Beranda blog Halaman 2572

Angkasa Pura : Terminal TKI Ditutup September Ini

Sejumlah TKI menunggu pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, 1 November 2011. TEMPO/Aditia Noviansyah
Sejumlah TKI menunggu pemulangan menuju daerah asal masing-masing di Balai Pelayanan Kepulangan TKI Selapajang, Tangerang, Banten, 1 November 2011. TEMPO/Aditia Noviansyah

Jakarta – (SegmenNews.com) Corporate Secretary Angkasa Pura II Daryanto mengatakan, terminal khusus tenaga kerja Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akan ditutup bulan ini. Daryanto mengaku belum tahu tanggal pastinya tapi penutupan akan dilakukan segera. “Betul mau ditutup,” kata Daryanto saat dihubungi, Kamis, (11/09/14).

Menurut Daryanto, Terminal Khusus TKI di Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya bukan terminal. Itu adalah gedung pendataan kedatangan TKI yang dioperasikan penuh oleh Badan Nasional Penempataan dan Perlindugan Tenaga Kerja Indonesia. Angkasa Pura II selaku pengelola Soekarno-Hatta hanya meminjamkan lahan ke BNP2TKI.

“Kontrak pinjam-pakai kalau tak salah sampai 2025. Semua fasilitas milik BNP2TKI termasuk petugas-petugasnya,” kata Daryanto.

Nantinya, kata Daryanto, setelah Terminal Khusus TKI di Selapajang itu dihapus, pendataan kedatangan TKI akan dipusatkan di Common Use Lounge yang terletak di Terminal Kedatangan Internasional.
Angkasa Pura II, kata Daryanto, sama sekali tak dirugikan dengan pemindahan terminal khusus ke terminal umum itu. “Yang ada kami malah dapat kesan negatif dari keberadaan terminal khusus TKI itu sebelumnya. Padahal itu bukan terminal,” kata Daryanto.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan terminal khusus TKI di Selapajang, Soekarno-Hatta akan dibubarkan.

Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi KPK bersama Bareskrim Polri, UKP4, dan Angkaa Pura II di Selapajang pada 27 Juli lalu. Saat inspeksi, tim menemukan 18 pemeras TKI yang diduga pemain lama. Sebelum inspeksi, Terminal khusus TKI di Selapajang juga telah lama diminta untuk dihapus karena dianggap kerap jadi ajang pemerasan terhadap TKI.***

Red : Achir
Sumber : Tempo.co

Di Balik Operasi Senyap Pertamina Naikkan Harga Gas 12 kg

Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Jakarta – (SegmnenNews.com) Pemerintah dan Pertamina menggelar rapat kenaikan harga gas elpiji 12 kg pada Senin (8/9). Sebelum rapat dimulai, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku, Pertamina sudah menyiapkan 20 skenario kenaikan harga gas 12 kg.

Usai rapat tersebut, pemerintah maupun Pertamina sama-sama bungkam ketika ditanya soal kepastian waktu kenaikan harga gas elpiji 12 kg. Menko Perekonomian Chairul Tanjung tidak menjelaskan besaran kenaikan harga gas 12 kg. Waktu pelaksanaanya pun, dia hanya mengatakan dalam waktu dekat akan diumumkan. Semua keputusan terkait kenaikan harga gas, pemerintah menyerahkan sepenuhnya pada Pertamina.

Tiba-tiba, Pertamina mengumumkan bahwa terhitung 10 September 2014 pukul 00.00 WIB, mereka secara resmi menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp 1.500 per Kg.

Kenaikan harga jual rata-rata elpiji 12 Kg nett dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per Kg dari sebelumnya Rp 6.069 per Kg. Jika ditambah dengan komponen biaya lainnya seperti transport, filing free, margin agen, dan PPN maka harga jual di agen menjadi Rp 9.519 per Kg atau Rp 114.300 per tabung dari sebelumnya Rp 7.731 per Kg atau Rp 92.800 per tabung.

Direktur pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menuturkan, harga jual tersebut masih jauh dibawah keekonomian. Berdasarkan rata-rata CP Aramco (year on year) Juni 2014 sebesar USD 891,78 per metric ton dan kurs Rp 11.453 per USD ditambah komponen biaya seperti di atas maka harga keekonomian elpiji 12 Kg saat ini seharusnya Rp 15.110 per kg atau Rp 181.400 per tabung.***

Red : Achir
Sumber : Merdeka.com

Siak Raih Piala WTN dari Menhub RI

Wakil Bupati Siak Drs.H Alfedri.M.Si menerima Piala WTN dari Menhub di Jakarta
Wakil Bupati Siak Drs.H Alfedri.M.Si menerima Piala WTN dari Menhub di Jakarta

JAKARTA (SegmenNews.com)- Dinilai berhasil mengembangkan sistem transportasi ideal didaerah, Pemkab Siak dianugerahi Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Piala WTN untuk kategori kota kecil tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan E.E.Mangindaan kepada Wakil Bupati Siak Drs.H Alfedri.M.Si sempena puncak peringatan Hari Transportasi 2014 di Smesco convention centre Jakarta Rabu (10/9/2014).

Menhub E.E. Mangindaan selepas penyerahan Anugerah WTN kepada sejumlah pimpinan daerah mengatakan, kedepan indikator yang dipergunakan dalam penilaian WTN diharapkan lebih kompleks dan terintegrasi.

“Saya berharap standar penilaian WTN kedepan harus ada peningkatan dari single moda menjadi multi modal” ungkapnya.

Untuk itu ia berharap Kabupaten/kota penerima anugerah WTN dapat mengembangkan sistem transportasi terintegrasi antar moda dengan memberikan perhatian pada pengembangan transportasi laut dan perairan.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Perhubungan darat Suroyo Alimoeso dalam laporannya mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pembinaan pemerintah kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terhadap penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan.

“Harapan kita, kedepan tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, aman, selamat dan efisien, berkelanjutan serta menjamin ekuitas pengguna hak jalan,” ungkapnya.

Untuk itu ia juga berharap agar penghargaan ini tidak menjadi tujuan akhir yang hendak dicapai pemerintah daerah, namun justru menjadi jembatan penyelenggaraan sistem transportasi berkualitas dimasa yang akan datang.

Penghargaan WTN merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahunnya kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota atas kemampuan daerah dan peranserta masyarakat dalam meningkatkan penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan. Kegiatan puncak peringatan Hari Transportasi tahun ini juga dirangkai dengan pameran moda transportasi dengan tema “peluang bisnis masa depan transportasi indonesia”.

Selain itu juga diadakan forum bisnis yg diisi oleh narasumber akademisi dan pengusaha serta praktisi transportasi di indonesia.***(rinto)

Besok, Piala WTN Diarak Keliling Pekanbaru

Walikota Peknbaru Firdaus MT menerima penghargaan Piala WTN  dari Mentri Perhubungan RI EE Mangindaan disaksikan Kakorlantas Polri Brigjend Pol Condro Kirono yang juga mantan Kapolda Riau
Walikota Peknbaru Firdaus MT menerima penghargaan Piala WTN dari Mentri Perhubungan RI EE Mangindaan disaksikan Kakorlantas Polri Brigjend Pol Condro Kirono yang juga mantan Kapolda Riau

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Hari ini, Rabu (10/9/14) Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori kota terbaik Nasional dibidang perhubungan tahun 2014.

Piala tersebut diserahkan langsung oleh Mentri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, EE Mangindaan di gedung SEMSCO Convention center, Jakarta disaksikan oleh Kakorlantas Polri Brigjend Condro Kirono yang juga mantan Kapolda Riau.

Dihadapan ribuan tamu undangan dari seluruh Indonesia, Menhut, Mangindaan menyampaikan bahwa Pekanbaru adalah kota besar di Indonesia yang meraih peringkat pertama dari 6 Kota besar peraih piala WTN lainnnya.

Menduduki peringkat kedua adalah, Kota Padang, Bandar Lampung, Surakarta, Balik papan dan terakhir Denpasar.

Dikesempatan itu, Walikota Fordaus tak lupan menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang ikut berkomitmen dalam mewujudkan tertib berlalulintas dan peduli keselamatan dan kenyamanan angkutan darat dan angkutan umum di Kota Pekanbaru.

Direncanakan Piala akan tiba di Pekanbaru besok, Piala akan diarak keliling Pekanbaru dan dipusatkan di halaman kantor Walikota dan akan diserahkan kepada Ketua DPRD Kota Pekanbaru.***(chir)

Bupati Syamsuar Lantik IPKJ-KS di Yogyakarta

Pengukuhan Pengurus IPRY-KS 008
Pengukuhan Pengurus IPRY-KS 008

JOGYAKARTA (SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar MSi secara resmi melantik pengurus Ikatan Pelajar Riau Jogjakarta Komisariat Siak (IPRJ-KS), bertempat di grand ball room hotel New Shapir, Jogjakarta, Selasa (09/09/14).

Taufik Hidayat, Mahasiswa Diploma III Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gajah Mada, dipercaya menggantikan Said Kemal Luthfi sebagai Ketua IPRY-KS periode 2014 s/d 2015 berdasarkan hasil musyawarah tahunan IPRY-KS 2014. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak H Kadri Yafis, Direktur PT BSP Birmantoro serta ratusan mahasiswa asal kabupaten Siak yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Jogjakarta.

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi dalam arahannya menyampaikan motivasi mengenai pentingnya pendidikan guna menghadapi persaingan dimasa yang akan datang. Ia mengingatkan agar para mahasiswa tetap tekun, giat & fokus dalam mengikuti pendidikan. Saat ini kata Bupati telah banyak anak Siak yang mendapatkan prestasi yang layak untuk dibanggakan.

“Dunia saat ini adalah dunia persaingan, tahun depan 2015 mahasiswa harus bersiap menghadapi persaingan dengan orang-orang dari luar negeri. Kita tidak bisa menutup diri, jika kita tidak siap, jika kita tidak memiliki kualitas diri, maka kita akan dikalahkan oleh orang-orang asing nantinya,” ungkap Bupati.

“Saya berharap anak Siak bisa bersaing dan unggul dari anak-anak lain di Indonesia maupun anak-anak dari negara lain,” harapnya. Namun demikian kata Syamsuar ada hal penting yang tidak boleh dilupakan. Hal itu adalah Budaya & Kebudayaan. Budaya asli & menjadi ciri khas yang menjadi kearifan lokal, harus terus diperhatikan dan dipertahankan. “Budaya kita tidak boleh terjejas oleh budaya asing meski kita berada di era modernisasi,” tegas Syamsuar.

Sementara itu Taufik Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan IPRYKS sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan tentunya harus menjadi wadah yang tepat dan berguna bagi mahasiswa, sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan kabupaten Siak. Hal ini dapat dilakukan terutama agar lebih meningkatkan komunikasi bersama pemerintah.

Saat ini IPRYKS telah membentuk departemen kewirausahaan ditubuh organisasi. Kewirausahaan diharapkan mampu membentuk pola pikir dalam menciptakan para wirausaha. Para mahasiswa juga diharapkan mampu berpartisipasi dalam mempromosikan potensi-potensi baik di sektor wisata maupun investasi lainnya.***(rinto)

Kasus DBD di Meranti Mengkhawatirkan

Nyamuk Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti

SELAT PANJANG (SegmenNews.com)– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kepulauan Meranti semakin mengkhawatirkan. Hingga Agustus 2014, sebanyak 39 kasus DBD terjadi di daerah ini.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Lingkungan (Kabid PMKL) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Ria mengatakan bahwa kasus DBD sangat rentan terjadi ketika memasuki musim penghujan seperti saat ini. Agar kasus tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, maka warga harus mewaspadainya.

“Kasus terbanyak terjadi pada bulan Agustus, karena sudah memasuki musim hujan. Bahkan kita sudah melakukan tindakan foging di beberapa tempat. Foging kita lakukan jika di lingkungan masyarakat sudah ada kasus penderita DBD,” katanya, Rabu (10/9/2014).

Mengingat kasus tersebut terjadi akibat gigitan nyamuk, maka langkah efektif dalam mengantisipasinya adalah dengan tindakan pencegahan. Upaya pencegahan ini tentunya berkaitan dengan membersihkan lingkungan, bukan dengan foging. Sebab foging merupakan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

“Foging juga hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati oleh foging. Cara terbaik mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan,” ungkapnya.

Agar nyamuk tidak berkembang biak, kata dr Ria, langkah terbaik yang dapat dilakukan warga yakni dengan menutup tempat air, menguras air di penampungan minimal sekali dalam sepekan, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

“Selain itu, bisa menaburkan bibit abate kedalam bak air penampungan agar jentik nyamuk tidak hidup dan berkembang biak,” katanya.

Bahkan instansi terkait juga menyediakan bubuk abate bagi warga. Bubuk abate tersebut bisa didapatkan secara gratis diseluruh Puskesmas. “Bubuk abate telah kita sediakan di seluruh Puskesmas, masyarakat cukup datang untuk memintanya. Karena kita memberikan secara cuma-cuma alias gratis,” tutupnya.***(Mrt/kpr)

Bus TMP Disubsidi Rp 8 Miliar

tmpPEKANBARU (SegmenNews.com)- Tahun ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan subsidi angkutan umum massal yakni bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hanya sebesar Rp 8 miliar. Jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan biaya operasionalnya.

Dirut PD Pembangunan, Heri Susanto mengatakan, subsidi.untuk angkutan ini dibenarkan dan diperbolehkan oleh UU selama operasional kendaraan masih merugi.

“Jadi subsidi untuk bus TMP ini masih bisa diberikan oleh Pemerintah Daerah sepanjang angkutan tersebut merugi,” ujarnya.

Heri menambahkan, untuk saat ini jumlah penumpang bus TMP baru mencapai 27 persen untuk di tahun pertama.

“Itu makanya kita lihat perkembangannya terus. Semakin meningkat jumlah penumpang kita semakin bagus, apalagi mencapai angka 60 persen. Maka kita tidak perlu lagi disubsidi oleh Pemko,” terangnya.

Untuk mengejar minat masyarakat kembali ke modal transfortasi massal, maka pihaknya akan terus gencar mensosialisasikan angkutan massal kepada masyarakat. Di samping itu, juga ada himbauan Pemerintah yang akan dibuat yakni untuk hari Kamis seluruh PNS diwajibkan menggunakan Trans Metro.

“Bukan hanya sosialisasi dan himbauan saja. Pihaknya juga berupaya mengejar SKPD terkait yang berhubungan dengan fasilitas pendukung sehingga dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan penumpang,” harapnya.

Ketika ditanya jumlah subsidi yang diberikan Pemko tahun 2014 terhadap Bus TMP hanya sebesar Rp 8 miliar, Heri mengaku jumlah subsidi ini tidak mencukupi jika dibandingkan biaya operasional.***(Yn/kpr)

Air Isi Ulang Harus Dimasak?

airPEKANBARU (SegmenNews.com)- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, menghimbau kepada masyarakat agar bisa membedakan mana air isi ulang dan yang mana air minum isi ulang.

“Kalau air isi Ulang, maka harus dimasak baru bisa diminum. Kalau air minum isi ulang dia layak untuk langsung diminum,” kata Irba, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Kota Pekanbaru, Rabu (10/09/2014).

Selama ini, menurut Ibra, masyarat tidak pernah memperhatikan hal sekecil ini. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan beberapa waktu lalu juga sudah mendapat instruksi oleh walikota untuk memilah kedua hal tersebut.

“Sudah ada instruksi dari pak Walikota langsung. Harus dipisahkan antara keduanya,” kata El Sabrina.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Gusti Yanti juga menuturkan hal yang sama.

“Tolong dibedakan air minum dan air bersih. Kalau air minum dia bisa langsung diminum, tapi kalau air bersih bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Kalau mau diminum juga tentu harus dimasak terlebih dahulu,” kata Yanti.(btp/ran)

Razia, Truk Sembunyi di Terminal Tanah Merdeka

Petugas Dishub bersiap menderek mobil yang terparkir liar di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. Pemilik kendaraan wajib membayar denda parkir liar sebesar Rp. 500.000 melalui bank DKI. TEMPO/Dasril Roszandi
Petugas Dishub bersiap menderek mobil yang terparkir liar di pinggir Jalan Jatinegara Timur, Jakarta, 8 September 2014. Pemilik kendaraan wajib membayar denda parkir liar sebesar Rp. 500.000 melalui bank DKI. TEMPO/Dasril Roszandi

Jakarta – (SegmenNews.com) Razia parkir liar yang digalakkan di sepanjang Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara tak membuat sopir truk kehabisan akal. Mereka yang biasa parkir di pinggir jalan itu kini memilih bersembunyi di Terminal Mobil Barang Tanah Merdeka yang berjarak 3 kilometer dari titik razia.

Kepala Terminal Tanah Merdeka, Otto Samosir mengatakan, dalam dua hari terakhir jumlah truk yang parkir di terminal pada pagi hari meningkat. “Itu truk-truk yang kabur dari razia. Mereka menunggu di terminal sampai razia selesai atau kalau sudah dipanggil untuk loading,” kata Otto yang ditemui pada Selasa malam, 9 September 2014.

Penambahan truk yang menumpang di terminal mencapai 10 unit per hari. Namun, Otto memperkirakan jumlah itu bisa bertambah karena sesama sopir akan saling bercerita untuk menunggu di terminal saja. Apalagi, parkir di dalam terminal itu cuma perlu membayar Rp 3 ribu.

Akibat meningkatnya jumlah kendaraan di terminal, aktivitas di sana terhambat karena kendaraan menjadi susah memutar di dalam terminal. Kebanyakan kendaraan di terminal itu adalah truk kontainer dan bus besar yang tidak tertampung di Terminal Tanjung Priok. “Tambah sedikit unit saja sudah terasa sekali sesak di terminal ini,” ujar Otto.

Otto menjelaskan, sebelumnya Terminal Tanah Merdeka memiliki luas mencapai 5 hektar dengan kapasitas kendaraan sekitar 300 unit. Namun, sebagian lahan sudah terpakai untuk pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas seluas 3.600 meter persegi, lahan untuk tiang akses Tol Priok seluas 12 ribu meter persegi dan pembangunan kantor Dinas Perhubungan. Akibatnya, kapasitas terminal pun berkurang.

Selain itu, truk-truk yang terjaring razia parkir liar di Jalan Akses Marunda juga diderek untuk dikandangkan dalam Tanah Merah. Sejak razia dimulai dua hari lalu, sudah ada enam truk yang diderek ke terminal ini. Hal ini semakin menyesaki terminal. “Kami ingin truk yang diderek ke sini langsung diambil pada hari yang sama agar tidak ada penumpukan di terminal,” kata Otto.***

Red : Achir
Sumber : Tempo.co

Kualitas Pendidikan di Riau Masih Rendah

int
int

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Jika dibanding dengan pendidikan di Pulau Jawa, kualitas pendidikan Riau masih jauh tertinggal. Hal ini disebakan bukan karena kurang perhatian dari pemerintah daerah, melainkan perhatian pemerintah pusatlah yang belum maksimal mendorong majunya kualitas pendidikan di daerah.

“Kita ini jauh dari Pusat, pengelolah pertama dibidang pendidikan amaupun dibidang apapun, selalu kementeriannya di dari Pusat,” ungkap Komite III DPD RI Maimanah Umar kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Riau, Selasa (09/09/2014).

Selain itu, dia menambahkan bahwa kinerja Pemerintah Pusat di Pulau Jawa, bisa langsung dilihat oleh kementerian, oleh sebab itu segala permasalahan di sana langsung dicarikan solusi dan diperbaikan oleh Pemerintah Pusat.

“Kualitas pendidikan di Riau ini juga masih jauh dibanding Pulau Jawa. Sehingga putra daerah kita selalu kalah bersaing dalam penerimaan CPNS. Soal kurikulum 2013 jika ada maslah juga harus disampaikan langsung. Kita akan sampaikan langsung ke Menteri Pendidikan saat Rapat Dengar Pendapat tanggal 15 September nanti,” katanya.(btp/chir)