Beranda blog Halaman 2451

Soal Pembagian Harta Waris, Tokoh Agama Konsultasi ke Kemenag Rohul

Soal Pembagian Harta Waris, Tokoh Agama Konsultasi ke Kemenag Rohul
Soal Pembagian Harta Waris, Tokoh Agama Konsultasi ke Kemenag Rohul

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Salah seorang tokoh agama kec Rambah Hilir H Anwar Tanso lakukan konsultasi masalah keagamaan dengan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Selasa (20/1/2015) bertempat di ruang kerja Kakan Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.

H Tanso Anwar yang saat ini berdomisili di Muara Rumbai Kec Rambah Hilir menanyakan beberapa hal yang terkait dengan hukum waris yang sering menimbulkan polemik dan bahkan konflik antar keluarga di tengah masyarakat, termasuk di dalamnya system pembagian harta waris, yang berhak menjadi ahli waris, dan lain sebagainya.

Ahmad Supardi Hasibuan yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Sumatera Utara ini, menyampaikan rasa terima kasihnya atas konsultasi yang dilakukan oleh H Anwar Tanso, sebab hukum waris ini adalah salah satu hukum pokok dalam ajaran Islam.

Dikatakannya, dari sekian banyak hukum-hukum Islam yang dijelaskan dalam Alquran, maka hukum waris adalah satu-satunya hukum yang dijelaskan secara panjang lebar dan paling mendetail, sedangkan hukum yang lainnya biasanya bersifat umum dan penjelasannya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal ini menunjukkan bahwa hukum waris adalah hukum pokok yang pengaturannya langsung ditetapkan dalam Alquran, tanpa perlu lagi penjelasan lainnya. Yang diperlukan adalah pelaksanaan saja. Sejarah mencatat bahwa konflik keluarga sering timbulk dari harta waris, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi Hasibuan yang juga alumni Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, menjelaskan secara mendetail tentang hal-hal yang ditanyakan oleh H Anwar Tanso, sekaligus berpesan agar keluarga yang akan berbagi harta warisan, jangan sampai lupa memberikan wakaf atas nama almarhum dan almarhumah.

Perlu disadari bahwa pada dasarnya merekalah yang punya harta. Harta inikan hasil usaha dan jerih payah mereka berdua. Ahmad Supardi juga berpesan agar pembagian harta ini jangan sampai merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik selama ini.***(rls)

Kisruh KPK Vs Polri Muncul Nama Usi Sulistyawati, Kenapa?

Usi sulistiawatiSegmenNews.com- Indonesia heboh saat Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto ditangkap petugas Bareskrim Polri usai mengantar anaknya sekolah di kawasan Depok, Jawa Barat. Bambang dijerat kasus memerintahkan saksi memberikan kesaksian palsu di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 lalu, saat dirinya masih menjadi pengacara.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto mengungkap identitas pelapor kasus Bambang. Pelapor kasus tersebut bernama Sugianto Sabran, anggota DPR dari PDIP.

“Kasusnya berdasarkan LP/67/I/2015/ Bareskrim. Tgl 15 Jan 2015. Pelapor: H. Sugianto Sabran. Anggota DPR RI. Terlapor: Bambang Widjojanto dkk. Kasus: kejadian bulan Juli 2010. TKP: Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, Kalteng,” kata Rikwanto melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Jumat (23/1).

Penelusuran KapanLagi.com®, Sugianto adalah pengusaha kayu asal Kalimantan Tengah. Dia merupakan mantan suami dari artis Ussy Sulistiawaty. Ketika menikah dengan Ussy, dia lebih dikenal dengan nama Yusuf Sugianto. Dari pernikahan tersebut, Sugianto dan Ussy dikaruniai satu orang putri.

Saat terjun ke dunia politik, Sugianto maju di Pilkada Kotawaringin Barat berpasangan dengan Eko Soemarno. Sugianto dan Eko dinyatakan menang pilkada, namun kemenangan itu pupus saat di Mahkamah Konstitusi ketika Bambang menjadi pengacara penggugat kemenangan Sugianto.

Kemudian Sugianto nyalon anggota DPR dari dapil Kalimantan Tengah. Diusung PDIP, Sugianto terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019.***
Red: hasran
Sumber: kapanlagi.com

Alasan Tak Bisa berhubungan Intim dengan Inul, Adam Selingkuh?

Adam dan selingkuhannya Titin (tribunnews)
Adam dan selingkuhannya Titin (tribunnews)

SegmenNews.com- Kabar mengejutkan datang dari suami pedangdut Inul Daratista, Adam Suseno. Seorang wanita bernama Titin Karisma membuat pernyataan menghebohkan karena telah menjadi selingkuhan pria berkumis lebat itu.

Tidak tanggung-tanggung dari hubungan gelapnya sejak tahun 2008 itu, Titin bahkan memperoleh satu orang anak. Hal itu bisa terjadi setelah dirinya mengaku telah berhubungan intim sebanyak satu kali.

“Saya pernah berhubungan intim dengan Mas Adam sampai saya melahirkan anak. Sekali aja berhubungan intim langsung hamil,” ujar Titin Karisma di kantor pengacaranya, di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2015).

Meski demikian ketika diminta menunjukkan bukti, sayang Titin mengatakan sudah membuangnya.

“Waktu itu tisu buat ngelap (maaf) air maninya Mas Adam. Tetapi saya buang tisunya,” ucap Titin.

Titin siap untuk melakukan tes DNA demi membuktikan bahwa anak yang telah lahir merupakan anak Adam. Selama ini diam, sekarang Titin angkat bicara demi anaknya.

Menurutnya, hal itu dilakukan Adam karena sang istri sedang melakukan program bayi tabung. Akibatnya Adam tidak bisa menyalurkan hasrat untuk berhubungan
intim.***(kpl/ran)

Ari Padi Ajukan Rehabilitasi

Gitaris Padi, Ari tertangkap narkoba
Gitaris Padi, Ari tertangkap narkoba

Jakarta (SegmenNews.com)- Sebagai seorang sahabat yang pernah mengalami nasib serupa karena terjerat narkoba, Yoyo Padi menunjukkan rasa solidaritas dengan mengunjungi sahabatnya di Polres Jakarta Selatan. Yoyo menjenguk sahabatnya itu di malam hari dengan memakai baju abu-abu.

“Keadaan Ari baik-baik saja, sudah ketemu dengan keluarga dengan istri,” ungkap Yoyo ditemui di Polres Jakarta Selatan, Kamis (22/01).

Ari sendiri tertangkap di studio yang terletak di Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang selatan, dengan barang bukti berupa 1 paket sabu, 1 perangkat alat bong yang habis dipakai, alumunium foil serta korek api. Yoyo yang juga sempat tertangkap akibat narkoba pada tahun 2011 silam mengungkap sahabatnya berharap bisa dirawat di pusat rehabilitasi.

“Saat ini pihak keluarga mengajukan untuk bisa direhab. Yang jelas kehadiran istrinya Mas Ari hari ini adalah untuk mengajukan permohonan rehab,” kata Yoyo.

Grup band Padi saat ini tengah vakum dan masing-masing anggotanya memiliki kegiatan masing-masing. Karenanya Yoyo mengatakan dirinya tidak tahu menahu tentang Ari yang mengonsumsi sabu itu.

“Nggak bisa ngomong, karena sudah lama nggak berhubungan,” tandasnya.***

Red: hasran
Sumber: kapanlagi.com

Indra Pomi Dilantik Sebagai Danmen Riau

Indra Pomi Dilanti Sebagai Danmen Riau
Indra Pomi Dilantik Sebagai Danmen Riau

Kampar (SegmenNews.com)- Komandan Korem (Danrem) 031/wirabima Brigjen TNI Prihadi  Agus Rianto secara resmi melantik Indra Pomi ST MSi sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Danmen) Riau.

Pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia DPP Riau ke-45 dan peringatan  HUT Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia DPP Riau ke-3.

Acara pelantikan dilaksnanakan di Lapangan Batalyon Infanteri 132 Bima Sakti Salo, Jumat (23/1). Hadir pada acara tersebut oleh Asisiten I Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar, Wadanmen Indonesia Dandim 0313/KPR Letkol Inf Asef Dedi D, Danyon 132 Bima Sakti Mayor Inf Irwan H, Ketua IARMI Riau Said Saqlul Amri, Camat Salo Edi Afrizal.

Danrem dalam amanatnya berpesan, agar seiring peringatan 45 tahun Menwa ini, makin meningkatkan rasa kesadaran untuk menghadapi tantangan ke depan demi kepentingan kemajuan bangsa dengan jiwa korsa bela negara.

Mari kita laksanakan, walaupun Resimen sejauh ini dipandang sebagai prajurit TNI cadangan untuk ikut dalam perperangan, tapi sejauh ini dalam pengamanan timur-timur telah diturunkan dengan persenjataan lengkap. Di samping itu, Menwa hendaknya aktif dalam kegiatan sosial dalam tanggap darurat serta bakti sosial lainnya,ungkapnya.

Untuk itu, Danrem mengajak para Menwa untuk menatap masa depan penuh optimis karena di tangan para mahasiswa-lah  marwah dan kepemimpinan masa depan. Mahasiswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya bela negara karena tidak semua anak muda bisa seperti resimen.

Untuk itu, ke depan saya tidak mau lagi khusus resimen Riau hanya sekedar simbol, karena saya mendukung program resimen untuk  mendirikan Yayasan dan Kampus dengan latar belakang bela negara,ungkap Danrem.

Sementara itu,  Komandan Menwa Satuan Komando Resimen Mahasiswa (Danmen) Riau Indra Pomi Nasution ST,MSi.  Usai dilantik mengucapkan terima kasih kepala seluruh para anggota LARMI RIAU serta para anggota MENWA  yang aktif telah memberikan kepercayaan kepada nya untuk mengemban amanah sebagai Danmen Riau.

Indra Pomi juga mengharapkan kedepan amanah yang di percayakan padanya tidak semata-mata tugas yang ringan, saya mengharapkan koreski dan bimbingan kawan-kawan,mana kala nantinya sebagai Danmen Riau salah langkah dan salah ucap atau tidak sejalan dalam perkembangan resimen  ke depan.

“Mari kita dengan jiwa korsa bangkitkan kembali jiwa korsa baik dalam resimen maupun Iarmi,”terang Indra,”ajaknya.

Pada acara tersebut Larmi Riau menyerahkan sejumlah penghargaan antara lain (Alm) Ir Muhktar Amisn dari Satuan O41 Indra Buana UNRI , dan (Alm) Ir muhtar Amin,  Drs Aunim Nur dari Satuano 052 UIN, Prof Ilias Mush dari Satuan 043 IUR, (Alm) Drs Huzaifa dan Ir Dwi Agus dari Satuan 045 Indra Jaya UNILAK. Di samping itu digelar pula acara donor darah dan latihan menembak.***(Ali/mzk)

Dekranasda Diminta Optimalkan Potensi

Ayat Cahyadi melantik pengurus Dekranasda Kota Pekanbaru
Ayat Cahyadi melantik pengurus Dekranasda Kota Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Setelah sempat tertunda selama tiga tahun akhirnya SK Kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kota pekanbaru di terbitkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Riau.

Ketua Dekranasda Pekanbaru dijabat, Hj. Asmita Firdaus dan Indria Rita Ayat menjadi wakil. Pelantiakn dilakukan oleh, wakil walikota pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si, Jum’at (23/01/15) di aula kantor wali kota pekanbaru.

Ratusan undangan yang terdiri dari pejabat kota pekanbaru serta para pengurus Dekranasda tingkat kecamatan terlihat penuh dengan nuansa melayu, hampir seluruh yang hadir pakai songket melayu.

Ayat dalam arahannya, bahwa keberadaan Dekranasda dalam kebijakan perekonomian daerah peru diperdayakan secara terus menerus peranannya dalam upaya meningkatkan perluasan dan penyediaan lapangan kerja.

“saya mengingatkan bahwa ini adalah amanah yang harus diemban bersama, untuk itu saya mengimbau mari bersama-sama mengoptimalkan segenap potensi yang ada guna mewujudkan cita-cita mulia untuk kemajuan Dekranasda ke depan,” ingat Ayat.

Sebelumnya, ketua dekranasda Hj.Asmita Firdaus mengatakan bahwa kendatipun kepengurusan Dekranasda periode 2012-1217 baru dilantik hari ini tetapi seluruh personil secara institusi sudah berjalan selama tiga tahun.

“Secara formal kita memang baru dilantik hari ini, tapi dalam tiga tahun berjalan berbagai kegiatan baik ditingkat lokal, regional, maupun nasional tetap kita laksanakan dengan baik bahkan dekranasda kota pekanbaru sering mendapat kunjungan dari dekrasda provinsi  di luar Riau,” ujar Asmita yang didampingi oleh Indra Rita.***(chir)

Pekanbaru Siapkan Puskesmas Rawat Inap 24 Percontohan di Riau

Wakil Walikota  Pekanbaru Ayat Cahyadi didampingi Sekdako pekanbaru H.M Syukri Harto dan Kadiskes Helda Suryani Melakukan Peninjauan Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo
Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi didampingi Sekdako pekanbaru H.M Syukri Harto dan Kadiskes Helda Suryani Melakukan Peninjauan Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Wakil Walikota Ayat Cahyadi,S.Si menyampaikan bahwa Puskesmas Rawat Inap 24 jam akan jadi percontohan untuk tingkat Provinsi Riau segala persiapan telah dilaksanakan sebanyak 20 Puskesmas se-Kota Pekanbaru akan Launching.

Demikian di sampaikannya di sela peninjauan langsung ke Puskesmas Rawat Inap 24 Jam Sidomulyo, Jum’at (23/01) Jalan Garuda Kelurahan Delima Kecamatan Tampan.

Diakatakan Ayat lagi, rentunya dari 20 Puskesmas Ini nantinya akan melayani masyarakat khususnya warga kota pekanbaru sesuai dengan tujuan dan fungsi Puskesmas tersebut sebagai pelayanan kesehatan yang berkualitas serta frofesional agar dapat menjunjung tinggi nilai -nilai kemanusiaan secara optimal terutama ibu dan anak.

Wakil Walikota, Ayat Cahyadi, S.Si didampingi Sekda Kota Pekanbaru, H.M Syukri Harto, Asisten IV bidang Kesejahteraan, Sentot D Prayitno, Kasat Pol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda Suryani, M.Kes beserta rombongan, Sekcam Tampan Juga Turut hadir pada Peninjauan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Drg. Helda Suryani, M.Kes menyatakan dalam menuju persiapan pelayanan 24 jam ini, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin tetapi tentunya bagi para pasien UGD saja.

Selain itu bagi para pasien rawat jalan tetap pada pelayanan puskesmas seperti biasa, sebetulnya konsep puskesmas bukan pelayanan menyeluruh tetapi secara kolektif adalah pusat kesehatan masyarakat yang memiliki paradigma sebagai pusat orang sehat dari hal tersebut ada sisi promotif dan preventif  pemberdayaan masyarakat peangaktifan Posyandu, Lansia, Forum Kota Sehat secara menyeluruh serta usaha pencegahan seperti cegah DBD di lingkungan masing-masing.***(hms/chir)

Jalan Nasional di Riau Banyak yang Hancur

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Sumbar dinilai kurang berkoorinasi dengan Dinas Bina Marga (PU lama red) pada pelaksanaan pengaspalan jalan nasional di Provinsi Riau. Akibatnya tidak ada pengawasan, mengakibatkan sejumlah jalan cepat rusak.

Di Riau panjang jalan nasional sekitar 1100 kilometer. Sepanjang itu pula, pembangunannya sudah hancur dan tidak mulus. Selain itu, Riau penghasil Devisa tertinggi di Indonesia hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 600 miliar pertahun. Sedangkan Sumbar Rp 1,2 triliun pertahun.

“Kedepan, kita sudah menekankan kepada Satker PJN II Wilayah Sumbar Cabang Riau, untuk berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga. Sehingga pelaksanaan pekerjaannya bisa kita awasi dengan baik,” kata Anggota Komisi D DPRD Riau, Asri Ausar, Kamis (22/1/15).

Anggota Komisi D, Hardianto mengaku, pernah berjalan dari Palembang, Jambi dan Medan termasuk dari Riau menuju Sumbar. Mulai dari pintu masuk perbatasan sampai menuju kota, jalan disana bagus dan mulus. Tidak ada satu pun cacat.

Namun kenapa Riau penghasil Devisa tertinggi di Indonesia tidak mendapatkan pembangunan yang bagus seperti provinsi tetangga. Selain itu, Provinsi Riau meminta Balai Besar PJN II Wilayah Dumbar yang membawahi Riau, Kepri dan Jambi dipindahkan ke Pekanbaru. Pemprov Riau siap menyiapkan kantor tanpa disewa seperti sekarang.

“Di Riau, baru enam bulan jalan dipakai sudah hancur dan rusak. Tapi kenapa di Sumbar ketahanan jalannya bagus dan mulus meski dilalui oleh kendaraan bertonase tinggi. Apakah di Riau kurang pengawasan PJN atau kenapa. Jika kurang, kami minta Balai besar PJN dipindahkan ke Pekanbaru,” kata Hardianto.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi D, Abdul Wahid. Ia meminta kepada PJN untuk mengambil alih jalan penghubung antar Provinsi. Seperti Jalan Pulau Burung dan Teluk Meranti Inhil sekarang merupakan jalan provinsi. Sedangkan jalan itu merupakan jalur lintas antar provinsi.

Jika dibangun melalui uang APBN, mungkin jalan tersebut akan bagus dan tidak rusak parah seperti sekarang. Selain itu, anggaran APBD bisa dialihkan untuk infrastruktur dalam daerah.

“Kami melihat, banyak jalan penghubung antar provinsi tidak diambil alih oleh nasional. Kedepan kami meminta jalan antar provinsi itu dibangun oleh provinsi supaya dapat meringankan beban daerah,” ujar Wahid.

Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar Cabang Riau, Didi Mandarsyah mengaku sudah mengusulkan pembangunan seluruh jalan nasional di Riau setiap tahun. Namun Kementrian PU menolak usulan itu. Alasannya, karena jalur yang dilalui jalan nasional terkendala karena kawasan hijau, pembebasan lahan tidak tuntas oleh daerah dan lain lain.

Dia juga mengaku terkait pelaksanaan pembangunan PJN tidak ada berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga. Namun kedepan, PJN selalu akan berkoordinasi supaya hasil pembangunan lebih bain dari sebelumnya.***(lin)

11 Titik Api di Riau, Bengkalis Terbanyak

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sejak Provinsi Riau mulai memasuki musim panas, titik api sudah mulai menjamur di kabupaten/kota. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, di Riau terdapat 11 titik panas. Diantaranya, 7 titik panas di Bengkalis, 2 di Pelalawan, 1 di Indragiri Hilir.

“Sebenarnya selain titik panas di Pulau Rupat Utara Bengkalis juga terdapat 1 titik panas yang  melebihi diatas level confident 70 persen. Sementara 10 titik panas diatas merupakan dibawah level confident 70 persen, maka disebut titik panas,” kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet, Kamis (22/1).

Belajar dari tahun kemaren, dimana Riau diselimuti kabut asap tebal yang banyak menyisakan penyakit terhadap warga. menghindari hal itu koordinasi di berbagai pihak terkait sangat di tuntut supaya jangan terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga menimbulkan kabut asap apa lagi kita suda masuk pada musim panas.

“Saat ini,kata slamet “sudah mulai masuk musim kemarau. Di prediksi akan sampai pada pertengahan bulan maret atau minggu- minggu terakhir bulan maret,Relatif akan lebih kering, seperti tahun lalu pada bulan januari sampai pertengahan bulan maret,” ujar Slamet.

Slamet mengkhawatirkan kabupaten meranti dan daerah pesisir Riau itu sudah lama tidak turun hujan atau yang disebut dengan hari tanpa hujan. Sebab sejak satu bulan ini berdasarkan pantauan satelit Meranti tidak ada potensi hujan.

“Hari tanpa hujan di Riau sudah terlihat di meranti dan sepanjang pesisir, sudah hampir 30 hari ini meranti sudah tidak ada hujan dan ini sangat potensi Karhutla, Angin secara umum dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan 05 – 10 knots (09 – 19 km/jam),” tambah Slamet.

Cuaca Riau pada umumnya cerah hingga  berawan, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari terjadi di sebagian kecil wilayah Riau seperti Wilayah Riau bagian Tengah, Barat, Selatan dan sebagian Utara, informasi ini akan terus berubah tiap harinya.***(lin)

Tak Terima Dana Plasma, Massa Ngadu ke DPRD

Gerakan Masyarakat disambut anggota DPRD
Gerakan Masyarakat disambut anggota DPRD

Rokan Hilir (SegmenNews.com)- Gerakan Masyarakat mendesak Bupati dan DPRD Rokan Hilir agar menuntaskan permasalahan dana plasma PT. Jatim Jaya Perkasa kepada masyarakat.

Mereka juga meminta penindak tegasan semua perusahaan perkebunan dengan transparan terkait CSR, HGU, dokumen wajib amdal dan pengolahan limah.

Dari pantauan wartawan, Kamis (22/1/15) ada sekitar 25 orang massa yang tergabung dalam Gerakan  masyarakat Kecamatan Pakaitan mendatangi kantor DPRD Kabupaten Rokan Hilir, dan dilanjutkan ke kantor Bupati Rokan Hilir. Kedatangan massa ini guna  menyampaikan aspirasi terkait pembayaran dana plasma oleh pihak pengurus inti Koprasi Unit Desa (KUD) PT Jatim Jaya Perkasa.

Setelah beberapa menit berorasi, anggota DPRD Kabupaten Rokan HIlir, Yohanis dari Partai Hanura Komisi C menemui massa di depan kantor DPRD.

Koordinator  Geramm tidak bisa berdiam diri, menutup mata dan teliga melihat penyimpangan yang terjadi.

“Banyak perusahaan-perusahaan yang berada di Kecamatan Pekaitan, Kubu dan Bangko Pusako tidak menerapkan dan mengindahkan peraturan dan undang-undang yang berlaku terutama soal kewajiban sosialnya kepada masyarakat. Hingga kini sudah 4 bulan PT Jatim Jaya Perkasa tidak merealisasikan dana plasmanya.

Sementara itu Hasim salah satu warga Pakaitan yang juga menyampaikan orasinya mengatakan, coba bayangkan, masyarakat Pakaitan yang bekerja di PT Jatim Perkasa belum mendapat dana Plasma selama tiga bulan.

“Sudah tiga bulan dana Plasma belum pernah kami terima. Seharusnya setiap bulan dana plasma itu di bayar sebanyak Rp.200.000,sedangkan untuk Kecamatan Kubu di bayar sebesar Rp 250.000. Kami minta dana Plasma itu disetarakan saja, jangan ada perbedaan,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan pimpinan perusahaan. Mereka bilang dana plasma setiap bulannya sudah di bayar, tapi kami belum menerima uang Plasma tersebut selama tiga bulan ini,” terang Hasim.***(chandra)