Beranda blog Halaman 2449

Derita Kanker Usus, Komedian Zainal Abidin Domba Tutup Usia

Zainal Abidin Domba Tutup Usia
Zainal Abidin Domba Tutup Usia

Jakarta (SegmenNews.com)- Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian senior Zainal Abidin Domba tutup usia sore ini di Rumah Sakit Sentra Medika Depok.

Info meninggalnya sang komedian beredar melalui pesan singkat kepada awak media

“Innalilahi Wa’innailaihi Roji’un. Telah meninggal dunia sahabat kita, aktor “Zainal Abidin Domba” sore tadi di RS. Sentra Medika Cisalak – Jl. Raya Bogor Km. 33, Cisalak – Depok. Mohon doanya, insyaAllah Husnul Khotimah. Aamiin. Berita selanjutnya menyusul,” tulis pesan singkat dari wartawan senior Anggara.

Berita duka Zainal juga disampaikan oleh komedian senior Sys NS.

“Iya benar itu. Saya tahu dari teman saya. Saya akan segera ke sana,” ucap Sys

Berita kabar meninggalnya Zainal Abidin Domba juga disampaikan di laman facebook komunitas, Sahabat Berbagi Dua. Zainal meninggal dalam usia 57 tahun.

“Innalillahi wainnailahi rojiun…..selamat jalan Bang Zainal Abidin Domba..Setelah menjalani perawatan sejak kemarin sore di Rumah sakit Sentra Medika…Artis Bapak Zainal Abidin Domba yg megidap sakit Kanker di ususnya dan telah menjalar ke tubuhnya..Sore ini meninggal dunia di RS Sentra Medika. Semoga Amal ibadah beliau di terima di sisinya dan keluarga yg di tinggalkan tabah menghadapi cobaan ini..Aamiin…Ambulance Rescue SB Portalinfaq, selepas mengantar ibu Martinah langsung menuju ke RS Sentra Medika,untuk membawa jenazah pulang ke rumah duka,” tulisnya.

Disampaikan melalui pesan singkat oleh Anggara, jenazah Zainal Abidin Domba akan dibawa ke rumah duka di Perumnas Damar Laut 4, Depok.

Nama Zainal populer lewat sinetron Putri Duyung. Saat itu dia beradu akting dengan artis senior Ayu Azhari. Zainal juga sempat bermain film layar lebar di 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta di tahun 2010.***

Red: hasran
Sumber: viva.co.id

Telan Korban Jiwa, Polisi Segel Eskavator dan Truk

tewasPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Aparat Polsek Pangkalan Kerinci kini telah menyita satu unit alat berat eksapator jenis zakxis kepiting mereke Hitachi dan mobil truk fuso merah putih BM 8250 ZU, sebagai barang bukti kasus kecelakaan kerja yang menewaskan Ibrahim (60).

Demikian ditegaskan Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga SIK HHum, melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Razif SH, Selasa (27/1/15) siang. “Kasusnya masih kita tangani untuk proses penyelidikan. Jadi sekarang barang bukti eksapator dan mobil fuso telah kita amankan dan sementara tidak boleh beroperasi,” Jelas Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, bahwa sejauh ini pihaknya belum ada menetpakan adanya tersangka dalam kasus dugaan kelalaian menyebabkan sopir truk itu tewas terjepit di ban depan, saat memperbaiki kenderaanya. Walau penyidik sat Reskrim telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi.

Diantaranya, operator alat berat, Indahlen Simare-Mare, Tumbur Sihombing (32) yang melihat pertama dan pengawas lapangan. Telah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Pangkalan Kerinci, sejak sore hingga malam hari. Tapi kini masih terlihat berada di Mapolsek Pangkalan Kerinci.

“Belum ada kita tetapkan tersangka, tapi sudah ada beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan salah satunya operator alat berat,” ungkap Razif.

Sebagaimana telah diwartakan sebelumnya, kasus laka kerja terjadi saat ratusan karyawan dan kontraktor yang ada di lingkungan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengikuti upacara peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di Lapangan Merdeka, Riau Komplek, Senin (26/1) pagi lalu,

Maka saat korban usai membongkar kayu lok di penampungan areal Wordyeard F1 C, PT RAPP, mobilnya rusak. Tapi saat dibantu dorong dengan mengunakan alat berat, korban jatuh dan tergencet ban mobil fuso depan. Kondisi kepala pecah akhirnya tewas di lokasi kejadian.

“Nanti hasil pemeriksaan kita lakukan gelar perkara, apa ada unsur pidana atau tidak. Karena kita tidak memandang siapa yang terlibat tetap diproses,” tambah Kapolsek.***(fin)

Asik Mancing, Warga Pangkalan Kerinci Tewas Disambar Petir

petirPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Junaidi (26) warga pasar Baru, Pangkalan Kerinci, ditemukan tewas tengelam  dalam lumpur sungai Kampar, dekat Teluk Linjago, Pangkalan Kerinci, Selasa (27/1/15) sekitar pukul 13.30 WIB.

Pencarian jenazah korban setelah adanya laporan dari warga yang menyaksikan sendiri korban disambar petir dan jatuh kesungai saat sedang asik memancing menggunakan sampan.

Bermula, Senin (26/1) sore korban pergi memancing ke sungai Kampar, dengan  mengunakan sampan. Sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba hujan lebat turun disertai gelegar petir menyambar-nyambar, korban tak menghiraukannya dan terus saja memancing ikan buruannya.

Ketika itu salah seorang warga melihat korban disambar dan tubuh korban jatuh ke sungai. Warga tersebut memberitahukan warga lainnya dan berupaya menolong korban. Namun jasad korban tidak ditemukan.

Aparat Polres Pelalawan yang mendapat laporan segera turun ke lokasi kejadian, bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) kabupaten Pelalawan. Tapi derasnya air menyulitkan pencaharian, hingga malam hari korban belum juga ditemukan.

Maka disepakati, beberapa warga dengan mengunakan peralatan seadaanya berupa selang oksigen dari kompresor melakukan penyelaman ke dasar sungai. Setelan jenazah korban tidak kunjung terlihat mengapung. Namun berkat kerja keras tim BPBDPK, kepolisian dan dibantu warga akhirnya korban ditemukan terbenam dalam lumpur dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Kemudian tim penyelam berhasil mengevakuasi jenazah korban, dengan cara menarik jenazah korban dari dasar sungai  yang sempat terbenam lumpur, dan kemudian tim dokter yang telah stembay melakukan visum luar terhadap tubuh korban yang sudah  gembung tersebut.

Kepala BPBDPK kabupaten Pelalawan Abu Bakar FE MSi, membenarkan adanya penemuan korban tersebut, setelah dilakukan penyelaman ke dasar sungai. ”Korban ditemukan tenggelan di sekitar lokasi kejadian. Sekarang jenazahnya telah dibawa ke rumah duka untuk segera dikebumikan,” ujar Abu yang langsung turun memimpin pencaharian tersebut.

Ditempat terpisah Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga SIH MHum, ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, melalui  Paur Humas Ipda Edy Haryanto didampingi KSPKT Polres Pelalawan Ipda Deny Indrawan Lubis  SIK yang juga ikut turun ke lokasi kejadian, juga membenarkan adanya warga yang tewas disambar petir saat memancing.

“Hasil visum dokter sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Tapi kemungkinan korban tewas tenggelam setelah disambar petir ketika memancing di sungai,” ungkap Edy.***(fin)

UIN Susqa Tahan Transkip Nilai Mahasiswa Fakultas Ushuluddin

UIN Susqa Tahan Transkip Nilai Mahasiswa Fakultas Ushuluddin
UIN Susqa Tahan Transkip Nilai Mahasiswa Fakultas Ushuluddin

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Universitas Islam Negeri (UIN) Jalan HR.Subrantas Panam menahan transkip nilai salah satu mahasiswa fakultas Ushuluddin bernama Sarwan (26). Padahal Sarwan merupakan alumni tahun 2014 lalu.

“Sampai sekarang transkip nilai saya belum dikeluarkan. Sementara mahasiswa lainnya sudah dikeluarkan,” kesal Sarwan.

Penahanan transkip nilai tersebut diakui oleh Kasubag Akademik Fakultas Ushuluddin UIN Susqa, Eri Suryanto, kepada SegmenNews.com, Selasa (27/1/15). Namun anehnya dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab penahanan transkip nilai itu.

“Persoalan penahanan transkip nilai ini sudah lama terjadi, ini karena ada permasalahan permasalahan oleh pimpinan sebelumnya,” jelasnya.

Namun, saat ditanya permasalahan seperti apa yang terjadi? Eri menyebutkan kurang tau.

“Permasalahan seperti apa saya kurang tau, pimpinan sebelumnya dari Dekan sampai Kasubag Akademik di ganti oleh pihak Rektorat UIN,” dalihnya.

Eri mengaku baru satu minggu bekerja sebagai Kasubag Akademik Fakultas Ushuluddin mengantikan Erni Kasubag sebelumnya. Eri berjanji akan menjembatani untuk menyelesaikan masalah ini dalam minggu ini,

“Saya juga sebagai Kasubag baru disini akan berusaha menyelesaikan masalah ini, saya tidak mau ini berlarut larut karna akan menjadi bomerang sendiri bagi kami pihak Fakultas. KIta usahakan dalam minggu ini transkip nilai itu akan dikeluarkan,” tukasnya.***(achir)

Puskesmas Pekanbaru Pertama di Riau Gunakan Pola BLUD

Walikota Firdaus didampingi Kadis Kesehatan, Ketua DPRD, Sekda dan Muspida, membuka selubung papan nama diresmikannya Puskesmas rawat inap Sidomulyo, Kecamatan Tampan. (Foto humas)
Walikota Firdaus didampingi Kadis Kesehatan, Ketua DPRD, Sekda dan Muspida, membuka selubung papan nama diresmikannya Puskesmas rawat inap Sidomulyo, Kecamatan Tampan. (Foto humas)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemko Pekanbaru kembali membuat terobosan perdana untuk wilayah Riau, dimana saat ini seluruh Puskesmas di Pekanbaru telah menggunakan Pola Pengelolaaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PK BLUD) suatu pola yang sudah dipergunakan untuk pengelolaan keuangan rumah sakit.

Lounching penerapan PK BLUD ini dilakukan langsung oleh Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT,  Selasa (27/1/10) saat meresmikan Puskesmas rawat Inap Sidomulyo Kecamatan Tampan, dengan disaksikan oleh Pimpinan Dinas kesehatan provinsi Riau, Ketua DPRD, Muspida Pekanbaru, Sekdako Pekanbaru HM Syukri Harto, Para pimpinan rumah sakit swasta se-Kota Pekanbaru, kepala BPJS, pimpnan BPKP perwakilan Riau, sejumlah Kepala Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota se-Riau.

Sebelumnya Kepala Dinas  Kesehatan Kota Pekanbaru drg Hj Helda Suryani Munir dalam laporannya menyampaikan bahwa mulai hari ini (kemarin-Red), bahwa dengan penerapan PK BLUD tersebut, maka 20 puskemas yang ada di Pekanbaru sudah harus memberikan pelayanan 24 jam.

Walikota dan Kadis kesehatan meninjau ruang rawat Inap Puskemas Poned Sidomulyo. (foto humas)
Walikota dan Kadis kesehatan meninjau ruang rawat Inap Puskemas Poned Sidomulyo. (foto humas)

“Dan sejak hari pula, dana karotasi dari BPJS serta sumber lainnya  bisa dikelola sendiri oleh puskesmas yang besangkutan di Kota Pekanbaru,’’ ujar Helda.

Helda juga menjelaskan bahwa diakui bahwa saat ini  pelayanan kesehatan di Pekanbaru terutama yang sudah kelas Poned dan rawat inap masih menghadapi kendala SDM maupun fasilitas pendukung lainnya.

“Untuk memenuhi kebutuhan SDM, kita berkordinasi dengan BKD Pekanbaru agar distribusi tenaga memdia dilakukan secara merata sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing Puskesmas, sedangkan untuk memenuhi fasilitas pendukung, maka akan secara bertahap akan terus dilakukan oleh Pemko pekanbaru,’’ ulas Helda.

Walikota didampingi Sekda, Kadiskes, dan Camat Tampan, foto bersama dengan seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Pekanbaru.(foto humas)
Walikota didampingi Sekda, Kadiskes, dan Camat Tampan, foto bersama dengan seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Pekanbaru.(foto humas)

Sementara itu, Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam pengarahannnya menyampaikan bahwa  sektor pelayanan kesehatan adalah wajah pemerintah dalam mengayomi dan melindungi masyarakatnya. Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan jumlah tenaga memdis yang tersedia, tetapi juga sangat bergantung kepada sikap mental para tenaga medis ketika melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan di pusat layanan kesehatan.

“Pelayanan yang ramah bagai sugesti bagi masyarakat yang menderita sakit untuk segera sembuh. Keramahan juga adalah obat sitawar dan sidingin bagi masyarakat yang sakit atau keluarga  yang mendampingi pasien di rumah sakit. Maka kami harapkan seluruh dokter, perawat, maupun bidan agar selalu memberikan yang terbaik dalam membantu masyarakat yang membutuhkan  pertolongan,’’ himbau walikota.

Ditambahkan Walikota bahwa Pemko Pekanbaru akan terus beruoaya memenuhi fasilitas layanan kesehatan serta pelayanan lainnya, agar masyakat yang berurusan dan membutuhkan pelayanan bernar-benar  merasa dihargai dan diperhatikan.

Dalama kesempatan itu, Walikota juga tidak lupa mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu ikut berpartisipasi dalam mendukung program pembangunan yang sedang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.***(advertorial/hms/chir)

Kodim 0301 Pekanbaru Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan

Kodim 0301 Pekanbaru Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan
Kodim 0301 Pekanbaru Ikuti Pelatihan Ketahanan Pangan

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si secara resmi membuka kegiatan pelatihan kader ketahanan pangan dalam mendukung program SWASEMBADA PANGAN di wilayah kodim 0301/Pekanbaru tahun 2015 di aula Makodim jalan Ahmad Yani, Selasa (27/01/15).

Dalam pelatihan ini dihadiri oleh ketua komisi II DPRD kota Pekanbaru Zulfan Hafiz dan Desi, Dandim 0301/Pekanbaru Muhammad Ilyas, Kadis Pertanian kota pekanbaru dan Ketua Penyuluhan pertanian kota pekanbaru.

Wakil walikota pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si mengatakan dalam pidatonya kekhwatiran kita dengan melihat jumlah penduduk kota pekanbaru yang telah mencapai 1 juta jiwa, dengan pertumbuhan yang cukup tinggi tentu harus diimbangi dengan meningkatkan kapasitas produksi pangan.

“Dan kami atas nama pemeritah sangat apresiatif terhadap kegiatan pelatihan Kader Ketahanan Pangan dalam Program SWASEMBADA PANGAN di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru Tahun 2015 sehingga diharapkan menghasilkan kader-kader ketahanan pangan yang menjadi pionir dalam mengatasi permasalahan pangan yang menjadi isu strategis di kota pekanbaru,” ujar Ayat

Lanjutnya, Pekanbaru memang bukan daerah penghasil pangan, kebutuhan pangan masyarakat masih sangat tergantung kepada daerah lain. Oleh sebab itu program diversifikasi pangan merupakan program yang sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mendorong pembangunan cadangan pangan. Cadangan pangan tidak harus bertumpu pada komuditas beras saja melainkan bisa pada komuditas ubi kayu dan jagung yang banyak dihasilkan di kota pekanbaru.

Program diversifikasi pangan tidak berarti menggantikan beras tetapi lebih merubah pola konsumsi masyarakat yaitu dengan mengkonsumsi lebih banyak jenis pangan dan lebih bergizi sehingga gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan sesuai karakteristik daerah dapat memicu peningkatan surplus 10 juta ton beras dengan cara penurunan konsumsi beras 1,5 % pertahun.

Peresmian pembukaan Pelatihan Kader Ketahanan Pangan dalam Program SWASEMBADA PANGAN di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru Tahun 2015 dengan penyematan pita tanda peserta pelatihan oleh wakil walikota pekanbaru yang didampingi oleh Dandim 0301/Pekanbaru.***(chir/hms)

Proyek Jalan Menuju Pelabuhan di Bangko tak Tuntas

Proyek Jalan Pinggir Sungai Rokan menuju Pel Baru di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir
Proyek Jalan Pinggir Sungai Rokan menuju Pel Baru di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir

Rokan Hilir (SegmenNews.com)-  Diduga, ada tindak pidana korupsi dalam praktek pelaksanaan proyek pembangunan peningkatan jalan pinggir sungai rokan menuju pelabuhan baru Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Rohil. Pasalnya, selain pekerjaan tersebut tak siap, bahkan tahap pengerjaannya menyalah aturan bestek.

Proyek Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohil tersebut dianggarkan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rohil tahun 2014 dengan pagu sejumlah Rp 8 Miliar lebih.  Dikerjakan oleh pihak pelaksana PT Pagar Alam Perkasa dengan waktu 90 hari kalender.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, kuat dugaan proses pencairan sudah dilakukan sejumlah 80persen atau lebih kurang sekitar Rp 6 Miliar lebih. Namun faktanya dilapangan pekerjaan dilakukan sekitar 50 persen artinya ada kelebihan pembayaran yang dilakukan.

Terpisah, RH salah satu sumber, menyebutkan selain telah dilakukan kelebihan pembayaran pada proyek tersebut. Pekerjaan juga dilakukan tak sesuai bestek.

“Kita menduga pekerjaan semenisasi itu dikerjakan tak sesuai bestek, coba saja lihat sendiri, pada umumnya pekerjaan semenisasi dengan skala besar yang anggarannya mencapai Miliaran tidak mungkin dilakukan pengecoran dengan batu kerikil biasa, tapi pastinya dengan batu SPLIT sebagaimana yang kita ketahui dalam kontrak yang dibuat para perencana.”ujar HR meyakinkan.

Lanjutnya, Peningkatan Jl.Pinggir Sungai Rokan mnuju Pelabugan Baru kec.Bangko itu sudah melebihi hari kerja bahkan dalam kontrak hanya disebutkan pekerjaan dengan 90 hari kerja. Jadi, jika sudah melewati pihak kontraktor bisa dianggap gagal.

“Kita minta keterbukaan publik terkait pelaksanaan proyek ini, jangan karna ada isu bahwa proyek itu titipan para pengawasan PPTK dan Pihak terkait tutup mata,” sebut HR mengakhiri.***(Chandra)

Rohil Usulkan Rumah Pangan Lestari 2015 ke Pusat

Drs Surya Arfan MS,i
Drs Surya Arfan MS,i

Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalaui Badan Ketahanan Pangan (BKP) akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) di kabupaten Rokan Hilir di tahun 2015 ini.

Demikian di utarakan Kepala BKP Drs Surya Arfan MS,i saat di wawancarai wartawan , Senin (26/1/15) di ruang kerjanya. Lanjut Surya, pihaknya telah mengusulkan KRPL sebanyak 19 kelompok kepada pemerintah pusat, agar dapat memberikan bantuan.

“Tahun lalu, program KRPL ini sudah terlaksanakan dengan baik, agar terus berjalan dengan baik, tentunya harus ada campur tanggan pemerintah, baik itu pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah sekalipun,” jelas Surya.

Dilanjutkan Surya, mengingat saat ini produksi pertanian mulai menurun, karena faktor cuaca yang tidak menentu. Maka untuk KRPL di wilayah kecamatan Bangko dan kecamatan-kecamatan yang berada di lingkungan Pemerintah Rokan Hilir, sudah mulai eksis manfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya, dengan melakukan cocok tanam. Baik itu tanaman jagung, ubi, kacang dan lain-lainya.***(advertorial/karyadi)

RSUD Kampar Kewalahan Tangani Pasien BPJS

Pasien membludak di RSUD Kampar
Pasien membludak di RSUD Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Kabupaten Kampar terus mengalami peningkatan, bahkan mencapai 100 persen. Banyaknya pasien tidak sebanding dengan Dokter yang ada.

“Semenjak RSUD Bangkinang memberlakukan pengguna jasa Pengobatan BPJS, pasien terus meningkat. Kita selaku pengolah rumah sakit juga kewalahan menangani pasien. Sebab pasien demam saja mereka menggunakan BPJS, dan Askes,” ujar Dirut RSUD Kampar, Dr Wira, Senin (26/1/15) kepada segmennews.com

Lanjutnya, untuk pasien lainnya seperti Askes, Jamkesda dan termasuk BPJS di perkirakan mencapai 200 per hari. Dan itu di luar pasien yang sifatnya darurat, yang butuh penanganan cepat.

Sementara RSUD hanya memiliki 1 orang dokter bedah, kurangnya tenaga dokter menyebabkan pasien harus menunggu jadwalnya. Namun untuk mengatasi kendala tersebut, Wira meminta kepada pasien pengguna BPJS, jika hanya sakit ringan bisa ditangani oleh dokter keluarga saja.***(ali)

BPPD Rokan Hilir Data Kawasan Perbatasan

rohilBagansiapiapi(SegmenNews.com)- Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mendata terdapat sejumlah kawasan perbatasan memiliki masalah menyangkut titik tapal batas.

“Memang masih ada beberapa titik yang saat ini ada masalah perbatasannya seperti di perbatasan antara Labuhan Batu Selatan dengan kepenghuluan Tanjung Sari, kecamatan Tanjung medan. Namun kita tetap berpegang pada titik koordinat patok 153,” kata Kepala BPPD Rohil, Wazirwan Yunus, Kemarin

Menurutnya, pemetaaan kawasan perbatasan dengan kerawanannya harus segera dilaksanakan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di lapangan. “Memang kalau menyangkut penyelesaian soal batas bila antar kabupaten sudah bukan wewenang dari kabupaten lagi tapi diperlukan peran serta dari propinsi dan yang menentukan akhirnya adalah pemerintah pusat,”jelasnya.

Lanjutnya, beberapa daerah yang rawan dengan isu perbatasan adalah di antara perbatasan kepenghuluan Sei Meranti kecamatan Tanjung Medan dengan Rokan Hulu, dusun Podo Rukun kepenghuluan Pasir Limau Kapas (Palika), kecamatan Palika serta perbatasan terluar yang perlu diperhatikan seperti keberadaan pulau Jemur.

“Kalau soal perbatasan yang terjadi di Sei Meranti-Rohul kalau dlihat ada kepentingan oknum tertentu, dimana adanya pemuda tempatan membangun kantor sebuah organisasi di wilayah kita. Memang hal ini harus diselesaikan agar tak terjadi hal yang berbahaya karena yang berhak membangun sebuah kantor instansi, atau lembaga merupakan kewenangan dan koordinasi dari pemerintah agar tidak menimbulkan konflik,” urainya.

Selain itu, ujarnya, BPPD tengah melakukan pemetaan potensi kerawanan perbatasan di kawasan yang ada di kabupaten Rohil. Tidak hanya menyangkut antar daerah di propinsi Riau tapi juga antar propinsi maupun menyangkut perbatasan dengan negara luas. “Keberadaan pulau Jemur harus tetap diperhatikan jangan sampai ada klaim sebelah pihak dari negara lain,” paparnya.***(adv/hms/karyadi)