Beranda blog Halaman 2475

PTPN V Bantu Korban Banjir dan Serahkan Dana Kemitraan di Rohul

PTPN V Bantu Korban Banjir dan Serahkan Dana Kemitraan di Rohul
PTPN V Bantu Korban Banjir dan Serahkan Dana Kemitraan di Rohul

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Menjelang akhir tahun 2014, PTPN V tetap concern menyalurkan berbagai bantuan untuk stakeholdersnya. Berbagai bantuan tersebut diantaranya bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Kampar hingga penyuluhan dan penyerahan dana pinjaman dana program kemitraan kepada UKM di Kabupaten Rokan Hulu.

Kepala Urusan PKBL Bagian Umum H. Sarimanza Tanjung SH menjelaskan pemberian bantuan tersebut merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam hal meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin membantu, mengembangkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat dan sumber daya manusia melalui pemanfaatan dana dari sebagian laba bersih perusahaan,” sebut Sarimanza.

“Maka melanjutkan program kemitraan yang ada di PTPN V, kembali pada Rabu (24/12/2014) lalu, kita salurkan dua Miliar lebih untuk 98 mitra UKM/Kelompok/Koperasi di Rohul,” terangnya.

Pemberian bantuan kemitraan tersebut dilaksanakan di Balai Karyawan Kebun Sei Rokan PTPN V dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Rohil, pihak Asuransi Jasa Raharja Pekanbaru, serta Manajemen setempat.

Dijelaskan lebih lanjut, pada tanggal tanggal 27 Desember 2014 lalu, Perusahaan juga telah menyerahkan bantuan banjir Kampar. “Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kampar, Perusahaan menyerahkan 200 paket bantuan untuk Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Kampar,” katanya.

“Paket tersebut terdiri 2.000 Kg beras, 200 Kg minyak goreng, dan 200 kotak indomi yang diserahkan,” beber Sarimanza lagi.

Bertempat di Kantor Kepala Desa Gunung Sahilan, bantuan diterima langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Kampar Drs Zulher Msi untuk dapat diteruskan kepada korban banjir.
“Semoga saja apa yang disalurkan oleh Perusahaan, baik dana kemitraan dan bantuan banjir, dapat memberi manfaat bagi penerimanya,” harap Sarimanza.

Dia juga berpesan, khusus penerima bantuan kemitraan, untuk dapat memanfaat dana tersebut dengan sebaik-baiknya dalam mengembangkan usaha. ”Mohon diperhatikan, dana kemitraan yang dipinjamkan agar setiap bulannya untuk diangsur, sebab dengan demikian dana tersebut kembali akan digulirkan kepada calon usaha kecil dan menengah yang lainnya,” tutupnya.***(rls)

KNPI Riau 2014 – 2017 Dipimpin Ari Nugroho Arsyadianto

knpiPekanbaru (SegmenNews.com)- Musyawarah Daerah (Musda) XIII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau  yang berlangsung di Hotel Grand Central, Pekanbaru, berakhir Minggu (28/12/2014) tengah malam. Ari Nugroho Arsyadianto terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau Periode 2014-2017.

Ketua Panitia Musda XIII KNPI Riau, Suhardiman Amby mengatakan Musda berjalan aman dan lancar. ”Musda ditutup oleh Ketua DPP KNPI Sohan,’ ujarnya. Musda dibuka Minggu (28/12/2014) siang oleh Sekjen DPP KNPI Bintang Prabowo dan dihadiri Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Ari Nugroho terpilih secara aklamasi. Puluhan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DPD KNPI Kabupaten/Kota sepakat memilih anak kandung Arsyadianto Rachman, Ketua MPW Pemuda Pancasila Riau itu. ”Alhamdulillah Ari terpilih secara aklamasi,” kata Baikal, ketua tim sukses Ari Nugroho.

Menurut Baikal, formatur yang berjumlah tujuh orang berhasil menetapkan Sekretaris dan Bendahara. Sekretaris dioercayakan kepada Dasril, SP dan Bendahara Putra Mangapul Hutahean. ”Sedangkan pengurus lainnya menyusul termasuk Majelis Pemuda Indonesia (MPI),” kata Baikal.

Ari Nugroho termasuk kader muda dibawah 30 tahun seperti aturan UU Kepemudaan. Baikal berharap kepengurusan KNPI Riau nantinya juga memenuhi standar UU tersebut. ”Kalaupun ditoleransi sampai 35 tahun lah,” ujar calon Ketua MPI Riau ini.

Sebelumnya berkibar nama Nasaruddin, Ketua DPRD Pelalawan dan Agung Nugroho, Ketua KNPI Kota Pekanbaru akan ikut bertarung jadi Ketua KNPI Riau. Namun belakangan mereka mundur dengan alasan masing-masing.***(grc/ran)

Pemko Pekanbaru Waspadai Imigran Gelap

wako1Pekanbaru (SegmenNews.com)- Maraknya terjadi penampungan imigran gelap di Kota Pekanbaru dan membuat tindak kriminal, bahkan ada yang menjadi gigolo dan penyebaran Islam Sunni membuat Walikota Pekanbaru gerah karena sudah meresahkan masyarakat.

Atas maraknya imigran gelap tersebut, Walikota Pekanbaru, Firdaus,ST,MT menginstruksikan agar mewaspadai dampak negatif yang ditimbulkan imigran gelap. Pemko Pekanbaru juga akan mengawasi imigran gelap yang berkeliaran di KOta Pekanbaru.

Hal tersebut disampaikan Wako dalam rapat Muspida di lingkungan kota Pekanbaru, Senin (29/12/14) di aula kantor Walikota

Saat ini terdata sebanyak 553 orang imigran gelap yang di tampung di berbagai tempat di Kota Pekanbaru.***(Chir)

Mangkir Rapat, Dua Pejabat Pekanbaru Terancam SP

Firdaus,ST,MT
Firdaus,ST,MT

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Walikota Pekanbaru, Firdaus,ST.MT menegur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kota Pekanbaru, A Mius karena tidak hadir dalam rapat menyampaikan laporan kegiatan akhir tahun 2014 di aula kantor walikota Pekanbaru jalan jendral Sudirman, Senin (29/12/14).

“Mana Kaban (PBPK) ni ngk datang?. ini harus diberi teguran,” kesal Wako Firdaus.

Selain Kaban PBPK,  dari pantauan di aula rapat Camat Marpoyan Damai, Budi Darman SSTP,Msi juga tidak hadir.  Kedua pejabat tersebut terancam menerima Surat Teguran (SP).

“Hari ini juga kita akan keluarkan surat teguran kepada mereka yang tidak hadir, Keban PBPK dan Camat,” tegas Kepala Kepegawaian Daerah (BKD), Azharisman Rozie.

Ditegaskan Azharisman Rozie, bahwa BKD kota Pekanbaru akan mengevaluasi pejabat eselon III dan II, melalui assement, absensi, dan surat teguran yang sudah diberikan. Untuk melihat apakah mereka layak menjabat dan Lebih lanjut hasilnya akan diserahkan kepada walikota Pekanbaru.***(Chir)

Saksi Akui Cairkan Rp1,5 Miliar Sogok Annas Maamun

Annas Maamun
Annas Maamun

Jakarta (SegmenNews.com)- Persidangan terdakwa kasus dugaan suap revisi alih fungsi lahan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan pada 2014, Gulat Manurung, kembali dilanjutkan hari ini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, (Senin (29/12).

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan enam saksi.

Mereka adalah dua karyawan PT Anugerah Kelola Artha, Mangara Sinaga dan Hendra Siahaan. Hendra, juga menjabat Direktur Utama PT Kubu Raya. Kemudian kasir PT Citra Hokiana Triutama, Yulia Rotua Siahaan, Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama, Edison Marudut Marsadauli Siahaan, serta dua pegawai gerai jual beli valuta asing PT Ayu Masagung Money Changer, Tety Indrayati dan Tati Rujiati.

Tiga saksi pertama diperiksa adalah Hendra, Mangara, dan Yulia. Jaksa Kresno mencecar ketiganya soal permintaan pencairan uang Rp1,5 miliar, kuitansi permintaan, dan sepuluh surat tanah.

Di depan persidangan, Yulia mengakui atasannya, Edison, memintanya mengeluarkan uang Rp1,5 miliar. Tetapi, perempuan yang bekerja di perseroan itu sejak 1997 mengaku tidak tahu tujuan pencairan itu.

“Saya enggak tahu uangnya untuk apa. Pak Edison cuma tanya apa ada uang Rp1,5 miliar. Saya cek ada simpanan. Pak Edison langsung kasih nota isinya cuma tulisan ‘dirut.’ Saya cairkan ceknya ke Bank Mandiri Rp1,5 miliar,” kata Yulia.

Jaksa Kresno Anto Wibowo mencecar Yulia apakah dia tidak mencatat maksud pengeluaran uang itu. “Kan saudara ada pembukuan. Apa tidak catatan maksud pengeluaran uang di pembukuan?” Tanya Jaksa Anto.

“Tidak Pak. Cuma tulisan ‘Dirut’ saja,” ujar Yulia.

Yulia mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja bergerak di bidang kontraktor jalan raya dan jalan perkebunan sawit. Dia menambahkan, mereka juga menyediakan jasa pencarian ladang minyak menggunakan metode seismik.

Sementara itu, Hendra mengaku dia sempat diminta Gulat mengambil sepuluh dokumen surat tanah. Tetapi, dia tidak tahu kelanjutannya dan hanya memindahkannya ke kantor.

“Saya cuma lihat ada surat tanah pas sepuluh macam, saya bawa. Saya enggak periksa lagi. Mungkin asli, karena yang saya lihat cuma yang paling atas,” kata Hendra.

Hendra mengaku mengenal Gulat sejak kuliah. Sebab, dia mengatakan Gulat adalah salah satu dosen pembimbingnya di Fakultas Pertanian Universitas Riau.

“Dia dosen pembimbing saya. Mata kuliahnya budidaya tanaman kelapa sawit,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan, saban hari dia mengaku melihat Gulat mengendarai kendaraan Mitsubishi Strada Triton. Sementara saksi Mangara menjelaskan, dia juga sering melihat Gulat membesut Toyota Kijang Innova berpelat merah.

“Setahu saya itu juga mobil operasional Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau). Pak Gulat ini kan Ketua Apkasindo,” kata Mangara.

Namun, Gulat menyangkal menerima pemberian mobil itu dari Pemerintah Provinsi Riau. Menurut dia, kendaraan itu hanya dipinjamkan.

“Itu mobil Dinas Perkebunan Pemprov Riau. Saya pinjam, bukan diberikan ke saya,” kata Gulat.

Sedangkan soal surat tanah, Gulat mengaku memang mengurusnya buat dibalik nama. “Setelah dibalik nama dan beroperasi tiga tahun, nanti kalau ada keuntungan akan dibagi,” sambung Gulat.

Dalam dakwaan Gulat, Edison disebut menjadi penyandang dana suap buat Gubernur Riau, Annas Maamun. Tetapi, duit itu dibawa ke Jakarta oleh Gulat dalam bentuk valuta asing berupa Dolar Amerika Serikat sebesar USD 166,100. Duit itu kemudian ditukarkan ke dalam mata uang Dolar Singapura.***

Red: hasran
Sumber: merdeka.com

Tolak Berhubungan Intim, Istri Dibogem Suami

kdrtDeli Serdang (SegmenNews.com)– Rosmahani (37), warga Jalan Panah, Kecamatan Delitua, Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dipukuli suaminya hingga babak belur gara-gara menolak berhubungan intim, Senin (29/12/2014).

Cerita bermula saat suaminya, Alamsyah, mendatangi Rosmahani di Pasar Delitua saat sedang berjualan. Kedatangan pelaku sempat mengagetkan Rosmahani lantaran tidak biasanya sang suami datang.

Mulanya Rosmahani yang sudah memiliki tiga anak ini menolak ajakan suaminya untuk pulang. Namun, lantaran terus didesak, Rosmahani akhirnya menuruti kemauan suaminya untuk pulang dengan dalih ada hal penting yang ingin dibicarakan.

Namun, sesampainya di rumah, Alamsyah membawanya ke kamar dan mengajaknya untuk berhubungan intim. Rosmahani pun menolak ajakan suaminya lantaran masih capek dan sedang sibuk berjualan. Tak diduga, penolakan Rosmahani memicu amarah Alamsyah yang langsung menarik baju korban serta memukuli kepalanya berulang kali menggunakan tangan.

Usai dipukuli, Rosmahani berusaha melarikan diri dari amukan suaminya itu. Kemudian pergi ke Mapolsek Delitua seorang diri guna membuat laporan atas peristiwa yang dialaminya.

Sesampainya di Mapolsek Delitua, petugas SPK mengarahkan Rosmahani untuk membuat visum ke RS Anirma dan kemudian kembali ke Polsek untuk membuat laporan. “Saya diajak berhubungan badan sama suami, saya nolak karena lagi capek, sibuk jualan. Saat saya nolak langsung dipukulinya saya,” ungkap Rosmahani.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Martualesi Sitepu, ketika dikonfirmasi, mengatakan belum melihat berkas laporan korban. “Berkas laporannya belum saya terima. Nanti saya cek,” ungkap Martualesi.***

Red: hasran
Sumber : okezone

12 Napi Rengat Terima Remisi Natal

remisiIndragiri Hulu (SegmenNews.com)- Sebanyak 12 orang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rengat menerima remisi perayaan Natal tahun 2014. Remisi yang diterima tersebut terdiri dari 15 hari, 1 bulan hingga 1 bulan 15 hari.

“Remisi untuk 12 warga binaan tersebut sesuai dengan yang diusulkan. Namun tidak ada warga binaan yang bebas setelah menerima remisi tersebut,” ujar Kepala Rutan Rengat, Gumilar Budi Rahayu, kemarin.

Dijelaskan Gumilar, di antara penerima remisi itu yakni untuk 15 hari sebanyak 1 orang, 1 bulan sebanyak 4 orang dan 1 bulan 15 hari sebanyak 7 orang. Selain itu, berdasarkan PP Nomor 99 Tahun 2002 tentang pemberian remisi warga binaan kasus khusus atas tahanan diatas 5 tahun yakni kasus narkotika diberikan untuk 1 orang selama 1 bulan.

Pemberian remisi ini juga sudah sesuai dengan jumlah yang diusulkan kepada Kantor Wilayah Kemenhum Riau. Di mana, warga binaan atau napi yang diusulkan ini sudah sesuai dengan kriteria sebagai penerima remisi.
Karena salah satu syarat dalam pengusulan dan penerima remisi itu yakni berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan. “Hal ini juga berdasarkan penilai yang dilakukan Rutan kepada setiap warga binaan,” ungkapnya.

Untuk itu, kepada warga binaan yang sudah memperoleh remisi, Gumilar berharap dapat mempertahankan prilaku baik selama menjalani masa tahanan. Sehingga pada hari besar berikutnya masih bisa diusulkan sebagai penerima remisi.***(ril/inc/kpr)

Siak Kejar Anggaran Pertanian dari APBN

Bupati Syamsuar saat berbincang-bincang dengan seorang petani
Bupati Syamsuar saat berbincang-bincang dengan seorang petani

Siak (SegmenNews.com)- Penghargaan Adi Karya Pangan Nusantara yang diserahkan Presiden Joko Widodo kepada Bupati Siak H. Syamsuar, MSi menjadi sprit baru bagi daerah meningkatkan produksi pangan.

Untuk itu, pemerintah daerah juga akan mengejar anggaran bidang pertanian yang dialokasikan begitu besar APBN.

“Hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo meminta agar sentra pertanian di wilayah masing-masing skala prioritas. Karena Indonesia masih kekurangan pangan,” kata Bupati Syamsuar, Minggu (28/12/2014) saat menemui petani di Desa Bungaraya, dan memaparkan hasil pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo.

Presiden Jokowi kata Dia, menekankan kepada masing-masing daerah yang memiliki potensi, meningkatkan produksi pangan terutama beras.

“Pemkab Siak sendiri sejak awal telah komit meningkatkan produksi pangan seperti di Kecamatan Bungaraya dan daerah lain. Namun, masukan dari pemerintah pusat akan menambah sprit bagi Pemkab Siak guna meningkatkan produksi,” jelas Syamsuar.

Disampaikan Syamsuar, pemerintah pusat menargetkan tiga tahun ke depan kebutuhan pangan di Indonesia sudah terpenuhi.

“Pemerintah pusat menyediakan anggaran yang cukup besar untuk keperluan pertanian dan ini harus kita kejar,” sebut Syamsuar.

Guna meningkatkan produksi beras, Pemkab Siak melibatkan lintas intansi yakni, Dinas Pertanian, Badan Penyuluan Dinas Bina Marga dan Pengairan terus berkoordinasi. Salah satu, faktor pendukung peningkatan produksi adalah pengairan yang bagus.***(kpr)

UED-SP Desa Tingkok Ditingkatkan Jadi BUMDes

BumdesRokan Hulu (SegmenNews.com)- Pengurus Usaha Ekonomi Simpan Pinjam (UED-SP) Desa Tingkok Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (26/12/2014) melakukan pembahasan  kepenggurusan untuk di tingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tinggkok Bersatu.

Kegiatan itu, dihadiri Tengku Ali Akbar dari Pembina BUMDes Tingkat Kabupaten Rokan Hulu dia mengharapkan kepada masarakat agar kepengurusan yang lama agar menjadi pengurus di Bumdes.

“Namun masyarakat tidak terima kalau penguru Bumdes diangkat begitu saja, masarakat memang senang adanya Bumdes tapi masyarakat Desa Tingkok kalau Pengurus Bumdes harus melalui pemilihan,” ujar Tengku Ali Akbar, Sabtu (27/12/2014).

Lebih lanjut, diterangkan masarakat ingin lembaga keuangan ini dikelola dengan cara teransparan, sebab  Bumdes itu milik masarakat jadi sebagai Ketua Bumdes harus pilihan masyarakat dengan cara pemilihan suara terbayak.

Namun setelah difasilitasi Kepala Desa Tingkok Usup Harahap akhirnya masyarakat sepakat, pemilihan Pengurus Bumdes akan dipilih secara demokrasi.

Jika pemilihan secara demokrasi, Kades Tingkok mengatakan, itu nanti setelah pengurus UED-SP yang lama, berakhir, karena pengurus yang lama ini belum selesai masa tugas laporan, termasuk lapooran pertanggungjawaban tahun 2013 sampai 2014.

” Nanti kalau suda selesai laporan pertangungjawapan 2013/2014 baru kita adakan pemilihan secara demokrasi,” pungkas Kades Tingkok.***(war)

38 Napi Rokan Hulu Terima Remisi Natal

net
net

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sebanyak 38 Narapidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Pasirpengaraian, Kamis (25/12/2014), pagi mendapatkan remisi khusus Hari Raya Natal tahun 2014.

Penyerahan remisi dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas II B Pasirpengaraian Mishbahuddin BcIp SSos MM kepada para napi di Aula Sahardjo SH Lapas Klas II B Pasirpengaraian. Disaksikan  seluruh pejabat Struktural dan Staf Lapas Klas II B Pasirpengaraian beserta sejumlah Napi yang mendapatkan remisi khusus Natal tahun 2014.

Kepala Lapas Kelas II B Pasirpengaraian Mishbahuddin BcIp SSos MM, Jumat, (26/12) menyebutkan, 38 Napi yang mendapat remisi khusus Hari Raya Natal tahun 2014, bervariasi mulai dari remisi 15 hari, 1 (satu) bulan, 2 (dua) bulan dan 2 bulan 15 hari.

Menurutnya, Napi yang mendapatkan remisi khusus Natal dengan perkara atau kasus yang bervariasi seperti Narkoba, Perampokan,pencurian, Asusila dan lainnya

Mishbahuddin menyebutkan, pemberian remisi khusus ini, bertujuan untuk memberikan motivasi kepada warga binaan agar selalu berkelakuan baik dalam menjalankan pidananya. Sehingga jika bebas kelak mereka dapat ditrima dalam kehidupan masyarakat.

Remisi yang diberikan kepada narapidana berdasarkan agama yang dianutnya.Jika napi beragama islam akan mendapatkan remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri, sedangkan napi yang beragama Hindu mendapat Remisi khusus Nyepi. Begitu juga dengan napi yang beragama Budha akan mendapatkan remisi khusus waisyak.

Dijelaskannya, remisi yang diberikan kepada Napi, sesuai dengan Keppres No 174 tahun 1999 tentang Remisi, baik itu Remisi Umum yang diberikan pada tiap Hut Kemerdekaan RI 17 Agustus tiap tahunnya ataupun Remisi keagamaan tiap tahun yang diberikan seperti pada hari raya natal tahun ini.

Kalapas mengakui, 38 Napi yang mendapatkan remisi, mereka telah memenuhi syarat, minimal telah menjalani masa hukuman enam bulan dan menjalani narapidana serta tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin.

Ketentuan pemberian remisi, lanjutnya, didasarkan pada penilaian narapidana yang berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman.”Remisi khusus yang diberikan kepada 38 narapidana beragama Kristen ini, mereka memiliki kelakuan baik.Karena itu hak nya Napi,” tutupnya.***(dy/zar)