaian seken impor,” jelas Suparman.***(alind)

Setelah 2 Jam, Mi Instan Masih Utuh Dalam Perut

miJakarta (SegmenNews.com)-  Mi instan terbilang makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat terutama bagi mahasiswa. Meski banyak yang mengetahui jika mi instan bukan makanan yang sehat, tak sedikit orang yang tetap kerap melahapnya.

Namun, apakah Anda tahu seperti apa kondisi perut setelah makan mi instan? Dr Mercola dari Amerika Serikat telah melakukan uji coba yaitu dengan menggunakan kamera sebesar pil untuk melihat apa yang terjadi di dalam perut dan saluran pencernaan setelah makan mi instan. Hasilnya sangat mencengangkan.

Dalam video tersebut, sangat jelas terlihat jika mi instan ada di dalam perut. Kondisinya masih sangat utuh bahkan setelah 2 jam. Berbeda jika dibandingkan dengan mi ramen buatan sendiri. Namun hal ini menyangkut untuk sejumlah alasan.

Mi instan memberikan beban pada sistem pencernaan Anda yang dipaksa bekerja berjam-jam untuk memecahnya. Parahnya, mi instan tidak mengandung serat sehingga akan sangat sulit dipecah.

Ketika mi instan berada dalam saluran pencernaan dalam waktu lama, ini akan berdampak pada penyerapan nutrisi, namun tak ada banyak nutrisi yang ada di dalam mi ramen. Sebaliknya, ada zat adiktif atau pengawet beracun tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Zat adiktif ini mungkin akan tetap berada di perut bersama dengan mi yang Anda makan.

Perempuan yang makan mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko 68 persen lebih memiliki sindrom metabolik, yakni sekelompok gejala seperti obesitas sentral, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL.

Memang benar, makan mi instan tidak akan membunuh Anda. Namun jika Anda membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan cepat saji, ini hanya masalah waktu sebelum gangguan kesehatan benar-benar berkembang.

Mi instan adalah contoh utama dari jenis makanan olahan yang harus Anda hindari sejauh mungkin. sebab makanan instan dijamin membuat Anda sakit jika Anda makan terlalu banyak.***(Mercola.com/metrotvnews.com)

Geng Motor Wanita Penebar Teror

Geng motor Bosozuku. (www.rebloggy.com)
Geng motor Bosozuku. (www.rebloggy.com)

SegmenNews.com– Geng motor dewasa ini kerap menjadi mimpi buruk banyak pengendara, terlebih mereka kerap melakukan aksi teror dengan menyerang siapa saja tanpa sebab yang jelas. Setidaknya, momok ini juga mudah ditemui di Tanah Air.

Namun tahukah Anda jika di Jepang ada geng motor kejam yang kebanyakan anggotanya berisi wanita? Ya, seperti dilansir Dailymail, geng motor wanita yang terkenal di negeri Sakura itu adalah Bosozuku.

Bosozuku merupakan geng motor wanita di Jepang yang terkenal dengan tindak kekerasan dan kriminalitasnya. Bahkan, saking brutalnya, para ladies bikers yang menjadi anggotanya mengaku memusuhi aturan-aturan lalu lintas. Hal ini dilakukan mereka sebagai upaya mendukung budaya kehidupan di jalan.

Geng motor ini terbentuk sejak tahun 1950-an, dan selalu mengganggu lalu lintas di jalan seperti menerobos lampu merah, melakukan modifikasi ilegal, kebut-kebutan, dan mengganggu pengendara lain dengan cara kekerasan. Tak ingat kodrat sebagai wanita, mereka mengaku bisa melakukan apa saja yang bisa diperbuat kaum pria. Termasuk menganiaya para pengendara yang tidak disukainya.

Ciri-ciri mereka, menggunakan motor gede bergaya Amerika dan Inggris, serta menggunakan seragam saat konvoi di jalan raya. Biasanya, motor-motor mereka disentuh dengan kelir-kelir cerah dan eksentrik seperti warna pink.

Yang unik, setiap anggota yang hendak masuk ke dalam geng motor tersebut harus memiliki tato, agar terlihat keren. Selain itu, penampilan mereka juga mudah ditebak. Sebut saja, rambut panjang dengan berbagai warna, serta kuku tangan yang dihias dengan kutek.

ganbkThe 15th generation: gang uniforms are passed down from rider to rider and can not be washed, according to gang law. Just wearing a uniform can get you arrested in Japan

Menurut badan kepolisian nasional Jepang, meski kerap berlaku kejahatan, jumlah anggota Bosozoku di sana hingga kini terus menyusut. Saat ini bahkan mencapai rekor terendah.

Data terakhir, anggotanya saat ini sebanyak 7.297 orang. Angka ini jauh berbeda di tahun 1982 yang tercatat memiliki 42.500 anggota.

Pengurangan jumlah anggota geng motor ini dirasakan setelah adanya revisi UU pada tahun 2004, yang memberikan kekuasaan lebih besar kepada pihak kepolisian untuk dapat menangkap siapa saja anggota geng motor yang menggunakan seragam Bosozoku.***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id

Porsi Anggaran Provinsi Untuk Bengkalis Minim

Bupapti Herliyan berbincang-bincang dengan anggota Komisi C DPRD Riau
Bupati Herliyan berbincang-bincang dengan anggota Komisi C DPRD Riau

Bengkalis (SegmenNews.com)– Porsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau untuk Kabupaten Bengkalis khususnya untuk pembangunan dan infrastruktur tergolong minim. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat Kabupaten Bengkalis merupakan penyumbang pendapatan terbesar untuk provinsi.

Demikian diungkapkan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Riau, di lantai II, Kamis malam (5/2/2015). Dicontohkannya, bahwa minimnya anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau pada pembangunan jalan Pangkalan Nyirih – Tanjung Medang, merupakan kawasan pariwisata Pulau Rupat.

Rombongan kunker Komisi C DPRD, terdiri Wakil Ketua DPRD Propinsi Riau Manahara Manurung, Ketua Komisi C, Aherson, Wakil Komisi C Musyafah Asikin Sekretaris Supriati Dan Anggota Yulianti, Ilyas Hu, Rosfian, Husaimi Hamidi, Sewitri, Soniwati Dan Siswaja Muljadi. Sedangkan dari Pemkab Bengkalis, Asisten Ii Setdakab Heri Indra Putra, Kabag Perlengkapan Andris Wasono, Kabag Keuangan Akmal, Staf Ahli Bupati Haholongan Dan  H Hermanto, Kadispenda H Umran, Basuki Rahmat Kepala BPMP2T, dan Kadisperindag M Fauzi.

Komisi C DPRD Riau, membidangi masalah keuangan seperti penerima pajak, pendapatan asli daerah dan dana perimbangan dan bagi hasil. Berbicara tentang penerimaan dan pendapatan daerah, maka salah satu sektornya berasal dari sektor pariwisata. Pulau Rupat, khususnya pantai Rupat Utara ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata oleh pemerintah pusat. Atas dasar itu, Pemkab Bengkalis terus berupaya meningkatkan fasilitas yang ada di kawasan itu.

“Kalau infrastruktur di kawasan pariwisata baik, maka akan meningkatkan penerimaan daerah. Apalagi, secara geografis, pantai Rupat Utara berdekatan dengan Malaka dan Port Kelang, Malaysia. Tentu kita harus memanfaatkan peluang ini,” ungkap Bupati Bengkalis.

Sejauh ini, untuk mengingkatkan fasilitas kawasan pariwitasa pantai Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis telah mengalokasikan anggaran proyek multiyears jalan poros sebesar Rp 365 miliar. Sedangkan proyek jalan dari Tanjung Medang – Pangkalangan Nyirih yang dibiayai oleh Pemprop sebesar Rp 1,5 miliar.

Bupati berharap melalui Komisi C DPRD Riau ini, dapat menyampaikan aspirasi  masyarakat Kabupaten Bengkalis, agar porsi pembangunan dari APBD Riau, terus ditingkatkan.
Berbicara tentang penerimaan pendapatan, Herliyan memaparkan tentang potensi yang belum tergali, terutama di kawasan tapal batas.

Sebagai contoh, potensi galian C di tapal batas Dumai dan Bengkalis. Meski kawasan itu memiliki potensi besar, namun hingga kini penerimaan pendapatan dari kawasan itu tidak tergarap, karena status wilayah belum jelas.

“Meskipun masalah tapal batas tidak masuk dari ruang lingkup Komisi C, namun masalah penerimaan dari potensi galian C, sehingga perlu diperhatikan,” ungkap Herliyan yang bergelar Datuk Setia Amanah Negeri.***(man)